Sukmawati: Saya Memohon Maaf Lahir Batin kepada Umat Islam Indonesia

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Setelah puisinya yang dinilai telah menghina Syariat Islam menuai protes keras, Sukmawati Soekarnoputri akhirnya menyampaikan permohonan maaf. Sukmawati mengaku tidak berniat menghina umat Islam dengan puisinya.

Puisi berjudul Ibu Indonesia itu, kata dia, adalah murni karya sastra dan merupakan pandangan pribadinya sebagai seniman yang telah sesuai dengan tema acara saat itu.

“Tidak ada niatan untuk menghina umat Islam Indonesia dengan puisi Ibu Indonesia,” kata dia dalam konferensi pers di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2018).

“Saya adalah muslimah yang bersyukur dan bangga dengan keislaman saya,” sambungnya.

Ia menjelaskan, puisi yang ditulis pada tahun 2006 dan menjadi bagian dalam buku Kumpulan Puisi Ibu Indonesia itu adalah refleksi dari keprihatinannya tentang rasa wawasan kebangsaan dan semata-mata untuk menarik perhatian anak-anak bangsa untuk tidak melupakan jati diri Indonesia asli.

Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak yang merasa tersinggung dengan puisi tersebut. “Dengan ini dari lubuk hati yang paling dalam saya mohon maaf lahir dan batin kepada umat Islam Indonesia,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Sukmawati didampingi putri proklamator Muhammad Hatta, Halida Nuriah Hatta.

Seperti diketahui, puisi Ibu Indonesia yang dibacakan Sukmawati dalam acara Indonesian Fashion Week 2018 dinilai telah melecehkan Islam. Dalam salah satu bagian puisi tersebut Sukmawati menuliskan, “Aku tak tahu syariat Islam. Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok. Lebih merdu dari alunan azan mu.”

Soal Sukmawati, Ansharusyariah Minta Aparat Adil Tanpa Pandang Bulu

SOLO (Jurnalislam.com) – Juru bicara Jamaah Ansharusy Syariah Abdul Rachim Ba’asyir menegaskan puisi Sukmawati Soekarnoputri adalah pelecehan dan penghinaan terhadap Syariat Islam. Ustadz Iim, sapaanya, mendesak kepolisian untuk mengusut kasus tersebut dengan adil tanpa pandang bulu.

“Jamaah menolak perlakuan Sukmawati terhadap Syariat Islam. Itu adalah bentuk penghinaan dan pelecehan terhadap Syariat Islam dan kita tidak rido dengan itu,” katanya kepada Jurnalislam.com, Rabu (4/4/2018).

Baca juga: PWNU Jatim: Puisi Sukmawati Ancaman Bagi Kerukunan Bangsa

Ia menilai, tindakan Sukmawati adalah provokasi yang disengaja. Sebab, kata dia, tokoh sekelas Sukmawati memahami betul akan reaksi yang ditimbulkan ketika menyerang agama Islam yang merupakan mayoritas di negeri ini.

“Ini adalah bentuk provokasi yang harus diwaspadai, ini sangat SARA dan sangat berbahaya,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya berharap aparat segera mengusut kasus tersebut sebelum terjadi gejolak yang lebih besar di tengah-tengah masyarakat.

“Kita berharap pemerintah tetap bersikap adil dalam kasus ini, tidak melihat dia (Sukmawati-red) siapa. Kita meminta pemerintah mengadili Sukmawati sebab kalau tidak itu akan mengancam kerukunan,” tegasnya.

Baca juga: Puisi Sukmawati Berbalas Felix Siauw: Kamu Tak Tahu Syariat

Kendati demikian, ia tetap meminta umat Islam tidak terprovokasi. Menurutnya, ada kemungkinan kasus ini sengaja digulirkan untuk pengalihan isu.

“Karena saat ini pemerintah begitu terpojok dengan berbagai kegagalan dan Saya mengajak kepada umat Islam untuk tetap kritis dan tidak teralihkan perhatianya dengan adanya kasus ini,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Sukmawati Soekarnoputri membacakan puisi berjudul Ibu Indonesia dalam acara Indonesian Fashion Week 2018 di Jakarta beberapa waktu lalu. Beberapa kalimat dalam puisinya dinilai telah melecehkan syariat Islam.

