Lagi, Rudal Balistik Syiah Yaman Targetkan Arab Saudi

RIYADH (Jurnalislam.com) – Pasukan pertahanan udara Saudi telah mencegat dan menghancurkan rudal balistik Syiah Houthi yang menuju Najran pada hari Sabtu (31/3/2018).

Menurut seorang koresponden Al Arabiya, pasukan itu mencegat rudal pada pukul 10:20 waktu setempat Saudi. Pasukan udara Koalisi Arab juga berhasil mengetahui lokasi dan menghancurkan platform rudal tersebut.

Sebelumnya pada hari Kamis, pasukan pertahanan udara Saudi juga telah mencegat satu tembakan rudal balistik oleh pemberontak Houthi di Jazan. Dewan Keamanan mengecam keras peluncuran rudal oleh milisi Houthi di Arab Saudi.

7 Rudal Balistik Syiah Yaman Targetkan Ibukota Arab Saudi

Dewan Keamanan menegaskan bahwa rudal balistik yang diluncurkan oleh milisi Houthi mengancam keamanan kawasan dan menyatakan keprihatinan bahwa milisi mengumumkan niat mereka untuk menargetkan Arab Saudi dan negara-negara lain.

DK PBB mendesak semua negara anggota untuk sepenuhnya menerapkan embargo senjata seperti yang dipersyaratkan oleh resolusi Dewan Keamanan, termasuk resolusi 2216.

Sasaran Serangan Udara Rusia Kini Beralih ke Idlib, 14 Warga Tewas

ANKARA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 14 warga sipil tewas akibat serangan udara di provinsi Idlib, Suriah utara, Sabtu (31/3/2018), seorang pejabat pertahanan sipil mengatakan.

Menurut Mustafa Hajj Youssef, direktur badan pertahanan sipil White Helmets di Idlib, serangan udara ditujukan ke desa-desa Bsenkul, Ariha, dan Dana, lansir Anadolu Agency.

Dia mengatakan banyak orang juga terluka dan dia khawatir jumlah korban tewas akan meningkat.

Sebuah pengamat udara oposisi juga menegaskan bahwa pesawat tempur Rusia menyerang daerah pemukiman.

Mujahidin HTS Tembak Jatuh Pesawat Tempur Rusia di Idlib

Selama tiga pekan terakhir, serangan udara di permukiman sipil di wilayah Idlib dan Hama telah menewaskan 112 dan melukai 110 warga sipil, menurut sumber pertahanan sipil.

Dikendalikan oleh faks-faksi jihad dan kelompok-kelompok bersenjata anti-rezim Assad, Idlib mendapat serangan udara intens selama satu setengah bulan terakhir.

Terletak di Suriah utara dekat perbatasan Turki, Mei lalu Idlib dinyatakan sebagai “zona de-eskalasi” di mana segala tindakan agresi dilarang.

Para pejabat PBB mengatakan ratusan ribu orang tewas dalam konflik itu.

Kaum Milenial dan Geliat Wisata Halal

JAKARTA –Pasar wisatawan muslim terus tumbuh signifikan dari tahun ke tahun. Laporan yang dirilis Mastercard-Halal Trip Muslim Millennial Travel Report (MMTR) 2017 menyebut nilai pengeluaran wisatawan muslim milenial secara global pada 2025 akan mencapai sekitar USD100 miliar.

Sebanyak 10 negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja sama Islam (OKI), yaitu Arab Saudi, Turki, Malaysia, Kazakstan, Mesir, Indonesia, Oman, Iran, Uni Emirat Arab, dan Qatar, dalam beberapa tahun ke depan akan terus menjadi tujuan utama wisatawan muslim milenial. Adapun lima negara di luar OKI yang akan menjadi destinasi utama muslim milenial adalah Jerman, Rusia, Inggris, India, dan China.

CEO Crescent Rating & Halal Trip Fazal Bahardeen mengatakan, laporan MMTR 2017 memberikan wawasan mengenai pasar wisatawan muslim milenial yang berkembang pesat. “Kelompok tersebut memiliki pengaruh yang semakin besar sehingga menumbuhkan peluang dan tren secara global,” ujar Fazal.

Dalam survei MMTR 2017 juga disebutkan, saat ini terdapat sekitar 1 miliar muslim yang berusia di bawah 30 tahun. Angka itu mewakili 60% dari populasi di negara-negara dengan mayoritas muslim sehingga menjadi kesempatan bagi pasar perjalanan wisata halal. Adapun Crescent Rating memperkirakan lebih dari 30% wisatawan muslim pada 2016 merupakan kaum milenial dengan 30% lainnya merupakan generasi Z yang merupakan kelompok demografis setelah kaum milenial.

Vice President Core & Digital Products, Indonesia, Malaysia & Brunei Division Mastercard Aisha Islam mengatakan, nilai-nilai yang dipegang kaum milenial kini beralih dari hanya ingin memiliki sebuah barang menjadi ingin mendapatkan pengalaman. Hal ini bisa dipenuhi dengan melakukan perjalanan. “Bagi para muslim milenial, perjalanan lebih dari sekadar liburan. Mereka sering kali menganggap perjalanan sebagai sebuah kesempatan untuk mengembangkan diri,” jelasnya.

Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), salah satu provinsi yang pernah menerima penghargaan World Halal Travel Awards 2015, akan terus meningkatkan dan membenahi wilayahnya sebagai salah satu wilayah tujuan utama wisatawan asing. Kepala Dinas Pari wisata Provinsi NTB Lalu Mohammad Faozal mengungkapkan, wisata halal merupakan sebuah produk wisata yang memberikan warna baru. Target utama wisatawan juga bukan hanya dari kunjungan wisatawan lokal, melainkan wisatawan mancanegara.

“Kami juga tidak sekadar fokus pada wisatawan muslim yang datang dari Timur Tengah, tetapi mengharapkan semua turis dari mana pun bisa menikmati keindahan NTB,” ujar Faozal dilansir KORAN SINDO.

Selama dua tahun terakhir, NTB menurutnya telah mempercepat stimulus untuk memaksimalkan pariwisata. Pemerintah daerah ikut menggelontorkan anggaran sebesar Rp2 miliar kepada industri lokal untuk bersiap dengan konsep wisata halal. “Kita akan menyiapkan NTB sebagai kota wisata halal seperti mulai dari bandara yang dilengkapi dengan tempat ibadah yang nyaman sampai semua brand yang kami pasarkan sudah halal. Sampai saat ini produk di NTB sekitar 80% sudah mendapatkan sertifikasi halal meski pasarnya konvensional,” jelasnya.

Selain NTB, wisata halal di Indonesia juga diusung Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Kepala Dinas Pariwisata NAD Reza Pahlevi mengatakan, wisa tawan yang datang beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan yang signifikan seiring dengan tren wisata halal yang semakin digemari. Aceh pun menurutnya terus melakukan peningkatan dalam berbagai hal, mulai dari Sabang, Banda Aceh, Aceh Simeulue hingga Singkil.

“Kami akan terus menciptakan wisata halal, utamanya memfokuskan pada ketersediaan makanan serta hotel yang besertifikasi.
Ada standar global yang harus terus kami penuhi dan kami juga melakukan kerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan serta Majelis Ulama Indonesia,” paparnya.

Upaya peningkatan wisata halal secara langsung telah mendapatkan dukungan pemerintah pusat sejak tiga tahun lalu melalui tim percepatan wisata halal yang dibentuk Kementerian Pariwisata. Sekretaris Tim Percepatan Wisata Halal, Tazbir, mengungkapkan, wisata halal merupakan potensi perekonomian baru yang sudah diyakini banyak negara. Bahkan pasar bisnisnya pun memiliki potensi yang sangat besar sehingga Indonesia tidak boleh ketinggalan untuk menggarap wisata halal.

