Jelang PK Ustadz Abu, Pintu Masuk Wilayah Cilacap Diperketat

CILACAP (Jurnalislam.com) – Menjelang sidang peninjauan kembali (PK) perdana ustadz Abu Bakar Ba'asyir di PN Cilacap pada Selasa (12/1/2016) pekan depan, sejumlah pintu masuk ke wilayah Kabupaten Cilacap hingga pintu masuk Pulau Nusakambangan dijaga ketat aparat kepolisian.

Bahkan polisi memeriksa identitas warga yang masuk ke wilayah Cilacap. Warga yang bergerombol di titik rawan hingga warga yang akan masuk ke wilayah Nusakambangan makin diperketat.

Kepala Kepolisian Resor Cilacap AKBP Ulung Sampurna Jaya SIK, MH, melalui Kasubbag Humas AKP Bintaro Wasono SH. Mengatakan, peningkatan pengamanan dengan pengerahan semua unit seperti dari Satuan Lalu Lintas, Reskrim dan Satuan Sabhara dilakukan menjelang sampai pasca sidang PK Ba'asyir.

"Semua potensi dari unit, Sabhara, Unit Resere Kriminal, Unit Lalu Lintas kita kerahkan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, menjelang, saat hingga pasca persidangan," kata Bintaro sebagaimana dilansir Pikiran Rakyat Online.

Kegiatan pengamanan dilakukan sejak Sabtu (9/1/2016) antara lain, dengan menggelar kegiatan patroli pada jam rawan, apalagi kegiatan tersebut lebih intensifkan.

Dengan mengerahkan Unit Crime Solver Satuan Reskrim yang terdiri dari 8 anggota bersenjata V2 untuk Patroli dengan sepeda motor trail, khususnya di wilayah rawan di Cilacap.

"Patroli di wilayah rawan tindak kriminal. Diantaranya meminimalisasi terjadinya curat, curas dan curanmor," tambahnya.

Tidak hanya itu tim juga mendatangi dan melakukan pemeriksaan identitas orang maupun kendaraan di tempat tongkrongan anak anak muda. Kegiatan tersebut dilakukan setiap hari dan waktunya selalu berubah ubah.

Satuan Samapta Bhayangkara dengan Unit Patroli Kota melakukan patroli pada jam rawan kejahatan terutama malam hari.

Sedangkan Satuan Lalulintas melalui Unit Turjawali juga melaksanakan penegakan hukum dan penyekatan di jalan masuk Kota Cilacap yaitu di Maos – Sampang.

"Fokus utamanya adalah merazia kendaraan yang membawa sajam atau benda yang membahayakan," ujar Bintaro .

Dermaga Wijayapura, sebagai pintu masuk pulau Nusakambangan juga terus ditingkatkan baik pihak kepolisian maupun petugas lapas melakukan pemeriksaan terhadap pembesuk.

"Setiap pembesuk atau tamu yang berkunjung ke Nusakambangan kita periksa, dengan menggeledah badan dan pakaian, jika perempuan maka yang melakukan Polisi Wanita (Polwan)," tegasnya.

Pemeriksaan barang bawaan juga lebih diperketat antisipasi seperti narkoba, senjata tajam ataupun barang yang membahayakan dilarang agar jangan sampai masuk lapas.

Pihaknya berharap kegiatan intensitas peningkatan pengamalan menjelang sidang PK tidak membuat masyarakat khawatir.

Apalagi sidang peninjauan kembali (PK) yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Cilacap, terkait memeriksa bukti baru bukan untuk memutuskan vonis ustad Abu Bakar Ba'asyir.

Sebelumnya pada Jumat (8/1/2016) dilakukan gladi pengawalan dan pengawalan kedatangan Ba'asyir mulai penjemputan di LP Batu Nusakambangan, Dermaga Wijayapura, jalan menuju kantor Pengadilan Negeri, pengamanan selama sidang sampai pasca putusan sidang PK, hingga pengamanan kembalinya Ba'asyir dari PN sampai ke LP Batu.

Reporter: Aryo Jipang | Editor: Ally | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.