Pasukan Syiah Rezim Assad Siap Gempur Jaishul Islam Jika Tidak Keluar dari Ghouta Timur

DOUMA (Jurnalislam.com) – Tentara rezim Syiah Suriah sedang bersiap untuk meluncurkan operasi “besar” terhadap kota terakhir yaitu Douma yang dikuasai oposisi di Ghouta timur kecuali faksi Jaish al-Islam setuju untuk menyerahkan daerah itu, sebuah surat kabar pemerintah pro rezim Assad melaporkan pada hari Rabu (28/03/2018), lansir Middle East Eye.

“Pasukan yang dikerahkan di Ghouta sedang mempersiapkan operasi militer besar ke Douma jika pejuang Jaish al-Islam tidak setuju untuk menyerahkan kota dan pergi,” kata surat kabar al-Watan.

Peringatan itu muncul ketika konvoi terbesar pengungsi Ghouta Timur tiba di Suriah barat laut pada hari Selasa.

Turki dan PBB Kirim 26 Truk Bantuan Kemanusian ke Benteng Mujahidin di Idlib

Pasukan rezim Syiah Assad, yang didukung oleh agresor Rusia dan milisi Syiah setia mereka, melancarkan serangan brutal lebih dari sebulan lalu untuk merebut kembali daerah kantong di pinggiran Damaskus yang dikuasai oposisi.

Mereka telah merebut kembali lebih dari 90 persen darinya dan mengosongkan kantong oposisi terakhir melalui negosiasi penarikan yang ditengahi oleh Rusia.

Rusia dan rezim Nushairiyah Suriah yang didukungnya dilaporkan mengancam akan melanjutkan pengeboman jika negosiasi terakhir yang mencakup kota utama Ghouta, Douma, tidak menyetujui kesepakatan serupa.

Jaish al-Islam, faksi Islamis kuat yang memegang Douma, berharap pembicaraan dengan Moskow akan memutuskan mereka bisa tetap tinggal di kota, bukannya diangkut dalam bis seperti oposisi lainnya.

Namun negosiasi macet dan Rusia kembali ke pendekatan awal mereka “pergi atau mati,” dua sumber oposisi yang mengetahui tentang perundingan mengatakan.

“Pada akhir pertemuan mereka hari Senin, Rusia memberi dua pilihan kepada Jaish al-Islam: menyerah atau menghadapi serangan,” kata salah seorang dari mereka kepada AFP.

Al-Nafir: Upaya Al Qaeda dalam Menyatukan Kembali Faksi-faksi Jihad di Suriah

Jurubicara Jaish al-Islam Hamza Bayraqdar mengatakan perundingan itu akan menetapkan sebuah kesepakatan di mana mereka akan meletakkan senjata beratnya sebagai ganti air dan listrik disediakan pemerintah kembali ke kota.

Dua kesepakatan telah menghasilkan ribuan oposisi, keluarga mereka dan warga sipil lainnya diangkut keluar dalam konvoi pulahan bis di distrik Ghouta menuju Idlib, sebuah provinsi barat laut yang berada dibawah kendali faksi-faksi jihad dan oposisi bersenjata.

Parade Pasukan Jaishul Islam

Turki dan PBB Kirim 26 Truk Bantuan Kemanusian ke Benteng Mujahidin di Idlib

TURKI (Jurnalislam.com) – Sebuah lembaga bantuan Turki dan PBB mengirim 26 truk pasokan bantuan kemanusiaan ke wilayah oposisi di kota Idlib Suriah barat laut pada hari Rabu (28/3/2018).

Pejabat Otoritas Dinas Bencana dan Darurat Turki (Disaster and Emergency Management Authority-AFAD) mengatakan bahwa mereka mengirim enam truk yang membawa tempat tidur, tenda, dan kontainer.

Menuju Benteng Mujahidin di Idlib, Begini Perkembangan Terakhir Evakuasi di Ghouta

Para pejabat, yang berbicara dengan syarat anonimitas karena pembatasan berbicara dengan media, mengkonfirmasi truk memasuki wilayah Suriah dari Turki pada hari Rabu melalui gerbang perbatasan Cilvegozu di provinsi Hatay, Turki selatan.

