Responsive image

Dikaitkan Dengan Terduga Teroris Sidoarjo, Ansharusyariah: Itu Fitnah

Dikaitkan Dengan Terduga Teroris Sidoarjo, Ansharusyariah: Itu Fitnah

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Pimpinan Jamaah Ansharusy Syariah Jawa Timur, Ustadz Hamzah Baya membantah pemberitaan surabaya.tribunnews.com yang mengaitkan pihaknya dengan salah seorang terduga teroris berninisial PDP yang ditangkap Densus 88 di Tanggulangin Sidoarjo, Sabtu (9/12/2017) lalu.

Dalam pemberitaannya pada hari Ahad (10/12/2017), media tersebut menulis bahwa PDP adalah seorang anggota Jamaah Ansharusy Syariah tanpa terlebih dahulu mengkonfirmasi kebenarannya kepada Jamaah Ansharusy Syariah.

“Sangat di sayangkan sekali apa yang di beritakan oleh media itu tidak memiliki data yang valid serta akurat yang bisa dipertanggung jawabkan. Seharusnya mereka mengcroscek terlebih dahulu kepada kita,” katanya kepada Jurnalislam.com, Selasa (12/12/2017).

Ustadz Hamzah membantah bahwa PDP adalah anggota Jamaah Ansharusy Syariah. Pihaknya tidak pernah mengenal PDP dan nama itu tidak ada dalam daftar anggota Jamaah Ansharusy Syariah.

Untuk itu, ia menilai pemberitaan tersebut adalah fitnah terhadap Jamaah Ansharusy Syariah yang tidak pernah terkait dengan jaringan terorisme manapun.

“Itu fitnah yang mengarah kepada pencemaran nama baik. Karena apa yang dituduhkan sama sekali belum pernah masuk dan bahkan mengikuti kegiatan yang ada di Jamaah Ansharusy Syariah,” katanya.

Berikut pernyataan sikap Jamaah Ansharusy Syariah terkait pemberitaan tersebut:

Kepada: Pimpinan Redaksi Tribunnews Surabaya

Berkaitan dengan Pemberitaan di media Online Tribunnews Surabaya yang beralamat:

http://surabaya.tribunnews.com/amp/2017/12/10/istri-terduga-teroristanggulangin-tak-tahu-aktivitas-suaminya

Kami dari Jamaah Ansharusy Syariah Imarah Wilayah Jawa Timur memberikan pernyataan sikap sebagaimana berikut:

  1. Bahwa terduga teroris yang berinisial PDP sebagaimana termaktub dalam berita diatas tidak pernah sama sekali bergabung ke dalam Jamaah Ansharusy Syariah (JAS)
  2. Bahwa media anda salah mengutip dari rilis kepolisian yang tidak menyebutkan bahwa yang bersangkutan adalah anggota JAS, melainkan Anggota JAT
  3. Bahwa nama JAS tidak pernah disebut dalam rilis kepolisian, lalu darimana pihak media anda menyebut nama JAS?
  4. Kami meminta hak jawab dan pelurusan berita karena telah terjadi kesalahan dalam pemberitaan media anda yang merugikan kami
Bagikan
Close X