Konsep wisata halal ke depan menurut Tazbir juga akan meluas pada pemberian label halal bukan hanya kepada sektor industri makanan dan minuman, tetapi juga kepada bisnis perhotelan dan restoran. Menurutnya, tidak tertutup kemungkinan hotel dan restoran akan diberi label halal.

Dia mencontohkan lokasi wisata halal yang ada di Korea Selatan yang telah menerapkan konsep halal tersebut kepada hotel dan restoran. Akibat berkembangnya budaya Korea seperti KPop dan K-Drama yang mampu menghipnosis masyarakat dunia, Korea mampu menyiapkan diri bagi kedatangan turisturis muslim.

“Kita sudah bukan lagi hanya memasang pengumuman tidak menggunakan babi, tetapi akan langsung mengumumkan restoran mereka telah mendapatkan sertifikasi halal. Kalau caranya seperti ini, turis mana yang tidak akan tertarik? Mereka tentu tidak akan berpikir dua kali untuk makan di restoran tersebut,” tuturnya.

Pengamat pariwisata syariah Azril Azahari mengatakan, jika mengacu pada Fatwa MUI Nomor 108/2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata, semua lini dan area setempat harus berdasarkan prinsip syariah. Artinya bukan hanya makanan yang berlabel halal, tetapi keseluruhan daerah tersebut harus sesuai dengan syariat Islam. Meski demikian Azril menyadari bahwa tidak bisa sepenuhnya wisata halal menerapkan syariat Islam.

“Untuk produk memang sangat memungkinkan (mendapat label halal), tetapi untuk urusan layanan belum banyak yang menerapkan. Misalnya pemeriksaan kartu pengenal untuk memastikan wisatawan bersama muhrimnya,” tutur Azril.

Meski demikian Indonesia menurutnya sudah siap dengan tren wisata halal ini. Pemerintah pun dinilai sukses dalam menangkap potensi yang ada pada wisata halal. Namun dia berharap Indonesia tidak hanya terfokus pada wisatawan muslimnya saja sebagai target pasar, melainkan pada wisatanya itu sendiri.

(sumber: sindonews)

Ini Dahsyatnya Wakaf Kata Ustaz Abdul Somad

BANDUNG (Jurnalislam.com) — Ustaz Abdul Somad menjelaskan faedah sedekah bagi umat Islam baik untuk kehidupan dunia maupun akhirat. Ustaz populer asal Riau itu mengimbau, agar umat jangan ragu-ragu untuk memberikan sedekah, mewakafkan harta untuk pembangunan madrasah atau tempat belajar baca Alquran bagi anak-anak.

“Yang punya tanah luas, jangan semua untuk pribadi. Sedekahkan juga, buka perguruan belajar Alquran. Mati kita nanti, amalnya tak akan putus. Setiap kali anak-anak yang belajar di situ membaca Alquran, maka pahala akan mengelir terus kepada kita. Itulah manfaatnya kalau kita bersedekah,” kata Ustaz Somad saat mengisi tabligh akbar di Ciwidey, Rancabali, Kabupaten Bandung, Sabtu (31/3) dilansir ROL.

Ustaz Somad menambahkan, Allah SWT memang tidak melarang umat Islam untuk giat mencari uang dan harta. Namun, Allah juga tidak menyukai jika kita menjadi lupa bahwa uang dan harta itu tak akan dibawa ke dalam kubur. Justru yang akan ditagih Allah nanti adalah seberapa banyak uang dan harta itu kita gunakan untuk kebaikan.

Bedanya nilai harta yang disedekahkan untuk pembangunan madrasah dan belajar Alquran, kata Ustaz Somad, adalah durasi amal yang akan kita dapatkan dibandingkan dengan menyumbang untuk hal lain. Selagi madrasah atau tempat belajar mengaji itu ada dan digunakan, maka di penyumbang terus menuai ganjaran pahala dari Allah.

