BNPB: Empat Kecamatan di Sulteng Masih Terisolasi

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, masih ada empat kecamatan di Sulawesi Tengah yang terisolasi dampak dari bencana gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi yang terjadi pada Jumat pekan lalu.

Keempat kecamatan itu adalah Kecamatan Lindu, Kolawi, Kolawi Selatan, dan Titikor.

“Jadi distribusi bantuan dilakukan menggunakan helikopter, termasuk dropping pasukan,” katanya dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema ‘Update Tanggap Bencana Sulteng’ di Lobi Graha BNPB, Jakarta, Kamis (4/10/2018).

Baca juga: Cerita Pilu Korban Gempa: Sudah Menderita, Dijarah Pula

Sutopo menjelaskan, terisolasi keempat kawasan itu karena jalurnya sulit. “Makanya kami menurunkan personel untuk terus menyalurkan logistik,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, dari 25 unit alat berat, sudah ada 7 yang dikerahkan dan rencananya akan segera ditambah. Meskipun terisolir, tim SAR gabungan telah berada di sana. Bahkan, sambung dia, Kepala Basarnas juga ada di sana.

“Di sana luas areal sekira 110 hektar, mungkin tidak terlihat lagi. Distribusi bantuan logistik terus berdatangan menggunakan Hercules dan kapal. Distribusi pun dilakukan dengan berbagai cara, ada yang langsung didrop ke tempat dan ada juga yang diambil langsung ke posko oleh aparat setempat,” pungkasnya.

BMKG Klaim Siarkan 21 Menit Peringatan Dini Tsunami Gempa Sulteng

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengklaim pihaknya sudah menyiarkan peringatan dini tsunami saat gempa besar mengguncang Sulawesi Tengah. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema ‘Update Tanggap Bencana Sulteng’ di Lobi Graha BNPB, Jakarta, Kamis (4/10/2018).

“Sesar Palu Koro adalah sesar terbesar di Sulawesi. Posisinya membelah pulau Sulawesi di blok timur dan barat. Membentang dari teluk Palu hingga teluk Bone. Sesar ini memiliki pergerakan 4 cm per tahun atau empat kali pergerakan dari sesar Sumatra,” ujar Daryono.

Menurutnya, Sesar Palu Koro menjadi patahan paling aktif karena merupakan pertemuan dari laut Banda dan laut Filipina. Ketika terjadi gerakan dan terbangun medan stress yang besar maka terjadilah gempa di Palu tersebut.

Baca juga: Begini Penjelasan LIPI Soal Gempa dan Tsunami di Palu

Daryono menerangkan, rentetan gempa yang terjadi pada Jumat 28 September 2018, gempa pertama terjadi 15.00 WITA berkekuatan 6,0 SR. Kemudian tim stasiun BMKG Palu turun lapangan untuk mendata kerusakan, tapi baru setengah perjalanan terjadi gempa kuat pada 18.02 WITA berkekuatan 7,7 SR lalu diperbarui menjadi 7,4 SR.

“Gempa inilah yang memicu tsunami. Pada pukul 18.06 WITA kita menetapkan peringatan dini Tsunami. Pada pukul 18.08 itu air laut surut lalu pada 18.10 WITA itu terjadi pasang tertinggi hingga 1,5 meter di pelabuhan Pantoloan, inilah tsunami yang dimaksud, kemudian pada pukul 18.14 terjadi gempa lagi 6,3 SR,” papar Daryono.

Tiga rentetan gempa inilah yang membuat kerusakan parah di beberapa wilayah Sulteng. Menurutnya, kerusakan semakin parah karena ketika dinding rumah sudah retak-retak akibat gempa pertama, datang lagi gempa besar 7,4 SR, kemudian datang lagi 6,3 SR sehingga menenggelamkan semuanya karena terjadi likuifaksi (liquifaction).

Baca juga : Fauziyatul Khaeriyah, Hafizah yang Wafat Tertimpa Bangunan Akibat Gempa Palu

“Kemudian ada tsunami tercatat di Mamuju pada pukul 18,27 WITA namun hanya kecil hanya 6 cm,” jelas Daryono.

Daryono menegaskan, ketika gempa kedua dari Hawai Pacific Center juga tidak mengeluarkan perigatan dini tsunami. Peringatan dini tsunami dini dinyalakan dari jam 18.10 sampai 18.27 WITA.

“Jadi berita yang memberitakan bahwa BMKG gagal dalam memberikan peringatan tsunami itu tidak benar, BMKG sudah memberikan tsunami dan BMKG mengakhiri setelah Tsunami. Gagal kalau sama sekali tidak mengeluarkan peringatan dini tsunami,” klaim Daryono.

TNI Kerahkan 10 Pesawat Hercules untuk Sulteng

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Paban I/Renops TNI Kol (Pnb), Danet Hendriyanto menjelaskan, Undang-undang (UU) No. 24 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Bencana telah mengamanatkan, semua kendali ada di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun, Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki program operasi.

“Sehingga, begitu ada bencana, satuan TNI sudah siap. Namun, setelah adanya bencana, satgas terbentuk melakukan operasi pencarian bersama dengan SAR dan BNPB,” jelas Danet dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema ‘Update Tanggap Bencana Sulteng’ di Lobi Graha BNPB, Jakarta, Kamis (4/10/2018).