Seorang koresponden Anadolu Agency di wilayah itu mengatakan bahwa 20 truk bantuan PBB tambahan juga melintasi perbatasan pada hari Rabu menuju Idlib.

Analisis: Turki Perhitungkan Kekuatan Hayat Tahrir al Sham di Idlib

Bantuan itu akan dibagikan kepada keluarga Suriah yang tinggal di pedesaan Idlib, kata koresponden.

Suriah tetap terkunci dalam konflik dahsyat yang dimulai pada 2011 ketika rezim Syiah Nushairiyah Bashar al-Assad membantai para aksi unjuk rasa dengan keganasan militer yang tidak terduga.

Menurut pejabat PBB, ratusan ribu orang tewas dalam konflik itu.

Hadapi Aksi ‘Land Day’ Militer Zionis Tempatkan 100 Penembak Jitu di Perbatasan Gaza

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Militer Israel menempatkan lebih dari 100 penembak jitu, dengan kondisi untuk menembak, di perbatasan Gaza, sebelum berlangsungnya aksi unjuk rasa warga Palestina yang direncanakan di dekat perbatasan Gaza dengan Israel, kata jenderal tertinggi zionis dalam wawancara yang diterbitkan pada hari Rabu (28/3/2018).

“Kami telah mengerahkan lebih dari 100 penembak jitu dari semua unit militer, terutama dari pasukan khusus … Jika nyawa dalam bahaya, ada izin untuk melepaskan tembakan,” Letnan Jenderal Gadi Eizenkot, kepala militer staf, mengatakan kepada koran the Israel Yedioth Ahronoth, lansir Aljazeera.

Protes tahunan “Hari Tanah (Land Day)” akan dimulai pada 30 Maret. Land Day adalah hari simbolis di mana enam warga Arab Israel dibunuh oleh pasukan Israel selama demonstrasi pada tahun 1976 atas pencaplokan tanah oleh Israel.

Dua Serdadu Israel Tewas dalam Bentrokan Hari Jumat dengan Rakyat Palestina

Protes selama enam pekan tersebut adalah untuk hak kembalinya para pengungsi Palestina ke rumah mereka di tempat yang sekarang dikuasai oleh penjajah Israel.

Protes ini akan berakhir pada 15 Mei, hari yang disebut warga Palestina sebagai “Nakba” atau “Bencana”, menandai perpindahan ratusan ribu warga Palestina dalam konflik yang mengelilingi pembentukan Israel pada tahun 1948.

Palestina telah lama menuntut bahwa sebanyak lima juta keturunan langsung dari para pengungsi Palestina asli diberikan hak untuk kembali ke rumah leluhur mereka. Israel mengesampingkan hal ini, dengan alasan bahwa kembalinya orang Palestina ke tempat yang sekarang bernama Israel akan melebihi jumlah warga Yahudi.

Ancam Zionis, Jubir al Qassam: Kami Siap Lawan Serangan Laut, Darat dan Udara Israel

Aksi protes ini didukung oleh beberapa partai politik Palestina, termasuk Hamas, kata penyelenggara.

Diharapkan bahwa ribuan orang di Gaza yang terkepung akan berkumpul di kota-kota tenda di lima lokasi di sisi perbatasan Palestina, jauh dari zona “no go“.

Militer Israel memaksakan zona “no go” bagi warga Palestina di daratan Gaza yang berbatasan dengan perbatasan Israel yang berpagar.

Para demonstran Palestina di perbatasan di sisi Gaza telah sering dikonfrontasi oleh tentara Israel menggunakan gas air mata, peluru karet dan peluru tajam.

Turki Segera Lancarkan Operasi Militer ke Manbij Jika

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki pada Rabu (28/3/2018) memperingatkan akan mengambil tindakan di wilayah Manbij utara Suriah, jika belum bersih dari milisi YPG, lansir Anadolu Agency.

Dewan Keamanan Nasional (The National Security Council) bertemu di bawah kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan di ibukota Ankara.

Pernyataan tertulis dirilis setelah pertemuan.

Milisi Dukungan AS akan Keluar dari Manbij, Menlu Turki: Tidak Cukup Hanya Itu

“Dinyatakan [selama pertemuan] bahwa teroris di Manbij harus dikeluarkan dari wilayah itu sesegera mungkin, atau jika tidak Turki akan mengambil inisiatif,” kata sebuah pernyataan.

