Berencana Bangun Masjid di Lahan Warga, DSKS Minta Pemkot Surakarta Hormati Putusan MA

Berencana Bangun Masjid di Lahan Warga, DSKS Minta Pemkot Surakarta Hormati Putusan MA

SOLO (Jurnalislam.com) – Sejumlah massa yang tergabung dalam Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) dan elemen umat Islam Surakarta memprotes rencana pembangunan Masjid Raya Solo yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta, di kawasan tanah milik warga Sriwedari, Surakarta, Ahad, (28/1/2018).

Menurut anggota Divisi advokasi DSKS Endro Sudarsono, Masjid Solo yang rencananya akan dilakukan peletakan batu pertama oleh Pemkot Surakarta pada Senin, (5/2/2018) tersebut, merupakan tanah milik seorang warga yang secara resmi telah diputuskan oleh Mahkamah Agung (MA) pada tahun 2016 lalu.

“Kembali mengingatkan bahwa putusan Peninjauan Kembali (PK) dari pihak Pemkot Surakarta ditolak oleh Mahkamah Agung,” katanya kepada Jurnalislam.com di sela-sela aksi.

Mengacu putusan MA, tanah Sriwedari seluas 99.889 m2 adalah milik ahli waris Wiryodiningrat sebagaimana PK MA No. 478-/PK/PDT/2015 pada Februari 2016,” imbuhnya. Lebih lanjut Endro mengatakan, bahwa belum ada kerelaan dari ahli waris Wiryodiningrat dan taman Sriwedari tersebut saat ini dalam proses eksekusi oleh Pengadilan Negeri (PN) Surakarta.

Untuk itu, ia memberi masukan kepada untuk berkomunikasi dengan ahli waris atau memindahkan rencana pembanguna masjid tersebut di tempat lain.

“Agar mengkomunikasikan kepada ahki waris terkait rencana pembangunan masjid tersebut atau mengganti tempat pembangunan masjid tidak di Sriwedari, misalnya dilahan bekas bangunan Polwil Surakarta,” tandasnya.

Bagikan
Close X