Sebelum Konferensi Tingkat Tinggi OKI Digelar, Presiden Palestina Temui Erdogan di Istanbul

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Selasa (12/12/2017) bertemu dengan mitranya dari Palestina, Mahmoud Abbas, di Istanbul, lansir Anadolu Agency.

Menurut sumber presiden Turki, yang berbicara dengan syarat anonim karena pembatasan berbicara dengan media, mengatakan para pemimpin itu bertemu di Istana Beylerbeyi, dalam sebuah pertemuan tertutup yang berlangsung selama satu jam.

Pertemuan tersebut dilakukan sehari sebelum pertemuan puncak luar biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI) setelah pengakuan AS terhadap Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Fokus Isu Yerusalem, OKI akan Gelar Konferensi Tingkat Tinggi Besok di Istanbul

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Istanbul menyusul seruan Erdogan kepada negara-negara anggota OKI untuk sidang luar biasa setelah AS mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Pengumuman Presiden AS Donald Trump pekan lalu diikuti oleh oposisi di seluruh dunia.

Yerusalem tetap menjadi inti konflik Israel-Palestina, dengan penduduk Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur – yang sekarang diduduki oleh Israel – pada akhirnya dapat berfungsi sebagai ibu kota negara masa depan.

Selama kampanye pemilihannya tahun lalu, Trump berulang kali berjanji untuk memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Tidak Ketinggalan, Uni Afrika dan MJC juga Kutuk Keputusan Donald Trump

Bentrokan Warga Tepi Barat dengan Pasukan Penjajah Israel Terus Berlanjut, 36 Terluka

RAMALLAH (Jurnalislam.com) – Pasukan penjajah Israel pada hari Selasa (12/12/2017) melukai 36 warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki di tengah unjuk rasa yang sedang berlangsung untuk memprotes keputusan AS mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel pekan lalu.

Menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Bulan Sabit Merah Palestina, 36 demonstran terluka oleh peluru karet dan gas air mata di berbagai wilayah Tepi Barat, termasuk kota Ramallah.

Dalam perkembangan terkait di hari Selasa, seorang anak Palestina terluka oleh tembakan tentara Israel di kota Salfit, Tepi Barat, menurut Kementerian Kesehatan Palestina, lansir Anadolu Agency.

150 Lebih Warga Tepi Barat Terluka dalam Bentrokan Lanjutan dengan Pasukan Zionis

Dalam beberapa hari terakhir, ketegangan telah meningkat di wilayah Palestina menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump pekan lalu yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Yerusalem tetap menjadi jantung konflik Israel-Palestina, dengan penduduk Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur – yang diduduki oleh Israel pada tahun 1967 – pada akhirnya dapat berfungsi sebagai ibukota negara Palestina.

Begini Pengakuan para Korban Serangan dan Pelecehan Seksual Donald Trump

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Dalam surat yang meminta penyelidikan, Kelompok Kerja Perempuan Demokratik (the Democratic Women’s Working Group-DWWG) – sebuah badan yang terdiri dari 66 anggota parlemen Partai Demokratik yang memegang kursi di DPR – mengatakan bahwa “tidak dapat mengabaikan banyaknya wanita yang telah mengajukan tuntutan terhadap Mr. Trump.”

“Natasha Stoynoff menceritakan bagaimana presiden mendorongnya ke dinding dan memaksakan lidahnya masuk hingga ke tenggorokannya,” surat itu berbunyi.

“Jill Harth menggambarkan bagaimana presiden berusaha untuk menaikkan bajunya. Kristin Anderson merinci bagaimana presiden menyentuh alat kelaminnya melalui celana dalamnya,” tambahnya, merujuk pada dua wanita lain yang juga termasuk di antara 17 orang yang secara terbuka menuduh Trump melakukan kejahatan seksual.

Dan walaupun Trump berulang kali meragukan motivasi para penuduhnya, cerita para wanita tersbut muncul sebagai sebuah gerakan untuk menahan orang-orang yang bertanggung jawab atas kejahatan, serangan dan pelecehan seksual, dan berkumpul cepat di seluruh AS dan dunia.

Selama beberapa bulan terakhir, para wanita telah menggunakan ungkapan #MeToo untuk mencontohkan kejadian kekerasan seksual dan penyerangan, menahan para pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan menunjukkan solidaritas satu sama lain.

Di AS, produser Hollywood Harvey Weinstein, anggota Kongres Demokrat Al Franken, koki selebriti Mario Batali dan yang lainnya telah mengundurkan diri akibat tuduhan tersebut.

“Saya minta maaf, Tuan Presiden, Anda tidak hidup di bawah peraturan yang berbeda,” kata Brenda Lawrence, seorang anggota parlemen dari Michigan dan ketua bersama DWWG, dalam konferensi pers hari Selasa (12/12/2017), lansir Aljazeera.

100 Anggota Parlemen AS akan Selidiki Trump Atas Laporan Penyerangan dan Pelecehan Seksual

“Saya berdiri di sini menuntut pertanggungjawaban, sebuah penyelidikan penuh, dari Kongres, ketika Gedung Putih tidak menyediakannya sendiri. Saya berdiri di sini untuk mendukung lebih dari 100 rekan kerja saya – dan saya yakin jutaan orang di seluruh Amerika – meminta keadilan ini dan

juga Investigasi transparan,” tambah Lawrence.

Anggota parlemen meminta tanggapan dari komite pengawasan dalam waktu 10 hari.

Presiden membantah tindakan amoralnya yang bahkan lebih jauh lagi pada hari Selasa saat dia menyerang Kirsten Gillibrand, seorang Senator AS dari New York yang meminta pengunduran diri Trump di Twitter.

“Presiden Trump harus mengundurkan diri, tapi tentu saja dia tidak akan bertanggung jawab atas hal tersebut, oleh karena itu, Kongres harus menyelidiki beberapa pelecehan seksual dan tuduhan penyerangan atas dirinya,” Gillibrand menulis pada hari Senin.

Dalam tweet, Trump menyebut Gillibrand sebagai “orang yang sangat melayani Chuck Schumer”, seorang senator Demokrat lainnya dari New York. Dia juga mengatakan bahwa Gillibrand bahkan rela memohon dan “akan melakukan sesuatu untuk” kontribusi kampanye.

Gillibrand menanggapi, sekali lagi di Twitter, mengatakan pada Trump, “Anda tidak bisa membungkam saya atau jutaan wanita yang telah muncul untuk berbicara tentang ketidaklayakan dan rasa malu yang Anda bawa ke Oval Office.”

Rekan senatornya berdatangan untuk membela di media sosialnya sepanjang hari.

“Apakah Anda benar-benar mencoba untuk menggertak, mengintimidasi dan mempermalukan @SenGillibrand,” Senator Elizabeth Warren, yang juga merupakan korban sasaran serangan verbal Trump di masa lalu, menulis di Twitter.

“Anda tahu dengan siapa Anda bertengkar?” dia menambahkan.

Mazie Hirono, senator dari Hawaii, menyebut presiden “seorang pembohong misoginis, kompulsif, dan pemangsa seksual” dan mengatakan bahwa dia harus mengundurkan diri.

“Serangan pada Kirste

n [Gillibrand] adalah contoh terakhir bahwa tidak ada yang aman dari pengganggu ini, “tulisnya. Dalam rekaman tahun 2005, yang dikeluarkan oleh Washington Post dan NBC News tahun lalu, Trump dapat terdengar membual kepada Billy Bush, pembawa acara hiburan. Acara TV, tentang mencium dan menjamah wanita di Hollywood. “Anda tahu saya secara otomatis tertarik pada kecantikan – saya hanya mulai menciumnya. Ini seperti magnet. Hanya ciuman. Aku bahkan tidak menunggu,” kata Trump di dalam rekaman tersebut.” Saat kau menjadi seorang bintang, mereka membiarkanmu melakukannya. Anda bisa melakukan apapun,” dia terdengar mengatakan “Sentuh p**** mereka. Anda bisa melakukan apa saja, Aljazeera.