Baca juga: Polri Terjunkan 2.430 Personel dari Seluruh Polda ke Sulteng

Saat ini, kata dia, TNI telah mengerahkan 10 unit Pesawat Hercules, 9 unit Pesawat CN, 2 unit Heli FI 17, 4 unit kapal perang, 1 unit pesawat KAA TNI, mobil truk tangki, ambulan dan sebagainya.

“Seperti yang sudah disampaikan Pak Sutopo, ada dari luar negeri, yakni pesawat Hercules 2 unit. Kemudian personil sudah ada 4.044 orang. Mereka bekerja sesuai dengan apa yang dilakukan rekan-rekan BNPB dan SAR. Apapun yang menjadi kerjaan di lapangan, semua ikut turun,” pungkas Danet.

BNPB Fokus Evakuasi Korban di 9 Titik di Kota Palu

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pada hari keenam penanganan bencana gempa, tsunami, dan likuifaksi di Sulteng, korban meninggal dunia sudah sebanyak 1.424 jiwa dan 113 lainnya belum ditemukan. Sedangkan rumah rusak mencapai 66.238 unit. Evakuasi difokuskan di 9 titik.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema ‘Update Tanggap Bencana Sulteng’ di Lobi Graha BNPB, Jakarta, Kamis (4/10/2018).

“Hari ini H+6, sampai siang ini tercatat korban meninggal 1.424 meninggal. Dengan perincian di Donggala 144 jiwa, Palu 1.203 jiwa, Sigi 64 jiwa, dan 12 orang Parigi Moutong, dan dari Pasang Kayu 1 orang,” kata Sutopo.

Sedangkan data korban dimakamkan sebanyak 1.047 jenazah sudah dimakamkan secara massal di TPU Kota Palu, termasuk yang berasal dari Donggala, Parigi Mautong, dan Sigi.

Baca juga: Cerita Pilu Korban Gempa: Sudah Menderita, Dijarah Pula

“Sebanyak 2.549 luka berat tengah dalam perawatan di rumah sakit baik di dalam Kota Palu maupun di luar Palu, seperti di Makassar,” ungkapnya.

Sementara itu, Sutopo mengatakan, jumlah pengungsi saat ini mencapai angka 70.881 jiwa yang tersebar di 141 titik. “Pendataan masih terus dilakukan, baik dengan menggunakan analisis satelit maupun survei lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, data ini akan terus bergerak sesuai hasil yang diperoleh petugas. Sementara jumlah petugas yang dikerahkan untuk tanggap darurat lebih dari 67 ribu personel.

“Jadi memang, kalau kita lihat dari hari ke hari penanganan lebih baik,” katanya.

Penanganan yang membaik itu, kata dia, diantaranya adalah listrik dan jaringan komunikasi yang sudah menyala dan distribusi air bersih.

Fokus Evakuasi di 9 Titik

Sutopo mengatakan, evakuasi korban saat ini difokuskan di sembilan titik di Kota Palu, yaitu di Hotel Roa-roa, Perumnas Petobo, Hotel Mercure, Jl Kartini, dan Jl Talise.

Ia juga menyampaikan evakuasi terhadap warga negara asing yang jumlahnya sebanyak 120 orang. Namun satu orang WNA asal Korea hingga kini belum ditemukan.

Terkait alat berat, Sutopo menekankan, saat ini telah dikerahkan total 25 alat berat untuk mengevakuasi dan membersihkan puing bangunan. Sedangkan 21 alat berat lainnya masih dalam perjalanan menuju titik terdampak gempa.

Baca juga : Tegaskan Ada Penjarahan, Polisi : ATM, LCD, hingga Printer Diambil

“Jadi kalau ada berita media yang menyatakan bahwa penanganan menggunakan alat berat itu tidak ada, ini tidak benar,” tegasnya.

Pada kesempatan itu juga, Sutopo menjelaskan, berdasar citra satelit dengan resolusi tinggi terdapat gambaran bahwa ada daerah di Sigi seluas 202 hektar yang terdampak likuifasi sehingga diperkirakan berakibat 366 unit rumah rumah tenggelam di kedalaman 3 meter. Sedangkan di Perum Petobo dengan bentangan seluas 250 hektar dengan 168 unit rumah tertimbun lumpur.

Ratna Sarumpaet dan Interpersonal Deception Theory

Oleh: Fajar Aditya, Jurnalis Jurnalislam.com

“Jadi tidak ada penganiayaan, itu hanya cerita khayal entah diberikan oleh setan mana ke saya, dan berkembang seperti itu”

Boom. Publik Indonesia seolah meledak dengan kerasnya. Dua hari ini jagat raya merah-putih tampak fokus mengikuti berita seorang aktifis perempuan tua yang diduga dipukuli oleh sejumlah manusia tidak beradab dan diluar batas nalar kemanusiaan. Wajahnya lebam, bonyok.

Perhatian pun datang dari berbagai pihak dan golongan, baik itu dari rakyat biasa, warga net, sampai figur politik. Ada yang sekadar menyebarkan berita itu di media sosial, ada juga yang langsung datang menemui nenek tua vokal tersebut. Namanya juga aktivis yang pernah hidup di 3 jaman, pasti sudah menjadi figur yang disegani karena ketegasannya membela kaum-kaum tertindas.

Namanya ibu Ratna Sarumpaet, lahir di Tarutung, Tapanuli Utara, 16 Juli 1948; umur 70 tahun. Beberapa hari ini dia dipercaya menjadi Juru Kampanye Badan Pemenangan Nasional Prabowo – Sandiaga, Paslon Capres dan Cawapres RI dengan nomor urut 2.

Pantas saja Prabowo bersama tim mendatangi Ratna Sarumpaet, pada Selasa (2/9/2018) sore untuk menanyakan kebenaran berita yang kadung viral tersebut. Sebagai pemimpin tim yang Ratna masuk didalamnya, ia merasa perlu. Dan benar saja, Ratna mengaku seperti berita yang telah beredar. “Dipukuli di Bandung”.

Prabowo jenguk Ratna Sarumpaet

Dah singkat cerita setelah dua hari yang panjang tersebut, dengan isak tangis Ratna menggelar jumpa pers kepada Media, bahwa ia mengakui dia berbohong dan meminta maaf kepada publik, termasuk para tokoh yang telah ia kenai tipu.

“Jadi tidak ada penganiayaan, itu hanya cerita khayal entah diberikan oleh setan mana ke saya, dan berkembang seperti itu”

Berbicara kebohongan, ternyata ada teori komunikasi khsusus terkait hal ini, namanya Interpersonal Deception Theory (Teori Penipuan Antar Pribadi).

Dicetuskan oleh David Buller dan Judee Burgoon. Tradisi yang mendasari adalah sosiopsikologis. Bohong merupakan manipulasi dari sebuah informasi.

Ciri-ciri pesan yang mengandung kebohongan: pesan tidak mengandung kepastian, dalam penyampaian pesannya komunikator tidak segera menjawab, pesan yang disampaikan itu tidak relevan dengan topik, dalam berperilaku saat berkomunikasi pengirim berupaya untuk menjaga hubungan dan juga citranya.

Bohong menciptakan perasaan bersalah dan keraguan. Keberhasilan dari bohong tergantung dari tingkat kecurigaan respondennya. Pembohong akan terus berurusan dengan tugas-tugas yang kompleks berkaitan dengan mengatur strategi kebohongannya.

Kebohongan melibatkan manipulasi informasi, perilaku, dan citra yang dilakukan dengan sengaja untuk membuat orang lain memercayai kesimpulan atau keyakinan yang palsu. Dugaan pelaku komunikasi merupakan dasar yang penting untuk menilai perilaku. Jadi, dugaan memainkan sebuah peran yang pasti dalam situasi kebohongan. Ketika dugaan penerima menyimpang, kecurigaan mereka dapat muncul. Demikian juga ketika dugaan pengirim menyimpang, ketakutan kebohongan mereka juga mungkin akan muncul.

Dalam sebuah hubungan dekat, kita memiliki bias atau dugaan tertentu tentang apa yang akan kita lihat. Bias kebenaran (truth bias) membuat kita kurang cenderung melihat kebohongan. Sebaliknya, sebuah bias kebohongan akan menonjolkan kecurigaan kita dan membuat kita berpikir bahwa orang lain sedang berbohong padahal mereka sebenarnya tidak.

Kemampuan kita berbohong atau mengetahui kebohongan juga dipengaruhi oleh tuntutan percakapan (conventional demand) atau jumlah tuntutan yang kita alami sementara kita berkomunikasi.

Teori ini digunakan untuk menjelaskan kebohongan-kebohongan komunikasi seseorang dengan cara memancing komunikan dengan informasi yang tidak benar sehingga terbongkarlah kenyataan bohongnya. Teori ini secara asumsi tergolong ke dalam kategori humanistik. Sangat sulit dengan teori ini untuk meramalkan peristiwa-peristiwa yang telah terjadi pada pikiran manusia. Artinya apakah seseorang melakukan kebohongan atau tidak, agak sulit diramalkan.

Dengan kata lain, pesan-pesan yang disampaikan oleh seseorang termasuk yang benar atau tidak, agak sulit diduga. Kecuali kalau sudah lama terjadinya, atau kita melakukan uji lanjutan guna meneliti validitasnya.

Selain itu, teori ini juga bisa menjelaskan jenis-jenis tindakan muslihat yang berbeda-beda, motivasi melakukan muslihat, dan menjelaskan faktor-faktor yang mengukur keberhasilan upaya melakukan muslihat dari seseorang.

Interpersonal deception merupakan teori yang sangat berguna bagi seseorang yang mencoba melakukan muslihat, atau berpikir seseorang akan melakukan muslihat kepada orang lain. Teori ini membantu melihat ke belakang, pada situasi yang telah lalu, guna mengevaluasi peristiwa dan perilaku komunikasi verbal ataupun nonverbal dengan tujuan untuk mengungkap apakah seseorang telah melakukan kebohongan atau tidak.

Setiap orang pernah berbohong, juga dibohongi. Dengan alasan ini maka teori ini sangat berguna dan sangat praktis dilakukan.

Dijelaskan, ada tiga strategi atau cara dalam upaya pengirim untuk berbohong pada penerima.

