Kini Giliran Ratusan Pelajar STM dan SMK Semarang Gelar Aksi Peduli Palestina

AMBARAWA (Jurnalislam.com) – Ratusan pelajar dari Sekolah Teknik Menengah (STM) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari Semarang dan sekitarnya melakukan aksi peduli Palestina di Alun-Alun Ambarawa, Tambakboyo, Semarang, Kamis (21/12/2017).

Dengan aksi tersebut, para siswa ingin menunjukan bahwa tradisi tawuran bukan lagi menjadi kebiasaan, mereka menunjukan kepeduliannya terhadap muslim Palestina dengan mengibarkan Bendera Palestina dan beberapa poster bertuliskan For Palestina dan Save Palestina serta nama sekolah masing-masing.

“Ini adalah Forum Save Palestina, karena Israel itu kejam, tidak mempunyai sisi kemanusiaan dan Indonesia harus membantu dalam hal apapun,” kata salah satu peserta dari SMK Saraswati Salatiga, Bagas Andriyansah kepada Jurnalislam.com di sela-sela aksi.

Senada dengan hal itu, Dino salah satu siswa dari SMK 1 Bawen mengatakan bahwa ukhuwah islamiyah menjadi salah satu alasan mereka untuk melakukan hal tersebut.

“Sesama muslim kan harus saling membantu, saling tolong-menolonglah, bukan cuma dana, tapi jangan lupa juga doa, dan untuk indonesia agar bisa berpartisipasi membantu Palestina,” katanya.

Pelajar Kristen Semarang : Cukuplah Menjadi Manusia untuk Membantu Palestina

SEMARANG (Jurnalislam.com)- Bagi Antonio, seorang pelajar SMKN 5 Semarang, urusan Palestina menjadi urusan kemanusiaan. Walau dirinya beragama Kristen, bukan berarti dirinya tak peduli kepada Palestina.

Karena, Antinio menganggap Palestina bukan hanya urusan umat Islam saja. “Untuk empati dan membantu Palestina tidak harus sebagai orang muslim cukup kita menjadi manusia,” kata antonio siswa SMK N 5 Semarang kepada Jurnalislam.com, Rabu (20/12/2017) saat melakukan aksi peduli palestina di Semarang

Pun sebagai warga Indonesia, ia mengecam penjajahan atas Palestina. Hal ini mendorongnya untuk terus mendukung pemerintah memerdekakan Palestina.

“Seharusnya bangsa Indonesia ikut serta dalam kondisi palestina yang sekarang sebagai bentuk balas budi karena Bangsa yang pertama kali mengakui kedaulatan kemerdekaan Indonesia 1945 adalan Palestina,” pungkasnya.

 

Fenomena Suuzhan kepada Hamas, Husnuzhan kepada Penguasa Zalim

Oleh : Fuad Al Hazimi*

Belakangan ini beredar video ucapan terima kasih para petinggi Hamas kepada Iran yang membantu persenjataan mereka. Padahal kita semua tahu Iran adalah pusatnya Syiah. Lalu komentar miring bahkan tuduhan seketika diarahkan kepada Hamas, tanpa sedikitpun ada husnuzhan atau prasangka baik kepada kaum muslimin yang sedang berjihad melawan agresor Yahudi.

Dalam kondisi darurat di mana negeri-negeri kaum muslimin yang memiliki persenjataan lengkap tidak mau peduli sementara nyawa kaum muslimin di Gaza selalu dalam bahaya detik demi detik, apakah kita masih meragukan perjuangan dan kesungguhan Hamas dan Brigade Izzuddin Al Qassam ? Saya berhusnuzhan mereka punya strategi yang tidak akan sampai menjual Dien mereka. Hanya saja kondisi darurat memaksa mereka melakukan strategi demi menjaga jiwa dan Dien mereka.

Mengapa mayoritas kita sangat cepat su’uzhan kepada para mujahidin yang puluhan tahun membuktikan iman dan jihadnya tapi begitu huznuzhan kepada para penguasa zalim yang sangat anti Islam, hanya karena mereka “masih sholat” ?

Bukankah Indonesia juga bekerjasama dengan Iran ?
Bukankah Arab Saudi bekerjasama dengan Amerika ?
Bukankah Mesir bekerjasama dengan Israel ?
Apakah mereka ini dalam kondisi darurat seperti Palestina ?
Lalu mengapa para pengkritik itu diam seribu bahasa hanya karena mereka “masih shalat” ?

