Erick Thohir Dinilai Blunder Kalau Ngotot Pilih Ahok Pimpin BUMN

Pengamat ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi berpendapat, sebaiknya Erick tak menempatkan Ahok di BUMN strategis seperti PLN, Pertamina, atau bahkan Inalum yang akan mengelola Freeport.

Pasalnya, kekayaan alam yang dikelola badan-badan usaha milik negara itu bernilai triliunan rupiah.

“Bagaimanapun juga Ahok itu kan politikus, saya khawatir kalau di BUMN energi akan menimbulkan conflict of interest. Yang bukan politisi saja juga begitu,” katanya, Jumat (15/11).

“Kemudian, rekam jejak Ahok di bidang energi itu kan tidak ada sama sekali,” lanjut mantan anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas itu.

Fahmy menegaskan, dibutuhkan figur yang memiliki kapabilitas, kemampuan, dan pengetahuan tentang energi untuk mengelola sebuah BUMN energi.

Daripada di sektor energi, lanjutnya, lebih baik Ahok ditempatkan di BUMN lain.

“Kalau nanti dipaksakan Ahok di tempat tadi, maka menurut saya itu keputusan yang blunder, yang berisiko,” tuturnya.

Sumber: jawapos.com

Kompetensi Kalau Ahok Pimpin BUMN Dipertanyakan

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Kabar Basuki Tjahaja Purnama (BTP) bakal menjadi salah satu pucuk pimpinan di perusahaan pelat merah kian santer terdengar.

Menimbang kans Ahok memimpin salah satu BUMN tersebut, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa, mewanti-wanti.

“Kalau bicara PLN dan Pertamina, keduanya ini perusahaan yang kompleks, besar, urusan politiknya tinggi,” kata Fabby, Jumat (15/11).

Ahok memang pernah mengenyam pendidikan strata satu di jurusan Teknik Geologi Universitas Trisakti, hingga menyandang gelar insinyur. Namun, menurut Fabby, itu saja tidak cukup.

Sebagai perusahaan energi terintegrasi dari hulu dan hilir, Pertamina dituntut untuk terus berkembang tak hanya di tingkat nasional tetapi juga menjadi pemain global.

Maka dari itu, Fabby mengingatkan pemerintah cermat memilih orang yang akan ditempatkan pada jajaran direksi, agar BUMN migas tersebut bisa mencapai visi besarnya.

Demikian pula dengan PLN, yang menurut Fabby, dalam dua-tiga tahun ke depan punya tantangan berat. Antara lain memastikan elektrifikasi di penjuru tanah air, dan di sisi lain menjaga keuangan perusahaan setrum tersebut agar semakin sehat. “Apakah Ahok punya kompetensi dan kualitas itu?” tanya Fabby.

Sumber: jawapos.com

Tak Punya Pengalaman, Ekonom: Tak Tepat Tempatkan Ahok di BUMN

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan masuk ke dalam BUMN. Pria yang biasa disapa Ahok ini dikabarkan bakal menjadi bos Pertamina.

Serikat pekerja Pertamina yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) sendiri menolak bila benar Ahok menjadi pimpinan di sana.

Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi menilai bahwa keputusan Kementerian BUMN yang memilih Mantan Gubernur DKI Jakarta itu masuk di perusahaan pelat merah sektor energi pun kurang tepat.

Karena, Ahok sama sekali tidak berpengalaman di sektor tersebut.

“Sesungguhnya tidak tepat sama sekali mengangkat Ahok di PLN atau BUMN di bidang energi. Alasannya, Ahok tidak punya track record di bidang energi,” jelasnya.

Oleh karena itu, Fahmy menilai bahwa penolakan yang berasal dari SP Pertamina lebih kepada nasib BUMN sektor energi saat pimpin oleh seorang politisi.

“Keputusan mengangkat Ahok pada BUMN Strategis di bidang energi sangat blunder dan high risk, selain masalah lain yang memicu resistensi,” ungkap dia.