Pertama falsification (pemalsuan)

Kedua concealment (menyamarkan atau menyembunyikan kebenaran)

Ketiga Equivocation (mengaburkan)

Pesan pengirim yang mengandung kebohongan, dijelaskan biasanya mempunyai ciri:

Pesan yang disampaikan tidak mengandung kepastian atau tidak jelas;

Dalam penyampaian pesannya pengirim tidak segera menjawab, pernyataan yang sudah disampaikannya ditarik kembali;

Pesan yang disampaikan itu tidak relevan dengan topik (disassociation);

Dalam berperilaku saat berkomunikasi, pengirim berupaya untuk menjaga hubungan dan imej.

Bohong juga menciptakan perasaan bersalah dan keraguan, yang akan terlihat dari tindak tanduk atau perilakunya. Keberhasilan dari bohong ini tergantung juga dari kecurigaan respondennya. Responden biasanya punya kecurigaan yang sayangnya dapat dengan mudah dirasakan oleh si pembohong. Kecurigaan ini berada pada kenyataan dan fiksi.

Padahal sebetulnya dengan melakukan kebohongan tersebut berarti kita telah menorehkan luka dan sekaligus dosa kepada yang kita bohongi. Seperti halnya dalam teori kebohongan antar pribadi (interpersonal Deception Theory) dari David Buller dan Judee Burgoon.

Yaitu bahwasannya seseorang terkadang melakukan kebohongan. Bohong merupakan manipulasi dari sebuah informasi. Dalam teori ini bahwa apa yang disampaikan oleh pembohong terlihat berubah ubah, tidak konsisten dan pesannya tidak pasti.

Apabila kita bohong sudah terlalu banyak, maka akan terjadi kebocoran / leakage, dan kebocoran ini akan tampak pada perilaku non verbal. Bahkan ada yang bilang sekalipun mulut kita diam terkadang mata kita mampu menyiratkan bahwa ada sesuatu yang kita tutupi.

Jadi sesungguhnya yang terbaik adalah melakukan kejujuran. Jujur jika diartikan secara baku adalah “mengakui, berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran” Mungkin ada yang bertanya kapan dan bagaimana kita memulai kejujuran.

Yang namanya kejujuran itu adalah membuat ketenangan, sementara kebohongan itu akan menciptakan kegelisahan.

Maka yang paling baik adalah tidak menunjuk orang lain, tetapi memulai kejujuran dari dalam diri sendiri secara mendalam. sehingga mampu menanamkan kejujuran dalam diri yang mumpuni, karena bagaimanapun dibohongi itu menyakitkan dan kita juga tidak mau disakiti. Maka mulailah dengan kejujuran dari dalam diri supaya tidak menyakiti.

White Helmets Kini Jadi Target Pasukan Assad dan Rusia (wawancara khusus bag. 4)

ANKARA (Jurnalislam.com) – Raed al-Saleh, kepala White Helmets (Pertahanan Sipil Suriah), mengatakan kepada Anadolu Agency, bahwa kelompok mereka telah ditargetkan dengan tuduhan palsu oleh Rusia dan negara-negara lain karena mengumpulkan bukti tangan pertama atas kekejaman yang dilakukan oleh rezim Assad dan sekutu-sekutunya.

The White Helmets telah berjuang melawan dua pertarungan terpisah pada saat yang bersamaan. Ketika mencoba menyelamatkan warga sipil dari pemboman, mereka juga menghadapi bahaya karena mereka berubah menjadi “target yang sah dan terbuka” oleh rezim Syiah Bashar al-Assad dan Rusia.

White Helmets juga melawan kampanye kotor dan pencemaran nama baik. Al-Saleh dari White Helmet, atau Pertahanan Sipil Suriah, berbicara kepada Anadolu Agency tetntang upaya mereka untuk kemanusiaan.

Baca juga: White Helmets Kini Jadi Target Pasukan Assad dan Rusia (wawancara khusus bag. 3)

Serangan kimia

Tanya: Apakah Anda menyiapkan laporan tentang kejahatan yang dilakukan oleh rezim Assad?

Al-Saleh: Terus terang, kami tidak menyiapkan laporan hukum. Namun, kami mempublikasikan kejahatan ini. Kemudian komisi penyelidikan internasional meluncurkan penyelidikan hukum. Kami menyampaikan kesaksian dari teman-teman sukarelawan kami yang menyaksikan kejahatan ini.

T: Rusia menuduh Anda memiliki hubungan dengan kelompok al-Nusra.

Bagaimana Anda menilai ini?

Al-Saleh: Saya percaya bahwa organisasi Turki adalah yang terbaik untuk menilai itu. Kami ada di sejumlah tempat di lapangan dan beroperasi dengan mereka. Misalnya, di lapangan, kami melakukan operasi gabungan dengan AFAD [Badan Bencana dan Manajemen Keadaan Darurat Turki] dan Bulan Sabit Merah Turki. Seperti yang saya katakan sebelumnya, Rusia sedang mencoba untuk mengakhiri White Helmets.

Jadi Rusia ingin menyanggah dan mendiskreditkan semua bukti dan kesaksian yang kami berikan kepada komite investigasi internasional tentang pembantaian dan pelanggaran.

T: Ada klaim bahwa Anda akan melakukan serangan senjata kimia gas klorin di Jisr al-Shughur dan melempar kesalahan kepada rezim.

