KH Nonop Hanafi : Ulama Harus Bersatu Agar Tidak Hanya Jadi Objek Politik

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda II Ciamis, KH Nonop Hanafi mengatakan, ulama harus menyatukan pandangan dan langkah dalam menghadapi tahun politik agar tidak dijadikan objek politik.

“Musyawarah ulama nasional ini mengajak semuanya untuk mempersatukan pandangan, sehingga umat menjadi tenang kalau para ulamanya bersatu,” katanya kepada Jurnalislam.com, usai pembukaan Ijtima Ulama di Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakbar, Jumat (27/7/2018) malam.

Selain itu, kata dia, para ulama juga harus tetap menjadi benteng persatuan umat untuk menciptakan kondisi bangsa yang kondusif dan jauh dari intervensi asing.

Baca juga: Ijtima Ulama Untuk Satukan Sikap Umat Hadapi Pilpres 2019

“Konstelasi peta koalisi semakin mengerucut. Karena itu setidaknya para ulama mampu membuat setidaknya adalah rekomendasi agar memunculkan aspirasi harapan umat berkaitan dengan figur calon presiden,” ujar pimpinan Kafilah Jalan Kaki Ciamis – Jakarta pada Aksi 212 ini.

Ia menyayangkan kondisi Indonesia pada tahun politik ini yang hanya menjadikan para ulama sebagai objek politiknya.

“Saat ini memang ulama hanya menjadi objek politik. Diklaim kubu sana-sini yang akhirnya menjadi stampel saja,” tukasnya.

Para ulama, lanjutnya, justru harus menjadi subjek yang mampu memberikan pandangan yang komprehensif kepada umat tentang politik.

“Karena bangsa ini membutuhkan arahan-arahan ulama supaya tetap berada dalam bingkai yang benar,” kata dia.

“Tidak hanya momen menjelang Pilpres. Ada misi jangka pendek dan jangka panjang. Memberikan arahan konstruktif terhadap peta koalisi itu adalah jangka pendek, tapi jangka panjangnya bagaimana mengantisipasi tata kelola negara yang salah sehingga membuat bangsa Indonesia menjadi tidak teratur,” papar Kiai Nonop.

Lebih lanjut, Kiai Nonop mengatakan, sebagai umat Islam terbesar di dunia Indonesia harus menjadi sosok guru bagi dunia Islam lainnya.

“Indonesia harus bangkit, dan itu dapat terwujud apabila ulama mampu sebagai subjek dalam peran-peran berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.

Reporter: Gio

UAS, UAH, UBN Dikabarkan Hadiri Mudzakarah Seribu Ulama di Tasikmalaya

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Mudzakarah Seribu Ulama akan digelar di Gedung Aisyah Jl. Ir. H. Juanda, Kota Tasikmalaya pada hari Ahad 5 Agustus mendatang. Ribuan ulama dan aktivis Islam dari seluruh Indonesia dijadwalkan hadir dalam pertemuan bertajuk “Peran Islam dalam Menjaga Kedaulatan NKRI dan Kepemimpinan Islami” ini.

Ketua Umum Mudzakarah, dr. Isa Ridwan mengatakan, sejumlah ulama besar telah memastikan kehadirannya dalam acara tersebut. Ustaz Abdul Somad, ustadz Adi Hidayat, Ustaz Arifin Ilham, dan Ustaz Bachtiar Nasir dikabarkan akan hadir.

“Ustaz Adi Hidayat, Ustaz Abdul Somad Insya Allah hadir. Kalau ulama kibar (besar) sudah fix itu wasekjen MUI
Ustaz Tengku Zulkarnaen, adapun Kiai Ma’ruf Amin beliau baru menjanjikan Insya Allah mau hadir. Dan yang pasti
Ustaz Bachtiar Nasir sudah fix juga,” kata Dokter Isa kepada Jurnalislam.com, Jumat (27/8/2018) malam.

Ketua Umum Mudzakarah Seribu Ulama di Tasikmalaya, Dr. Isa Ridwan

Dokter Isa juga mengungkapkan, semakin banyak peserta yang mendaftar hingga overload. “Peserta justru kita
overload juga,” kata dia.