Sumber: detik.com

Ahok Jadi Bos BUMN, Pengamat: Dia: Politisi, Berpotensi Konflik Kepentingan

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan masuk ke dalam BUMN. Pria yang biasa disapa Ahok ini dikabarkan bakal menjadi bos Pertamina.

Serikat pekerja Pertamina yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) sendiri menolak bila benar Ahok menjadi pimpinan di sana.

Penolakan tersebut dianggap lantaran latar belakang Ahok sebagai seorang politisi.

“Bagaimana pun juga Ahok seorang politisi, yang berpotensi menimbulkan conflict of interest dalam pengelolaan kekayaan alam yang nilai ribuan triliun rupiah,” kata Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi saat dihubungi detikcom, Jakarta, Sabtu (16/11/2019).

Oleh karena itu, Fahmy menilai bahwa penolakan yang berasal dari SP Pertamina lebih kepada nasib BUMN sektor energi saat pimpin oleh seorang politisi.

“Keputusan mengangkat Ahok pada BUMN Strategis di bidang energi sangat blunder dan high risk, selain masalah lain yang memicu resistensi,” ungkap dia.

Sumber:detik.com

JIC Gelar Diskusi Pengaruh Islam di Patani terhadap Betawi

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta atau lebih dikenali Jakarta Islamic Centre (JIC) mengadakan diskusi perdana di Ruang Audio Visual 2, Jakarta Islamic Centre (JIC), Jakarta Utara, Indonesia, Kamis (14/11/2019).

Diskusi kali ini bertajuk’Sejarah dan Perkembangan Islam di Patani (Thailand Selatan) dan Pengaruh nya di Betawi.’

Hadir beberapa narasumber seperti Prof. Muhammad Zakee Cheha, Ph.D, Direktur Pascasarjana Fathoni Universiti, Rahmad Zailani Kiki, S.Ag, MM, Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan Jakarta Islamic Center, dan Nur Rahmah, MA, MA. Hum, Peneliti Puslitbang Lektur Kementerian Agama Republik Indonesia.

Muhammad Zakee Cheha menjelaskan bahwa perkembangan Islam di Thailand dimulai sebelum Kerajaan Siam menguasai Kerajaan Melayu Patani.

Kata Patani berasal dari kata Al-Fatoni yang berarti kebijaksanaan atau cerdik, karena di tempat itu banyak lahir ulama dan cendekiawan Muslim yang terkenal.

Thailand bagian selatan pada masa dahulu pernah berbentuk satu negara Islam dan kawasan ini merupakan basis masyarakat Melayu-Muslim.

“Di sini juga terdapat masalah, kawasan ini merupakan daerah konflik yang berkepanjangan hingga hari ini,”tambah Muhammad Zakee Cheha

Rahmad Zailani Kiki mengatakan, diskusi ini diadakan sebagai sarana untuk mempublikasikan hasil riset JIC yang pernah melakukan riset lapangan ke Patani pada 26-29 November 2015 untuk menemukan titik sambung diantara ulama Patani dengan Betawi.

Disamping itu, diskusi ini juga diadakan untuk menguji dan memperbarui kembali hasil riset tersebut, dan rencananya pada tahun 2020 akan dilakukan riset lapangan lagi ke Pattani untuk menyempurnakan datanya dan hasilnya yang akan dibukukan, tambah Rahmad Zailani Kiki

Titik sambung itu ditemukan dari Syekh Abdul Shomad Al-Jawi Al-Falimbani yang merupakan guru bagi ulama di Patani dan di Betaw.

Beliau disebut bukan sekadar ke Patani untuk mengajar ilmu keislaman, bahkan belaiu turut berjuang dan berperang untuk melawan tentara Siam, akhirnya beliau disebut syahid.