Al-Saleh: Mereka mengatakan bahwa kami mendapat beberapa barel gas klorin dari Turki dan akan menggunakannya di Jisr al-Shughur. Kami tidak mampu melakukan serangan senjata kimia atau gas klorin. Sudah jelas siapa yang menggunakan senjata kimia dan gas klorin di Suriah. Ada laporan yang jelas terkait dengan ini. Siapa yang memiliki barel klorin? Rezim yang melakukannya. Pasukan rezim menggunakan bom barel di negaranya sendiri. Rezim Suriah adalah satu-satunya yang memiliki gas Sarin. Pasukan rezim adalah satu-satunya yang mampu membawa dan menggunakannya.

Tetapi White Helmets, Turki, dan kadang-kadang Inggris dituduh menggunakan senjata kimia. Kadang-kadang mereka mengklaim bahwa kelompok ekstrimis melakukan serangan kimia. Tuduhan ini semuanya tidak berdasar. Siapa yang melakukan serangan kimia sudah jelas. Terus terang, tuduhan semacam ini membuat kita mengambil tingkat tindakan pencegahan tertinggi. Karena tuduhan-tuduhan ini mungkin merujuk pada waktu sebelum rezim Assad menggunakan senjata kimia. Dan mereka menggunakan ini dan mengatakan bahwa mereka “sebelumnya memperingatkan” kita. AS mengumumkan bahwa mereka memiliki dokumen yang menunjukkan serangan kimia oleh rezim di Suriah. Selama periode ini, kami melakukan beberapa kunjungan ke titik pengamatan Turki di Idlib. Kami memberi tahu mereka untuk fokus pada ini. Allah melarang, jika ada serangan senjata kimia, kita harus melihat siapa yang melakukannya, dan orang-orang di wilayah itu harus dilindungi dari serangan-serangan ini.

T: Setelah dua serangan senjata kimia terakhir, AS dan negara-negara Barat menyerang pusat penelitian ilmiah Barzah di Damaskus pada tanggal 15 April. Pertanyaannya adalah, jika itu adalah fasilitas yang memproduksi senjata kimia dan gas, mengapa gas kimia tidak menyebar di sekitar permukiman sekitarnya? Apakah ada penjelasan untuk itu?

Al-Saleh: Saya tidak memiliki cukup pengetahuan dan pengalaman teknis untuk mengomentari ini, tetapi siapa yang paling diuntungkan dari serangan-serangan ini? Menurut penduduk Suriah, serangan-serangan ini menguntungkan rezim. Serangan-serangan ini menyebabkan jalannya legitimasi seolah rezim memerangi negara-negara Barat dan imperialisme, meskipun telah menewaskan lebih dari 700.000 orang di Suriah.

“Kami tidak akan menerima dukungan dari Israel”

T: Apakah Israel membiayai Anda? Beberapa relawan White Helmets pergi ke Eropa melalui Israel. Bagaimana ini bisa terjadi?

Kami tidak akan pernah menerima dukungan keuangan dari Israel. Kami melihatnya sebagai negara pendudukan. Evakuasi relawan kami tidak melalui Israel. Para relawan pergi ke Dataran Tinggi Golan [Suriah] sebelum pindah ke Yordania. Dari sana, mereka akan pergi ke negara lain.

T: Apakah Anda berbagi kantor Anda di Idlib dengan Hayat Tahrir al-Sham?

Al-Saleh: Sama sekali tidak. Ini belum pernah terjadi. Banyak kantor berita dari Turki dan Eropa, pers internasional, dan media Turki mengunjungi sebagian besar pusat kami di wilayah ini. Kami memiliki pusat yang independen dan terisolasi dari kelompok lain. Kami memiliki peralatan dan mesin dan kami membutuhkan pusat independen untuk itu.

Kami adalah organisasi yang mirip dengan AFAD di Turki. Kami melakukan hal serupa. Untuk melakukan pekerjaan kami, kami harus memiliki pusat independen.

T: Ada yang mengatakan bahwa beberapa karyawan Anda berada di pihak teroris. Misalnya, ada orang di sini di foto ini. Dia dari White Helmets. Dalam gambar ini, orang yang sama diduga terlihat di antara para jihadis. Apakah dia benar-benar dari tim Anda?

Al-Saleh: Tidak, ini adalah orang yang berbeda. Mereka terlihat seperti sama satu dan lainnya, tetapi mereka orang yang berbeda. Yang berfoto bersama dengan White Helmets adalah relawan kami tetapi yang di gambar lainnya adalah orang lain.

T: Bagaimana dengan orang yang membawa spanduk kelompok dalam gambar ini?

Al-Saleh: Ya, orang ini berasal dari Pertahanan Sipil, tetapi dia diusir tepat setelah gambar itu diambil. Dia tidak mengikuti disiplin dan instruksi Pertahanan Sipil. Kami mempertanyakannya dan memutuskan hubungan karena dia melanggar peraturan disiplin karena perilaku ini.

Peraturan disipliner

T: Aturan disipliner macam apa yang Anda miliki?