Berikut puisi yang dibacakan Sukmawati:

Ibu Indonesia

Aku tak tahu Syariat Islam

Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah

Lebih cantik dari cadar dirimu

Gerai tekukan rambutnya suci

Sesuci kain pembungkus ujudmu

Rasa ciptanya sangatlah beraneka

Menyatu dengan kodrat alam sekitar

Jari jemarinya berbau getah hutan

Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia

Saat penglihatanmu semakin asing

Supaya kau dapat mengingat

Kecantikan asli dari bangsamu

Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif

Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam

Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok

Lebih merdu dari alunan azan mu

Gemulai gerak tarinya adalah ibadah

Semurni irama puja kepada Illahi

Nafas doanya berpadu cipta

Helai demi helai benang tertenun

Lelehan demi lelehan damar mengalun

Canting menggores ayat ayat alam surgawi

Pandanglah Ibu Indonesia

Saat pandanganmu semakin pudar

Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu

Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.

Protes Sukmawati, Budayawan Muslim Solo Gelar Aksi Baca Puisi di Patung Soekarno

SOLO (Jurnalislam.com) – Budayawan Muslim Soloraya melakukan ‘Malam Keprihatinan Budaya dan Doa Bersama’ di depan Patung Ir Soekarno Komplek Stadiun Manahan, Solo, Selasa, (3/4/2018) malam. Aksi tersebut sebagai bentuk protes terhadap puisi berjudul ‘Ibu Indonesia’ dari Sukmawati Soekarnoputri.

Secara bergantian, sekitar 50 budayawan dalam acara tersebut membacakan puisi tentang kekecewaan mereka atas putri proklamator RI itu.

“Dan ternyata isinya, banyak hal yang menyinggung dan bisa kita katakan mengandung SARA karena terkait dengan akidah dan budaya dari salah satu agama,” kata Korlap Aksi Dadyo Hasto kepada Jurnalislam.com di sela-sela aksi.

Menurutnya, budaya adalah hasil karya manusia yang seharusnya tidak dijadikan untuk menyerang kelompok, golongan, Ras, Suku maupun agama tertentu.

“Budaya apapun itu, keindahan apabila sudah menyinggung sebuah agama maupun norma sosial saya kira itu sebuah budaya yang kurang tepat,” paparnya.

Oleh sebab itu, Hasto berharap apa yang disampaikan ibu Sukmawati menjadi pelajaran buat kita semua bahwa ajaran agama manapun harusnya kita hormati dan hargai.

“Bukan kemudian malah dibandingkan dengan sebuah budaya tradisi yang semata mata bisa kita ibaratkan merendahkan arti sebuah ajaran agama,” tandasnya.

Suruh AS Kembali ke Suriah, Trump ke Salman: Saudi Harus Bayar dulu Biaya Militer AS ke Suriah

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Presiden Donald Trump pada hari Selasa (3/4/2018) mengisyaratkan kepada negara-negara yang ingin AS tetap di Suriah, khususnya Arab Saudi, mungkin harus membayar untuk kehadiran militer AS yang berkelanjutan, lansir Anadolu Agency.

Pejabat Kerajaan telah mengindikasikan bahwa mereka ingin AS tetap tinggal, kata Trump, seraya menambahkan dia telah mengatakan kepada mereka bahwa mereka mungkin harus membayar tagihan untuk operasi lanjutan.

“Arab Saudi sangat tertarik dengan keputusan kami, dan saya berkata, ‘Anda ingin kami tinggal, mungkin Anda harus membayar,'” katanya kepada wartawan di Gedung Putih.

Merasa Kena Tipu di Suriah, Erdogan Kecam Amerika

“Kami melakukan banyak hal di negara ini. Kami melakukan [banyak hal] untuk banyak alasan, tetapi biayanya sangat mahal bagi negara kami dan membantu negara-negara lain lebih banyak daripada Negara-negara tersebut membantu kami. Jadi kami akan untuk membuat keputusan,” katanya.

Trump mengatakan dia ingin AS keluar dari Suriah, tetapi keinginannya itu tidak disetujui oleh para pemimpin militer yang memperingatkan langkah itu dapat membahayakan kemenangan mereka atas kelompok IS.

