MCI Jogja Resmikan Sumber Air Bier Utsman 1 di Lereng Merapi

YOGJAKARTA (Jurnalislam.com) – Mualaf Center Indonesia (MCI) Jogja bersama Komunitas Mualaf Jogja meresmikan sumber mata air Bier Utsman 1 di lereng Merapi, Magelang, Sabtu (9/1/2016). Mata air tersebut dialirkan menuju dusun-dusun di lereng Merapi dengan pipa sepanjang 12 Km.

"Alhamdulillah Allah memudahkan iktiar kita sudah memiliki sumber mata air sendiri dan air mengalir disalurkan dengan pipa sepanjang 12 km mengelilingi dusun di lereng merapi ini," ujar Sekjen MCI, Hanny Kristianto kepada Jurnalislam.

Koh Hanny, sapaannya, menuturkan sebelumnya sumber air tersebut pernah dikuasai gereja, umat Islam harus membayar dan bersusah payah mendapat air. Namun, sekarang air dibagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat apapun agamanya.

Selain itu, dikatakan Koh Hanny, MCI juga belum lama ini meresmikan Taman Pendidikan Al Qur'an (TPA), penyerahan bantuan berupa baju koko dan gamis syar'i dari One Store untuk mualaf serta mengirimkan bantuan untuk pondok pesantren Darul Quran yang belum lama terbakar.

Reporter: Irfan | Editor: Ally | Jurnalislam

Menuju Malang Bermartabat, MUI Intensifkan Dakwah Via Media Advertising

MALANG (Jurnalislam.com) – Untuk mewujudkan cita-cita Kota Malang menjadi kota yang bermartabat, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang, KH. Muhammad Baidhowi Muslich terus mendakwahkan pesan moral kepada masyarakat Malang. Salah satunya melalui media advertising seperti baligo, stiker dan lain-lain.

"Kita tidak berhenti menyampaikan pesan moral itu. Kita akan sampaikan lewat media dan baliho-baliho di Kota Malang," ungkapnya kepada Jurnalislam, Jumat (9/1/2016).

"Ke depan mikrolet kita akan dipasang himbauan berupa stiker dan di situ tertuliskan pesan-pesan moral dan itu sudah di setujui pak Walikota Malang," sambungnya.

Kyai Baidhowi juga mengimbau agar masyarakat Malang tidak meniru budaya Barat dan bertentangan dengan ahklaq Islam dan karakter bangsa. 

"Jadi hal-hal yang tidak sesuai dengan ahklak Islam harus ditinggalkan, seperti miras, narkoba dan pelacuran. Perbuatan maksiat itu harus dijauhi untuk meraih cita-cita kota Malang menjadi kota yang bermartabat," tegasnya.

Selain itu, pengasuh pondok pesantren Miftahul Huda ini menyinggung fenomena Gembok Cinta di Jalan Veteran yang kini telah dibongkar. 

"Pokoknya yang tidak sesuai budaya Indonesia harus ditinggalkan, jangan sampai budaya barat masuk di sini!" tegasnya.

Untuk diketahui, sejumlah baliho berisi pesan-pesan dakwah sudah terlihat di beberapa titik di kota Malang atas kerjasama MUI dan Muslim Designer Community (MDC) Chapter Malang.

Reporter: Findra | Editor: Ally | Jurnalislam

Ada Delegitimasi Kekuatan Islam Melalui Pendidikan

JAKARTA (Junalislam.com) – Ketua Yayasan Rumah Peneleh, Prof. DR. Aji Dedi Mulawarman melihat adanya delegitimasi kekuatan Islam melalui pendidikan di Indonesia. Kesimpulan tersebut diketahui setelah pihaknya melakukan pengkajian kurikulum pendidikan dari mulai 1901 hingga saat ini.

Prof Aji mengatakan, pragmatisme politik umat Islam proyeksinya sudah dimulai sejak tahun 1901 melalui kurikulum nasional pendidikan. Namun, setelah dilakukan pengkajian dari mulai 1901 sampai sekarang, tidak ada perubahan yang signifikan terhadap subtansi kurikulum pendidikan nasional.

