Diberondong Tembakan Milisi Syiah Houthi, Gubernur Yaman Ini Lolos dari Maut

YAMAN (Jurnalislam.com) – Gubernur provinsi selatan Yaman Ad-Dali selamat dari upaya pembunuhan pada hari Selasa (21/03/2017), menurut sumber lokal, lansir World Bulletin.

Fadl al-Jaadi dihujani tembakan pasukan Houthi saat mobilnya melintas dekat sebuah kamp militer di kota Ad-Dali.

Gubernur tidak terluka serius dalam serangan, yang juga melukai dua rekannya, kata sumber itu.

Al-Jaadi diangkat sebagai gubernur Ad-Dali pada pertengahan 2015 oleh Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi.

Pasukan pemerintah menguasai sebagian besar provinsi Ad-Dali, sedangkan pemberontak Syiah Houthi mengendalikan beberapa daerah di provinsi ini.

Yaman jatuh ke perang pada tahun 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi dan pasukan sekutu mantan Presiden Ali Abdullah Saleh menyerbu ibukota Sanaa dan wilayah Yaman lainnya.

Konflik meningkat pada tahun 2015 ketika Arab Saudi dan sekutu Arabnya meluncurkan serangan udara luas untuk membalikkan keuntungan militer Houthi dan menopang pemerintah Yaman yang didukung Saudi.

Pembicaraan damai yang ditengahi PBB antara pemerintah dan pemberontak Houthi gagal menyelesaikan konflik, di mana 10.000 orang tewas dan sekitar tiga juta lainnya menjadi pengungsi, menurut perkiraan PBB.

 

Panglima Perang Syiah Hizbullah Tewas Dibunuh Pasukannya Sendiri di Suriah

BEIRUT (Jurnalislam.com) – Panglima Perang Syiah Hizbullah di Suriah Tewas dibunuh oleh pasukannya sendiri atas perintah pemimpin kelompok Hassan Nasrallah, menurut intelijen zionis pada Selasa (21/03/2017), Middle East Eye melaporkan.

Gadi Eisenkot, seorang jenderal militer Israel, mengatakan dalam sebuah konferensi di Netanya bahwa Mustafa Badreddine tewas di tangan pasukannya sendiri, dan mengatakan pembunuhan itu menyoroti “kedalaman krisis internal dalam Hizbullah” dan mengkhianati “tingkat kekejaman, kompleksitas dan ketegangan antara Hizbullah dan pelindungnya, yaitu Iran”.

Seorang pejabat militer zionis mengatakan kepada kantor berita AP bahwa Israel meyakini perintah untuk membunuh Badreddine, dikenal dengan nom de guerre “Zulfikar”, diberikan oleh Hassan Nasrallah. Namun pejabat Israel itu tidak memberikan bukti,.

AP mengatakan intelijen Israel percaya Badreddine bermusuhan dengan komandan militer Iran di Suriah karena kerugian berat Hizbullah.

Eisenkot mengatakan pembunuhan Badreddine menunjukkan Hizbullah menderita “krisis internal atas apa yang mereka pertaruhkan, krisis ekonomi dan krisis kepemimpinan”.

Klaim itu muncu beberapa pekan setelah Middle East Eye melaporkan pasukan Syiah Hizbullah yang mengatakan bahwa seorang pria bernama “Zulfikar” telah membunuh beberapa pasukan garda revolusi Syiah Iran dalam insiden di Tell Eiss, selatan Aleppo, selama konflik atas kurangnya dukungan Iran dalam pertempuran untuk ibukota provinsi tersebut.

Pada saat kematiannya wakktu lalu, kelompok itu mengatakan Badreddine tewas dalam ledakan kuat di salah satu pusat dekat Bandar Udara Internasional Damaskus.

Namun tidak ada catatan bahwa serangan terjadi pada saat itu dan tidak ada kelompok oposisi yang mengklaim serangan.

Sementara militer Syiah Hizbullah mengatakan Badreddine adalah “pemimpin perang besar”, dan mengatakan bahwa mujahidin Suriah penyebab atas kematiannya, meskipun anggota parlemen Hizbullah, Nawar al-Saheli, mengaitkan serangan itu ke Israel, dan bersumpah bahwa “pembalasan akan terjadi pada waktu yang tepat” .

AS Keluarkan Larangan Penumpang Muslim Bawa Perangkat Elektronik ke dalam Pesawat

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – AS pada hari Selasa (21/03/2017) mengeluarkan peraturan ketat untuk penumpang muslim yang membawa perangkat elektronik ke dalam pesawat.

