Kisah Mutiatun dan Asrofi : Berhaji dari Hasil Buruh Tandur Padi

SURABAYA (Jurnalislam.com)— Selasa (17/07) sore, suasana Asrama Haji Sukolilo Surabaya tampak ramai. Waktu itu, ada tiga kelompok terbang asal (kloter) embarkasi surabaya yang masih tinggal, yakni kloter tiga, empat, dan lima. Kloter satu, sudah lebih dulu dilepas keberangkatannya oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Selang beberapa jam kemudian, kloter kedaua juga diberangkatkan menuju Bandara Internasional Juanda untuk diterbangkan ke Tanah Suci.

Hampir di tiap sudut asrama berkapasitas 3.000 orang ini, dapat ditemui calon-calon jemaah haji yang tengah menanti waktu keberangkatan mereka. Binar bahagia dan kerinduan memenuhi panggilan Ilahi pun tampak terpancar dari wajah mereka.

Tak terkecuali yang dirasakan oleh Asrofi (70) dan sang istri Mutiatun (65), jemaah haji Kloter lima Embarkasi Surabaya (SUB 05). Ditemui Humas Kemenag RI di teras salah satu gedung penginapan Asrama Haji Sukolilo, pasangan suami istri ini berkisah tentang rasa bahagiaannya. Mendapat kesempatan berangkat haji, ibarat panen raya bagi pasangan buruh tani asal Banyuwangi ini.

“Alhamdulillah… wong ndak pernah mengira bisa berangkat haji. Kami hanya berusaha,” tutur Mutiatun sambil menyeka air mata dengan tangan rentanya. Sesaat kemudian, ia tampak menerawang, mengingat kembali perjuangan panjangnya bersama suami untuk dapat mendaftar haji lansir Kemenag.go.id.

Biaya haji yang berada pada kisaran puluhan juta, dirasa amat berat bagi mereka yang hanya bekerja sebagai buruh tani dan memelihara kambing. Apalagi, Asrofi hanya buruh tanam padi bagi para pemilik sawah di desanya. Sementara Mutiatun, lebih banyak tinggal di rumah untuk merawat anak-anak mereka. Sesekali saja ia membantu suami menjadi buruh tandur.

“Ya memang sejak awal nikah pekerjaannya ya buruh tani. Nah sekarang Bapake agak bungkuk, karena ya nunduk terus nandur di sawah,” kata Mbah Mutiatun sambil menatap lelaki tua yang telah menikahinya sejak 1974 tersebut dengan mata berkaca-kaca.

Senyum tipis pun tampak tersungging di wajah lelaki tua itu. Seperti sang istri, matanya pun berkaca-kaca saat menuturkan awal mula ia berniat pergi haji. “Penghasilan buruh tani kan tidak tentu. Tapi saat tahun 1993, saya mulai niat untuk bisa pergi haji,” ujarnya lirih.

Menurut Asrofi, pergi haji ke Tanah Suci adalah kewajiban tiap muslim. Maka, untuk mencapainya tetap harus diusahakan. “Waktu itu ya berat. Apalagi kami harus menghidupi empat orang anak. Masih ada yang sekolah, masih ada yang di pondok pesantren Mambaul Ulum, Mbarasan, Banyuwangi,” ujar Mutiatun menambahkan.

Meski hidup dengan kondisi ekonomi terbatas, pasangan Asrofi dan Mutiatun berprinsip bahwa agama itu utama. Sehingga, meski kondisi serba terbatas, keduanya pun tetap berikhtiar memenuhi rukun Islam yang kelima. Mereka sisihkan sebagian penghasilannya untuk ditabung.

Sejak 1993, mereka mulai menabung, bukan di bank, atau lembaga penyimpanan resmi, melainkan di bumbung bambu yang mereka buat sendiri. “Ya nabungnya di rumah, ditaruh di bumbung bambu, dilubangi, kemudian uangnya ditaruh di situ,” cerita Asrofi.

Penghasilan yang mereka dapat tak pernah besar. Menjadi buruh tandur pada masa itu, ia dan suami hanya dibayar Rp.30 ribu/hari. Perlahan dari upah buruh tandur tersebut, mereka berdua berhasil memperoleh sebidang tanah seluas ¼ bau (sekitar 1.750 m2) yang sesekali ditanam kedelai atau padi. Kalau sedang beruntung, mereka bisa memanen, yang artinya ada tambahan penghasilan bagi keluarga ini. Untuk sekali musim panen, mereka mendapat penghasilan sekitar empat juta rupiah. “Itu tiga bulan sekali, dan masih kotor,” kata Asrofi.

