Ahad, 18 Syawal 1447 / 05 April 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Catatan dari Asmat (1): Sulitnya Menembus Agats

08 Feb 2018 07:39:20
Catatan dari Asmat (1): Sulitnya Menembus Agats

Oleh: Suandri Ansyah, anggota Jurnalis Islam Bersatu (JITU)

PAPUA (Jurnalislam.com) – Selasa (6/2/2018) siang rombongan relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan jurnalis tiba di Bandara Ewer, Kabupaten Asmat, Papua. Rombongan berangkat dari bandara lama Mozes Kilangin, Timika.

Mozes Kilangin adalah bandara internasional milik PT Freeport Indonesia. Awalnya, bandara ini khusus perusahaan. Namun, pada 2013 peruntukannya diubah menjadi umum.

Salah seorang pekerja bandara bernama Atyh Wakum mengatakan, aktifitas bandara belakangan ini menjadi ramai semenjak kasus gizi buruk dan campak menguak ke media.

Rombongan terbang menggunakan pesawat Charter Twin Otter milik jasa penerbangan Airfast. Maksimal penumpang yang bisa diangkut 19 orang termasuk awak kokpit.

Pesawat take off pukul 12.00 WIT, kami dibawa terbang ke ketinggian 7500 kaki. Dari atas sana, landscape geografis Timika terlihat jelas. Kelok-kelok sungai berwarna kecoklatan membelah hijaunya hamparan kota Timika dan sekitarnya.

Untungnya, cuaca saat itu cerah berawan. Perjalanan kami lalui tanpa kendala berarti. Kecepatan pesawat 105 Knot. Di angkasa, sebagian jurnalis asyik mengambil pemandangan, sebagian berbincang-bincang.

Pukul 12.45 WIT kami mendarat di Bandara Ewer, Asmat. Bandaranya kecil, hanya ada satu landasan. Bandara ini dibangun di atas rawa, kontur tanahnya yang empuk membuat pesawat besar tak bisa mendarat di sini.

Rijal Juliawan, pilot yang membawa kami menuturkan, panjang landasan 600 meter dan saat ini sedang diperpanjang lagi menjadi 1.100 meter.

Dari kejauhan, bandara itu lebih mirip lapangan kosong dengan aspal melintang di tengahnya. Di sekelilingnya rumah-rumah panggung terbuat dari kayu, tepat di bawah rumah itu air menggenang.

Tak ada tower komunikasi laiknya bandara lainnya. Rijal menuturkan, pendaratan dilakukan dengan teknik pendaratan visual (pandangan mata).

Semenjak kasus gizi buruk dan campak mencuat, frekuensi penerbangannya ke Asmat bertambah. “Tadi pagi ada. Besok kita juga kesini lagi,” tuturnya. Hari ini, dirinya sudah dua kali ke Asmat. Ia paling sering terbang ke Ilaga.

Di bandara, kami melipir sejenak di sebuah warung makan dan satu-satunya warung. Mengisi tenaga untuk melanjutkan perjalanan ke Agats lewat jalur sungai.

Catatan dari Asmat (2) : Agats, Kota di Atas Rawa

Makanan yang disediakan hanya mi instan rebus maupun goreng. Sepesialnya, warung itu tersedia Wi-Fi. Jaringan komunikasi apalagi internet adalah sesuatu yang berharga di Asmat, selain air bersih.

Sebelumnya, kondisi cuaca yang tak menentu sempat membuat relawan dan tim jurnalis tertahan di Timika. Berdasar jadwal perjalanan, sedianya Senin (5/2/2018) pagi tim akan berlayar ke Asmat lewat pelabuhan Pomako.

Gelombang laut dan ombak tinggi menjadi kekhawatiran terbesar. Beberapa penyedia jasa transportasi baik laut atau udara yang dihubungi tim relawan belum ada yang diperbolehkan berangkat ke Asmat.

Ada dua skema perjalanan untuk sampai ke Agats. Pertama lewat Pelabuhan Pomako di Timika. Kedua lewat Bandara Ewer di Kabupaten Asmat. Skema pertama bisa menyewa perahu long boat dengan waktu tempuh 10 jam. Jika gelombang laut tinggi, urungkan perjalanan. Karena tidak ada kapal yang diperbolehkan berlayar.