Ia menambahkan bahwa Turki juga akan “mengambil tindakan” jika Irak gagal menghentikan kegiatan kelompok teroris PKK di wilayahnya.

Yusril di Hadapan Hakim : Alfian Tanjung Sudah Seharusnya Dibebaskan!

JAKARTA (Jurnalislam.com) Pakar hukum tata negara Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra hadir sebagai pemberi keterangan ahli di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (28/3/2018) dalam kasus yang menimpa pegiat anti komunisme ustaz Alfian Tanjung.

Ia mengatakan, terdapat cukup alasan bagi pengadilan untuk membebaskan Alfian dari segala dakwaan atau melepaskannya dari segala tuntutan hukum karena perbuatan Alfian Tanjung bukanlah tindak pidana.

Alfian Tanjung didakwa ke pengadilan dengan tuduhan melakukan fitnah dan pencemaran nama baik terhadap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Alfian didakwa melanggar pasal 310 dan pasal 311 KUHP jo Pasal 27 dan 28 UU ITE yakni melakukan pencemaran nama baik dengan menggunakan media elektronik.

Yusril mengatakan bahwa Pasal 310 KUHP itu adalah pasal fitnah dan pencemaran nama baik yang ditujukan adalah orang perseorangan (natuurlijk person), bukan organisasi (rechtsperson). Beda halnya kalau yang merasa difitnah dan dicemarkan nama baiknya adalah Ketua Umum atau Sekjen PDiP.

“Pasal 156 KUHP mengatur pencemaran terhadap golongan – golongan atau SARA dan Pasal 206-208 KUHP mengatur pencemaran terhadap aparatur negara. Jadi, karena dalam hukum pidana tidak boleh ada analogi, maka terdapat kevakuman hukum terhadap kemungkinan pencemaran nama baik terhadap partai politik. Hakimlah yang harus menggali hukum dan menciptakan yurisprudensi mengatasi kevakuman ini,” kata Yusril.

Ia menambahkan, andaikata fitnah dan pencemaran nama baik yang dilakukan Alfian itu memang ada, tetapi Alfian melakukannya dalam konteks kepentingan umum, maka menurut Pasal 310 ayat 3 KUHP sifat pidananya menjadi hilang.

“Dengan demikian, jika dalam sidang dapat dibuktikan unsur kepentingan umum itu, Alfian bisa dibebaskan atau setidak – tidaknya dilepaskan (ontslaag) dari segala dakwaan,” pungkas Yusril.

Sidang perkara Alfian Tanjung masih akan dilanjutkan pekan depan untuk mendengarkan keterangan ahli baik dari tim penasehat hukum maupun dari Jaksa Penuntut Umum.

Sehari Bersama Politikus Islam

“Politik itu kotor dan kejam.” Mungkin itu pandangan sebagian besar masyarakat terhadap politik. Sebab memang, dewasa ini dunia politik sedang disorot oleh jutaan pasang mata warga Indonesia. Kasus korupsi yang merajalela, apalagi dilakukan oleh seorang pimpinan tinggi perwakilan rakyat di DPR-RI. Sampai grafik naiknya hutang Indonesia yang disebut-sebut sampai 4.928 T berikut dengan kenaikan harga dollar yang hampir mencapai 14000 rupiah dan diprediksi akan mengalami kenaikan.

Namun, berbeda dengan cara pandang politikus asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Banten yang satu ini. Ia menganggap politik itu tidak seperti itu, politik itu sebenarnya tergantung kepada siapa yang memegang. Jadi jika tidak benar, yah bukan masalah politiknya, tapi orangnya.

Namanya, Juheni M Rois, lahir di Ciruas, Serang pada 1967 lalu. Ia menekuni dunia perpolitikan sejak jaman orde baru. Jaman Jenderal bintang 4 yang memimpin dan terkenal ‘galak’ terhadap aktifis tukang kritis.

Tepatnya pada awal tahun 90an, ia aktif dalam menjalankan fungsi kontrol masyarakat terhadap pemerintah, hingga tahun 1998 Partai Keadilan (PK) berdiri, ia masuk dan menjadi pimpinan di daerahnya.