Al-Saleh: Kami memiliki aturan partisipasi dan perilaku. Untuk partisipasi, kandidat harus berusia 18-30 tahun. Ia harus memiliki karakter yang baik dan dipandang sebagai orang yang baik. Dia tidak bisa menjadi anggota kelompok militer atau politik manapun. Juga, dia harus menjadi warga negara Suriah, atau memiliki dokumen warga yang setara. Kami memiliki saudara-saudara Palestina. Mereka juga memiliki dokumen di Suriah. Dengan dokumen ini, mereka dapat bekerja sebagai kru kami.

T: Apakah Anda memutuskan hubungan dengan mereka yang tidak mengikuti peraturan disiplin?

Al-Saleh: Tentu saja. Mereka yang tidak mengikuti aturan ini segera kami lepas. Organisasi kami mengharuskan anggota kami mengikuti prinsip-prinsip Pertahanan Sipil dan memberikan layanan dengan cara yang netral dan transparan. Mereka diminta untuk membawa layanan ke seluruh Suriah, terlepas dari afiliasi politik, etnis, atau agama.

Kami memiliki kantor yang memantau karyawan relawan. Kantor ini mengikuti aturan perilaku dan media sosial. Kami meminta kepada mereka yang tidak mengikuti aturan kami untuk bertanggung jawab. Jadi kesalahan semacam ini bersifat pribadi dan tidak menarik perhatian organisasi.

T: Bagaimana Anda menggunakan dana, Anda gunakan untuk apa dana tersebut?

Al-Saleh: Kami melakukan studi setiap tahun. Kami memiliki anggaran untuk menutupi biaya kerja. Anggaran ini termasuk pengeluaran seperti pencarian dan penyelamatan, pemadam kebakaran, pertolongan pertama, dan perbaikan. Anggaran ini juga mencakup pengeluaran untuk memastikan kehidupan keluarga para sukarelawan dan pengeluaran mereka untuk beroperasi bersama kami. Dalam anggaran, kami memiliki rencana untuk membeli ambulans dan perlengkapan pemadam kebakaran. Kami secara bertahap membeli kendaraan untuk mengisi celah peralatan.

Kami juga membeli peralatan pencarian dan penyelamatan dan pemadam kebakaran. Dengan dana ini, kami telah meluncurkan beberapa lokakarya di Suriah. Beberapa dari mereka membuat pakaian khusus untuk Pertahanan Sipil. Kami membeli peralatan medis dan teknis.

Kami juga membelanjakan untuk peralatan teknis seperti komputer. Kami menghabiskan dana untuk alat komunikasi seperti Internet satelit. Kami menghabiskan waktu di radio untuk menghubungkan tim satu sama lain.

T: Anda dicintai oleh rakyat Suriah. Bisakah Anda meringkas layanan yang Anda tawarkan? Bisakah Anda memberi tahu kami tentang pekerjaan Anda yang dimulai di Afrin?

Al-Saleh: Kami melaksanakan program yang menginformasikan tentang operasi pencarian dan penyelamatan, pemadam kebakaran, pertolongan pertama, kesadaran sosial, dan apa yang harus dilakukan selama serangan.

Di sini, kami memberi tahu mereka apa yang harus dilakukan sebelum, selama, dan sesudah serangan. Saya meningkatkan kesadaran di antara anak-anak sekolah tentang cara berinteraksi dengan materi yang tidak diketahui. Kami mengajari mereka harus melapor kepada siapa. Kami berupaya memastikan bahwa kehidupan di zona operasi kembali normal. Kami menyelesaikan masalah jaringan air dan listrik. Kami juga memiliki pekerjaan memperbaiki jalan.

Setelah Operasi Olive Branch [Turki] di Afrin, orang-orang mulai kembali ke rumah mereka. Kami melihat perlunya Pertahanan Sipil di sana. Kami mengirim empat unit intervensi darurat ke wilayah tersebut. Kami berkoordinasi dengan AFAD dan unit Bulan Sabit Merah Turki di sana. Kami juga melayani mereka di kamp. Kami menyediakan bantuan air dan makanan.

Juga, bersama dengan Pemerintahan Hatay [Turki], kami meluncurkan program untuk menormalkan kehidupan di Afrin. Berdasarkan program, kami bekerja untuk membersihkan jalan dan puing-puing di distrik. Kami berusaha untuk memastikan stabilitas di kawasan dan memungkinkan mereka yang dipaksa pergi untuk kembali pulang.

Bersambung…

Baca juga: White Helmets Kini Jadi Target Pasukan Assad dan Rusia (wawancara khusus bag. 5 tamat)

 

Muslim AS Minta Waktu Operasi Masjid Diperpanjangan

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Ratusan Muslim pada hari Rabu (3/10/2018)berbondong-bondong ke Virginia untuk mendukung permintaan sebuah masjid agar diizinkan untuk melakukan ibadah pokok.

Dengar pendapat umum diadakan di Fairfax County untuk memutuskan apakah suatu amandemen yang diminta oleh Pusat Islam Mclean (Mclean Islamic Center-MIC) harus disetujui.

Amandemen itu menyerukan agar masjid memperpanjang jam operasinya dan memperluas kapasitas di mana mereka diizinkan untuk beroperasi.

“Kami di sini untuk melakukan yang terbaik, dan kemudian menyerahkan segalanya kepada Allah,” kata anggota dewan MIC Maqsood Chaudhry kepada Anadolu Agency.