Departemen Keamanan Dalam Negeri mengatakan pembatasan akan berlaku untuk penerbangan dari 10 bandara asing di delapan negara mayoritas Muslim, termasuk Bandara Internasional Istanbul Ataturk, Anadolu Agency melaporkan.

Peraturan ini mengutip “evaluasi intelijen” baru yang menyimpulkan kelompok militan terus menargetkan penerbangan komersial dengan “menyelundupkan alat peledak di berbagai barang-barang konsumen”.

Inggris kemudian mengeluarkan larangan serupa di semua penerbangan dari bandara Turki, Lebanon, Mesir, Arab Saudi, Yordania dan Tunisia.

Bagi orang-orang yang berangkat dari bandara-bandara yang dimaksudkan oleh AS tersebut, perangkat-perangkat yang lebih besar dari telepon seluler, seperti tablet, pemutar DVD portabel, laptop dan kamera, dilarang masuk ke dalam kabin tetapi dapat ditempatkan di bagasi.

Perangkat medis diizinkan tetapi masih harus dipindai sebelum dibawa masuk kabin.

Selain Ataturk, AS menerapkan peraturan bagi bandara berikut: Bandara Internasional Ratu Alia Jordan; Bandara Internasional Kairo; Bandara Internasional King Abdul Aziz dan Bandara Internasional King Khalid di Arab Saudi; Bandara Mohamed V Maroko; Bandara Internasional Hamad di Qatar; Bandara Internasional Dubai dan Abu Dhabi di UAE; dan Bandara Internasional Kuwait.

Departemen Keamanan Dalam Negeri mengatakan “sebagian kecil dari penerbangan” menuju AS akan terpengaruh dan peraturan akan tetap diberlakukan sampai ancaman menurun.

27 Warga Sipil Mosul Tewas dalam Serangan Udara Koalisi AS

MOSUL (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 27 warga sipil tewas dalam serangan udara koalisi pimpinan AS dan bom pinggir jalan di Mosul barat, di mana pasukan Irak berperang dengan kelompok Islamic State (IS) dari daerah, menurut seorang aktivis Irak, lansir World bulletin, Selasa (21/03/2017).

Pesawat-pesawat tempur koalisi menyerang dua rumah di distrik Bab al-Baid di Mosul barat, Senin, menewaskan 22 warga sipil, kata Saeed Abad.

“Para korban masih terkubur di bawah puing-puing, tim pertahanan sipil tidak dapat mengevakuasi mereka karena pertempuran sengit antara pasukan pemerintah dan pasukan IS masih berlangsung,” katanya.

Abad mengatakan insiden itu terjadi saat pesawat tempur koalisi mencoba untuk menargetkan penembak jitu IS di atap rumah.

Koalisi pimpinan AS belum mengomentari laporan tersebut.

Sementara itu, lima warga sipil tewas ketika sebuah bom pinggir jalan meledak di Mosul barat, menurut Petugas Rapid Response Abdullah al-Alaf.

Dia mengatakan pemboman itu terjadi saat sejumlah warga sipil berusaha melarikan diri dari Mosul barat ke daerah yang dikuasai militer di kota.

“Lima belas warga sipil lainnya, sebagian besar perempuan, terluka dalam ledakan itu,” katanya.

Pada pertengahan Februari, pasukan Irak – yang didukung oleh koalisi udara pimpinan AS – mulai meluncurkan operasi baru pada IS dari Mosul barat, kubu terakhir mereka di utara kota.

Serangan itu merupakan bagian dari operasi militer Irak lebih luas yang diluncurkan Oktober lalu untuk merebut kembali seluruh kota, yang diserbu IS pada pertengahan 2014.

Kasus Social Kitchen, Ranu Muda Tegaskan Kehadirannya Murni Liputan

Ranu Muda: Saya Hadir Karena Sedang Meliput

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Salah seorang terdakwa kasus perusakan kafe Social Kitchen Solo, Ranu Muda Adi Nugroho yang merupakan wartawan media Islam Panjimas.com, membantah dirinya sebagai anggota Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS).

Ranu menegaskan keberadaannya di TKP hanya untuk meliput audiensi yang dilakukan LUIS dengan pihak Kafe terkait pelanggaran perda jam malam oleh kafe tersebut.

“Saya hanya meliput, saya berangkat individu pribadi,” katanya kepada Islamic News Agency (INA) usai menjalani sidang Perdana di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Jawa Tengah, Selasa (21/3/17).

Ranu yang juga merupakan anggota Jurnalis Islam Bersatu (JITU) menegaskan bahwa tuduhan tersebut sangat salah, karena ia datang sesuai profesi seorang wartawan.

Ranu mengatakan, kehadirannya di TKP atas undangan resmi Humas LUIS untuk melakukan peliputan. Selain Ranu, beberapa wartawan juga turut diundang namun pada saat itu tidak ada yang hadir.

“Tuduhan itu sangat kurang relevan karena beberapa wartawan juga diundang saat itu,” tambah Ranu.

Sementara itu, Ahmad Widad, Pimpinan Umum Panjimas.com membenarkan bahwa Ranu adalah wartawan dari media tersebut. Widi sapaan akrabnya, menegaskan bahwa saat itu Ranu murni tengah melakukan tugas peliputan.

“Ranu tidak pernah ikut rapat dia hanya diundang,” tegasnya.

Widi juga mengatakan bahwa Ranu sama sekali tidak termasuk dalam anggota LUIS.

Reporter: Ali Muhtadin | INA

Surat Dakwaan Tidak Jelas, Ranu Muda Akan Ajukan Eksepsi

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Sidang perdana kasus perusakan di Kafe Sosial Kitchen Solo yang menyeret wartawan Panjimas.com, Ranu Muda Adi Nugroho bersama tujuh anggota Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), digelar di Pengadilan Negeri Semarang, Jawa Tengah, Selasa (21/3/17) siang.

Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) mereka didakwa 5 pasal sekaligus, salah satunya pasal 170 ayat 1 tentang menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama.

Ranu Muda dan Anggota LUIS Didakwa 5 Pasal Sekaligus

Namun, Ranu Muda bersama penasehat hukumnya menyatakan akan melakukan surat keberatan atau eksespi atas dakwaan tersebut.

“Kami akan melaukan esksepsi karena materi dakwaan yang disusun kejaksaan sangat absurd dengan realita yang ada,” ungkap Ranu saat ditemui Islamic News Agency (INA) di ruang tahanan usai sidang.

Ranu juga mengaku bahwa apa yang didakwakan kepadanya sangat jauh berbeda dengan rekonstruksi.

Sementara itu, penasehat hukumnya, Anies menyatakan bahwa surat dakwaan oleh JPU tidak layak.

“Teknis penyusunan dakwaan bagi kami tidak layak untuk memenuhi persyaratan KUHP,” tegasnya.

Di lain pihak, Humas LUIS, Endro Sudarsono juga menegaskan bahwa surat dakwaan tersebut tidak jelas.

“Karena ridak digambarkan secara jelas kami berbuat apa kerusakan ada, korban ada, tapi kami tidak melakukan itu,” bantahnya.

Rencananya, surat eksepsi tersebut akan diajukan pada sidang lanjutan kasus tersebut di PN Semarang pada Rabu (29/3/17) mendatang.

Reporter: Ali Muhtadin | INA

Saksi Ahli Agama Kubu Ahok Dinilai Tak Layak Berikan Kesaksian

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Koordinator Persidangan Tim Advokasi GNPF MUI, Nasrullah Nasution menyatakan, majelis hakim akan mengenyampingkan keterangan Ahli agama terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ia mengungkapkan beberapa alasan mengapa keterangan KH Ahmad Ishomuddin, ahli agama versi Ahok ini layak untuk tidak dipertimbangkan.

“Pertama, Ahli Agama versi Ahok ini bukanlah Ahli Tafsir melainkan mengaku sebagai Ahli Fiqih sehingga apa yang ditafsirkannya tidak layak dipertimbangkan,” katanya seusai menghadiri sidang kelimabelas Ahok di Auditorium Kementan, Ragunan, Jakarta, Selasa (21/3/2017).

Kedua, kata dia, Ahli Agama versi Ahok ini sebagai Ahli Fiqih telah keluar dari ranah keahliannya dengan mengatakan bahwa Ahli yakin tidak ada unsur kesengajaan Ahok untuk menista agama Islam, yang seharusnya hal ini menjadi domain kewenangan hakim.

“Ketiga, sebelum memberikan keterangannya hari ini, Ahli Agama versi Ahok tersebut mengakui dalam persidangan telah melakukan briefing terlebih dahulu dengan Tim Penasehat Hukum Ahok sehingga keterangannya sudah berpihak dan tidak lagi kompeten disebut sebagai Ahli,” papar praktisi hukum ini.

