Bocah Palestina Meninggal Dihantam Tabung Gas Israel di Kepala

GAZA (Jurnalislam.com) – Seorang remaja Palestina tewas oleh tabung gas pasukan penjajah Israel yang dilemparkan ke arah peserta aksi protes di sepanjang perbatasan utara wilayah itu dengan Israel, kata otoritas kesehatan Gaza.

Juru bicara kementerian, Ashraf al-Qidra mengatakan bahwa Ahmed Abu Habel, 15, meninggal pada hari Rabu (3/10/2018) ketika tabung gas air mata mengantam kepalanya di dekat pos pemeriksaan antara Israel dan Jalur Gaza.

Dua puluh empat lainnya terluka, al-Qidra menambahkan.

Baca juga: 

Militer Israel tidak mengomentari insiden spesifik itu tetapi seorang juru bicara mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa tentara telah “menembakkan amunisi hidup sesuai dengan aturan keterlibatan” ketika para pemrotes berkumpul di sepanjang perbatasan.

Insiden ini terjadi setelah warga Gaza melakukan demonstrasi selama berbulan-bulan di sepanjang pagar perbatasan dengan Israel menuntut hak atas tanah leluhur mereka sejak mereka diusir 70 tahun yang lalu.

Pawai Besar The Great March of Return memuncak pada 15 Mei untuk memperingati peristiwa yang disebut warga Palestina sebagai Nakba, atau Bencana – sebuah referensi untuk pengusiran paksa 750.000 warga Palestina dari rumah dan desa mereka untuk membuka jalan bagi berdirinya negara Israel pada tahun 1948.

Baca juga: 

Sejauh ini, lebih dari 195 orang Palestina telah terbunuh di Gaza, salah satu tempat paling padat penduduknya di Palestina.

Seorang tentara Israel tewas sejak protes dimulai pada 30 Maret.

Jumat lalu, tujuh pengunjuk rasa gugur oleh tembakan pasukan zionis Yahudi, termasuk anak-anak berusia 12 dan 14 tahun.

Ini adalah hari paling berdarah sejak protes 14 Mei ketika lebih dari 60 warga Palestina tewas di Gaza selama protes terhadap peresmian kedutaan AS di Yerusalem.

Kebohongan dalam Pusaran Politik

Oleh: Beggy Rizkiansyah, anggota Jurnalis Islam Bersatu

POLITIK tanah air tiba-tiba saja gempar. Media sosial ramai dengan suara keprihatinan atas penganiayaan aktivis nasionalis Ratna Sarumpaet. Namun dalam sekejap, kenyataan berbalik arah. Ratna mengaku berbohong. Tidak ada penganiayaan apa pun terhadap dirinya. Pengakuannya itu bak petir di siang bolong. Lantaran, calon Presiden Prabowo Subianto dan barisan oposisi telah memercayai pengakuan Ratna.

Kebohongan adalah kisah hidup yang mengiringi keseharian di tengah masyarakat. Penipuan dalam perdagangan hingga bohong-bohong dalam obrolan bisa jadi mewarnai keseharian kita. Tetapi dalam politik lain lagi ceritanya. Ia memiliki dampak luas. namun siapa sangka, kebohongan telah memperdaya kehidupan politik negeri ini sejak lama.

Tak perlu canggih, kebohongan kadang dalam bentuknya yang dangkal. Presiden Soekarno misalnya, pernah terperdaya oleh dua orang rakyat jelata. Soekarno pernah tertipu dua orang yang mengaku Ratu Markonah dan Raja Idrus. Mereka mengaku sebagai raja dan ratu suku Anak Dalam. Mengaku ingin memberi harta benda bagi negara. (Kompas, 26 Februari 2017)

Raja Idrus dan Ratu Markonah pun diterima oleh Presiden Soekarno di Istana. Media sempat meliput besar-besaran peristiwa tersebut. Hotel berbintang, restoran mewah dan liburan ke Bali telah disiapkan menyambut Raja Idrus dan Ratu Markonah. (Viva.com : 2015)

Publik tanah air dibuat tercengang. Seseorang mengenali Idrus sebagai penarik becak. Sementara Markonah adalah pelacur dari Tegal, Jawa Tengah. Konyolnya, kebohongan terhadap Presiden Soekarno ini terjadi di masa jayanya sebagai pemimpin besar revolusi yang otoriter.

