Kawal Sidang Ustaz Alfian Tanjung, API Jabar Bertandang ke Surabaya

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Ketua Aliansi Pergerakan Islam Jawa Barat (API JABAR), Ustaz Asep Syaripudin mengatakan, pihaknya telah memberangkatkan seratusan anggota untuk mengawal persidangan lanjutan Ustaz Alfian Tanjung yang akan digelar di PN Surabaya pada Rabu (13/12/2017).

Rombongan pertama diberangkatkan dari Masjid Pusat Dakwah Islam (PUSDAI) Jawa Barat, Jl. Diponegoro Bandung pada Senin (11/12/2017).

“Kita akan hadiri dan kawal persidangan Ustaz Alfian Tanjung di PN Surabaya pd hari Rabu, 13 Desember 2017 jam 09.00 di Jl. Arjuna Surabaya,” katanya di Masjid Pusdai Jabar, Kota Bandung, Senin (11/12/2017)

“Insyaa Allah hari besok Selasa akan ada pemberangkatan lagi,” tambahnya.

Ia menegaskan, pengawalan tersebut bertujuan untuk menunjukkan menekan pemerintah agar membebaskan Ustaz Alfian Tanjung dari segala tuntutan.

Dikaitkan Dengan Terduga Teroris Sidoarjo, Ansharusyariah: Itu Fitnah

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Pimpinan Jamaah Ansharusy Syariah Jawa Timur, Ustadz Hamzah Baya membantah pemberitaan surabaya.tribunnews.com yang mengaitkan pihaknya dengan salah seorang terduga teroris berninisial PDP yang ditangkap Densus 88 di Tanggulangin Sidoarjo, Sabtu (9/12/2017) lalu.

Dalam pemberitaannya pada hari Ahad (10/12/2017), media tersebut menulis bahwa PDP adalah seorang anggota Jamaah Ansharusy Syariah tanpa terlebih dahulu mengkonfirmasi kebenarannya kepada Jamaah Ansharusy Syariah.

“Sangat di sayangkan sekali apa yang di beritakan oleh media itu tidak memiliki data yang valid serta akurat yang bisa dipertanggung jawabkan. Seharusnya mereka mengcroscek terlebih dahulu kepada kita,” katanya kepada Jurnalislam.com, Selasa (12/12/2017).

Ustadz Hamzah membantah bahwa PDP adalah anggota Jamaah Ansharusy Syariah. Pihaknya tidak pernah mengenal PDP dan nama itu tidak ada dalam daftar anggota Jamaah Ansharusy Syariah.

Untuk itu, ia menilai pemberitaan tersebut adalah fitnah terhadap Jamaah Ansharusy Syariah yang tidak pernah terkait dengan jaringan terorisme manapun.

“Itu fitnah yang mengarah kepada pencemaran nama baik. Karena apa yang dituduhkan sama sekali belum pernah masuk dan bahkan mengikuti kegiatan yang ada di Jamaah Ansharusy Syariah,” katanya.

Berikut pernyataan sikap Jamaah Ansharusy Syariah terkait pemberitaan tersebut:

Kepada: Pimpinan Redaksi Tribunnews Surabaya

Berkaitan dengan Pemberitaan di media Online Tribunnews Surabaya yang beralamat:

http://surabaya.tribunnews.com/amp/2017/12/10/istri-terduga-teroristanggulangin-tak-tahu-aktivitas-suaminya

Kami dari Jamaah Ansharusy Syariah Imarah Wilayah Jawa Timur memberikan pernyataan sikap sebagaimana berikut:

  1. Bahwa terduga teroris yang berinisial PDP sebagaimana termaktub dalam berita diatas tidak pernah sama sekali bergabung ke dalam Jamaah Ansharusy Syariah (JAS)
  2. Bahwa media anda salah mengutip dari rilis kepolisian yang tidak menyebutkan bahwa yang bersangkutan adalah anggota JAS, melainkan Anggota JAT
  3. Bahwa nama JAS tidak pernah disebut dalam rilis kepolisian, lalu darimana pihak media anda menyebut nama JAS?
  4. Kami meminta hak jawab dan pelurusan berita karena telah terjadi kesalahan dalam pemberitaan media anda yang merugikan kami

Aliansi Mahasiswa Solo Minta PBB Jaga Resolusi DK PBB atas Yerusalem

SOLO (Jurnalislam.com) – Gelombang protes atas pengakuan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait Yerusalem terus berlanjut. Di Solo, Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Palestina mengadakan unjuk rasa di Bundaran Gladak, Surakarta, Selasa, (12/12/2017).

“Kita merespon tindakan Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel,” kata korlap aksi Muhammad Sidiq kepada Jurnalislam.com usai aksi.

Mereka mendesak Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk kembali berkomitmen pada Resolusi Dewan Keamanan PBB atas Yerusalem tahun 1967.

“Kita mengecam tindakan Donald Trump dan mengajak PBB untuk konsisten menjaga apa yang telah dijanjikan sehingga, sehingga Yerusalem itu menjadi satu bagian yang harusnya tidak bisa di intervensi oleh Israel,” sambungnya.

Lebih lanjut, Sidiq juga mengapresiasi langkah Presiden Jokowi yang bertolak ke Istanbul Turki untuk menghadiri di KTT luar Biasa Organisasi Kerja sama Islam (OKI) dalam rangka membela Palestina.

“Dan kita sangat mendukung langkah taktis yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia, mendukung sepenuhnya kemerdekaan Palestina,” paparnya.

Sidiq juga mengimbau kepada masyarakat untuk ikut melakukan pembelaan terhadap tanah Al-Quds dengan menginfakkan harta untuk membantu rakyat Palestina.

“Kita mengajak seluruh warga khususnya Soloraya untuk peduli dengan Palestina, setidaknya kita bisa memberikan doa atau bantuan material, kita disini juga tidak hanya teriak-teriak tapi juga ada material yang akan kita berikan, untuk membantu saudara-saudara kita disana,” tandasnya.

Ahad Ini, GNPF Ulama Undang Umat Islam Ikuti Unjuk Rasa Terbesar Untuk Palestina

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Ustaz Bachtiar Nasir mengatakan, pihaknya akan menggelar aksi solidaritas untuk Palestina terbesar di dunia pada Ahad (17/12/2017) mendatang di Kedutaan Besar Amerika. Aksi bertajuk Indonesia Bersatu untuk Bela Palestina itu akan dipimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Akan ada unjuk rasa terbesar di muka bumi Insya Allah, dan Jakarta akan penuh dengan umat Islam, dan Alhmadulillah hari ini MUI sudah rapat dan memutuskan siap memimpin unjuk rasa terbesar di dunia,” katanya di Masjid Raya Pondok Indah, Jl Iskandar Muda, Jakarta Selatan, Selasa (12/12/2017) siang ini.

Aksi tersebut semula diagendakan akan dilaksanakan pada Jumat (15/12/2017), akan tetapi Ustaz Bachtiar Nasir mengumumkan dalam konferensi pers aksi tersebut diputuskan untuk dilakukan pada Ahad (17/12/2017).

“Setelah bermusyawarah dan berijtihad untuk kebaikan semua. Maka agenda Aksi Indonesia Bersatu untuk Bela Palestina akan dilaksnakan pada hari Ahad dimulai dari pukul 06.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB, insya Allah semua selesai,” kata pimpinan AQL ini.

Ia mengimbau umat Islam Indonesia untuk mengikuti aksi tersebut sebagai wujud agar bisa dilihat oleh dunia internasional.

“Kepada Muslimin dan Muslimat di seluruh Indonesia yang melakukan aksi-aksi kelompok lebih baik lakukan aksi itu bersatu. Kita buktikan kepada dunia bahwa Indonesia yang terdepan dalam membela Palestina,” pungkasnya.

Uni Eropa Tolak Ajakan PM Israel untuk Akui Yerusalem sebagai Ibukotanya

BRUSEL (Jurnalislam.com) – Uni Eropa menolak ajakan PM zionis, Benjamin Netanyahu, untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dengan berdalih bahwa solusi dua negara merupakan satu-satunya jalan untuk menyelesaikan konflik antara orang Israel dan Palestina.

Federica Mogherini, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, bertemu dengan Netanyahu pada hari Senin (11/12/2017) di Brussels, kunjungan pertama oleh seorang perdana menteri Israel ke Uni Eropa dalam 22 tahun,lansir Aljazeera.

Pertemuan tersebut terjadi kurang dari sepekan setelah Amerika Serikat mengumumkan bahwa mereka mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan memindahkan kedutaannya ke kota tersebut, sebuah langkah kontroversial yang telah menimbulkan kecaman yang meluas dan bentrokan mematikan antara pemrotes Palestina dan tentara penjajah zionis Yahudi.

Relokasi Dubes AS Berlangsung 2 Tahun, Uni Eropa: Trump Mundur ke Masa Kegelapan

“Anda tahu di mana Uni Eropa berdiri. Kami percaya bahwa satu-satunya solusi realistis untuk konflik antara Israel dan Palestina didasarkan pada dua negara bagian dengan Yerusalem sebagai ibu kota negara bagian Israel dan negara bagian Palestina sepanjang garis 1967,” kata Mogherini saat jumpa pers bersama Netanyahu.

“Ini adalah posisi konsolidasi kami dan kami akan terus menghormati konsensus internasional mengenai Yerusalem sampai status akhir Kota Suci diselesaikan melalui negosiasi langsung antara semua pihak,” katanya.

Sementara itu, Perdana menteri zionis menegaskan kembali dukungannya terhadap keputusan Trump tentang Yerusalem.

“Yerusalem telah menjadi ibu kota Israel selama 70 tahun terakhir. Saya pikir apa yang telah dilakukan Presiden Trump adalah meletakkan fakta di atas meja,” klaim Netanyahu.

“Yerusalem adalah ibu kota Israel, tidak ada yang bisa menyangkal, tidak menghindarkan kedamaian, itu membuat kedamaian, karena mengenali kenyataan adalah substansi kedamaian, itulah dasarnya.”

Netanyahu mengatakan bahwa administrasi Trump sedang bekerja untuk memperkenalkan “proposal perdamaian baru” dan meminta semua negara untuk melihat apa yang akan dipresentasikan.

Namun rincian rencana itu nampaknya masih belum jelas.

Fokus Isu Yerusalem, OKI akan Gelar Konferensi Tingkat Tinggi Besok di Istanbul

Jean-Yves Le Drian, menteri luar negeri Prancis, mengatakan “semacam inisiatif Amerika” telah diumumkan.

“Kami sudah menunggu beberapa bulan, jika tidak, mungkin Uni Eropa harus mengambil inisiatif, tapi terlalu dini untuk mengatakannya,” katanya, menurut The Associated Press.

Selama konferensi pers, Netanyahu mengatakan bahwa dia memperkirakan “semua atau sebagian besar negara Eropa akan memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem” dan “mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel”.

Namun para pemimpin dunia dengan keras mengecam pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Pemimpin Hamas: Keputusan AS adalah Deklarasi Perang

Banyak pemimpin Eropa mengatakan bahwa tindakan tersebut menimbulkan ketegangan di wilayah yang lebih luas serta menghalangi prospek penyelesaian yang dinegosiasikan atas konflik Israel-Palestina

Mogherini juga menolak gagasan bahwa negara-negara anggota Uni Eropa akan memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem, mengatakan pada hari Senin “langkah ini tidak boleh terjadi.”

Sisa-sisa Pasukan IS Serahkan diri ke Tentara Irak

NINEVEH (Jurnalislam.com) – Sejumlah pasukan Kelompok Islamic State (IS) yang tersisa pada hari Senin (11/12/2017) menyerahkan diri ke pasukan keamanan Irak di sebelah barat Mosul, ibu kota wilayah provinsi Nineveh utara, menurut sumber militer Irak.

“Lima puluh tiga militan meletakkan senjata mereka di daerah Al-Wadi, Al-Hadar, sekitar 80 kilometer [sekitar 50 mil] barat Mosul,” Brigadir Jenderal Saad al-Janabi dari pasukan reaksi cepat pasukan tersebut mengatakan kepada Anadolu Agency.

Militan tersebut, katanya, telah menyerahkan diri ke pasukan gabungan Irak yang ditempatkan di daerah tersebut.

Laporan Terbaru: Kelompok Islamic State di Irak Telah Berakhir

“Sekitar setengah dari mereka yang menyerah adalah penduduk lokal yang bergabung dengan kelompok tersebut saat mereka menyerbu Mosul pada pertengahan 2014,” kata al-Janabi.

“Selebihnya,” tambahnya, “adalah orang asing dari negara-negara Arab dan Eropa.”

Menurut perwira militer tersebut, penduduk setempat dirujuk ke petugas keamanan nasional Irak sementara warganegara asing dikirim ke agen kontra-terorisme Irak.

Dalam perkembangan terkait, Kolonel Ahmed al-Jabouri dari komando operasi tentara Nineveh mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Senin bahwa sekitar 85 persen warga Niniwe telah dibebaskan dari IS sampai saat ini.

Irak: Milisi IS Sogok Pasukan Peshmerga untuk Bisa Kabur dari Hawija

Pada hari Sabtu, Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengumumkan bahwa perbatasan Irak dengan Suriah telah benar-benar diamankan.

Pada bulan Agustus, al-Abadi menyatakan bahwa Niniwe telah “sepenuhnya dibebaskan” dari IS, yang baru-baru ini mengalami serangkaian kekalahan di Irak dan Suriah setelah mengalahkan sebagian besar kedua negara pada pertengahan 2014.

Jihad The Only Way to Address Donald Trump’s Claims: Ansharusyariah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Qaid Hisbah Jamaah Ansharusy Shariah, Yudo Ratmiko insists his party strongly condemns the claim of Donald Trump recognizing Jerusalem (Al Quds) as the capital of Israel.

“There is no agreement from the world that Jerusalem belongs to Israel, then to the fact that Trump says that Jerusalem belongs to Israel,” he asserted in front of the American Embassy, ​​Jl. Medan Merdeka, Jakarta, Monday (11/12/2017).

According to him, the action is very important as a form of support for the Palestinian resistance and war declaration to America and Israel who have acted arbitrarily.

“The urgency of this action is to give a clear attitude, an attitude of non-favor and a declaring war on America because America unilaterally has usurped and colonized the land of Palestine and gave its support to Israel,” he said.

Furthermore, Yudo asserted that the only solution to stop the occupation of Isreal over Palestine is with Jihad in the way of Allah. Because, he said, the various negotiations that have been done with Israel has never produced a fair result for the Palestinian people.

“So as a form of stern attitude to confront Israel is jihad fiisabilillah,” he concluded.

As known, Hamas leader Ismail Haniya recently confirmed, Trump’s policy to annex Al-Quds is a declaration of war.

Translator: Taznim

Continuing Protests, Pull Decision Or We Expel US Ambassador in Indonesia

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Thousands of masses from various Islamic organizations and students and the associations of Betawi Jawara attended a further demonstration denouncing the claims of Jerusalem (Al Quds) as the capital of Israel in front of the US Ambassador, Jl. Medan Merdeka, Jakarta, Monday (11/12/2017).

Alternately representatives of mass organizations and figure standing above their commanders car made Criticism and endless threats to the American President, Donald Trump.

“We will continue to return to this place until Trump retracts his decision, and we will not be afraid of the Americans and his minions because we are ready to buy and sell to Allah with our blood and soul,” said Ansharusy Shariah Jamaat Chairman Ustadz Gunadi from the car command point

Then Syuro FPI board, Habib Husein Al Attas asserted, if the US does not withdraw its decision it will expel the US embassy in Indonesia.