Dalam perjalanan tersebut ia menerapkan sistem dakwah Islam dalam perpolitikannya. Menurutnya Islam tidak dapat dipisahkan dengan politik.

“Jadi sebetulnya berpolitik bukan sebuah kesengajaan tapi sebuah tuntutan. Berpolitik diawali dengan dakwah, di kampus, masjid-masjid. Otomatis politik dan Islam tidak bisa dipisahkan,” jelasnya di kediamannya di Serang, Rabu (28/3/2018).

Bukti dari nilai Islam yang dia selalu teguhkan, ia bersama temannya mendirikan sekolah berbasis Islam di daerah Serang, Banten bernama Al Izzah pada tahun 1996 lalu, bertahan dan berkembang hingga kini.

 

Teladan Peduli Sosial

Selain berpolitik hingga sempat mencicipi bangku perwakilan rakyat, ayah dengan 6 orang anak ini juga peduli terhadap sosial. Terutama isu global yang menimpa rakyat Palestina dan daerah konflik yang membutuhkan banyak sekali bantuan.

Berawal dari Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) hingga menjadi ketua Yayasan Sahabat Palestina Memanggil (SPM) diambilnya penuh resiko dan tantangan. Resiko mungkin akan dirasakannya pada saat penyaluran bantuan langsung di daerah konflik, atau tantangan untuk membuat rakyat Indonesia peduli dengan Negara yang tercatat berperan besar dalam berdaulatnya Merah Putih.

“Tidak bisa diam ketika melihat umat,” ungkapnya ditemani desir angin di sekitar saung diatas kolam itu.

Puncaknya pada tahun lalu, di bulan suci umat Islam. Ia bersama timnya rela untuk berkemas untuk melompat ke Negeri penuh konflik tersebut.

“Alhamdulillah Romadhon kemarin saya mengirimkan bantuan kepada teman-teman Palestina melalui Lebanon, Yaman, dan Turki langsung,” ucapnya tegas.

Sebelum jauh untuk memberikan bantuan, ia tidak pernah menyerah menginspirasi masyarakat untuk peduli terhadap Palestina. Setidaknya ada dua cara yang ia lakukan untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah yang gemar disimpan oleh warga ditimbang melakukan investasi akhirat.

Yang pertama ia melakukan edukasi. Setidaknya setiap bulan suci ia kerap mendatangkan ulama Palestina untuk menceritakan kondisi riil dari Palestina di berbagai tempat, seperti kampus, masjid bahkan tempat-tempat kerja yang bersedia untuk didatangi.

Selanjutnya, ia melakukan agenda dengan kegiatan konser amal. Menurutnya, ini cara yang cukup efektif untuk menginspirasi masyarakat guna berbagi. Ketua Ikatan Dai Indonesia atau IKADI Serang ini menggaet Event Organizer untuk mendatangkan artis peduli Palestina. Yang terakhir adalah Opik dan Melly Goeslaw.

Respon yang diterima masyarakat sangat antusias. Buktinya, milyaran rupiah yang dikonversi menjadi bentuk-bentuk bantuan sudah diterima warga Palestina yang sangat bergantung kepada bantuan ini. Pun dengan Rohingya, sama perlakuannya untuk semua negara konflik yang notabene rakyatnya butuh bantuan.

Meski begitu, ia tetap menyayangkan sikap pemerintah untuk Palestina dan kemanusiaan lain. Pemerintah dinilainya masih ‘malu-malu’ untuk sekadar membantu. Tidak seperti negara tetangga yang sampai memberikan biaya pendidikan gratis untuk ribuab warga Palestina.

“Kalau Indonesia rakyatnya mendukung tapi pemerintahnya malu-malu,” papar dia lirih.

 

Saatnya menjadi masyarakat cerdas Politik

Yang lalu biarkanlah berlalu, mungkin satu kalimat terkenal ini bisa masih relevan untuk diterima. Namun, masyarakat jaman now harus cerdas melihat politik. Lebih baik lagi terlibat aktif dalam politik.

“Masyarakat sekarang harus cerdas untuk memilih, dukunglah yang memperjuangkan nilai Islam. Pilihlah wakil-wakil Anda yang memperhatikan umat Islam,” celotehnya.