Moskow: Amerika Ingin Suriah Bubar

Masalah ini diharapkan akan dibahas dalam pertemuan Trump hari Selasa dengan pejabat tinggi pemerintahan, termasuk Menteri Pertahanan James Mattis.

Ditanya tentang preferensinya di hari Selasa, Trump mengatakan dia ingin AS keluar dari negara yang dilanda perang tersebut karena pengeluaran Amerika meningkat di wilayah itu, dana yang ia yakini akan lebih baik jika digunakan untuk “membangun kembali bangsa kita.”

“Tiga bulan lalu pengeluaran kami di Timur Tengah berjumlah $ 7 triliun selama 17 tahun terakhir,” katanya. “Kami tidak mendapatkan apa-apa, tidak ada apa-apa. Tidak ada. Dan seperti yang Anda ingat, dalam kehidupan sipil selama bertahun-tahun saya katakan ‘jagalah minyak.’ Saya selalu mengatakan ‘jagalah minyak’. Kami tidak menyimpan minyak. Siapa yang mendapat minyak? yaitu kelompok Islamic State (IS), klaim Trump.”

Setelah Lobi dengan Zionis di AS, Pangeran Arab: Israel Punya Hak Tanah di Palestina

Trump mengatakan dia berkonsultasi dengan sekutu mengenai langkah selanjutnya di Suriah, dan berencana untuk membuat keputusan akhir “dalam waktu dekat”.

Selama percakapan telepon dengan Raja Salman Saudi, Trump dan kerajaan “membahas upaya bersama untuk memastikan kekalahan total IS dan melawan upaya Iran untuk mengeksploitasi konflik Suriah demi mengejar ambisi daerahnya yang tidak stabil”, ketus Gedung Putih.

Pangeran Arab Katakan Israel Punyak Hak Tanah di Palestina, Begini Bantahan Analis

QATAR (jurnalislam.com) – Mengomentari wawancara terakhir pangeran mahkota Saudi, dalam konteks konflik Israel-Palestina, yang menegaskan bahwa “Israel” memiliki “hak untuk hidup di negara Palestina dengan damai”, Analis Politik Senior Al Jazeera, Marwan Bishara mengatakan pernyataan seperti itu bukan hal baru, Selasa (4/4/2018).

Namun menurut Bishara, yang lebih penting adalah waktu pernyataan Mohamed bin Salman.

Wawancara itu diterbitkan oleh majalah The Atlantic yang berbasis di AS pada hari Senin (2/4/2018), hanya beberapa hari setelah 17 warga Palestina tewas oleh pasukan penjajah Israel selama pawai damai di perbatasan Gaza pada Land Day.

Erdogan pada PM Israel: Anda Seorang Teroris, Negara Anda adalah Negara Teror

“Mengapa sekarang, tepat ketika Israel mengatakan kita tidak menginginkan solusi dua negara, juga ketika Israel menembaki warga Palestina, memperluas dan meningkatkan permukiman ilegal, pembangunan pemukiman ilegal, ketika proses perdamaian tidak akan kemana-mana, ketika [Presiden AS Donald] Trump baru saja mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan pada dasarnya menjatuhkannya dari negosiasi?” Bishara bertanya.

Setelah Lobi dengan Zionis di AS, Pangeran Arab: Israel Punya Hak Tanah di Palestina

“Ini benar-benar pernyataan terburuk untuk mengatakan hal-hal seperti itu.”

Bishara mengatakan pengakuan keberadaan penjajah Israel sebagai anggota penuh komunitas (warga) internasional telah stabil, dan perdebatan sekarang merayap ke arah legitimasi klaim warga Israel atas tanah Palestina sebagai penduduk asli.

Dalam wawancara itu, Mohammed bin Salman (MBS) yang berusia 32 tahun mengatakan bahwa Israel memiliki hak atas tanah di Palestina.

“Saya percaya bahwa setiap orang, di mana saja, memiliki hak untuk hidup di negara mereka yang damai,” katanya.

Dia juga mengakui bahwa “Arab Saudi memiliki banyak kepentingan” dengan Israel.

Pekan ini Pangeran Arab Tour ke Amerika Serikat, Begini Kata Pengamat Timur Tengah

Bin Salman juga mengatakan bahwa walaupun negaranya memiliki “keprihatinan agama” tentang masjid suci di Yerusalem dan hak-hak warga Palestina, Arab saudi tidak memiliki keberatan “terhadap siapapun.”