Beberapa tahun kemudian, Harian Kompas edisi 9 Agustus 1968 memberitakan “Raja” Idrus ditangkap di Kotabumi, Lampung, karena mengaku sebagai anggota Intel Kodam V Jaya. Sedangkan Markonah seperti diberitakan Kompas 21 Agustus 1968, sedang menjalani hukuman akibat terlibat dalam prostitusi di Pekalongan, Jawa Tengah. (Kompas, 26 Februari 2017)

Kebohongan yang konyol bukan saja hinggap di elit orde lama. Di era orde baru, pada akhir 1970-an, seorang wanita bernama Cut Zahara Fona (26 tahun) mengaku mengandung bayi ajaib. Ia mengaku bayi dalam kandungannya bisa diajak bicara bahkan bisa mengaji. (Kompas, 26 Februari 2017)

Orang berbondong-bondong mencoba mendengarkan suara janin dalam perut Cut Zahara. Bahkan politisi dan mantan Wakil Perdana Menteri era Orde lama yang kemudian menjadi Wakil Presiden RI, Adam Malik ikut mendengarkan suara dari perut perempuan tersebut.(detik.com; 2008)

Kedok Zahara baru terkuak setelah Tim Ikatan Dokter Indonesia memeriksanya di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD) pada 13 Oktober 1970. Perempuan itu mengatakan bayinya menolak. Sepekan kemudian Cut Zahara kembali diperiksa Tim Dokter RSCM. Mereka kemudian mengatakan, tak ada janin dalam perut perempuan itu. (Kompas, 26 Februari 2017)

Aktivitas bayi ajaib ini akhirnya terbongkar setelah Polisi Komdak XIII Kalimantan Selatan menemukan tape recorder di balik pakaian Cut Zahara. Polisi menyita tape recorder EL 3302/OOG berikut kaset rekaman suara tangisan bayi dan bacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an. (Kompas, 26 Februari 2017)

Hembusan angin reformasi tak membuat pejabat menjadi pintar. Menteri Agama era Presiden Megawati, Said Agil Husin al-Munawar pernah memerintahkan penggalian di situs bersejarah Komplek Prasasti Batu Tulis, Bogor. Said Agil mengaku di komplek tersebut terdapat harta karun yang dapat bernilai besar, setidaknya dapat membayar hutang negara. (Tempo Interaktif: 2003)

Penggalian tersebut dipimpin langsung Sang Menteri Agama. Tak lama tindak tanduknya diketahui warga dan media massa. Penggalian tersebut mengundang protes warga Bogor. Menurut Said Agil, penggalian harta karun itu berdasarkan informasi dari seseorang yang datang kepadanya.

Orang tersebut mengatakan kepada Said Agil bahwa di bawah tanah wilayah Batu Tulis tersimpan peninggalan harta Prabu Siliwangi. Lantas, Said Agil kemudian meneruskannya kepada Presiden Megawati Sukarnoputri. Megawati kemudian menunjuk Said Agil untuk memimpin pencarian harta karun itu.”Saya terpilih sebagai orang yang diberi amanah untuk bisa mengembalikannya kepada negara,” katanya. (Tempo Interaktif: 2003)

Penggalian akhirnya dihentikan. Menurut Said Agil, ada pihak-pihak terkait yang menginginkan pembagian harta karun itu untuk pribadi. “Ada yang tidak ikhlas sehingga hartanya keburu raib,” tukas Said Agil. (Tempo Interaktif: 2003)

Bukan hanya bisikan gaib, tetapi spekulasi, jika tak ingin disebut kabar bohong juga mewarnai pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kantor Staf presiden bidang bencana dan bantuan sosial pernah mengagetkan masyarakat. Staf Presiden bidang Bencana dan Bantuan Sosial, Andi Arief, yang kini bercokol di Partai Demokrat, mengatakan bahwa ada bangunan berbentuk piramida di Garut. Menurutnya, piramida tersebut berusia lebih tua daripada di Mesir. (Rakyat Merdeka Online: 2011)

“Dari beberapa gunung yang di dalamnya ada bangunan menyerupai piramid, setelah diteliti secara intensif dan uji karbon dating, dipastikan umurnya lebih tua dari Piramida Giza,” ujar Staf Khusus Presiden bidang Bencana dan Bantuan Sosial Andi Arief.

Kontan komentar Andi Arief menuai kontroversi. Peneliti Balai Arkeologi Bandung Lutfhi Yondri yang sudah melakukan penelitian ke situs Lalakon, Padang dan Sadahurip mengatakan hasil sementara pihaknya tidak menemukan indikasi struktur yang dibangun di masa lalu. Jika situs tersebut merupakan piramid tertinggi di dunia ,menurut Luthfi seharusnya ada jejak teknologi manusia. (Bisnis.com : 2012)

Bukan kabar bohong atau kebohongan yang konyol saja yang menimpa para politisi. Tetapi juga kabar bohong politik yang yang mengakibatkan dampak fatal. Salah seorang pemimpin militer yang terlibat Pemberontakan Partai Komunis di Indonesia (PKI) di Madiun tahun 1948 melakukan kesalahan fatal karena salah satunya memercayai kabar bohong soal Red Drive Proposal.

Isu Red Drive Proposal menyebutkan bahwa terjadi pertemuan antara Soekarno, Hatta, Soekiman dan Mohammad Natsir dengan delegasi Amerika Serikat, Merle Cochran dan Gerard Hopkins pada 21 Juli 1948. Red Drive Proposal disebut-sebut sebagai usulan pembasmian komunis yang salah satu isinya, Amerika menjanjikan 56 juta dollar AS kepada pemerintah RI untuk menghancurkan PKI.

Mantan Gubernur Front Nasional Madiun yang terlibat pemberontakan Madiun meyakini adanya Red Drive Proposal. “Jadi memang masalah Red Drive. Memang yang ditonjolkan supaya orang-orang kiri keluar dari pemerintah. Itu sebabnya Hatta sama sekali tidak mau menempatkan orang dari sayap kiri. Satu kursi pun yang ditawarkan ndak! Ndak mungkin,” tegas Soemarsono.

Red Drive Proposal diyakini para ahli sejarah tak ada. Tak ada bukti yang mampu menunjukkan dokumen itu. Meski demikian, mitos Red Drive Proposal menjadi salah satu faktor yang mendorong pemberontakan Madiun dan menyeret korban ke dalam lubang keganasan PKI pada tahun 1948. (Andi Ryansyah: 2017)

Kabar bohong, disinformasi, atau gosip saat ini seringkali disederhanakan menjadi istilah hoax. Padahal tak semuanya bermakna sama. Lebih fatal lagi, ketika sebagian yang mendapuk pegiat anti-hoax merasa bahwa pernyataan resmi pemerintah sebagai kebenaran. Padahal kita sama-sama tahu, pemerintahan George Bush Jr. di AS menyebarkan hoax tentang senjata pemusnah massal di Irak sebagai dalih untuk penguasaan minyak. Hoax rezim bush ditelan baik oleh masyarakat sipil maupun oleh jurnalis tanpa daya kritis yang memadai. (Lance W. Bennet: 2007) Apalagi di Amerika Serikat, Presiden Donald Trump menuduh berita yang tak sejalan dengannya sebagai pembuat berita bohong.

Kekeliruan semacam ini nampaknya berakar dari ketidakpahaman mengenai konsep kebenaran dalam informasi dan mengecilkan peran jurnalis sebagai verifikator informasi. Fatalnya, kemalasan jurnalis membuat berita bohong menjadi lebih massif penyebarannya.

Dalam kasus Ratna Sarumpaet, alih-alih melabeli hoax, nampaknya lebih tepat jika kita menyebutnya pembohongan publik. Kabar penganiayaan tidak datang dari sumber gaib. Ratna sendiri yang menyebarkan informasi tersebut. Informasi ini kemudian diangkat oleh media massa arus utama. Berita ini kemudian dianggap dan disebarkan sebagian masyarakat sebagai informasi yang benar.

Craig Silverman dalam Lies, Damn Lies and Viral Content (2015) mengatakan bahwa “…faktor lain yang membantu tingkat kepercayaan dari rumor secara spesifik terkait dengan pers. Satu penelitian menemukan bahwa “rumor menjadi masuk akal ketika didukung pemuatan yang otoritatif dan sebuah sumber media dari rumor tersebut berasal.” (Carig Silverman: 2015)

Maka ketika masyarakat menyebarkan berita penganiayaan Ratna Sarumpaet, mereka didukung oleh informasi dari pers. Prabowo dan timnya pun turut dibohongi oleh Ratna. Ketergesaan Prabowo membuatnya dengan mudah tertipu oleh Ratna.

Tertipunya para elit, terlebih dalam konteks rumor politik bukanlah hal baru, meski itu juga bukan hal yang benar. Satu kebohongan atau pembohong masuk istana telah terjadi sejak lama. Sejak era Soekarno hingga para figur di lingkaran istana. Presiden Jokowi bahkan pernah mengundang Afi Nihaya Faradisa, yang belakangan diketahui melakukan plagiarisme. (Suara.com: 2017) Padahal media massa telah merayakan karya dan kemampuan menulis Afi.

Menjadi korban kebohongan politik termasuk untuk seorang presiden, politisi atau figur politik lainnya, nampaknya bukan hal yang aneh, meski harus disayangkan. Tetapi seorang presiden, pejabat publik, atau politisi yang melakukan kebohongan publik, adalah satu hal yang patut dikecam.

Dalam beberapa hal, ingkar terhadap janji-janji semasa kampanye termasuk satu kebohongan terhadap publik. Bukankah hal ini yang harus kita kecam? Berbohong dalam politik menjadi intrik yang berbahaya. Bukan saja kredibilitas yang menjadi taruhannya. Tetapi juga nasib rakyat ikut terombang-ambing di dalamnya.

ITB Persiapkan Bantuan Perangkat Mitigasi Bencana

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Institut Teknologi Bandung (ITB) mengirimkan bantuan makanan, handuk, perlengkapan bayi, dan obat-obatan kepada korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Bantuan tersebut dikirimkan melalui Posko Bantuan TNI AU untuk Palu Di Bandara Halim Perdanakusuma.

