Dai Muda Perlu Kreatif dan Melek Digital

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Syabab Hidayatullah – organisasi sayap pemuda ormas Hidayatullah – menggelar Musyawarah Nasional (Munas) VII di Jakarta, 17-20 Januari 2020.

Munas Syabab Hidayatullah VII mengakhiri hari pertama musyawarah, Jumat (17/1/2020)  malam dengan sesi diskusi perihal tanggung  jawab kebangsaan milenial yang disampaikan oleh Direktur Merial Institute,  Arief Rosyid Hasan dan tantangan dai muda di era digital bersama Direktur Utama Laznas BMH,  Marwan Mujahidin pada Jumat.

“Melihat problematika bangsa dan tantangan berupa bonus demografi yang sedang berlangsung di negeri ini, pemuda Islam harus membuka pikiran bahwa jalan terbaik mengatasi itu semua bahkan banyak hal strategis lain adalah melalui kolaborasi,” kata Arief Rosyid Hasan di hadapan ratusan peserta Munas Syabab Hidayatullah VII.

Menurutnya, Indonesia sejauh ini selalu tertinggal lima  sampai 10 tahun dari negara-negara maju seperti Amerika dan Eropa.

“Ini menandakan bahwa bangsa kita harus melakukan akselerasi untuk mengejar ketertinggalan. Ini saatnya kita bangun kolaborasi, layani generasi,” imbuhnya.

Sementara itu Marwan Mujahidin menjelaskan,  dai muda di era digital dituntut untuk mampu menjadikan era digital sebagai sarana dakwah yang efektif. Untuk itu, mereka dituntut kemampuan menghadirkan konten yang kreatif dan inovatif.

“Era digital ini kita dituntut untuk mampu berpikir kreatif, inovatif, dan akseleratif. Karena semua serba cepat dan banyak pihak yang ingin memanfaatkannya, maka dai muda harus mampu melakukan hal itu. Karena tantangan digital secara prinsip memang ada pada ide baru,” jelasnya.

Sesi yang dimoderatori Sekjen Syabab Hidayatullah Imam Nawawi itu menyimpulkan,  kini bangsa Indonesia bahkan dunia memasuki era kolaboratif. Kondisi ini  menuntut kecepatan, kecermatan, dan kreativitas tinggi dalam dakwah dan bahu-membahu ikut serta mensolusikan permasalahan bangsa dan negara.

“Jangan ada pikiran bahwa diri kita, organisasi kita, dan teman kita saja yang baik dan bisa diajak kerjasama dalam dakwah. Tapi semua unsur pemuda, baik pada tataran organisasi, komunitas, bahkan individu harus ajak kita kolaborasi demi pencerahan bangsa dan negara melalui gerakan dakwah dan tarbiyah,” tutup Imam Nawawi.

sumber: republika.co.id

ACT Siapkan Ribuan Paket Pangan dan Peralatan Musim Dingin untuk Pengungsi Suriah

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Perang Suriah telah terjadi sejak Maret 2011 dan telah menewaskan ratusan ribu jiwa warganya.

Dilansir dari United Nations Office for The Coordination of Humanitarian Affairs (UN OCHA) dan Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SNHR) korban jiwa sejak tahun 2011-2019 adalah sebanyak 380.636 jiwa dan warga yang eksodus keluar Idlib dari Desember 2019-Januari 2020 sebanyak lebih dari 350 ribu jiwa.

Lembaga kemanusiaan asal Indonesia, Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyatakan bahwa tragedi kemanusiaan masih terus berlangsung hingga kini.

Head of Global Humanity Response (GHR)-ACT Bambang Triyono mengatakan bahwa saat ini, musim dingin yang mencapai 4 derajat celcius yang berdampak kepada rentangnya kesehatan para pengungsi.

“80% pengungsi adalah perempuan dan anak-anak. Beberapa keluarga berlindung di masjid atau sekolah, namun ada pula yang di tenda dekat dengan perbatasan,” kata dia, Jumat (17/1/2020) di Jakarta.

Terkait dengan kondisi yang terjadi di Suriah kini,  ACT tengah menyiapkan 1000 paket pangan, 2000 paket roti, peralatan musim dingin (pakaian hangat, selimut, bantal, kasur, bahan bakar, dll), emergency house seluas 24 m², dan 10 unit bus yang bersiaga untuk memobilisasi eksodus penduduk jika terjadi serangan.

“Hingga saat ini, tidak hanya di Indonesia kami pun terus bekerjasama dengan seluruh elemen masyarakat global dalam aksi serta program kemanusiaan yang terencana, terukur, serta tepat sasaran,” tambahnya.

