Ratusan Pengungsi Tewas dalam Operasi Pembantaian AS di Raqqa

RAQQA (jurnalislam.com) – Operasi “pembantaian senyap Raqqa (Raqqa’s silent slaughter)” mengungkapkan pasukan AS pada Rabu pagi (22/03/2017) melakukan pendaratan pesawat di Abu Hurairah, di desa Tabqa, di Barat provinsi Raqqa, mengakibatkan terpotongnya jalan internasional Aleppo – Raqqa yang menghubungkan desa Raqqa dan pedesaan Aleppo Timur, sebagai upaya memperketat pengepungan kota Tabqa, yang dikendalikan oleh kelompok Islamic State (IS), ElDorar AlShamia melaporkan Kamis (23/03/2017).

Operasi ini termasuk mengirim sekitar 500 pasukan khusus AS dan milisi Demokrat Suriah “SDF” di samping sejumlah kendaraan lapis baja. Mereka mengambil kendali desa Abu Hurairah, Krin dan Mushirfiah, kemudian mendorong tank dan kendaraan militer berat saat mereka menguasai jembatan yang menghubungkan kawasan yang dikendalikan oleh SDF baru-baru ini dengan daerah yang telah lama dikendalikan.

Serangan udara koalisi pimpinan AS menargetkan pedesaan Tabqa dengan lebih dari 25 serangan udara, menewaskan 20 warga sipil dan menghancurkan satu-satunya oven otomatis di kota, serta sekolah Maysaloon dan rumah sakit lapangan. Serangan udara juga menargetkan lingkungan perumahan warga membalas tembakan meriam oleh IS ke desa Ja’abar dan Swidiah di sekitar Tabqa.

Pesawat koalisi Internasional membom sekolah kemarin di kota Mansoura di pedesaan barat Provinsi Raqqa, yang dihuni oleh 300 orang pengungsi dari provinsi lain, dan menyebabkan kehancuran total serta terbunuhnya lebih dari 100 pengungsi.

Standarisasi Khatib, IKADI: Jangan Sampai Materi Jihad Dilarang

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wacana standarisasi khatib yang digagas Menteri Agama (Menag) kembali mencuat. Menanggapi itu, Ketua Ikatan Da’i Indonesia (Ikadi) Ahmad Satori Ismail mengaku tak mempermasalahkannya dengan syarat aturan tersebut hanya mengatur hal yang umum dan global.

“Yang tidak boleh disampaikan, misalnya menunjukkan unsur SARA, khilafiyah, atau politik praktis. Khawatirnya membuat gaduh,” ujar Satori dilansir Republika online, Kamis (23/3/2017).

Satori mengaku hingga kini belum belum mengikuti pertemuan-pertemuan yang secara khusus membahas hal ini bersama Menag. Menurutnya dua bulan yang lalu, ia pernah mendapat undangan untuk pertemuan, namun tiba-tiba dibatalkan.

Satori beranggapan tokoh-tokoh ulama tentunya banyak yang tidak setuju sengan standardisasi seperti ini. Tapi, kalau tujuannya berkaitan dengan kualitas seorang ustaz, kiai, itu baik juga buat kerbelangsungan ummat.

“Tapi kalau misalkan sudah sampai melarang menyampaikan masalah jihad. Itu tidak boleh, jihad itu di perintahkan Al Quran,” tegas Satori.

Satori mengingatkan, jihad yang dimaksud dalam al-Qur’an itu banyak macamnya. Jihad harta, jihad taklim, atau misal jihad lainnya. Belajar, bekerja, dengan sungguh-sungguh itu termasuk jihad.