Direktur Administrasi Umum, Dra. Binarti Dyah Pertiwi, mengatakan pengiriman barang bantuan bencana Palu dari ITB ke Posko Bantuan di Halim Perdanakusuma dibantu semua pihak. Ia berharap bantuan tersebut bisa bermanfaat bagi para korban.

Binarti mengatakan ITB juga menyiapkan bantuan pascagempa lainnya. Terutama yang berhubungan dengan teknologi yang bisa dimanfaatkan warga ke depannya pasca bencana.

“Bantuan lain yang disiapkan tim ITB, yaitu teknologi penyediaan air bersih, prototipe rumah tahan gempa, early warning system, dan mitigasi bencana,” ujarnya seperti dalam siaran persnya Rabu (3/10) lansir Republika.co.id.

Bantuan akan segera dilanjutkan sesuai bidang kepakarannya masing-masing. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami sudah bisa menyampaikan data geospasial bagi yg membutuhkan,” ujar Prof. Ketut Wikantika dari Kelompok Keahlian Inderaja dan Sains Informasi Geografis, yang ikut hadir di rapat LPPM, di CRCS ITB lantai 7.

Bantuan kepakaran nantinya akan dikoordinasikan dengan Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) di ITB sebagai bentuk upaya pemulihan korban bencana di Palu, Donggala dan sekitarnya.

Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Alumni, dan Komunikasi ITB, Miming Miharja mewakili civitas akademika ITB juga menyampaikan duka cita atas bencana tersebut. Diharapkan para korban bisa tabah dan segera mendapatkan bantuan.

“Pimpinan dan Sivitas Akademik Institut Teknologi Bandung menyampaikan belasungkawa dan rasa prihatin yang mendalam atas bencana gempa dan tsunami di Donggala, Palu, dan wilayah sekitarnya,” ujar Miming.

Seperti diketahui Bencana Gempa dengan magnitudo 7,4 SR diikuti Tsunami diketahui melanda Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pada hari Jumat, 28/9. Ribuan orang dikabarkan meninggal dunia dan mengalami luka-luka akibat tertimpa runtuhan bangunan dan gelombang tsunami yang menerjang kawasan Palu dan Donggala.

 

Gunung Soputan di Sulawesi Utara Meletus

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan Gunung Soputan, Sulawesi Utara erupsi, Rabu (3/10) pagi. Tinggi kolom abu mencapai 4.000 meter di atas puncak. Saat ini Gunung Soputan di level III berstatus (siaga).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengakui, erupsi Gunung Soputan terjadi Rabu, 3 Oktober 2018 pukul 08.47 WITA.

“Pengamatan Gunung Soputan PVMBG melaporkan tinggi kolom abu vulkanik teramati sekitar 4.000 meter di atas puncak kawah atau 5.809 m di atas permukaan laut,” ujarnya lansir Republika.co.id, Rabu (3/10) pagi.

Sementara itu, kata dia, Kolom abu dengan tekanan kuat teramati berwarna kelabu hingga coklat dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 39 mm dan durasi sekitar 6 menit.

Ia menambahkan, hujan abu vulkanik diperkirakann jatuh di daerah di barat-barat laut Gunung Soputan. Kendati demikian, kondisinya Volcano Observatory Notice of Aviation (VONA) Orange.

“Artinya tidak mengganggu penerbangan. Bandara Internasional Sam Ratulangi di Kota Manado tetap beroperasi normal,” katanya.

Hingga kini, dia menambahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih melakukan pemantauan dan belum ada laporan dampak letusan Gunung Soputan.

Ia menambahkan, saat ini Gunung Soputan berada pada Status Level III (Siaga).

“Karena itu, masyarakat diminta agar tidak beraktivitas di seluruh area di dalam radius 4 km dari puncak Gunung Soputan dan di dalam area perluasan sektoral ke arah Barat-Baratdaya sejauh 6,5 km dari puncak yang merupakan daerah bukaan kawah untuk menghindari potensi ancaman guguran lava maupun awan panas,” ujarnya.

Masyarakat di sekitar Gunung Soputan juga dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut. Tujuannya guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi ancaman aliran lahar yang dapat terjadi setelah terjadinya erupsi yaitu dimana material erupsi terbawa oleh air, terutama pada sungai-sungai yang berhulu di sekitar lereng Gunung Soputan, seperti di antaranya Sungai Ranowangko, Sungai Lawian, Sungai Popang dan Londola Kelewahu.

Hingga kini, kata dia, Pos pengamatan Gunung Soputan terus memantau aktivitas vulkanik dan masyarakat belum perlu mengungsi karena masih aman.

Sumber: republika.co.id

 

Cerita Pilu Korban Gempa: Sudah Menderita, Dijarah Pula

PALU (Jurnalislam.com) – Pepatah ‘sudah jatuh tertimpa tangga’ tampaknya sudah tidak bisa mewakili nasib para pengungsi gempa Palu. Bagaimana tidak, sebagai korban gempa, mereka malah tidak memperoleh perlakuan semestinya, malah bisa dibilang tragis dan dibiarkan mati perlahan.

Seperti yang dialami oleh warga Dusun Bamba, Kelurahan Panau, Kecamatan Taweli, Kota Palu. Rumah mereka hancur diguncang gempa dan diterjang tsunami. Banyak anggota keluarga mereka meninggal.

‘’Di sini sudah ada 30 mayat yang ditemukan. Masih ada beberapa lagi yang belum (ditemukan,red). Dibawah reruntuhan tampaknya,’’ungkap Tokoh Dusun Bamba, Muhammad Syukur Lemba.

Tak sempat mereka meratapi kepergian anggota keluarganya, warga di sini malah dihadapi persoalan baru.

Sejak gempa berkekuatan 7,4 skala richter mengguncang Kota Palu pada Jumat (29/9), mereka kesulitan untuk memperoleh makanan.

Ironisnya, letak dusun mereka hanya sepelemparan batu dari Pelabuhan Pantoloan, lokasi penurunan bantuan logistik yang melalui jalur laut.

‘’Truk-truk pengangkut bantuan hanya lewat saja. Tidak ada yang berhenti dan membagikan makanan,’’keluh Syukur Lemba.

Suasana Dusun Bamba

Padahal, hingga Rabu (3/10) ini, warga Dusun Bamba hanya bisa bertahan hidup mengandalkan makanan seadanya.

Pisang, ubi dan kacang-kacangan yang mereka makan. Minum pun berasal dari air sungai yang mereka masak dan diendapkan. Padahal, diantara warga, terdapat banyak bayi dan orang tua lanjut usia (lansia).

Pakaian pun, kata Syukur Lemba, hanya yang melekat di badan saja yang mereka miliki.

‘’Semuanya habis tertimpa reruntuhan dan terjangan tsunami,’’jelas dia.

Suasana Dusun Bamba

Penderitaan lainnya yang tak kalah pedih adalah stigma pengungsi sebagai penjarah. Padahal, kata dia, yang melakukan penjarahan itu didominasi oleh orang luar Kota Palu.

‘’Masa yang menjarah ada yang bawa mobik, truk, bahkan ada yang masuk lewat jalur laut,’’ ujar pria yang sudah berusia lanjut ini dengan nada tinggi.

Menurut dia, para pengungsi, terutama yang berasal dari Dusun Bamba mengungsi ke arah pegunungan. Sekalinya turun, mereka hanya datang ke rumah untuk mencari barang-barang yang tersisa, khususnya makanan dan pakaian.

Tak hanya itu, mereka pun hanya datang untuk mencari sanak saudara yang masih belum ditemukan, apakah masih hidup atau meninggal dunia.

‘’Kami masih trauma, jadi belum kepikiran harus saling baku rampas (rebutan,red).Jadi kita dimanfaatkan dengan cara begini kami tidak senang,’’ujar dia.

Kepedihan lainnya adalah ternyata ada penjarah dari luar dusun yang datang untuk menjarah barang-barang berharga yang tertinggal di reruntuhan.

‘’Kebanyak mencari perhiasan emas dari reruntuhan rumah kami,’’ungkap dia.

Oleh karena itu, Syukur Lemba mengajak warga lainnya untuk mulai menjaga reruntuhan rumah dari para penjarah. Akses jalan menuju dusun mereka dipasangi portal. Jadi, setiap ada orang asing yang datang past langsung ditanya. Sama seperti ketika tim dari Yayasan Harapan Amal Mulia datang ke lokasi.

Tapi, setelah dijelaskan maksud dan tujuan kehadiran tim Amal Mulia, demikian Yayasan Harapan Amal Mulia biasa disebut, warga Dusun Bamba menjadi ramah dan menyambut dengan hangat.

‘’Bantu kami pak. Kalau ada bantuan, makanan dan minuman, langsung kirim ke sini saja. Kami tidak pernah mendapat bantuan apapun. Kami kesulitan,’’ungkap Zain, warga Dusun Bamba lainnya.

Zain yang kehilangan sang nenek, Bahurin (60) akibat musibah gempa dan tsunami ini mengaku terus berusaha memperoleh bantuan makanan dan minuman untuk keluarganya. Tapi hingga kini belum juga ia dapatkan.

‘’Kami hanya minta tidak dilupakan,’’pungkas dia.

Reporter : Saifal / INA News Agency/ Jurnalis Islam Bersatu (JITU)

Dolar Naik, Harga Mobil Ikut Naik

JAKARTA – Meski dua penguasa terbesar pasar otomotif telah menaikkan harga sejumlah modelnya, PT Honda Prospect Motor (HPM), agen pemegang merek mobil Honda, masih bertahan untuk tidak melakukan penyesuaian harga.

Marketing & After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy mengungkapkan, pihaknya belum menaikkan harga kendaraan bermotor mobil yang diproduksi atau dirakit di dalam negeri.

