Berencana Bangun Masjid di Lahan Warga, DSKS Minta Pemkot Surakarta Hormati Putusan MA

SOLO (Jurnalislam.com) – Sejumlah massa yang tergabung dalam Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) dan elemen umat Islam Surakarta memprotes rencana pembangunan Masjid Raya Solo yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta, di kawasan tanah milik warga Sriwedari, Surakarta, Ahad, (28/1/2018).

Menurut anggota Divisi advokasi DSKS Endro Sudarsono, Masjid Solo yang rencananya akan dilakukan peletakan batu pertama oleh Pemkot Surakarta pada Senin, (5/2/2018) tersebut, merupakan tanah milik seorang warga yang secara resmi telah diputuskan oleh Mahkamah Agung (MA) pada tahun 2016 lalu.

“Kembali mengingatkan bahwa putusan Peninjauan Kembali (PK) dari pihak Pemkot Surakarta ditolak oleh Mahkamah Agung,” katanya kepada Jurnalislam.com di sela-sela aksi.

Mengacu putusan MA, tanah Sriwedari seluas 99.889 m2 adalah milik ahli waris Wiryodiningrat sebagaimana PK MA No. 478-/PK/PDT/2015 pada Februari 2016,” imbuhnya. Lebih lanjut Endro mengatakan, bahwa belum ada kerelaan dari ahli waris Wiryodiningrat dan taman Sriwedari tersebut saat ini dalam proses eksekusi oleh Pengadilan Negeri (PN) Surakarta.

Untuk itu, ia memberi masukan kepada untuk berkomunikasi dengan ahli waris atau memindahkan rencana pembanguna masjid tersebut di tempat lain.

“Agar mengkomunikasikan kepada ahki waris terkait rencana pembangunan masjid tersebut atau mengganti tempat pembangunan masjid tidak di Sriwedari, misalnya dilahan bekas bangunan Polwil Surakarta,” tandasnya.

Pesan Terbaru Dr Ayman al Zawahiri Terkait Kegagalan Arab Spring

SURIAH (Jurnalislam.com) – Dr Ayman al Zawahiri, pemimpin Al Qaeda global, membahas kegagalan Arab Spring dalam pesan audio yang baru dirilis oleh As Sahab, sayap media Al Qaeda, merilis rekaman online berbahasa Arab berdurasi 12 menit beberapa hari lalu, ditranslate oleh Long War Journal, Sabtu (27/1/2018).

Syeikh Zawahiri berbicara pada peringatan tujuh tahun pergerakan Arab, yang dimulai di beberapa negara pada akhir 2010 dan awal 2011. Pesannya berjudul, “Tujuh Tahun Kemudian, Mana Hasilnya?” Syeikh menyampaikan, bahwa “semua revolusi ditekan kecuali Suriah, yang memasuki spiral solusi internasional,” yang berarti bahwa negara-negara kuat sekarang mendikte jalannya peristiwa.

“Rezim yang memerintah di Tunisia, Mesir, Yaman dan Libya semuanya hanya berubah menjadi lebih ganas dan korup daripada sebelumnya,” kritik Syeikh Zawahiri. Dia mengingatkan bahwa jihadis harus belajar dari pengalaman pahit ini. Pelajaran nomor satu yang ingin dia sampaikan adalah bahwa para jihadis tidak dapat berkompromi dengan ideologi mereka dengan cara yang sama seperti yang dilakukan oleh banyak kelompok Islam lainnya.

Begini Seruan Al Qaeda Global Terkait Isu Yerusalem sebagai Ibukota Israel

Syeikh Zawahiri menasihati kelompok Islam, seperti partai Ennahda di Tunisia dan Ikhwanul Muslimin Mesir, atas kegagalan gerakan Arab untuk mewujudkan pemerintahan berbasis syariah di beberapa negara. Pernyataan al Qaeda mengatakan bahwa umat Muslim meminta diberlakukannya syariah, namun hanya tertarik pada kekuasaan, membuat konsesi yang membahayakan ideologi mereka. Syeikh Zawahiri berpendapat bahwa Ennahda dan Ikhwanul Muslimin sangat ingin menenangkan Barat dan Amerika, namun jalan yang mereka lakukan hanya membawa kembalinya rezim kriminal yang sama yang mereka gulingkan.

Pesan terakhir Zawahiri sama dengan yang dia rilis pada Agustus 2016. Dia menceritakan gagalnya gerakan Arab di Mesir, Tunisia dan Yaman. Dia mengatakan jangan seperti “peternakan unggas, yang menciptakan ayam-ayam yang senang dengan apa yang mereka dapatkan, namun membuat mereka tidak mengetahui sedikit pun tentang ancaman pemangsa yang mengelilingi mereka.”

Penerus Syeikh Usamah bin Laden itu sekarang mengatakan gerakan Libya sebagai salah satu contoh yang gagal. Dan dia menyesalkan bahwa negara-negara dapat mengendalikan konflik Suriah melalui pendanaan dan beberapa kelompok perlawanan malah takut diberi label teroris. Poin terakhir adalah referensi untuk usaha pimpinan AS untuk menunjuk kelompok jihad tertentu sebagai organisasi teroris. Salah satu alasan bahwa “kesatuan” al Qaeda di Suriah terganggu karena beberapa oposisi khawatir bahwa peruntukan tersebut akan merusaknya. Meskipun Syeikh Zawahiri tidak menyebutkannya, Al Qaeda sendiri pada awalnya berusaha menyembunyikan jangkau jaringannya di Suriah, untuk menghindari pengawasan internasional.

Al Qaeda Rilis Pesan Audio Hamzah Bin Ladin Terbaru

Sebelumnya, Syeikh Usamah bin Laden memperkirakan bahwa ada “potensi yang cukup besar di dalam Ikhwan” yang berkembang ke arah para jihadis. Syeikh Bin Laden juga menulis dalam jurnal pribadinya beberapa saat sebelum syahidnya, bahwa gerakan Arab merupakan kesempatan unik bagi perjuangannya. Sebagai tambahan, Al Qaeda memerintahkan anak buahnya untuk bekerja sama dengan kelompok-kelompok Islam di negara-negara mayoritas Arab dalam upaya mengarahkan mereka menuju ideologi jihad. Di Suriah, misalnya, pasukan al Qaeda telah bekerja sama dengan kelompok Islam dan Salafi dari berbagai faksi dan bahkan bersiyasah dengan kelompok yang didukung oleh Barat.

Walaupun Syeikh Zawahiri menyesalkan kegagalan untuk mencapai tujuan tata pemerintahan syariah yang sudah berjalan lama di beberapa negara, hal itu tidak berarti bahwa dia menilai semuanya hilang. Meskipun tata kelola syariah yang meluas tidak berakar, Al Qaeda masih mempertahankan tapak gerakan di banyak wilayah di sejumlah negara. Meskipun menghadapi banyak hambatan, pasukan gerilya Al Qaeda justru saat ini berjuang di lebih banyak negara.

MCS dan MT Al Harokah Semarang Gelar Kajian dan Baksos untuk Mualaf

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Mualaf Center Semarang (MCS) bekerja sama dengan Majlis Ta’lim Al Harokah menggelar tabligh akbar bertajuk ‘Pengajian Muaaf dan pembagian 100 sembako’ di Masjid Baiturrohim, jl Gabahan no 71 Semarang Tengah, Sabtu (27/1/2018) dengan pemateri Ketua MCS ustaz Agus Triyanto.

Dalam paparannya, ia mengingatkan kembali jamaah yang mayoritas mualaf agar senantiasa memegang teguh tauhid.”Jika kita tidak beragama Islam berarti kita menyekutukan Allah , ada yang menyembah batu, ada yang menuhankan orang shaleh dan ada juga yang menuhankan Yesus ( Nabi Isa-red),”tuturnya saat memberi tausiah

Ditegaskan juga bahwa Allah akan mengampuni semua dosa apapun kepada hamba-Nya kecuali dosa syirik. “Allah akan mengampuni setiap dosa, kecuali syirik (menyekutukan Allah), walaupun mereka (orang kafir) berbuat baik di dunia tapi diakhirat kelak mereka termasuk orang yang merugi,” tegasnya

Acara tersebut juga di isi juga pengakuan dari seorang mualaf, Cynthia Sukotjo yang berprofesi sebagai dokter kandungan yang masuk Islam sejak tahun 2002. Ia memberi pesan yang dianggap sangat membekas kepada para mualaf lainnya agar menjaga hidayah Islam

“Allah akan menimpakan azab yang pedih kepada siapa yang kembali kafir setelah Allah beri petunjuk (hidayah),”ucap cdr. Cynthia saat menceritakan perjalanan hidupnya setelah masuk Islam. Dip engujung acara tersebut, ada juga ikrar syahadat oleh Ibu Sri Sudirminasih yang memutuskan memeluk Islam dan dipandu usta Ali dan disaksikan oleh Ibu Wachidah, perwakilan dari forum komunikasi penyuluh agama Islam Kecamatan Candisari beserta para jama’ah yang hadir.

Acara yang dimulai sujak pukul 09.00 tersebut diakhiri dengan pembagian 100 paket sembako dan shalat zuhur berjamaah.

Pamer Kebaikan di Tengah Umat Kalau Ada Kepentingan, Ciri Kaum Munafik

SOLO (Jurnalislam.com)- Juru bicara Jamaah Anshorusy Syariah (JAS) Ustaz Abdul Rochim Ba’asyir mengimbau kepada umat Islam, agar waspada dengan banyaknya elit politik yang mendekati umat Islam jelang tahun politik kedepan.

“Mereka berubah sesaat untuk kepentingan mereka, supaya dianggap orang baik, dipercaya dan seterusnya, fenomena seperti ini tidak jauh dari orang orang munafik, maka masyarakat dan umat Islam harus waspada dengan tokoh tokoh seperti ini,” katanya kepada Jurnalislam.com di Brantan, Pajang, Solo, Rabu, (24/1/2018).

Menurut ustaz Iim, sapaan karibnya, sejak jaman Rasulullah, orang munafik selalu menampakan kebaikannya ditengah umat Islam, namun, katanya, bila mereka tak bersama umat Islam, maka mereka adalah orang-orang yang getol memusuhi Islam.

“Karena ini sebagai bentuk tipu daya kepada masyarakat, masyarakat ditipu dengan penampilan dan bentuk kemunafikan,” paparnya.

Jelang Pilkada, Waspada Elit Politik Tiba-tiba Merapat ke Umat Islam

SOLO (Jurnalislam.com)- Juru bicara Jamaah Anshorusy Syariah (JAS) Ustaz Abdul Rochim Ba’asyir mengimbau kepada umat Islam, agar waspada dengan banyaknya elit politik yang mendekati umat Islam jelang tahun politik kedepan.

“Agar waspada kepada tokoh-tokoh ini, karena tiba-tiba mendekat kepada umat Islam. Mereka berubah sesaat untuk kepentingan mereka, supaya dianggap orang baik, dipercaya dan seterusnya Islam,” katanya kepada Jurnalislam.com baru-baru ini.

Menurutnya, orang-orang seperti ini benar-benar harus diwaspadai karena, bisa jadi setelah kepentingan politiknya tercapai, ia malah akan menyingkirkan kepentingan umat.

“Karena tokoh seperti ini apabila berkuasa pasti akan melakukan kerusakan dan selalu bera’mar mungkar dan bernahi ma’ruf, dan kita selama ini betul-betul capek mengahadapi orang seperti ini,” ujarnya.

“Mudah-mudahan Allah Subhanahu Wata’ala menolong kita dari orang orang yang seperti itu,” tandasnya.

Gencatan Senjata Baru Dimulai, Rezim Syiah Assad Malah Bombardir Ghouta Timur

SURIAH (Jurnalislam.com) – Aktivis Suriah melaporkan rezim Nushairiyah Bashar al-Assad melanggar gencatan senjata di Ghouta Timur, kubu oposisi terakhir yang tersisa di wilayah dekat ibu kota, Damaskus.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) mengatakan sedikitnya lima rudal dan artileri menargetkan daerah kantong yang terkepung pada dini hari Sabtu (27/1/2018, tak lama setelah gencatan senjata yang dinegosiasikan Rusia mulai berlaku.

Mohammed Alloush, seorang anggota senior faksi Jaish al-Islam, sebuah faksi oposisi Suriah yang kuat, menulis di Twitter: “Rusia gagal dalam menerapkan gencatan senjata secara praktis yang diumumkan semalam di Ghouta Timur. Rudal ‘Elephant‘ masih membombardir Ghouta Timur. Mereka tidak bisa berhenti menembak bahkan untuk sepuluh menit saja.”

White Helmets: 200 Lebih Warga Sipil Ghouta Timur Dibantai Rezim Assad

Reporter Al Jazeera, Stefanie Dekker, melaporkan dari daerah dekat perbatasan Turki-Suriah, bahwa kedekatan Timur Ghouta dengan Damaskus menggarisbawahi pentingnya wilayah tersebut bagi rezim Syiah Assad.

“Gencatan senjata saat ini dihentikan namun nasibnya akan bergantung pada bagaimana segala sesuatu berkembang di lapangan,” katanya.

Tidak semua faksi oposisi di Ghouta Timur telah menandatangani kesepakatan tersebut, dan tetap harus dilihat berapa lama waktu yang dibutuhkan, koresponden kami menambahkan.

Ghouta Timur telah berada di bawah pengepungan rezim Syiah Suriah sejak 2013, dan gencatan senjata tersebut diperkirakan akan membawa bantuan sementara kepada sekitar 400.000 orang di wilayah tersebut yang menderita kekurangan makanan dan obat-obatan akut.

Selama dua bulan terakhir, jet tempur Rusia dan Suriah telah mengintensifkan pemboman mereka terhadap daerah kantong oposisi.

Berita tentang kesepakatan tersebut terjadi saat oposisi Suriah mengumumkan bahwa pihaknya berencana untuk memboikot perundingan damai yang diselenggarakan oleh Gates di Sochi pekan depan, dengan mengatakan bahwa ini adalah usaha demi melemahkan upaya Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menjadi perantara sebuah kesepakatan.

Dukungan Dunia untuk Bayi Suriah yang Dibom Rezim Syiah Assad di Ghouta Timur

Pengumuman hari Sabtu dibuat di Wina, di mana putaran terakhir perundingan PBB antara pemerintah Suriah dan oposisi terjadi tanpa terobosan besar.

“Kami mendengarkan banyak jaminan mengenai komitmen, namun tidak satupun dari mereka terealisasi,” kata Yahya al-Aridi, juru bicara oposisi Suriah, setelah pengumuman tersebut.

“Kita bosan dengan itu, kita butuh keterlibatan nyata, kita butuh komitmen nyata,” katanya kepada Al Jazeera.

Aridi mengatakan bahwa terserah kepada Rusia untuk memberi tekanan lebih besar pada pemerintah Suriah untuk membuat langkah konkret demi menyelesaikan krisis, yang sekarang berada di tahun ketujuh.

“Kami yakin bola itu ada di lapangan Rusia,” katanya. “Mereka mengatakan bahwa mereka berada di atas angin di Suriah dan mereka bertanggung jawab menyelamatkan rezim ini untuk waktu yang lama, dan mereka dapat membawanya untuk melakukan resolusi legalitas internasional dan jika mereka menginginkannya, mereka dapat melakukannya.

Ketika ditanya berapa kali oposisi bersedia menghadiri pembicaraan yang ditakdirkan untuk gagal sejak awal, al-Aridi memilih menyalahkan rezim.

6 Hari Pertempuran di Ghouta Timur, Pasukan Assad Kalah Telak, 135 Tewas

“Anda harus mengingat pihak yang berusaha merongrong proses politik. Rezim memilih solusi perang sebagai strategi untuk membungkam warga Suriah, namun dunia memikirkan solusi politik, dan resolusi tersebut dikeluarkan dari UNSC. Namun [Assad] malah berupaya melawan resolusi politik dan menemukan cara sendiri untuk menghalangi PBB melakukan tugasnya.”

Dalam sebuah konferensi pers terpisah pada hari Sabtu pagi, Nasr al-Hariri, pemimpin delegasi oposisi Suriah, juga mendesak rezim Assad untuk berkomitmen pada “tujuan nyata” yang ditetapkan oleh PBB.

Sejauh ini, sembilan putaran perundingan PBB antara pihak-pihak yang bertikai hanya membuat sedikit pengaruh dalam upaya mengakhiri perang Suriah.

447 Pasukan PYD Tewas dalam Operasi Militer di Afrin

ANKARA (Jurnalislam.com) – Sebanyak 447 pasukan PYD/PKK dan IS telah “dinetralisir” sejak awal Operation Olive Branch (Operasi Ranting Zaitun) di wilayah barat laut Afrin, Suriah, kata militer Turki pada hari Sabtu (27/1/2018).

Militer umumnya menggunakan istilah “menetralkan” untuk menandakan bahwa target tersebut telah dibunuh, lansir Anadolu Agency.

Menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Staf Umum Turki, tentara “menetralkan” 53 milisi PYD/PKK dan IS pada hari Sabtu.

Pernyataan tersebut mengatakan 22 jet Turki dengan aman kembali ke markas mereka setelah menghancurkan 42 sasaran yang digunakan sebagai tempat persembunyian senjata, tempat penampungan, dan depot amunisi oleh kelompok teror PYD/PKK dan IS.

10 Jawaban Erdogan atas Pertanyaan Operasi Militer di Suriah

Pernyataan ini menambahkan dua tentara Turki tewas, sementara 11 lainnya menderita cedera luka yang tidak mengancam nyawa mereka dalam bentrokan Sabtu dengan milisi.

Dua anggota Tentara Pembebasan Suriah juga menjadi martir dan empat lainnya cedera, menurut pernyataan tersebut.

Operasi Olive Branch “dilanjutkan seperti yang telah direncanakan,” tambahnya.

Pihak militer menegaskan bahwa pihaknya sangat berhati-hati agar tidak membahayakan warga sipil selama operasi tersebut.

Pada 20 Januari, Turki meluncurkan Operation Olive Branch untuk membersihkan milisi PYD/PKK dan IS dari Afrin.

Menurut Staf Umum Turki, operasi tersebut bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan dan wilayah Turki serta untuk melindungi warga Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris.

Gelar Operasi Militer di Suriah, Sekjen NATO: Turki Memiliki Hak

Operasi tersebut dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak pembelaan diri berdasarkan piagam PBB dan penghormatan terhadap integritas teritorial Suriah, katanya.

Afrin telah menjadi tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK sejak Juli 2012 ketika rezim Syiah Nusairiyah Assad di Suriah menyerahkan kota dengan cuma-cuma.

Al Qaeda Mali Serang Markas Militer, 14 Pasukan Tewas dan 18 Terluka

MALI (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 14 tentara Malia telah tewas dan 18 lainnya luka-luka dalam sebuah serangan pejuang al-Qaeda di mana pejuang mengambil alih sebuah kamp militer di utara negara Afrika tersebut, kata militer.

“Pasukan bersenjata Malia diserang pagi ini, sekitar pukul 4 pagi waktu setempat, di Soumpi (wilayah Timbuktu). Kami telah mencatat 14 korban tewas, 18 luka-luka dan kerusakan material,” kata sebuah pernyataan dari militer yang diposkan di media sosial, Sabtu (27/1/2018), lansir Aljazeera.

Serangan mematikan tersebut memaksa Presiden Mali, Ibrahim Boubacar Keita untuk membatalkan kunjungan ke KTT Uni Afrika yang akan diadakan di Addis Ababa, ibu kota Ethiopia.

Pada pertempuran dini hari itu tentara kehilangan kendali atas pangkalan tersebut, namun merebutnya kembali dari para pejuang pada siang hari, sebuah sumber militer Mali yang tiba di lokasi mengatakan kepada kantor berita AFP.

“Pasukan Malian kembali menguasai kamp. Dua penyerang terbunuh,” kata sumber tersebut.

Pasukan PBB di Mali Utara Dihantam Ranjau Darat, 3 Tewas

Insiden Soumpi terjadi dua hari setelah 26 warga sipil termasuk ibu-ibu dan anak mereka terbunuh saat kendaraan mereka melewati ranjau darat di Boni, Mali tengah, menurut laporan korban tewas PBB.

Pemerintah Malian semakin kehilangan cengkeramannya di daerah pedesaan di tengah meningkatnya serangan al-Qaeda terhadap pasukan pemerintah dan asing.

Pejuang Al-Qaeda dalam koalisi dengan gerakan Azawad menguasai padang pasir yang luas di Mali utara sejak awal tahun 2012, namun mulai didorong mundur dalam operasi militer pimpinan Perancis yang diluncurkan pada Januari 2013.

Pada bulan Juni 2015, pemerintah Mali menandatangani sebuah perjanjian damai dengan koalisi oposisi yang tidak berafiliasi dengan al-Qaeda. Tapi pejuang tetap aktif, dan traktat (wilayah) besar di negara ini tidak bisa dikendalikan oleh pemerintah.

Dewan Keamanan PBB pada hari Rabu (24/1/2018) dengan suara bulat mengadopsi sebuah pernyataan rancangan Prancis yang memberi kesepakatan perdamaian 2015 bagi para pihak yang bertikai sampai akhir Maret tahun ini untuk menunjukkan kemajuan atau mendapatkan sanksi.

Serangan Terkoordinasi Al Shabaab Tewaskan 23 Pasukan Uni Afrika dan Somalia

Dewan tersebut mengatakan bahwa ada “kebutuhan mendesak untuk menyampaikan keuntungan perdamaian yang nyata dan terlihat kepada penduduk di utara dan bagian Mali lainnya” menjelang pemilihan yang dijadwalkan tahun ini.

Mali adalah satu dari negara di wilayah Sahel Afrika yang telah dilanda perang yang sedang berlangsung yang mendahului kebangkitan al-Qaeda.

Negara ini telah bergabung dengan apa yang disebut “kekuatan Sahel G5” dengan Mauritania, Niger, Chad dan Burkina Faso, yang menggabungkan militer mereka untuk berperang.

Mali telah menghadapi medan perang intensitas rendah yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Meskipun merupakan penghasil emas terbesar ketiga di benua Afrika, separuh dari populasinya hidup dengan kurang dari $ 1 per hari, yang berada di bawah garis kemiskinan internasional.

Ratusan Petugas Pemerintah Afghanistan Tewas dan Terluka dalam Serangan Bom di Kabul

KABUL (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 246 personil militer termasuk petugas telah menjadi korban dalam serangan martir terbaru selama serangkaian Operasi Mansoori di ibukota Afghanistan, Kabul, lansir Al-Emarah News, Sabtu (27/1/2018).

Wartawan Al-Emarah mengatakan seorang pejuang Taliban dari unit syahid Imarah Islam Afghanistan, Salahuddin dari provinsi Kandahar pada hari Sabtu siang mengemudikan kendaraannya yang penuh dengan bahan peledak di daerah dekat gedung lama kementerian dalam negeri dan meledakkannya di pos pemeriksaan kedua di dekat pintu masuk kementerian dalam negeri setelah melewati pos pemeriksaan pertama.

Targetkan Pertemuan Asing, 5 Mujahidin Taliban Kepung Hotel Intercontinental di Kabul

Daerah tersebut telah diawasi selama sepekan terakhir karena operasi tersebut akan berlangsung dan serangan hari ini adalah hal yang benar pada saat yang tepat karena pejabat, staf, petugas dan personil militer kementerian dalam negeri berkumpul saat makan siang dekat dengan lokasi serangan.

