Penyanderaan di Sydney Berakhir , Tiga Tewas

SYDNEY (Jurnalislam.com) – Para sandera yang ditahan oleh seorang pria bersenjata di sebuah kafe di Sydney berhasil dibebaskan polisi. Tembakan dan ledakan terdengar saat polisi bergerak untuk mengakhiri penyanderaan yang berlangsung selama 16 jam.

Tiga orang tewas, termasuk penyandera itu sendiri, kata polisi. Seorang polisi juga terluka tapi dalam kondisi stabil.

Andrew Scipione, komisaris polisi New South Wales (NSW), memuji hasil kerja departemennya. Dia mengatakan total jumlah sandera ada 17.

Tayangan televisi menunjukkan sandera keluar dari Lindt Chocolate cafe. Beberapa diangkat dalam tandu saat ambulans datang.

Penyanderaan telah dimulai sejak Senin (15/12/2014) pagi.

Media Australia, mengutip seorang sumber polisi, mengidentifikasi penyandera bernama Man Haron Monis, seorang pengungsi Iran yang mempunyai catatan kriminal.

"Ini adalah insiden yang sangat mengganggu," Tony Abbott, Perdana Menteri Australia, mengatakan beberapa jam setelah krisis penyanderaan dimulai.

Abbott mengatakan pria bersenjata itu mengklaim "motivasi politik,'' tapi dia berhenti membuat referensi khawatir akan adanya rencana teror.

Sebelumnya, Scipione mengatakan bahwa polisi tidak tahu motivasi penyandera. "Kami berhadapan dengan situasi penyanderaan dengan pelaku bersenjata."

Channel 10 news mengatakan menerima video di mana seorang sandera dalam kafe menyampaikan tuntutan penembak. Stasiun ini mengatakan, polisi meminta mereka tidak menyiarkannya, dan Scipione secara terpisah meminta semua media yang mungkin dihubungi oleh pria bersenjata itu untuk mendesak dia berbicara dengan polisi.

Ratusan polisi membanjiri kawasan bisnis Sydney, jalan-jalan ditutup dan kantor-kantor dievakuasi.

Masyarakat diberitahu untuk menjauh dari Martin Place – lokasi Lindt Chocolate Café.  [ded412/Aljazeera]

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.