Israel Akan Menyelidiki Serangan Udara yang Menewaskan 8 Keluarga Al-Sawarka

Israel Akan Menyelidiki Serangan Udara yang Menewaskan 8 Keluarga Al-Sawarka

GAZA (Jurnalislam.com) – Agresi militer Israel di wilayah Jalur Gaza selama tiga hari berturut-turut telah menewaskan puluhan warga sipil, termasuk delapan anggota keluarga Al-Sawarka yang tewas dalam serangan hari Rabu (13/11/2019). Setelah melakukan serangan keji itu, pihak militer Israel mengaku akan menyelidiki serangan tersebut.

Serangan udara Israel yang menghancurkan rumah keluarga Al-Sawarka di kamp pengungsian Deir Al-Balah adalah satu-satunya serangan paling mematkan dalam dua hari pemboman.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, serangan Israel pada hari itu menewaskan Rasmi Al-Sawarka yang juga dikena sebagai Rasmi Abu Malhous, dua istrinya, dan lima anak-anaknya.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (15/11/2019), juru bicara militer Israel, Jonathan Concricus mengatakan bahwa intelijen militer mereka telah mengindikasi tidak ada warga sipil yang akan menjadi korban dalam serangan tersebut.

“Tidak ada warga sipil yang diperkirakan akan dirugikan pada saat serangan. Kami sedang menyelidik kerusakan pada warga sipil yang disebabkan oleh serangan,” kata pernyataan itu.

Sebelum pernyataan itu dirilis, juru bicara media Israel berbahasa Arab, Avichay Adraee, membenarkan serangan udara itu dalam twitternya dan menuding bahwa Al-Sawarka adalah seorang komandan Jihad Islam.

Jihad Islam kemudian membenarkan bahwa Sawarka dikenal sebagai orang yang berafiliasi dengan mereka, tetapi dia bukan seorang komandan.

Pada Jumat (15/11/2019), koordinator khusus PBB untuk proses perdamaian Timur Tengah, Nickolay Mladenov, mengatakan, “Tidak ada pembenaran untuk menyerang warga sipil di Gaza.”

“Belasungkawa yang tulus saya kepada keluarga Al-Sawarkah dan saya berharap pemulihan yang cepat untuk mereka yang terluka. Saya meminta Israel untuk bergerak cepat dengan penyelidikannya,” katanya Nickolay dalam twitternya.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia telah mengkritik penyelidikan militer Israel sebelumnya terhadap potensi kejahatan perang yang dilakukan di Jalur Gaza.

ADALAH, sebuah kelompok yang membela hak-hak warga negara Palestina Israel, mengajukan laporan 25 halaman pada tahun 2018 yang menyimpulkan bahwa Israel tidak mau melakukan penyelidikan atau memulai penuntutan yang berkaitan dengan perang Gaza 2014.

Hal ini membuktikan bahwa diperlukan adanya sebuah badan internasional untuk terlibat dalam penyelidikan semacam itu.

Selain keluarga Al-Sawarka, serangan Israel juga menewaskan 3 anggota keluarga Ayad, 3 orang anggota keluarga Abad Elal, dan 2 anggota keluarga Abu Al-Afa.

 

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X