Sebelum Syekh Abdul Shomad Al-Falimbani meninggal dunia, beliau dan murid-muridnya turut juga berjasa dalam menyebarkan tarekat Sammaniyah di tanah Betawi, bahkan beliau pernah datang ke Betawi bersama Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dan Syekh Abdurrahman Al-Mashri untuk meluruskan arah kiblat Masjd Al-Mansur, Sawah Lio, Jembatan Lima, Jakarta Barat, pada tahun 1767M.

Reporter: Zulkifli Mamah, mahasiswa asal Patani (Thailand Selatan) yang sedang kuliah di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Mempertanyakan Klaim Turunnya Angka Kemiskinan

Oleh : Djumriah Lina Johan*

(Jurnalislam.com)–Pada Rabu (13/11/2019) lalu sebuah agenda Rakornas Pemda telah diselenggarakan oleh pemerintah. Sebelum menutup agenda tersebut, Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyinggung perihal angka kemiskinan RI. Beliau mengungkapkan bahwa pemerintah masih belum puas dengan tingkat kemiskinan yang berhasil ditekan ke level single digit.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan per Maret 2019 tercatat sebesar 9,41%. Angka tersebut setara dengan 25,14 juta orang. (detik.com, Rabu, 13/11/2019)

Tentu klaim tersebut menggelitik para pakar dan pemerhati sosial ekonomi negeri ini. Sebagaimana diketahui penekanan angka kemiskinan yang disebutkan oleh Wakil Presiden yang dibuktikan dengan data BPS di atas sejatinya tidak bisa dijadikan acuan memandang fakta kemiskinan yang sebenarnya.

Sebab, perhitungan angka kemiskinan yang digunakan BPS menggunakan standar kemiskinan Bank Dunia bukan data riil yang dikumpulkan oleh pihak yang bersangkutan.

Selain itu, garis kemiskinan nasional distandarkan terhadap kesetaraan daya beli per dollar AS. Itu pun diperparah dengan adanya perbedaan standar garis kemiskinan di setiap daerah. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan pendapatan di bawah rata-rata Rp 401.220 per bulan baru bisa dikategorikan keluarga miskin.

Ketika standarnya saja hanya melalui perhitungan rata-rata tentulah akan didapati terjadi penekanan angka kemiskinan namun nyatanya jauh dari fakta riil di lapangan. Siapa yang mampu hidup hanya dengan uang Rp 400 ribu ketika biaya hidup semakin mahal? Sehingga wajar jika banyak warga miskin yang memilih untuk bunuh diri individu maupun sekeluarga. Karena sulitnya bertahan hidup di negeri ini. Inilah akibatnya apabila menggunakan sistem kapitalisme sekuler untuk mengurusi masalah umat.

Sistem kapitalisme sekuler hanya mementingkan para pemilik modal bukan rakyat. Sehingga tak ada lagi rasa perikemanusiaan melihat sulitnya kehidupan rakyat sekarang. Ditambah dengan semakin banyaknya kebijakan yang justru kian memperberat beban rakyat, salah satunya kenaikan iuran BPJS.

Hanya Islam yang mampu menyejahterakan rakyat. Bukan hanya melalui perhitungan angka tetapi dengan periayahan langsung. Sebab, Islam memandang bahwa amanah kepemimpinan, pertanggung jawabannya langsung di hadapan Allah, bukan manusia.

Islam memiliki sudut pandang yang khas dalam menilai kemiskinan. Yakni ketika sebuah keluarga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok, berupa sandang, pangan, dan papan. Ketiga hal ini wajib dipenuhi oleh seorang ayah maupun suami, sebagaimana firman Allah di dalam Alquran:

Kewajiban ayah memberikan makan dan pakaian kepada ibu dengan cara yang makruf (TQS. Al Baqarah : 233)

Tempatlah mereka (para istri) di tempat tinggal kalian, sesuai dengan kemampuan kalian (TQS. Ath Thalaq : 6).

Dan dalil As Sunnah, Ibnu Majah meriwayatkan hadis dari Abi Al Ahwash ra. yang mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Ingatlah, bahwa hak mereka atas kalian adalah agar kalian berbuat baik kepada mereka dalam (memberikan) pakaian dan makanan” (HR. Ibnu Majah).

Ketika ayah atau suami tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan primer ini, maka syariah Islam telah merincikan tatacara membantu memenuhi kebutuhan keluarga tersebut.

Mulai dari kerabat terdekat yang memiliki hubungan waris. Dimana pewaris yang dimaksud ialah siapa saja yang berhak mendapatkan warisan. Apabila ia tidak mempunyai sanak saudara maupun kerabat maka kewajiban memenuhi kebutuhan nafkah tersebut jatuh kepada negara. Disinilah peran Baitul Mal, pada pos zakat.

Selain itu, negara wajib memberikan jaminan pendidikan, kesehatan, dan keamanan secara gratis. Sehingga tak akan didapati seorangpun hidup miskin pada masa penerapan Islam.

Tidak cukup sampai disitu, negara juga wajib membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya demi memudahkan ayah maupun suami untuk dapat memenuhi kebutuhan keluarganya. Wallahu a’lam bish shawab.

*Praktisi Pendidikan dan Pemerhati Sosial Ekonomi Islam

Bambang Widjojanto: KPK Sedang Dihabisi

SOLO (Jurnalislam.com) – Mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menilai saat ini KPK sedang dihabisi. Menuruntya, janji-janji untuk memperkuat KPK justru dilumpuhkan melalui beberapa hal seperti pemilihan ketua KPK yang integritasnya diragukan.

“Saya merasa saat ini KPK sedang dihabisi. Karena janji-janji untuk memperkuat KPK dilumpuhkan melalui tiga hal,” katanya kepada Jurnalislam.com di Solo, Jumat (15/11/2019).

Pertama, kata Bambang, Revisi Undang-undang KPK tidak menempatkan KPK menjadi semakin kuat.

“Salah satu indikatornya sederhana sekali. Pimpinan KPK sekarang bukan penegak hukum. Pimpinan KPK sekarang tidak jelas siapa pucuknya, komisioner atau Dewan Pengawas. Pimpinan KPK sekarang otoritasnya dikebiri,” paparnya.

Kedua, orang-orang yang dipilih sebagiannya diduga mempunyai integritas yang buruk.

“Menempatkan pimpinan KPK yang tuna integritas itu sebenarnya upaya sadar dan sistematik untuk membuat KPK lumpuh secara permanen,” tegasnya.

Ketiga, kehormatan KPK dihabisi oleh berita-berita hoaks yang terus menerus dipublikasikan. “Dan ini menyebabkan KPK dideligitimasi,” ujar Bambang.

“Itu mengapa saya sebut KPK sedang dihabisi,” katanya.

Kendati demikian, ia merasa harus tetap membangun optimisme dalam membangun KPK kedepan. Sebab menurut dia, kekuatan KPK tidak hanya pada komisioner dan Dewan Pengawasnya.

“Maka kekuatannya sekarang terletak pada temen-temen yang sekarang jadi bagian langsung dari KPK serta civil society yang selama ini dibutuhkan KPK,” paparnya.

“Jadi semangat itu bisa tetap dihidupkan kalau kita mempunyai insan-insan KPK yang integritasnya terus diasah dan keberaniannya terus dikonsolidasi dan mereka benar-benar mandat dan amanatnya secara bertanggungjawab,” pungkas BW.

Bantai Keluarga Al-Sawarka, Israel: Kami Mengira Rumah Itu Kosong

GAZA (Jurnalislam.com) – Juru bicara militer Israel mengakui kesalahan mereka telah menyerang sebuah rumah milik keluarga Al-Sawarka pada hari Rabu (13/11/2019). Rumah itu hancur dan 8 anggota keluarga yang berada di dalamnya meninggal seketika.

Juru bicara itu mengatakan, pihaknya mengira rumah di kamp pengungsian Deir Al-Balah tidak berpenghuni. Dia menyampaikan, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) sedang menyelidiki serangan itu beberapa jam sebelum genjatan senjata diberlakukan.

“Kami menyadari adanya klaim bahwa non-kombatan terluka di Jalur Gaza tengah, dan kami sedang menyelidikinya,” kata IDF dalam sebuah pernyataan, Jumat (15/11/2019).

“Kami melakukan intelijen hebat dan upaya operasional untuk tidak menyakiti non-kombatan. Selama menggagalkan kegiatan teror,” klaimnya.

IDF beralasan, sasaran serangan itu adalah “infrastruktur,” dan sama sekali tidak menyadari bahwa orang-orang Palestina ada di dalamnya.

Setelah serangan itu, juru bicara militer Israel mengumumkan bahwa sasarannya adalah Rasmi Al-Saraka atau yang dikenal dengan Rasmi Abu Malhous, yang disebutnya sebagai komandan Jihad Islam dari sebuah skuadron roket di pusat Jalur Gaza. Mereka juga mengklaim telah menerbitkan gambar Abu Malhous, tetapi penduduk Deir al-Balah mengatakan orang dalam gambar itu bukanlah orang yang terbunuh pada Rabu malam.

Tetangga dan keluarga korban juga mengungkapkan bahwa Al-Sawarka tidak memiliki hubungan dengan komandan Jihad Islam.

“Mereka adalah keluarga miskin yang sangat sederhana, yang hidup dari tangan ke mulut di gubuk timah, tanpa air atau listrik,” kata seorang tetangga yang mengenal keluarga itu.

“Mereka hidup dari menggembalakan domba dan dikenal sebagai orang yang sederhana dan miskin. Apakah ini cara hidup seorang kepala unit roket atau seorang Jihadis Islam senior?” sambungnya.

“Setiap orang di Gaza tahu bahwa anggota unit dan aktivis senior hidup dalam kondisi yang berbeda, mereka memiliki rumah, dan bahkan ketika mereka pergi ke bawah tanah anak-anak dan keluarga mereka tidak hidup dalam kemelaratan seperti itu,” katanya.

Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi korban meninggal sebagai Rasmi Abu Malhous dari suku Asouarka, 45; putranya Mohand, 12; Miriam Asoarka, 45; Moad Mohamed Asoarka, 7; Sim Mohamed Asoarka, 13; Yoseri Asoarka, 39; dan dua balita yang tubuhnya digali dari puing-puing pada Kamis (14/11/2019) pagi dan yang namanya belum dirilis.

Kesaksian Diyaa Rasmi Al-Sawarka, Bocah 11 Tahun yang Selamat Dari Serangan Udara Israel

GAZA (Jurnalislam.com) – Salah seorang anggota keluarga Al-Sawarka yang selamat dalam serangan udara Israel pada hari Rabu (13/11/2019) menceritakan kisah menyeramkan yang menimpa keluarganya hari itu. Dia adalah Diyaa Rasmi Al-Sawarka, anak laki-laki berumur 11 tahun. Diyaa dan adiknya selamat dari serang brutal itu.

“Saya sedang tidur ketika rumah itu dibombardir. Saya bangun ketakutan dan semua yang ada di sekitar saya berwarna merah. Saya tidak bisa melihat apa-apa,” ungkap Diyaa kepada Middle East Eye, Sabtu (16/11/2019).

Diyaa yang mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuhnya mengaku sempat berteriak minta tolong tetapi tidak ada yang mendengar.

“Saya mencoba melarikan diri tetapi kaki saya terjebak di bawah puing-puing. Saya mulai berteriak tetapi tidak ada yang mendengar saya; semua anggota keluarga saya berada di bawah puing-puing,” katanya.

“Saya sedang berusaha menarik kaki saya ketika saya menemukan adik lelaki saya berjuang untuk keluar dari bawah reruntuhan. Saya membantunya, kemudian menarik kaki saya dan bergegas di belakangnya,” sambung Diyaa.