Yang terakhir, bukankah di akhir zaman nanti kaum muslimin juga “terpaksa” berdamai dengan Romawi untuk melawan “musuh dari belakang kalian” ? Bahkan Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam menyebut perdamaian itu dengan kalimat “shulhan aaminan” atau perdamaian yang terjaga, aman dan saling percaya.

Beberapa hadits berikut semoga bisa mencerahkan kita dan mendorong kita bersikap inshof dan adil

عن ذي مخبر رجل من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول ستصالحون الروم صلحا آمنا فتغزون أنتم وهم عدوا من ورائكم فتنصرون وتغنمون وتسلمون ثم ترجعون حتى تنزلوا بمرج ذي تلول فيرفع رجل من أهل النصرانية الصليب فيقول غلب الصليب فيغضب رجل من المسلمين فيدقه فعند ذلك تغدر الروم وتجمع للملحمة

Dari Dzu Mihbar, seorang laki-laki dari kalangan shahabat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Kalian pasti akan melakukan perdamaian dengan Romawi dengan aman. Kalian bersama mereka akan memerangi musuh dari belakang kalian. Kemudian kalian akan dimenangkan dan berhasil mendapatkan ghanimah serta selamat. Kemudian kalian kembali pulang hingga kalian singgah di sebuah daerah yang tinggi. Tiba-tiba seorang laki-laki dari kaum Nashrani mengangkat salib seraya berkata : “Salib telah menang”. Hingga marahlah seorang dari kaum muslimin dan mendorongnya. Maka ketika itu mulailah tentara Romawi berkhianat serta menyiapkan pasukannya untuk pertempuran besar”

[HR. Abu Dawud no. 4292; dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 2767].

عن أبي هريرة قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم وإن الله يؤيد هذا الدين بالرجل الفاجر

Dari Abi Hurairah radliyallaahu ‘anhu ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam : “Sesungguhnya Allah (bisa jadi) menolong agama ini melalui perantaraan orang fajir”

[HR. Bukhari no. 2897 dan Muslim no. 111].

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata :

{ والذي يظهر أن المراد بالفاجر أعم من أن يكون كافرا أو فاسقا }

“Yang nampak adalah bahwa maksud dari kata Al Faajir lebih umum daripada sekedar makna kafir dan fasiq saja”

[Fathul-Baari juz 7 no. 3970].

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam juga pernah meminjam baju besi kepada Shafwan bin Umayyah ketika ia masih kafir sebagaimana riwayat :

عن صفوان بن أمية أن رسول الله صلى الله عليه وسلم استعار منه أدراعا يوم حنين فقال أغصب يا محمد فقال لا بل عارية مضمونة

Dari Shofwan bin Umayyah : Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah meminjam darinya beberapa baju besi sewaktu perang Hunain. Ia bertanya : “Apakah ia rampasan ya Muhammad ?”. Maka beliau menjawab : “Tidak, ia pinjaman yang ditanggung”

[HR. Abu Dawud no. 3562; dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahiihah no. 631].

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah meminta bantuan kepada Bani Tsaqif yang masih kafir ketika tekanan dari kaum kafir Quraisy semakin menjadi-jadi setelah meninggalnya Abu Thalib yang senantiasa melindungi beliau (walaupun akhirnya beliau tidak mendapatkan bantuan sebagaimana yang diharapkan).

Dan yang lebih jelas adalah ketika Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersepakat dengan qabilah Bani Khuza’ah (dari kalangan musyrikin) untuk saling tolong menolong ketika peristiwa Perjanjian Hudaibiyyah.

Marilah kita kedepankan husnuzhan kepada mereka yang telah nyata-nyata membela rakyat Palestina. Wallahu a’lamu bish shawab.

*Penulis adalah Pengurus Majelis Syariah Jamaah Ansharusy Syariah

Perlawanan di Tepi Barat Tetap Berkobar Meski Hadapi Peluru Tajam Zionis

YERUSALEM (Jurnalislam.com) – Lebih dari 80 warga Palestina terluka dalam aksi protes keras terus berlangsung di Tepi Barat, dua pekan setelah pengakuan nyeleneh Presiden AS Donald Trump mengenai Yerusalem sebagai ibukota Israel, menurut Bulan Sabit Merah.