Lagi-lagi, penghasilan tersebut seringkali tak mencukupi kebutuhan keluarga dengan empat orang anak. Tapi toh hal ini tak menyurutkan niat keduanya. Impian mereka adalah, mampu pergi ke Tanah Suci. Maka bumbung-bumbung bambu itu perlahan mereka isi. Meski mereka tak pernah tahu kapan akan mencukupi untuk mendaftar haji. “Uangnya juga sudah ndak bagus lagi,” ujar Mutiatun menambahkan.

Atas izin Allah, kerja keras mereka berbuah manis. Setelah kurang lebih 17 tahun menabung, pasangan ini mendaftar haji pada 2010. “Uangnya ya gak cukup dari yang ditabung, itu dibantu oleh anak pertama saya yang saat itu sudah bekerja di Riau,” kata Asrofi.

Dengan berurai air mata, Mutiatun mengaku bahagia karena Allah mengabulkan impian mereka berdua lewat anak sholeh yang dititipkan pada keduanya. “Alhamdulillah… anak saya yang kedua pun sekarang masih di pondok. Membantu romo kyai mengajar juga…” tutur Mutiatun.

Sementara dua anak lainnya pun menurut penuturan pasangan ini memilih untuk bekerja selepas menyelesaikan pendidikan di pondok pesantren. Betul-betul panen raya yang dirasakan oleh kedua orang tua ini. Allah memampukan mereka berangkat ke Tanah Suci berkat ikhtiar yang telah mereka lakukan. Keberangkatan keduanya ke Tanah Suci pun diiringi doa dari anak-anak sholeh yang mereka bekali ilmu agama.

Selamat berhaji Mbah Asrofi dan Mbah Mutiatun. Semoga kembali menjadi haji mabrur. Amiin.

Penulis : Indah Limy / khoiron / kemenag.go.id

Kreativitas Generasi Ulul Albab dalam Forum Taaruf dan Silaturahim Siswa Muhammadiyah

SOLO (Jurnalislam.com) – Mengawali tahun ajaran 2018/2019, SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengadakan Masa Orientasi Peserta Didik (MOPD) atau yang lebih dikenal dengan Forum Ta’aruf dan Silaturahmi (FORTASI) pada 16 Juli -21 Juli 2018. Kegiatan ini diikuti sejumlah 47 siswa.

Panitia MOPD tahun ini berusaha mengemas rangkaian acara dengan suasana yang sedikit berbeda dengan sekolah pada umumnya. Mengusung tema “Initial Moments in Creating Ulul Albab Generations”, para peserta tidak hanya diperkenalkan kultur sekolah namun juga diberikan beberapa motivasi menjadi generasi yang berkualitas.

Hari pertama MOPD diisi dengan pengenalan berbagai kultur yang ada di sekolah, antara lain adalah kultur keagamaan (pembiasaan kegiatan keagamaan sehari-hari), kultur kesiswaan (peraturan yang berlaku di sekolah), serta kultur kurikulum (kurikulum yang digunakan di sekolah).

Hari kedua hingga hari kelima didominasi dengan seminar-seminar motivasi yang lebih mengedepankan kepada orientasi siswa di masa depan. Sedikit berbeda dengan kegiatan tahun ajaran sebelumnya, tahun ajaran ini siswa diberikan pengetahuan berbasis ekonomi kreatif yang dipersembahkan oleh IMAKU ART.

Dipimpin oleh Mas Rahmat, siswa-siswi SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta didorong untuk menjadi pribadi yang lebih kreatif. Siswa diajak untuk menghias dompet yang telah disiapkan dengn menggunakan cat akrilik.

Mengajak para remaja untuk lebih kreatif memang memiliki tantangan tersendiri.

Hal tersebut sejalan dengan pelatih dari IMAKU ART yang menyatakan bahwa dalam hal kreativitas anak-anak harus sedikit dipaksa untuk menggerakkan tangannya dalam menghias suatu benda. Mas Rahmat mengingatkan, “Dalam hal kesenian tidak ada yang salah jadi silahkan berkreasi sebebas mungkin.” jelasnya.

Pada awalnya siswa-siswi susah untuk ‘menggerakkan tangannya’ namun setelah ‘dipaksa’ oleh para pelatih, siswa-siswi pun akhirnya dapat menggoreskan cat akriliknya dengan lincah.