Ia bergumam, jika saja para praktisi politik itu amanah dan benar memikirkan rakyat, tidak mungkin contoh diatas terjadi. Ini bermula dari pemilihan yang tidak baik oleh rakyat sendiri. Rakyat lebih memilih warna biru dan merah dibanding warna putih hati nurani. Padahal jika dikonversi dalam 5 tahun kekuasaan, sangat rendah sekali harga yang diberikan.

“Orang-orang yang baik itu harus berkuasa, Islam harus berkuasa. Kalau tidak, orang-orang yang tidak berkompeten akhirnya masuk dan merusak tatanan masyarakat,” kritiknya.

Sebab memang, semua lini kehidupan ada unsur perpolitikan didalamnya. Mulai dari pendidikan, kesejahteraan dan yang lain sebagainya diatur oleh eksekutor politik.

Begitulah kehidupan, baik dan buruknya tergantung siapa dan apa yang dijadikan tujuannya. Begitu juga dengan negara, maju dan berkembangnya negara kepulauan ini bagaimana sang penguasa. Seperti kutipan ketua bidang BPU DPW PKS Banten dan pengurus MUI Serang ini di akhir obrolannya: “Manusia itu baik karena baiknya agama raja-raja mereka, penguasa-penguasa mereka.”

MUI Imbau Umat Pilih Pemimpin Muslim yang Paling Saleh

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Tengku Zulkarnaen mengimbau umat Islam untuk memilih pemimpin muslim yang paling soleh. Hal itu disampaikan menjelang tahun politik yang akan dihadapi umat Islam Indonesia.

“Kalau semua calonnya muslim, nah pilihlah pemimpin yang paling saleh. Yang jelas membela agama, tidak menista agama, tidak membela penista agama, mau berjuang untuk kepentingan kaum muslimin,” katanya kepada wartawan di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Rabu (28/3/2018).

Selain itu, umat Islam juga harus melihat sepak terjang dan komitmen calon pemimpin tersebut dalam memerjuangkaan kaum muslimin di Indonesia yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Hal ini merujuk pada Hasil Ijtima Ilama Komisi Fatwa MUI pada tahun 2012 di Ponpes Cipasung Tasikmalaya tentang masalah strategis kebangsaan. Dalam nomor dua poin B dijelaskan, pemimpin harus memiliki kemampuan, ketahanan fisik dan mental dengan landasan iman dan taqwa yang membuatnya mampu untuk menyelesaikan berbagai krisis dan menetapkan hukum serta kebijakan secara benar (al-ijtihâd fî al- nawâzil wa al-ahkâm).

“Kita lihat sepak terjangnya di masyarakat, kemampuannya menguasai agama, bacaan Qurannya. Kalau ngaku Islam tapi nyebut nama Allah saja salah, baca shalawat aja keliru, ini kan palsu. tidak teruji,” ujarnya.

Oleh sebab itu, lanjutnya, umat Islam jangan tertipu dengan calon-calon pemimpin yang tiba-tiba mendekat ke umat atau mendadak islami.

“Orang kalau cinta agama itu dari kecil udah kelihatan kok. Tidak tiba-tiba karena mau pilkada berubah jadi kaya kyai. Kalau ini kan mendadak islami, jadi kita gak boleh tertipu,” tegasnya.

“Yang jelas, komitmennya memperjuangkan kaum muslimin di NKRI yang berdasarkan Ketuhanan YME,” tutupnya.

KH Tengku Zulkarnaen menjadi pemateri dalam Majelis Taklim Masjid Agung (MTMA) di Masjid Agung Kota Tasikmalaya. MTMA adalah kajian resmi DKM Masjid Agung Kota Tasikmalaya yang dilaksanakan setiap bulan.

Warga Tal Rifaat Desak Militer Turki Bebaskan Kotanya dari Milisi Dukungan AS, YPG

AZAZ (Jurnalislam.com) – Penduduk setempat di kota Tal Rifaat di Aleppo utara Suriah dan banyak anggota Tentara Pembebasan Suriah (Free Syrian Army-FSA) meminta Turki untuk membantu membebaskan tanah mereka dari milisi dukungan AS, YPG.

Sekitar 500 orang dari Tal Rifaat – termasuk warga sipil dan anggota FSA, dan orang-orang yang dipaksa untuk melarikan diri oleh paasukan YPG – meminta Turki untuk memperpanjang Operasi Olive Branch saat ini dari Afrin ke Tal Rifaat.

Mahmoud Allito, kepala dewan lokal Tal Rifaat di kota terdekat Azaz, mengatakan kepada Anadolu Agency, Selasa (27/3/2018): “PKK merebut wilayah tersebut pada tahun 2016. Lebih dari 50 desa diduduki menyusul serangan PKK. Di tengah serangan teror berat, keluarga terpaksa melarikan diri ke perbatasan Turki … Hampir 250.000 warga sipil terpaksa mengungsi dari wilayah itu.”

Mengenai signifikansi Tal Rifaat, Allito mengatakan: “Tal Rifaat berbatasan dengan wilayah yang dikuasai rezim. Para teroris telah menduduki wilayah itu dan menyita hasil panen penduduk setempat … Di sini [Tal Rifaat] penting bagi mereka [YPG] dalam membangun ‘negara’ mereka di sepanjang perbatasan Turki-Suriah.”

Mendekati Manbij, Operasi Militer Turki Kini Berlanjut ke Tal Rifaat

“Pembebasan Tal Rifaat penting untuk stabilitas wilayah Operasi Perisai Eufrat,” tambahnya, mengacu pada operasi Turki yang sukses di 2016-2017 untuk membersihkan wilayah teroris.

Allito menekankan bahwa banyak penduduk Tal Rifaat memilih untuk tinggal di tenda-tenda di Azaz daripada diperintah oleh teroris YPG, cabang teroris PKK Suriah.

Dia mengatakan: “Kami berharap saudara-saudara Turki kami dan FSA melanjutkan operasi mereka dan membebaskan Tal Rifaat dan wilayah sekitarnya dari para milisi PKK yang menduduki.”

AS Bentuk 30.000 Pasukan Teror di Suriah, Erdogan: Tenggelamkan!

Bashar Allito, kepala biro dewan militer Tal Rifaat, mengatakan Tal Rifaat adalah wilayah pertama yang bergabung dengan pergerakan.

“Dewan lokal dan militer mengambil semua langkah yang diperlukan jika penduduk Tal Rifaat sewaktu-waktu dapat kembali ke rumah,” tambahnya.

Dia mengatakan para ektrimis YPG telah menjarah semua milik warga sipil di wilayah tersebut.

Jawdat Dirbas, seorang warga Suriah yang terpaksa melarikan diri, mengatakan: “PKK memaksa kami meninggalkan Tal Rifaat dan kami sudah berada di kamp selama dua tahun … Kami berterima kasih kepada FSA dan tentara Turki dan berharap mungkin suatu hari mereka akan membantu kami kembali ke rumah.”

Abdurrahman Abu Ali memanggil tentara Turki untuk melanjutkan Operasi Olive Branch, dengan harapan kembali ke rumah.

Turki meluncurkan Operation Olive Branch pada 20 Januari untuk membersihkan kelompok-kelompok teroris dari Afrin, Suriah barat laut di tengah meningkatnya ancaman dari kawasan itu.

Pada hari Selasa, warga Tal Rifaat berdemonstrasi, meneriakkan slogan-slogan melawan kelompok teroris YPG dan berterima kasih kepada Turki atas operasinya di Afrin.

Membawa bendera Turki dan FSA, mereka juga memegang spanduk yang mengatakan: “Kami menantikan operasi Free Syrian Army yang didukung oleh Angkatan Bersenjata Turki di Tal Rifaat.”

Pada awal 2016, milisi YPG menggunakan dukungan serangan udara intens Rusia pada saat hubungan dengan Turki menegang, dan memiliki kesempatan untuk menyebar ke tenggara Afrin.

Selama invasi Tal Rifaat, YPG memaksa sekitar 250.000 orang Arab keluar. Penduduk kota mencari perlindungan di Azaz, yang bersebelahan dengan daerah Perisai Eufrat dan di bawah kendali oposisi.

Para teroris mulai mengakomodasi keluarga Kurdi di Tal Rifaat yang mereka bawa dari Afrin. Saat ini, sekitar 15.000-20.000 suku Kurdi dan Arab tinggal di distrik itu, tetapi hanya 700-800 dari mereka adalah warga Arab Tal Rifaat.

