The World’s Largest Palestinian Action, Here is UBN’s Ven

JAKARTA (Jurnalislam.com) – The United Indonesia Unity Action for Palestine was successfully held by GNPF Ulama today (17/12/2017) in Monas.

Chairman of the National Movement of Fatwa Guards (GNPF) Ulama, Ustadz Bachtiar Nasir revealed, it only has three days to hold the event that is touted as the act of care the largest palestina in the world.

In addition to a short time, Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) also admitted at that time his side did not have the funds to hold an event of that size.

“And our preparation is only three days. imagine how many billions of expenses to spend on this big event and no money, “UBN told reporters in Monas, Jakarta, Sunday (17/12/2017).

Funds also collected after the GNPF held a tabligh akbar care about Palestine in the mosques in Jakarta. Although the action facility is more complete than the previous actions, UBN denied if the action is funded by certain parties.

“This is purely the fund of the people we get after traveling around the mosques. Despite the coins but the blessings, “he said.

“So there is no funding from certain businessmen or politicians,” he continued.

With short preparations, UBN is grateful for a successful running event. Based on the data he received, the action participants reached approximately four million.

“When viewed from the density, the number of participants about four millions, Insya Alloh,” he explained.

Today KH Ma’ruf Amin Conveyed the Muslims Petition to the US Ambassador

In addition, UBN also expressed his pride on the unity of Muslims in action led by the Chairman of MUI, KH Ma’ruf Amin it.

“Alhamdulilah, MUI and mass organizations under it are made easy to unite,” he said.
According to him, the action is a moment to reinforce the unity of the ummah.

“And the most important thing is the spirit of the Ummah to be a Palestinian liberator from the Jewish grip and the enormous American crime that drives us to unite and do for Palestine,” he concluded.

The action that began with the morning prayer was attended by dozens of national figures, clerics, representatives of mass organizations and officials ended at exactly 11:00 pm.

In the event, the event was filled with the speeches of figures and petition readings by the refusal of Donald Trump’s decision on the annexation of Jerusalem as the capital

The petition read out by MUI Abbas’s secretary general MUI will later become a statement of the attitude of Indonesian Muslims.

Aksi Bela Palestina 171217
Aksi Bela Palestina 171217

Translator: Taznim

Today KH Ma’ruf Amin Conveyed the Muslims Petition to the US Ambassador

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Today, Monday (18/12/2017) United ,Muslims support unity delegation led by the Chairman of MUI KH M’aruf Amin will go to the American Embassy. Kyai Ma’ruf along with a number of representatives of Islamic mass organizations will present a Muslim petition about the annexation of Jerusalem by US President Donald Trump.

In a petition read by MUI Secretary General Anwar Abbas on Action 17.12.17 at Monas yesterday it contains a number of important points will be submitted. Among these are the Indonesian Muslims’ rejection of President Trump’s claim regarding the status of the City of Jerusalem because it has injured a sense of justice. Ask the US number one person to immediately revoke his decision.

Abbas continued, if the United States does not immediately revoke its unilateral decision regarding the claim of the city of Jerusalem as the capital of Israel, then the US will lose its legitimacy as a mediator of peace between the Palestinians – Israel. Urge all countries to reject the unilateral and illegal recognition of President Trump.

About LGBT Decision, MK Should Seek Local Indonesian Wisdom: GNPF

Indonesian Muslims urged all countries in the world, especially those joined in OIC, to immediately cut off diplomatic relations with Israel or at least not to move its embassy from Tel Aviv to Jerusalem. Furthermore, supporting the results of Extraordinary KKT held in Istanbul, Turkey, on December 13, 2017 yesterday.

The MUI leader threatens that if the US president remains unconstitutional and withdraw its decision, then the Indonesian Muslim Ummah will urge the United Nations to immediately hold a special session and freeze the United States from its membership in the United Nations and remove the United Nations Headquarters from the US to other countries.

Indonesian Muslims also urged the House of Representatives to immediately form a special committee (Pansus) to review the form of investment of US companies in Indonesia.

Translator: Taznim

Gara-gara Ketahuan Korupsi, PM Zionis Netanyahu Didemo Ribuan Warganya

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Ribuan orang pada hari Sabtu berbaris di Tel Aviv untuk memprotes Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu atas korupsi yang dilakukannya, Anadolu Agency melaporkan, Ahad (17/12/17).

Pada pekan ketiga, para pemrotes berkumpul di Boulevard Rotschild, di mana mereka meneriakkan slogan-slogan melawan Netanyahu, yang diinterogasi selama “beberapa jam” pada hari Kamis di kediamannya di Yerusalem sebagai bagian dari penyelidikan korupsi yang sedang berlangsung.

Sejak tahun lalu, Netanyahu telah menjadi subyek investigasi kriminal dalam dua kasus korupsi yang terpisah.

Dia berulang kali berkelit melakukan korupsi.

Kasus pertama melibatkan produser Hollywood Arnon Milchan, yang diduga diminta untuk membeli barang mewah untuk Netanyahu dan istrinya Sara Netanyahu.

Kasus kedua berkaitan dengan laporan bahwa Netanyahu melakukan kesepakatan untuk liputan media yang menguntungkan dengan Arnon Mozes, penerbit surat kabar berbahasa Ibrani populer Yedioth Ahronoth.

Istri Netanyahu, Sara, juga telah diperiksa oleh polisi terkait dugaan korupsi sebelumnya.

Dia dituduh menerima sogokan berupa hadiah “mewah dan tidak pantas” dari pengusaha kaya dan membayar suap kepada seorang mogul media sebagai imbalan atas liputan yang menguntungkan.

Dia juga telah diinterogasi dalam konteks investigasi yang sedang berlangsung atas tuduhan bahwa Netanyahu menggunakan dana negara untuk pengeluaran pribadi.

Soal Putusan LGBT, GNPF: MK Hendaknya Melihat Kearifan Lokal Indonesia

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Ustaz Bachtiar Nasir menyayangkan putusan Mahkamah Konstitusi soal LGBT.

Menurutnya, MK hendaknya melihat kearifan lokal Indonesia sebelum memutuskan menolak gugatan terkait perluasan aturan soal perzinaan, perkosaan, dan juga pencabulan.

“Ini salah satu masalah yang harus kita perjuangkan. Tapi bagaimanapun juga, masalah prostitusi itu hendaknya memperhatikan kearifan lokal kita dan aspirasi umat, kata UBN kepada wartawan di Monas, Ahad (17/12/2017).

Pihaknya akan berupaya mencari celah secara konstitusional agar keputusan MK tersebut bisa dianulir.

“Karena tentu ini tidak semata-mata dari hukum sekuler, memang di Indonesia ini sampai sekarang belum ada KHUP tentang perzinahan sementara sekularisme di negeri ini jga begitu kuat,” papar UBN.

“Jadi menurut kami ini masih ada upaya-upaya yang bisa kita lakukan agar putusan ini bisa kami rubah,” imbuhnya.

Sukses Gelar Aksi Peduli Palestina Terbesar di Dunia, Begini Curhatan UBN

Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan terkait perluasan aturan soal perzinaan, perkosaan, dan pencabulan dalam sidang putusan di gedung MK, Jakarta, Kamis (14/12/2017) lalu. Gugatan tersebut terkait perbuatan zina dalam kumpul kebo hingga soal LGBT bisa dipidana.

“Amar putusan menolak permohonan untuk seluruhnya,” kata Ketua MK, Arief Hidayat, membacakan putusan.

Mahkamah berpendapat bahwa permohonan itu membuat MK mengubah rumusan delik dalam pasal KUHP, bahkan merumuskan tindak pidana baru. Sebab yang dimohonkan adalah pengubahan frasa di dalam aturan tersebut.

Keputusan MK ini menuai protes sejumlah pihak termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dalam pernyataannya, Ketua MUI Pusat, KH Ma’ruf Amin menegaskan, keputusan itu melanggar hukum agama.

Menurutnya, jika berdasarkan ilmu agama, kumpul kebo dan LGBT dikategorikan dalam perbuatan zina yang pantas diberi hukuman.

Turki akan Buka Kedutaan di Yerusalem

TURKI (Jurnalislam.com) – Turki akan membuka kedutaannya di Yerusalem Timur, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Ahad (17/12/17), beberapa hari setelah memimpin sebuah konferensi puncak pemimpin Muslim (KTT-OKI) agar dunia mengakuinya Yerusalem sebagai ibu kota Palestina.

