Serangan Udara Rusia Hantam Sekolah di Aleppo, 17 Tewas

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sedikitnya delapan anak tewas bersama dengan guru mereka dalam serangan udara Rusia yang menimpa sebuah sekolah di provinsi Aleppo Suriah, Senin (11/01/2016), sebuah lembaga monitor mengatakan.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan serangan di kota Anjara melukai sedikitnya 20 orang, yang semuanya adalah anak-anak dan guru.

Kelompok itu mengatakan telah terjadi serangan udara berat dan bentrokan antara pasukan rezim dan mujahidin Suriah sejak Ahad di provinsi utara, yang dikendalikan oleh mujahidin

Kendali atas kota tersebut dibagi antara pasukan Syiah Nushairiyah Assad di barat dan mujahidin  di timur sejak lama setelah pertempuran dimulai di sana pada pertengahan 2012.

Pasukan rezim secara teratur melaksanakan serangan udara di timur.

Situasi ini sebagian besar terbalik di pedesaan yang mengelilingi kota, yaitu oposisi menguasai sebagian besar wilayah barat Aleppo, sedangkan pasukan Assad berkuasa di timur.

Agresor Rusia, sekutu setia rezim Syiah Bashar al-Assad, mulai melakukan serangan udara dalam mendukung pemerintah pusat pada akhir September.

Rusia mengatakan bahwa mereka menargetkan kelompok oposisi anti Assad, tetapi sepertiga dari jumlah mereka yang tewas dalam serangan adalah warga sipil, menurut Observatorium.

Observatorium mengatakan pada akhir Desember bahwa serangan udara Rusia telah menewaskan lebih dari 2.300 orang sejak dimulai pada 30 September.

Lebih dari 260.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai pada Maret 2011 dengan protes anti rezim Syiah Assad

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam
 

Keutamaan Umar bin Abdul Aziz

Di sebuah desa di wilayah Syam ada seorang bapak tua sedang menggarap tanahnya bersama istrinya. Mereka punya anak laki-laki yang telah lama mati syahid di medan perang. Tiba-tiba si bapak melihat ada seorang penunggang kuda menuju ke arah mereka dari kejauhan. Si bapak berkata kepada istrinya, “Istriku, demi Allah, dia adalah anakku dan anakmu. Dia datang!”

Si Istri melihat ke arah penunggang kuda. Lalu dia berkata kepada suaminya, “Apa kamu ini ditipu setan? Kamu ini memang kehilangan anakmu, tapi jangan terbawa perasaan seperti itu.. sampai-sampai di matamu semua orang tampak mirip dengan anakmu. Bagaimana kamu bilang dia anakmu, bukankah anakmu udah lama meninggal.”

Si Bapak itu pun membaca ta’awudz, memohon perlindungan Allah dari gangguan setan yang terkutuk. lalu, dia kembali mencangkul tanahnya.

Di penunggang kuda smakin mendekat. Si Bapak kembali memandang Si Penunggang Kuda. Dia berkata kepada istrinya, “Istriku, dia itu anakku. Demi Allah, dia anakmu!”

Sang istri pun melihat ke arah Si Penunggang Kuda. Sementara itu, Si Penunggang Kuda semakin dekat. Setelah Si Penunggang Kuda berdiri di hadapan mereka, ternyata memang dia adalah benar-benar anak mereka berdua!

Si Penunggang Kuda mengucapkan salam kepada orang-orang di situ, dan juga kepada pasangan suami istri itu.

Keduanya berkata, “Wahai anakku, bukankah kamu udah meninggal sebagai syahid?”

Si Penunggang Kuda menjawab, “Iya, benar, wahai ibu bapakku.. Hanya saja Umar bin Abdil Aziz telah wafat tadi malam. Para syuhada memohon izin kepada Allah agar diperkenankan melihat jenazah Umar. Allah mengizinkan mereka. Da n, aku termasuk di antara para syuhada itu. Pun aku juga minta izin kepada Allah agar diperkenankan menemui dan melihat ibu bapak berdua. Dan Allah mengizinkanku.”

Kemudian, si anak itu berpamitan dan mengucapkan salam kepada orang tuanya. Si anak juga mendoakan keduanya, lalu pergi

[Diriwayatkan oleh Ibnu Qutaibah dalam Al Imamah was Siyasah, hlm 277-278]

Khalifah umar bin abdil aziz memang luar biasa. Sampai-sampai para syuhada pun minta izin utk mengiringi jenazahnya.. Wallahu a’lam.