Sementara Anadolu Agency melaporkan, sekitar pukul 12.50 siang waktu setempat (0820GMT), sebuah ambulans yang dilengkapi dengan bahan peledak diledakkan di pintu masuk Kementerian Dalam Negeri, dekat dengan Alun-alun Sadarat selama jam sibuk siang hari. Korban tewas terus meningkat. Kementerian Dalam Negeri mengumumkan di malam hari bahwa hingga 95 orang telah hilang. Nusrat Rahimi, wakil juru bicara Kementerian Perindustrian, mengatakan lebih dari 150 orang telah terluka.

Departemen Pendidikan Afghanistan Senang Taliban Kendalikan 219 Sekolah di Provinsi Herat

Menurut Al Emarah, sebanyak 246 personil musuh dan petugas termasuk di antara mereka yang tewas dan menderita luka-luka dalam serangan, yang terjadi setelah operasi Helmand yang menewaskan sejumlah besar pasukan boneka tersebut.

Operasi martir Sabtu merupakan pembalasan atas serangan udara musuh terhadap warga sipil yang tidak berdaya, menhancurkan rumah penduduk dan menculik mereka.

Dinilai Melanggar Hukum, FUI Bima Desak DPRD Hentikan Pembangunan Pura di Kecamatan Tambora

BIMA (Jurnalislam.com) – Forum Umat Islam (FUI) mendatangi kantor DPRD Kabupaten Bima Jalan Gatot Soebroto, Mpunda untuk beraudiensi terkait pembangunan Pura-pura yang diduga ilegal di Kecamatan Tambora, Jumat (26/1/2018).

FUI mendorong komisi IV DPRD untuk melakukan klarifikasi status pembangunan Pura-pura yang sedang dan telah dibangun di Kecamatan Tambora tersebut.

“Dari bangunan Pura pertama Pura Jagat Agung itu sudah kami lakukan klarifikasi ke beberapa pihak terkait, maka data yang kami dapatkan bahwa bangunan Pura itu tidak memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), tetapi hanya ada surat ijin pemugaran, tetapi yang ada justru pembangunan Pura baru,” ujar Ketua FUI Bima, Ustadz Asikin kepada wartawan usai audiensi.

Selain tidak memiliki IMB, Pura yang telah dibangun juga tidak memenuhi sarat pembangunan tempat ibadah sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri dimana salah satu sarat pembangunan tempat ibadah harus memiliki persetujuan minimal 60 warga masyarakat sekitar.

Baca juga: MUI Tambora Tolak Pembangunan Pura di Tengah Pemukiman Muslim

“Kemudian dalam pembangunan Pura yang kedua yang didirikan di Desa Labuhan Kananga, itu pun tidak memiliki ijin pembangunan, bahkan masyarakat sekitar tidak mengetahui adanya pendirian Pura tersebut,” papar Ustadz Asikin.

Ustadz Asikin melanjutkan, Pura ketiga yang sedang dibangun di Kecamatan Tambora adalah Pura di Pantai Tambora yang berpenduduk mayoritas muslim. Bahkan, kata dia, di lokasi tersebut sudah dilakukan ritual keagamaan dan mendatangkan ribuan jemaah dari Dompu, Sumbawa, dan Bali.

Ustadz Asikin berharap pemerintah segera menindaklanjuti pengaduan warga muslim yang merasa diresahkan dengan pendirian pura-pura di tengah-tengah lingkungan mereka.

“Kami hanya meminta kepada anggota legislatif supaya memiliki tanggapan yang serius serta objektif dalam menjalankan hukum dan aturan yang telah dibuatnya. Apabila aturan yang ada tidak dilaksanakan, maka dikhawarltiekan akan berlaku hukum rakyat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua komisi IV DPRD Kabupaten Bima Muhammad Amirullah menyatakan akan memenuhi permintaan FUI terkait ijin pembangunan Pura-pura tersebut.

“Kami akan melakukan klarifikasi dengan mengundang pihak pemerintah terkait surat secara administrasi yang pernah dikeluarkan. Kami juga akan mempertanyakan tentang pembangunan Pura tersebut, kemudian terkait dengan surat ijin pembangunannya apakah sudah dipenuhi atau tidak,” ungkapnya.