Ada ‘Sinterklas’ Bagikan Bingkisan untuk Anak TPQ, Ini Reaksi Pemuda Hijrah Semarang

SEMARANG(Jurnalislam.com)- Untuk menanggulangi Pemurtadan dan Kristenisasi yang dilakukan pihak gereja di Semarang, Pemuda Hijrah Semarang mengadakan pembagian 1000 bingkisan gratis untuk anak-anak Rawan Pemurtadan, Ahad (19/12/2017)

Acara tersebut dilaksanakan di Area masjid Al Hikmah Kampung Kaliasin Kelurahan Kuningan Semarang utara, tempat yang sempat didatangi Tim Sinterklas dengan membagikan hadiah untuk anak TPQ dan Warga

“Kami mengadakan acara pembagian 1000 bingkisan untuk anak muslim adalah karena kami dari pemuda hijrah Semarang merasa risih dengan maraknya orang nasrani yang menyebarkan bingkisan untuk anak-anak muslim menjelang hari raya keagamaan mereka. Karena mereka menyebar bingkisan dengan mengenakan atribut-atribut agama mereka,”ucap Suluh Prasetyo, ketua Pemuda Hijrah Semarang

Ia berharap dengan mengadakan aksi tersebut bisa membentengi akidah anak-anak dari pemurtadan karena iming-iming hadiah dari orang gereja.

Pemuda Hijrah bagikan 1000 bingkisan

“Bersedekah dan membentengi akidah umat dengan menjelaskan apa saja sih yg boleh dan tidak boleh dilakukan umat islam menjelang hari raya natal. Semisal haram mengucapkan selamat dan menerima undangan natal,” jelasnya

Dalam acara tersebut, pemateri ustazah Siti menjelaskan dan memberi nasihat kepada anak-anak yang hadir akan larangan ikut merayakan hari raya agama lain

“Menjelang hari natal dan tahun baru, alangkah baiknya umat islam tidak ikut serta dalam perayaan tersebut karena hari raya umat islam itu juga tidak kalah banyak dan meriah,”terang ustazah yang menjadi guru TPQ dimasjid Alhikmah tersebut

Acara yang diadakan pada sore hari tersebut juga dimeriahkan dengan kostum badut upin ipin yang mana menarik perhatian anak-anak. Pembagian bingkisan tersebut juga akan dilakukan dibeberapa titik di kota Semarang, karena banyak daerah yang menjadi sasaran kristenisasi

Untuk diketahui sebelumnya, acara tersebut dilakukan karena adanya laporan dari warga kepada Pemuda Hijrah Semarang, bahwa pada tanggal 9 desember 2017 menjelang natal ini ada kelompok nasrani yang berkostum sinterklas dengan mengaku Komunitas Pemuda Pemudi Cinta Anak-Anak yang membagikan Hadiah di kalangan anak muslim.

Peduli Palestina, Santri TPQ Demakan Lakukan Aksi Jalan Sehat Sejauh 5 Km

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)- Ratusan anak-anak Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) Desa Demakan, Sukoharjo melakukan aksi jalan sehat sejauh 5 Km pada Ahad,(17-12-2017) sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap Palestina yang selama ini dijajah oleh Israel.
Ketua Kordinasi Desa (Kordes) TPQ Demakan, Ustaz Joko Wiyono menjelaskan, selain untuk menunjukan kepeduliannya terhadap Palestina, kegiatan tersebut juga untuk menghindarkan anak-anak melakukan hal-hal yang membuat sia-sia pada setiap perayaan Tahun Baru.
“Biasanya tanggal 25 dan 1 Januari itu, anak-anak itu banyak keluar rumah, menghidupkan petasan, jadi agar anak-anak ini terhindar dari hal-hal seperti itu dan untuk masyarakat Palestina, mudah-mudahan Allah memberikan kesabaran buat mereka,” katanya kepada Jurnalislam.com sesuai aksi tersebut.
Sementara itu, Kak Bay, salah satu pengkisah cerita Islam yang juga hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut, memberikan doa untuk kemenangan umat Islam di Palestina.
“Kita sama-sama berdoa kepada Allah Subhanahu Wata’ala semoga segera memenangkan umat Islam di Palestina, semoga Allah segera memberikan pertolongan kepada saudara-saudara kita disana,” katanya dihadapan ratusan peserta.
“Dan untuk saudaraku yang ada di Palestina supaya bersabar, tetap beristiqamah dalam Islam dan ketika mati, insyaaAllah dalam keadaan syahid,”imbuhnya.
Farid, salah satu santri dari TPQ Al-Munawaroh mengaku senang bisa ikut dalam acara tersebut, ia juga merasa geram dengan pengakuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menjadikan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
reporter : Handzolah