Tidak jelas bagaimana dia akan melakukan tindakan tersebut, karena Israel mengendalikan seluruh Yerusalem dan menyebut kota itu sebagai ibukota yang tak terbagi. Warga Palestina menginginkan ibukota sebuah negara masa depan yang mereka inginkan berada di Yerusalem Timur, yang dicaplok Israel dalam perang 1967 dan kemudian dianeksasi dalam sebuah tindakan yang tidak diakui secara internasional.

KTT OKI merupakan tanggapan terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump pada 6 Desember yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Langkahnya berbeda dengan kebijakan AS dan konsensus internasional bahwa status kota tersebut harus diserahkan ke perundingan damai Israel-Palestina.

OKI Deklarasikan Yerusalem sebagai Ibukota Palestina, Ini Kata Erdogan

“In sya Allah, hari sudah dekat saat dengan izin Allah, kita secara resmi akan membuka kedutaan kita di sana,” kata Erdogan, lansir Middle East Eye.

Erdogan mengatakan dalam sebuah pidato kepada anggota Partai AK-nya di provinsi selatan Karaman bahwa konsulat jenderal Turki di Yerusalem sudah diwakili oleh seorang duta besar.

Yerusalem, yang diagungkan oleh umat Islam, Yahudi, dan Kristen adalah lokasi tempat paling suci ketiga bagi Muslim berada di sektor timur Yerusalem – dan telah menjadi jantung konflik Israel-Palestina selama beberapa dekade.

Semua kedutaan asing di Israel, termasuk Turki, berada di Tel Aviv, mencerminkan status Jerusalem yang belum terselesaikan.

Sebuah komunike yang dikeluarkan setelah pertemuan puncak hari Rabu oleh lebih dari 50 negara Muslim, termasuk Negara-negara sekutu AS, mengatakan bahwa mereka menganggap langkah Trump sebagai sebuah deklarasi bahwa Washington menarik diri dari perannya sebagai perantara perdamaian di Timur Tengah.

Mesir Tidak Sebut AS dalam Isu Palestina, Dewan Keamanan PBB Pertimbangkan Resolusi Yerusalem

Pada hari Sabtu, sebuah teks rancangan Mesir disahkan di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang akan menegaskan bahwa setiap keputusan mengenai status Yerusalem tidak memiliki dampak hukum dan harus dibatalkan setelah Presiden Trump mengakui kota tersebut sebagai ibu kota Israel.

Teks satu halaman, yang diedarkan bagi 15 anggota dewan pada hari Sabtu dan dilihat oleh Reuters, tidak secara khusus menyebutkan Amerika Serikat atau Trump. Diplomat mengatakan teks tersebut mendapat dukungan luas namun kemungkinan akan diveto oleh Washington.

Bersamaan dengan Aksi Bela Palestina di Monas, Ribuan Warga Turki Gelar Aksi Serupa

ANKARA (Jurnalislam.com) – Ribuan orang berkumpul di Lapangan Anadolu Ankara pada hari Ahad (17/12/17) untuk memprotes pengakuan Presiden AS Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibukota Israel, aksi digelar bersamaan dengan aksi Bela Palestina 17.12.17 di Monas (Monumen Nasional) Jakarta yang diselenggarkan GNPF Ulama.

Keputusan Trump pekan lalu memicu demonstrasi di seluruh dunia termasuk di wilayah Palestina yang diduduki, Turki, Mesir, Yordania, Tunisia, Aljazair, Irak, Indonesia dan negeri-negeri Muslim lainnya, lansir Anadolu Agency.

Sukses Gelar Aksi Peduli Palestina Terbesar di Dunia, Begini Curhatan UBN

Reli pro-Yerusalem diorganisir oleh serikat pekerja Memur Sen dan Hak-Is, Yayasan Bantuan Kemanusiaan IHH Turki, Asosiasi Pemuda Anatolia, dan yayasan Cihannuma dan ONDER.

“Kami tidak akan dibungkam sampai Yerusalem dibebaskan dari pendudukan Zionis,” kata Ketua Memur Sen Sen Ali Yalcin, saat pidato pembukaannya.