Bishara mengatakan bahwa para pemimpin Arab, telah lama membahas pengaturan di mana hubungan dengan Israel akan dinormalisasi sebagai pertukaran untuk penarikan penuh dari wilayah yang didudukinya dalam perang 1967.

Apa yang dipertaruhkan sekarang adalah ikatan intrinsik populasi Yahudi terhadap tanah, katanya.

“Masalahnya di sini adalah mengakui hak [Israel] penjajah untuk eksis – dan, beberapa orang akan mengatakan, hak historis Israel untuk ada di Palestina.”

Apakah orang-orang Yahudi memiliki hak historis untuk berada di Palestina?, yang berarti bahwa imigrasi pada abad ke-19 dan ke-20 wajar-wajar saja dan bukan sebagai gerakan penjajahan tetapi sebagai hak rakyat Israel untuk hidup di Palestina?

“Saya rasa itulah pertanyaannya!!!.”

Pencaplokan tanah Palestina oleh penjajah Israel dari masa ke masa

Hina Syariat, GUIB Jatim Akan Laporkan Sukmawati

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Sekretaris Jenderal Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jawa Timur, Ustadz Muhammad Yunus menegaskan pihaknya akan melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke polisi. Putri proklamator RI itu dinilai telah menistakan Syariat Islam dalam puisi berjudul Ibu Indonesia yang dibacanya dalam acara Indonesia Fashion Week 2018.

“Puisi ini sangat melukai perasaan umat Islam di Indonesia dan ini sudah masuk wilayah penistaan/penodaan agama yang harus disikapi oleh umat Islam dan para penegak hukum. Ini berdasarkan UU No.1 PNPS ’65 dan KUHP 156a,” kata Ustadz Yunus kepada Jurnalislam, Selasa (3/4/2018).

Baca juga: Pasca Puisi Sukmawati, Akun Instagram Anne Avantie Hilang dari Pencarian

Ia menjelaskan, GUIB terlebih dahulu akan berkondolidasi dengan elemen umat Islam di Jawa Timur untuk menyampaikan langkah tepat dalam menyikapi kasus ini. Pihaknya berharap, aparat segera menindaklanjuti kasus tersebut untuk menghindari semakin meluasnya gejolak di masyarakat.

“Alhamdulillah sudah ada sebagian umat yg sudah melakukan proses hukum dan melaporkan kepada kepolisian. GUIB Jatim dalam waktu dekat akan melakukan hal yang sama,” ujarnya.

Sebelumnya, PWNU Jawa Timur telah memerintahkan badan otonom yaitu Anshor untuk menyampaikan surat aduan ke Polda terkait puisi Sukmawati tersebut. PWNU menilai puisi Sukmawati sebagai ancaman bagi kebersamaan dan kerukunan berbangsa.

Setelah Lobi dengan Zionis di AS, Pangeran Arab: Israel Punya Hak Tanah di Palestina

WASHINGTON (Jurnalislamm.com) – Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, menyatakan bahwa Israel memiliki hak atas tanahnya sendiri tidak hanya Palestina saja.

Dalam sebuah wawancara dengan majalah The Atlantic yang berbasis di AS, pewaris tahta kerajaan berusia 32 tahun itu menyatakan: “Saya percaya bahwa setiap orang, di mana saja, memiliki hak untuk hidup di negara mereka yang damai,” lansir Aljazeera Selasa (4/4/2018).

Putra mahkota mengatakan bahwa “negaranya memiliki banyak kepentingan” dengan Israel.

“Israel adalah ekonomi besar dibandingkan dengan ukuran mereka dan itu adalah pertumbuhan ekonomi, dan tentu saja ada banyak kepentingan yang kita bagi dengan Israel dan jika ada perdamaian, akan ada banyak kepentingan antara Israel dan negara-negara Dewan Kerjasama Teluk dan negara-negara seperti Mesir dan Yordania.”

Pangeran Arab Katakan Israel Punyak Hak Tanah di Palestina, Begini Bantahan Analis

Bin Salman juga mengatakan bahwa walaupun negaranya memiliki “keprihatinan agama” tentang masjid suci di Yerusalem dan hak-hak warga Palestina, Arab saudi tidak memiliki keberatan “terhadap siapapun.”

“Saya yakin warga Palestina dan Israel memiliki hak untuk memiliki tanah mereka sendiri. Tetapi kita harus memiliki perjanjian damai untuk menjamin stabilitas bagi semua orang dan memiliki hubungan normal.”

Bin Salman juga mengatakan Arab Saudi “tidak punya masalah” dengan Yahudi, mengatakan bahwa Nabi Muhammad “menikahi seorang wanita Yahudi.”

Pekan ini Pangeran Arab Tour ke Amerika Serikat, Begini Kata Pengamat Timur Tengah

Arab Saudi dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik formal.

Riyadh telah lama menyatakan bahwa perjanjian damai dengan Israel harus didasarkan pada garis demarkasi 1967 yang ditetapkan sebelum tanah Palestina dirampas selama Perang Enam Hari.

Namun perkembangan terakhir di Riyadh mengindikasikan bahwa hubungan antara kedua negara mulai membaik.

Pada bulan Maret, Arab Saudi memberikan izin bagi operator nasional India menggunakan wilayah udaranya untuk mengoperasikan penerbangan langsung antara New Delhi dan Tel Aviv.

Langkah itu mengakhiri larangan satu dasawarsa oleh Arab Saudi atas penggunaan wilayah udaranya untuk penerbangan ke Israel.

Menteri Komunikasi Israel Ayoub Kara juga mengundang Mufti Besar Arab Saudi, Abdul Aziz Al Sheikh, untuk mengunjungi Israel.

Saat mengunjungi Amerika Serikat, bin Salman juga bertemu dengan beberapa kelompok zionis Yahudi dan lobi pro-Israel.

Pangeran Arab Bilang Gamis Tidak Wajib, Ini Kata Syeikh Ahmed al Ghamdi

 

PWNU Jatim: Puisi Sukmawati Ancaman Bagi Kerukunan Bangsa

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menilai puisi Ibu Indonesia karya Sukmawati Soekarno Putri mengancam kerukunan bangsa Indonesia. Puisi tersebut dibacakan sendiri oleh Sukmawati dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkaraya di Indonesia Fashion Week 2018 beberapa waktu lalu.

“Substansi puisi yang dibacakan oleh Sukmawati berpotensi mengancam kebersamaan bangsa dan warga Indonesia yang lama terbangun dalam kerukunan, kedamaian dan ketenangan,” kata Ketua PWNU Jatim Hasan Mutawakkil Alallah dalam keterangan tertulis, Rabu (3/4/2018).

Hasan mendesak aparat untuk mengusut tuntas kasus tersebut agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan dan tidak terprovokasi.

Selain itu, PWNU Jatim juga memerintahkan badan otonom yaitu Anshor untuk menyampaikan surat aduan ke Polda terkait puisi yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018. PWNU mengadukan Sukmawati lantaran puisi yang dibacakannya tersebut dianggap tidak menghormati agama Islam.

“Yang sangat kami sayangkan substansi daripada puisi itu. Di mana di situ menyebut idiom-idiom agama Islam seperti syariat, cadar, dan azan yang dibandingkan dengan budaya, terutama budaya Jawa. Dan isi daripada puisi itu tidak menghormati agama Islam,” kata Hasan.

Siaran Pers

Kapal Perang Turki ke Laut Hitam dan Marmara

TURKI (Jurnalislam.com) – Kapal perang Turki berada di Bulgaria untuk berpartisipasi dalam latihan angkatan laut tahunan di Laut Hitam dan Laut Marmara, menurut pernyataan Kementerian Pertahanan Bulgaria pada hari Senin (2/4/2018), lansir World Bulletin.

Pernyataan itu menyebutkan kapal perang TCG Darica, kapal patroli TCG Tekirdag dan TCG I. Kapal selam Inonu berlabuh di pelabuhan Varna.

Begini Latihan Perang Turki dan Qatar Selama 2 Hari Digelar

Latihan bersama – berjudul Sea Star 2018 – dilakukan untuk meningkatkan keamanan laut di Laut Hitam.

Beberapa kapal yang berpartisipasi dalam latihan itu juga akan mengunjungi pelabuhan Georgia, Rusia, Ukraina dan Rumania, kata pernyataan itu.