Hari Ini KH Ma’ruf Amin Sampaikan Petisi Umat Islam ke Dubes AS

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Hari ini, Senin (18/12/2017) delegasi Umat Islam Bersatu Bela Palestina yang dipimpin langsung oleh Ketua MUI KH M’aruf Amin akan mendatangi Kedutaan Besar Amerika. Kyai Ma’ruf bersama sejumlah perwakilan ormas Islam akan menyampaikan petisi umat Islam tentang pencaplokan Jerusalem oleh Presiden Amerika Donald Trumo.

Dalam petisi yang dibacakan Sekjen MUI Anwar Abbas pada Aksi 17.12.17 di Monas kemarin itu berisi sejumlah poin penting akan disampaikan. Di antaranya adalah penolakan umat Islam Indonesia terhadap klaim Presiden Trump terkait status Kota Yerusalem karena telah menciderai rasa keadilan. Meminta orang nomor satu AS itu untuk segera mencabut keputusannya.

Sukses Gelar Aksi Peduli Palestina Terbesar di Dunia, Begini Curhatan UBN

Abbas melanjutkan, jika AS tidak segera mencabut keputusan sepihaknya terkait klaim kota Yerusalem sebagai ibukota Israel, maka AS akan kehilangan legitimasi sebagai penengah dari perdamaian antara Palestina – Israel. Mendesak semua negara untuk menolak pengakuan sepihak dan ilegal dari Presiden Trump.

KH M'aruf Amin
KH M’aruf Amin

Umat Islam Indonesia mendesak seluruh negara di dunia, khususnya yang tergabung dalam OKI, untuk segara memutus hubungan diplomatik dengan Israel atau minimalnya tidak ikut memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem. Selanjutnya, mendukung hasil KKT Luar Biasa yang digelar di Istanbul, Turki, pada tanggal 13 Desember 2017 kemarin.

OKI Deklarasikan Yerusalem sebagai Ibukota Palestina

Pimpinan MUI itu mengancam, jika Presiden AS tetap bergeming dan mencabut keputusannya, maka Umat Islam Indonesia akan mendesak PBB untuk segera melakukan sidang istimewa dan membekukan AS dari keanggotaannya di PBB serta memindahkan Markas Besar PBB dari AS ke negara lain.

Umat Islam Indonesia juga mendesak DPR untuk segera membentuk panitia khusus (pansus) untuk meninjau kembali bentuk investasi perusahaan-perusahaan AS di Indonesia.

Aljazeera: Turki akan Bawa Isu Palestina ke Majelis Umum PBB jika AS Memveto Resolusi

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Dewan Keamanan terdiri dari lima anggota tetap: China, Prancis, Rusia, Inggris dan Amerika Serikat, serta 10 anggota tidak tetap. Sebuah hak veto dari salah satu dari lima anggota tetap akan menghalangi resolusi Dewan Keamanan agar tidak lolos.

Mike Hanna dari Al Jazeera, Ahad (18/12/17) mengatakan bahwa mungkin ada upaya oleh Palestina dan Turki untuk membawa masalah ini ke Majelis Umum PBB jika AS memveto resolusi tersebut.

“Tampaknya veto AS akan terjadi dengan dukungan antusias Israel, yang menggambarkan resolusi tersebut sebagai usaha Palestina untuk menemukan kembali sejarah, terlepas dari kenyataan bahwa resolusi saat ini searah dengan resolusi PBB sejak lama,” tambah Hanna.

Mesir Tidak Sebut AS dalam Isu Palestina, Dewan Keamanan PBB Pertimbangkan Resolusi Yerusalem

Pernyataan Trump memicu kemarahan dan protes yang meluas di Palestina dan di seluruh dunia, dengan demonstrasi terbaru dan terbesar yang terjadi pada hari Senin di ibukota Indonesia, Jakarta, di mana sekitar jutaan orang berkumpul di luar kedutaan besar AS di kota tersebut.

Sejak keputusan tersebut, sembilan warga Palestina telah terbunuh dan lebih dari 1.900 orang terluka dalam demonstrasi di wilayah pendudukan.

Karena pentingnya Jerusalem bagi tiga agama Ibrahim – Islam, Yahudi, dan Kristen – status kota tersebut telah lama menjadi titik tolak utama konflik Israel-Palestina.

Setelah menduduki bagian timur kota dalam Perang 1967, Israel mencaplok wilayah tersebut. Pada tahun 1980, Israel memproklamirkannya sebagai “ibukota abadi dan tak terbagi”.

Kontrol dan kedaulatan Israel atas kota ini tidak diakui oleh negara manapun di dunia dan, sampai sekarang, semua kedutaan di Israel berbasis di Tel Aviv, meskipun beberapa negara telah mendasarkan kantor konsulat mereka di Yerusalem.

Namun, pemimpin Palestina di Tepi Barat melihat Yerusalem Timur sebagai ibukota negara Palestina masa depan.

Mereka telah memperingatkan bahwa setiap perubahan pada status quo akan berarti akhir dari proses perdamaian yang didasarkan pada solusi dua negara.

Mesir Tidak Sebut AS dalam Isu Palestina, Dewan Keamanan PBB Pertimbangkan Resolusi Yerusalem

NEW YORK (Jurnalislamcom) – Dewan Keamanan PBB diperkirakan akan memberikan suara pada hari ini Senin (18/12/17) mengenai sebuah rancangan resolusi atas status Yerusalem, kurang dari dua pekan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan ibukota kota Israel tersebut.

Trump membuat pengumuman pada 6 Desember, mengatakan pada saat itu bahwa AS akan memindahkan kedutaan besarnya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Namun resolusi yang dirancang Mesir tersebut bocor dan diperoleh Al Jazeera bahwa di dalamnya tidak menyebutkan nama Amerika Serikat, dengan mengatakan bahwa pihaknya “sangat menyesalkan keputusan mengenai status Yerusalem baru-baru ini.”

Aljazeera: Turki akan Bawa Isu Palestina ke Majelis Umum PBB jika AS Memveto Resolusi

Mike Hanna dari Al Jazeera, yang melaporkan dari markas besar PBB di New York, mengatakan bahwa negara-negara seperti Mesir dan Inggris “ingin mencoba dan menjaga bahasanya semaksimal mungkin dalam upaya yang mungkin sia-sia untuk mencegah AS menjalankan veto Dewan Keamanannya.”

Hal ini menyebabkan “kemarahan” di pihak delegasi Palestina yang “ingin mencabut nama Amerika Serikat,” tambah Hanna.

Saat muncul pada Ahad malam, teks yang bocor tersebut merupakan penyajian kembali posisi PBB di Yerusalem sebagaimana digariskan dalam resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum selama beberapa dasawarsa, kata koresponden kami.

Teks ini menegaskan “bahwa setiap keputusan dan tindakan yang dimaksudkan untuk mengubah karakter, status atau komposisi demografis Kota Suci Yerusalem tidak memiliki efek hukum, tidak berlaku dan tidak sah dan harus dibatalkan sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan yang relevan.”

Begini Kata Diplomat AS Jika Yerusalem Tidak Direbut Kembali

Teks tersebut juga meminta semua negara anggota PBB untuk tidak memindahkan misi diplomatik mereka ke Yerusalem.

Namun resolusi tersebut secara luas diperkirakan akan berhadapan dengan hak veto AS, jika demikian maka akan membuatnya sia-sia.

Sukses Gelar Aksi Peduli Palestina Terbesar di Dunia, Begini Curhatan UBN

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Aksi Indonesia Bersatu untuk Palestina sukses digelar GNPF Ulama hari ini Ahad (17/12/2017) di Monas.

Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Ustadz Bachtiar Nasir mengungkapkan, pihaknya hanya mempunyai waktu tiga hari untuk menggelar acara yang disebut-sebut sebagai aksi peduli palestina terbesar di dunia itu.

Selain waktu yang mepet, Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) juga mengaku pada saat itu pihaknya belum punya dana untuk menghelat event sebesar itu.

