Responsive image

Kepulangan Wakil Presiden Afghanistan ‘Jenderal Dostum’ Disambut Bom, 14 Tewas

Kepulangan Wakil Presiden Afghanistan ‘Jenderal Dostum’ Disambut Bom, 14 Tewas

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 14 orang telah tewas dan lebih dari 40 orang terluka dalam ledakan bom martir di dekat bandara internasional Kabul yang melanda beberapa menit setelah Wakil Presiden Afghanistan Rashid Dostum kembali ke negara itu setelah lebih dari satu tahun berada di pengasingan, kata polisi.

Jurubicara kepolisian Kabul Hashmat Stanekzai mengatakan ledakan itu terjadi pada hari Ahad (22/7/2018) di dekat pintu masuk bandara utama, di mana para pendukung telah menunggu untuk menyambut Dostum saat iring-iringan mobilnya melintas dalam perjalanan ke pusat kota, lansir Aljazeera.

Dostum, yang bepergian dengan kendaraan lapis baja, tidak terluka dalam ledakan itu, yang diklaim oleh kelompok Islamic State (IS).

“Ledakan itu terjadi tepat setelah konvoi Dostum meninggalkan bandara,” kata Stanekzai.

Warga sipil, termasuk seorang anak, dan anggota pasukan keamanan termasuk di antara korban, menurut Najib Danish, jurubicara kementerian dalam negeri.

Taliban Tegaskan sebagai Wakil Rakyat Afghanistan yang Sah pada Forum Internasional

Dia menambahkan bahwa pembom martir itu diidentifikasi oleh polisi tetapi dia meledakkan rompi peledaknya sebelum dia dapat ditangkap.

Dostum, yang terkait dengan sejumlah pelanggaran hak asasi manusia di Afghanistan, dikerumuni seperti selebritas saat ia meninggalkan pesawat sewaan dari Turki tempat ia tinggal sejak Mei 2017.

Kembalinya Dostum dengan penuh kemenangan sangat kontras dengan kemarahan yang dia hadapi setelah laporan pada tahun 2016 bahwa para pengawalnya menahan saingan politik Ahmad Eshchi dan menjadikannya sebagai sasaran pemukulan, penyiksaan dan kekerasan pelecehan seksual.

Dia membantah tuduhan Eshchi tetapi, di tengah tuntutan internasional bahwa dia harus menghadapi keadilan untuk menunjukkan bahwa para pemimpin politik yang kuat tidak berada di atas hukum, dia meninggalkan negara itu pada Mei tahun lalu, mengatakan dia perlu mencari perawatan medis di Turki.

Pada hari Sabtu, juru bicara Ghani mengatakan tuduhan terhadap Dostum akan ditangani oleh otoritas hukum independen.

Setelah disebut sebagai “panglima perang klasik” oleh Departemen Luar Negeri AS, Dostum telah lama dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang serius.

Tak lama setelah kampanye pimpinan-AS pada tahun 2001, dia dituduh membunuh tahanan Taliban dengan membiarkan mereka dikurung di dalam kontainer kargo yang kedap udara.

Bagikan
Close X