Catatan dari Asmat (3) : Suasana Malam hingga Jalanan dari Kayu

Skema kedua, menyewa pesawat Charter dari Bandara Mozes Kilangin menuju Bandara Ewer. Waktu tempuhnya sekitar 45 menit. Konsekuensinya, daya angkut penumpang lebih sedikit. Tentu menyulitkan jika membawa banyak orang dan barang.

Dari Bandara Ewer dilanjutkan dengan speed boat menuju Darmaga Agats dengan waktu tempuh sekitar 20 menit melewati sungai Asewet. Jika membawa banyak orang, sewalah banyak perahu. [] /Suandri Ansah/ JITU

Kategori : Nasional

Tags : asmat jitu jurnalis muslim liputan asmat Papua

Sinergi Program Pembinaan, Korpus PII Wati Gelar Pertemuan dengan Kementerian PPPA

08 Feb 2018 07:26:14
Sinergi Program Pembinaan, Korpus PII Wati Gelar Pertemuan dengan Kementerian PPPA

JAKARTA (Jurnalislam.com)—Koordinator Pusat Badan Otonom (BO) PII Wati menggelar audiensi dengan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) di Jakarta, Rabu (7/2/2018).

Ketua Bidang Komunikasi Eksternal PII Wati, Roro Syariati Sani mengatakan bahwa selain mempererat kembali hubungan Korpus PII Wati dengan KPPPA, audiensi sekaligus mensinergiskan gerakan bersama dalam pembinaan pelajar putri dan anak.

Rombongan pengurus PII Wati ditemui Dra. Maydian Werdiastuti, M.Si selaku deputi Bidang Partisipasi Masyarakat. Dalam pertemuan itu, Pengurus PII Wati menyampaikan fokus organisasi terhadap pembinaan berbasis fitrah melalui gerakan sekolah perempuan. Pada ranah anak, Hilmia Syarif selaku bidang Pembinaan Anak menggulirkan gerakan lingkungan ranah anak (Gelira) yang sejalan dengan program Kota Layak Anak KPPPA.

Dra. Maydian menyambut baik pertemuan ini dan berharap program program kementerian terutama terkait isu-isu terkini tentang anak dapat disinergiskan dengan elemen masyarakat.

“Dimana anak saat ini dihadapkan pada kondisi lingkungan yang kurang kondusif bagi tumbuh kembangnya. Mulai dari pornografi, penggunaan internet yang berlebihan sampai ke kejahatan yang melibatkan anak sebagai pelaku maupun korban,” katanya.

“Tugas dan PR pembinaan perempuan dan anak sangat banya, perlu sinergi yang kuat antar lembaga dan kelompok masyarakat untuk sama-sama berperan dan saling memberi masukan”,tambahnya melalui sambungan via telepon kepada JurnalIslam.com.

Sementara itu, Ketua PII Wati, Haslinda Satar menyatakan komitmen lembaga untuk untuk menjadi mitra KPPPA dalam upaya-upaya yang sejalan dengan visi PII Wati yaitu Kesempurnaan Pendidikan dan Kebudayaan yang sesuai dengan Islam bagi perempuan dan anak.

Kategori : Muslimah Nasional

Tags : anak kementerian pppa pembinaan perempuan pii wati silaturahim sinergi

Moskow: Amerika Ingin Suriah Bubar

08 Feb 2018 06:50:31
Moskow: Amerika Ingin Suriah Bubar

SOCHI (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, pada hari Rabu (7/2/2018) mengatakan AS berencana untuk membubarkan Suriah.

“Rencana pemisahan de facto Suriah sudah ada. Kami tahu tentang hal itu dan akan bertanya kepada rekan Amerika kami bagaimana mereka membayangkan semua ini,” Lavrov mengatakan dalam sebuah pidato di kontes “Leaders of Russia,” lansir Anadolu Agency.

Dia juga mengatakan bahwa Amerika mengubah sikap tentang alasan kehadiran militer mereka di Suriah.

Cegah PBB Selidiki Serangan Bom Kimia di Suriah, AS Salahkan Rusia

“Amerika tampaknya telah meninggalkan jaminan yang diberikan kepada kita bahwa satu-satunya tujuan kehadiran mereka di Suriah adalah untuk mengalahkan teroris.”

“Sekarang mereka mengatakan bahwa mereka akan tetap hadir sampai mereka yakin bahwa Suriah telah memulai proses penyelesaian politik yang berkelanjutan, yang hasilnya akan menjadi perubahan rezim,” katanya.

Takut Tersaingi, Rusia Kecam Rencana AS Bentuk Pasukan Unilateral di Suriah

Suriah telah dikepung dalam perang global yang kejam sejak awal tahun 2011, ketika rezim Syiah Bashar al-Assad membantai aksi unjuk rasa – yang meletus sebagai bagian dari gerakan “Arab Spring” – dengan keganasan militer yang tak terduga, ditambah dukungan militer Rusia untuk mencegah rezim Assad dari kekalahan perang.

Sejak itu, hampir setengah juta orang terbunuh dan lebih dari 10 juta orang lainnya mengungsi dari negara yang dilanda perang tersebut, menurut PBB.

Pusat Penelitian Kebijakan Suriah menetapkan jumlah korban tewas akibat konflik sebanyak lebih dari 470.000 orang.

Kategori : Internasional

Tags : AS Konflik Suriah Rusia

Menteri Zionis Desak Bangun Kuil Yahudi Gantikan Masjid Al Aqsha

08 Feb 2018 06:33:10
Menteri Zionis Desak Bangun Kuil Yahudi Gantikan Masjid Al Aqsha

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Seorang menteri zionis Yahudi Israel pada hari Rabu (7/2/2018) meminta pembangunan kuil Yahudi menggantikan Masjid Al-Aqsha di Yerusalem Timur sebagai pembalasan atas pembunuhan seorang pemukim ilegal Israel, menurut media zionis, World Buletin melaporkan.

“Waktunya untuk mengakui hak orang-orang Yahudi di negeri ini telah tiba dan waktu untuk membangun Bukit Bait Suci telah tiba,” kata Menteri Pertanian zionis Uri Ariel dalam upacara pemakaman pemukim ilegal, yang terbunuh dalam serangan pisau di Tepi Barat pada hari Senin.

Bentrokan Meletus di Nablus, Seorang Warga Palestina Gugur dan 40 Lainya Terluka

Bagi umat Islam di seluruh dunia, kompleks Masjid Al-Aqsha dianggap sebagai situs tersuci ketiga di dunia. Yahudi menyebut daerah itu sebagai “Bukit Bait Suci”, mengklaim bahwa itu adalah situs dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Ariel meminta pemerintah Israel untuk “memberlakukan kedaulatan penuh” di wilayah Palestina.

“Kita harus mengatakan dengan jelas bahwa hanya akan ada satu negara berdaulat antara Yordania dan laut [Laut Tengah], yaitu Negara Israel dengan Yerusalem bersatu sebagai ibukotanya,” katanya.

5 Hal Penting Tentang Masjid Al Aqsha yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

Wilayah Palestina tetap diselimuti ketegangan sejak invasi Israel ke Palestina ditambah Presiden anti Islam AS Donald Trump nyeleneh mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel pada 6 Desember, memicu protes dan unjuk rasa hampir di seluruh penjuru dunia termasuk di wilayah-wilayah yang dijajah Israel – dan beberapa bentrokan dengan tentara penjajah Israel – yang menyebabkan sedikitnya 25 warga Palestina gugur, syahid.

Kota suci, di mana Al-Aqsha berada, tetap berada di jantung konflik Timur Tengah, dimana warga Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur – yang saat ini masih dijajah oleh Israel – suatu hari nanti dapat bertindak sebagai ibukota negara Palestina.

Kategori : Internasional

Tags : al aqsha al quds palestina tepi barat yerusalem

TV Pemerintah Iran Tayangkan Berita Turki Gunakan Senjata Kimia di Suriah

08 Feb 2018 06:16:16
TV Pemerintah Iran Tayangkan Berita Turki Gunakan Senjata Kimia di Suriah

ANKARA (Jurnalislam.com) – TV pemerintah Iran pada hari Rabu (7/2/2018) menayangkan sebuah berita palsu yang mengklaim bahwa tentara Turki telah menggunakan senjata kimia terhadap pasukan dukungan Amerika, PYD/ PKK di Afrin, Suriah barat laut.