ACT Ajak Masyarakat Terus Bantu Korban Tragedi Kemanusiaan di Suriah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Presiden lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ibnu Khajar mengajak rakyat Indonesia jangan segan membantu rakyat Suriah.

“Kita yang mau membantu jangan takut. Karena urusan kita cuma masalah kemanusiaan,” katanya saat konferensi pers di Kantor ACT, Jakarta Selatan, Jumat (17/1/2020).

Menurutnya dalam menangani tragedi kemanusiaan di Suriah harus bersikap acuh terhadap kaum nyinyir dan orang yang mengatakan apapun. Sebab fokus kita adalah soal kemanusiaan.

“Masih banyak orang-orang yang kita bantu. Fokus kita cuma satu yaitu selamatkan setiap jiwa di Bumi Syam,” ujarnya.

Maka itu, lanjutnya. Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia, untuk bersama-sama membantu Suriah sebagai bentuk tindakan nyata dalam menghadapi krisis kemanusiaan global.

KPK Tak Berdaya Lawan PDIP, Masyarakat Solo Desak Jokowi Terbitkan Perppu

SOLO (Jurnalislam.com) – Ratusan warga Soloraya yang tergabung dalam Masyarakat Pecinta Bendera Tauhid (MARTABAT) melakukan aksi mendukung KPK untuk terus memberantas korupsi yang ada di Indonesia, Jumat (17/1/2020).

Massa berkumpul di depan kantor DPC PDIP Surakarta jalan Hasanudin no 26, Purwosari kemudian melakukan konvoi melewati Kerten, Manahan, Sriwedari, Balaikota kemudian finish di Bundaran Gladak dan melakukan orasi.

“Dalam rangka memperkuat KPK karena saat ini terdzalimi dan tak berdaya menyempurnakan aksinya yakni OTT anggota KPU, anggota komisioner KPU, anggota DPR RI dari PDIP, namun pada akhirnya penggeledahan ini tertunda karena beberapa hal,” kata Humas Martabat Endro Sudarsono di sela sela aksi.

Selain menolak UU KPK versi Revisi, Endro mendesak presiden Jokowi untuk menerbitkan Perppu untuk memperkuat KPK dalam rangka memberantas kejahatan korupsi di Indonesia.

“Kita meminta pada Presiden Jokowi untuk menerbitkan perpu terkait KPK dan menolak uu KPK versi revisi. Kita tidak ingin bangsa dan negara ini habis hartanya, habis kekayaaan karena beberapa orang yang menghianati bangsa kita dengan mencuri aset dan  kekayaan negara,” ujarnya.

Menurut Endro, saat ini ada upaya pelemahan fungsi KPK dalam pemberantasan korupsi, terbukti dengan kasus rencana KPK yang harus menunggu persetujuan Dewan Pengawas saat akan melakukan penggeledahan di kantor PDIP.

“Yang namanya penggeledahan itu adalah aksi diam diam dalam rangka mencari barang bukti. Kalau itu diumumkan, maka bisa dipastikan barang bukti itu bisa lari dari tempat dan itu merugikan dari proses penyidikan oleh KPK,” pungkas Endro.

Petani Gaza: ‘Israel Menghancurkan Semua Hasil Panen Kami’.

GAZA (Jurnalislam.com) – Para petani di Gaza mengatakan bahwa semua tanaman mereka hancur total. Setelah untuk kedua kalinya bendungan di daerah pendudukan Israel yang berfungsi untuk menahan aliran air hujan yang melewati sebuah lembah ke Jalur Gaza dibuka.

Berbicara kepada Al-Araby Al-Jadeed, Petani Palestina, Mahmoud Shamali, menjelaskan: “dibukanya bendungan tersebut telah menghancurkan semua hasil panen, infrastruktur dan jaringan irigasi kami.”

Ribuan Dunam (1 dunam= + 1000 m2) lahan pertanian hancur di Al-Sheja’ea timur, sebuah daerah sebelah timur kota Gaza.

Shamali mengkonfirmasi bahwa luas lahannya yang sepenuhnya dibanjiri dengan air hujan yang dikirim oleh Israel sekitar 33 dunams (+ 3.3 hektar).

“Semua hasil jerih payah kami lenyap dalam satu menit,” kata Shamali, mengatakan bahwa semua hasil panennya, termasuk kacang, kentang, chard, lobak, selada air, kol, kacang polong dan bawang, telah hancur.

