Gencatan Senjata Berakhir, Israel Kembali Memborbardir Gaza

Gencatan Senjata Berakhir, Israel Kembali Memborbardir Gaza

GAZA (jurnalislam.com)- Israel kembali membombardir Gaza sesaat setelah berakhirnya kesepakatan gencatan senjata, serta juga menolak memperpanjang jeda perang. Kata militer Israel, perang berlanjut dengan mengerahkan kekuatan penuh.

Jet tempur Israel mulai menyerang sasaran di Gaza pada Jum’at (01/12/2023), dilaporkan kementerian dalam negeri Gaza serangan udara menghantam bagian selatan daerah yang terkepung tersebut, termasuk komunitas Abasan di timur kota Khan Younis. Serangan udara lainnya menghantam sebuah rumah di barat laut Kota Gaza.

Ledakan keras dan bertubi tubi terdengar dari seluruh Jalur Gaza hingga asap hitam mengepul dari wilayah tersebut.

Di Israel, sirene berbunyi di tiga peternakan dekat Gaza, memperingatkan akan adanya tembakan roket dan menandakan bahwa Hamas juga melanjutkan serangannya.

Militer Israel mengumumkan serangan dimulai hanya berselang 30 menit setelah jeda perang berakhir, gencatan senjata yang dimulai pada 24 November lalu telah berakhir pada Jum’at (01/12) pukul 12.00 wib.

“Setidaknya 21 warga Palestina tewas di Gaza dalam dua jam pertama setelah tentara Israel melanjutkan serangannya”, kata kementerian kesehatan Gaza.

Ini termasuk dua orang yang tewas di Beit Lahia di Gaza utara; tujuh di Maghazi di Gaza tengah; satu di Khan Younis; dua di kota Hamad; dan sembilan di Rafah, semuanya di Jalur Gaza selatan.

Sebagian besar penduduk Gaza yang berjumlah 2,3 juta jiwa kini berdesakan di wilayah selatan tanpa jalan keluar setelah Israel menginstruksikan ratusan ribu orang untuk mengungsi dari wilayah utara pada perang sebelumnya. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengapa Israel menyerang Gaza selatan padahal terdapat banyak korban sipil.

Sejak perang Israel di Gaza dimulai pada 7 Oktober, setidaknya 15.000 warga Palestina syahid, termasuk lebih dari 6.000 anak-anak, telah terbunuh.

Sumber: Al Jazeera

Reporter: Samsul

Bagikan