Mengutip Al-Alam, media negara Iran lainnya, media IRIB melaporkan tanpa menyertakan bukti bahwa tentara Turki menggunakan senjata kimia selama Operation Olive Branch untuk menghapus milisi PYD/PKK dan IS dari Afrin, lansir Anadolu Agency.

Tidak ada cerita terkait di Al-Alam, yang menunjukkan bahwa berita palsu IRIB didasarkan pada sumber PYD dan merupakan bagian dari kampanye kotor terhadap Operasi Olive Branch yang dipimpin Turki.

PBB Akhirnya Selidiki Serangan Gas Beracun Rezim Assad di Idlib dan Ghouta Timur

Selama bertahun-tahun, PJAK, cabang kelompok teroris PKK di Iran, telah membunuh sejumlah pasukan keamanan Iran dalam bentrokan.

Turki pada 20 Januari meluncurkan Operation Olive Branch untuk menghapus teror PYD/PKK dan IS dari Afrin.

Menurut Staf Umum Turki, operasi tersebut bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan dan wilayah Turki serta untuk melindungi warga Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris.

Pasukan Turki Dihujani Roket dan Mortir saat Memasuki Idlib

Operasi tersebut dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan PBB, hak pembelaan diri berdasarkan piagam PBB, dan penghormatan terhadap integritas teritorial Suriah, kata militer.

Militer juga mengatakan bahwa hanya target teroris yang dihancurkan dan “sangat ditekankan” untuk tidak membahayakan warga sipil manapun.

Afrin telah menjadi tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK sejak Juli 2012, ketika rezim Syiah Nushairiyah Assad di Suriah menyerahkan kota ke kelompok teror dengan cuma-cuma.

Kategori : Internasional

Tags : iran PYD turki

Biadab, Serangan Rezim Syiah Assad Kembali Bunuh Warga Ghouta Timur, 33 Tewas

08 Feb 2018 05:34:09
Biadab, Serangan Rezim Syiah Assad Kembali Bunuh Warga Ghouta Timur, 33 Tewas

GHOUTA TIMUR (Jurnalislam.com) – Jumlah korban tewas dalam serangan rezim Syiah Nushairiyah Assad Rabu (7/2/2018) kemarin di daerah pinggiran Damaskus, Ghouta Timur, meningkat menjadi 33 orang, menurut sumber pertahanan sipil Suriah.

Sumber tersebut mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa 13 anak termasuk di antara korban tewas.

Menurut wartawan Anadolu Agency di dekat lokasi kejadian, pasukan rezim Syiah Assad melancarkan serangan darat dan udara intensif di daerah tersebut sejak dini hari.

Langgar Perjanjian, Rezim Syiah Assad Kembali Serang Zone de Eskalasi, 74 Warga Tewas

Sejak Senin total 107 warga sipil terbunuh dalam serangan rezim di wilayah yang terkepung tersebut.

Serangan tersebut dilakukan meski Ghouta Timur berada dalam jaringan zona de-eskalasi dimana tindakan agresi dilarang.

Rumah bagi sekitar 400.000 penduduk, Ghouta Timur tetap berada di bawah pengepungan rezim yang melumpuhkan selama lima tahun terakhir.

PBB Akhirnya Selidiki Serangan Gas Beracun Rezim Assad di Idlib dan Ghouta Timur

Kategori : Internasional

Tags : Ghouta Timur Konflik Suriah

Ustadz Farid Okbah: Umat Islam Harus Punya Lembaga Riset

07 Feb 2018 17:42:20
Ustadz Farid Okbah: Umat Islam Harus Punya Lembaga Riset

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Yayasan Pesantren Al Islam Bekasi, Ustadz Farid Ahmad Okbah mendorong umat Islam untuk mempunyai lembaga riset sendiri. Hal ini dinilai penting untuk memetakan kekuatan umat menyongsong kepemimpinan nasional pada tahun-tahun mendatang.

“Karena dalam demokrasi itu ada lima unsur kalau ingin menang. Yang pertama adalah lembaga riset untuk memetakan semua keadaan harus ada lembaga riset. Kedua adanya LSM, ketiga media, keempat partai, dan yang kelima logistik,” papar Ustadz Farid dalam Seminar Kepemimpinan Islam di Hotel Sofyan Betawi, Cikini Jakarta Pusat, Selasa (6/2/2018).

Ustadz Farid memaparkan, dalam sebuah negara demokrasi kekuatan itu ada empat, yaitu: kekuatan umat, kekuatan ulama, kekuatan organisasi, dan kekuatan kekuasan. Akan tetapi, lanjutnya, kekuasaan tidak akan terwujud tanpa adanya partai.

“Nah, partai butuh semua kekuatan ini. Karena kita tidak kuat di tiga hal ini maka dimainkan oleh partai-partai non-islam,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, kekuatan itu tidak akan terwujud tanpa adanya lembaga riset. Oleh sebab itu, umat Islam harus memiliki lembaga riset sendiri untuk memetakan keadaan

“Peluang terdekat ini adalah tahun 2018-2019 kita kelola dengan baik, kita uji coba lah disini, tapi di 2024 kita harus menang. Jangan sampai meleset,” tegasnya.

Kategori : Nasional

Tags : lembaga riset umat islam Seminar Kepemimpinan Islam ustad farid okbah

Ketika Ustaz Zulkifli Ali Bicara tentang Politik, Indonesia, hingga Akhir Zaman

07 Feb 2018 12:58:28
Ketika Ustaz Zulkifli Ali Bicara tentang Politik, Indonesia, hingga Akhir Zaman

KARANGANYAR (Jurnalislam.com)–Beberapa waktu lalu, Jurnalislam.com berkesempatan bertemu dengan Ustaz Zulkifli Muhammad Ali di Ponpes Salman Al Farisi Karanganyar Jawa Tengah. Pria yang dikenal sebagai Ustaz Akhir Zaman ini membincang ihwal politik Islam, keindonesiaan dan juga kondisi masa kini yang disebut sebagai akhir zaman. Berikut petikan wawancara dengan beliau:

Tahun 2018 dan 2019 disebut sebagai tahun politik. Bagiamana kaitannya Islam dan politik?

Islam adalah agama yang kaffah meliputi semua urusan, apalagi ruang lingkup Islam itu mencakup masalah muamalah. Muamalah adalah interaksi manusia dengan sesama manusia. Bila kita lihat lagi, kitab-kitab fikih mazhab apa saja pasti sarat dengan muatan masalah muamalat. Muamalah dalam pernikahan, dalam perekonomian, dalam politik, ini seluruhnya adalah muamat. Maka urusan politik adalah urusan yang tidak boleh dipisahkan dari Islam.’

Tapi kalau kita perhatikan, zaman sekarang orang-orang sedang mencoba untuk menyemarakan sebuah kesan jangan bawa-bawa politik ke wilayah agama atau jangan bawa-bawa gama ke arena politik karena politik itu kotor. Maka perlu diketahui oleh seluruh kaum muslimin bahwa itu adalah pemikiran sekular atau dalam bahasa arabnya disebut ‘almani, pemikiran yang memisahkan antara agama dan politik. Padahal politik adalah ruang lingkup agama jadi tidak boleh dipisahkan.

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam adalah seorang imam sekaligus juga seorang pemimpin dalam urusan kenegaraan (politik). Bahkan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam mengurus seluruh urusan politiknya di masjid, tidak ada istana jaman Rasulullah, tidak ada istana jaman sahabat. Bahkan kita dengar dalam sejarah ketika seorang Yahudi dari Mesir yang mendatangi Khalifah Umar untuk meminta keadilan.

Dia menanyakan dimanakah istana Umar? Semua orang menunjuk ke masjid. Semua urusan politik dan pemerintahan semuanya diatur dari masjid.

Ini maknanya bahwa di masjid dibedah masalah-masalah politik, masalah kenegaraan, masalah pemimpin, siapa yang akan dipilih siapa yang akan dipecat, mengatur strategi perang, segala macam pokoknya diurus di dalam masjid. Maka politik jangan coba-coba dipisahkan dari Islam.

Bagaimana konteks politik Islam di Indonesia?