Kementerian Pertanian Palestina di Gaza mengumumkan bahwa lebih dari 950 dunam (+ 95 hektar) lahan pertanian di timur kota Gaza benar-benar telah musnah dan kerugian langsung yang diderita para petani lebih dari USD 500.000, sedangkan untuk kerugian tidak langsung lebih dari USD 2 Juta

Sumber: middleeastmonitor

 

Iran Tahan Seseorang Karena Memfilmkan Jatuhnya Pesawat Ukraina

IRAN (Jurnalislam.com) – Pada hari Rabu Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan bahwa mereka telah menangkap seseorang yang memfilmkan jatuhnya pesawat Ukraina Airlines, no. penerbangan PS752, akibat rudal Iran pekan lalu, yang menewaskan seluruh 176 penumpangnya.

IRGC menyimpulkan hasil investigasinya bahwa mereka telah mengidentifikasi orang tersebut, yang telah menyebarkan rekaman kamera pengawas pada saat jatuhnya pesawat dan tak lama setelahnya menjadi viral di dunia maya. Diyakini bahwa orang ini akan menghadapi dakwaan terkait dengan keamanan nasional.

Pada hari Sabtu, IRGC mengklaim bertanggung jawab bahwa insiden tragis ini terjadi akibat kelalaian manusia. Iran telah mengakui bahwa pesawat itu memang ditembak jatuh secara tidak sengaja, dan mengumumkan penangkapan beberapa orang atas insiden tersebut. Presiden Iran, Hassan Rouhani, menyatakan bahwa selanjutnya proses penyelidikan ini akan diawasi oleh sebuah “pengadilan khusus”.

Sumber: middleeastmonitor

Anies Berikan Hibah Rp 400 Miliar untuk Guru Agama di Jakarta

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan hibah berupa dana senilai Rp400 miliar untuk guru agama. Hibah itu diserahkan kepada Kementerian Agama (Kemenag).

Dana sebesar itu dialokasikan dari anggaran khusus untuk pendidikan Agama di DKI Jakarta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemberian dana tersebut baru tahap awal.

Ke depan, dia berharap akan ada join program yang lebih baik lagi dengan Kemenag. Anies menginginkan pendidikan di wilayah Provinsi DKI Jakarta mendapatkan kesetaraan dan kesejahteraan.

“Pemprov DKI ingin warga Jakarta bisa merasakan kesetaraan di dalam pelayanan. Termasuk bagi mereka yang bekerja di bidang pendidikan,” ujar Anies seusai Acara Tasyakuran Hari Amal Bakti ke-74 di Kementerian Agama, Kamis malam (16/1/2020).

Anies mengatakan sebagian guru-guru di wilayah Provinsi DKI Jakarta berada di bawah naungan Pemprov DKI dan sebagian di bawah naungan Kanwil Kementerian Agama. Atas hibah tersebut, Anies diberi penghargaan oleh Kemenag.

“Kami ingin mendukung para guru yang mengajar anak-anak di Jakarta yang berada di bawah naungan Kemenag dalam bentuk hibah,” kata Anies.

Selain itu, Anies juga mengatakan pihaknya telah memberikan bantuan rumah ibadah di Jakarta. Menurut dia, kehidupan beragama di DKI Jakarta maju dan berkembang.

Menag Akan Terus Lakukan Perbaikan Internal

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kementerian Agama (Kemenag) mendapatkan banyak prestasi dalam kategori pelayanan, kinerja, dan pengelolaan keuangan.

Karena itu, Menag merasa bangga meskipun belum sampai tiga bulan menjabat.

“Saya belum ada tiga bulan jadi menteri, jadi prestasi-prestasi tadi adalah dibuat atau di bawah pimpinan menteri-menteri sebelum saya. Tapi ke depan kita usahakan untuk berbuat lebih baik lagi,” kata Fachrul Razi saat sambutan acara tasyakuran “Umat Rukun, Indonesia Maju” di kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (16/1/2020).

Dia memaparkan penghargaan yang telah dicapai dalam kurun beberapa waktu ke belakang dari Menag sebelumnya.

Hal yang menonjol, kata dia, adalah penghargaan di bidang keuangan dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama tiga kali berturut-turut.

“Dalam situasi seperti ini kita berhasil melakukan evaluasi, introspeksi, atau muhasabah tentang apa yang telah kita lakukan atau prestasi baik kita yang telah dilakukan di masa lalu,” katanya.

Selain itu, dia mengatakan bahwa ombudsman menilai Kemenag sebagai salah satu pelayanan publik terbaik.

Kerukunan beragama menjadi salah satu tanggung jawab Kemenag juga yang angkanya terus meningkat.

“Saya juga mendapat informasi KUA-KUA kita dinilai oleh Ombudsman bekerja dengan sangat baik dan juga pelaksanaan haji dinilai sangat baik,” kata Fachrul.

Pria Muslim Inggris Selamatkan Warga yang Ingin Bunuh Diri

INGGRIS (Jurnalislam.com) – Atif Jamil, seorang pria berusia 25 tahun dari Halifax di Inggris Utara, telah diberikan penghargaan Calderdale Policing Awards setelah ia membantu upaya pencegahan bunuh diri di pusat kota Halifax.

Upacara penghargaan tahunan ini diadakan untuk menghargai para pahlawan ‘tanpa tanda jasa’ karena “keberanian dan integritas mereka saat bertindak dalam keadaan sulit.” Keadaan sulit seperti yang dialami Jamil ketika ia mengemudi dan melihat seorang lelaki berdiri di sisi jalan.

“Naluri alami saya ketika itu adalah berhenti dan membantu, jadi saya berbicara dengannya,” kata Jamil kepada Halifax Courier.

Jamil menepi untuk mencari tahu apakah pria itu baik-baik saja.

“Pria itu menelepon seorang wanita dan dia mengatakan ‘dia telah meninggalkanku’.  Pria ini berada pada titik terendah dalam hidupnya, tetapi saya mengatakan kepadanya bahwa dia tidak sendirian dan mencoba memberanikan diri menolongnya,” katanya.

Atif Jamil menerima penghargaan dari Superintendent Dickie Whitehead di Stadion Shay

Jamil, yang diketahui adalah manajer sebuah dealer mobil, juga bekerja di bank mengatakan hal ini telah memberinya pengalaman tersendiri dalam berkomunikasi dengan orang-orang yang lebih rentan.

Selama 15 menit, Jamil mengatakan ia berbicara dengan pria itu sampai polisi tiba di tempat kejadian dan menarik pria itu ke tempat yang aman.

Jamil berkata: “Setiap hari saya berpikir tentang seberapa besar dampak bunuh diri pada sebuah keluarga.

“Hanya karena seseorang tersenyum bukan berarti mereka baik-baik saja secara mental atau fisik.”

“Saya seorang Muslim dan melalui Islam, kami diajarkan jika Anda menyelamatkan satu kehidupan, maka Anda menyelamatkan semuanya karena satu perbuatan baik memiliki potensi untuk membuat perubahan besar.”

Seorang juru bicara dari badan amal pencegahan bunuh diri, Samaritans, mengatakan: “Siapa pun dapat menghubungi petugas Samaritans kapan saja bebas tanpa biaya di 116 123, bahkan untuk ponsel tanpa pulsa sekalipun.

“Nomor ini tidak akan muncul di tagihan telepon Anda, atau Anda bisa mengirim email ke jo@samaritans.org atau kunjungi www.samaritans.org untuk mencari dimana cabang terdekat, sehingga Anda dapat berbicara dengan salah satu petugas kami secara langsung.

sumber: ilmfeed

 

Eks Komisioner Komnas HAM Sayangkan Peran Indonesia soal Uighur

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Mantan anggota Komisioner Komnas HAM, Hafid Abbas mengatakan Indonesia sebenarnya memiliki empat peran penting untuk menangani tragedi kemanusiaan yang terjadi di Uighur, Cina.

“Pertama kita kuat di nonblok. Ada 114 negara, kalau Indonesia bisa memengaruhi negara nonblok dengan menekan Cina, saya kira Cina akan mengalah,” katanya saat ditemui di bilangan Cikini, Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Kedua, Indonesia sebagai negara terbesar beragama Islam di dunia, juga pendiri dan penentu di gerakan Organisasi Konferensi Internasional, namun seakan-akan kekuatan itu tidak dimanfaatkan.

“Tidak ada niat serius untuk memanfaatkan kekuatan Indonesia menyelesaikan kasus kemanusiaan disana,” ujarnya.

Ketiga, Indonesia sangat dominan berpengaruh di Asean, dimana 50 persen lebih penduduk Asean adalah Indonesia. Sementara Brunei hanya beberapa ratus ribu saja, mampu bersikap tegas.

“Indonesia ini raksasa dengan single community of nation, Indonesia menentukan. Tapi kenapa tidak digunakan, sayang sekali,” katanya.

Keempat, peran Indonesia sebagai anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB. Melalui peran ini, Indonesia dapat berperan penting.

“Saya sampaikan simpati atas tragedi di xinjiang. Jadi mudah-mudahan negara hadir dengan peran yang strategis,” ujarnya.