“Padahal persiapan kita hanya tiga hari. bayangkan berapa milyar biaya yang harus dikeluarkan untuk event sebesar ini dan belum ada uang saat itu,” kata UBN kepada wartawan di Monas, Jakarta, Ahad (17/12/2017).

Ahad Ini, GNPF Ulama Undang Umat Islam Ikuti Unjuk Rasa Terbesar Untuk Palestina

Dana pun berhasil terkumpul setelah GNPF menggelar tabligh akbar peduli Palestina di masjid-masjid di Jakarta. Meski fasilitas aksi itu terbilang lebih lengkap dari aksi-aksi sebelumnya, UBN membantah jika aksinya didanai pihak tertentu.

“Ini murni dana umat yang kita dapatkan setelah keliling di masjid-masjid. Meskipun recehan tapi berkah,” kata dia.

“Jadi tidak ada dana daari pengusaha atau politisi tertentu,” sambungnya.

Aksi Bela Palestina 171217
Aksi Bela Palestina 171217

Dengan persiapan yang singkat, UBN bersyukur acara berjalan sukses. Berdasarkan data yang ia terima, peserta aksi mencapai kurang lebih empat juta.

“Kalau dilihat dari kepadatannya, jumlah peserta sekitar empat jutaan, Insya Alloh,” paparnya.

Selain itu, UBN juga mengungkapkan rasa bangganya atas bersatunya umat Islam dalam aksi yang dipimpin oleh Ketua MUI, KH Ma’ruf Amin itu.

“Alhamdulilah, MUI dan ormas-ormas yang ada dibawahnya dimudahkan untuk bersatu,” ujarnya.

Menurutnya, aksi itu adalah momen untuk mengokohkan kembali persatuan umat.

“Dan yang paling penting adalah semangat umat untuk menjadi pembebas Palestina dari cengkraman Yahudi dan kejahatan Amerika itu sangat tinggi yang mendorong kita untuk bersatu dan berbuat untuk Palestina,” pungkasnya.

Aksi yang dimulai dengan shalat subuh berjamaah itu dihadiri oleh puluhan tokoh nasional, ulama, perwakilan ormas dan pejabat itu berakhir tepat pukul 11.00 WIB.

Dalam rangkaianya, acara diisi dengan orasi para tokoh dan pembacaan petisi oleh penolakan terhadap keputusan Donald Trump atas pencaplokan Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Petisi yang dibacakan oleh Sekjen MUI Mawar Abbas itu nantinya akan menjadi pernyataan sikap Umat Islam Indonesia.

Aksi Bela Palestina 17.12.17
Aksi Bela Palestina 17.12.17

Aa Gym Lepas 100 Bus Jamaah Daarut Tauhiid Ikuti Aksi 1712

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Yayasan Daarut Tauhiid (DT) Bandung menyelenggarakan pemberangkatan bagi jamaahnya dan masyarakat umum untuk mengikuti Aksi Bela Palestina atau Aksi 1712 di Monas, Ahad (17/12) besok.

Pelepasan rombongan langsung dipimpin oleh pimpinan Daarut Tauhiid, KH Abdullah Gymnastiar. Menurut pria yang karib disapa Aa Gym, awalnya DT membuka pendaftaran untuk masyarakat umum dan pendaftar via Whatsapp dan website mencapai 9000 orang.

“Korlap di acara aksi bela Palestina memberikan tempat paling depan dekat dengan panggung untuk jamaah dari Daarut Tauhiid,” kata Aa Gym, Sabtu malam (16/12/2017).

Hal itu menurutnya karena jamaah DT dipercaya panitia dan dikenal dengan RBTT, yaitu Rapih Bersih Tertib Teratur. Karenanya, Aa Gym berpesan agar amanat untuk jamaah DT betul-betul dilaksanakan.

“Jangan dahulu pulang sebelum Monas bersih dan diharapkan pergi dan pulang menggunakan Bus yang sama. Maka jangan jauh-jauh dari ketua rombongan,” pungkasnya.

Diperkirakan lebih dari 5000 masyarakat bersama rombongan Aa Gym ke Jakarta mengikuti Aksi Bela Palestina.

UBN : Tiga Juta Orang Akan Hadiri Aksi 1712 Termasuk Negara Tetangga

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menggelar Aksi Bela Palestina atau Aksi 1712 di Monas, Jakarta Ahad (17/12) besok.

Ketua GNPF Ulama Ustaz Bachtiar Nasir mengatakan bahwa aksi tersebut paling tidak akan dihadiri tiga juta orang termasuk beberapa Negara tetangga yang tidak menggelar aksi sebesar aksi 1712.

“Perkiraan datang adalah 3 juta karena semua sudah sepaka, juga beberapa negara tetangga yang tidak melakukan aksi besar,” kata pria yang karib disapa UBN ini kepada wartawan pada konferensi pers Aksi 1712 di Jakarta, Sabtu (16/12/2017).

Ia pun mengatakan bahwa berbagai elemen masyarakat akan hadir mulai dari NGO tokoh nasional, anggota DPR, dokter dan seluruh lapisan masyarakat.

“Juga sudah konfirmasi beberapa media asing, jadi akan diliput seluruh dunia,” pungkasnya.

Hadir juga dalam konferensi pers, Ketua MUI KH Ma’ruf Amin, Waki Ketua GNPF Ulama KH Zaitun Rasmin, Ketua FPI KH Shabri Lubis, Media Center GNPF Ulama ustaz Erick Yusuf. Aksi 1712 rencananya akan dihadiri oleh elemen umat Islam mulai dari ormas, komunitas, NGO, hingga para tokoh nasional.

Akan Pimpin Aksi 1712, KH Ma’ruf Amin : Indonesia Bersatu Bela Palestina

JAKARTA (Jurnalislam.com)—Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin akan memimpin Aksi Bela Palestina atau Aksi 1712 di Monas, Jakarta Ahad (17/12) besok.

Menurut KH Ma’ruf Amin, membela Palestina hukumnya wajib dan diharapkan aksi damai 1712 menjadi ikhtiar membela Palestina dan menolak klaim sepihak Trump. Aksi 1712 pun diharapkan menjadi momen persatuan umat untuk membela Palestina.

“Aksi besok juga ditekankan tidak ada yg menyangkut politik. Karena murni sesuai dengan UUD 45 karena setiap kemerdekaan adalah setiap bangsa. Dengan moto islam bersatu bela Palestina,” kata KH Ma’ruf Amin dalam konferensi pers Aksi 1712 di Jakarta, Sabtu (16/12/2017).

Ia pun mengatakan bahwa akan ada petisi dari jutaan massa yang akan diberikan kepada Kedutaan Besar AS dan juga PBB. “Dan juga mengajak pemerintah untuk lebih baik lagi dalam mendukung Palestina,” tambahnya.

Hadir dalam konferensi pers, Ketua dan Wakil Ketua GNPF Ulama KH Bachtiar Nasir dan KH Zaitun Rasmin, Ketua FPI KH Shabri Lubis, Media Center GNPF Ulama ustaz Erick Yusuf. Aksi 1712 rencananya akan dihadiri oleh elemen umat Islam mulai dari ormas, komunitas, NGO, hingga para tokoh nasional.

Akan Usir Konsul AS di Surabaya, Ini Seruan Umat Islam Jawa Timur

SURABAYA(Jurnalislam.com) Aksi Bela Palestina juga digelar di Surabaya tepat di depan gedung Konjen AS – Surabaya. Ribuan massa dari Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) yang terdiri dari 75 ormas Islam se-Jatim turun menolak klaim sepihak Trump.

Terkait klaim sepihak Al Quds sebagai ibu kota Israel oleh presiden Amerika Serikat Donald Trump sehingga memicu kontroversi dan ketidak stabilan global, Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jawa Timur mengeluarkan pernyataan sikapnya di hadapan Konjen AS.

Berikut butir-butir penyataan sikap GUIB Jawa Timur :

  1. Al Quds merupakan kota suci milik umat Islam bangsa Palestina , dengan landasan bukti yang kuat berdasarkan kitab suci Al Quran, bukti-bukti sejarah, keputusan Komisi Warisan Dunia UNESCO dalam konfrensi ke-41 di kota Krakow Polandia, Kepemilikan ini bersifat mutlak, tidak bisa diserahkan kepada siapapun, apalagi terhadap penjajah Israel. Langkah Presiden Amerika Serikat Donal Trump adalah bentuk arogansi , kesombongan, pemicu distabilitas , pemantik ketidak adilan global, merusak tatanan serta bertentangan dengan fakta historis.
  2. Pernyataan kontroversial Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui dan menjadikan Al-Quds sebagai ibukota Israel telah mengabaikan tiga resolusi tingkat tinggi yang dikeluarkan oleh Dewan Keamanan PBB;

Pertama , Resolusi nomor 242 tahun 1967, yang meminta Israel menarik diri dari tanah yang diduduki tahun 1967, termasuk Al Quds.