“Misalkan kita bersedekah untuk bikin tabligh akbar. Setelah acara selesai, ya selesai sudah. Lain kalau sedekah untuk madrasah, selagi anak-anak yang pernah belajar mengaji di sana membaca Alquran selama hidupnya, maka kita juga akan menuai pahalanya,” ujar Ustaz Somad.

Ustaz Somad menceritakan mengenai nasib umat manusia yang akan berjalan di Padang Mahsyar di mana matahari hanya berjarak satu jengkal dari kepala manusia. Tapi, mereka yang punya catatan amal sedekah yang banyak, maka ia akan mendapatkan naungan dan terlindung dari panasnya di Padang Mahsyar.

Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa Soloraya Lakukan Aksi Isi Bensin 200 Rupiah

SOLO (Jurnalislam.com)- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Soloraya melakukan aksi protes turun ke jalan terkait naiknya kembali harga BBM nonsubsidi jenis pertalite di Indonesia pada sabtu (24/3/2018) lalu.

Massa yang geram terhadap keputusan Pemerintahan Jokowi-JK tersebut, melakukan orasi di depan Patung Ir Soekarno, Komplek Stadion Manahan, Solo. dilanjutkan dengan aksi mendorong motor sampai SPBU Manahan kemudian para mahasiswa saling mengisi bensin dengan nominal uang 200 rupiah.

“Rakyat Indonesia kembali kecewa dengan pemerintah dengan dengan adanya pengelola penambangan minyak dan gas bumi di Indonesia PT Pertamina menaikkan harga bahan bakar minyak BBM nonsubsidi jenis pertalite senilai 200 per liter,” kata Korlap aksi Muhammad Nur kepada wartawan di sela-sela aksi.

Untuk itu, Aliansi Mahasiswa Soloraya mendesak pemerintah untuk dapat mengatasi permasalahan ini, mahasiswa juga menegaskan bahwa mereka menolak kenaikan harga BBM yang membuat rakyat semakin sengsara.

“Menuntut pemerintah untuk menjaga ketersediaan BBM subsidi bagi masyarakat miskin,” tegasnya.

 

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Muhammadiyah Jatim Gelar Bedah Akreditasi Guru

SURABAYA (Jurnalislam.com )— Tingkatkan kualitas pendidikan, Majelis Pendidikan Dasar & Menengah (DIKDASMEN) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menggelar pelatihan bertajuk ‘bedah akreditasi’ untuk para guru bertempat di Kantor PWM Kertomenggal Surabaya, Selasa (28/3/2018).

Acara ini menghadirkan pakar pendidikan seperti Prof. Janinur (Dosen UMSIDA Sidoarjo) dan beberapa tokoh lainnya. Tampak hadir sebagai peserta perwakilan kepala sekolah dan guru seluruh sekolah Muhammadiyah se-Jawa Timur. Sekitar 250 peserta memenuhi aula PWM Jatim dan turut antusias mengikuti kegiatan, termasuk perwakilan dari MI Muhammadiyah 1 Jombang.

Dalam sambutannya, Prof. Jainuri (dosen UMSIDA Sidoarjo) mengatakan bahwa level pendidikan itu harus ditingkatkan., salah satu diantaranya dengan cara evaluasi diri madrasah. Melihat hal itu, sudah seharusnya sebagai madrasah yang ingin selalu menjadi idaman setiap masyarakat adalah dengan memperbaiki banyak hal seperti, memperbaiki mood siswa dalam belajar, meningkatkatkan kualitas guru, membangun team work dalam diri madras

“Bahasa yang digunakan harus real sesuai dengan keadaan. Begitu juga data tiap standart harus sinkron dengan standart yang lainnya,” ujar Prof. Jainuri. Beliau juga menyampaikan bahwa dalam penilaian dengan asesor nanti disarankan kepada lembaga pendidikan agar tidak menggunakan istilah “harapan, seharusnya, akan” ketika membuat data mengingat masih banyak sekolah yang melakukan rekayasa data atau melengkapi administrasi hanya sebagai formalitas saja.