"Artinya ada semacam delegitimasi kekuatan islam lewat pendidikan nasional," terangnya dalam acara Diskusi dan Refleksi atas Perjalanan Politik Kaum Muslimin Indonesia di Aula DPP Partai Bulan Bintang, Jakarta Selatan, Sabtu (9/1/2016).

Aji juga melihat adanya deideologisasi melalui jalur pendidikan. Hal tersebur dibuktikan dengan minimnya ketertarikan anak-anak muda kepada hal-hal yang bersifat ideologis.

"Mereka lebih tertarik jalan-jalan ke mall, ke bioskop, ke cafe-cafe, kalau diajak aktifitas sosial mereka jalan, tapi begitu mereka diajak kegiatan yang bersifat idiologis mereka mempertanyakan idiologisasi itu. Apakah itu salah satu dari bentuk deidiologisasi lewat jalur pendidikan nasional, itu patut dipertanyakan," ujarnya.

Dikatakan Dosen Pasca Sarjana Universitas Brawijaya itu, indikator lain delegitimasi nilai-nilai Islam melalui dunia pendidikan adalah dengan dihapuskannya kurikulum 2013. 

"Mengapa kurikulum 2013 dihapus? Padahal, menurut saya itu adalah cara untuk memasukan nilai-nilai Islam akhirnya tergerus juga," tukasnya.

Dalam diskusi hadir juga Prof.DR. Mashuhulhaq Waketum PBB, Teguh Esha penulis novel Ali Topan Anak Jalanan dan Ketua MUI Pusat, KH Cholil Ridwan. 

Reporter: Irfan | Editor: Ally | Jurnalislam

Wanita Muslim Diusir saat Kampanye Donald Trump

SOUTH CAROLINA (Jurnalislam.com) – Seorang wanita Muslim diusir keluar dari kampanye presiden Donald Trump setelah melakukan protes diam terhadap calon presiden partai Republik, yang menyerukan larangan bagi Muslim untuk memasuki AS, lansir World Bulletin Sabtu (09/01/2016)

Tayangan televisi tentang acara di South Carolina itu menunjukkan wanita tersebut, yang bernama Rose Hamid, seorang pramugari 56 tahun, mengenakan jilbab dan kemeja hijau longgar membawa tulisan yang berbunyi "Salam. Saya datang dengan damai." Dia berdiri diam melihat podium di tengah kerumunan orang.

Kemudian, ia dikawal keluar saat pendukung Trump meletakkan plakat bertuliskan nama Trump di wajah Hamid dan menyanyi untuknya.

Rose Hamid mengatakan salah satu pendukung mogul miliarder real-estate tersebut berteriak padanya: "Anda membawa bom, Anda memiliki bom."

"Keburukan benar-benar keluar dengan cepat dan itu benar-benar sangat menakutkan," kata Rose Hamid kepada CNN setelah kampanye Jumat malam.

Trump, yang memimpin jajak pendapat untuk nominasi Partai Republik menuju Gedung Putih, memicu badai global bulan lalu ketika ia menyerukan larangan bagi Muslim untuk memasuki AS, menyusul serangan di California oleh pasangan Muslim radikal yang menewaskan 14 orang.

"Ada kebencian yang luar biasa terhadap kami," kata Trump dalam kampanyenya, menurut CNN, setelah Rose Hamid dan beberapa orang lain dikeluarkan.

"Ini kebencian mereka. Ini bukan kebencian kami."

Tapi sebuah kelompok advokasi Muslim terkemuka, Council on American-Islamic Relations (CAIR), mengutuk pengusiran Rose Hamid dan meminta Trump untuk meminta maaf.

"Citra seorang wanita Muslim yang disalahgunakan dan dikeluarkan dari sebuah pertemuan politik umum mengirimkan pesan mengerikan untuk Muslim Amerika," kata direktur eksekutif CAIR Nihad Awad dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media AS.

Muslim di Amerika Serikat telah menghadapi kecaman menyusul serangan teror November di Paris dan serangan San Bernardino di California pada 2 Desember.

