Responsive image

Serangan Udara AS Kembali Bunuh Warga Sipil, 14 Anak-anak Tewas

Serangan Udara AS Kembali Bunuh Warga Sipil, 14 Anak-anak Tewas

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Dua serangan udara terpisah selama akhir pekan menewaskan sedikitnya 21 warga sipil di Afghanistan, termasuk 14 anak-anak, kata PBB.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (25/9/2018), Misi Bantuan PBB di Afghanistan (the UN Assistance Mission in Afghanistan-UNAMA) mengatakan 21 orang tewas termasuk 12 anggota keluarga, ketika pasukan AS dan Afghanistan meningkatkan serangan udara terhadap kelompok-kelompok bersenjata.

Mengutip “temuan awal”, UNAMA mengatakan 12 anggota keluarga tewas pada hari Ahad dalam serangan udara di provinsi Maidan Wardak di bagian timur selama operasi militer Afghanistan, lansir Aljazeera.

“Sepuluh dari mereka yang tewas adalah anak-anak yang usianya berkisar antara 6 hingga 15 tahun,” termasuk delapan gadis, katanya, menambahkan tidak jelas apakah serangan udara dilakukan oleh pasukan Afghanistan atau NATO.

Baca juga: 

Kematian warga sipil terakhir dilaporkan setelah UNAMA mengatakan mereka menerima laporan “yang dapat dipercaya” bahwa sembilan anggota dalam satu keluarga tewas akibat serangan udara di rumah seorang guru di distrik Tagab di provinsi Kapisa, Sabtu.

Juru bicara departemen pertahanan Afghanistan Ghafor Ahmad Jawed mengatakan operasi di Maidan Wardak membebaskan delapan tentara Afghanistan yang diduga diculik oleh Taliban dan menewaskan 11 pejuang.

Dia mengatakan kementerian sedang menyelidiki kedua insiden tersebut.

Tidak ada komentar segera dari pejabat Afghanistan mengenai serangan udara yang dilaporkan di provinsi Kapisa, menurut The Associated Press.

Komandan Grant Neeley, juru bicara pasukan AS di Afghanistan, mengatakan “saat ini kami sedang meninjau semua informasi operasional, relevan dan kredibel mengenai operasi kami di provinsi Wardak dan Kapisa, termasuk informasi yang diberikan oleh mitra Afghanistan kami dan para pemimpin lokal”.

Baca juga: 

Mengacu pada korban sipil dia berkata, “kami lebih berhati-hati untuk menghindari mereka dibanding orang lain, setiap saat”.

Temuan UNAMA mendukung komentar sebelumnya dari anggota dewan provinsi Ahmad Jahfari yang mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa 12 anggota dalam satu keluarga telah tewas dalam serangan udara AS yang menargetkan pejuang Taliban.

Seorang warga desa bernama Abdullah mengatakan dua saudara perempuannya tewas dalam serangan itu. “Tiga rumah lain juga hancur,” katanya. “Mereka ingin mengebom penjara Taliban yang terletak sekitar 100 meter dari rumah kami.”

UNAMA menyatakan “keprihatinan yang kuat” pada meningkatnya jumlah korban sipil dari serangan udara tahun ini.

Serangan udara menewaskan 149 orang dan melukai lebih dari 200 warga sipil lainnya pada paruh pertama tahun 2018, naik 52 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Angka tersebut menyumbang sekitar tujuh persen dari total korban sipil untuk periode enam bulan.

Salah satu insiden terburuk terjadi di provinsi utara Kunduz pada bulan April, ketika serangan udara Afghanistan pada pertemuan agama menewaskan atau melukai 107 orang, sebagian besar anak-anak, sebuah laporan UNAMA sebelumnya mengatakan.

Pemerintah dan militer mengatakan serangan itu menargetkan pangkalan Taliban di mana anggota senior kelompok itu merencanakan serangan.

Baca juga: 

Pasukan AS dan Afghanistan secara dramatis telah meningkatkan serangan udara terhadap pejuang Taliban dalam perang yang sudah 17 tahun.

Data angkatan udara AS menunjukkan bahwa mereka menggunakan 746 bom pada bulan Juli, jumlah bulanan tertinggi sejak November 2010.

Jumlah itu lebih dari dua kali lipat 350 amunisi yang digunakan pada Juli 2017, sebulan sebelum Presiden AS Donald Trump mengumumkan strategi barunya untuk Afghanistan, yang memberi pasukan Amerika peluang lebih besar untuk memburu kelompok bersenjata.

Pasukan udara Afghanistan yang baru juga mempercepat pemboman ketika AS meningkatkan kemampuan udara negara itu dengan lebih banyak pesawat dan senjata yang lebih modern.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X