Adapun konteks 2018-2019, sekarang kita dihadapkan pada keadaan dimana kita masuk ke dalam wilayah mustakrah, artinya terpaksa atau dipaksa. Kalau kita tidak mengambil kavlingan politik ini maka kita akan menjadi pecundang. Maka kita akan terus ditekan, didzalimi, dianiaya, dan tidak akan diberikan hak-hak kita.

Justru kita diupayakan untuk dipadamkan dan dimatikan supaya itu tidak terjadi maka Islam harus memegang peranan yang besar dalam dunia politik. Artinya, Islam harus memimpin, kaum muslimin harus mengambil kembali arena yang selama ini dibiarkan dan diberikan kepada orang-orang fasik, dzalim, munafik dan sekuler untuk mengisi arena itu.

Ini tidak boleh terjadi ke depan. Walaupun dengan menggunakan kapal demokrasi yang sudah jama’ dipahami dalam aqidah ahlusunnah wal jamaah bahwa demokrasi ini adalah bentuk daripada kesyirikan yang nyata, tapi bukan berarti kita akan musyrik kepada Allah. Kita akan pakai kapal itu (demokrasi) untuk menyampaikan kita pada mathlamah kita yaitu kembali mewarisi muka bumi ini dan memimpin dunia ini dengan Syariat Islam.
Kriteria pemimpin yang patut diangkat oleh umat Islam di Indonesia?

Dia wajib seorang muslim ini adalah syarat mutlak. Kemudian laki-laki, dia dikenal sebagai orang yang adil dalam artian dia mempunyai akhlak yang mulia, ibadahnya bagus, keteladanan dalam dirinya nampak, ini yang disebut dengan adil dan dia mempunyai kecintaan yang serius kepada syariat Islam dan kaum muslimin.

Nah ini harus menjadi syarat mutlak, apabila ini sudah ada maka dia harus diprioritaskan diantara kandidat yang lain. Intinya dia yang paling shaleh, yang paling berilmu, yang paling warra. Kemudian dia mengerti tentang fiqhul waqi’ atau realitas terkini, mengerti tentang perkembangan dan tantangan.

Seperti apakah peta perpolitikan di akhir zaman?

Kita akan menjadi pemenang. Saat itu dunia akan terjauh perang, dunia akan penuh diisi dengan kedamaian dan kesejahteraan, melimpahruahnya harta dsb. Kemudian di dalam hadits riwayat Imam Ahmad yang dishahihkan oleh Syeikh Ahmad Syakir bahwa Islam nanti akan memenangkan kembali kekuasaan di muka bumi, berarti ke depan politik pada puncaknya akan kembali kepada pangkuan umat Islam dan ini janji Allah dan RasulNya yang pasti akan terjadi.

Kategori : Tak Berkategori

Tags : 2018 2019 pilkada Pilpres politik islam

Ustadz Farid Okbah Apresiasi Seminar Kepemimpinan Islam

07 Feb 2018 12:28:49
Ustadz Farid Okbah Apresiasi Seminar Kepemimpinan Islam

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Direktur Islamic Centre Al Islam Bekasi, Ustadz Farid Ahmad Okbah mengapresiasi acara Seminar Kepemimpinan Islam yang diinisiasi oleh Jamaah Ansharusy Syariah pada Selasa (6/2/2018) di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta Pusat.

“Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah bahwa panitia telah berhasil menghadirkan banyak tokoh-tokoh nasional, akademisi dan merancang bersama bagaimana umat Islam ke depan terutama dari sisi kepemimpinan politik,” katanya kepada wartawan di Hotel Sofyan Betawi, Cikini Jakarta Pusat, Selasa (6/2/2018).

Ustadz Farid mengatakan, kegiatan itu penting dilaksanakan untuk menentukan langkah dan membimbing umat Islam dalam menjalani tahun-tahun politik pada 2018 dan 2019.

“Alhamdulillah dari pemaparan para pemateri sekaligus tanggapan dari peserta, luar biasa. Mereka membuat kesepakatan-kesepakatan ke depan agar umat Islam berperan secara maksimal di dalam memenangkan kepemimpinan umat Islam di 2019,” paparnya.