Serangan udara brutal Israel dimulai pada hari Selasa (12/11/2019) ketika tentara Israel membunuh seorang komandan Jihad Islam terkemuka, Baha Abu al-Ata, istrinya, dan sejumlah warga sipil.

Setelah pembunuhan itu, para pejuang Jihad Islam melancarkan serangan balasan ke Israel dengan roket. Meskipun tidak meninggalkan korban meninggal di pihak Israel karena sebagian besar roket pejuang Palestina ditepis Iron Dome, namun sebagian roket lain berhasil menembus Iron Dome dan melukai beberapa warga Israel serta menyebabkan kerusakan properti mereka.

Israel kemudian melancarkan serangkaian serangan udara di Jalur Gaza yang menewaskan 34 warga Palestina dan melukai lebih dari 100.

Hari Ketiga Agresi Militer Israel di Gaza, 34 Orang Tewas

Israel Akan Menyelidiki Serangan Udara yang Menewaskan 8 Keluarga Al-Sawarka

GAZA (Jurnalislam.com) – Agresi militer Israel di wilayah Jalur Gaza selama tiga hari berturut-turut telah menewaskan puluhan warga sipil, termasuk delapan anggota keluarga Al-Sawarka yang tewas dalam serangan hari Rabu (13/11/2019). Setelah melakukan serangan keji itu, pihak militer Israel mengaku akan menyelidiki serangan tersebut.

Serangan udara Israel yang menghancurkan rumah keluarga Al-Sawarka di kamp pengungsian Deir Al-Balah adalah satu-satunya serangan paling mematkan dalam dua hari pemboman.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, serangan Israel pada hari itu menewaskan Rasmi Al-Sawarka yang juga dikena sebagai Rasmi Abu Malhous, dua istrinya, dan lima anak-anaknya.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (15/11/2019), juru bicara militer Israel, Jonathan Concricus mengatakan bahwa intelijen militer mereka telah mengindikasi tidak ada warga sipil yang akan menjadi korban dalam serangan tersebut.

“Tidak ada warga sipil yang diperkirakan akan dirugikan pada saat serangan. Kami sedang menyelidik kerusakan pada warga sipil yang disebabkan oleh serangan,” kata pernyataan itu.

Sebelum pernyataan itu dirilis, juru bicara media Israel berbahasa Arab, Avichay Adraee, membenarkan serangan udara itu dalam twitternya dan menuding bahwa Al-Sawarka adalah seorang komandan Jihad Islam.

Jihad Islam kemudian membenarkan bahwa Sawarka dikenal sebagai orang yang berafiliasi dengan mereka, tetapi dia bukan seorang komandan.

Pada Jumat (15/11/2019), koordinator khusus PBB untuk proses perdamaian Timur Tengah, Nickolay Mladenov, mengatakan, “Tidak ada pembenaran untuk menyerang warga sipil di Gaza.”

“Belasungkawa yang tulus saya kepada keluarga Al-Sawarkah dan saya berharap pemulihan yang cepat untuk mereka yang terluka. Saya meminta Israel untuk bergerak cepat dengan penyelidikannya,” katanya Nickolay dalam twitternya.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia telah mengkritik penyelidikan militer Israel sebelumnya terhadap potensi kejahatan perang yang dilakukan di Jalur Gaza.

ADALAH, sebuah kelompok yang membela hak-hak warga negara Palestina Israel, mengajukan laporan 25 halaman pada tahun 2018 yang menyimpulkan bahwa Israel tidak mau melakukan penyelidikan atau memulai penuntutan yang berkaitan dengan perang Gaza 2014.

Hal ini membuktikan bahwa diperlukan adanya sebuah badan internasional untuk terlibat dalam penyelidikan semacam itu.

Selain keluarga Al-Sawarka, serangan Israel juga menewaskan 3 anggota keluarga Ayad, 3 orang anggota keluarga Abad Elal, dan 2 anggota keluarga Abu Al-Afa.