Menurut pengakuan Mas Rahmat, pelatihan kerajinan tangan tersebut tidak hanya bermanfaat untuk melatih kreativitas siswa tetapi juga dapat melatih kepekaan siswa dalam menciptakan lapangan pekerjaan yang kreatif.

Hal tersebut sejalan dengan pemikiran salah satu peserta FORTASI, Lathifah Az-Zahro dari kelas X IPA, yang menyatakan mendapat banyak manfaat dari pelatihan tersebut, antara lain adalah melatih kesabaran, ketelitian, kepekaan kepada sesama, serta dapat melatih siswa dalam menciptakan lapangan pekerjaan, khususnya pekerjaan yang berbasis kreativitas.

Sebagai acara puncak MOPD, Sabtu (21/7) kegiatan ditutup dengan EXPO penampilan dari berbagai ekskul seperti Saman, Etnikopeka dari ekskul musik, basket, futsal, jurnalistik, dll. Kegiatan EXPO tersebut juga menghadirkan seorang founder Griya Schizofrenia, Triana sebagai salah satu pembicara dalam seminar Motivasi dan manajemen diri.

Kegiatan MOPD di SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi siswa-siswi di masa depan, menjadi generasi ulul albab yang berkualitas serta tidak melupakan adanya program ekonomi berbasis kreativitas.

Pengusaha Muslim Solo Raya Ikuti IBM Business Camp

KARANGANYAR (Jurnalislam) – Indonesia Bangkit dari Masjid (IBM) untuk kali pertamanya menggelar IBM Business CAMP (IBC) di Tawangmangu Camping Resort selama Dua hari, Sabtu-Ahad (21-22/7/ 2018).

Acara yang digelar dengan tujuan merekatkan tali Silaturahmi para Pengusaha Muslim yang tergabung dalam IBM tersebut mendapatkan sambutan yang cukup antusias dari 70 peserta yang berasal dari Solo Raya.

“Acara ini Kami gelar untuk merekatkan Ukhuwah dari Alumni Kelas Bisnis yang telah lulus dari IBM,” kata Ketua Panitia Yudi Purnomo kepada Jurnalislam.com disela-sela acara.

Yudi My Sedulur sapaan karib Yudi Purnomo menambahkan ” Kami berharap dengan Acara ini baik dari Pengurus, Anggota dan Dewan Pembina IBM bisa terjalin Sinergi, sehingga Acara ini kami gelar dengan konsep Out Bond” jelasnya.

Senada dengan Ketua Panitia IBC, menurut Nanang Juwanto Ketua IBM menambahkan bahwa IBM adalah lembaga yang bergerak dibidang perekonomian yang berbasis dari Masjid, Sehingga kedepan kami berharap minimal ada satu pengusaha Muslim yang berasal dari Masjid.

Diusianya yang ke 3 Tahun ini IBM terus berusaha merekrut para Pengusaha Muslim untuk bisa bergabung dan bisa mengikuti Kelas Bisnis yang Saat ini sudah meluluskan tiga angkatan yang mana Angkatan yang ketiga baru saja di wisuda sebulan yang lalu.

Pasca Teror Tokoh #2019GantiPresiden, Bang Japar Solo : Jaga Aktivis dan Ulama!

SOLO (Jurnalislam.com) – Sekjen Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) Soloraya ustaz Dadyo Hasto Kuncoro menghimbau kepada umat Islam agar meningkatkan kewaspadaan dan terus melakukan pengawalan terhadap para ulama dan tokoh umat Islam.

Pernyataan itu muncul paska adanya sejumlah teror terhadap tokoh gerakan #2109GantiPresiden yakni Mardani Ali Sera dan ustadzah Neno Warisman beberapa waktu yang lalu.

“Mengajak seluruh elemen agar melindungi Ulama atau Aktivis dan Pejuang Kebenaran serta bersikap waspada dan siaga, agar aksi teror seperti ini bisa dicegah dan diantisipasi serta ditindak sedini mungkin,” ungkapnya kepada Jurnalislam.com, Ahad (22/7/2018).

“Mengajak seluruh elemen perjuangan agar merapatkan barisan dan memperkuat kerjasama, karena musuh kita telah terusik dengan gerakan perjuangan kita,” imbuh ustaz Hasto.

