Langsung ke konten

Jurnal Islam

Sabtu, 14 Rabi'ul Akhir 1448 / 26 September 2026
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik
Nasional

Catatan dari Asmat (1): Sulitnya Menembus Agats

Catatan dari Asmat (1): Sulitnya Menembus Agats
Arie Ristyan
8 Februari 2018, 07:39

Oleh: Suandri Ansyah, anggota Jurnalis Islam Bersatu (JITU)

PAPUA (Jurnalislam.com) – Selasa (6/2/2018) siang rombongan relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan jurnalis tiba di Bandara Ewer, Kabupaten Asmat, Papua. Rombongan berangkat dari bandara lama Mozes Kilangin, Timika.

Mozes Kilangin adalah bandara internasional milik PT Freeport Indonesia. Awalnya, bandara ini khusus perusahaan. Namun, pada 2013 peruntukannya diubah menjadi umum.

Salah seorang pekerja bandara bernama Atyh Wakum mengatakan, aktifitas bandara belakangan ini menjadi ramai semenjak kasus gizi buruk dan campak menguak ke media.

Rombongan terbang menggunakan pesawat Charter Twin Otter milik jasa penerbangan Airfast. Maksimal penumpang yang bisa diangkut 19 orang termasuk awak kokpit.

Pesawat take off pukul 12.00 WIT, kami dibawa terbang ke ketinggian 7500 kaki. Dari atas sana, landscape geografis Timika terlihat jelas. Kelok-kelok sungai berwarna kecoklatan membelah hijaunya hamparan kota Timika dan sekitarnya.

Untungnya, cuaca saat itu cerah berawan. Perjalanan kami lalui tanpa kendala berarti. Kecepatan pesawat 105 Knot. Di angkasa, sebagian jurnalis asyik mengambil pemandangan, sebagian berbincang-bincang.

Pukul 12.45 WIT kami mendarat di Bandara Ewer, Asmat. Bandaranya kecil, hanya ada satu landasan. Bandara ini dibangun di atas rawa, kontur tanahnya yang empuk membuat pesawat besar tak bisa mendarat di sini.

Rijal Juliawan, pilot yang membawa kami menuturkan, panjang landasan 600 meter dan saat ini sedang diperpanjang lagi menjadi 1.100 meter.

Dari kejauhan, bandara itu lebih mirip lapangan kosong dengan aspal melintang di tengahnya. Di sekelilingnya rumah-rumah panggung terbuat dari kayu, tepat di bawah rumah itu air menggenang.

Tak ada tower komunikasi laiknya bandara lainnya. Rijal menuturkan, pendaratan dilakukan dengan teknik pendaratan visual (pandangan mata).

Semenjak kasus gizi buruk dan campak mencuat, frekuensi penerbangannya ke Asmat bertambah. “Tadi pagi ada. Besok kita juga kesini lagi,” tuturnya. Hari ini, dirinya sudah dua kali ke Asmat. Ia paling sering terbang ke Ilaga.

Di bandara, kami melipir sejenak di sebuah warung makan dan satu-satunya warung. Mengisi tenaga untuk melanjutkan perjalanan ke Agats lewat jalur sungai.

Catatan dari Asmat (2) : Agats, Kota di Atas Rawa

Makanan yang disediakan hanya mi instan rebus maupun goreng. Sepesialnya, warung itu tersedia Wi-Fi. Jaringan komunikasi apalagi internet adalah sesuatu yang berharga di Asmat, selain air bersih.

Sebelumnya, kondisi cuaca yang tak menentu sempat membuat relawan dan tim jurnalis tertahan di Timika. Berdasar jadwal perjalanan, sedianya Senin (5/2/2018) pagi tim akan berlayar ke Asmat lewat pelabuhan Pomako.

Gelombang laut dan ombak tinggi menjadi kekhawatiran terbesar. Beberapa penyedia jasa transportasi baik laut atau udara yang dihubungi tim relawan belum ada yang diperbolehkan berangkat ke Asmat.

Ada dua skema perjalanan untuk sampai ke Agats. Pertama lewat Pelabuhan Pomako di Timika. Kedua lewat Bandara Ewer di Kabupaten Asmat. Skema pertama bisa menyewa perahu long boat dengan waktu tempuh 10 jam. Jika gelombang laut tinggi, urungkan perjalanan. Karena tidak ada kapal yang diperbolehkan berlayar.

Catatan dari Asmat (3) : Suasana Malam hingga Jalanan dari Kayu

Skema kedua, menyewa pesawat Charter dari Bandara Mozes Kilangin menuju Bandara Ewer. Waktu tempuhnya sekitar 45 menit. Konsekuensinya, daya angkut penumpang lebih sedikit. Tentu menyulitkan jika membawa banyak orang dan barang.

Dari Bandara Ewer dilanjutkan dengan speed boat menuju Darmaga Agats dengan waktu tempuh sekitar 20 menit melewati sungai Asewet. Jika membawa banyak orang, sewalah banyak perahu. [] /Suandri Ansah/ JITU

Tags asmat jitu jurnalis muslim liputan asmat Papua

Berita Terkait

Hadirkan Ragam Pilihan Perjalanan Umrah Terjangkau, Garuda Indonesia Kembali Gelar Garuda Umrah Travel Fair 2025
Berita

Hadirkan Ragam Pilihan Perjalanan Umrah Terjangkau, Garuda Indonesia Kembali Gelar Garuda Umrah Travel Fair 2025

4 Februari 2025
Serangan Udara Israel Lumpuhkan Bandara Sanaa, Yaman Rugi Rp8 Triliun
Berita

Serangan Udara Israel Lumpuhkan Bandara Sanaa, Yaman Rugi Rp8 Triliun

8 Mei 2025
Garuda Indonesia Umrah Travel Fair (GUTF) Kembali Digelar Bersama BRImo, Hadirkan Penawaran Paket Perjalanan Umrah Dengan Harga Khusus
Berita

Garuda Indonesia Umrah Travel Fair (GUTF) Kembali Digelar Bersama BRImo, Hadirkan Penawaran Paket Perjalanan Umrah Dengan Harga Khusus

21 Agustus 2024
Garuda Indonesia Umrah Travel Fair 2024 Resmi Digelar, Proyeksikan Angkut Hingga 21 Ribu Penumpang
Berita

Garuda Indonesia Umrah Travel Fair 2024 Resmi Digelar, Proyeksikan Angkut Hingga 21 Ribu Penumpang

23 Agustus 2024
Kelaparan dan Kekurangan Gizi Ancam Gaza: Akibat Blokade
Berita

Kelaparan dan Kekurangan Gizi Ancam Gaza: Akibat Blokade

6 Mei 2025
Ketiadaan Jaminan Keamanan Dalam Transportasi Umum
Artikel

Ketiadaan Jaminan Keamanan Dalam Transportasi Umum

4 Oktober 2025

Terpopuler

Berita — 30 hari terakhir

  1. Silaturahmi Muslimah Solo Raya, DSKS Dorong Penguatan Ukhuwah dan Peran Muslimah
  2. Tokoh Masyarakat Banyuanyar Jelaskan Alasan Keberatan Warga Soal Rencana Pendirian Gereja
  3. Menembus Jarak, MeDAN dan Aliansi Muslim Bali Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT
  4. FORSITAMA Cemani Gelar Pelatihan Digital Marketing, Bekali 138 Remaja Masjid Hadapi Era Digital
  5. Ma’had Baitul Hikmah Sukoharjo Cetak 221 Alumni, Kembangkan Pendidikan Berbasis Al-Qur’an dan Sains

Opini — 30 hari terakhir

  1. Bias Konfirmasi: Ketika Kita Sulit Melihat Kesalahan Sendiri
  2. Ketika Anak Bertemu Dunia yang Tidak Selalu Aman

Opini

Pesantren Sudah Diakui Negara, Mengapa Anggarannya Masih Sekadar ‘Bantuan’

Pesantren Sudah Diakui Negara, Mengapa Anggarannya Masih Sekadar ‘Bantuan’

26 Sep 2026 05:00:23
Sekolah Gratis Mulai 2027, Bagaimana Madrasah dan Pesantren Swasta?

Sekolah Gratis Mulai 2027, Bagaimana Madrasah dan Pesantren Swasta?

25 Sep 2026 19:38:05
IGIC 2026: Diplomasi Agama dan Ujian Setelah Podium

IGIC 2026: Diplomasi Agama dan Ujian Setelah Podium

25 Sep 2026 19:33:38
Ayah yang “Hilang” di Rumah Sendiri: Membaca Fatherless Indonesia di 2026

Ayah yang “Hilang” di Rumah Sendiri: Membaca Fatherless Indonesia di 2026

25 Sep 2026 19:30:45

Internasional

Indonesia Walk Out saat Netanyahu Berpidato, Palestina Menunggu Langkah Berikutnya

Indonesia Walk Out saat Netanyahu Berpidato, Palestina Menunggu Langkah Berikutnya

25 Sep 2026 21:02:51
Iran Buka Peluang Kembali ke Jalur Diplomasi dengan AS

Iran Buka Peluang Kembali ke Jalur Diplomasi dengan AS

29 Agu 2026 10:14:55
Kekejian Zionis Berlanjut: 1.700 Jenazah Syuhada Palestina Ditahan Israel, Mayoritas dari Gaza

Kekejian Zionis Berlanjut: 1.700 Jenazah Syuhada Palestina Ditahan Israel, Mayoritas dari Gaza

28 Agu 2026 19:44:22
Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

[INFOGRAFIK] Partai Kepala Daerah Juara Korupsi di Era Jokowi: Golkar Disusul PDIP
[INFOGRAFIS] CIRI-CIRI WANITA SHALIHAH
[INFOGRAFIS] Satu Tahun Terakhir, Teroris OPM Semakin Sadis
[INFOGRAFIS] CIRI-CIRI LELAKI SHALIH

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED