Korban Sipil Meningkat, PBB Selidiki Serangan Udara AS

Korban Sipil Meningkat, PBB Selidiki Serangan Udara AS

JENEWA (Jurnalislam.com) – Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan sedang menyelidiki “banyak kecurigaan yang dapat dipercaya” bahwa sembilan anggota dalam sebuah keluarga tewas akibat serangan udara AS di Afghanistan pekan lalu.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (25/9/2018), Misi Bantuan PBB di Afghanistan (the UN Assistance Mission in Afghanistan-UNAMA) mengatakan mereka prihatin atas meningkatnya jumlah korban sipil, bahkan ketika angkatan udara Amerika Serikat membantah para korban adalah warga sipil.

Perempuan dan anak-anak termasuk di antara mereka yang dilaporkan tewas pada hari Sabtu setelah “serangan udara” menghantam rumah seorang guru di distrik Tagab di provinsi timur negara Kapisa. Enam lainnya terluka.

Baca juga: 

“Semua korban serangan berasal dari keluarga yang sama, termasuk kakek-nenek dan anak-anak berusia antara 2 dan 12 tahun,” kata pernyataan itu.

“UNAMA mengingatkan semua pihak dalam konflik untuk menegakkan kewajiban mereka melindungi warga sipil dari bahaya.”

Mohammad Radmanish, juru bicara kementerian pertahanan, mengkonfirmasi korban sipil selama operasi gabungan oleh pasukan Afghanistan dan AS. Dia tidak memberikan rincian, kecuali mengatakan penyelidikan sedang berlangsung.

Baca juga: 

Militer AS di ibukota Kabul mengatakan, pihaknya sedang meninjau informasi mengenai insiden Kapisa, menambahkan bahwa itu semua dapat dilakukan untuk menghindari korban sipil.

“Kami menyadari pengumuman UNAMA mengenai Kapisa, serta pernyataan pemerintah Afghanistan, dan bahwa mereka melakukan proses independen,” kata militer AS.

“Tidak jarang pejuang menggunakan tuduhan-tuduhan ini untuk mendorong keretakan antara militer dan penduduk,” tuduhnya.

Data UNAMA menunjukkan lompatan 52 persen dalam jumlah warga sipil yang tewas atau terluka dalam serangan udara pada semester pertama tahun ini.

PBB mengatakan 149 warga sipil tewas dan 204 terluka selama periode itu, dengan korban perempuan dan anak-anak berjumlah lebih dari separuh dari 353 korban.

Karena angka-angka itu dilaporkan pada bulan Juli, PBB mengatakan telah mencatat peningkatan jumlah korban sipil akibat serangan udara.

Angkatan udara Afganistan bertanggung jawab atas 52 persen dari korban, UNAMA mengatakan, sementara “pasukan militer internasional” menyumbang 45 persen.

Bagikan

One thought on “Korban Sipil Meningkat, PBB Selidiki Serangan Udara AS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X