Perusahaan, lanjutnya, juga saat ini belum memutuskan untuk menaikkan harga kendaraan roda empatnya pada sisa tiga bulan tahun ini. “Belum diputuskan saat ini,” katanya kepada Bisnis, Selasa (2/10/2018).

Menurutnya, perusahaan tidak mau serta-merta menaikkan harga kendaraan bermotor mobil akibat penguatan dolar Amerika Serikat terhadap rupiah meskipun memiliki pengaruh cukup besar terhadap biaya produksi.

Perusahaan masih memantau stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Adapun terkait dengan pengaruh harga kendaraan Honda akibat implementasi Euro 4, dia mengklaim model-model Honda sudah memenuhi standar tersebut sejak lama.

Sebelumnya, Jonfis mengungkapkan pihaknya telah melakukan penyesuaian harga kendaraan bermotor mobil yang diimpor secara utuh atau completely built-up (CBU) dari negara lain.

Toyota dan Daihatsu per 1 Oktober telah memutuskan untuk menaikkan harga beberapa model mobilnya, dengan alasan masing-masing yang sedikit berbeda.

Toyota Astra Motor, agen pemegang merek Toyota, beralasan bahwa penaikan harga tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama pelemahan rupiah. Adapun Astra Daihatsu Motor, agen pemegang merek Daihatsu, menyatakan bahwa kenaikan harga mobil Daihatsu murni karena implementasi standar Euro 4, yang menuntut adanya penambahan komponen mobil seperti catalityc converter.

sumber : bisnis.com

 

White Helmets Kini Jadi Target Pasukan Assad dan Rusia (wawancara khusus bag. 3)

ANKARA (Jurnalislam.com) – Raed al-Saleh, kepala White Helmets (Pertahanan Sipil Suriah), mengatakan kepada Anadolu Agency, bahwa kelompok mereka telah ditargetkan dengan tuduhan palsu oleh Rusia dan negara-negara lain karena mengumpulkan bukti tangan pertama atas kekejaman yang dilakukan oleh rezim Assad dan sekutu-sekutunya.

The White Helmets telah berjuang melawan dua pertarungan terpisah pada saat yang bersamaan. Ketika mencoba menyelamatkan warga sipil dari pemboman, mereka juga menghadapi bahaya karena mereka berubah menjadi “target yang sah dan terbuka” oleh rezim Syiah Bashar al-Assad dan Rusia.

Di sisi lain, mereka melawan kampanye kotor dan pencemaran nama baik, al-Saleh dari White Helmets, atau Pertahanan Sipil Suriah, berbicara kepada Anadolu Agency tentang upaya mereka untuk kemanusiaan.

Baca juga: 

Transparansi, rasa hormat

Tanya: Hubungan apa yang Anda miliki dengan negara atau organisasi yang membiayai pekerjaan Anda?

Al-Saleh: Hubungan kami dengan teman dan mitra yang mendukung kami didasarkan pada saling menghormati. Dalam kerangka ini, tidak ada yang bisa memaksakan kondisi (syarat) pada kita.

Pekerjaan kami dengan organisasi didasarkan pada prinsip transparansi. Dan kami beroperasi sesuai dengan keadilan dan akuntabilitas.

Kami mempertanyakan siapa pun yang terlibat dalam pelanggaran.  Ada pemeriksaan hukum di dalam organisasi. Juga, ada prosedur untuk bantuan asing.

Kami bersidang dengan penyedia keuangan kami secara berkala, kemudian menyusun anggaran dan di mana dana akan digunakan. Pekerjaan kami sejalan dengan keterbukaan dan transparansi. Saat melakukan anggaran tahunan, kami bersidang dengan penyedia keuangan. Kami menentukan apa yang kami butuhkan. Kemudian, mereka memberikan dukungan keuangan yang sesuai. Juga, ini adalah bagaimana kami memulai pekerjaan tahunan kami.

T: Kapanpun kita berbicara tentang White Helmets , kita melihat orang muda. Apakah ada wanita di tim Anda?

Al-Saleh: Ya, tentu saja ada. Pada akhir tahun 2017, kami memiliki 450 relawan wanita. Sayangnya, kami kehilangan sebagian besar dari mereka. Beberapa harus pergi karena kondisi hidup. Saat ini, ada sekitar 240 relawan wanita di kelompok kami.

T: Apakah ada anggota tim yang tewas akibat pengeboman selama operasi pencarian dan penyelamatan?

Al-Saleh: Sejak hari pertama upaya kami, kami telah menyelamatkan lebih dari 115.000 orang, sementara 255 anggota tim kami telah gugur.

T: Apakah jumlah total operasi pencarian dan penyelamatan Anda jelas?

Al-Saleh: Ya, jumlah operasi yang kami lakukan terlalu banyak. Tidak mungkin mengetahui angka pastinya. Kami melakukan 4.000 -5.000 operasi penyelamatan per bulan. Jadi mustahil untuk menghitung operasi kami di Suriah.

T: Manakah dari tugas Anda yang paling menantang?

Al-Saleh: Tanpa ragu, serangan senjata kimia adalah senjata yang paling sulit diatasi. Itu karena kita tidak memiliki peralatan yang cukup untuk menghadapi serangan seperti itu. Ini [kurangnya peralatan] mencegah kita melakukan sesuatu dengan tepat.

 “Tuduhan tanpa dasar”

T: Anda telah dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian sebanyak tiga kali. Di sisi lain, rezim Assad dan Rusia menuduh Anda sebagai kelompok teroris. Apa komentar Anda?

Al-Saleh: Rusia dan rezim Assad melemparkan tuduhan tak berdasar terhadap kami. Tentu saja, ada beberapa alasan untuk itu karena kami adalah saksi tangan pertama untuk semua pembantaian dan pelanggaran di Suriah. Oleh karena itu, Rusia melakukan yang terbaik untuk melukis bahwa rezim Suriah tidak bersalah. Kami melihat dengan jelas tahun lalu. PBB mengeluarkan laporan pada 28 Oktober 2017. Laporan itu menunjukkan bahwa pada 4 April 2017, rezim melakukan serangan senjata kimia di Khan Shaykhun. Kemudian, Rusia menggunakan hak veto mereka tujuh kali untuk menghentikan upaya menyelidiki serangan senjata kimia di Suriah. Rusia pada dasarnya bekerja untuk mencegah penyelidikan terhadap serangan kimia di Suriah. Itu adalah pukulan yang signifikan terhadap kredibilitas Rusia yang melindungi para pelaku serangan dan pelanggaran kimia.

Baca juga: 

Jadi mereka telah menjelekkan kami sejak saat itu. Itu karena kami adalah orang pertama yang menyaksikan semua pembantaian dan pelanggaran di Suriah. Kami menyaksikan serangan udara oleh rezim dan Rusia.

Misalnya, pembantaian pasar di Etarib (Aleppo), pembantaian yang menargetkan tim Bulan Sabit Merah di Orum El-Kubra (Aleppo), serangan di rumah sakit Doctors Without Borders di Marattunuman (Idlib) … Kami menyaksikan semua dan ini semua adalah kejahatan perang. Mereka harus diadili atas kejahatan ini.

T: Apakah pasukan rezim secara langsung menargetkan Anda?

Al-Saleh: Ya, pusat kami di Khan Shaykhun secara langsung ditargetkan tujuh kali. Tujuh orang menjadi martir dalam serangan-serangan ini. Enam orang yang terluka masih belum bisa bekerja. Tahun lalu, setelah serangan senjata kimia di Khan Shaykhun, pusat kami di Kafr Zita menjadi sasaran serangan udara. Delapan pekerja kami menjadi martir. Selain itu, teman-teman kita di Ghouta Timur diserang ketika melakukan tugas mereka. Sejumlah besar gambar yang diterbitkan membuktikan serangan terhadap tim kami. Juga, serangan udara Rusia menargetkan pusat kami di Etarib. Di sana empat anggota kami martir. Jadi baik pesawat Rusia maupun Suriah telah menargetkan kita berkali-kali.

T: Saya ingin bertanya tentang video. Rezim Assad mengklaim bahwa Anda telah membuat beberapa video dan sebenarnya tidak ada serangan kimia. Apakah video-video ini palsu?

Al-Saleh: Tidak. Ketika memotret gambar pembantaian, kami tidak menyertakan perincian karena gambar-gambar ini adalah bukti penting dari pembantaian. Kami hanya memposting beberapa bagian dari gambar. Kami berbagi foto dan video pendek. Kami mengirim gambar rinci ke komisi ahli internasional terkait sebagai bukti kejahatan. Itu karena komisi ahli tidak dapat mengandalkan video di media sosial sebagai bukti.

Bersambung …

Baca juga: White Helmets Kini Jadi Target Pasukan Assad dan Rusia (wawancara khusus bag. 4)

Satu Dolar 15 Ribu, Rupiah Jatuh ke Level Terendah Sejak 1998

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Tekanan eksternal membuat rupiah tak bertenaga. Kemarin, kurs spot rupiah melemah 0,89% ke level terendahnya sejak Juli 1998 di Rp 15.043 per dollar Amerika Serikat (AS). Kurs tengah rupiah Bank Indonesia (BI) juga terkikis 0,56% menjadi Rp 14.988 per dollar AS.

Ekonom Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro mengatakan, ada dua sentimen utama yang mempengaruhi pergerakan rupiah. Pertama, kenaikan indeks dollar AS.

Kedua, harga minyak mentah dunia yang semakin perkasa. Selasa (2/9), harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) pengiriman November 2018 di NYMEX terangkat 0,12% menjadi US$ 75,39 per barel. Ini level tertinggi sejak Desember 2014. “Kenaikan harga minyak dunia bakal berpengaruh negatif pada neraca dagang Indonesia,” kata Satria, kemarin.

