BMKG Klaim Siarkan 21 Menit Peringatan Dini Tsunami Gempa Sulteng

BMKG Klaim Siarkan 21 Menit Peringatan Dini Tsunami Gempa Sulteng

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengklaim pihaknya sudah menyiarkan peringatan dini tsunami saat gempa besar mengguncang Sulawesi Tengah. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema ‘Update Tanggap Bencana Sulteng’ di Lobi Graha BNPB, Jakarta, Kamis (4/10/2018).

“Sesar Palu Koro adalah sesar terbesar di Sulawesi. Posisinya membelah pulau Sulawesi di blok timur dan barat. Membentang dari teluk Palu hingga teluk Bone. Sesar ini memiliki pergerakan 4 cm per tahun atau empat kali pergerakan dari sesar Sumatra,” ujar Daryono.

Menurutnya, Sesar Palu Koro menjadi patahan paling aktif karena merupakan pertemuan dari laut Banda dan laut Filipina. Ketika terjadi gerakan dan terbangun medan stress yang besar maka terjadilah gempa di Palu tersebut.

Baca juga: Begini Penjelasan LIPI Soal Gempa dan Tsunami di Palu

Daryono menerangkan, rentetan gempa yang terjadi pada Jumat 28 September 2018, gempa pertama terjadi 15.00 WITA berkekuatan 6,0 SR. Kemudian tim stasiun BMKG Palu turun lapangan untuk mendata kerusakan, tapi baru setengah perjalanan terjadi gempa kuat pada 18.02 WITA berkekuatan 7,7 SR lalu diperbarui menjadi 7,4 SR.

“Gempa inilah yang memicu tsunami. Pada pukul 18.06 WITA kita menetapkan peringatan dini Tsunami. Pada pukul 18.08 itu air laut surut lalu pada 18.10 WITA itu terjadi pasang tertinggi hingga 1,5 meter di pelabuhan Pantoloan, inilah tsunami yang dimaksud, kemudian pada pukul 18.14 terjadi gempa lagi 6,3 SR,” papar Daryono.

Tiga rentetan gempa inilah yang membuat kerusakan parah di beberapa wilayah Sulteng. Menurutnya, kerusakan semakin parah karena ketika dinding rumah sudah retak-retak akibat gempa pertama, datang lagi gempa besar 7,4 SR, kemudian datang lagi 6,3 SR sehingga menenggelamkan semuanya karena terjadi likuifaksi (liquifaction).

Baca juga : Fauziyatul Khaeriyah, Hafizah yang Wafat Tertimpa Bangunan Akibat Gempa Palu

“Kemudian ada tsunami tercatat di Mamuju pada pukul 18,27 WITA namun hanya kecil hanya 6 cm,” jelas Daryono.

Daryono menegaskan, ketika gempa kedua dari Hawai Pacific Center juga tidak mengeluarkan perigatan dini tsunami. Peringatan dini tsunami dini dinyalakan dari jam 18.10 sampai 18.27 WITA.

“Jadi berita yang memberitakan bahwa BMKG gagal dalam memberikan peringatan tsunami itu tidak benar, BMKG sudah memberikan tsunami dan BMKG mengakhiri setelah Tsunami. Gagal kalau sama sekali tidak mengeluarkan peringatan dini tsunami,” klaim Daryono.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X