Sumber: Republika

Edukasi Konten Positif, Ditjen Bimas Islam Kemenag Gelar Coaching Video Pendek

BOGOR (Jurnalislam.com) – Zaman berubah. Teknologi komunikasi berkembang pesat, melampaui prediksi. Siapapun kini bisa menjadi penyampai kabar, dalam beragam format (audio, visual, digital) untuk kemudian didistribusikan melalui saluran-saluran yang ada. Salah satu yang populer kini, media sosial. Film-film pendek tematik berdurasi 30 detik – 2 menit bertebaran. Membetot perhatian penduduk internet alias Netizen, yang mayoritas dihuni oleh segmen usia muda. Mereka yang sejak muncul ke alam dunia, sudah dihadapkan pada atmosfir digital di sekelilingnya.

Muncul istilah “Content is King”. Konten adalah raja. Di tengah arus deras informasi, yang rentan terpapar konten negatif, bagaimana mengemas pesan kebaikan agar menjadi menarik bagi khalayak sasaran?

Inilah kemudian yang menjadi urgensi perhelatan “Coaching Pembuatan Video Pendek” yang digelar Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag Republik Indonesia, Rabu-Jumat 22-24 Maret 2017.

Dihelat di The Highland Resort, Bogor, hadir dalam gelaran yang dibuka Kabag Humas, Data, dan Sistem Informasi Ditjen Bimas Islam Kemenag, H. Alatief, MM tersebut 66 partisipan dari Organisasi Massa Islam, Media Islam dan beberapa elemen umat Islam lainnya. Media Islam dan asosiasi jurnalis muslim yang hadir mengutus perwakilannya antara lain: tabloid Alhikmah, Salam-Online.com, Panjimas.com, Hidayatullah.com, Alhikmah.co, NU Online, TV Muhammadiyah, TV MUI, Suara-Islam.Com, Jurnalis Islam Bersatu (JITU) dan beberapa lainnya.

Selama 3 hari 2 malam, partisipan akan mendapat Coaching dari nara sumber Tim Film Maker Muslim, dan pembekalan program dari Dirjen Bimas Islam Prof. Dr. H. Abdul Djamil, MA., Sekretaris Ditjen Bimas Islam Prof. Dr. H. Muhammadiyah Amien, M.Ag, dan Kabiro Humas, Data dan Informasi Kemenag H. Masduki.

Rangkaian acara juga diisi dengan praktik lapangan pembuatan video pendek tematik, seputar isu keislaman, semisal: Akibat Berita Hoax, Tips Menghindari Aliran Sesat, Memakmurkan Masjid, Membina Keluarga Sakinah, dan ragam tema lainnya.

Reporter: Habe | INA

Masjid Berumur 600 Tahun Era Ottoman di Yunani Terbakar

YUNANI (Jurnalislam.com) – Sebuah Masjid era Ottoman bersejarah di Yunani utara yang sedang menjalani renovasi karena rusak parah akibat sebuah kebakaran pagi pada hari Rabu (22/03/2017), menurut media lokal, lansir World Bulletin.

Penyebab kebakaran di Masjid Sultan Bayezid yang sebagian besar terbuat dari kayu di kota Didymoteicho tersebut masih belum diketahui.

Namun, kantor berita Yunani ANA-MPA melaporkan kemungkinan kebakaran terjadi karena kesalahan listrik. Pejabat Departemen Kebudayaan Maria Andreadaki-Vlazaki diharapkan untuk mengunjungi situs nanti pada hari Rabu.

Atap kayu Masjid, yang merupakan fitur arsitektur khusus, benar-benar hancur, ANA-MPA menambahkan.

Pembangunan Masjid Sultan Bayezid, juga dikenal sebagai masjid Sultan Celebi Mehmet, dimulai tahun 1389 dan selesai pada 1420, selama era awal-Ottoman.

Pada tahun 2010 pemerintah Yunani memutuskan untuk memugar Masjid; pekerjaan itu akan selesai tahun ini.

Masjid telah ditutup sebagai tempat beribadah.

Hamas: Kami Bersumpah akan Lakukan Perlawanan untuk Akhiri Penjajahan Israel

GAZA (Jurnalislam.com) – Pemimpin senior Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) Ismail Haniyeh bersumpah melakukan perlawanan untuk mengakhiri pendudukan Israel selama puluhan tahun di atas tanah Palestina, lansir Anadolu Agency, Rabu (22/03/2017).

“Perlawanan adalah pilihan strategis kami demi mencapai aspirasi rakyat untuk kebebasan,” kata Haniyeh selama kunjungan pada hari Rabu ke rumah pendiri Hamas Syeikh Ahmed Yassin di Kota Gaza untuk menandai tahun ke-13 kematiannya.

Syeikh Yassin tewas dalam serangan udara Israel pada tahun 2004 saat pemimpin yang menggunakan kursi roda itu sedang berada dalam perjalanan ke sebuah masjid di timur Jalur Gaza untuk melakukan shalat subuh.

Haniyeh mengatakan perlawanan Palestina “tidak dapat dipecahkan”.

“Resistensi telah bertahan dalam tiga perang melawan Israel di Jalur Gaza,” katanya.

“Akumulasi kekuatan di Gaza tidak dimaksudkan untuk hanya mempertahankan Jalur Gaza, tapi juga untuk mempertahankan Yerusalem dan Masjid Al-Aqsha.”

Bagi umat Islam, Al Aqsha merupakan tempat suci ketiga di dunia. Yahudi mengklaim daerah tersebut sebagai “Temple Mount,” situs dua candi Yahudi di zaman kuno.

Haniyeh menegaskan bahwa kelompoknya tidak akan meninggalkan Palestina “satu inci” pun.

“Gaza adalah bagian dari Palestina dan tidak akan ada negara Palestina tanpa Gaza dan tidak akan ada negara tanpa seluruh Palestina.”

Sementara itu, Haniyeh menyerukan mengakhiri keretakan antar-Palestina dan mencapai rekonsiliasi nasional.

“Kami sedang mencari cara untuk mencapai rekonsiliasi, mengakhiri keretakan, membangun sistem politik yang terpadu dan menyusun program nasional,” katanya.

Pada bulan April 2014, Hamas dan Fatah, yaitu kelompok Presiden Mahmoud Abbas, menandatangani perjanjian rekonsiliasi menyerukan pembentukan pemerintah persatuan Palestina yang bertugas mengawasi pemilihan legislatif dan presiden Palestina.

Meskipun pemerintah persatuan diresmikan dua bulan kemudian, ia belum mengambil peran mengatur Jalur Gaza yang dikuasai Hamas.

Pasukan Irak Rebut Kembali Dua Desa di Mosul Barat

BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Tentara Irak pada hari Rabu (22/03/2017) mengumumkan merebut kembali dua desa lain di Mosul barat dari kelompok Islamic State (IS), Anadolu Agency melaporkan.

“Divisi Lapis Baja Tentara Ke-9 telah membebaskan desa Al-Yasin dan Arihla di utara kabupaten Badush [Mosul barat],” Staf Letnan Jenderal Abdul Amir Yarallah, komandan operasi Mosul yang sedang berlangsung, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Menurut Letnan Angkatan Darat Samir, sedikitnya 12 pasukan IS terbunuh dalam operasi itu.

Pasukan dari Divisi ke-9, Dawood mengatakan kepada Anadolu Agency, ” merebut kembali dua desa setelah mengepung mereka selama beberapa jam dengan dukungan koalisi udara yang dipimpin AS, yang menyerang empat target IS.”

4 Orang Tewas dalam Serangan Brutal di Dekat Parlemen Inggris

LONDON (Jurnalislam.com) – Empat orang tewas dan sedikitnya 20 terluka di London pada hari Rabu (22/03/2017), setelah mobil menabrak para pejalan kaki dan seorang penyerang melakukan penusukan dengan pisau sebelum ditembak mati di lokasi dekat parlemen Inggris, Aljazeera melaporkan.

Komisaris Polisi Metropolitan London Mark Rowley mengatakan kepada wartawan “penyelidikan kontra-terorisme penuh” sedang berlangsung.

Dia mengatakan kekerasan dimulai ketika mobil itu melaju di Westminster Bridge, menabrak dan melukai sejumlah warga sipil dan tiga petugas polisi dalam perjalanan mereka kembali dari upacara pujian.

Mobil kemudian berhenti dekat gedung parlemen di mana sedikitnya satu orang bersenjatakan pisau melanjutkan serangan dan mencoba untuk memasuki gedung.

Banyak orang tergeletak di tanah – beberapa menderita pendarahan berat dan tampaknya tidak sadar – di Westminster Bridge dekat parlemen Inggris.

Beberapa luka yang diderita oleh para korban digambarkan sebagai “bencana”. Seorang wanita ditarik keluar hidup-hidup dari Sungai Thames dengan luka serius oleh otoritas pelabuhan.

Perdana Menteri Theresa May mengutuk serangan itu sebagai “gila dan brutal”.

“Lokasi serangan ini bukanlah kebetulan,” katanya dalam sebuah pernyataan di luar kantor Downing Street di sore hari.

“Pelaku memilih untuk menyerang di jantung ibu kota kami, di mana orang-orang dari semua bangsa, agama dan budaya datang bersama-sama untuk merayakan nilai-nilai kebebasan, demokrasi dan kebebasan berbicara,” lanjutnya.

Saksi awalnya melaporkan beberapa serangan di dekat parlemen.

“Kami melihat sebuah kendaraan hitam dengan kecepatan penuh dan menabrak sejumlah orang. Saya bisa melihat orang-orang terlempar di sekitar lokasi,” turis Babi Nagy mengatakan kepada Al Jazeera. “Kami segera berpikir bahwa ini adalah serangan teroris.”

Politisi Polandia dan wartawan Radoslaw Sikorski memposting video jembatan setelah kejadian di Twitter, menunjukkan beberapa orang yang terluka tergeletak di tanah.

Saksi lain mengatakan ia melihat korban tersebar di sepanjang jalan.

“Saat aku sedang berjalan menaiki tangga, ada seorang pria yang jatuh dan petugas medis sedang merawatnya. Ada seorang wanita yang juga ditusuk atau ditembak. Ada banyak darah,” Martin Pearce, gemetar, mengatakan kepada Al Jazeera di tempat kejadian.

Analis keamanan Afzal Ashraf mengatakan masyarakat dan pemerintah sekarang perlu ekstra waspada.

“Jenis serangan tersebut merupakan tindakan menyerang. Mereka menginginkan publisitas. Potensi ancaman sangat besar,” kata Afzal.

Serangan besar terakhir mengguncang London pada Juli 2005, ketika serangkaian ledakan bom yang terkoordinasi menargetkan sistem transportasi umum selama jam sibuk. Pemboman menewaskan 52 orang dan melukai lebih dari 700 lainnya.

Hayat Tahrir al Sham dan Oposisi Lancarkan Serangan Besar pada Posisi Rezim Assad di Hama

HAMA (Jurnalislam.com) – Faksi jihad Suriah melancarkan operasi militer besar-besaran di desa-desa Hama utara menggempur posisi pasukan rezim Syiah Assad pada Selasa malam (21/03/2017). Para pejuang mampu membuat kemajuan yang cepat dan mengontrol beberapa kota dan titik strategis setelah 12 jam pertempuran.

Koresponden ElDorar, Rabu (22/03/2017), menegaskan bahwa faksi-faksi yang beroperasi di dua pertempuran “Qul Emalo & Fi Sabil Allah Namdi” adalah; Hayat Tahrir al-Sham (HTS), Jaysh al-Ezza, Jaysh al-Naser dan Abnaa ‘al-Sham mengambil alih kota Soran, Khattab, Rahba Khattab dan Ma’ardis berikut tank tempur dan gudang militer milik rezim.

Setelah serangan diluncurkan di jembatan Soran, faksi berhasil memblok jalan antara kota Mahradah dan Hama utara selain merebut kontrol beberapa wilayah Al-Shir dan Al-Safouh di Rabu pagi.

Hayat Tahrir al Sham dan Oposisi Kembali Serang Ibukota Suriah

Jaysh al-Naser mengumumkan penghancuran dua pesawat tempur rezim di awal serangan dalam pangkalan udara militer Hama setelah menargetkan daerah dengan lebih dari 40 roket Grad, sementara Jaysh al-Ezza merebut tank T-72 dan sejumlah besar amunisi.

Operasi militer dari faksi revolusioner di desa-desa utara Hama bertepatan dengan serangan lanjutan pada posisi pasukan rezim Syiah Nushairiyah Assad di pinggir ibukota Suriah, serta pintu masuk Damaskus dekat Abbasiyah Square.

HTS: Peta Pergerakan Mujahidin di Hama
HTS: Peta Pergerakan Mujahidin di Hama

Kejanggalan Kasus Teroris: Dari Siyono Sampai Bom Bali

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Hampir setiap kasus bom teroris dinilai Direktur Pusat Studi Islam dan Pancasila Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ma’mun Murod Al-Barbasy menyisakan kejanggalan yang selalu berulang. Hal itu kerap mengundang kritik dan tanda tanya publik yang berakibat muncul gugatan publik.

Ma’mun menjelaskan, gugatan publik sebenarnya sudah mulai terasa sesaat munculnya kasus Siyono yang meninggal secara tidak wajar di tangan Densus 88. Kasus Siyono mendapat perhatian dan gugatan banyak pihak karena terjadi kejanggalan.

PP Muhammadiyah misalnya, sampai harus menurunkan Tim Forensik untuk mengusut kematian guru TPQ ini. “Hasilnya, kematian Siyono diyakini tidak wajar,” terang Ma’mun saat Diskusi Publik tentang Deradikalisasi Paham Keagamaan di Indonesia, UMJ, Jakarta, Rabu (22/3/2017) sebagaimana dikutip republika.

(Baca juga: Ayah Siyono Sebut Keadilan Bukan untuk Kaum Kecil)

Ia menerangkan, ditemukan banyak tanda kekerasan di tubuh Siyono, dari kepala hingga kakinya. Tim Forensik tidak menemukan adanya perlawanan dari Siyono seperti klaim pemeriksaan Densus 88. Pada tubuh ayah 5 anak ini juga dipastikan tidak ditemukan adanya luka akibat tindakan defensif atau pemberontakan.

Dijelaskan dia, selain itu, kasus bom ricecookerjuga mendapat gugatan masyarakat. Bahkan, sampai ada yang menyebutnya sebagai rekayasa. Seperti pada kasus-kasus bom teroris sebelumnya, kasus bom ricecooker juga menyisakan kejanggalan yang memancing nalar publik untuk menggugatnya.

“Dalam kasus bom ricecooker misalnya, konon bom ini dibawa langsung dari Solo sudah dalam keadaan rakitan dan mampir dulu di Bekasi. Ini saja sudah merupakan kejanggalan tersendiri,” jelasnya.

(Baca juga: Setahun Kasus Siyono dan Tekad Suratmi Mencari Keadilan)

Menurutnya,.jarak tempuh Solo-Bekasi cukup jauh. Kalau bom tersebut dibawa melalui pesawat terbang tentu tidak mungkin, sebab akan ketahuan. Sementara, jika bom dibawa melalui jalan darat, kata dia, maka harus menempuh perjalanan sekurang-kurangnya selama 12 jam.

Ia mengungkapkan, apakah tidak akan membahayakan kondisi bom yang sudah dalam posisi rakitan jika dibawa melalui jalan darat. Selain itu, melihat tampilan orang yang diduga akan meledakkan Istana Negara juga tidak cukup meyakinkan. “Tentu semakin menambah kejanggalan bahwa bom ricecooker murni kerjaan teroris tanpa rekayasa,” katanya.

Lebih dari itu, dikatakan juga oleh Densus 88 bahwa daya ledak bom ricecooker melebihi TNT. Hal ini semakin menambah kejanggalan karena di Indonesia yang memproduksi peledak jenis TNT hanya Pindad. Apakah kepolisian berani menuduh Pindad berada di belakang bom riceooker.

Menurutnya, pasti polisi akan menolaknya sebagaimana ketika menolak pandangan banyak pihak dalam kasus Bom Bali. Dengan berbagai alat bukti dan data-data pendukung lainnya, ada yang berkeyakinan bahwa ada kekuatan asing yang terlibat dalam kasus Bom Bali dengan mengorbankan Amrozi dan kawan-kawannya.

Sebaliknya, lanjutnya, kepolisian tetap bersikeras dengan kronologi yang dibuatnya, bahwa Bom Bali dibuat dan dirakit secara tradisional oleh Amrozi dan kawan-kawannya dengan bahan baku bom yang dibeli dari Surabaya.

“Sebuah kronologi yang sulit dinalar. Bagaimana mungkin bom yang meledak begitu dahsyat bahkan banyak pihak menduga sebagai jenis bom C4 atau SDAM yang hanya dibuat di negara-negara yang sangat terbatas,” pungkas Ma’mun.

Sumber: Republika Online

Hayat Tahrir al Sham dan Oposisi Kembali Serang Ibukota Suriah

DAMASKUS (Jurnalislam.com) – Faksi-faksi Jihad dan Oposisi Suriah kembali menyerbu area yang dikuasai rezim Nushairiyah Assad di timur laut Damaskus untuk kedua kalinya dalam tiga hari terakhir, sumber di kedua belah pihak mengatakan, dalam serangan paling berani di ibukota Suriah dalam beberapa tahun yang dilancarkan oleh jihadis dan pejuang oposisi, Aljazeera melaporkan, Selasa (21/03/2017).

Juru bicara salah satu kelompok oposisi utama yang terlibat dalam serangan itu mengatakan serangan baru dimulai pada 0300 GMT, menargetkan area yang telah mereka rebut sebelumnya dari kontrol pasukan rezim pada hari Ahad sebelum dipaksa mundur.

“Kami meluncurkan serangan baru dan kami mengembalikan semua titik yang kami tinggalkan hari Senin. Kami mengendalikan garasi Abassiyin dan mulai menyerbunya,” Wael Alwan, juru bicara kelompok oposisi bersenjata Failaq al-Rahman, mengatakan kepada Reuters.

Failaq al-Rahman cabang dari Tentara Pembebasan Suriah (FSA) berjuang bersama koalisi mujahidin Suriah yang tergabung dalam Hayat Tahrir al Sham (HTS).

Sebuah sumber militer Suriah mengatakan bahwa para pejuang oposisi dan jihadis telah memasuki daerah tersebut, meledakkan bom mobil pada awal serangan. Sumber itu mengatakan kelompok oposisi dan jihadis yang telah memasuki daerah itu dan terlibat dalam pertempuran sengit”.

Inilah Rincian Serangan Hayat Tahrir al Sham dan Ahrar al Sham di Damaskus

Para pejuang juga melancarkan serangan dari kubu Timur Ghouta di sebelah timur ibukota.

Pasukan rezim Assad telah meningkatkan operasi militer terhadap Timur Ghouta dalam beberapa pekan terakhir, berusaha memperketat penjagaan di sana. Serangan faksi perlawanan sebagian bertujuan untuk menghantam pertahanan rezim disana.

Pertempuran difokuskan di sekitar area Abassiyin di timur laut distrik Jobar, sekitar 2 km sebelah timur dari tembok Kota Tua, di persimpangan jalan utama yang menuju ke ibukota.

Monitor melaporkan ledakan besar saat fajar diikuti oleh bentrokan sengit, penembakan dan serangan udara rezim terhadap posisi pejuang Suriahi.