Pesan WhatsApp Khashoggi Beri Petunjuk Siapa Pelaku Pembunuhan

Pesan WhatsApp Khashoggi Beri Petunjuk Siapa Pelaku Pembunuhan

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Jamal Khashoggi menahan diri saat mengeluarkan pernyataan publik tentang Kerajaan Arab Saudi namun dalam pesan-pesan pribadi dia tidak menahannya, CNN mengatakan pada hari Senin (3/12/2018).

Lebih dari 400 pesan WhatsApp antara Khashoggi dan aktivis yang berbasis di Montreal, Omar Abdulaziz, yang diperoleh oleh kantor berita itu “melukiskan bahwa Khashoggi sangat terganggu dengan sifat mudah marah (tidak sabaran) pangeran muda kerajaan Saudi.”

Khashoggi, seorang wartawan dan kolumnis Saudi untuk The Washington Post, hilang setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.

Setelah awalnya mengatakan dia meninggalkan konsulat dalam keadaan hidup, beberapa pekan kemudian pemerintah Saudi mengakui dia terbunuh di sana.

“Semakin banyak korban yang dia makan, semakin banyak yang dia inginkan,” kata Khashoggi dalam pesan yang dikirim pada bulan Mei. “Saya tidak akan terkejut jika penindasan akan terjadi pada mereka yang bahkan menyemangati dia.

“Dia mencintai kekuatan dan penindasan serta memiliki kebutuhan untuk memamerkannya … tetapi tirani tidak memiliki logika,” tambah Khashoggi, mengacu pada bin Salman.

Pesan-pesan itu mengungkapkan rencana antara Khashoggi dan Abdulaziz untuk melakukan gerakan pemuda online, yang terdiri dari “tentara elektronik” untuk melibatkan pemuda Saudi dan menghilangkan propaganda negara di media sosial, dalam upaya untuk meminta pertanggungjawaban Arab Saudi.

Gerakan itu disebut “cyber bees (lebah cyber),” nama yang berasal dari upaya sebelumnya untuk menciptakan sebuah pusat guna mendokumentasikan pelanggaran hak di negara tersebut.

Namun pada bulan Agustus, Abdulaziz mencatat dia memiliki alasan untuk percaya bahwa pemerintah Saudi mengetahui tentang inisiatif mereka tersebut.

Baca juga: 

Bill Marczak, seorang peneliti di Citizen Lab, mengatakan ada kepercayaan tinggi bahwa ponsel Abdulaziz diretas oleh operator yang terkait Saudi dari NSO Group Pegasus, sebuah spyware buatan Israel.

“Peretasan telepon saya memainkan peran besar dalam apa yang terjadi pada Jamal, saya benar-benar minta maaf untuk mengatakannya,” kata Abdelaziz kepada CNN. “Rasa bersalah itu membunuhku.”

Tim hukum Abdulaziz mengajukan gugatan terhadap Israel pada hari Ahad, dengan alasan NSO melanggar hukum internasional dengan menjual perangkat lunaknya ke Arab Saudi, mengetahui bahwa itu dapat digunakan untuk melanggar hak asasi manusia.

Mei lalu, Abdulaziz mengatakan dia bertemu dua pejabat pemerintah Saudi di Montreal, dan merekam percakapan mereka, serta berbagi dengan CNN.

Para pejabat mengatakan mereka dikirim oleh bin Salman, yang ingin menawarkan pekerjaan kepadanya.

Abdulaziz berkonsultasi dengan Khashoggi setelah para pejabat menyuruhnya pergi ke kedutaan Saudi untuk mengisi dokumen, dan Khashoggi mengatakan kepadanya untuk tidak pergi dan hanya bertemu di tempat umum.

“Pada 2 Oktober, Khashoggi malah melakukan yang sebaliknya. Ini adalah kali terakhir dia memeriksa pesan WhatsApp-nya,” kata CNN.

Bagikan

2 thoughts on “Pesan WhatsApp Khashoggi Beri Petunjuk Siapa Pelaku Pembunuhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X