Ya Allah, meski kami sangat jauh dibandingkan hamba-hambaMu yang saleh, tapi kami ingih seperti mereka. Maka, masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang saleh dan masukkan kami ke dalam surga-Mu..

Amiin..

Kepala CIA: Taliban Peroleh Kemenangan Besar, Obama akan Luncurkan Strategi Baru

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Bagi banyak orang di seluruh dunia, Tahun Baru adalah waktu untuk merenungkan masa lalu dan mempersiapkan serta memprediksi masa depan.

Michael Morell, mantan kepala CIA, pekan lalu juga membuat refleksi dan prediksi. Dia mengakui bahwa Taliban telah membuat keuntungan geopolitik besar di seluruh Afghanistan dan ia juga memperkirakan bahwa Taliban masih akan terus memperoleh kemenangan besar. Menurut dia Taliban menguasai wilayah lebih dari yang mereka miliki dalam beberapa tahun.

Komentar Morell ini adalah refleksi kuat atas situasi keamanan di Afghanistan, yang tidak terbebani oleh basa-basi politik. Laporan baru Pentagon mengenai situasi keamanan Afghanistan juga menawarkan refleksi sama yang menyatakan bahwa dalam paruh kedua tahun 2015, situasi keamanan secara keseluruhan di Afghanistan memburuk dengan peningkatan serangan gerilyawan yang efektif serta korban yang lebih tinggi di pihak ANDSF. Pasukan pemberontak yang tersisa tetap aktif dalam benteng tradisional mereka sekaligus menciptakan rasa tidak aman di beberapa bagian negara.

Laporan ini melanjutkan bahwa para pejuang memperbaiki kemampuan mereka untuk menemukan dan mengeksploitasi kelemahan ANDSF, membuat situasi keamanan tetap rapuh di wilayah-wilayah kunci dan beresiko menimbulkan kerusakan di tempat lain.

Walaupun laporan Pentagon ditulis dalam jargon politik dan berkelana dalam optimisme namun kesimpulan utamanya sangat jelas – Imarah Islam menghantam kembali dan menghantam kembali dengan keras.

Keberhasilan Imarah Islam itu berimbas pada Obama, karena harus mengingkari janji yang ia buat untuk orang-orang Amerika. Alih-alih mengakhiri semua keterlibatan pasukan di Afghanistan saat ia meninggalkan kantor kepresidenan, ia malah akan mempertahankan kehadiran sebanyak 9800 pasukan AS hingga akhir 2016. Juga di tahun 2017, bukannya menarik militer AS hingga disisakan hanya di Kabul, sesuai rencana semula, kehadiran tentara AS akan dipertahankan hingga sejumlah 5.500 pasukan di Kabul dan Bagram, juga mempertahankan kehadiran pasukan AS yang terbatas di timur dan selatan Afghanistan.

Juga dalam rencana penarikan awal yang diumumkan oleh Obama, bahwa tentara AS akan dikurangi menjadi 1.000 pada akhir 2016, indikasi dari Pentagon dan para jenderal adalah bahwa rencana tersebut kemungkinan juga diubah. Jumlah pasukan untuk tahun 2017 kemungkinan akan diubah menjadi kontingen besar.

Laju kemenangan Imarah Islam telah benar-benar membingungkan perencana strategi Amerika. Harapan mereka untuk 2016 terlihat sangat jauh berbeda dengan apa yang mereka bayangkan awalnya. Walaupun pernyataan resmi mereka mengkhianati rasa optimis, dengan klaim tidak berdasar bahwa ANDSF terus menyangkal pusat populasi dan wilayah strategis Taliban, namun mereka tidak buta terhadap fakta bahwa Taliban telah merebut sebagian besar negara dari rezim Kabul dan membuat keuntungan yang signifikan setiap hari.

Para mujahidin Imarah Islam telah memperluas jangkauan mereka dari Badakhshan ke Herat, dan dari Jowzjan ke Kandahar. Bahkan pihak asing memperkirakan bahwa Imarah Islam menguasai atau sedang memperjuangkan setidaknya empat kabupaten resmi. Momentum kemenangan Imarah ini merupakan pertanda buruk bagi Amerika untuk tahun 2016.

Jika saja peristiwa ini terus berlanjut, ada kemungkinan bahwa Amerika akan dipaksa untuk mengubah strategi mereka berulang kali dan sangat mungkin bahwa pada saat Obama meninggalkan kantor kepresidenannya, ia bahkan akan meninggalkan Amerika terlibat lebih jauh dalam konflik ini daripada ketika ia pertama kali mewarisinya.