Trump Deklarasikan Bencana Kebakaran Besar Selang Beberapa Hari Resmikan Ibukota Israel

100 Anggota Parlemen AS akan Selidiki Trump Atas Laporan Penyerangan dan Pelecehan Seksual

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Lebih dari 100 anggota parlemen Demokrat di Amerika Serikat telah menandatangani sebuah undangan komite pengawasan DPR untuk menyelidiki laporan penyerangan seksual dan pelecehan Presiden Donald Trump, Aljazeera melaporkan, Selasa(12/12/2017).

Lois Franken, anggota parlemen AS dari Florida dan ketua Kelompok Kerja Perempuan Demokratik (the Democratic Women’s Working Group-DWWG), mengatakan “waktunya tepat untuk mencapai kebenaran” tentang tuduhan terhadap presiden Partai Republik tersebut.

Sedikitnya 17 wanita telah mengajukan tuduhan melawan Trump atas perilaku seksualnya yang tidak pantas, termasuk ciuman, sentuhan dan penggeledahan yang tidak diinginkan, menurut sebuah surat yang dikeluarkan DWWG pekan ini yang menuntut penyelidikan yang tidak memihak.

Begini Pengakuan para Korban Serangan dan Pelecehan Seksual Donald Trump

Dalam sebuah konferensi pers pada hari Selasa, Franken mengatakan bahwa jumlah anggota parlemen yang mendukung seruan untuk Komite Pengawasan dan Reformasi Pemerintah untuk menyelidiki dugaan pelanggaran tersebut telah melampaui 100 orang.

“Dan angka itu terus naik,” tambah Franken.

“Gerakan #MeToo telah tiba,” katanya, mengacu pada ungkapan yang digunakan wanita-wanita di seluruh dunia dalam beberapa bulan terakhir untuk berbagi pengalaman tentang penyerangan dan pelecehan seksual.

“Pelecehan seksual tidak akan ditolerir, entah itu oleh produser Hollywood, koki restoran, anggota Kongres, atau presiden Amerika Serikat.”

Panggilan penyelidikan datang sehari setelah Samantha Holvey, Rachel Crooks dan Jessica Leeds – tiga wanita yang menuduh Trump melakukan perilaku seksual yang tidak pantas dalam insiden terpisah yang terjadi sebelum dia terpilih – juga menuntut penyelidikan kongres atas dugaan perilaku presiden tersebut.

Trump Deklarasikan Bencana Kebakaran Besar Selang Beberapa Hari Resmikan Ibukota Israel

Kawal Sidang Ustaz Alfian Tanjung, API Jabar Bertandang ke Surabaya

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Ketua Aliansi Pergerakan Islam Jawa Barat (API JABAR), Ustaz Asep Syaripudin mengatakan, pihaknya telah memberangkatkan seratusan anggota untuk mengawal persidangan lanjutan Ustaz Alfian Tanjung yang akan digelar di PN Surabaya pada Rabu (13/12/2017).

Rombongan pertama diberangkatkan dari Masjid Pusat Dakwah Islam (PUSDAI) Jawa Barat, Jl. Diponegoro Bandung pada Senin (11/12/2017).

“Kita akan hadiri dan kawal persidangan Ustaz Alfian Tanjung di PN Surabaya pd hari Rabu, 13 Desember 2017 jam 09.00 di Jl. Arjuna Surabaya,” katanya di Masjid Pusdai Jabar, Kota Bandung, Senin (11/12/2017)

“Insyaa Allah hari besok Selasa akan ada pemberangkatan lagi,” tambahnya.

Ia menegaskan, pengawalan tersebut bertujuan untuk menunjukkan menekan pemerintah agar membebaskan Ustaz Alfian Tanjung dari segala tuntutan.

Dikaitkan Dengan Terduga Teroris Sidoarjo, Ansharusyariah: Itu Fitnah

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Pimpinan Jamaah Ansharusy Syariah Jawa Timur, Ustadz Hamzah Baya membantah pemberitaan surabaya.tribunnews.com yang mengaitkan pihaknya dengan salah seorang terduga teroris berninisial PDP yang ditangkap Densus 88 di Tanggulangin Sidoarjo, Sabtu (9/12/2017) lalu.

Dalam pemberitaannya pada hari Ahad (10/12/2017), media tersebut menulis bahwa PDP adalah seorang anggota Jamaah Ansharusy Syariah tanpa terlebih dahulu mengkonfirmasi kebenarannya kepada Jamaah Ansharusy Syariah.

“Sangat di sayangkan sekali apa yang di beritakan oleh media itu tidak memiliki data yang valid serta akurat yang bisa dipertanggung jawabkan. Seharusnya mereka mengcroscek terlebih dahulu kepada kita,” katanya kepada Jurnalislam.com, Selasa (12/12/2017).

Ustadz Hamzah membantah bahwa PDP adalah anggota Jamaah Ansharusy Syariah. Pihaknya tidak pernah mengenal PDP dan nama itu tidak ada dalam daftar anggota Jamaah Ansharusy Syariah.

Untuk itu, ia menilai pemberitaan tersebut adalah fitnah terhadap Jamaah Ansharusy Syariah yang tidak pernah terkait dengan jaringan terorisme manapun.

“Itu fitnah yang mengarah kepada pencemaran nama baik. Karena apa yang dituduhkan sama sekali belum pernah masuk dan bahkan mengikuti kegiatan yang ada di Jamaah Ansharusy Syariah,” katanya.

Berikut pernyataan sikap Jamaah Ansharusy Syariah terkait pemberitaan tersebut:

Kepada: Pimpinan Redaksi Tribunnews Surabaya

Berkaitan dengan Pemberitaan di media Online Tribunnews Surabaya yang beralamat:

http://surabaya.tribunnews.com/amp/2017/12/10/istri-terduga-teroristanggulangin-tak-tahu-aktivitas-suaminya

Kami dari Jamaah Ansharusy Syariah Imarah Wilayah Jawa Timur memberikan pernyataan sikap sebagaimana berikut:

  1. Bahwa terduga teroris yang berinisial PDP sebagaimana termaktub dalam berita diatas tidak pernah sama sekali bergabung ke dalam Jamaah Ansharusy Syariah (JAS)
  2. Bahwa media anda salah mengutip dari rilis kepolisian yang tidak menyebutkan bahwa yang bersangkutan adalah anggota JAS, melainkan Anggota JAT
  3. Bahwa nama JAS tidak pernah disebut dalam rilis kepolisian, lalu darimana pihak media anda menyebut nama JAS?
  4. Kami meminta hak jawab dan pelurusan berita karena telah terjadi kesalahan dalam pemberitaan media anda yang merugikan kami

Aliansi Mahasiswa Solo Minta PBB Jaga Resolusi DK PBB atas Yerusalem

SOLO (Jurnalislam.com) – Gelombang protes atas pengakuan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait Yerusalem terus berlanjut. Di Solo, Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Palestina mengadakan unjuk rasa di Bundaran Gladak, Surakarta, Selasa, (12/12/2017).

“Kita merespon tindakan Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel,” kata korlap aksi Muhammad Sidiq kepada Jurnalislam.com usai aksi.

Mereka mendesak Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk kembali berkomitmen pada Resolusi Dewan Keamanan PBB atas Yerusalem tahun 1967.

“Kita mengecam tindakan Donald Trump dan mengajak PBB untuk konsisten menjaga apa yang telah dijanjikan sehingga, sehingga Yerusalem itu menjadi satu bagian yang harusnya tidak bisa di intervensi oleh Israel,” sambungnya.

Lebih lanjut, Sidiq juga mengapresiasi langkah Presiden Jokowi yang bertolak ke Istanbul Turki untuk menghadiri di KTT luar Biasa Organisasi Kerja sama Islam (OKI) dalam rangka membela Palestina.

“Dan kita sangat mendukung langkah taktis yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia, mendukung sepenuhnya kemerdekaan Palestina,” paparnya.

Sidiq juga mengimbau kepada masyarakat untuk ikut melakukan pembelaan terhadap tanah Al-Quds dengan menginfakkan harta untuk membantu rakyat Palestina.

“Kita mengajak seluruh warga khususnya Soloraya untuk peduli dengan Palestina, setidaknya kita bisa memberikan doa atau bantuan material, kita disini juga tidak hanya teriak-teriak tapi juga ada material yang akan kita berikan, untuk membantu saudara-saudara kita disana,” tandasnya.

Ahad Ini, GNPF Ulama Undang Umat Islam Ikuti Unjuk Rasa Terbesar Untuk Palestina

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Ustaz Bachtiar Nasir mengatakan, pihaknya akan menggelar aksi solidaritas untuk Palestina terbesar di dunia pada Ahad (17/12/2017) mendatang di Kedutaan Besar Amerika. Aksi bertajuk Indonesia Bersatu untuk Bela Palestina itu akan dipimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Akan ada unjuk rasa terbesar di muka bumi Insya Allah, dan Jakarta akan penuh dengan umat Islam, dan Alhmadulillah hari ini MUI sudah rapat dan memutuskan siap memimpin unjuk rasa terbesar di dunia,” katanya di Masjid Raya Pondok Indah, Jl Iskandar Muda, Jakarta Selatan, Selasa (12/12/2017) siang ini.

Aksi tersebut semula diagendakan akan dilaksanakan pada Jumat (15/12/2017), akan tetapi Ustaz Bachtiar Nasir mengumumkan dalam konferensi pers aksi tersebut diputuskan untuk dilakukan pada Ahad (17/12/2017).

“Setelah bermusyawarah dan berijtihad untuk kebaikan semua. Maka agenda Aksi Indonesia Bersatu untuk Bela Palestina akan dilaksnakan pada hari Ahad dimulai dari pukul 06.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB, insya Allah semua selesai,” kata pimpinan AQL ini.

Ia mengimbau umat Islam Indonesia untuk mengikuti aksi tersebut sebagai wujud agar bisa dilihat oleh dunia internasional.

“Kepada Muslimin dan Muslimat di seluruh Indonesia yang melakukan aksi-aksi kelompok lebih baik lakukan aksi itu bersatu. Kita buktikan kepada dunia bahwa Indonesia yang terdepan dalam membela Palestina,” pungkasnya.

Uni Eropa Tolak Ajakan PM Israel untuk Akui Yerusalem sebagai Ibukotanya

BRUSEL (Jurnalislam.com) – Uni Eropa menolak ajakan PM zionis, Benjamin Netanyahu, untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dengan berdalih bahwa solusi dua negara merupakan satu-satunya jalan untuk menyelesaikan konflik antara orang Israel dan Palestina.

Federica Mogherini, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, bertemu dengan Netanyahu pada hari Senin (11/12/2017) di Brussels, kunjungan pertama oleh seorang perdana menteri Israel ke Uni Eropa dalam 22 tahun,lansir Aljazeera.

Pertemuan tersebut terjadi kurang dari sepekan setelah Amerika Serikat mengumumkan bahwa mereka mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan memindahkan kedutaannya ke kota tersebut, sebuah langkah kontroversial yang telah menimbulkan kecaman yang meluas dan bentrokan mematikan antara pemrotes Palestina dan tentara penjajah zionis Yahudi.

Relokasi Dubes AS Berlangsung 2 Tahun, Uni Eropa: Trump Mundur ke Masa Kegelapan

“Anda tahu di mana Uni Eropa berdiri. Kami percaya bahwa satu-satunya solusi realistis untuk konflik antara Israel dan Palestina didasarkan pada dua negara bagian dengan Yerusalem sebagai ibu kota negara bagian Israel dan negara bagian Palestina sepanjang garis 1967,” kata Mogherini saat jumpa pers bersama Netanyahu.

“Ini adalah posisi konsolidasi kami dan kami akan terus menghormati konsensus internasional mengenai Yerusalem sampai status akhir Kota Suci diselesaikan melalui negosiasi langsung antara semua pihak,” katanya.

Sementara itu, Perdana menteri zionis menegaskan kembali dukungannya terhadap keputusan Trump tentang Yerusalem.