Pada hari Ahad, Presiden Recep Tayyip Erdogan berkata tentang Operation Olive Branch: “In sya Allah, kami akan mencapai tujuan operasi ini dengan mengambil alih Tal Rifaat dalam waktu singkat.”

Pada hari Sabtu, warga Tal Rifaat mengadakan unjuk rasa lain menyerukan operasi militer Turki melawan kelompok teroris YPG di kota.

Inilah Perbandingan Kerusakan Kota Akibat Operasi Militer oleh Turki, Rusia, AS dan Suriah

warga sipil Tal Rifaat

Begini Tanggapan Raja Salman Setelah Ibukotanya Ditarget Rudal Syiah Houthi

RIYADH (Jurnalislam.com) – Raja Saudi Salman pada hari Selasa (27/3/2018) menegaskan bahwa Arab Saudi akan menanggapi dengan tegas upaya apa pun yang mengancam keamanannya.

Arab Saudi menegaskan setelah menghancurkan tujuh rudal yang diluncurkan ke wilayahnya Ahad malam dimana milisi Syiah Houthi mengekspos intervensi dan peran destruktif Iran yang terus berlanjut, lansir Al Arabiya.

Raja Salman menyampaikan terima kasih dan penghargaannya kepada para pemimpin negara-negara persaudaraan atas kecaman mereka terhadap serangan rudal milisi Houthi yang didukung Iran yang diluncurkan ke arah Kerajaan pada Ahad malam.

Pertahanan Sipil Saudi menyatakan bahwa seorang warga Mesir tewas dan dua lainnya terluka di Riyadh, menyusul jatuhnya pecahan peluru kendali rudal Houthi.

Gerilyawan Houthi yang berhaluan Iran menembakkan tiga rudal ke Riyadh dan empat rudal lainnya di kota-kota selatan yaitu Khamis Mushait, Jizan dan Najran, yang menurut koalisi semuanya mengincar kawasan padat penduduk.

Turki Dukung Afghanistan untuk Perundingan Tanpa Syarat dengan Taliban

TURKI (Jurnalislam.com) – Menteri luar negeri Turki pada hari Selasa (27/3/2018) menyambut seruan Afghanistan untuk negosiasi tanpa syarat dengan Taliban, lansir World Bulletin.

“Kami menyambut panggilan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani untuk memulai negosiasi dengan Taliban tanpa prasyarat,” kata Mevlut Cavusoglu, sambil berbicara pada Konferensi Tashkent mengenai Afghanistan (the Tashkent Conference on Afghanistan) di ibukota Uzbekistan.

Pada bulan Februari, presiden Afghanistan menawarkan sebuah cabang zaitun kepada Taliban, yang telah mengobarkan perjuangannya di negara itu sejak invasi AS dan NATO, dalam 17 tahun terakhir.

Ratusan Petugas Pemerintah Afghanistan Tewas dan Terluka dalam Serangan Bom di Kabul

Ghani mengatakan gencatan senjata akan diberlakukan, kerangka politik akan dibentuk, dan langkah-langkah akan diambil untuk membebaskan tahanan Taliban.

Mevlut Cavusoglu

“Kami menginginkan semua kelompok di Afghanistan mengakui pemerintah Afghanistan, mengutuk kekerasan dan menjadi bagian dari politik yang sah,” tambah Cavusoglu.

Dia menekankan perlunya partisipasi mitra regional dan internasional dalam proses rekonsiliasi.

Cavusoglu juga menyuarakan dukungan Turki untuk Afghanistan yang stabil, aman dan sejahtera, mengingatkan dukungan keuangan Turki senilai 1 miliar dolar sejak tahun 2001.

Kemenangan Taliban Meningkat, NATO Kirim 3.000 Pasukan Tambahan ke Afghanistan

Berbicara pada konferensi yang sama, Menlu Rusia Sergey Lavrov menggarisbawahi pentingnya dialog konstruktif antara Aghanistan dan Taliban untuk perdamaian dan stabilitas di negara tersebut.

Kepala urusan kebijakan luar negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, menggambarkan seruan Ghani untuk Taliban tersebut sebagai tawaran berani dan konkrit, dan menyebutnya sebagai peluang teladan untuk perdamaian.