Kritik terhadap Trump menuduh dia mengipasi api, dan pelopor Demokrat Hillary Clinton mengatakan Donald Trump  adalah "perekrut terbaik" bagi kelompok Islamic State.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Serangan Udara Rusia Hantam Penjara Milik Jabhah Nusrah, Puluhan Tawanan Tewas

IDLIB (Jurnalislam.com) – Serangan udara Rusia pada hari Sabtu di kompleks penjara yang dikelola oleh afiliasi Al-Qaeda Suriah di barat laut negara itu menewaskan sedikitnya 39 orang tawanan, termasuk lima warga sipil, kata kelompok pemantau, Work Bulletin melaporkan, Sabtu (09/01/2016).

Serangan tersebut menghantam sebuah gedung milik Jabhah Nusrah, yang terletak di dekat pasar populer di Maarat al-Numan di provinsi Idlib, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan.

Bangunan tersebut digunakan sebagai pengadilan Syariah Jabhah Nusrah dan penjara.

Sebagian besar dari mereka yang tewas adalah milisi yang dipenjara oleh Jabhah Nusrah, sementara korban lainnya termasuk penjaga penjara dan mujahidin Jabhah Nusrah.

Di antara yang tewas adalah lima warga sipil, termasuk seorang anak.

Pesawat-pesawat tempur Rusia telah melakukan serangan udara terhadap Jabhah Nsrah  dan Faksi faksi Jihad lainnya di Suriah sejak tanggal 30 September.

Jabhah Nusrah menindak  milisi yang menentang syariat / hukum Islam.

Di Idlib, telah terbentuk aliansi beberapa faksi jihad, termasuk  Ahrar al-Sham.

Koalisi Jaisyul Fath (Army of Conquest) telah mengusir pasukan rezim Syiah Assad dari provinsi Idlib.

Observatorium yang berbasis di Inggris tersebut memiliki jaringan sumber luas di dalam wilayah Suriah dan mengidentifikasi korban melalui jenis pesawat terbang dan amunisi yang digunakan.

Konflik Suriah pertama meletus dengan demonstrasi anti-pemerintah pada Maret 2011 yang dengan cepat berubah menjadi perang global yang telah menewaskan lebih dari 260.000 orang.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Taliban Pukul Mundur Serangan Pasukan Gabungan di Takhar, 18 Tewas

TAKHAR (Jurnalislam.com) – Pasukan musuh yang didukung oleh kekuatan udara berusaha melakukan serangan terhadap Mujahidin Imarah Islam di utara negara itu untuk mendapatkan kembali distrik Darqad provinsi Takhar utara semalam tetapi dihadang oleh Mujahidin yang memaksa musuh mundur dengan kerugian besar, Al-Emarah News melaporkan, Sabtu (09/01/2016).

Mujahidin melawan dengan sangat sengit, meluncurkan serangan balik untuk mengejar pasukan musuh gabungan.

Sebanyak 18 tentara musuh termasuk dua komandan mereka tewas dalam pertempuran semalam (Jumat) yang berlanjut hingga hari Sabtu pagi pukul 10.00 waktu setempat.

Empat pejuang Mujahidin mendapatkan kesyahidan atau cedera dalam operasi panjang semalam.

Musuh sekali lagi berhasil digagalkan dalam upaya keempat mereka untuk merebut kembali distrik Dharwad oleh perlawanan semua unit militer Mujahidin dari seluruh provinsi.

Isu yang disebar oleh musuh bahwa seorang gubernur distrik Imarah Islam bernama Abdul Bashir telah syahid dalam operasi kemarin malam adalah tidak benar karena Mujahid yang disebutkan tersebut tidak hadir di kabupaten Darqad. Bahkan, dia aktif dan terus beroperasi di kabupaten tetangga.

Sementara di distrik Khoshamand provinsi Paktika tenggara Mujahidin Imarah Islam merebut sebuah pos yang dijaga oleh polisi pada awal Sabtu pagi, menewaskan seorang polisi dan menyebabkan dua orang lainnya terluka parah dalam baku tembak.