“Yerusalem telah menjadi ibu kota Israel selama 70 tahun terakhir. Saya pikir apa yang telah dilakukan Presiden Trump adalah meletakkan fakta di atas meja,” klaim Netanyahu.

“Yerusalem adalah ibu kota Israel, tidak ada yang bisa menyangkal, tidak menghindarkan kedamaian, itu membuat kedamaian, karena mengenali kenyataan adalah substansi kedamaian, itulah dasarnya.”

Netanyahu mengatakan bahwa administrasi Trump sedang bekerja untuk memperkenalkan “proposal perdamaian baru” dan meminta semua negara untuk melihat apa yang akan dipresentasikan.

Namun rincian rencana itu nampaknya masih belum jelas.

Fokus Isu Yerusalem, OKI akan Gelar Konferensi Tingkat Tinggi Besok di Istanbul

Jean-Yves Le Drian, menteri luar negeri Prancis, mengatakan “semacam inisiatif Amerika” telah diumumkan.

“Kami sudah menunggu beberapa bulan, jika tidak, mungkin Uni Eropa harus mengambil inisiatif, tapi terlalu dini untuk mengatakannya,” katanya, menurut The Associated Press.

Selama konferensi pers, Netanyahu mengatakan bahwa dia memperkirakan “semua atau sebagian besar negara Eropa akan memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem” dan “mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel”.

Namun para pemimpin dunia dengan keras mengecam pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Pemimpin Hamas: Keputusan AS adalah Deklarasi Perang

Banyak pemimpin Eropa mengatakan bahwa tindakan tersebut menimbulkan ketegangan di wilayah yang lebih luas serta menghalangi prospek penyelesaian yang dinegosiasikan atas konflik Israel-Palestina

Mogherini juga menolak gagasan bahwa negara-negara anggota Uni Eropa akan memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem, mengatakan pada hari Senin “langkah ini tidak boleh terjadi.”

Sisa-sisa Pasukan IS Serahkan diri ke Tentara Irak

NINEVEH (Jurnalislam.com) – Sejumlah pasukan Kelompok Islamic State (IS) yang tersisa pada hari Senin (11/12/2017) menyerahkan diri ke pasukan keamanan Irak di sebelah barat Mosul, ibu kota wilayah provinsi Nineveh utara, menurut sumber militer Irak.

“Lima puluh tiga militan meletakkan senjata mereka di daerah Al-Wadi, Al-Hadar, sekitar 80 kilometer [sekitar 50 mil] barat Mosul,” Brigadir Jenderal Saad al-Janabi dari pasukan reaksi cepat pasukan tersebut mengatakan kepada Anadolu Agency.

Militan tersebut, katanya, telah menyerahkan diri ke pasukan gabungan Irak yang ditempatkan di daerah tersebut.

Laporan Terbaru: Kelompok Islamic State di Irak Telah Berakhir

“Sekitar setengah dari mereka yang menyerah adalah penduduk lokal yang bergabung dengan kelompok tersebut saat mereka menyerbu Mosul pada pertengahan 2014,” kata al-Janabi.

“Selebihnya,” tambahnya, “adalah orang asing dari negara-negara Arab dan Eropa.”

Menurut perwira militer tersebut, penduduk setempat dirujuk ke petugas keamanan nasional Irak sementara warganegara asing dikirim ke agen kontra-terorisme Irak.

Dalam perkembangan terkait, Kolonel Ahmed al-Jabouri dari komando operasi tentara Nineveh mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Senin bahwa sekitar 85 persen warga Niniwe telah dibebaskan dari IS sampai saat ini.

Irak: Milisi IS Sogok Pasukan Peshmerga untuk Bisa Kabur dari Hawija

Pada hari Sabtu, Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengumumkan bahwa perbatasan Irak dengan Suriah telah benar-benar diamankan.

Pada bulan Agustus, al-Abadi menyatakan bahwa Niniwe telah “sepenuhnya dibebaskan” dari IS, yang baru-baru ini mengalami serangkaian kekalahan di Irak dan Suriah setelah mengalahkan sebagian besar kedua negara pada pertengahan 2014.