Disdakmen PWM memang sengaja mengemas kegiatan ini dengan tujuan ingin membantu sekolah yang masih buta peta terkait akreditasi dengan harapan semua sekolah Muhammadiyah se-Jawa Timur mendapatkan nilai akreditasi A.

kontributor : Qurota Qurani

DPR Masih Membahas Pelibatan TNI dan Definisi Terorisme

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani menyatakan, pembahasan mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) Terorisme telah mencapai tahap akhir. Sejauh ini, sudah mengerucut pada dua poin, yakni soal pelibatan TNI dan definisi mengenai terorisme.

“Hasil sidang Pansus RUU Terorisme telah mencapai dua pembahasan, pertama soal pelibatan TNI, kedua soal definisi terorisme,” kata Arsul saat diskusi mengenai Nasib RUU Terorisme di Kantor Imparsial, Jakarta, Kamis (29/03/2018).

Arsul menjelaskan, soal definisi terorisme sampai saat ini masih menjadi perdebatan panjang. Hal itu terjadi lantaran dari beberapa elemen masyarakat, khususnya ormas Islam merasa keberatan.

“Ini ada masukan dari elemen masyarakat, khususnya umat Islam yang selalu terstigmakan sebagai pelaku teror. Padahal pelaku teror bisa dari penganut kepercayaan mana saja,” ujarnya.

Selain itu, mengenai peran TNI, sempat ada usulan pelibatan TNI pada peristiwa tertentu saja. Seperti misalnya menangani penanganan kejahatan terhadap Presiden dan keluarganya, Wakil Presiden dan keluarganya, tindak kejahatan di laut, serta tindak kejahatan di pesawat terbang.

“Kami tidak melihat bahwa TNI ini harus ditutup sama sekali peranannya. Kami meminta agar pendekatannya tidak berbasis peristiwa teror tertentu, tetapi pada track level, skala ancaman, seperti yang diterapkan di negara-negara Eropa Barat,” pungkasnya.

Skala ancaman, kata Arsul, bisa terjadi di mana saja. Mengacu pada skala ancaman yang diterapkan di beberapa negara Eropa Barat, mencakup pada lima hal yaitu low (lemah), moderate (sedang), high (berat), severe (genting) dan critical (kritis).

“Jadi kalau skala ancamannya sudah genting, apalagi kritis, baik terjadi di laut maupun udara, maka pelibatan TNI menjadi perlu,” tuturnya.

reporter : gio

Sinergi Foundation Tanam 947 Bibit Bambu di Selaawi Garut

GARUT (Jurnalislam.com) – Sebanyak 947 bibit bambu ditanam dalam gelaran Aksi Penanaman Pohon oleh Sinergi Foundation di Gunung Pabeasan Desa Putrajawa Kecamatan Selaawi Kabupaten Garut, Rabu (28/3/2017). Menurut CEO Sinergi Foundation, Ima Rachmalia, acara ini merupakan ikhtiar memelihara bumi yang digerakkan melalui integrasi program Lumbung Desa, Green Kurban, dan Green Akikah.

Green Kurban dan Green Akikah sendiri merupakan sebuah program, di mana setiap kurban atau akikah yang dikeluarkan, sekaligus pula ditanam 1 pohon. Ima memaparkan, penanaman ini adalah untuk menyalurkan amanah para donatur yang tergabung dalam program tersebut. Sinergi Foundation pun sengaja memilih bambu, sebab tanaman tersebut salah satu alternatif menyelamatkan bumi.

“Bambu mampu mencegah erosi tanah, yang menyebabkan bencana alam. Bambu juga sangat bermanfaat sebagai filter air ketika sebagai tanaman hidup maupun ketika bambu dibuat arang untuk memfilter air menjadi jernih,” kata Ima.

Sementara itu, arsitek sekaligus pakar bambu Ir. Pon Purajatnika berharap aksi penanaman bibit bambu ini bisa mewujudkan ketahanan air, dan bisa menampung air meski kemarau tiba. Pon menerangkan, Selaawi adalah tanah yang begitu hijau, namun saat musim kemarau tiba, ada sejumlah titik yang tak memiliki sumber mata air.

“Nah penanaman bambu ini semoga menjadi solusi. Kita tak bisa sendiri, harus saling bahu membahu agar hasilnya bisa berbuah manfaat, semoga Allah meridhai langkah kita,” kata Pon yang sekaligus diamini para pendengarnya.

Namun, Sinergi Foundation sendiri mengaku tak ingin berhenti sampai di sana. Diakui Ima Rachmalia ingin budidaya bambu ini menjadi sumber pendapatan warga sekitar dengan konsep pemberdayaan.

“Setelah penanaman ini, pengolahan bambu harus terus dikembangkan, agar masyarakat bisa merasakan nilai tambah dari bambu. Mereka bisa membuat produk dari bambu seperti aneka produk souvenir, kerajinan tangan, bungkus makanan, bahkan pangan rebung di rumah makan,” pungkasnya.

Siaran Pers

Pangeran Arab Bilang Gamis Tidak Wajib, Ini Kata Syeikh Ahmed al Ghamdi

RIYADH (Jurnalislam.com) – Syekh Ahmed al-Ghamdi, mantan ketua Komite untuk Peningkatan Kebajikan dan Pencegahan Pembunuhan (the Committee for the Promotion of Virtue and Prevention of Vice) di Mekah, mengatakan bahwa pernyataan Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman bahwa “abaya” (gamis, jubah atau pakaian hitam) tidak wajib adalah konsisten dengan ajaran Islam.

Dia menunjukkan bahwa warna hitam bukan satu-satunya yang diizinkan oleh hukum Islam, tetapi terjadi karena eksploitasi fatwa tertentu oleh kelompok “Al-Sahwa,” yang mempromosikan konsep penutup kepala dan warna hitam, sebagai kode pakaian utama (jilbab) untuk wanita Saudi.

Al-Ghamdi mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Al ArabiyaNews Channel, Rabu (28/3/2018): “Jubah itu dimaksudkan untuk mempertahankan tampilan yang sederhana dan tidak harus berwarna hitam. Jika seorang wanita mengenakan pakaian yang juga sederhana untuk dapat melakukan tugasnya baik untuk bekerja atau belajar, itu tidak apa-apa.

Saudi akan Gelar Pesta Hiburan yang Belum Pernah Ada Sepanjang Sejarah Kerajaan Arab

Dia menambahkan: “Tidak ada yang salah dengan gaun yang dikenakannya, jika itu bukan jubah hitam, pakaian ini mungkin berbeda, namun dapat menjadi penutup, tanpa perlu pakaian lain di atasnya.

Dia menjelaskan bahwa warna abaya dan desainnya tidak ditentukan pada ajaran Islam, tetapi tujuan utamanya adalah kesopanan dan menutupi, “tidak ada yang salah dengan warna bahannya atau tipenya.”

Dia juga mencatat bahwa abaya hitam bermula sejak akhir era Ottoman, tetapi dalam beberapa hadist dan riwayat disebutkan bahwa “istri-istri Nabi biasa memakai warna seperti kuning pucat dan warna mawar.”

Pertama dalam Sejarah, Kerajaan Arab Saudi akan Izinkan Wanita Mengemudi

Dalam cerita lain, ia mengatakan: “Ada beberapa pembesar yang mewajibkan para wanita untuk memakai warna hitam, mereka mengacu pada apa yang Ummu Salamah katakan bahwa para wanita Anshar tampak seperti “gagak” dalam ayat-ayat yang mengacu pada pakaian wanita, jadi mereka mengambil warna hitam sesuai interpretasi mereka terhadap reaksi perempuan saat itu, tetapi tidak ada yang menyatakan bahwa wanita wajib melakukannya. Narasi lain menunjukkan bahwa para istri nabi mengenakan pakaian berwarna.”

Mengapresiasi Cadar

Di masa kini, kelompok Al Sahwa mendukung pemahaman ini sehingga menjadi bagian dari pikiran dan alam bawah sadar orang-orang bahwa pakaian seperti itulah yang harus dikenakan oleh wanita, dan bahwa jubah harus menutupi kepala, berwarna hitam dan longgar.

Namun, interpretasi dari ayat tersebut adalah, “Hai Nabi, beri tahu istri Anda dan putri Anda dan para istri orang-orang mukmin untuk mengeluarkan [bagian] pakaian luar mereka,” berarti bahwa wanita perlu mengenakan sesuatu dengan tidak mengungkapkan apakah itu adalah abaya atau pakaian lainnya tanpa perbedaan khusus,” dia mengklarifikasi.

AS Bersama YPG Bentuk Kelompok Baru di Suriah Bernama Ini

AL-HASAKAH (Jurnalislam.com) – Sebuah kelompok baru bernama “Syria’s Future” telah diluncurkan sebagai bagian dari prakarsa AS di beberapa bagian utara Suriah yang diduduki oleh kelompok yang didukungnya YPG.

Menurut sumber di provinsi Al-Hasakah timur laut Suriah, pejabat AS membantu mendirikan “Syria’s Future” pada kongres yang diadakan di Al-Hasakah hari Selasa (27/3/2018), lansir Anadolu Agency.

Pejabat AS membahas peluncuran partai baru selama pertemuan baru-baru ini dengan anggota YPG, kata sumber tersebut.

Pada kongres hari Selasa tersebut, Ibrahim al-Qaftan diangkat menjadi ketua partai baru. Al-Qaftan telah menjadi anggota Partai Ba’ath Suriah di Manbij sebelum konflik Suriah meletus pada tahun 2011.

Al-Qaftan diasumsikan sebagai presiden dewan lokal Manbij setelah kabupaten itu diduduki oleh kelompok teroris YPG.

Erdogan: Kami Akan Basmi Milisi YPG Dukungan AS

Hefrin Halaf, yang bergabung dengan YPG pada tahun 2016, terpilih sebagai sekretaris jenderal partai baru.

Menjawab pertanyaan tentang partai baru, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert pada hari Selasa mengatakan: “Kami akan menyambut setiap pihak yang berkomitmen untuk Resolusi Dewan Keamanan PBB 2254.”

Partai baru, Nauert menambahkan, “adalah perwakilan multi-etnis dan … merupakan representasi orang-orang yang tinggal di daerah itu.”

81 anggota dewan eksekutif partai termasuk perwakilan dari Raqqah, Tal Abyad, Ayn al-Arab (Kobane), Deir ez-Zor, Manbij, Afrin, Idlib dan Aleppo.

Tidak seperti organisasi lain yang diluncurkan oleh YPG, “Syria’s Future” tidak memiliki seorang wakil presiden.

Pentagon Anggarkan Dana $ 850 Juta Untuk Milisi PYD Tahun 2019 (info grafik)

Anggota dewan eksekutif partai tampaknya ditarik dari jajaran kelompok teroris YPG dan PKK.

Struktur administrasi YPG di Suriah terdiri dari tiga “wilayah” dan enam “cantons (suku).”

Kelompok ini memberikan arti penting khusus bagi Raqqah, yang masih berada di bawah kendalinya, dan menyebut garis yang menghubungkan Tal Rifaat dengan Manbij sebagai “Shahba Canton”.