Kedua, resolusi nomor 478 tahun 1980, terkait penolakan keputusan pemerintah penjajah Israel yang mencaplok Al Quds dan menjadikannya sebagai ibukota abadi bagi negara penjajah Israel.

Ketiga, Resolusi nomor 2334 tahun 2016 yang isinya, Dewan Keamanan PBB tidak mengakui perubahan apapun yang dilakukan Israel di wilayah perbatasan tahun 1967 termasuk di Al Quds tanpa melalui jalan perundingan.

  1. Pernyataan kontroversial Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui dan menjadikan Al-Quds sebagai ibukota Israel merupakan legitimasi atas pencaplokan Israel terhadap Al Quds dan melanggar kesepakatan bagi penyelesaian konflik Arab-Israel, menafikan proses perdamaian yang sudah digagas oleh dunia Internasional demi terciptanya perdamaian di kawasan timur tengah.
  2. Mengecam keras pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui dan menjadikan Al-Quds sebagai ibukota Israel, pernyataannya adalah bentuk statement illegal, Provokatif, ahistoris, melanggar norma dan etika serta hukum internasional, merupakan bentuk agresi, perbuatan terorisme yang nyata dalam tata pergaulan masyarakat dunia (the Real Terrorism).
  3. Mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mencabut keputusan kontroversial yang telah mendapatkan resistensi dan penolakan dari masyarakat Internasional dan pemimpin dunia, pemicu instabilitas global dan mendorong aksi-aksi kekerasan.
  4. Mengajak negara-negara Asean dan negara sahabat serta negara Muslim di seluruh dunia agar mengutuk dan memberi sangsi diplomatik dan ekonomi kepada penjajah Israel dan Amerika Serikat hingga Palestina merdeka.
  5. Menyeru negara-negara Arab dan negara negara Islam agar segera bersatu menghadapi segala tipu daya Israel dan keculasan Amerika Serikat untuk memerdekakan Palestina dan mengusir penjajah Israel keluar dari Palestina.
  6. Mengajak umat Islam Indonesia untuk berjuang dan lebih peduli kepada Al-Quds, Al Aqsha, Palestina di semua lini kehidupan, turut serta menjaga dan merawat tanah suci yang diwakafkan untuk umat Islam dunia.
  7. Mendesak pemerintah Indonesia agar melakukan langkah nyata dalam memberi tekanan kepada pemerintah Amerika Serikat supaya mencabut keputusan tersebut dan tetap konsisten untuk terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sebagaimana diamanahkan dalam Pancasila dan Pembukaan UUD 1945.
  8. Mendesak pemerintah Indonesia agar melakukan langkah nyata dalam memberi tekanan kepada pemerintah Amerika Serikat dengan mengusir dan menutup perwakilan Amerika Serikat diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menutup lembaga lembaga yang memiliki hubungan dengan negara Zionis – Israel dan segala anasirnya di seluruh wilayah NKRI.
  9. Menyerukan kepada para Khotib Jumat untuk mengangkat tema penistaan Al Quds serta tema kepedulian terhadap nasib bangsa Palestina serta membangun ghirah kaum muslimin akan urgensi peduli terhadap urusan kaum Muslimin diseluruh dunia.
  10. Menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi atas manuver pihak tertentu yang ingin menjungkir balikkan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik (good governance) lewat rekayasa berita dan informasi.
  11. Pernyataan sikap ini adalah merupakan sikap bersama Organisasi Massa Islam dan lembaga keislaman di Jawa Timur dibawah koordinasi Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur (MUI-Jatim) yang terdiri dari 75 ormas.

Sayangnya konjen Amerika tidak bisa ditemui oleh perwakilan GUIB pada hari Jumat, sehinga surat pernyataan sikap ini diserahkan ke Kapolrestabes Surabaya Rudi Setiawan agar diserahkan ke Konjen Amerika di Surabaya. Untuk memfasilitasi audiensi langsung dengan pihak Konjen AS pada hari Senin (18/12/2017).