Sedikitnya tiga orang terluka terkena peluru tajam, lebih dari 20 terkena peluru baja berlapis karet dan 40 sesak nafas akibat gas air mata dalam demonstrasi hari Rabu (20/12/2017), Aljazeera melaporkan.

Konfrontasi dengan tentara penjajah Israel diliput setelah demonstrasi Hari Kemarahan, yang diserukan oleh Otoritas Palestina, beberapa partai politik dan serikat pekerja tersebut dipentaskan di berbagai wilayah Tepi Barat yang diduduki termasuk Hebron, Nablus, Bethlehem dan Yerikho.

Demonstrasi terbesar dimulai di pos pemeriksaan militer zionis di Qalandia, titik utama yang membelah Tepi Barat yang diduduki dari Yerusalem yang juga merupakan titik bentrokan konstan dalam konflik.

Jihad Barakat, seorang wartawan lokal yang melapor dari Qalandia, memperkirakan bahwa sekitar 5.000 warga Palestina menghadiri aksi protes keras tersebut. Mereka berangkat sekitar pukul 12 malam waktu setempat (10:00 GMT).

Para Syuhada Terus Bertambah dalam Aksi Perlawanan di Gaza dan Tepi Barat

“Sedikitnya satu warga terluka di Qalandia akibat amunisi hidup. Gas air mata juga banyak digunakan. Di jip tentara Israel, tampak sejenis senjata yang mengeluarkan sekitar 30 tabung gas air mata terus menerus, sehingga seluruh area menjadi penuh dengan asap,” dia berkata.

Sejumlah politisi juga ikut dalam demonstrasi tersebut, termasuk Menteri Kesehatan Jawad Awwad, pemimpin Hamas Jamal al-Taweel, dan juru bicara Fatah Osama Qawasmeh.

Aktivis lokal Mariam Barghouti mengatakan kepada Al Jazeera bahwa demonstrasi di Qalandia berubah menjadi kekerasan “ketika pasukan Israel mulai menembakkan gas air mata.”

“… kerumunan semakin kecil sehingga hanya menyisakan pemuda Palestina yang mulai menghadapi tentara dengan batu,” lanjut Barghouti, menjelaskan bahwa tentara kemudian membalas dengan peluru karet dan amunisi hidup.

Demonstrasi tersebut terjadi tepat dua pekan setelah Trump memutuskan untuk menyatakan bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel.

Dia juga mengatakan AS akan memindahkan kedutaan besarnya, yang saat ini berada di ibukota komersial Israel Tel Aviv, ke Yerusalem.

Meskipun setiap hari ada protes menentang keputusan Trump, sebagian besar reaksi di lapangan dilihat sebagai top-down in nature – yaitu diserukan dan diorganisir oleh para pemimpin politik dan bukan aktivis akar rumput.

Barghouti mengatakan bahwa demonstrasi di Qalandia dimulai dengan “kerumunan besar yang sebagian besar berafiliasi dengan Fatah.” Fatah adalah partai politik yang berkuasa di Tepi Barat yang diduduki Israel.

“Jika Anda bertanya pada salah satu dari orang-orang melakukan demonstrasi tersebut, mereka akan memberi tahu Anda: ‘Trump bukanlah berita baru bagi kita’. Tidak ada momentum,” kata Barghouti.

Yang lain di lapangan juga mengungkapkan ketidakpedulian mereka terhadap deklarasi Trump.

Warga Palestina di Tepi Barat, yang jumlahnya lebih dari tiga juta, sudah terputus dari Yerusalem oleh tembok pemisah Israel terus melakukan perlawanan menghadapi pasukan penjajah zionis Yahudi tanpa henti.

Kirim Bantuan Langsung, PM Turki Ajak Negeri-negeri Muslim Peduli Pengungsi Rohingya

COX’S BAZAR (Jurnalislam.com) – Perdana Menteri Turki Binali Yildirim pada hari Rabu (20/12/2017) menyerukan kepada masyarakat dunia Islam untuk meluncurkan seruan global bagi pengungsi Rohingya di Banladesh, lanasir Anadolu Agency.