Mujahidin berhasil menguasai pos dalam waktu kurang dari satu jam, dan berhasil mendapatkan persenjataan dan berbagai jenis amunisi serta peralatan militer.

 

Deddy | Shahamat | Jurnalislam

Pendukung Assad Gunakan Hashtag Ejek Warga Madaya yang Kelaparan

SURIAH (Jurnalislam.com) – Para pendukung Syiah Hizbullah dan rezim Assad mengejek penduduk Madaya yang terjebak dan menderita kelaparan dengan posting gambar makanan di media sosial, lansir Al Arabiya News Channel, Sabtu (09/01/2016).

Milisi Syiah Hizbullah dan tentara rezim telah memblokade desa tersebut selama 200 hari, yang menyebabkan puluhan warga sipil meninggal akibat kelaparan dan penyakit yang berhubungan dengan kelaparan – termasuk banyak anak-anak. (Baca: 20.000 Anak-anak Suriah Kelaparan di Madaya)

Sebuah hashtag dimulai untuk mengejek warga sipil Madaya yang kelaparan dengan posting foto-foto makanan mereka.

Pada hari Jumat (08/01/2016), para pendukung rezim Suriah dan Syiah Hizbullah memposting gambar kue kering thyme, keripik, roti, sayuran, dan bahkan lemari es yang terisi penuh.

Ejekan tersebut muncul beberapa hari setelah ribuan menggunakan hashtag Twitter "In Solidarity with the siege of Madaya " untuk mengirim gambar korban pengepungan, dan menunjukkan kepada dunia tentang anak-anak kelaparan yang berada di ambang kematian.

Ejekan ini dimulai pada hari Jumat dengan posting Facebook berupa gambar manakeesh – sebuah kue Arab – dan semangkuk penuh sayuran segar oleh salah satu pendukung rezim Suriah dari Lebanon.

Dia mengejek meminta teman-teman Facebook-nya untuk memikirkan sebuah  hashtag untuk menunjukkan "solidaritas terhadap Madaya" dan memposting lebih banyak gambar makanan.

Postingan tersebut tampaknya telah dihapus oleh pendukung Bashar al-Assad  sendiri sehari kemudian.

Meskipun telah dihapus, ribuan orang telah menggunakan hashtag tersebut untuk berkomentar atas ejekan warga Madaya yang kelaparan, sementara masih banyak lagi yang menggunakannya untuk menyerang pendukung Syiah Hizbullah yang tidak punya hati nurani.
 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Intifadhah Jumat ke-15: Bentrokan Diseluruh Tepi Barat

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Sejumlah pemuda dan warga Palestina siang kemarin Jumat (08/01/2016) terluka dalam bentrokan dengan pasukan Israel di sejumlah titik di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Ini adalah jumat ke-15 sejak meletusnya Intifadhah Al-Quds awal Oktober tahun lalu, Infopalestina melaporkan Sabtu (09/01/2016).

Di Bethlemen, sejumlah pemuda terluka dalam bentrokan dengan pasukan Israel. Pasukan zionis yahudi menembaki para pemuda dan rumah warga dengan peluru karet dan bom gas air mata. Dua pemuda terkena tembakan di bagian kepala.

Bentrokan terjadi di pinggiran kamp pengungsi Izzah dekat masjid Bilal bin Rabbah. Para pemuda melempari pasukan Israel dengan bom molotov dan botol kaca.

Tim medis Palestina menegaskan, sebanyak 4 pemuda luka, 19 lainnya tersedak gas air mata dan sesak nafas. Sementara itu seorang serdadu Israel terluka dengan bom molotov.

Di Hebron, bentrokan terjadi dengan pasukan Israel di simpang Beth Ainun dan jalan menuju baldah Sa’ir. Pasukan Israel menembaki para pemuda dan rumah warga dengan peluru karet dan bom gas air mata. Sementara warga di baldah Sa’ir murka setelah empat warga desa tersebut dibantai Israel kemarin Kamis.

