Kini Rusia Manfaatkan Pakistan untuk Ambil Alih Peran AS

KARACHI (Jurnalislam.com) – Adanya kepentingan strategis yang sama, keberpihakan wilayah dan keinginan mengurangi peran AS di Timur Tengah adalah faktor utama di balik kerja sama militer yang tumbuh antara Pakistan dan Rusia, menurut analis Pakistan.

Ikram Sehgal, ahli pertahanan dan keamanan yang berbasis di Karachi, mengatakan, sebelumya kedua Negara itu bermusuhan dan saling bertempur melalui proxy di negara tetangga Afghanistan pada 1980-an, namun menemukan “banyak kepentingan bersama” untuk meningkatkan hubungan pertahanan mereka dalam beberapa tahun terakhir.

“Upaya Moskow menumbuhkan kerjasama pertahanan dan ekonomi dengan Islamabad merupakan bagian dari agenda yang lebih besar di Timur Tengah, di saat AS mengurangi pengaruhnya, Rusia merebut peluang,” Sehgal, yang juga editor Journal Pertahanan Pakistan, mengatakan kepada Anadolu Agency, Sabtu (1/4/2017).

Menurut analis, Moskow secara tradisional hanya mengandalkan pada Suriah dan Mesir untuk berperan di Timur Tengah; Namun, akhir-akhir ini moskow mengurangi ketergantungannya pada dua sekutu lama itu, dan terfokus membuat keselarasan regional baru yang melibatkan Turki, Iran, Pakistan, China bahkan hingga Afghanistan.

“Pemerintah AS yang baru terlihat tidak tertarik dalam menghidupkan kembali perannya yang berkurang di Timur Tengah dan Asia, dan Moskow melihatnya sebagai kesempatan untuk memimpin,” tambah Sehgal.

Mengacu pada konferensi multi-bangsa mendatang tentang Afghanistan di Moskow pada tanggal 14 April, ia berkata: “AS telah menolak untuk menghadiri konferensi yang akan datang, yang menurut pendapat saya, adalah bukan keputusan yang bijaksana karena semua pemain utama dalam negara yang dilanda perang tersebut, termasuk Pakistan, Rusia, Turki, Cina, dan pemerintah Afghanistan ikut ambil bagian.”

Analis juga mengatakan tuduhan AS dan NATO baru-baru ini kepada Rusia dan Pakistan yang diduga menyediakan senjata dan membiarkan Taliban Afghanistan bergerak sebagai kesamaan kepentingan lain di antara kedua belah pihak (Rusia dan Pakistan).

Dia juga mencatat bahwa Rusia tidak meninggalkan sekutu lamanya, India, yang dianggap Pakistan sebagai musuh.

Tapi saat Rusia terus menjadi mitra militer terbesar di India, tumbuhnya kemitraan pertahanan Moskow dengan Islamabad juga mengejutkan New Delhi.

Pakistan akan menerima empat helikopter serang Mi-35 dari Rusia senilai $ 153 juta pada 2017.

Kedua negara juga mengadakan latihan bersama militer pertama mereka di Pakistan pada Oktober 2016 meskipun India pemesanan, yang dipandang sebagai refleksi lain dari hubungan yang berkembang antara militer kedua negara.

Latihan gabungan adalah bagian dari perjanjian kerja sama pertahanan yang ditandatangani pada bulan November 2014 untuk mempromosikan keamanan internasional; intensifikasi upaya kontraterorisme dan kegiatan pengawasan senjata; serta memperkuat kerjasama di berbagai bidang militer.

Analis juga melihat kepentingan umum dua negara di Afghanistan yang dilanda perang tersebut menjadi latar belakang meningkatnya kemitraan mereka.

Jenderal (pensiunan) Talat Masood, seorang ahli pertahanan berbasis Islamabad, mengatakan kepada Anadolu Agency:

“Perdamaian di Afghanistan adalah sesuatu yang sama pentingnya bagi kedua negara. Sayangnya, Moskow di masa lalu telah memainkan peran negatif, tapi sekarang, saya percaya mereka memainkan peran positif vis-a-vis di Afghanistan, dimana Pakistan adalah common denominator (sekutunya).”

Perkembangan terakhir di wilayah ini, khususnya hubungan pertahanan yang meningkat antara AS dan India juga memaksa Pakistan untuk mencari pilihan baru, kata Masood.

“Beberapa perkembangan terakhir telah memaksa Moskow dan Islamabad untuk saling mengandalkan. Pakistan telah menemukan Rusia sebagai pilihan lain bersama dengan China untuk melawan tumbuhnya kemitraan pertahanan India dengan AS.”

“Sementara, Rusia juga tahu fakta bahwa kerjasama dengan Pakistan adalah suatu keharusan bagi yang upaya keamanan [Rusia] di Afghanistan,” katanya

Tekan Angka Pekat, FUI Bima Sweeping Kos-kosan

BIMA (Jurnalislam.com) – Forum Umat Islam (FUI) Bima menggeruduk kos-kosan yang diduga banyak kemaksiatan. Aksi amar ma’ruf nahi munkar (amanar) ini dilakukan untuk menekan angka kemaksiatan yang menjadi salah satu sumber terjadinya bencana.

“Mengigat banyaknya bencana dan musibah akhir-akhir ini yang melanda Bima dan sekitarnya, baik itu banjir dan gempa bumi. Maka kami merasa terpanggil dan berkewajiban untuk saling mengingatkan antar sesama,” terang Ustadz Asikin, ketua FUI Bima kepada jurniscom disela-sela aksi, Sabtu (1/4/2017).

Asikin menjelaskan, aksi yang dilakukan di lingkungan Mande, Bima ini penting dilakukan. Sebab, menerangkan akibat kemaksiatan dapat menjadi pencegah muda-mudi ini mengundang murka-Nya.

“Kami datang kesini untuk memberikan pencerahan dalam bentuk amanar, saling mengingatkan, bahwa salah satu faktor terjadinya musibah adalah karena ulah dari manusia sendiri,” papar dia.

(Baca juga: Perkuat Mental dan Motivasi, FUI Bima Sambangi Korban Banjir Bima)

Bencana yang hari ini selalu datang dan membayangi kita, kata dia, itu datang bukan semata-mata karena faktor alam, tetapi karena banyaknya dan semakin tingginya angka kemaksiatan yang kita.

Maka itu, kedepa FUI Bima akan terus melakukan aksi pemberantasan penyakit masyarakat (pekat) ini. Bersama pemerintah dan aparat terkait, menyadarkan masyarakat menjauhi pekat

Sementara itu, Muhammad selaku ketua RW 1 menyatakan, pihaknya sangat berterima kasih dan bersyukur dengan adanya aksi pencegahan pekat ini.

“Mudah-mudahan untuk kedepannya aksi seperti ini tetap diadakan serta rutin dilakukan mengingat rentannya angka kemaksiatan yang dilakukan oleh masyarakat lebih khususnya di tempat kost-kosan,” ungkapnya bahagia.

(Baca juga: Harist Abu Ulya: Gerakan Umat Islam Tak Lagi Bergantung pada Figur)

Pada kesempatan itu FUI Bima di dampingi langsung oleh ketua RT, RW serta Babinkamtibmas Kelurahan Mande dengan berjalan mengelilingi kos-kosan yang ada di lingkungan Mande.

Reporter: Rusdin

Hampir 1.800 Pejuang dan Warga Sipil al Waer Ngungsi ke Benteng Mujahidin di Idlib

SURIAH (Jurnalislam.com) – Hampir 1.800 pejuang oposisi dan warga sipil telah dikirim ke barat laut kota Idlib Suriah dari distrik Al-Waer di barat provinsi Homs di tengah berulangnya pelanggaran gencatan senjata oleh rezim Syiah Nushairiyah Assad dan sekutunya.

Kelompok pengungsi baru tersebut termasuk 358 perempuan dan 434 anak-anak, menurut seorang wartawan Anadolu Agency di daerah, Sabtu (1/4/2017).

Evakuasi ini dilakukan berdasarkan kesepakatan yang didukung Rusia antara oposisi Suriah dan rezim untuk memindahkan jihadis dan pejuang oposisi menuju benteng mujahidin di Idlib atau ke daerah lain yang dipegang pejuang-pejuang Suriah di dekat kota Aleppo.

Selama bertahun-tahun, distrik Al-Waer tetap berada di bawah pengepungan yang diberlakukan oleh rezim. Lebih dari 20.000 orang akan meninggalkan kabupaten berdasarkan kesepakatan pada 13 Maret.

Berdasarkan ketentuan perjanjian ini, sedikitnya 12.000 orang akan dipindahkan ke provinsi Aleppo; 6.200 menuju Idlib; dan 2.400 lainnya dipindahkan ke Homs.

Rezim dan pasukan Rusia dianggap bertanggung jawab untuk keselamatan mereka yang dievakuasi dari Waer. Sebuah kontingen militer Rusia juga akan dikerahkan di kabupaten untuk mengawasi pelaksanaan perjanjian.

Bulan Sabit Merah Turki dan lembaga bantuan Turki lainnya sementara ini akan bertanggung jawab untuk keselamatan pengungsi di Aleppo dan Idlib.

Sejak perang global di Suriah meletus pada 2011, lebih dari 470.000 orang telah tewas dan jutaan lainnya mengungsi.

Pusat Pelatihan Polisi Mesir Dibom, 16 Terluka

KAIRO (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 16 orang, termasuk 13 polisi, terluka dalam ledakan bom di dekat sebuah fasilitas pelatihan polisi di Delta Nil, sebelah utara ibukota Kairo, menurut pejabat.

Kementerian Dalam Negeri Mesir mengatakan pada hari Sabtu (1/4/2017) bahwa alat peledak tersebut tersembunyi di sepeda motor yang diparkir di dekat pusat pelatihan di kota Tanta, lansir Aljazeera.

Korban yang terluka dipindahkan ke rumah sakit terdekat setelah ledakan bersamaan dengan aparat keamanan menyisir tempat kejadian.

Dua korban berada dalam kondisi kritis, menurut kementerian kesehatan.

Sebuah kelompok baru yang menyebut dirinya Liwaa al-Thawra, atau Brigade Revolusi, mengaku bertanggung jawab atas pemboman dalam sebuah pernyataan yang diposting di media sosial.

“Sebuah pusat pelatihan untuk anggota polisi telah ditargetkan di provinsi Gharbia dengan perangkat yang sangat eksplosif … pejuang kami mundur dengan aman setelah menyelesaikan misi,” kata pernyataan kelompok itu tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Serangan juga terjadi di Kairo dan kota-kota lainnya.

 

Perkuat Mental dan Motivasi, FUI Bima Sambangi Korban Banjir Bima

BIMA (Jurnalislam.com) – Dalam rangka pendekatan dan penguatan mental para korban banjir Bima beberapa waktu lalu, Forum Umat Islam (FUI) Bima menyambangi ke perkampungan warga.

Ketua FUI Bima, Ustaz Asikin mengatakan, ini adalah langkah awal FUI dalam melakukan da’wah serta menghibur mereka yang terkena musibah. Agar, kata dia, mereka bisa bersabar dan tetap tegar dalam menghadapi cobaan ini.

“Ini adalah silaturahmi yang diagendakan oleh FUI Bima dengan tujuan membangkitkan kembali semangat warga pasca diterjang banjir bandang,” katanya kepada jurniscom dilokasi, Mande, Mpund, Kota Bima, Sabtu (1/4/2017).

Kisah Sirajuddin dan Raibnya Alat Jurnalistik pada Banjir Bandang Bima

Sementara itu, Ustaz Edwin selaku penceramah menyampaikan, kehidupan umat Islam di dunia ini tidak terlepas dari ujian hidup. Ia menilai, banjir bercampur lumpur pada Ahad (26/3/2017) ini salah satu bentuk ujian hidup untuk mengingatkan agar tidak lalai dalam beribadah.

“Banjir ini merupakan teguran dan nasehat bagi kita semua. Mungkin karena selama ini kita lalai dari mengikuti perintah dan menjauhi larangan Allah,” tutur Edwin memberikan semangat.

Untuk itu, ia mengimbau umat untuk senantiasa mengoreksi diri kita alias bermuhasabah. Dengan itu, ujian yang datang menimpa cepat berlalu dan umat selalu diberi kesabaran.

Reporter : Imam

Mengkritisi Sejarah April Mop

Jurnalislam.com – April Mop, dikenal dengan April Fools’ Day dalam bahasa Inggris, budaya Barat yang diperingati setiap tanggal 1 April setiap tahun. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa kata Mop merupakan istilah Belanda yang berarti lelucon. Pada hari itu, orang dianggap boleh berbohong atau memberi lelucon kepada orang lain tanpa dianggap bersalah. Hari ini ditandai dengan tipu-menipu dan lelucon lainnya terhadap keluarga, musuh, teman bahkan tetangga dengan tujuan mempermalukan orang-orang yang mudah ditipu.

April Mop versi Kristen Eropa

Para agamais di Eropa menilai asal muasal April Mop itu, karena 1 April itu sebenarnya adalah hari lahir dan juga hari kematian Yudas, sang pengkhianat Yesus. Yudas diidentikkan sebagai iblis sang raja bohong.

April Mop juga dihubungkan dengan kedatangan musim semi di zaman Romawi dan Celt yang dirayakan dengan sebuah festival kelakuan buruk. Sementara penyebutan pertama kali kata All Fool Day muncul di Eropa pada abad pertengahan.

Di Prancis, para penyuka tipuan lucu mengejek mereka yang masih menyelenggarakan kebiasaan lama, dengan menyebut nama Poisson d’Avril atau April Fish (ikan April), mungkin maksudnya adalah ikan kecil yang gampang tertangkap atau tertipu. Tetapi teori tersebut tidak bisa menjelaskan mengapa tradisi tipuan lucu itu menyebar ke negara lain di Eropa, yang tidak mengadopsi kalender Gregorian hingga saat ini.

April Mop di Perancis sudah dikenal sejak tahun 1582 pada masa pemerintahan Raja Charles IX. Masa itu, Paus Gregory XIII mengubah penanggalan kalender yang semula 1 tahun hanya terdiri dari 10 bulan menjadi 12 bulan seperti penanggalan kalender Masehi sekarang. Dengan demikian perayaan Tahun Baru, yang semula dirayakan mulai tanggal 25 Maret yang berlangsung selama seminggu hingga puncaknya pada 1 April, dimajukan ke tanggal 1 Januari. Namun sejumlah masyarakat tidak menyetujui perubahan ini dan mereka terus melanjutkan perayaan “Tahun Barunya” pada tanggal 1 April. Perilaku mereka ini ditertawakan oleh sejumlah masyarakat lainnya yang meledek mereka dengan cara memberikan lelucon undangan palsu yang beralamat palsu pula.

Di Skotlandia, julukan untuk April Fool dikenal sebagai Gowks, nama lain untuk burung tekukur. Asal mula tanda Tendang Aku juga bisa dilacak kembali ke pemantauan bangsa Skotlandia pada masa ini.

Spanyol merayakan April Mop pada tanggal 28 Desember yang disebut Dia de los Santos Inocentes artinya hari anak tak bersalah sampai pemerintahan Spanyol mengeluarkan undang-undang baru agar tanggal 28 Desember 1978 diundur sehari supaya tidak dijadikan bahan tertawan atau dianggap sebagai lelucon.

Di Inggris April Mop lebih dikenal dengan istilah April noddie sebutan buat orang-orang yang tertipu.

Seorang profesor dari Boston University, Joseph Boskin, punya versi sendiri tentang April Mop. Menurutnya, ide April Mop digagas oleh para pelawak Kerajaan Romawi pada masa pemerintahan Raja Constantin I di abad ketiga sampai keempat Sesudah Masehi. Konon pada suatu ketika, para pelawak kerajaan ini mengajukan petisi kepada Raja untuk mengizinkan mereka menjadi raja hanya untuk sehari saja. Tak disangka, Raja menyetujui petisi ini dan mengangkat salah satu pelawaknya yang bernama Jeter untuk menjadi Raja Sehari pada tanggal 1 April. Setelah naik tahta, Raja Jeter kemudian menetapkan tanggal 1 April sebagai hari kemustahilan. Maka sejak itulah, menurut Profesor Boskin, orang mulai mengenal April Mop.

Ada Teori lain yang dimuat di Washington Post mengatakan bahwa tradisi ini dimulai pada jaman Romawi Kuno. Saat itu ada perayaan kepada dewi Ceres, Dewi Panen. Konon putri sang Dewi diculik oleh Pluto, dewa dunia gaib. Ceres diceritakan mengikuti gema suara teriakan anaknya, hal yang mustahil, sebab gema sangat sulit dicari sumber asalnya. Sehingga Ceres dikatakan melaksanakan “a fools errand” atau tugas orang bodoh.

Sayangnya, berbagai macam versi sejarah April Mop menurut Barat di atas tidak bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah kevalidannya karena tidak ada satu pun sumber yang otentik yang menjelaskannya. Semuanya hanya bersumber kepada dongeng ala wa ala (katanya dan katanya).

April Mop versi Islam

Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam.

Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun mereka selalu gagal. Dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya mata-mata itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama-tama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya.

Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari daripada membaca Al-Qur’an. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, semuanya dihabisi dengan sadis.

Satu persatu daerah di Spanyol jatuh, Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen terus mengejar mereka. Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. “Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol, setelah ini maka kami tidak lagi memberikan jaminan!” demikian bujuk tentara Salib.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.

Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang-barang keperluannya beriringan jalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentara Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentara Salib itu membakari rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang tentara Salib itu telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib itu segera membantai dan menghabisi umat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Dengan buas tentara Salib terus membunuhi warga sipil yang sama sekali tidak berdaya.

Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The Aprils Fool Day).

Bagi umat Islam April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas jika ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Sebab dengan ikut merayakan April Mop, sesungguhnya orang-orang Islam itu ikut bergembira dan tertawa atas tragedi tersebut. Siapa pun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, beberapa abad silam.

Sejarah April Mop versi Islam inilah yang banyak beredar di kalangan umat Islam dan aktivis Islam.

Kajian fakta sejarah tentang April Mop versi Islam

Dr. Yusuf Estes, seorang cendikiawan Muslim mualaf yang banyak meneliti berbagai pernik persoalan kaum Muslimin di Amerika menyatakan beberapa hal mengenai sejarah April Mop versi Islam ini. Menurutnya kisah sejarah April Mop versi Islam ini juga merupakan bagian dari April Mop dalam rangka membodohi umat Islam. Hal ini bisa dilihat dari beberapa sebab sebagai berikut.

Pertama, fakta sejarah Muslim Spanyol yang berakhir pada tanggal 12 Januari 1492 Masehi. Namun tradisi April Mop tidak terdengar sampai lebih dari lima puluh tahun kemudian.

Kedua, bahwa rokok bahkan tidak ditemukan sampai jatuhnya Muslim Spanyol (Januari 1492). Menurut Universitas Framingham, Jurusan Biologi Manusia oleh Dr Roger Morrissette, Ph.D., rokok dalam bentuk apapun tidak ada di Spanyol sampai dibawa dari Dunia Baru, setelah Raja Ferdinand dan Ratu Isabella datang untuk memerintah Spanyol.

Menurutnya, sejarah rokok dimulai pada tahun 1492 saat Columbus mencatat penduduk asli Dunia Baru (Amerika) menghisap daun tembakau. Pada tahun 1550, Spanyol baru mulai menanam tembakau di Hindia Barat untuk ekspor ke Eropa. Dan pada tahun 1880, penggunaan tembakau tersebar luas tetapi orang hanya menggunakan jumlah kecil.

Ketiga, kejatuhan Spanyol sebenarnya dikarenakan oleh sikap kaum Muslimin yang mengambil filsafat Yunani dan meninggalkan wahyu Allah. Selain itu mereka saling terpecah dan bertempur dengan sesama kaum Muslimin sendiri. Saat itulah orang-orang Kristen datang dan menyerang kaum Muslimin hingga kejatuhan mereka pada tahun 1492.

 

Kesimpulan

April Mop yang dirayakan oleh masyarakat Barat setiap 1 April yang kemudian diikuti secara buta oleh kaum muslimin tidak memiliki pijakan fakta sejarah yang kokoh dan hanya merupakan dongeng orang-orang dahulu. Sungguh sangat ironi jika umat Islam mempercayai bahkan ikut-ikutan merayakan dongeng orang-orang bodoh ini dengan merelakan diri menjadi seorang pendusta walaupun dengan bercanda dan berkelakar, padahal Islam mengajak agar menghiasi diri dengan kejujuran dan bersih dari dusta.

 

(Diolah dari berbagai sumber)

 

Jurnalis Bilal Abdul Kareem Dimasukan dalam Daftar Serangan Udara Donald Trump

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pengacara yang bertindak mewakili wartawan AS yang berbasis di Suriah utara yang dikuasai faksi faksi jihad dan seorang mantan kepala biro Al Jazeera telah mengajukan gugatan terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pejabat senior lainnya yang mereka katakan telah menempatkan mereka pada sebuah “daftar mati (kill list)”.

Kelompok hak asasi manusia Reprieve dan firma hukum Lewis Baach mengajukan kasus tersebut atas nama Bilal Abdul Kareem dan Ahmad Zaidan, seorang mantan kepala biro Islamabad untuk Al Jazeera Arabic, di Pengadilan Distrik AS di Washington pada hari Kamis (30/3/2017).

Gugatan itu menyatakan bahwa para tergugat menempatkan keduanya pada “daftar untuk dibunuh” yang “mengakibatkan mereka menjadi sasaran pembunuhan”.

Abdul Kareem, sesekali menjadi kontributor bagi Middle East Eye (MEE), mengatakan kepada MEE pada hari Jumat (31/3/2017) bahwa “sumber yang terpercaya memberitahu bahwa saya termasuk dalam daftar serangan pesawat tanpa awak (drone) yang lepas landas dari pangkalan udara Incirlik di Turki selatan”.

Incirlik digunakan oleh pasukan AS dalam melakukan serangan udara terhadap faksi faksi jihad dan kelompok bersenjata lain yang berbasis Suriah.

Abdul Kareem dan Zaidan berpendapat bahwa mereka keliru ditempatkan pada daftar oleh pemerintahan mantan presiden Barack Obama sebelumnya.

Tapi pengacara mereka mengatakan mereka percaya administrasi Trump tidak hanya berencana mengejar orang-orang yang ada dalam daftar tetapi juga telah “menghapus pembatasan dan kriteria tertentu yang sebelumnya diterapkan dalam menentukan orang yang akan dimasukkan dalam Daftar Bunuh”.

Gugatan yang baru diajukan itu menyatakan: “Baik Zaidan ataupun [Abdul] Kareem tidak menimbulkan ancaman berkelanjutan, kepada penduduk atau keamanan nasional AS. Baik Zaidan ataupun [Abdul] Kareem bukanlah anggota atau pendukung kelompok tertentu. Memasukkan Zaidan dan [Abdul] Kareem pada daftar mati dalam keadaan ini adalah sewenang-wenang dan berubah-ubah, dan merupakan sebuah penyalahgunaan kebijaksanaan.”

Abdul Kareem tahun lalu menjelaskan kepada MEE bagaimana ia menjauh dari serangan pesawat tak berawak yang diduga menghancurkan kendaraan yang ia tumpangi.

Ia mengatakan ia dan kru sedang syuting di luar ruangan dan sedang menunggu untuk mewawancarai seorang mujahidin Jabhah Nusrah ketika serangan terjadi.

“Saat kita duduk di sana di dalam mobil, tiba-tiba sebuah semuanya menjadi hitam,” kata Abdul Kareem kepada MEE dalam sebuah wawancara yang dilakukan melalui Skype.

“Saya pikir drone tersebut menghantam bumi dan bumi terbelah dan mobil jatuh ke dalam bumi. Tapi yang terjadi adalah bahwa ketika mobil ditabrak, drone terpental ke udara, terbalik dan menuju ke kami dari arah yang berlawanan.”

Menurut gugatan yang diajukan pada hari Kamis tersebut, Abdul Kareem “sedikitnya menghindari upaya pembunuhan dari lima serangan udara terpisah, sedikitnya satu serangan dilakukan oleh pesawat tak berawak” dalam satu tahun terakhir.

Ahmed Zaidan, warga Suriah yang berbasis di Qatar, adalah salah satu jurnalis Al Jazeera Arabic yang paling menonjol. Reportasenya difokuskan pada Taliban dan al-Qaeda dan dia telah melakukan sejumlah wawancara profil tinggi termasuk dengan Syeikh Usamah Bin Laden, mantan pemimpin al-Qaeda yang syahid oleh pasukan khusus AS di Pakistan pada tahun 2011.

Zaidan termasuk dalam presentasi rahasia Badan Keamanan Nasional tentang sebuah program yang disebut “SKYNET”, pada rincian yang dibocorkan oleh mantan kontraktor NSA Edward Snowden tahun 2013 dan dilaporkan oleh situs The Intercept pada tahun 2015. Program ini memasukkan Zaidan dalam daftar sebagai anggota al-Qaeda dan Ikhwanul Muslimin, tuduhan yang disangkal Zaidan.

Dalam sebuah opini untuk Al Jazeera pada tahun 2015, Zaidan mengatakan dia yakin bahwa tuduhan bahwa ia adalah anggota al-Qaeda berasal dari pemerintah Suriah, yang telah menyatakan tuduhan yang sama di televisi negara ketika ia melaporkan mengenai faksi jihad di Idlib

“Ini merupakan upaya untuk membunuh profesionalisme saya, sebagai prekursor untuk pembunuhan politik. Ini tampaknya didorong oleh penipuan intelijen Suriah. Karena itu saya harus bertanya, apakah keamanan nasional rezim Assad lebih penting daripada keamanan nasional Amerika Serikat dan warga Amerika?” dia menulis.

“Saya berhak untuk mengambil tindakan hukum berdasarkan dokumen NSA. Ini adalah dokumen yang tidak adil bagi Amerika, jurnalisme, Al Jazeera, dan saya pribadi.”

Tokoh Intelektual Pembunuh 800 Muslim Bosnia Hanya Dihukum 11 Tahun

BOSNIA (Jurnalislam.com) – Seorang mantan perwira tinggi Serbia Bosnia dijatuhi hukuman hanya 11 tahun penjara pada hari Jumat (31/3/2017), karena keterlibatannya dalam genosida Srebrenica tahun 1995, lansir World Bulletin.

Ostoja Stanisic, komandan Batalyon Keenam Brigade Zvornik Tentara Republik Srpska (VRS) dinyatakan bersalah di pengadilan Sarajevo karena membantu pembunuhan sekitar 800 orang di desa Petkovci.

Stanisic terbukti sengaja memberikan bantuan kepada pasukan VRS dalam rencana memaksa secara keras warga Muslim Bosnia keluar dari zona aman PBB di Srebrenica selama Perang Bosnia 1992-1995.

Sebanyak 40.000 warga sipil Muslim Bosnia dipindahkan dari Srebrenica; lebih dari 8.000 pria dan anak laki-laki kemudian dibunuh secara massal.

Wakil Stanisic, Marko Milosevic – tidak ada hubungannya dengan mantan pemimpin Serbia Slobodan Milosevic – dibebaskan karena kurangnya bukti. Kantor kejaksaan Bosnia mengumumkan akan mengajukan banding atas putusan.

Kasus terhadap Stanisic dan Milosevic dimulai pada Agustus 2012 dan berakhir setelah lebih dari empat tahun.

Sekarang Potong Sapi di India Dihukum Penjara Seumur Hidup, Simpan Daging Sapi 10 Tahun

INDIA (Jurnalislam.com) – Memotong sapi di negara bagian Gujarat di India barat sekarang dihukum penjara seumur hidup setelah Majelis Negara pada hari Jumat (31/3/2017) mengubah Undang-undang Pelestarian Hewan Gujarat menjadi lebih keras.

Undang-undang itu juga menetapkan hukuman penjara 7 sampai 10 tahun untuk mereka yang memiliki daging sapi, selain denda yang dimulai dari $ 1500 hingga $ 7500.

“Dengan saran dari orang-orang kudus Hindu, kami merubah undang-undang. Ini adalah hukum paling keras di negeri ini,” kata Menteri Dalam Negeri negara bagian Gujarat, Pradeepsinh Jadeja, lansir World Bulletin.

Wakil organisasi Muslim yang berbasis di utara negara bagian Uttar Pradesh mengatakan langkah itu bermotif politik.

“Pemilu berlangsung tahun ini di Gujarat. Mereka telah melihat bahwa polarisasi telah membantu mereka di Uttar Pradesh, mereka hanya ingin mengulang hal itu. Ini tidak ada hubungannya dengan agama. Mereka hanya ingin membodohi orang,” katanya, ingin tetap anonim.

Pemilihan umum di negara bagian Gujarat dijadwalkan November tahun ini.

Gujarat diperintah oleh partai nasionalis Hindu Bharatiya Janata Party (BJP) dan merupakan negara bagian asal Perdana Menteri Narendra Modi.

Mayoritas umat Hindu di India adalah para penyembah sapi, dan sebagian besar negara bagian di India memiliki undang-undang yang menentang pembunuhan sapi.

Pengamat: Naif Jika Penangkapan Muhammad Al Khaththath Tak Terkait Aksi 313

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengamat kontra terorisme, Harits Abu Ulya menampik pernyataan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes (Pol) Argo Yuwono yang mengatakan, penangkapan Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH Muhammad Al Khaththath tidak ada kaitannya dengan aksi 313.

“Terlalu naif kalau tuduhannya bergeser pada persoalan yang lain. Bahkan kesannya di paksakan. Kenapa harus ditangkap pada malam aksi 313? Jadi ini ngeles saja,” kata Harits kepada Jurniscom, Jum’at (31/3/2017).

“Kepolisian justru harusnya transparan jika memang tidak ada kaitannya dengan aksi 313,” sambungnya.

Pengamat: Tuduhan Makar kepada Pimpinan Aksi 313 Hanya Sebatas Spekulasi

Menurutnya, Muhammad Al Khaththath dinilai aparat sebagai salah satu tokoh GNPF-MUI yang paling sulit dicarikan kelemahannya. Maka tuduhan makar menjadi celah bagi aparat untuk menjerat pimpinan Aksi 313.

“Kata makar saat ini potensial dan faktual dijadikan delik untuk membungkam siapapun yang kritis kepada status quo. Dan ini tidak lebih karena kepanikan rezim dan tanpa sadar menggali “kubur” untuk diri mereka sendiri,” ungkap DHarits.

Harits menambahkan, pola kriminalisasi terhadap tokoh-tokoh umat Islam mirip dengan pola penanganan dalam isu terorisme, yaitu hanya dengan dasar asumsi dugaan kemudian seseorang ditangkap begitu saja.

“Soal bukti berpeluang diada-adakan untuk menguatkan dugaan,” tukasnya.

Sebagaimana diketahui, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol R. Argo Yuwono mengatakan penangkapan Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH Muhammad Al Khaththath tidak ada kaitannya dengan Aksi 313. Dia juga mengklaim telah mengantongi sejumlah barang bukti.

Reporter: Ibnu Fariid