Terkait tema yang diusung, Dokter Isa menjelaskan, Mudzakarah Ulama di Tasikmalaya ini akan membahas
persoalan yang lebih luas. Selain soal pilpres 2019, mudzakarah ini lebih menekankan soal tadbikus syariah
(penerapan Syariah) di Indonesia.

“Tema mudzakarah ulama ini tidak untuk jangka pendek seperti Pilpres, tapi kita lebih ke tadbikus syariah. Jadi bagaimana para ulama membuat satu konsep ideal untuk penerapan syariat di Indonesia” tuturnya.

Elemen Umat Islam Tasikmalaya Siap Gelar Mudzakarah Seribu Ulama

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Ketua Umum Mudzakarah Seribu Ulama di Tasikmalaya, dr. Isa Ridwan mengatakan, panitia mudzakarah semakin solid dan siap menyambut pertemuan akbar para ulama pada 5 Agustus mendatang. Kendati demikian, kesiapan panitia itu bukan tanpa rintangan.

Ditemui Jurnalislam.com usai rapat persiapan acara, Dokter Isa mengungkapkan, pada awal pembentukan panitia mudzakarah yang merupakan rangkaian dari Kongres Mujahidin ke-5 ini menghadapi kondisi sulit. Minimnya dukungan moril dan materil nyaris membuat panitia membatalkan pertemuan para ulama ini.

“Kita akuilah, yang namanya punya hajat dana adalah sesuatu yang sangat penting, dan kita terbatas disitu. Volunteer pun awalnya kita sangat terbatas,” kata Dokter Isa kepada Jurnalislam.com saat ditemui usai rapat persiapan mudzakarah di Gedung Aisyah, Jl. Ir. Juanda, Kota Tasikmalaya, Jumat (27/7/2018) malam.

Ketua Umum Mudzakarah Seribu Ulama di Tasikmalaya, dr. Isa Ridwan

Bahkan, kata dia, keterbatasan-keterbatasan itu membuat sebagian panitia awal mundur dari kepanitiaan. “Mereka
mungkin pesimis. Pada awalnya semangat, tapi kemudian menghilang,” ujarnya.

Namun, dengan tekad kuat dan bertawakal kepada Allah, satu bulan sebelum acara dukungan moril dan materil
untuk memenuhi keperluan acara mulai berdatangan. Dokter Isa mengungkapkan, dukungan-dukungan itu mulai berdatangan setelah Idul Fitri.

“Ba’da Iedul Fitri, masya Allah, sesuatu yang sangat luar biasa dan di luar dugaan datang. Yang kesatu, dari
ikhwan-ikhwan komunitas Tasik Bersatu yang menyatakan akan menyiapkan 1000 volunteer untuk membantu mudzakarah ulama ini. saat ini volunteer kita overload,” paparnya.

Kedua, adanya komunitas bikers yang membantu menyiapkan kendaraan untuk keperluan acara. “Bahkan mereka
menyatakan siap menyediakan 1000 kendaraan,” ungkap dokter spesialis ortopedi ini.

Selanjutnya, dukungan laskar dari berbagai ormas Islam dan organisasi kepemudaan di Tasikmalaya. “Sampai hari
ini lebih dari 1000 laskar siap mengawal. Pada awalnya kita kesulitan mencari, sekarang kita kesulitan menolak,”
katanya.

Dokter Isa mengaku, panitia terus mendapat bantuan donasi dalam berbagai bentuk. “Alhamdulillah sampai hari ini sudah dari 20.000 nasi box, tinggal kita atur saja alokasi per harinya,” katanya.

“Ketika Allah sudah menurunkan pertolongan, maka tidak akan ada lagi yang bisa menolak, orang pasti berbondong- bondong untuk membantu,” tutur Dokter Isa.

“Kita yakin kepada Allah, kita hanya memaksimalkan ikhtiar, hasil akhir kita serahkan kepada Allah, dan alhamdulillah kami semakin solid dan siap menyambut dan memuliakan para ulama,” sambungnya.

Dokter Isa menjelaskan, meskipun acara tersebut diinisiasi oleh Majelis Mujahidin akan tetapi kepanitiaan Mudzakarah terdiri dari berbagai elemen masyarakat di Tasikmalaya.

