Jenderal Pasukan Khusus Syiah Iran Gertak Donald Trump

Jenderal Pasukan Khusus Syiah Iran Gertak Donald Trump

WASHINGTON(Jurnalislam.com) – Kepala Pasukan Quds Syiah Iran menyerang Presiden Donald Trump dalam pidato pada hari Kamis (26/7/2018), mengatakan, “Jika AS memulai perang Iran akan menghancurkan semua yang Anda miliki.”

Mayor Jenderal Qassem Suleimani – komandan pasukan khusus Garda Revolusi Syiah Iran – memperingatkan AS untuk tidak memulai konflik, membalas komentar yang dibuat oleh Trump awal pekan ini saat ia mengancam Iran.

AS: 9 Orang Iran Bobol Sistem Komputer 320 Universitas di 22 Negara

“Anda yang memulai perang ini, tetapi kami akan menjadi orang-orang yang akan menentukan hasil akhirnya. Karena itu, Anda harus berhati-hati dalam menghina rakyat Iran dan presiden republik kami,” kata saluran berita Iran, Al Alam, lansir Aljazeera.

“Anda tahu kekuatan kami di kawasan dan kemampuan kami dalam perang asimetris. Kami akan bertindak dan kami akan bekerja.”

Suleimani adalah salah satu komandan militer utama Iran, memimpin pasukan khusus Quds yang bertanggung jawab untuk operasi militer rahasia di luar Iran, termasuk keterlibatannya dalam perang di Suriah.

Milisi Syiah Hizbullah dan Iran Tetap Berada di Suriah Sampai Terbebas dari Jihadis

Komentarnya adalah yang terbaru dalam serangkaian pernyataan saling mengancam antara pejabat tinggi Iran dan Amerika.

Awal pekan ini, Presiden Iran Hassan Rouhani memperingatkan rekannya di AS untuk tidak meningkatkan ketegangan dengan Iran, mengatakan konfrontasi dengan Republik Iran tersebut akan menjadi “ibu dari semua perang”.

Ucapan itu diikuti dengan komentar dari Trump dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

Pompeo mengecam para pemimpin agama Iran sebagai “orang munafik” yang katanya lebih tertarik melapisi kantong mereka dan menyebarkan pandangan garis keras ke luar negeri daripada membantu warga yang kekurangan uang.

Inilah 3 Tujuan Pokok Pasukan Amerika di Suriah Sebelum Pulang ke AS

Penasihat Keamanan Nasional Pompeo dan AS John Bolton menggunakan retorika agresif terhadap Iran sejak Trump pada 8 Mei mengundurkan diri dari kesepakatan 2015 untuk menghentikan Teheran mengembangkan senjata nuklir.

Trump mengikuti komentar tersebut dengan men-tweet Rouhani, memperingatkan dia bahwa perang dengan AS akan menjadi bencana bagi negara Iran.

Bagikan
Close X