Di Ramallah, puluhan pemuda terluka dalam bentrokan dengan pasukan Israel. Pasukan Israel menembaki para pemuda dan rumah warga dengan peluru karet dan bom gas air mata yang berunjuk rasa secara rutin pekanan di Balain yang menentang pembangunan tembok.

Di Qalqiliah, puluhan pemuda dan kelompok relawan asing terluka dalam bentrokan dengan pasukan Israel. Pasukan Israel menembaki para pemuda dan rumah warga dengan peluru karet dan bom gas air mata yang longmarch pekanan di Kafr Qadum menentang pembangunan tembok dan pembangunan pemukiman Israel. Mereka menuntut gerbang desa dibuka setelah 13 tahun ditutup.

Sementara itu, 4 pemuda terluka oleh tembakan pasukan Israel dalam bentrokan di timur wilayah Jalur Gaza. Pasukan Israel menembaki para pemuda dan rumah warga dengan peluru karet dan bom gas air. Tiga pemuda terluka.

 

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

 

Jelang PK Ustadz Abu, Pintu Masuk Wilayah Cilacap Diperketat

CILACAP (Jurnalislam.com) – Menjelang sidang peninjauan kembali (PK) perdana ustadz Abu Bakar Ba'asyir di PN Cilacap pada Selasa (12/1/2016) pekan depan, sejumlah pintu masuk ke wilayah Kabupaten Cilacap hingga pintu masuk Pulau Nusakambangan dijaga ketat aparat kepolisian.

Bahkan polisi memeriksa identitas warga yang masuk ke wilayah Cilacap. Warga yang bergerombol di titik rawan hingga warga yang akan masuk ke wilayah Nusakambangan makin diperketat.

Kepala Kepolisian Resor Cilacap AKBP Ulung Sampurna Jaya SIK, MH, melalui Kasubbag Humas AKP Bintaro Wasono SH. Mengatakan, peningkatan pengamanan dengan pengerahan semua unit seperti dari Satuan Lalu Lintas, Reskrim dan Satuan Sabhara dilakukan menjelang sampai pasca sidang PK Ba'asyir.

"Semua potensi dari unit, Sabhara, Unit Resere Kriminal, Unit Lalu Lintas kita kerahkan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, menjelang, saat hingga pasca persidangan," kata Bintaro sebagaimana dilansir Pikiran Rakyat Online.

Kegiatan pengamanan dilakukan sejak Sabtu (9/1/2016) antara lain, dengan menggelar kegiatan patroli pada jam rawan, apalagi kegiatan tersebut lebih intensifkan.

Dengan mengerahkan Unit Crime Solver Satuan Reskrim yang terdiri dari 8 anggota bersenjata V2 untuk Patroli dengan sepeda motor trail, khususnya di wilayah rawan di Cilacap.

"Patroli di wilayah rawan tindak kriminal. Diantaranya meminimalisasi terjadinya curat, curas dan curanmor," tambahnya.

Tidak hanya itu tim juga mendatangi dan melakukan pemeriksaan identitas orang maupun kendaraan di tempat tongkrongan anak anak muda. Kegiatan tersebut dilakukan setiap hari dan waktunya selalu berubah ubah.

Satuan Samapta Bhayangkara dengan Unit Patroli Kota melakukan patroli pada jam rawan kejahatan terutama malam hari.

Sedangkan Satuan Lalulintas melalui Unit Turjawali juga melaksanakan penegakan hukum dan penyekatan di jalan masuk Kota Cilacap yaitu di Maos – Sampang.

"Fokus utamanya adalah merazia kendaraan yang membawa sajam atau benda yang membahayakan," ujar Bintaro .

Dermaga Wijayapura, sebagai pintu masuk pulau Nusakambangan juga terus ditingkatkan baik pihak kepolisian maupun petugas lapas melakukan pemeriksaan terhadap pembesuk.

"Setiap pembesuk atau tamu yang berkunjung ke Nusakambangan kita periksa, dengan menggeledah badan dan pakaian, jika perempuan maka yang melakukan Polisi Wanita (Polwan)," tegasnya.

Pemeriksaan barang bawaan juga lebih diperketat antisipasi seperti narkoba, senjata tajam ataupun barang yang membahayakan dilarang agar jangan sampai masuk lapas.

Pihaknya berharap kegiatan intensitas peningkatan pengamalan menjelang sidang PK tidak membuat masyarakat khawatir.

Apalagi sidang peninjauan kembali (PK) yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Cilacap, terkait memeriksa bukti baru bukan untuk memutuskan vonis ustad Abu Bakar Ba'asyir.

Sebelumnya pada Jumat (8/1/2016) dilakukan gladi pengawalan dan pengawalan kedatangan Ba'asyir mulai penjemputan di LP Batu Nusakambangan, Dermaga Wijayapura, jalan menuju kantor Pengadilan Negeri, pengamanan selama sidang sampai pasca putusan sidang PK, hingga pengamanan kembalinya Ba'asyir dari PN sampai ke LP Batu.

Reporter: Aryo Jipang | Editor: Ally | Jurnalislam

Jelang Sidang PK Perdana Ustadz ABB, TPM Siapkan Alat Bukti Baru

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Tim Pengacara Muslim (TPM), Ahmad Michdan mengatakan, pihaknya telah menerima undangan sidang peninjauaan kembali (PK) perdana ustadz Abu Bakar Ba'asyir dari Pengadilan Negeri (PN) Cilacap. Baik kepada Tim pengacara maupun kepada Abu Bakar Baasyir selaku pemohon yang diharuskan hadir dalam sidang nanti. Sidang PK akan digelar di Pengadilan Negeri Cilacap pada Selasa (12/1/2016) pekan depan.

"Kami Tim kuasa hukum juga sudah memberikan surat pemberitahuan dan minta difasilitasi, surat itu kita sampaikan ke Dirjen (Lapas), Kanwil Menkum HAM Jawa Tengah dan ke Kalapas (Nusa Kambangan). Insya Allah Ustadz kalau tidak ada halangan akan hadir," kata Achmad Michdan dalam di Kantor Hukum Mahendradatta, Fatmawati, Jakarta Selatan, Sabtu (9/1/2016).

TPM juga telah menyiapkan alat bukti baru dalam sidang PK ini, salah satunya dengan menghadirkan saksi-saksi. "Saksi di Nusakambangan ada tiga, satu di Pasirputih terus di LP Batu dan Kembang Kuning," ujarnya.

Achmad Michdan menegaskan ada dua alasan PK diajukan, pertama karena pertimbangan hukum yang diajukan oleh majelis ditingkat kasasi, kedua karena adanya alat bukti baru yang dianggap bisa mengubah putusan.

"Kenapa kami tidak sepakat dengan putusan Mahkamah Agung, karena dalam fakta persidangan Ustadz Abu Bakar Baasyir itu tidak merupakan tokoh dalam perkara pelatihan militer yang dituduhkan sebagai kegiatan terorisme di Aceh," ujarnya.

"Hanya ada memang pengakuan, Ustadz Abu ada menghimpun dana infaq besarnya tidak seperti awal kasus ini muncul yang katanya mengirimkan Rp 2 miliar, itu tidak terbukti. Dalam perkara ini hanya Rp 50 juta, itu sebetulnya diperuntukkan untuk infaq dana kemanusiaan yang dikirimkan ke Palestina, tapi disalahgunakan alirannya jadi ke sana (Aceh)," sambungnya.

Michdan berharap putusan akhir PK ini hanya sebatas melanggar undang-undang darurat, yaitu pelanggaran orang sipil menggunakan senjata api bukan perkara terorisme. Sebab lanjutnya, kalau tindak pidana terorisme harus ada plannya terhadap gerakan terorisme.

"Kedua, bahwa peranan Ustadz Abu itu bukan peranan orang nomor satu atau intelectual crime. Hanya ada, kalau dianggap keterlibatan dalam konteks menyalurkan dana, dia juga tidak menyalurkan dana, kan itu tidak bisa disalahkan," ungkapnya.

Reporter: Zul | Editor: Ally | Jurnalislam