“Ini hajat orang Tasik, jadi kami melibatkan berbagai elemen yang ada di Tasik,” ujarnya.

Mudzakarah Seribu Ulama akan digelar di Gedung Aisyah Jl. Ir. H. Juanda, Kota Tasikmalaya pada hari Ahad 5 Agustus mendatang. Ribuan ulama dan aktivis Islam dari seluruh Indonesia dijadwalkan hadir dalam pertemuan bertajuk “Peran Islam dalam Menjaga Kedaulatan NKRI dan Kepemimpinan Islami” ini.

Di Ijtima Ulama, Habib Rizieq Ingatkan Petahana Bisa Dikalahkan

MEKAH (Jurnalislam.com) – Habib Rizieq Sihab memberikan sambutan pada pembukaan ijtima ulama yang digelar GNPF Ulama di Jakarta, Jumat (28/7/2018). Melalui video jarak jauh, Habib menyampaikan bahwa koalisi keumatan yang tangguh dapat mengalahkan calon incumbent (petahana).

“Belajarlah dari pilkada DKI. Bagaimana keiklasan niat dan kebulatan tekat mampu mengalahkan petahana yang ditopang negara,” kata Habib Rizieq dalam sambutannya.

Ia berharap, Ijtima ulama kali ini dapat memunculkan koalisi keumatan yang tangguh dan siap meruntuhkan keangkuhan rezim saat ini.

“Koalisi yang lahir dari rahim ijtima ini akan didukung oleh gelombang umat yang besar yang selama ini silent majority yang termajinalkan,” ungkapnya.

Karenanya, Habib mengingatkan umat agar selalu optimis karena pada akhirnya lah, kebenaran yang akan menang.

“Karenanya jangan pernah takluk pada kekayaan kebesaran dan kekuatan kezaliman. Ingat saat yg haq sudah tiba maka yg batil akan sirna,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Ijtima Ulama digelar GNPF MUI di Jakarta selama 3 hari (27-29/7/2018). Nampak hadir ratusan tokoh agama dari berbagai daerah se-Indonesia dan juga tokoh politik seperti Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Habib Salim Segaf Al Jufri, Zulkifli Hasan, Yusril Ihza Mahendra, Fadli Zon, dll.

Reporter: Gio

Ini Pesan Perjuangan Habib Rizieq di Pembukaan Ijtima Ulama

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Habib Rizieq Sihab memberikan sambutan pada pembukaan ijtima ulama yang digelar GNPF Ulama di Jakarta, Jumat (28/7/2018). Melalui video jarak jauh, Habib menyampaikan apresiasi dengan adanya ijtima ulama.

“Secara khusus kita sampaikan apresiasi kepada GNPF Ulama,” kata Habib Rizieq. Ia menekankan bahwa ijtima ulama digelar untuk membahas persoalan bangsa di berbagai bidang seperti hUkum, politik, ekonomi dan keumatan.

“Melalui ijtima ini kita berharap memperkuat barisan umat menuju Indonesia berkah. Saya menyerukan agar ijtima mendorong sekuat tenaga untuk menyatukan partai- partai politik yang selama ini berjuang bersama umat melawan tirani kezaliman,” tambahnya.

Habib Rizieq berharap umat merangkul erat partai-partai pendukung umat dan terbuka kepada partai lain yang ingin bergabung memikirkan umat.

“Ayo kita satukan koalisi umat untuk NKRI, Pancasila, dan UUD 1945.Ayo kita satukan mereka dalam gerakan perjuangan melawan komunisme, liberalisme, islam pobia. Ayo duduk bersatu, kedepankan kepentingan bangsa negara dan agama,” tegasnya.

Seperti diketahui, Ijtima Ulama digelar GNPF MUI di Jakarta selama 3 hari (27-29/7/2018). Nampak hadir ratusan tokoh agama dari berbagai daerah se-Indonesia dan juga tokoh politik seperti Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Habib Salim Segaf Al Jufri, Zulkifli Hasan, Yusril Ihza Mahendra, Fadli Zon, dll.

Rencananya, akan ada rekomendasi capres setelah musyawarah ijtima ulama.

Reporter: Gio

Ijtima Ulama Untuk Satukan Sikap Umat Hadapi Pilpres 2019

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua OC Ijtima Ulama, Ustadz IR H. M. Nur Sukma mengatakan, Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional akan melahirkan kesatuan sikap dalam menghadapi Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden tahun depan. Menurutnya, umat wajib mengokohkan kembali persatuan umat, persatuan ulama dan kepatuhan umat kepada keputusan dan arahan ulama.

“Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional ini insya Allah akan melahirkan kesatuan sikap, kesatuan gerak dan kesatuan langkah Ummat Islam dalam menghadapi Pilpres dan Pileg 2019 untuk kemenangan umat Islam dan kemenangan bangsa Indonesia,” jelasnya dalam konferensi pers Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional di Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakbar, Jumat (27/7/2018).

Ia juga menyampaikan kesiapan panitia menyambut para ulama dan tokoh yang datang dengan pelayanan maksimal.

“Kami ingin berkhidmat melayani para ulama, para kiai, para habaib. Kami berusaha memberikan yang terbaik untuk beliau-beliau. Karena beliau adalah para pewaris nabi, dengan berkhidmat di Ijtima’ ini semoga kami semua dapat bagian dari keberkahan yanga akan Allah turunkan untuk NKRI,” pungkasnya.

Sementara itu, ulama Betawi KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i menyatakan, kebangkitan umat Islam pasca 212 telah melahirkan kekuatan ruhiyah dan jasmaniah sangat dahsyat. Kekuatan berupa bersatunya umat Islam, ulama, dan ketaatan umat kepada ulama tersebut merupakan karunia dari Allah.

Bahkan menurutnya, kekuatan dahsyat tersebut telah melahirkan kemenangan nyata, yaitu terpilihnya gubernur usungan umat Islam di DKI Jakarta.

“Atas berbagai karunia Allah tersebut, wajib bagi kita untuk senantiasa mensyukuri semua karunia Allah kepada kita sebagai bangsa Indonesia, dan kita pun wajib senantiasa berharap kepada Allah agar kemenangan-kemenangan berikutnya dapat kita raih untuk keselamatan agama, bangsa dan negara dengan sikap dan upaya nyata untuk mengawal perjalanan kepemimpinan bangsa dan negara kita menuju keridhaan Allah sehingga terlahir baldatun thoyyibatun wa robbun ghofuur,” paparnya.

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) menggelar Ijtima’ Ulama dan Tokoh Nasional di Hotel Menara Peninsula Jakarta, 27-28 Juli 2018. Ratusan ulama dari seluruh Indonesia dikabarkan akan pertemuan akbar yang berlangsung dua hari itu.

Reporter: Gio

GNPF Ulama Gelar Ijtima Ulama Bahas Solusi Persoalan Bangsa

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) menggelar Ijtima’ Ulama dan Tokoh Nasional di Hotel Menara Peninsula Jakarta, 27-28 Juli 2018. Acara pembukaan Ijtima dilaksanakan pada Jumat (27/07/2018) malam rencananya akan dihadiri gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

“600 ulama dan tokoh dari berbagai daerah di Indonesia hadir sebagai peserta Ijtima, sedangkan ada sekitar 500 orang undangan yang kami undang untuk hadir dalam acara pembukaan,” kata Ketua Umum GNPF Ulama yang juga ketua penyelenggara dan penanggung jawab acara, Ustaz Yusuf Muhammad Martak.

Menurutnya, acara ini merupakan salah satu langkah nyata GNPF Ulama untuk mencari solusi bagi persoalan bangsa dan NKRI.

“Sebagai bagian dari bangsa tercinta ini, GNPF Ulama juga ingin memberikan sumbangsih solusi atas persoalan yang sedang terjadi, mulai dari kepemimpinan, ekonomi sampai dengan sosial keagamaan,” ungkapnya.

Dirinya juga menegaskan, diantara hal penting yang akan dibahas para ulama dalam Ijtima’ adalah soal kepemimpinan nasional dan penguatan ekonomi umat.

“Kami ingin memberikan petunjuk bagi umat dalam memilih pemimpin. Apalagi ini menjelang tahun 2019, ada momentum pilpres dan pileg. Umat harus bisa menentukan pilihan pemimpin dan wakil rakyat yang jelas berpihak pada Islam dan kaum muslimin,” paparnya.

Sedangkan untuk persoalan ekonomi, lanjutnya, umat Islam juga harus berdaulat. “Umat Islam jangan hanya menjadi konsumen, tapi harus juga menjadi pelaku ekonomi. Umat Islam juga harus terjun ke sektor-sektor ekonomi, agar terjadi pemerataan kesejahteraan,” jelasnya.

Selain persoalan kepemimpinan nasional dan ekonomi umat, akan dibahas juga strategi dakwah dan persoalan kelembagaan. “Jadi semua itu akan dibahas di masing-masing komisi,” pungkas dia.

Reporter: Gio

Mobilisasi Partisipasi Umat, Peran menentukan 212

Oleh: Alfian Tanjung

Koalisi Jakarta Nasional

Sukses 19 April 2017 merupakan hari bersejarah perjuangan politik Umat Islam di Indonesia. Energi 212, dengan event 2 Desember 2016. Hal tersebut merupakan moment sejarah ketika “Petahana” yang superbody dan yakin 100% menang dengan kekuatan yang relatif “sempurna”, bisa dikalahkan oleh energi perjuangan 212. Sebagai kekuatan Politik berbasis Iman pada Al-Qur’an. Dengan perolehan 3,5 juta suara untuk kemenangan paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Muslim.

Anies-Sandi yang diusung oleh PKS & Gerindra didukung oleh Umat Islam dengan perhitungan 1,5 juta suara pemilih PKS-Gerindra, dan 2 juta suara Umat diluar perolehan suara PKS & Gerindra di DKI Jakarta. Artinya, ketika mobilisasi partisipasi digerakkan oleh “Mesin Politik” Umat. Hasil yang diperolah sangat signifikan.

Dalam Pilkada serentak III, tanggal 27 Juni 2018, energi 212 masih “sangat berpengaruh”. Dari sosok HRS dan dukungan para Ulama dan tokoh pergerakkan Islam secara Nasional. Buktinya ada 12 Provinsi yang “ditopang 212” menang secara telak dan beberapa daerah mengalami lonjakan dukungan. Fenomena Jawa Barat dan Jawa Tengah merupakan fakta riil.

Artinya, koalisi Jakarta yang diperluas plus menjadi pilihan berupa “Koalisi Jakarta Nasional”. Koalisi Jakarta Nasional merupakan ikatan Iman dan kesadaran peran Politik Umat Islam untuk menjadi variabel signifikan dalam memenangkan Jihad Konstitusional. Hal ini harus dipahamkan pada seluruh elemen dan komponen Umat. Dengan ini, koalisi Jakarta Nasional bisa memiliki bargaining politik dalam skala Nasional untuk terpilihnya Presiden atau Wakil Presiden pilihan Umat.

Posisi HRS harus ditopang oleh peran Ulama dan tokoh Umat secara Nasional dan efektifnya MCA (Muslim Cyber Army) dan satuan Laskar Media Sosial lainnya. Keberadaan Media Cetak serta Televisi seperti TVOne, iNewsTV tetap harus “digarap” sesuai batas kemampuan kita.

Pemilu Nasional 2019

17 April 2019, Indonesia baru pertama kali menyelenggarakan Pemilu serentak: Legislatif dan Presiden. Pada kesempatan ini Umat Islam harus mengambil peran secara sungguh-sungguh. Hal ini terkait dengan eksistensi dan misi Dakwah Islam dalam artian yang sesungguhnya.

Pengalaman di Jakarta 19 April 2017 bisa menjadi modal & model yang dimodifikasi secara Nasional. Karena telah terbukti Potensi dan kekuatan Politik Umat Islam masih mencukupi untuk berpartisipasi dalam memenangkan aspirasi Politik Islam. Pengalaman di Jakarta dengan spirit 212 merupakan anugerah Allah SWT yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemenangan aspirasi politik Islam dan Umat Islam dalam Pemilu serentak Nasional pada 17 April 2019.

Merebut Kemenangan

Pemilu Nasional 2019 merupakan ajang perjuangan Politik Umat Islam Indonesia. Hal ini harus dilakukan secara terencana, terukur dam memiliki target kemenangan dalam artian sebenarnya.

Ada beberapa catatan yang bisa menjadi perhatian dan ditindak lanjuti. Hal tersebut adalah:

  1. Spirit 212 harus digelorakan oleh kita semua, baik dengan merefleksikan perjalanan 212 atau dilakukan Reuni 212 per-2 Desember 2018, kebetulan bertepatan dengan hari Ahad. Kegiatan Reuni bisa dilakukan secara tersentralisir atau terdesentralisir. Penulis memiliki usul, diseluruh Provinsi adakan reuni 212 dan didokumentasikan secara baik dan professional.
  2. Sosok HRS sebagai Imam Besar Umat Islam Indonesia harus dipertegas secara formal dan merata secara Nasional. Peran MCA dan mimbar Dakwah sangat membantu mengeksiskan HRS sebagai Imam Besar Umat Islam Indonesia dalam artian yang fungsional dan berskala Nasional. Silahkan ditindaklanjuti oleh kita semua.
  3. Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) harus “mematut diri” sebagai pelayan perjuangan Umat. Dalam moment 17 April 2019 berkonsentrasi sebagai lokomotif dan pelayan perjuangan politik Umat Islam untuk memenangkan Paslon yang ditetapkan oleh Syuro.
  4. Keberadaan Ulama yang tergabung di GNPF-U harus dimaksimalkan di semua lini, event, moment dan kesempatan. Untuk menggelorakan kemenangan aspirasi politik Islam di Indonesia, yang tentunya perlu bahkan harus menjalin hubungan secara “idiologis” dengan organisasi kemasyarakatan dan partai politik yang siap mendukung hasil Syuro kita.
  5. Untuk ikhwan kita yang menyebrang ke “Kubu Cebong”, sebaiknya bahkan selayaknya atau “seharusnya” jangan di aspresiasi secara lisan atau tulisan. Karena dengan “mendiamkan” mereka, tidak usah menyindir, tidak perlu mengarah apalagi menyerang mereka. Kita harus fokus memobilisir partisipasi Umat untuk memenangkan hasil Syuro GNPF-U.

Penutup

Kemenangan di depan mata, pastikan Allah SWT sebagai titik berangkat, rujukan amal dan titik tuju kemenangan kita.

Kesatuan komando dan ketaatan pada pimpinan akan menunjukkan tuahnya dalam wujud kemenangan. Usaha dan Do’a harus terus dipanjatkan, Allah SWT tempat kita mengembalikan segala urusan.

 

Surabaya

Rabu, 25 Juli 2018

[1] Tulisan ini sebagai sumbangsih ide untuk memenangkan aspirasi politik Umat Islam

[2] Penulis adalah Pimpinan Taruna Muslim

Jenderal Pasukan Khusus Syiah Iran Gertak Donald Trump

WASHINGTON(Jurnalislam.com) – Kepala Pasukan Quds Syiah Iran menyerang Presiden Donald Trump dalam pidato pada hari Kamis (26/7/2018), mengatakan, “Jika AS memulai perang Iran akan menghancurkan semua yang Anda miliki.”

Mayor Jenderal Qassem Suleimani – komandan pasukan khusus Garda Revolusi Syiah Iran – memperingatkan AS untuk tidak memulai konflik, membalas komentar yang dibuat oleh Trump awal pekan ini saat ia mengancam Iran.

AS: 9 Orang Iran Bobol Sistem Komputer 320 Universitas di 22 Negara

“Anda yang memulai perang ini, tetapi kami akan menjadi orang-orang yang akan menentukan hasil akhirnya. Karena itu, Anda harus berhati-hati dalam menghina rakyat Iran dan presiden republik kami,” kata saluran berita Iran, Al Alam, lansir Aljazeera.

“Anda tahu kekuatan kami di kawasan dan kemampuan kami dalam perang asimetris. Kami akan bertindak dan kami akan bekerja.”

Suleimani adalah salah satu komandan militer utama Iran, memimpin pasukan khusus Quds yang bertanggung jawab untuk operasi militer rahasia di luar Iran, termasuk keterlibatannya dalam perang di Suriah.