“Apapun Masjid al-Haram dan Masjid Nabawi berarti bagi kita, Masjid al-Aqsha adalah sama,” kata Ketua Hak-Is Mahmut Arslan.

Ketua IHH Bulent Yildirim, Yayasan Pemuda Anatolia, Salih Turhan, wakil ketua Yayasan Cihannuma Ahmet Akca dan Ketua Yayasan ONING Halit Bekiroglu juga menyampaikan unjuk rasa tersebut.

Paman Fawzi al-Juneidi, seorang anak Palestina yang ditahan oleh pihak berwenang Israel pekan lalu, juga menghadiri demonstrasi tersebut atas sebuah undangan oleh panitia.

Juneidi, 16, telah menjadi simbol protes Palestina yang sedang berlangsung melawan keputusan Trump pada 6 Desember.

Majelis Nasional Agung Administrator Turki Ahmet Gundogdu, Wakil Ketua Partai Republik (CHP) Veli Agbaba dan para deputi lainnya juga menghadiri demonstrasi tersebut.

Reli dimulai dengan lagu kebangsaan, diikuti dengan pertunjukan dan pembacaan Alquran.

Yerusalem tetap menjadi jantung konflik Israel-Palestina, dengan penduduk Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur – yang sekarang sedang dijajah oleh Israel – pada akhirnya dapat berfungsi sebagai ibukota negara Palestina masa depan.

Aksi Bela Palestina 171217 di Monas, Jakarta
Aksi Bela Palestina 171217 di Monas jakarta

Aksi Bela Palestina dan Tolak AS Terus Bergulir, Kini dari Dompu NTB

DOMPU (Jurnalislam.com)—Tak hanya di Jakarta atau kota-kota besar seperti Bandung, Semarang, dan Surabaya, Aksi Bela Palestina juga digelar di beberapa daerah pelosok seperti di Dompu Nusa Tenggara Barat (NTB).

Massa dari Forum Umat Islam Dompu bersama elemen ormas Islam Dompu dan warga menggelar aksi jalan kaji dari Masjid Agung Baiturrahman menuju kantor DPRD Kabupaten Dompu, bada shalat Jumat (15/12/2017).

Secara bergantian, di atas mobil para orator menyanpaikan pernyataan sikap atas penjajahan Israel terhadap Palestina sampai sekarang. Romo (30 tahun) salah seorang Aktivis pemuda Dompu dalam orasinya menyampaikan bahwa Aksi Bela Palestina adalah Panggilan Iman.

“Derita Palestina belum sembuh, setiap tahun darah para syuhada selalu mengalir di bumi Palestina. Pada hari ini kita di kejutkan dengan kebijakan sepihak Donald Trump yang menjadikan Yerussalem sebagai ibu kota Israel, maka hari kita wajib membela Palestina sebab membela palestina adalah panggilan iman dan kewajiban yang asasi,” katanya.

Di kesempatan yang Lain, Seorang tokoh masyarakat desa O’o Dompu, Kahar Muzakkar menyampaikan dalam orasinya agar memandang Palestina sebagai saudara dekat kita

“Sudah sering saya sampaikan, jangan memandang Palestina itu jauh dari kita, tapi pandanglah Palestina dekat dengan kita karena pada hakikatnya mereka adalah saudara seiman kita kaum muslimin,” ungkapnya.

Di akhir acara Aksi, Bapak ketua DPRD bersama rombongan bersama mendoakan kebaikan untuk umat Islam di Palestina agar mereka mendapatkan kemerdekaan sejati.

Reporter : Agus Ringgo.

 

Menag Disoraki Massa Aksi, Ini Penjelasan GNPF Ulama

JAKARTA (Jurnalislam.com) – “whuuuu…,” suara gemuru peserta Aksi Bela Palestina serempak menyoraki setiap kali mendengar nama Menteri Agama Luqman Syaifudin. Insiden itu terjadi dalam aksi Bela Palestina di Monas, Ahad (17/12/2017).

Untuk meredam reaksi peserta tersebut, para petinggu GNPF harus turun tangan untuk mengendalikan massa yang terlihat kesal.

Menteri Agama Luqman Syaifudin
Menteri Agama Luqman Syaifudin

Apa yang membuat massa melakukan itu? Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Ustaz Bachtiar Nasirmengatakan, kemungkinan ada beberapa klarifikasi Menag yang belum sampai kepada masyarakat dalam beberapa pernyataannya.

“Ya, mungkin ada yang belum sampai klarifikasinya kepada masyarakat dari beberapa statemen beliau seperti tentang LGBT, tentang pelajaran agama ada juga tentang anggaran di kemenag,” kata Ustadz Bachtiar Nasir kepada wartawan di Monas, Ahad (17/12/2017).

Hari Ini KH Ma’ruf Amin Sampaikan Petisi Umat Islam ke Dubes AS

UBN dan Aa Gym menenangkan massa aksi
UBN dan Aa Gym menenangkan massa aksi

Kendati demikian ia menyayangkan insiden tersebut karena dinilai tidak menghormati simbol negara.

“Dan menteri agama juga tidak seperi yang dituduhkan sepenuhnya kok,” kata UBN.

Wakil Ketua GNPF Ulama, Ustaz Zaitun Rasmin menambahkan, dengan adanya insiden tersebut pihaknya mengimbau kepada semua pihak untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan.

“Dari sini juga kita mengambil pelajaran betapa pentingnya kita untuk berhati-hati, apalagi pejabat publik, itu kan sensitif,” katanya.

Dalam aksi tersebut, terlihat massa tidak hanya menyuarakan tentang isu Palestina. Mereka juga membawa spanduk-spanduk berisi penolakannya terhadap keputusan Mahkamah Konstitusi yang telah memutuskan bahwa LGBT tidak termasuk sebagai pelanggaran hukum pidana.

Wali Kota Bima: Palestina dan Masjid Al Aqsa Harus Kita Bela!

BIMA (Jurnalislam.com) – Wali Kota Bima H Quraish H Abidin menyatakan penjajahan Israel yang masih terjadi di Palestina saat ini jangan sampai membuat umat berdiam diri.

Hal tersebut disampaikan oleh orang nomor satu di Kota Bima itu melalui staf ahli nya H Syafruddin SH pada jum’at (15/12/2017) di saat aksi solidaritas untuk Palestina.

Pernyataan itu disampaikan setelah muncul klaim yang dikeluarkan oleh presiden Amerika Donald Trump yang mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota negara Israel.

“Masjid Al Aqsa adalah merupakan simbol peribadatan umat Islam sedunia, bukan hanya milik bangsa Arab, tetapi juga milik bangsa Indonesia,”katanya. “Maka kewajiban umat islam saat ini adalah mendukung umat islam yang ada di Palestina,” tambahnya.

Aksi Bela Palestina Juga Digelar di Daerah, Ini Tuntutan Muhammadiyah Semarang

SEMARANG (Jurnalislam.com)-Tak hanya di Jakarta, aksi bela Palestina 1712 juga digelar di beberapa daerah di Indonesia, salah satunya Semarang. Massa dari Muhammadiyah Semarang sedari pagi menggelar aksi jalan kaki dari Kantor PW Muhammadiyah Jateng menuju Bundaran air mancur di Jalan Pahlawan Semarang.

“Mari kita berdoa semoga Amerika mengalami kehancuran, Ammin, Takbir…!!!,” kata Zaenal Petir, perwakilan Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Muhammadiyah dalam aksi Ahad kemarin (17/12/2017).

Selain Zaenal, perwakilan Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang Danu Siri mengatakan bahwa dipindahkannya kedutaan Israel dari Tel Aviv ke Yerussalem merupakan bencana besar bagi umat Islam.

“Dipindahkannya kedutaan Israel di tel aviv ke Palestina itu merupakan musibah besar bagi kita,” katanya. Oleh sebab itu, ia meminta agar umat Islam tidak boleh diam dan harus membela saudaranya yang di Palestina

“Kita tidak boleh diam tapi harus menunjukkan sikap bahwa harus kita bela, saudara muslim kita,” tegasnya.

Selain melakukan protes, Muhammadiyah juga menggalang donasi untuk membantu rakyat Palestina, Acara yang dimulai pukul 09.00 pagi tersebut selesai menjelang zuhur.