“We will expel the US ambassadors in Indonesia and we will fight them until the roots until Donald Trump pull back his decision,” he said.

The demonstration was also decorated with silat moves by the Betawi Javanese based on the flag of the United States and Israel. The masses also trampled and then burned both flags.

Translator: Taznim

Diteriakin Penjahat Perang, Ratusan Orang Protes Kunjungan PM Zionis di Brusel

BRUSSELS (Jurnalislam.com) – Ratusan pemrotes menandai kunjungan Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu untuk bertemu dengan pejabat Uni Eropa pada hari Senin (11/12/2017), lansir Anadolu Agency.

200 orang berkumpul melakukan demonstrasi di luar kantor Uni Eropa di Brussel’s Schuman Square membawa bendera Palestina dan spanduk mendukung boikot terhadap Israel dan mengutuk “kejahatan perang” Israel.

Kunjungan Netanyahu terjadi setelah pengakuan AS terhadap Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Begini Seruan Al Qaeda Global Terkait Isu Yerusalem sebagai Ibukota Israel

Sebelumnya, dia bertemu dengan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini dan menteri luar negeri negara anggota UE.

Netanyahu mengatakan bahwa dia mengharapkan Eropa untuk segera mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel sementara Mogherini mengatakan “satu-satunya solusi realistis” bagi konflik Israel-Palestina adalah didasarkan pada kesepakatan dua negara menurut perbatasan tahun 1967.

Netanyahu dijadwalkan bertemu dengan Presiden Komisi EU Jean-Claude Juncker pada hari Senin namun kunjungan tersebut dibatalkan. Para pejabat menolak untuk mengomentari pembatalan tersebut.

Fokus Isu Yerusalem, OKI akan Gelar Konferensi Tingkat Tinggi Besok di Istanbul

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Organisasi Kerjasama Islam (the Organisation of Islamic Cooperation-OIC) dijadwalkan untuk membahas masalah Yerusalem di Istanbul, kota terbesar di Turki, pada besok hari Rabu (13/12/2017).

Erdogan mengatakan bahwa Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) tersebut akan menjadi “titik balik” atas krisis Yerusalem, bahkan Rusia berjanji untuk mengirim seorang perwakilan.

Reporter Al Jazeera Mohammed Adow, melaporkan dari Ankara, Senin (11/12/2017), mengatakan bahwa Putin “telah memanfaatkan semangat anti-Trump di wilayah ini” dengan tur regional tiga-kakinya.

Trump Akan Akui Yerusalem sebagai Ibukota Israel, OKI Gelar Rapat Darurat

Marwan Karbalam, seorang analis Timur Tengah, juga mengatakan bahwa perjalanan Putin ditujukan untuk “memproyeksikan kekuasaan di Timur Tengah dengan mengunjungi dua sekutu AS – Mesir dan Turki – yang telah semakin dekat dengan Rusia selama beberapa tahun terakhir.”

Dia “mencoba memanfaatkan hubungan sekutu AS yang sulit dengan pelindung internasional mereka untuk meningkatkan pengaruhnya,” kata Karbalam kepada Al Jazeera.

Putin mengumumkan pekan lalu bahwa dia akan mencari sebuah strategi baru dalam pemilihan presiden Rusia mendatang tahun depan.

Yury Barmin, seorang rekan di Dewan Urusan Internasional Rusia, mengatakan bahwa turnya juga merupakan “langkah terakhir untuk meyakinkan publik Rusia bahwa Vladimir Putin adalah pemimpin yang kuat dan perlu dipilih kembali.”

Putin dan Erdogan juga membahas perkembangan di Suriah dan memperkuat hubungan ekonomi dan militer.

Pejabat Turki dan Rusia akan bertemu untuk menyelesaikan sistem rudal S-400 Turki pekan depan, kata Erdogan.