 

Deddy | Voice of Jihad | Jurnalislam

 

Analisis Israel: Serangan Mematikan di Tel Aviv, Bukti Kegagalan Intelijen dan Polisi Israel

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Sejumlah pakar Zionis mengkritik pedas kerja kepolisian Israel dan dinas intelijen Shin Bet yang dinilai sangat buruk dalam menangani inifadhah Al-Quds, terutama menyusul aksi syahid Mulhim di Tel Aviv, lansir Infopalestina Ahad (10/01/2016).

Walau pada akhirnya, polisi membunuh Mulhim setelah delapan hari aksinya di Tel Aviv yang menewaskan tiga orang Zionis dan melukai 10 orang lainnya, namun tetap saja kritikan semakin meningkat, apalagi setelah televisi menayangkanm bagaimana Mulhim bisa sampai ke desanya dengan menggunakan mobil dari Tel Aviv  yang berjarak satu jam 40 menit.

Pengamat politik di koran Yedeot Ahronot, Alv Fishman mengatakan, selama beberapa hari itu, dinas keamanan Zionis gagal mencari keberadaan Mulhim. Muncul pertanyaan, bagaimana dia bisa merehabilitasi kekhawatiran publik dengan kegagalan seperti itu ?

Demikian juga pengamat militer lainya, di koran Haartez, Amos Harael mengatakan, perstiwa pekan lalu, bukan sebagai kebanggaan, khususnya bagi aparat keamanan. Ia justru mempertanyakan bagamana Mulhim bisa melakukan penembakan di Tel Aviv dan dapat kembali ke tempatnya tanpa halangan. Kemudian ia bisa tinggal di rumahnya dalam beberapa hari tanpa dapat terendus oleh keamanan.

Fishman berpendapat inilah data hitam yang belum bisa dipecahkan. Khususnya terkait data intelijen. Ia menambahkan, polisiz dan Shin Bet tidak tahu apa yang terjadi di lembaha Arah, dimana Mulhim tinggal. Bahkan mereka tak tahu apa yang terjadi kalangan masayarakat Arab. Terlambatnya penanganan terhadap kasus Mulhim mengungkap tentang bagaimana kerja Shin Bet dan polisi Zionis. Disamping menunjukkan kegagalan aparat tersebut dalam menangani aksi syahid Muhammad Mulhim.

Baca juga:

Serangan Mematikan di Sebuah Pub Tel Aviv

Intelijen Zionis Bingung Cari Pelaku Serangan Mematikan di Tel Aviv

 

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

Sejak Desember 448 Milisi Komunis PKK Terbunuh dalam Operasi Militer Turki

ANKARA (Jurnalislam.com) – Militer Turki mengatakan bahwa total 448 anggota PKK telah tewas dalam operasi kontra-terorisme di tenggara Turki sejak 15 Desember.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Ahad (10/01/2016), Staf Umum Turki mengumumkan 20 lebih korban PKK, Sabtu di tenggara Diyarbakir dan provinsi Sirnak di mana operasi militer terus berlangsung di tengah jam malam.

Militer menyatakan bahwa 13 dari korban yang tewas hari Sabtu berasal dari kabupaten Cizre di Sirnak, sehingga jumlah total milisi PKK yang tewas di daerah tersebut menjadi 252.

Selama operasi di Cizre, pasukan keamanan Turki juga menghancurkan empat barikade, membuang 15 bahan peledak buatan tangan dan menyita satu Kalashnikov.

Beberapa senapan dan sejumlah amunisi juga disita.

Operasi Sabtu di distrik Silopi dari Sirnak berhasil membunuh tiga milisi dan membuang 20 bahan peledak buatan tangan.

Senjata api, peluncur roket, masker gas dan peralatan lainnya juga disita.

Korban milisi PKK yang tewas di Silopi meningkat menjadi 122.

Empat teroris komunis tewas di distrik Diyarbakir Sur, di bawah jam malam sejak 2 Desember.

Operasi yang sedang berlangsung telah menyebabkan 74 teroris PKK tewas di distrik tersebut sejauh ini.

Sementara itu, dua milisi PKK ditangkap di provinsi Sanliurfa tenggara di perbatasan Suriah ketika mencoba untuk menyeberang menuju Turki.

Pernyataan militer menambahkan bahwa lima orang yang diduga anggota IS, termasuk tiga warga asing, ditahan di provinsi Gaziantep tenggara karena mereka berusaha menyeberang ke Suriah secara ilegal.

Bulan lalu, presiden Turki mengatakan lebih dari 3.100 teroris PKK tewas di Turki dan Irak utara. Sekitar 300 tentara, polisi dan warga sipil telah kehilangan nyawa mereka sejak konflik hidup kembali pada akhir Juli 2015, menurut pejabat.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

Turki Tangkap 3 Pembunuh Pembuat Film Dokumenter Anti IS

TURKI (Jurnalislam.com) – Pemerintah Turki menangkap tiga orang atas kematian seorang pembuat film Suriah yang dibunuh di Turki selatan setelah memproduksi film dokumenter anti-IS, media pemerintah mengatakan Ahad (10/01/2015), lansir World Bulletin.

Naji Jerf, 37, ditembak mati di siang hari bolong di provinsi Gaziantep akhir Desember oleh penyerang menggunakan peredam di luar bangunan yang menjadi kantor outlet berita oposisi Suriah.

Sebuah pengadilan di Gaziantep menyerahkan satu tersangka dan dua kaki tangannya dalam tahanan menunggu persidangan, kata kantor berita Anatolia. Tidak ada rincian lain mengenai identitas mereka.

Jerf adalah editor-in-chief sebuah majalah Suriah, Hannah, dan baru-baru ini diarahkan dan memproduksi sebuah film dokumenter tentang pembunuhan aktivis Suriah oleh IS.

Dia juga seorang aktivis di Raqa Dipotong Diam-diam (Raqa is Being Slaughtered Silently-RBSS), yaitu sekelompok jurnalis warga (citizen journalism) yang bekerja untuk mengekspos pelanggaran hak asasi manusia di Raqa, kota timur laut yang digunakan IS sebagai modal de-facto (ibukota) di Suriah.

Ini bukan pertama kalinya seorang tokoh oposisi Suriah dibunuh di Turki.

Pada akhir Oktober, IS mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan aktivis muda Ibrahim Abdelkader dan temannya Fares Hamadi.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Taliban Serbu Instalasi Militer dan Gedung-gedung Pemerintah di Provinsi Khost

KHOST (Jurnalislam.com)Mujahidin Imarah Islam (Taliban) menyerbu sejumlah instalasi militer musuh dan gedung-gedung pemerintah di provinsi Khost tenggara, menurut laporan Al-Emarah News Ahad (10/01/2016).

Pertempuran sengit sedang berlangsung di berbagai kabupaten di provinsi Khost, sedangkan markas distrik Bak, Alishir, Sabri, Musa Khel, sebuah pangkalan militer, kamp dan pos berada di bawah serangan sengit oleh Mujahidin tempur, katanya.

Musuh menderita kerugian besar sejauh ini.

Sementara di Helmand sebuah pos strategis musuh yang terletak di daerah Yakhchal Nahr Siraj, kabupaten Gereshk, berada di bawah serangan bersenjata oleh Mujahidin Imarah Islam sekitar pukul 02:00 waktu setempat hari ini.

Serangan yang menggunakan senjata berat dan ringan mengakibatkan pos berhasil dikuasai. 12 pasukan bayaran tewas, 2 ditahan dan sisanya melarikan diri.

Mujahidin juga menyita tabung mortir, senapan mesin AS, senapan sniper AS, 6 senapan AS dan dua kendaraan yang dikemas dengan berbagai jenis amunisi.

 

Deddy | Shahamat | Jurnalislam

 

Militer Irak Klaim Ajudan Abu Bakr al-Baghdadi Tewas Dalam Serangan Udara

BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Seorang ajudan pemimpin Islamic State (IS) Abu Bakr al-Baghdadi tewas dalam serangan udara di provinsi barat Anbar, jaringan media yang berafiliasi dengan Kementerian Pertahanan Irak mengatakan Sabtu (09/01/2016).

Pria, yang diidentifikasi sebagai Ali Mohammed al-Ubaydi, tewas dalam serangan di kota Barwanah, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh War Media Network.

Pernyataan itu tidak menginformasikan tanggal kejadian, tapi mengatakan bahwa al-Ubaydi adalah salah satu tokoh senior IS yang melarikan diri dari penjara Abu Ghraib di Baghdad.

Pasukan Irak merebut kembali kontrol atas Barwanah dari IS, kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan malam Senin, hanya beberapa hari setelah pasukan Irak mengalahkan kelompok militan itu di Ramadi.

Kapten Ziyad al-Nimrawi, kepala polisi Barwanah, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pasukan Irak, yang didukung oleh seranan udara, membunuh 22 pasukan IS dan menguasai Barwanah.

"Tujuh pejuang suku pro-pemerintah dan pasukan Irak tewas dan 37 lainnya terluka selama pertempuran," tambah al-Nimrawi.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

 

400.000 Warga masih Terkepung Pasukan Assad, Penduduk Madaya Makan Rumput dan Serangga

SURIAH (Jurnalislam.com) – Saat lembaga bantuan bersiap memberikan makanan untuk Madaya, di pinggiran Damaskus, dan dua kota lain yang terkepung di provinsi Idlib, sekitar 400.000 orang lagi hidup di bawah pengepungan rezim Assad di 15 daerah di seluruh Suriah, menurut PBB, Aljazeera melaporkan Ahad (10/01/2016).

Laporan meluasnya malnutrisi (kegagalan gizi) telah muncul, beberapa laporan menunjukkan bahwa warga Madaya beralih makan rumput dan serangga untuk bertahan hidup.

Kesepakatan yang diperoleh pada Sabtu (09/01/2016) memungkinkan pengiriman makanan untuk Madaya, yang saat ini dikelilingi oleh pasukan rezim Syiah Bashar al-Assad, dan desa-desa Foua dan Kefraya di Idlib, yang keduanya dikelilingi oleh milisi Syiah Hizbullah.

Karena pengepungan yang diberlakukan oleh rezim Syiah Nushairiyah dan milisi Syiah Hizbullah Lebanon, diperkirakan 42.000 orang di Madaya memiliki sedikit atau tidak memiliki akses untuk memperoleh makanan, mengakibatkan kematian sedikitnya 23 orang tewas karena kelaparan baru baru ini, menurut badan amal Doctors Without Borders (MSF).

Di Kefraya dan Foua, sekitar 12.500 orang terputus dari akses pasokan bantuan Jabhah Nusrah termasuk bantuan dari faksi faksi jihad lainnya.

Pada tanggal 26 Desember, pasukan rezim Suriah menyiapkan pos blockade dan menutup jalan menuju Moadamiyah, sebuah kota yang dikuasai pejuang di pinggiran Damaskus, menuntut agar para pejuang Suriah anti Assad meletakkan senjata mereka dan menyerah.

The Moadamiyah Media Office, yang dijalankan oleh aktivis pro pejuang Suriah anti Assad, memperkirakan bahwa 45.000 warga sipil telah terjebak di daerah itu selama lebih dari dua minggu.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Ratusan Masjid di Perancis Gelar "Open House" untuk Publik

PERANCIS (Jurnalislam.com) – Ratusan masjid di seluruh Perancis berpartisipasi dalam acara open house besar akhir pekan ini, menawarkan pengunjung kesempatan untuk datang menikmati secangkir teh dan mengobrol tentang Islam di negara yang terguncang oleh serangan mematikan, World Bulletin melaporkan, Ahad (10/01/2016).

Inisiatif yang diberi nama "secangkir teh persaudaraan" pekan ini tampil dalam bentuk yang berbeda dengan masjid-masjid lokal dengan membagikan minuman panas dan kue-kue, menawarkan panduan kunjungan, mengadakan diskusi dan lokakarya kaligrafi, dan bahkan mengundang orang untuk menghadiri salah satu dari shalat lima waktu.

Diselenggarakan oleh dewan Muslim terkemuka di negara itu, the French Council of the Muslim Faith (CFCM) aktivitas tersebut bertujuan untuk merangsang dialog tentang Islam dan menciptakan rasa kohesi yang lebih besar.

"Tujuannya adalah untuk menciptakan ruang di mana masyarakat bisa bersama-sama dan bertemu jamaah Muslim dan semua warga kami," kata Presiden CFCM Anouar Kbibech kepada AFP.

Idenya adalah dengan menggunakan peringatan satu tahun serangan, 07-09 Januari, untuk, "Menyoroti nilai-nilai Islam yang sebenarnya serta meluruskan stereotip tentang link kekerasan," katanya, menggambarkan usaha tersebut sebagai isyarat keterbukaan.

"Daripada memikirkan tindakan tragis ini, tampaknya lebih berguna dan penting jika kita merayakan semangat 11 Januari," katanya, merujuk pada tanggal tersebut tahun lalu ketika jutaan orang turun ke jalan untuk menunjukkan solidaritas massa.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam