Pemeriksaan Terdakwa, Jaksa Dinilai Punya Jurus Jitu Skak Mat Ahok di Persidangan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Persidangan kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, kembali akan digelar pada hari Selasa Besok (4/4/2017) di Auditorium Gedung Kementerian Pertanian RI, Ragunan, Jakarta Selatan. Sidang yang ketujuhbelas ini sedianya akan mengagendakan pemeriksaan terhadap terdakwa.

“Di sidang rabu lalu, hakim sudah mengetok palu bahwa agenda sidang selasa ini adalah pemeriksaan Ahok,” terang Nasrulloh Nasution, Senin (3/4/3017).

Menurut Advokat yang selalu menghadiri sidang ini, Ahok tidak akan banyak dicecar pertanyataan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pasalnya, kata dia, bukti-bukti yang menguatkan dugaan tindak pidana penistaan agama sudah berhasil diperoleh Jaksa dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan Ahli.

(Baca juga: Ahli Agama Kubu Ahok: Ketentuan Dalam Al Qur’an Harus Diundang-undangkan Dulu Agar Bisa Dilaksanakan)

“Apalagi dalam persidangan sebelumnya terungkap fakta adanya niat Ahok menista Surah Al Maidah 51,” kata dia.

Nasrullah menegaskan, niat untuk menista Surah Al Maidah 51 sudah muncul sejak Ahok gagal memenangkan pilgub Bangka Belitung tahun 2007 lalu. Ia menjelaskan, Ahok menuding kekalahannya di Pilgub Bangka Belitung ini disebabkan, selebaran-selebaran yang beredar tentang Surah Al Maidah.

“Ahok sudah sakit hati sejak lama dengan Surah Al Maidah 51. Ia menganggap kemenangannya di Pilgub Bangka Belitung terjegal Surah Al Maidah 51,” papar Nasrullah.

“Jadi pidatonya di Kep. Seribu yang menyinggung Surah Al Maidah 51 itu adalah puncak kekesalannya,” tambahnya.

(Baca juga: Tim Advokasi GNPF MUI: Hamka Haq Bukan Saksi Ahli Agama, Dia Politisi)

Lebih lanjut koordinator sidang GNPF MUI ini menilai, Jaksa akan mengeluarkan jurus jitunya untuk men-skak mat Ahok dalam persidangan nanti seperti yang sudah dilakukannya terhadap saksi-saksi Ahok sebelumnya.

“Kita tunggu kejutan apa yang akan diberikan Jaksa dalam sidang besok, bisa jadi Ahok akan dipermalukan Jaksa di depan pendukungnya sendiri,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Penasehat Hukum (PH) Ahok dalam sidang sebelumnya sudah menyatakan cukup menghadirkan Saksi dan Ahli yang meringankan. Sehingga agenda sidang Selasa beskk akan mendengarkan keterangan terdakwa Ahok.

Reporter: HA

Jauh dari Standar, Pelatihan Imam Masjid Ideal ala Nabi Digelar

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Profesi Menjadi seorang Imam Masjid adalah Profesi yang sangat Mulia. Menurut pimpinan ponpes Salman Al Farisi 2, Ustaz Fajriansyah, Lc, profesi ini pernah diemban nabi dan para sahabat.

“Profesi Imam masjid adalah profesi yang sangat mulia karena Rosululloh dan para Sabahat Khulafaurosyidin juga pernah mengemban profesi ini, selain menjadi pemimpin negara,” katanya sesaat memaparkan materi pelatihan Imam Masjid sesuai cara Rasul di Masjid Quba Arrohman Blumbang, Tawangmangu Karanganyar, Ahad (2/4/2017).

Ia menjelaskan, karena pentingnya profesi seorang imam Masjid, maka sudah selayaknya Imam masjid mengetahui syarat dan rukun menjadi seorang imam yang baik dan benar.

Senada dengan Fajriansyah, Ustaz Muhammad Amrulloh, pemateri selanjutnya mengatakan, Imam masjid merupakan tugas yang sangat mulia. Akan tetapi, kata dia, banyak diantara mereka yang masih enggan untuk serius menempuh idealnya seorang imam.

“Hal ini diakibatkan banyak dari imam tersebut masih sangat jauh dari standar bacaan Alqurannya ” jelas penempuh pendidikan magister Ilmu Tafsir IAIN Surakarta tersebut.

“Salah satu penyebab kurang Standarnya bacaan Imam adalah kurangnya belajar dan sudah merasa cukup dalam mempelajari Ilmu Tilatulqur’an” tambah Guru MIT Isykarima tersebut.

Sebelumnya, acara ini digelar disebabkan minimnya pengetahuan dan standardisasi Imam masjid. “Acara ini kami laksanakan karena rasa keprihatinan kami kepada para imam masjid terutama di daerah yang masih sangat jauh dari standar menjadi Seorang Imam. InsyaaAlloh acara-acara seperti ini akan kita laksanakan di daerah lain di Kabupaten Karanganyar ini,” ujar Kelik Subagyo, panitia acara dari Korp Da’i An Nubala ini.

Forum Me-DAN Banten dan Yayasan At Taubah Gelar Khitanan Massal Gratis, Peserta Membludak

SERANG (Jurnalislam.com) – Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) Banten bersama Yayasan At Taubah, menggelar khitanan massal gratis.
Acara ini digelar untuk merajut ukhuwah peduli sesama masyarakat Serang dan sekitarnya.

“Alhamdulillah respon masyarakat antusias sekali, terbukti masyarakat berbondong-bondong mendaftarkan anaknya untuk ikut acara ini,” ungkap kordinator acara, Adin kepada jurniscom di sela-sela acara.

Ketua Forum Me-DAN Banten ini mengatakan, seluruh peserta di acara ini tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis. Peserta, kata dia, hanya mengisi registrasi dan biodata untuk mempermudah kelancaran acara. Adin mengaku kaget dengan lebihnya peserta yang diprioritaskan untuk kaum dhuafa ini.

(Baca juga: Me-DAN Banten Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Mancak)

“Alhamdulillah peserta membludak dari target awal 50 peserta menjadi 62,” papar dia.

Sementara itu, Suprana, salah satu orang tua peserta dari Anyer ini merasa senang dan terbantu dengan adanya acara khitanan massal gratis tersebut.

Acara yang berlangsung di ruang serbaguna Yayasan At Taubah pada Ahad (2/4/2017) ini, juga bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kesehatan Provinsi Banten.

Suasana khitanan massal gratis

Reporter: Jajat

Polisi Zionis Tahan Pemimpin Gerakan Islam Palestina

YERUSALEM (Jurnalislam.com) – Polisi zionis menahan seorang pemimpin Gerakan Islam (the Islamic Movement) di Palestina utara dalam serangan fajar pada hari Ahad (2/4/2017).

Suleiman Ahmad Agbaria, mantan pemimpin kota Umm al-Fahm, ditangkap di rumahnya di kota tersebut, Radio Israel melaporkan, lansir Anadolu Agency.

Tidak ada rincian lebih lanjut tentang alasan penangkapannya.

Agbaria telah dilarang meninggalkan negara itu oleh penjajah Israel untuk “alasan keamanan”.

Polisi Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang penahanan.

Pada tahun 2015, pemerintah zionis pernah melarang the Islamic Movement di Palestina utara, yang dipimpin oleh pemimpin Palestina terkemuka Raed Salah.

 

200 Polisi India Keracunan di Kamp Pelatihan Militer

INDIA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 200 polisi paramiliter India dirawat di rumah sakit diduga akibat keracunan makanan setelah makan di sebuah kamp pelatihan di bagian selatan negara bagian Kerala, kata polisi pada hari Ahad (2/4/2017).

“Banyak yang masih menjalani perawatan tetapi menunjukkan tanda-tanda perbaikan”, kepala polisi Ernakulam Ashok Kumar mengatakan, menambahkan bahwa lebih dari setengah dari pasien telah keluar dari rumah sakit, lansir World Bulletin.

Pihak berwenang telah meluncurkan penyelidikan atas insiden tersebut, katanya.

Insiden tersebut pernah terjadi sebelumnya dan telah meminta polisi untuk mengajukan keluhan atas buruknya kualitas makanan yang disajikan kepada mereka.

Bulan lalu 32 penjaga perbatasan menderita sakit di negara bagian Rajasthan Barat juga dicurigai akibat keracunan makanan.

Pada bulan Januari, pemerintah memerintahkan penyelidikan setelah seorang penjaga paramiliter memposting video online menunjukkan roti yang gosong disajikan kepada aparat keamanan.

Penjaga itu menuduh pejabat senior menyedot dana untuk jatah makanan, memicu kemarahan di kalangan pengguna media sosial dan mendorong tentara lainnya yang tidak puas untuk mengirim keluhan serupa.

CRPF merupakan unit polisi paramiliter India yang sebagian besar berfokus pada operasi kontra-pemberontakan.

Lagi, Puluhan Pasukan Assad Tewas dan 2 Tank Hancur dalam Pertempuran di Hama Utara

HAMA (Jurnalislam.com) – Rezim Syiah Suriah (Assad) telah kehilangan kendaraan militer dan puluhan tentara yang tewas selama pertempuran yang sedang berlangsung melawan faksi-faksi jihad pada hari Ahad (2/4/2017) pada beberapa garis depan di pedesaan Hama utara.

Menurut koresponden ElDorar AlShamia sedikitnya 27 tentara pasukan Assad tewas selama bentrokan yang terjadi di dekat kota Halfaya dan Majdal di mana Jaysh al-Ezzah menghancurkan dua tank dan artileri 37-mm.

Baca juga: 

Serangan udara dan pemboman artileri berat rezim dimulai di sekitar kota Halfaya di pedesaan utara Hama, sumber media yang setia kepada rezim Suriah mengumumkan.

Selama dua hari terakhir, pasukan Assad telah meerebut kembali beberapa kota yang telah diambil alih faksi-faksi jihad terutama kota-kota Khattab, Subin dan Al-Shir, setelah pemboman gas beracun berat oleh pasukan Syiah Assad.

 

Orang Nomor Dua di IS dan 2 Komandan Lainnya Terbunuh di Perbatasan Suriah

IRAK (Jurnalislam.com) – Ayad al-Jumaili, yang diyakini sebagai pemimpin kedua kelompok Islamic State (IS) setelah Abu Bakr al-Baghdadi, telah tewas dalam serangan udara Irak dekat perbatasan Suriah, televisi pemerintah Irak melaporkan, lansir Aljazeera Ahad (2/4/2017).

Jumaili dan dua komandan lainnya dilaporkan tewas di wilayah al-Qaim di provinsi Anbar barat.

Brigadir jenderal Yahya Rasool dari Komando Operasi Gabungan Irak, mengutip intelijen militer, mengatakan bahwa direktur urusan administrasi IS Salem Mudafar al-Ajmi, juga tewas dalam serangan itu.

Berita ini muncul saat pemerintah Irak terus mendorong untuk membebaskan lebih banyak lagi daerah dari kontrol IS di Mosul.

Lebih dari 300 warga sipil telah tewas di Mosul barat sejak pasukan Irak dan koalisi pimpinan AS memulai serangan bulan lalu untuk mendorong IS keluar dari benteng terakhir mereka di Irak, PBB mengatakan, menambahkan bahwa jumlah korban bisa melebihi 400 jika pembunuhan baru tersebut diverifikasi.

“IS mengeksploitasi warga sipil untuk membentengi dirinya, dan jelas bahkan tidak cemas sama sekali karena dengan sengaja telah menempatkan mereka dalam bahaya,” kata Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Zeid Ra’ad al-Hussein dalam sebuah pernyataan.

“Strategi [IS ini] menggunakan anak-anak, pria dan wanita sebagai tameng untuk melindungi diri dari serangan adalah tindakan pengecut dan memalukan. Ini melanggar standar martabat dan moralitas manusia paling dasar,” lanjutnya.

Ratusan ribu lebih warga sipil masih terperangkap di dalam Mosul barat setelah pasukan koalisi Irak merebut kembali wilayah timur kota dari IS pada bulan Januari.

Wilayah barat Mosul lebih kecil dan lebih padat dibandingkan wilayah timur, yang berarti tahap pertempuran menimbulkan bahaya yang lebih besar bagi warga sipil.

Penjaga Kuil Hindu di Pakistan Bunuh 20 Orang Sekaligus

KARACHI (Jurnalislam.com) – Seorang penjaga kuil Hindu menewaskan 20 orang dan melukai 3 orang lainnya setelah membuat mereka mabuk di timur laut Pakistan, pejabat dan media lokal melaporkan pada hari Ahad (2/4/2017).

Insiden mengerikan itu terjadi di sebuah desa terpencil di distrik Sargodha yang terletak sekitar 190 kilometer dari Lahore, ibukota provinsi Punjab, lansir Anadolu Agency.

Penjaga kuil itu pertama kali menggunakan beberapa minuman untuk membuat mabuk dua lusin murid, dan kemudian membunuh mereka dengan bantuan tiga kaki tangannya dengan menggunakan tongkat pemukuk dan belati.

Wakil komisaris Sargodha, Liaquat Chatta mengatakan kepada wartawan bahwa insiden berdarah itu terjadi pada Sabtu larut malam, dan salah satu korban yang selamat melapor ke polisi.

Polisi bergegas ke tempat kejadian segera.

“Kami telah menemukan 20 mayat –16 pria dan 4 wanita– dari kuil,” kata Chatta menambahkan bahwa empat terdakwa, termasuk penjaga kuil, yang merupakan seorang pensiunan pegawai pemerintah, telah ditangkap.

“Terdakwa utama tampaknya tidak stabil secara mental,” tambahnya, yang mengatakan kepada polisi bahwa murid-muridnya bersekongkol untuk meracuni dia, itu sehingga dia membunuh mereka untuk menyelamatkan hidupnya.

Faksi Revolusioner Suriah Rilis Info Grafik Peta Wilayah yang Dikuasai

SURIAH (Jurnalislam.com) – Bulan-bulan terakhir tahun keenam revolusi Suriah dan awal tahun ketujuh menandai adanya ekspansi daerah yang dikuasai oleh faksi revolusioner di Suriah yang signifikan, meskipun juga kehilangan beberapa situs penting ke tangan rezim Suriah.

Sebagian besar ekspansi terjadi dengan mengorbankan daerah yang dikuasai IS, dan sebagian kecil dengan mengorbankan posisi pasukan rezim Suriah, lansir ElDorar AlShamia, Sabtu (1/4/2017).

Pertama: wilayah yang hilang:

1. Aleppo: Faksi revolusioner keluar dari kabupaten timur Aleppo pada bulan Desember, menurut perjanjian yang disponsori oleh Turki dan Rusia. Daerah yang hilang diperkirakan seluas 85 km persegi (Masaken Hanano – lingkungan Tariq al-Bab – lingkungan Al-Sakhour – lingkungan Sheikh Fares – al-Marja – al-Salihin – Bab al-Nairab – al-Ferdos – Sheikh Saeed – al-Sokary – al-Ansari – Saif al-Dawla – al-Zabdia – al-Mashhaduy – Bab al-Hadid – al-Maadi – Bab Qinnisrin – al-Jalom – al-Kallasa – Bustan al-Qaser).

2 – Al-Wa’er: Lingkungan Al-Wa’ar yang terkepung rezim Assad dan sekutu Syiahnya, benteng terakhir pejuang revolusi Suriah di Homs, berakhir dengan kesepakatan antara komite wilayah dan delegasi Rusia yang menuntut para pejuang untuk pergi bersama keluarga mereka menuju pedesaan utara Aleppo dan pedesaan Idlib. Dan kelompok terakhir akan pergi menuju pedesaan Idlib, sehingga faksi revolusioner kehilangan wilayah seluas sekitar 4 kilometer persegi.

Kedua: Daerah yang dikuasai faksi revolusioner:

1 – Pedesaan Aleppo: Dengan selesainya tugas faksi Tentara Pembebasan Suriah dalam operasi Perisai Efrat di wilayah kota al-Bab seluas 5,3 km persegi, telah menambah kontrol menjadi 2100 km persegi, serta situs serta kota-kota dan posisi penting, seperti Jarablus yang memiliki perbatasan, al-Rai, dan Akhtarin.

Daerah yang dikuasai oleh milisi FSA didapat terutama dengan mengalahkan IS, dan Unit Perlindungan Kurdi.

2- The Suriah Desert: Daerah yang dikuasai faksi revolusioner setelah operasi terus menerus di padang pasir Suriah, yang membentang antara pedesaan Damaskus dan Suwaida, meningkat menjadi 12.700 kilometer persegi.

Kawasan paling menonjol yang dikendalikan selama operasi “Sarajna al-Jihad” adalah area Jabal Makhul, Gunung Timur, Gunung Dakwa, Bir al-Qasab, Bir al-Afay, dan Sahl Bir al-Afay.

3 – Pedesaan Hama: faksi revolusioner telah memperluas kendali mereka di pedesaan Hama dengan mengalahkan rezim Suriah, dengan luas diperkirakan 1,3 kilometer persegi, dan yang dikendalikan baru-baru ini – kota Soran Mardes.

4 – Daraa: Pekan terakhir faksi revolusioner terus menerus memenangkan wilayah di distrik Manshia di Daraa setelah pertempuran “al-Mawt Wala al-Mathalla” melawan pasukan rezim Suriah, sehingga wilayah yang dikuasai meluas sekitar 1,3 kilometer persegi.

Pemberontak Syiah Yaman Sandera Anggota Medis Internasional

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pemberontak Syiah Houthi di Yaman menahan lima anggota staf International Medical Corps dan dua supir sewaan, organisasi bantuan dan sumber lokal mengatakan pada hari Sabtu (1/4/2017), lansir Middle East Eye.

Para pemberontak menuduh pekerja medis tersebut adalah mata-mata intelijen asing, menurut pejabat keamanan. Mereka merampok hotel yang digunakan kelompok kemanusiaan di provinsi Ibb dan menahan anggota kelompok itu ke sebuah penjara di ibukota, Sana’a.

“Kami memastikan agar masalah ini bisa diselesaikan secepatnya,” kata badan bantuan berbasis di Los Angeles tersebut dalam sebuah pernyataan yang diposting pada Jumat di situs mereka.

Pemberontak Syiah Houthi telah mencegat 63 kapal dan 223 konvoi yang membawa bantuan kemanusiaan ke daerah-daerah di bawah kendali mereka sejak mendepak Presiden Abd Rabbo Mansour Hadi dari Sana’a pada awal tahun 2015, menurut Associated Press.

Organisasi non-pemerintah menolak mengungkapkan rincian, tetapi seorang pejabat bantuan Yaman mengatakan kepada AFP bahwa staf yang ditahan semuanya warga Yaman.

Situs organisasi mengatakan bahwa mereka memiliki lebih dari 150 staf lokal di Yaman dan bahwa mereka telah beroperasi sejak 2012 dari tiga kantor di negara Semenanjung Arab.

Ia mengatakan upaya bantuan terus menopang kelangsungan hidup banyak keluarga di ibukota yang dikuasai pemberontak dan di juga Ibb, serta di kota barat daya Taez dan Aden serta Lahj di selatan.

Pemberontak Syiah Houthi dan sekutu mereka menguasai sebagian besar utara dan barat Yaman, sedangkan pasukan yang setia kepada Hadi, yang didukung oleh koalisi pimpinan Arab Saudi, mengontrol selatan dan timur.

Lembaga kemanusiaan telah lama mengeluhkan kurangnya akses menuju keluarga yang membutuhkan bantuan di Yaman yang tengah dilanda perang.

PBB mengatakan tujuh juta orang menghadapi risiko kelaparan serius kecuali lembaga internasional campur tangan, dan menyerukan $ 2.1 milyar bantuan kemanusiaan.

Lebih dari 7.700 orang telah tewas sejak koalisi campur tangan pada bulan Maret 2015, sebagian besar dari mereka warga sipil, menurut laporan the World Health Organization (WHO).