Yildirim berbicara kepada wartawan di kamp pengungsi Mainnaghota, sekitar 40 kilometer dari Cox’s Bazar, di tenggara Bangladesh, yang menampung ratusan ribu Muslim Rohingya yang melarikan diri dari pasukan Budha Myanmar.

Dia mengatakan Turki telah melakukan yang terbaik untuk membantu warga Rohingya yang berlindung di Bangladesh meskipun terhalang jarak geografis antara negara-negara tersebut.

“Sudah saatnya mengubah isu Rohingya ini menjadi sebuah kampanye internasional,” kata Yildirim.

Yildirim, didampingi oleh Wakil Perdana Menteri Turki, Bekir Bozdag, dan Menteri Keluarga dan Kebijakan Sosial, Fatma Betul Sayan Kaya, membagikan makanan dan mainan kepada warga dan anak-anak Rohingya.

“Seruan saya bagi kaum Muslim di dunia dan yang lainnya adalah bahwa ini adalah akhir dari kemanusiaan. Jika Anda tidak berjuang sekarang, kapan Anda akan berjuang untuk kemanusiaan?

“Saya harap mereka [negeri-negeri kaum Muslim] akan lebih memperhatikan [situasi] di sini. Jika mereka ingin berkah ini adalah tempat terbaik, jika mereka ingin melayani agama Islam mereka, ini adalah tempat terbaik,” perdana menteri mengatakan.

“Kami ingin semua negara, terutama negeri-negeri kaum Muslim untuk mengirim bantuan, memperluas bantuan mereka untuk bekerja sama dengan pihak berwenang Bangladesh sesegera mungkin.”

Yildirim mengatakan bahwa kunjungannya ke kamp-kamp tersebut merupakan bagian dari upaya untuk menarik perhatian masyarakat internasional terhadap isu Rohingya dan juga untuk memperhatikan nasib Rohingya. Dia juga mengatakan bahwa organisasi bantuan Turki telah melakukan “pekerjaan teladan di sini”.

Dia juga berterima kasih kepada pemerintah Bangladesh atas usaha, dukungan, dan kerja sama mereka dalam isu Rohingya.

Ada Sesuatu Sangat Mengerikan di Myanmar, Penyelidik PBB: Semua Akses ke Rakhine Ditutup

Dia menegaskan bahwa Ankara sedang dalam pembicaraan dengan Dhaka untuk memperbaiki kondisi pengungsi Rohingya dan telah meminta pemerintah Bangladesh menyediakan area untuk membangun tempat penampungan permanen bagi para pengungsi tersebut. “Tapi solusi terakhir adalah memastikan mereka kembali ke tanah air mereka.”

Yildirim juga mengomentari sebuah kesepakatan ulang Rohingya yang ditandatangani 23 November antara Bangladesh dan Myanmar.

“Kami berharap kesepakatan antara Bangladesh dan Myanmar akan dilaksanakan dengan baik,” tambahnya.

“Sebagai warga Turki, kami ingin masyarakat internasional juga memberi perhatiannya pada isu Rohingya,” kata Yildirim dan berjanji bahwa Turki akan terus mendukung Rohingya.

“Kami akan terus menyoroti krisis Rohingya di kancah internasional,” katanya.

Dia mengatakan wilayah Rakhine di Myanmar adalah “tanah warga Muslim Rohingya” dan “adalah hak mereka untuk kembali ke negara mereka tanpa menghadapi hambatan apapun.”

Berjanji Sumbangkan $ 50 Juta ke Rohingya, PBB: Turki Negara Donor yang Dermawan di Dunia

Perdana menteri Turki juga mengunjungi sebuah rumah sakit yang sedang dibangun di kamp Balukhali di daerah tersebut.

Dia menyerahkan dua ambulans ke otoritas Bangladesh untuk digunakan bagi pengobatan Rohingya. Sebagai bagian dari kunjungannya, Yildirim berbicara dengan pengungsi Rohingya dan mendengarkan penderitaan dan harapan mereka.

Sejak 25 Agustus, lebih dari 656.000 warga Muslim Rohingya telah menyeberang dari negara bagian Myanmar di Rakhine ke Bangladesh, menurut PBB. Para pengungsi tersebut melarikan diri dari operasi militer dimana pasukan Budha Myanmar dan massa Budhis membantai pria, wanita dan anak-anak, menyiksa, memperkosa, memutilasi, menjarah rumah dan membakar desa Muslim Rohingya.

Penyelidik PBB: Ada Sesuatu Sangat Mengerikan di Myanmar

JENEWA (Jurnalislam.com) – Seorang penyelidik PBB, yang telah mengunjungi Myanmar pada bulan Januari lalu, mengatakan pada hari Rabu (20/12/2017) bahwa “semua akses ke negara tersebut” telah ditutup.

“Sayang sekali Myanmar telah memutuskan untuk mengambil langkah ini,” kata Yanghee Lee, pelapor khusus PBB, dalam sebuah pernyataan, lansir Anadolu Agency.

“Myanmar telah berulang kali menolak bahwa pelanggaran hak asasi manusia telah terjadi di seluruh Myanmar, khususnya di negara bagian Rakhine. Mereka mengatakan bahwa mereka tidak menyembunyikan apapun, namun kurangnya kerjasama dengan perwakilan saya dan misi pencari fakta menunjukkan hal yang sebaliknya,” kata Lee.

Inilah Hasil Penyidikan Kekerasan Seksual atas Muslimah Rohingya oleh Pasukan Myanmar

Pemerintah Myanmar juga belum bekerja sama dengan Misi Pencarian Fakta Independen Dewan HAM Internasional mengenai Myanmar, yang dibentuk pada bulan Maret 2017, demikian pernyataan tersebut berbunyi.

“Saya bingung dan kecewa dengan keputusan Pemerintah Myanmar ini.

“Deklarasi non-kooperasi dengan perwakilan saya hanya dapat dipandang sebagai indikasi kuat bahwa pasti ada sesuatu yang sangat mengerikan terjadi di Rakhine, dan juga di negara bagian lain,” kata Lee.

Sejak 25 Agustus, lebih dari 656.000 orang Rohingya telah menyeberang dari negara bagian Myanmar di Rakhine ke Bangladesh, menurut PBB. Para pengungsi tersebut melarikan diri dari operasi militer dimana pasukan Budha Myanmar dan massa Budhis membunuhi pria, wanita dan anak-anak, menjarah rumah dan membakar desa Rohingya.

Parlemen Inggris: Intervensi Militer Myanmar atas Muslim Rohingya Semakin Meningkat

Muslim Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai kelompok etnis yang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat atas serangan brutal militer Myanmar sejak ratusan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada tahun 2012.

Sedikitnya 9.000 Muslim Rohingya tewas di negara bagian Rakhine, Myanmar barat, dari 25 Agustus sampai 24 September, menurut organisasi kemanusian Doctors Without Borders.

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada 12 Desember, organisasi kemanusiaan global mengatakan bahwa 71,7 persen atau 6.700 kematian warga Muslim Rohingya disebabkan oleh kebrutalan militer Myanmar. Mereka termasuk 730 anak di bawah usia 5 tahun.

Digunakan untuk Meneror Muslim Rohingya, Israel Masih Kirim Senjata ke Angkatan Laut Myanmar

PBB telah mendokumentasikan pemerkosaan massal, pembunuhan, penyiksaan – termasuk bayi dan anak kecil – mutilasi pemukulan brutal, pembakaran dan penghilangan yang dilakukan oleh pasukan Budha Myanmar.

Dalam sebuah laporan, penyidik ​​PBB mengatakan bahwa pelanggaran tersebut dianggap sebagai kejahatan berat terhadap kemanusiaan.

83 Rudal Balistik Syiah Houthi Yaman Targetkan Arab Saudi

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Koalisi Arab pimpinan Saudi di Yaman mengungkapkan bahwa 83 rudal balistik telah diluncurkan oleh pasukan pemberontak Syiah Houthi menargetkan Kerajaan Arab Saudi.

Juru bicara pasukan koalisi, Kolonel Turki bin Saleh al-Maliki, pada hari Rabu (20/12/2017) mengatakan bahwa pasukan koalisi dapat menghancurkan rudal balistik termasuk yang terbaru yang diluncurkan ke ibukota Saudi Riyadh pada hari Selasa (19/12/2017), lansir Al Arabiya.

Kolonel al-Maliki mengatakan kepada wartawan di pangkalan udara Raja Salman, bahwa pemerintah yang sah di Yaman saat ini menguasai 85 persen wilayah negara tersebut.

Rudal Syiah Houthi Yaman Targetkan Kantor Raja Arab di Riyadh

Dia menambahkan bahwa Direktorat Behan telah benar-benar dibebaskan dari pemberontak Syiah Houthi. Menyatakan bahwa lebih dari 11.000 pasukan pemberontak Syiah Houthi telah terbunuh dalam operasi dan serangan udara baru-baru ini.

Gambar pemboman yang menargetkan infrastruktur produksi rudal di kota Saada juga dipresentasikan pada konferensi pers, termasuk gambar pemboman markas militer Houthi di kota tersebut.

Kolonel al-Maliki mengungkapkan bahwa koalisi telah mulai menerapkan rencana untuk membebaskan Sana’a dari pemberontak Syiah Houthi.

Dia menyerukan warga Yaman untuk menuntaskan demonstrasi revolusi melawan milisi Houthi yang melaksanakan agenda Iran.

Dalam hal bantuan kemanusiaan, Kolonel al-Maliki mengatakan bahwa koalisi terus melanjutkan upayanya untuk memberikan bantuan kepada warga Yaman, kendati pemberontak Houthi yang didukung oleh Iran itu terus melanjutkan peluncuran rudal.

Juru bicara tersebut mengungkapkan bahwa kapal yang sarat dengan bahan bakar akan diizinkan memasuki pelabuhan Yaman selama 30 hari.

Berbicara dalam konferensi pers tersebut, Duta Besar Saudi untuk Yaman, Mohamed Al Jaber, mengatakan bahwa pekerjaan untuk menyelesaikan rencana operasi kemanusiaan komprehensif di Yaman sedang dilakukan.

Dia mengatakan bahwa rencana tersebut mencakup peningkatan kapasitas pelabuhan Yaman dan penggunaan penyeberangan perbatasan dengan Arab Saudi untuk memastikan bahwa bantuan kemanusiaan benar-benar menjangkau penerimanya. Dia menambahkan bahwa koridor yang aman harus disediakan dalam koordinasi dengan pimpinan koalisi untuk memberikan bantuan.

Dalam beberapa hari mendatang, koordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan organisasi kemanusiaan regional akan disusun untuk menyusun rincian akhir dari rencana tersebut.

Ustaz Bachtiar Nasir Serukan Pegiat Kemanusiaan Bersinergi Bersama AIMMA

JAKARTA (Jurnalislam.com)—Sebagai langkah konkret pasca aksi 1712, Aliansi Indonesia Membela Masjid Al Aqsa (AIMMA) resmi dibentuk. Pembina AIMMA Ustaz Bachtiar Nasir menyerukan kepada segenap pegiat kemanusiaan agar bersinergi dan berkolaborasi bersama AIMMA.

“Kami mengajak kepada seluruh lembaga pegiat kemanusiaan untuk Palestina, untuk bersatu dan bergabung atau bekerjasama dengan AIMMA,” kata ,” kata Ustaz Bachtiar Nasir dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Rabu (20/12/2017).

AIMMA, kata pria yang karib disapa UBN ini memfasilitasi lembaga-lembaga kemanusiaan yang konsen terhadap isu Palestina untuk bersinergi membantu rakyat Palestina.

Ia pun meminta masyarakat terus mendukung perjuangan Palestina melawan penjajahan Israel.

“Menyerukan kepada seluruh umat untuk mempererat persaudaraan dan persatuan dalam rangka memperjuangkan kemerdekaan Palestina dari penjajahan Israel,” pungkasnya.

Sejumlah NGO tergabung dalam AIMMA seperti : Aspac For Palestine, ACT, KNRP, Spirit of Aqsa, KISPA, Sahabat Al- Aqsha, Adara Relief Internasional, MP4P, HASI, Wahdah Islamiyah, FS-LDK, AWG, dan masih banyak lainnya.

 

 

Pasca Aksi 1712, Aliansi Indonesia Membela Masjid Al Aqsa Resmi Dibentuk

JAKARTA (Jurnalislam.com)—Pasca aksi bela Palestina atau aksi 1712 yang dihadiri jutaan orang, NGO dan pegiat kemanusiaan Indonesia menggagas Aliansi Indonesia Membela Masjid Al Aqsa (AIMMA).

Pembina AIMMA Ustaz Bachtiar Nasir mengatakan bahwa AIMMA digagas sebagai wadah berkolaborasi lembagai kemanusiaan dan langkah konkret menindaklanjuti amanah aksi 1712 lalu di Monas.

“Oleh karena itu, AIMMA (Aliansi Indonessia Membela Masjid Al Aqsa) memfasilitasi lembaga-lembaga kemanusiaan yang konsen terhadap isu Palestina untuk bersinergi membantu rakyat Palestina,” kata Ustaz Bachtiar Nasir dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Rabu (20/12/2017).

Tak lupa, pria yang karib disapa UBN ini mengucapkan apresiasi terhadap rakyat Indonesia yang terus berjuang membela Palestina. Ia pun meminta kepada setiap elemen yang mumpuni agar terus mengedukasi masyarakat terkait penjajahan Israel atas Palestina

“Menyerukan kepada rakyat Indonesia untuk terus meningkatkan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina. Mengingat perjuangan pembebasan Palestina membutuhkan waktu yang panjang dan energi yang besar,” pungkasnya.

Sejumlah NGO tergabung dalam AIMMA seperti : Aspac For Palestine, ACT, KNRP, Spirit of Aqsa, KISPA, Sahabat Al- Aqsha, Adara Relief Internasional, MP4P, HASI, Wahdah Islamiyah, FS-LDK, AWG, dan masih banyak lainnya.

Begini Ancaman Trump bagi Negara yang Menolak Yerusalem sebagai Ibukota Israel

JENEWA (Jurnalislam.com) – Presiden AS Donald Trump mengancam akan memotong bantuan ke negara-negara yang memberikan suara untuk mendukung rancangan resolusi PBB yang mengecam keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Trump mengatakan di Gedung Putih pada hari Rabu (20/12/2017) bahwa AS akan “memperhatikan suara mereka” di Majelis Umum, lansir Aljazeera.

“Mereka mengambil ratusan juta dolar dan bahkan miliaran dolar, dan kemudian mereka memberikan suara menentang kita. Baiklah, kita melihat suara itu. Biarkan mereka memberikan suara melawan kita. Kita akan menghemat banyak. Kami tidak peduli, kantor berita Reuters mengutip Trump.

Majelis Umum PBB akan mengadakan sidang darurat pada hari ini, Kamis (21/12/2017), untuk memberikan suara mengenai keputusan AS yang kontroversial tersebut.

AS Memveto Resolusi DK PBB, Tetap Akui Yerusalem Ibukota Israel

Pemilihan suara ini diharapkan bisa berjalan dengan mudah di badan PBB yang beranggotakan 193 orang tersebut, namun tidak mengikat.

Komentar Trump muncul setelah Nikki Haley, duta besar AS untuk PBB, mengirim surat ancaman ke negara-negara anggota PBB, mendesak mereka untuk memberikan suara menentang mosi tersebut.

Haley juga mengatakan di Twitter “AS akan mencatat” negara yang memilih untuk mendukung resolusi tersebut.

Riyad al-Malki, menteri luar negeri Palestina, pada hari Rabu menuduh AS “mengancam” negara anggota Majelis Umum PBB sebelum pemilihan tersebut.

Erdogan Kembali Ajak Dunia untuk Dukung Palestina Lawan Veto AS

Malki mengatakan bahwa pejabat Amerika “melakukan kesalahan lain saat mereka membagikan surat yang mencoba mengancam negara-negara, [dan] mengancam keputusan berdaulat mereka untuk menentukan pilihan.”

“Ini benar-benar definisi baru tatanan dunia dalam politik dan tampaknya pemerintah Amerika … memberi cap pada realitas politik baru yang akan ditolak banyak negara,” kata Malki.

Sesi PBB akan menunjukkan “berapa banyak negara yang memilih dengan hati nurani mereka.”

Pada 6 Desember Trump menyatakan bahwa Yerusalem akan menjadi ibu kota Israel dan mengumumkan niat untuk memindahkan kedutaannya ke kota Yerusalem.

Langkah kontroversial tersebut mendorong demonstrasi dan penolakan berskala besar dari para pemimpin dan masyarakat di seluruh dunia.