MIC memiliki lebih dari 90 tempat parkir, namun, hanya boleh ada 10 mobil yang masuk untuk sholat subuh.

Muslim melaksanakan lima sholat harian pada waktu yang tetap tetapi komunitas tetangga baru-baru ini mengajukan keluhan setelah melihat 12 mobil diparkir di tempat tersebut selama salah satu waktu sholat. Sejak itu, sholat subuh ditangguhkan.

MIC membuka lokasinya pada tahun 2015 di area Pojok Tyson di luar Washington, dan komunitas tersebut memiliki pendapatan tertinggi ketiga di AS.

Ini juga satu-satunya tempat ibadah Islam dalam radius 10 mil (16 kilometer) dengan sekitar 220 jamaah.

MIC disetujui sebagai tempat ibadah dengan izin khusus, dengan pembatasan tertentu, termasuk tidak menyelenggarakan layanan ibadah sholat penuh antara jam 4 sore sampai jam 7 malam pada hari kerja, dan hanya mengizinkan 10 mobil untuk menghadiri sholat subuh.

Mereka mengajukan permintaan perubahan pada bulan April untuk perpanjangan jam operasional mereka untuk memungkinkan beroperasi pada kapasitas penuh dari jam 4 pagi sampai 12:30 (0800GMT – 1630GMT).

Baca juga: Pew Research Center: Perkiraan Baru Populasi Muslim AS

Masjid berpendapat bahwa sejak dibuka tidak ada keluhan kebisingan di pagi hari.

“Saya menganggap [komunitas MIC] sebagai perwakilan luar biasa dari gerakan lintas agama, serta Muslim yang taat. Dan saya tentu berharap amandemen mereka disetujui,” kata Daniel Spearow, ketua Dialog Masyarakat Yahudi-Islam di Washington, kepada Anadolu Agency.

Namun, amandemen yang diajukan oleh MIC disambut dengan oposisi oleh komunitas tetangga.

Departemen Perencanaan dan Zonasi Kabupaten Fairfax mengeluarkan laporan yang merekomendasikan penolakan amandemen itu, dengan menyebut waktu operasi yang diperpanjang akan menyebabkan peningkatan lalu lintas ke daerah yang sudah padat, dan bahwa ada risiko masalah kebisingan juga.

Ruangan itu dipenuhi hampir dengan pengunjung kebanyakan Muslim yang menunggu berjam-jam agar kasus itu diangkat.

Dan yang mengejutkan dewan zoning, hampir semua orang di ruangan itu berdiri ketika ditanya siapa yang ingin berbicara atas nama masjid.

Setelah melihat jumlah orang yang ingin berbicara, dewan memutuskan untuk menunda keputusan hingga 14 November, yang dikatakan akan memberikan waktu untuk mendengar semua orang dan juga meninjau studi kebisingan baru yang telah selesai dan diserahkan hari Rabu.

Penundaan ini disambut dengan kekecewaan dari masyarakat, tetapi para anggota tampaknya tetap berharap.

“Jelas ini adalah prosesnya. Sangat disayangkan. Tapi Anda tahu ketika itu menjadi sesuatu yang birokratis dan besar, itu mengabaikan efek pada masyarakat,” kata Abrar Omeish, seorang anggota masyarakat. “Tapi saya sangat bangga dengan pertunjukan itu, seluruh auditorium penuh, orang-orang berdiri dan aktif terlibat.”

“Penangguhan itu jelas bukan yang kami harapkan, setidaknya itu bukan yang saya harapkan. Namun, cara mereka melakukannya, itu tidak benar,” tambah Chaudhry.

BNPB : 3,8 Juta Penduduk Indonesia Berisiko Terancam Tsunami

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan 3,8 juta jiwa penduduk Indonesia memiliki risiko terhadap ancaman bencana tsunami. Kawasan Indonesia Timur dinilai lebih rawan terhadap tsunami.

“Waktu untuk menyelamatkan diri hanya 30 menit hingga 40 menit. Karena itu, mitigasi bencana tsunami penting,” kata Sutopo dalam jumpa pers terkait gempa dan tsunami Sulawesi Tengah di Graha BNPB, Rabu (3/10/2018).

Sutopo mencontohkan gempa 7,8 Skala Richter diikuti tsunami 36 meter di Flores pada 12 Desember 1992 yang menyebabkan 2.600 orang tewas dan hilang. Jarak waktu antara gempa dengan tsunami hanya lima menit.

Singkatnya, waktu antara gempa dengan tsunami karena tsunami di Indonesia bersifat lokal. Artinya, sumber gempa pemicu tsunami berada di sekitar wilayah Indonesia.

“Kawasan Timur Indonesia lebih rawan tsunami, tetapi masih minim penelitian, sarana prasarana, sosialisasi dan mitigasi tsunami,” jelasnya.

Selain gempa dan tsunami di Flores pada 1992, kejadian serupa juga pernah terjadi di Ambon pada 1674. Tercatat, 2.243 orang tewas akibat tsunami dengan ketinggian 80 meter hingga 100 meter.

“Antara 1629 hingga 2018, gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, terdapat 176 kejadian tsunami besar dan kecil,” katanya.

Sementara itu, penduduk Indonesia yang berisiko terancam gempa bumi sebanyak 148,4 juta jiwa. Gempa bumi berkekuatan 7,7 Skala Richter yang telah dimutakhirkan oleh BMKG menjadi 7,4 Skala Richter mengguncang wilayah Palu dan Donggala pada Jumat (28/9) pukul 17.02 WIB.

Sumber : Republika.co.id

Nilai Tukar Rupiah Kembali Melemah Nyaris Rp 15.100

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Rupiah kembali merosot ke posisi terendahnya sejak krisis moneter 1998. Kemarin, kurs spot rupiah ditutup di level Rp 15.075 per dollar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,21% dibandingkan dengan hari sebelumnya. Serupa, kurs rupiah versi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) juga terdepresiasi 0,67% jadi Rp 15.088 per dollar AS.

Sentimen eksternal masih jadi pengaruh utama yang membuat rupiah melemah pekan ini. Di antaranya kenaikan harga minyak dunia yang terus berlangsung dalam beberapa hari belakangan.

Tambah lagi, posisi dollar AS yang sedang di atas angin setelah Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell memberi pidato bernada hawkish terkait ekonomi Negeri Paman Sam tersebut.

Analis Asia Trade Point Future Andri Hardianto mengatakan, dengan penguatan the greenback, kepercayaan pelaku pasar terhadap aset di Eropa dan emerging market belum sepenuhnya pulih. “Pelaku pasar akhirnya melakukan aksi jual untuk menghindari emerging market,” kata dia, Rabu (3/10) lansir Kontan.co.id.

Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menambahkan, pernyataan pemerintah Italia yang enggan menekan defisit anggaran membuat euro tertekan. Alhasil, mata uang emerging market ikut terseret, tak terkecuali mata uang Garuda.

Seperti diketahui, Italia yang kini dipimpin Perdana Menteri Giuseppe Conte berencana memperlebar defisit anggaran negara di 2019 menjadi 2,4% dari produk domestik bruto (PDB). Padahal di tahun ini, defisit anggaran Negeri Pizza tersebut sudah mencapai 1,6%.

Namun, jika Italia mau mempertimbangkan permintaan Uni Eropa, rupiah berpotensi berbalik arah, sejalan dengan penguatan euro. David memprediksi, mata uang Garuda tersebut akan bergerak dalam kisaran Rp 15.000–Rp 15.100 per dollar AS. Sedangkan, menurut perhitungan Andri, kurs rupiah bergerak dalam rentang Rp 15.010–Rp 15.090 per dollar AS pada hari ini.

Sumber: kontan.co.id

 

India Akan Deportasi Semua Pengungsi Muslim Rohingya ke Myanmar

INDIA (Jurnalislam.com) – India berencana mengirim tujuh Muslim Rohingya kembali ke Myanmar dalam deportasi pertama anggota kelompok minoritas Myanmar sejak Kementerian Dalam Negeri memerintahkan otoritas negara tahun lalu untuk mengidentifikasi dan mendeportasi mereka dan semua warga negara lain yang berada di negara itu secara ilegal.

Petugas polisi senior Bhaskar Jyoti Mahanta mengatakan pada hari Rabu (3/10/2018) bahwa tujuh orang ditangkap pada 2012 karena memasuki India secara ilegal dan telah ditahan di sebuah penjara negara bagian Assam.

Mereka kemungkinan akan diserahkan ke penjaga perbatasan Myanmar pada hari Kamis, kata Mahanta. India telah memperoleh izin perjalanan bagi mereka dari otoritas Myanmar.

Baca juga: 

Tujuh orang itu dibawa pada hari Rabu dengan bus dari penjara ke kota perbatasan Moreh di negara bagian Manipur, kata Mahanta.

Sekitar 700.000 orang Rohingya telah menyeberang ke Bangladesh untuk melarikan diri dari operasi kekerasan brutal oleh militer Myanmar.

Diperkirakan 40.000 warga Rohingya telah berlindung di berbagai tempat di India. Kurang dari 15.000 terdaftar di Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi.

Banyak yang menetap di daerah dengan populasi Muslim yang besar, termasuk kota selatan Hyderabad, negara bagian Uttar Pradesh, New Delhi, dan wilayah Himalaya di utara Jammu-Kashmir. Beberapa orang mengungsi di India timur laut yang berbatasan dengan Bangladesh dan Myanmar.

Baca juga: 

Pemerintah India mengklaim memiliki bukti ada ekstremis di kalangan Muslim Rohingya yang telah menetap di banyak kota di India yang mengancam keamanan negara. India memerangi pejuang Muslim Kashmir  di Kashmir utara dan di negara-negara bagian timur laut.

Pengadilan tinggi India sedang mendengarkan petisi yang diajukan atas nama dua Muslim Rohingya yang menentang keputusan pemerintah untuk mendeportasi kaum Muslim Rohingya  dari India.

Rohingya mendekati Mahkamah Agung setelah menteri urusan rumah junior India, Kiren Rijiju, mengatakan kepada Parlemen tahun lalu bahwa pemerintah negara bagian telah diminta untuk mengidentifikasi dan mendeportasi orang-orang yang memasuki negara itu secara ilegal, termasuk Rohingya.

Rijiju mengatakan India akan mendeportasi semua pengungsi  Muslim Rohingya, termasuk mereka yang telah terdaftar oleh badan pengungsi PBB