Ustaz Hasto juga meminta agar umat Islam agar terus mengawal kasus yang saat ini sedang ditangani aparat kepolisian tersebut, ia meminta agar masyarakat ikut membantu tugas kepolisian dalam mengungkap dalang dibalik tindakan terorisme itu.

“Meminta dan mengajak masyarakat dan seluruh elemen agar mengawal kasus ini, sampai diketemukan pelaku teror,” pintanya.

Lebih lanjut ia mendesak aparat kepolisian untuk segera menangkap pelaku dan dalang dibalik serangan beruntun yang menimpa tokoh #2019GantiPresiden itu, jika tidak, katanya, rakyat akan curiga adanya keterlibatan pihak pemerintah terhadap kasus tersebut.

“Aksi teror yang dilakukan jika dikarenakan aktivitas mereka dalam memasyarakatkan Gerakan Masyarakat #2019GantiPresiden, Maka ini sebuah tindakan yang harus diusut oleh aparat, karena jika tidak maka opini publik akan mengarah keterlibatan pemerintah yg berkuasa saat ini di belakang aksi teror tersebut,” tandasnya.

Polisi Didesak Ungkap Intimidasi terhadap Mardani dan Neno Warisman

SOLO (Jurnalislam.com) – Ketua Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) Soloraya ustaz Khotibul Umam mendesak aparat kepolisian untuk segera menangkap pelaku intimidasi pelemparan bom molotov di rumah Mardani Ali Sera dan dugaan pembakaran mobil yang dilakukan orang tak dikenal milik ustadzah Neno Warisman beberapa waktu yang lalu.

Kedua tokoh tersebut merupakan penggagas munculnya gerakan #2019GantiPresiden yang ada di Indonesia. Hal itu menimbulkan spekulasi bahwa apa yang dialami kedua tokoh tersebut adalah bentuk pembungkaman terhadap apa yang digelorakan oleh Mardani dan ustadzah Neno Warisman.

“Untuk menjaga kondusifitas masyarakat dan upaya penegakan hukum maka kami meminta agar aparat kepolisian untuk segera mengusut dan membongkar aksi teror ini sampai diketemukan dalang di belakangnya,” katanya dalam pesan siar yang diterima Jurnalislam.com, Ahad (22/7/2018).

“Aksi teror adalah perbuatan tidak terpuji dan pengecut yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab terhadap hak asasi semua orang untuk menyatakan pendapat,” sambung ustaz Khotibul.

Ustaz Khotibul juga mengatakan, jika aparat kepolisian tidak segera mengusut kasus tersebut secara tuntas, maka pihaknya akan melaporkan Kapolri Tito Karnavian kepada DPR RI dan Presiden dikarenakan adanya tebang pilih hukum.

“Kalau kepolisian tidak bersungguh-sungguh mengusut aksi teror ini, maka kami meminta agar Presiden atau DPR RI untuk meminta pertanggung-jawaban Kapolri, karena telah lalai dalam menjalankan tugas nya,” ujarnya.

Selain itu, Bang Japar Soloraya juga meminta aparat kepolisian memberikan jaminan keselamatan kepada kedua korban tersebut, agar kasus yang terkesan ada kesamaan motif dari pelaku itu tidak terulang dan menimpa tokoh atau ulama yang lainnya.

“Meminta agar kepolisian memberi perlindungan dan jaminan keamanan kepada saudara Mardani Ali Sera dan Bunda Neno Warisman sehingga aksi teror ini tidak terjadi lagi,” tandasnya.

Oknum Aparat Penebar Hoaks Fitnah Ormas Islam Solo Akhirnya ‘Dihukum’

SOLO (Jurnalislam.com) – Menindaklanjuti kasus penyebaran berita palsu (hoaks) yang menimpa sejumlah aktifis Islam Soloraya, Kasi Propam Polresta Surakarta AKP. Riyadi memberikan sanksi kepada Babinkamtibnas Sangkrah Hendriawan berupa teguran lisan dan hukuman fisik.

Hendriawan dianggap bersalah karena sebagai pihak yang menyebarkan berita hoaks yang membenturkan pihak aparat TNI dan umat Islam Surakarta. Menanggapi hal itu, Humas Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) mengatakan, bahwa hukuman tersebut jauh dari rasa keadilan terhadap warga sipil.

“Terimakasih kepada Kanit Propam Polresta Surakarta atas tindak lanjut aduan kami, sanksi teguran lisan dan hukuman fisik jauh dari rasa keadilan,” katanya kepada Jurnalislam.com Ahad, (22/7/2018).

Lebih lanjut menurut Endro, pemberian sanksi yang ringan tersebut sangat bertolak belakang dengan apa yang selama ini di gelorakan Kapolres Surakarta tentang perang melawan Hoaks.

“Polresta Surakarta aktif menggelorakan perang melawan hoax, yang dilakukan MH justru kontraproduktif, harusnya sanksi lebih tegas agar anggota polri tidak berbuat fitnah atas laporannya,” ujarnya.

Endro melanjutkan, seharusnya pihak Propam Polresta Surakarta lebih tegas dalam memberikan sanksi tersebut, terlebih sampai saat ini ia belum tau siapa orang yang pertama kali membuat berita hoaks itu.

“Kecewa berat, tidak memandang bahwa fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan, sanksi kode etik, memungkinkan untuk dipecat, kurungan, penundaan jabatan, bukan kaya Pramuka,” pungkasnya

Ribuan Pemukim Ilegal Zionis Yahudi Serbu Masjid Al Aqsha

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Ribuan pemukim ilegal Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsha di Yerusalem Timur yang diduduki untuk memperingati penghancuran bersejarah kuil-kuil Yahudi, yang disebut di Israel sebagai Tisha B’av.

Sumber-sumber Palestina mengatakan bahwa sedikitnya 1.023 pemukim memasuki kompleks itu hari Ahad (22/7/2018) di bawah perlindungan polisi yang ketat, Aljazeera melaporkan.

Kompleks Al-Aqsha, yang menaungi Kubah Batu dan Masjid Al-Aqsha, merupakan situs tersuci ketiga dalam Islam, sementara Yudaisme mengklaim sebagai tempat paling suci mereka.

Yehuda Glick, anggota sayap kanan Knesset Israel, yang berkampanye untuk akses Yahudi ke Masjid Al-Aqsha, terlihat di kompleks itu.

Firas al-Dibis, seorang pejabat Otoritas Wakaf Keagamaan Yerusalem (Religious Endowments Authority) yang dikelola Yordania, mengatakan kepada Anadolu News Agency bahwa polisi Israel menyerbu kompleks sebelum pemukim dan melakukan operasi keamanan dan pencarian.

Mahmoud Abbas Serukan Dunia Turut Campur atas Esakali Militer Israel di Gaza

Al-Dibis juga mengatakan pasukan Israel menolak akses ke Najeh Bakirat, seorang sarjana di Otoritas Wakaf, dan mengizinkan jamaah Muslim di dalam masjid setelah merebut ID (kartu identitas) mereka.

Menurut kantor berita lokal Palestina, seorang bocah Palestina ditangkap setelah mengangkat bendera Palestina di kompleks itu.

Koresponden Al-Jazeera, Mohammed Jamjoom mengatakan bahwa ketegangan meningkat dan situasi mungkin bisa menjadi lebih buruk.

“Kaum Muslim Palestina menganggap ini sebagai provokasi,” katanya dari Yerusalem.

“Bukan hal baru jika ada percikan yang terjadi di daerah itu,” lanjutnya. “Tetapi pada hari seperti hari ini – hari raya yang memperingati banyak bencana dalam sejarah Yahudi – Anda akan melihat lebih banyak pemukim illegal yang ingin mengakses kompleks itu.”

Pada Sabtu malam, ratusan pemukim illegal zionis mengorganisir pawai di dalam tembok Kota Tua dan di gerbang kompleks Al-Aqsa. Mereka melakukan ritual, menari dan meneriakkan slogan anti-Arab dan anti-Muslim.

Rayakan Ritual Yahudi 11 Hari, Pasukan Zionis Tutup Semua Akses Tepi Barat dan Gaza

Walaupun Yahudi diizinkan berkunjung di kompleks itu, pengunjung non-Muslim lainnya dilarang menurut kesepakatan yang ditandatangani antara Israel dan pemerintah Yordania setelah pendudukan ilegal Israel di Yerusalem Timur pada tahun 1967.

Otoritas Israel secara teratur meremehkan status quo dan sering mengizinkan pengunjung Yahudi memasuki situs di bawah penjagaan bersenjata, namun membatasi akses bagi warga Palestina.

Keluar dari Tim Jerman Alasan Rasisme, Mesut Ozil: Apakah Karena Saya Muslim?

BERLIN (Jurnalislam.com) – Pesepakbola Mesut Ozil pada hari Ahad (22/7/2018) mengumumkan pengunduran dirinya dari tim nasional Jerman, dengan alasan “rasisme dan ketidakhormatan.”

Pemain bintang Jerman, yang berasal dari Turki, dikritik oleh politisi dan media Jerman setelah ia bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada bulan Mei, menjelang pemilihan di Turki.

Dalam serangkaian tweet pada hari Ahad, Ozil membela pertemuannya dengan Erdogan selama acara amal di London, mengatakan gambar dengan presiden Turki bukan tentang politik atau pemilihan, Anadolu Agency melaporkan.

“Ini tentang saya menghormati pejabat tertinggi negara keluarga saya,” katanya.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Mesut Ozil

“Apapun hasilnya dalam pemilihan sebelumnya, atau pemilihan sebelum itu, saya masih akan berfoto bersamanya,” tambahnya.

Bintang berusia 29 tahun itu sangat mengecam media Jerman yang mempertanyakan kesetiaannya kepada Jerman, dan menuduhnya, sendirian, atas kegagalan tim nasional di Piala Dunia 2018 di Rusia.

“Saya orang Jerman ketika kami menang, tetapi saya adalah imigran ketika kami kalah,” katanya.

Demi Palestina, Tim Sepak Bola Argentina Batalkan Pertandingan Persahabatan dengan Israel

Ozil meraih 92 caps untuk Jerman sejak debutnya di tahun 2009. Dia adalah pemain kunci dari tim pemenang Piala Dunia 2014 di negara itu.

Piala Dunia 2014, Mesut Ozil

Ozil menyatakan kekecewaannya karena masih menghadapi diskriminasi dan rasisme meskipun ia lahir dan dididik di Jerman.

“Teman saya Lukas Podolski dan Miroslav Klose tidak pernah disebut sebagai orang Jerman-Polandia, jadi mengapa saya orang Jerman-Turki? Apakah ini karena Turki? Apakah karena saya seorang Muslim?” tanyanya.

Kini Giliran Bocah-bocah Muslim Rohingya dapat Dukungan Cristiano Ronaldo

Ozil juga mengecam Presiden Asosiasi Sepakbola Jerman (DFB) Reinhard Grindel karena penganiayaan dan mengejar agenda politik, segera setelah dia dikritik oleh politisi dan media karena bertemu dengan presiden Turki Erdogan.

“Aku dulu memakai baju Jerman dengan kebanggaan, tapi sekarang tidak lagi,” katanya, sambil menambahkan bahwa itu adalah keputusan yang “sangat sulit” baginya.

“Tapi ketika pejabat DFP yang berpangkat tinggi memperlakukan saya seperti itu, tidak menghormati keturunan Turki saya dan secara egois mengubah saya menjadi propaganda politik, maka cukup sudah,” katanya.

“Rasisme seharusnya tidak pernah ada disini,” tegasnya.

Fans Sepak Bola Celtic Kumpulkan Lebih Dari £ 50.000 untuk Amal Palestina

Kepulangan Wakil Presiden Afghanistan ‘Jenderal Dostum’ Disambut Bom, 14 Tewas

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 14 orang telah tewas dan lebih dari 40 orang terluka dalam ledakan bom martir di dekat bandara internasional Kabul yang melanda beberapa menit setelah Wakil Presiden Afghanistan Rashid Dostum kembali ke negara itu setelah lebih dari satu tahun berada di pengasingan, kata polisi.

Jurubicara kepolisian Kabul Hashmat Stanekzai mengatakan ledakan itu terjadi pada hari Ahad (22/7/2018) di dekat pintu masuk bandara utama, di mana para pendukung telah menunggu untuk menyambut Dostum saat iring-iringan mobilnya melintas dalam perjalanan ke pusat kota, lansir Aljazeera.

Dostum, yang bepergian dengan kendaraan lapis baja, tidak terluka dalam ledakan itu, yang diklaim oleh kelompok Islamic State (IS).

“Ledakan itu terjadi tepat setelah konvoi Dostum meninggalkan bandara,” kata Stanekzai.

Warga sipil, termasuk seorang anak, dan anggota pasukan keamanan termasuk di antara korban, menurut Najib Danish, jurubicara kementerian dalam negeri.

Taliban Tegaskan sebagai Wakil Rakyat Afghanistan yang Sah pada Forum Internasional

Dia menambahkan bahwa pembom martir itu diidentifikasi oleh polisi tetapi dia meledakkan rompi peledaknya sebelum dia dapat ditangkap.