(Baca juga: Ahli Agama Islam Kubu Ahok Sebut Al Maidah 51 Sudah Tidak Relevan)

“Ahli agama versi Ahok ini tidak kompenten menjadi Ahli karena ikut briefing Tim Ahok sebelum sidang, sudah memihak sebelum memberikan keterangan wajar saja kalau keterangannya ngawur begitu,” jelas Nasrulloh.

Reporter: HA

Ahli Agama Islam Kubu Ahok Sebut Al Maidah 51 Sudah Tidak Relevan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Saksi ahli agama yang didatangkan penasehat hukum (PH) terdakwa Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok menyebut, Surat Al Maidah ayat 51 sudah tidak relevan diterapkan dalam kondisi saat ini. KH Ahmad Ishomuddin, ahli agama versi Ahok ini menjelaskan, surat Al Maidah 51 hanya bisa diterapkan pada kondisi peperangan.

Selain itu, menurut salah satu Dosen Fakultas Syari’ah IAIN Raden Intan Lampung itu, ayat-ayat Al Qur’an tidak boleh digunakan dalam politik kecuali terhadap 2 ayat, yaitu ayat “falyatanafasil mutanafisun” dan ayat “fastabiqul khayrat“.

(Baca juga: Gatot, Saksi Ahli Bahasa PH Ahok Malah Tegaskan Al Maidah 51 Alat Kebohongan)

Menanggapi itu, Nasrulloh Nasution, Koordinator Persidangan Tim Advokasi GNPF MUI yang hadir menyaksikan persidangan mengatakan bahwa keterangan Ahli Agama dari kubu Ahok ini sangat memprihatinkan.

“Pasalnya, sebagai orang yang mengaku ulama seharusnya Ahli berada di jalur yang benar dan taat pada seruan MUI sebagai representasi ulama di Indonesia,” kata Nasrulloh di Auditorium Kementan, Ragunan, Jakarta, Selasa (21/3/2017).

Menurutnya, pernyataan KH Ahmad Ishomuddin adalah sebuah bentuk sikap tegas Ahli bahwa Surah Al Maidah 51 sudah tidak relevan lagi dengan kondisi saat ini.

Terlebih, kata Nasrullah, ahli menafsirkan kata awliya dalam Surah Al Maidah 51 sebagai teman setia, berbeda dengan tafsiran Ahli Agama yang telah diperiksa sebelumnya yang menafsirkan awliya sebagai pemimpin.

Berseberangan dengan ulama-ulama lainnya yang mendukung sikap dan pandangan keagamaan MUI, ulama yang mengaku masih menjabat Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI ini dinilai Nasrulloh juga telah menyebut sikap dan pandangan keagamaan MUI sebagai pemicu membesarnya kegaduhan.

“Pernyataan dia (ahli) yang menyebut sikap dan pandangan keagamaan MUI sebagai pemicu sama saja mengartikan sikap dan pandangan keagamaan MUI sebagai sumber kegaduhan, gak benar itu, justru sikap dan keagamaan MUI itu untuk meredakkan kegaduhan yang dibuat Ahok dan menjaga keutuhan NKRI,” pungkasnya.

Reporter: HA

Bakomubin dan Kemenhan Akan Adakan Pelatihan Mubaligh Bela Negara

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Rapat Kerja Dewan Pimpinan Pusat Badan Koordinasi Mubaligh Indonesia (Bakomubin) di Asrama Haji Pondok Gede resmi ditutup, Selasa (21/3/2017). Rapat yang berlangsung sejak 19 Maret ini dilaksanakan dalam rangka konsolidasi kepengurusan dan penajaman visi dan misi program DPP Bakomubin selama satu periode.

Dalam sambuatannya, Ketua DPP Bakomubin, Prof. Deddy Ismatullah mengatakan, pentingnya semangat berjamaah dalam menjalankan roda organisasi.

“Di Bakomubin kita harus melepas baju organisasi kita, semua bergabung di wadah Bakomubin, baik itu NU, Muhammadiyah, Persis, Al Washliyah, Al Irsyad, Mathlaul Anwar dan sebagainya, bersatu dan bersinergi untuk memajukan ummat, bangsa dan negara,” ujarnya, Selasa (21/3/2017).

Dalam raker, dihasilkan beberapa program unggulan di antaranya program pelatihan Muballigh Bela Negara untuk 500 Muballigh se-Indonesia. Dalam mewujudkan program tersebut, Bakomubin bekerjasama dengan MPR RI dan Kementrian Pertahanan.

“Bakomubin akan melakukan pelatihan bagi 500 mubaligh dalam program pelatihan Mubaligh Bela Negara yang bekerja sama dengan MPR RI dan Kementerian Pertahanan. Program ini akan mulai dilaksanakan di akhir April,” jelas Deddy.

Program unggulan lain adalah Halal Watch, Mubaligh Peduli bencana, aplikasi dakwah online, pembentukan lembaga Hukum Bakomubin serta kerjasama dengan TV dan radio.

Dalam raker hadir pula Habib Ali Bin Abdurrahman Assegaf, pimpinan Majelis Al Afaf, Tebet Jakarta Selatan yang juga merupakan anggota Muhtasyar DPP Bakomubin dan Doddy Imron Cholid, MS dari Kementerian BPN yang menjadi pembicara dengan tema reformasi Agraria.

Reporter: Riyanto/Pers Rilis

Sambut Milad ke 55, IMM Kabupaten Tasikmalaya Adakan Baksos

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya mengadakan serangkaian kegiatan dalam rangka milad IMM ke 53 pada hari Sabtu (18/3/2017). Kegiatan bertajuk ‘Bersama Masyarakat Mewujudkan Kabupaten Tasikmalaya Berdaulat’ itu diadakan di Kampung Rawa Kalieung, Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari, yang merupakan daerah awal mula berkembangnya Muhammadiyah di kabupaten Tasikmalaya.

Milad IMM ke-53 adalah ajang refleksi berjamaah bagi seluruh kader IMM agar menjadi manusia yang lebih bermanfaat lagi bagi sesama dan lingkungannya. Kegiatan dimulai dengan sosialisasi bahaya narkoba dan kenakalan remaja. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis yang diikuti oleh ratusan masyarakat sebagai upaya implementasi dari bergunanya kader ikatan bagi masyarakat dan lingkungan. Sore harinya, kegiatan bertambah khidmat dengan diadakannya pembagian santunan bagi anak yatim.

“Tentunya dalam rangka tasyakur binikmat, IMM berbagi pengetahuan tentang bahaya narkoba dan kenakalan remaja dilanjutkan dengan pengobatan gratis dan disore hari ditutup dengan santunan anak yatim beserta saling mendoakan dan mencoba memuliakan anak yatim dengan santunan yang terkumpul meskipun tidak seberapa,” terang Deni Safrudin ketua umum PC IMM Kabupaten Tasikmalaya.

Malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan pasamoan budaya yang dihadiri oleh ratusan masyarakat kampung setempat dan diisi oleh ketua PC NU Kab. Tasikmalaya Bapak Atam Rustam, PD Muhammadiyah Kab. Tasikmalaya ayahanda Yusep Rafiqi S.Ag, MM dan budayawan Amang S hidayat, yang dimoderatori oleh kakanda Zaky Nugraha (DPD IMM JABAR).

“Tema Milad kali ini adalah Bersama Masyarakat mewujudkan Kabupaten Tasikmalaya Berdaulat, dengan harapan setelah berkegiatan seharian penuh dapat menghasilkan formulasi yang kongkret untuk memecahkan permasalahan di masyarakat,” terang Deni Safrudin yang juga Alumni PK IMM Universitas Siliwangi.

Kegiatan ditutup dengan ungkapan harapan untuk IMM Kabupaten Tasikmalaya dari para tokoh.

“IMM harus bisa terus bersama masyarakat dan budaya membangun kabupaten Tasikmalaya,” ujar budayawan Amang S Hidayat.

“IMM harus bisa menjaga keberagaman yang ada dikabupaten tasikamalaya,” kata Ketua PCNU Kab.Tasik Bapak Atam Rustam.

“Tetaplah berjuang menjadi penerus pengerak dan penyempurna Amal Usaha Muhammadiyah,” ungkap ketua PC Muhammadiyah Singaparna.

Kegiatan kali ini berjalan dengan sangat sukses, dan ditutup dengan wejangan dari ketua umum PC IMM kabupaten Tasikmalaya kepada para kader baik di cabang ataupun di komisariat.

“Ikatan lebih membumi lagi, berbaur dengan masyarakat, sehingga keberadaannya bisa dirasakan oleh masyarakat di semua lapisan terutama di lapisan bawah. Karena IMM ada untuk melakukan perubahan ke arah lebih baik. Kemudian harapan saya IMM bisa melahirkan kader-kader yang loyal dan militan terhadap ikatan, karena harus kita yakini ikatan ini ladang untuk kita beramal sholeh di dunia dan untuk bekal di akhirat,” tutup Deni Safrudin.

Kiriman: Hilma Fanniar Rohman (PC IMM Kabupaten Tasikmalaya)