Milisi Syiah Hizbullah dan Iran Tetap Berada di Suriah Sampai Terbebas dari Jihadis

Komentarnya adalah yang terbaru dalam serangkaian pernyataan saling mengancam antara pejabat tinggi Iran dan Amerika.

Awal pekan ini, Presiden Iran Hassan Rouhani memperingatkan rekannya di AS untuk tidak meningkatkan ketegangan dengan Iran, mengatakan konfrontasi dengan Republik Iran tersebut akan menjadi “ibu dari semua perang”.

Ucapan itu diikuti dengan komentar dari Trump dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

Pompeo mengecam para pemimpin agama Iran sebagai “orang munafik” yang katanya lebih tertarik melapisi kantong mereka dan menyebarkan pandangan garis keras ke luar negeri daripada membantu warga yang kekurangan uang.

Inilah 3 Tujuan Pokok Pasukan Amerika di Suriah Sebelum Pulang ke AS

Penasihat Keamanan Nasional Pompeo dan AS John Bolton menggunakan retorika agresif terhadap Iran sejak Trump pada 8 Mei mengundurkan diri dari kesepakatan 2015 untuk menghentikan Teheran mengembangkan senjata nuklir.

Trump mengikuti komentar tersebut dengan men-tweet Rouhani, memperingatkan dia bahwa perang dengan AS akan menjadi bencana bagi negara Iran.

Seorang Pemukim Yahudi Tewas dan 2 Lainnya Terluka oleh Serangan Pisau Palestina

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Dalam ketegangan terbaru antara Israel dan Palestina, seorang penyerang Palestina gugur terbunuh oleh tentara Israel setelah menikam seorang pemukim Yahudi hingga mati dan melukai dua lainnya setelah ia menyusup ke pemukiman illegal Israel di Tepi Barat yang dijajah pemerintah zionis pada hari Kamis (26/07/2018).

Menurut koresponden Al Arabiya, tentara penjajah zionis menembak warga Palestina tersebut ketika dia menyerang para pemukim illegal Yahudi di permukiman Adam yang terletak di antara Yerusalem dan kota Ramallah di Tepi Barat.

Tidak ada komentar langsung dari pejabat Palestina.

Pemukim Ilegal Yahudi Sekarat dalam Serangan Pisau

Kantor berita Reuters melaporkan sebelumnya bahwa petugas medis merawat tiga orang, kata petugas ambulans Israel, Magen David Adom. Salah satunya berada dalam kondisi kritis dan satu orang lainnya menderita luka serius. Orang ketiga terluka ringan.

“Seorang Palestin menyusup ke dalam komunitas dan menikam tiga warga pemukim. Orang itu ditembak dan tewas,” kata militer zionis.

Ketegangan Israel-Palestina telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Sedikitnya 140 warga Palestina telah dibunuh di Jalur Gaza oleh tembakan pasukan penjajah Israel dalam demonstrasi perbatasan pekanan. Israel mengatakan Hamas, kelompok Islam yang memerintah Gaza menggunakan aksi protes untuk menutupi serangan lintas perbatasan. Hamas membantah tuduhan ini.

Mahmoud Abbas Serukan Dunia Turut Campur atas Esakali Militer Israel di Gaza

Pejuang Palestina dalam beberapa pekan terakhir telah menembakkan ratusan roket ke Israel dari Gaza dan melepaskan tembakan ke arah pasukan Israel di seberang perbatasan, menewaskan sedikitnya satu tentara zionis dan dibalas dengan serangan udara dan tank Israel yang mematikan.

Perundingan perdamaian antara Israel dan Palestina runtuh pada tahun 2014 setelah penjajah Israel membombardir warga Palestina di Gaza melalui serangan udara

Palestina ingin mendirikan sebuah negara di Jalur Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur, wilayah yang Israel kuasai dalam perang Timur Tengah 1967.

Israel menarik diri dari Gaza pada 2005, mencaplok Jerusalem Timur dalam sebuah langkah yang tidak diakui secara internasional dan mecengkram kendali atas lebih dari separuh Tepi Barat, di mana Palestina memiliki pemerintahan sendiri yang terbatas akibat penjajahan oleh Israel.