Dostum, yang terkait dengan sejumlah pelanggaran hak asasi manusia di Afghanistan, dikerumuni seperti selebritas saat ia meninggalkan pesawat sewaan dari Turki tempat ia tinggal sejak Mei 2017.

Kembalinya Dostum dengan penuh kemenangan sangat kontras dengan kemarahan yang dia hadapi setelah laporan pada tahun 2016 bahwa para pengawalnya menahan saingan politik Ahmad Eshchi dan menjadikannya sebagai sasaran pemukulan, penyiksaan dan kekerasan pelecehan seksual.

Dia membantah tuduhan Eshchi tetapi, di tengah tuntutan internasional bahwa dia harus menghadapi keadilan untuk menunjukkan bahwa para pemimpin politik yang kuat tidak berada di atas hukum, dia meninggalkan negara itu pada Mei tahun lalu, mengatakan dia perlu mencari perawatan medis di Turki.

Pada hari Sabtu, juru bicara Ghani mengatakan tuduhan terhadap Dostum akan ditangani oleh otoritas hukum independen.

Setelah disebut sebagai “panglima perang klasik” oleh Departemen Luar Negeri AS, Dostum telah lama dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang serius.

Tak lama setelah kampanye pimpinan-AS pada tahun 2001, dia dituduh membunuh tahanan Taliban dengan membiarkan mereka dikurung di dalam kontainer kargo yang kedap udara.

Pakistan: Lagi Konvoi Kampanye Pemilu Dihantam Bom, Kandidat Partai Tewas

ISLAMABAD (Jurnalislam.com) – Ledakan martir pada hari Ahad (22/7/2018) menargetkan konvoi kampanye pemilihan di provinsi barat laut Khyber Pakhunkhwa, menewaskan seorang kandidat dan sopirnya, dan melukai lima lainnya.

“Seorang pembom martir meledakkan dirinya di dekat kendaraan Ikramullah Gandapur di daerah Looni Darbar di distrik Dera Ismail Khan, ketika dia dalam perjalanan untuk pemilihan umum di daerah itu,” kata Zahoor Afridi, petugas polisi distrik, kepada Anadolu Agency.

Sopir kandidat tewas di tempat sementara Gandapur menyerah pada luka-lukanya di rumah sakit, Afridi menambahkan.

Gandapur, seorang mantan menteri yang juga merupakan kandidat dari partai politik sayap kanan Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) yang berubah menjadi politisi Imran Khan, ikut dalam pemilihan kursi majelis provinsi dalam pemilihan umum tanggal 25 Juli.

Korban Tewas Serangan Bom Kampanye di Pakistan Meningkat Hingga 149 Orang

Israrullah Khan Gandapur, adik laki-laki Gandapur dan mantan menteri hukum di provinsi Khyber Pakhtunkhwa, juga tewas dalam serangan martir pada 2013.

Juga pada hari Ahad, Akram Khan Durrani, mantan kepala menteri Khyber Pakhtunkhwa dan seorang pemimpin kunci dari aliansi agama lima partai Muttahida Majlis-e-Amal, lolos dari upaya pembunuhan di distrik Bannu.

Menurut polisi, orang-orang bersenjata yang tidak dikenal melepaskan tembakan ke kendaraan Durrani di daerah Mandio, Bannu, ketika dia sedang dalam perjalanan untuk menghadiri pertemuan umum.

Ini adalah serangan kedua terhadap Durrani dalam dua pekan terakhir.

Pada 13 Juli, gerilyawan menargetkan konvoinya dengan sepeda motor yang sarat ledakan, menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai 30 lainnya di Bannu.

Durrani menentang pemilihan Khan di Bannu.

Dua puluh orang terluka dalam serangan granat ketika penyerang tak dikenal menargetkan kantor pemilihan Balochistan Awami Party (BAP) di Quetta, ibukota provinsi barat daya Balochistan, penyiar Express News melaporkan.

Pasukan keamanan menutup daerah itu dan meluncurkan operasi pencarian setelah insiden itu.

Mereka yang terluka dipindahkan ke rumah sakit.

Ini adalah serangan kedua pada BAP dalam 10 hari terakhir.

Serangan granat terpisah di kantor pemilihan PTI di distrik Waziristan Utara menyebabkan 10 orang cedera.

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan hari Ahad tersebut.