Analis Valbury Asia Futures Lukman Leong juga melihat, kenaikan harga minyak memberi tekanan pada kurs rupiah. Maklum, hal ini dapat membuat defisit transaksi berjalan kembali melebar.

Karena itu, dia memprediksi rupiah hari ini masih melemah dan bergerak antara Rp 14.975-Rp 15.100 per dollar AS. Sedangkan Satria memperkirakan, rupiah akan bergerak dengan rentang Rp 15.020-Rp 15.100 per dollar AS.

sumber : kontan.co.id

 

Tegaskan Ada Penjarahan, Polisi : ATM, LCD, hingga Printer Diambil

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Polisi telah menetapkan 49 orang menjadi tersangka atas tindakan penjarahan di Palu, Sulawesi Tengah pasca gempa bumi dan tsunami.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan aksi penjarahan tersebar di lima lokasi berbeda yakni Mal Tatura, ATM Center di Peubungo, gudang PT Adira Finance, Grand Mall, dan butik Anjungan Nusantara.

“Tersangka berjumlah 49 orang dari lima tempat kejadian perkara,” katanya dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema ‘Bersatu untuk Sulteng’ di Ruang Serba Guna Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Rinciannya, 28 tersangka diamankan karena mencuri di Mal Tatura, tujuh tersangka diamankan karena membobol mesin Automated Teller Machine (ATM) di Pue Bongo, dan satu orang tersangka mencuri di Gudang Adira.

Selain itu, tujuh tersangka mencuri di Anjungan Nusantara, dua tersangka mencuri di Grand Mal, dan empat tersangka melakukan pembobolan ATM di Jalan S Parman.

“Pelaku akan dikenakan pasal 363 KUHP, yaitu pencurian disaat bencana alam,” pungkasnya.

Selain mengamankan para pelaku, polisi juga menyita berbagai barang bukti. Di antaranya adalah sound sistem, LCD Monitor, mesin printer, amplifier, dan mesin ATM. Selain itu, polisi juga menyita linggis, sepeda motor, AC, kunci Inggris, palu, kompresor, dispenser dan mikrofon.

“Kami juga menyita satu karung sandal, satu karung sepatu, satu dus pakaian dan celana,” kata Setyo.

Kampanye Perdana Pemilu Afghanistan Disambut Serangan Bom

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 13 orang tewas dan 25 lainnya terluka dalam serangan martir pada kampanye pemilihan umum di provinsi Nangarhar di Afghanistan timur.

Penyerang meledakkan bahan peledaknya pada hari Selasa (2/10/2018) pada sebuah kampanye kandidat parlemen Abdul Nasir Mohammad di distrik Kama di luar ibukota provinsi Jalalabad, kata juru bicara gubernur provinsi Ataullah Khogyani.

Serangan, yang diklaim oleh kelompok  Islamic State (IS) itu, terjadi ketika kampanye baru dimulai untuk pemilihan parlemen pada 20 Oktober, lansir Aljazeera.

Baca juga: 

“Sesepuh sedang berbicara pada pertemuan ketika tiba-tiba ada ledakan besar,” Sayed Humayoun, yang menghadiri pertemuan itu, mengatakan.

“Saya pingsan dan ketika saya membuka mata ada mayat yang tersebar di seluruh area ledakan,” katanya, menambahkan bahwa dia bisa melihat puluhan mayat yang mati dan terluka di tanah.

Sekitar 250 orang menghadiri rapat umum itu, kata Sohrab Qaderi, seorang anggota dewan provinsi.

Lima kandidat telah tewas dalam serangan, menurut Komisi Independen Pemilihan, dan ada kekhawatiran kekerasan akan meningkat.

Lebih dari 2.500 kandidat akan mengikuti pemungutan suara, yang dilihat sebagai uji coba untuk pemilihan presiden tahun depan.

Namun persiapan untuk pemungutan suara mengalami gejolak selama berbulan-bulan.

Baca juga: 

Inefisiensi birokrasi, dugaan kecurangan dan janji jam kesebelas untuk verifikasi biometrik pemilih mengancam akan menggagalkan pemilihan dan harapan akan hasil yang kredibel.

Komunitas internasional mendorong keras agar pemungutan suara terjadi sebelum pertemuan tingkat menteri bulan November di Jenewa, yang menurut PBB merupakan “momen penting” bagi pemerintah Afghanistan dan mitra asingnya untuk menunjukkan kemajuan.

Sekitar 54.000 anggota pasukan keamanan Afghanistan akan bertanggung jawab untuk melindungi lebih dari 5.000 tempat pemungutan suara pada hari pemilihan.

Lebih dari 2.000 tempat pemungutan suara yang seharusnya dibuka akan ditutup karena alasan keamanan.