Latihan angkatan laut Sea Star 2018 akan berlanjut hingga 5 April.

Bentrokan Antara Pejuang Muslim Kashmir dengan Pasukan India Berlanjut, 19 Tewas

Srinagar (Jurnalislam.com) – Sebuah aksi penutupan (shutdown) berlanjut untuk hari kedua di seluruh Kashmir yang dikendalikan India, menyusul bentrokan mematikan di desa-desa kubu pejuang dan pasukan penjajah India yang menewaskan 19 orang.

Semua toko, sekolah, dan perguruan tinggi masih ditutup dan jalan-jalan sepi pada hari Senin (2/4/2018) ketika para pemimpin pejuang Kashmir menyerukan penutupan penuh sebagai protes terhadap pembunuhan itu.

Kashmir yang mayoritas Muslim telah terbagi untuk India dan Pakistan sejak merdeka dari Inggris pada 1947.

Ribuan Warga Kashmir Turun ke Jalan Hadapi Tentara India

Di banyak wilayah yang bergejolak, termasuk bagian-bagian lama kota utama Kashmir, Srinagar, ratusan personel keamanan menjaga jalan karena pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintah.

Para pemimpin separatis Kashmir memperpanjang seruan penutupan hingga 3 April. Pejabat pemerintah Kashmir memperpanjang penutupan sekolah-sekolah di wilayah tersebut setelah ketegangan baru.

Pada hari Ahad (1/4/2018), 19 orang, termasuk 12 pejuang, empat warga sipil dan tiga tentara India, tewas di tiga desa di distrik selatan Kashmir dan satu pejuang gugur dalam pertempuran senjata singkat di Dialgam, sebuah desa di distrik Anantnag.

Pembunuhan para pejuang menyebabkan demonstrasi besar-besaran di banyak wilayah, di mana lebih dari tiga lusin orang terluka.

SA Dinkar, inspektur polisi setempat, mengatakan kepada Al Jazeera pada hari Senin situasinya terkendali.

“Semua pejuang telah dikuburkan dan acara pemakaman mereka berakhir. Kami tidak mendapatkan laporan tentang bentrokan, kecuali beberapa orang yang luka ringan,” katanya.

Desa-desa di Shopian telah menyaksikan kekerasan secara teratur sejak awal tahun ini dalam bentuk baku tembak antara kelompok perlawanan bersenjata dan pasukan India.

Sebagian besar pejuang yang gugur dalam bentrokan Ahad adalah warga lokal Kashmir selatan.

“Pasukan India menargetkan semua orang tidak peduli apakah pengunjuk rasa atau bukan,” kata Kulsuma Begum, yang menemani putra remajanya di sebuah rumah sakit di kota utama Kashmir, Srinagar.

“Putraku ditembak dengan pelet di mata kiri dan para dokter tidak yakin apakah dia bisa mendapatkan kembali penglihatannya sepenuhnya.

“Sungguh menyakitkan melihat semua anak muda di bangsal sini sedang berjuang untuk bisa melihat kembali.”

Dr Saleem Tak, inspektur medis di Rumah Sakit Shri Maharaja Hari Singh (SMHS), mengatakan hari Ahad adalah hari yang sibuk bagi para staf.

“Kemarin, kami menerima 45 pasien,” katanya kepada Al Jazeera.

Dia mengatakan “41 dari mereka menderita luka akibat serangan pelet di mata mereka, tiga mengalami luka tembak, dan salah satu dari mereka terkena peluru di perutnya. Sisa pasien lainnya stabil.”

Desa-desa di Kashmir selatan telah berubah menjadi benteng perlawanan menyusul pembunuhan seorang komandan muda, Burhan Wani, oleh pasukan penjajah India pada tahun 2016.

Sejak itu, warga secara terbuka mendukung kelompok bersenjata yang memerangi pasukan penjajah India di Kashmir.

Baik Pakistan maupun India mengklaim wilayah Himalaya secara penuh dan telah berperang tiga kali di wilayah pegunungan, yang tetap menjadi salah satu wilayah paling termiliterisasi di dunia.

Warga Kashmir menuntut referendum dilakukan untuk membiarkan mereka memutuskan masa depan mereka.

Puluhan ribu orang, kebanyakan warga sipil, telah tewas sejak 1990.