Ia menilai, perpolitikan umat Islam saat ini masih bergantung pada dominasi asing dan aseng. Oleh sebab itu umat Islam harus berani keluar dari dominasi tersebut dan membuat langkah-langkah mandiri dengan cara memaksimalkan segala potensi yang dimiliki.

“Karena itu peserta seminar bersepakat untuk membuat semacam panduan buat umat Islam dalam membuat langkah-langkah ataupun keputusan-keputusan yang terbaik bagi kepemimpinan umat Islam bersama,” paparnya.

Kategori : Nasional

Tags : farid ahmad okbah konsep pemimpin umat Seminar Kepemimpinan Islam

Kebatilan Tidak Akan Hilang Selama Kebenaran Tidak Dilontarkan

07 Feb 2018 10:59:34
Kebatilan Tidak Akan Hilang Selama Kebenaran Tidak Dilontarkan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kepemimpinan adalah pertarungan abadi antara kebenaran dan kebatilan. Demikian dikatakan Ketua Majelis Syariah Jamaah Ansharusy Syariah Ustadz Fuad Al Hazimi dalam Seminar Kepemimpinan Islam di Hotel Sofyan Betawi Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Ia mengutip perkataan Imam Ghazali dalam kitab Al Iqtishod fil I’tiqod yang mengatakan, agama dan kekuasaan ibarat dua saudara kembar. Agama adalah landasannya sedangkan kekuasaan adalah penjaganya. Segala sesuatu yang tidak punya dasar pondasi pasti akan rusak dan sesuatu yang tidak dijaga pasti akan hilang.

“Oleh karena itu masalah kepemimpinan ini sangat penting untuk diberikan landasan dan juga dijaga. Sejarah mencatat bagaimana kepemimpinan selalu menjadi satu hal yang diperebutkan oleh yang haq dan yang bathil,” papar Ustadz Fuad.

Ustadz Fuad melanjutkan, Al Qur’an dalam surat Al Israa ayat 81 menyebutkan, “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap”.

Ia mengutip penjelasan Syeikh Abu Qatadah Al Filistini mengenai ayat diatas, bahwa kebatilan tidak mempunyai eksistensi seperti halnya kegelapan.

“Ketika haq muncul maka bathil akan sirna. Gelap itu tidak punya eksistensi, maka ketika cahaya muncul gelap akan hilang,” terangnya.

Akan tetapi, untuk melenyapkan kebatilan membutuhkan kekuatan. Ia mengutip surat Al Anbiya ayat 18, “Bahkan Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap.“

“Inilah sifat dasar al haq, yaitu selalu harus dilontarkan. Maka kekuatan itu adalah landasan dari al Ahaq. Oleh karena itu alhaq tidak akan muncul kalau tidak yang melontarkannya. Ketika alhaq dilontarkan albathil akan hancur,” paparnya.

Oleh karena itu, kata dia, Jamaah Ansharusyariah berharap seminar ini bisa melahirkan sebuah konsep tentang teknis “melontarkan alhaq kepada kebatilan’ dengan berbagai konsep baik dengan gerakan Islam yang di dalam parlemen maupun yang diluar.

“Kemudian menghasilkan sebuah sinergi yang kuat sehingga potensi umat Islam tidak habis hanya untuk berbantah-bantahan,” tutupnya.

Kategori : Aqidah Nasional

Tags : Jamaah Ansharusy Syariah Seminar Kepemimpinan Islam

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

Waspada di Balik Citra Saleh: Ketika Topeng Kebaikan Menyembunyikan Kejahatan

Waspada di Balik Citra Saleh: Ketika Topeng Kebaikan Menyembunyikan Kejahatan

4 Apr 2026 16:38:10
Mudik Tahunan: Macet dan Kecelakaan yang Tak Pernah Tuntas

Mudik Tahunan: Macet dan Kecelakaan yang Tak Pernah Tuntas

4 Apr 2026 16:36:12
Krisis Energi Global dan Rapuhnya Kedaulatan Energi Nasional

Krisis Energi Global dan Rapuhnya Kedaulatan Energi Nasional

18 Mar 2026 21:49:48
Menyoal Perwali Santunan Kematian Bagi Rakyat Miskin

Menyoal Perwali Santunan Kematian Bagi Rakyat Miskin

17 Mar 2026 05:02:12

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED