Berita Terkini

IRI Harap Pemuka Agama Dorong Kepedulian Terhadap Alam dan Lingkungan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Perkumpulan Prakarsa Lintas Agama Untuk Hutan Tropis atau Interfaith Rainforest Initiative (IRI) resmi dibentuk, dan mendapuk Din Syamsuddin sebagai Ketua Kehormatan sekaligus menjadi pemateri dengan pembahasan peran agama dalam pelestarian hutan.

Ketua Panitia Lokakarya, Dialog, dan Peluncuran IRI Indonesia Hayu Prabowo menjelaskan, tiga tujuan utama dari IRI Indonesia, yaitu mendidik dan meningkatkan kesadaran tentang krisis penggundulan hutan dan membekali para pemimpin agama dengan pengetahuan, perangkat pendidikan, dan pelatihan yang diperlukan untuk menjadi pendukung efektif untuk perlindungan hutan tropis.

Selain itu, menggerakkan aksi berbasis agama dengan menghubungkan para pemimpin agama dengan mitra dari berbagai sektor untuk meningkatkan dampak secara kolektif.

“Juga mempengaruhi kebijakan dan mengadvokasi pemerintah dan perusahaan untuk mengadopsi, memenuhi dan memperluas komitmen mereka dalam melindungi hutan tropis,” katanya.

Prakarsa ini diluncurkan di Nobel Peace Center di Oslo, Norwegia, pada 19 Juni 2017. Peluncuran ini diselenggarakan oleh Menteri Iklim dan Lingkungan Norwegia, dan dipimpin oleh Raja Harald V dari Norwegia.

Dalam pertemuan puncak ini dihadiri oleh pemimpin agama Kristen, Islam, Yahudi, Budha, Hindu, dan Tao bergabung dengan masyarakat adat dari Brasil, Kolombia, Republik Demokratik Kongo, Indonesia, Meso-Amerika dan Peru untuk membuat perlindungan hutan tropis menjadi prioritas moral bagi komunitas agama dunia.

Prakarsa ini bergerak secara global untuk membawakan suara moral tentang perlindungan hutan ke forum pembuat kebijakan internasional tentang lingkungan, perubahan iklim, masalah masyarakat adat dan pembangunan berkelanjutan.

Din Nilai Moral dan Agama Berperan Penting dalam Pelestarian Hutan Tropis

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Ketua Kehormatan Presidium Inter-Religious Council Indonesia Din Syamsuddin mengatakan, dalam upaya melestarikan hutan tropis di dunia, banyak usaha yang dilakukan. Namun upaya upaya tersebut tidak cukup.

“Tantangan dalam pengelolaan alam adalah berakar dari moral manusia. Nah, agama menjadi penting untuk dapat terlibat dalam mengelola moral manusia tersebut,” kata Din usai membuka lokakarya, dialog, dan peluncuran Prakarsa Lintas Agama Untuk Hutan Tropis atau Interfaith Rainforest Initiative (IRI) di kantor Kementerian Hidup, Lingkungan dan Kehutanan (KLHK), Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Din menjelaskan, agama dan masyarakat adat dapat tampil berperan lebih untuk mengingatkan manusia agar tidak melakukan kerusakan.

Dia optimis, masyarakat yang berada di kawasan pedesaan dengan adat istiadat yang dijunjung tinggi, mereka lebih mudah melakukan adaptasi atas modalitas dan moralitas yang mereka miliki.

“Sehingga pendekatan dengan para pemuka atau tokoh masyarakat setempat dapat menjadi agen perubahan untuk mendorong perubahan perilaku dalam melestarikan hutan hujan tropis,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Din menjadi narasumber kunci bersama sejumlah Prakarsa Lintas Agama Untuk Hutan Tropis atau Interfaith Rainforest Initiative (IRI).

IRI merupakan wadah bagi para pemimpin agama dan komunitas agama untuk bekerja bahu-membahu dengan masyarakat adat, pemerintah, LSM, dan bisnis terkait aksi-aksi untuk melindungi hutan tropis dan hak-hak mereka yang berperan sebagai pelindungnya.

Bupati Minahasa Utara Akan Keluarkan Izin Mushola Jika Syaratnya Terpenuhi

MINUT (Jurnalislam.com)- Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) melalui Bupati Vonnie Anneke bergerak cepat dalam menyikapi kasus pengerusakan mushola Al Hidayah di Perum Agape, Desa Tumaluntung, Minut, rabu, (29/1/2020) malam.

Dalam video yang beredar pada kamis, (30/1/2020), Bupati Minut Vonnie Anneke menyebut sudah ada keputusan bersama Forkopimda Sulut, Forkopimda Minut, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Sudah ada keputusan forkopimda provinsi, forkopimda Minahasa Utara dan tokoh tokoh masyarakat, tokoh tokoh muslim, kristen semua,” katanya.

“Sekarang supaya dalam keadaaan tenang aman dan kondusif,” imbuhnya.

Menurutnya, mushola yang telah dirusak tersebut akan diperbaiki oleh Kapolres, ia juga berjanji akan ikut memberikan izin untuk berdirinya masjid di Perum Agape apabila seluruh persyaratan dan izin sudah lengkap.

“Tempat itu akan diperbaiki oleh Kapolres dan itu sementara waktu sholat dirumah dulu, kalau surat suratnya sudah lengkap, kita tetap tanda tangan untuk berdirinya masjid,” paparnya.

“Dan itu sudah persetujuan dari DPRD Provinsi dan DPRD Minahasa Utara, Forkopimda bersama tokoh masyarakat,” pungkasnya.

Sementara terkait pelaku perusakan mushola Al Hidayah, Bupati Vonnie belum memberikan keterangan lebih lanjut.

HMI Desak Bupati Minahasa Utara Selesaikan Masalah Pengrusakan Mushala

MINAHASA UTARA (Jurnalislam.com) – Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bolaang Mongondow Raya (BMR) Irwanto Mamonto menyebut perusakan mushola di Perum Agape, Desa Tumaluntung, Minahasa Utara (Minut) oleh sekelompok orang pada Rabu (29/1/2020) dapat merusak tatanan kerukunan antar umat beragama di Sulawesi Utara.

“Kami mengutuk keras aksi pengrusakan Mushola oleh sekelompok orang di Desa Tumaluntung dan meminta pihak Kepolisian segera mengambil langkah tegas,” katanya sebagaimana dikutip dari boganinews.com, Kamis (30/1/2020).

“Dan mengusut tuntas para pelaku kasus itu, agar dikemudian hari tidak terjadi lagi hal-hal seperti itu,” imbuhnya.

Irwanto juga mendesak Bupati Minut untuk segera melakukan langkah mediasi bersama dengan aparat Kepolisian, TNI, tokoh agama dan tokoh masyarakat di Sulut dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Kami minta persoalan ini segera diselesaikan secepatnya 1×24 jam,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia meminta masyarakat untuk mempercayakan penyelesaian kasus tersebut kepada pihak aparat kepolisian.

“Diharapkan kepada kita semua khususnya umat muslim agar tetap tenang dan tidak terpancing. Biarkan pihak berwenang menyelesaikan persoalan ini,” pungkasnya.

Mushola Minahasa Dirusak, GP Ansor Sulut: Tangkap Aktor Intelektual 1×24 Jam!

MANADO (Jurnalislam.com) – Ketua Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Utara Yusra Alhabsyi mengecam keras tindakan sekelompok orang yang melakukan perusakan mushola di Perum Agape, Desa Tumaluntung, Minahasa Utara (Minut) pada Rabu, (29/1/2020) malam.

Ia mendesak Kapolda Sulut Irjen (Pol) Remigius Sigid Tri Hardjanto untuk segera menangkap aktor intelektual dibalik perusakan yang meresahkan warga tersebut.

“Selain itu juga, tangkap aktor intelektual paling lambat 1x 24 jam,” katanya sebagaimana dikutip dari beritamanado.com, Kamis (30/1/2020).

Alhabsyi juga meminta Bupati Minut untuk segera mencopot kepala desa Tumaluntung karena dianggap tidak bisa menjaga keamanan keamanan desanya dari tindakan anarkisme yang dilakukan oleh sekelompok orang.

“Karena tidak mampu menjaga keamanan desanya dari tindakan brutal warganya yang sudah terjadi berulang kali,” ungkapnya.

Alhabsyi yang juga anggota DPRD Sulut itu meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

Untuk itu, katanya, Polres Minut diharapkan segera melakukan mediasi dengan tokoh agama maupun masyarakat di Sulut, agar terciptanya kondisi yang kondusif.

“Saya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terpancing dengan situasi ini, percayakan kepada aparat keamanan yakni Polri dan TNI untuk penyelesain masalah ini,” ungkapnya seraya berharap agar hal ini tidak terulang lagi, dan umat Islam di Perumahan Agape bisa mendapatkan tempat yang nyaman untuk beribadah.

“Mari kita bersama-sama menjaga Sulut ini untuk tetap aman dan damai dalam keberagaman, jangan hanya karena ulah beberapa orang kemudian dapat merusak kebersamaan yang selama ini terjaga bersama,” pungkas Alhabsyi.

LUIS Desak Kapolda Sulut Tangkap Pelaku Perusakan Mushola di Minahasa Utara

SOLO (Jurnalislam.com) – Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) ikut mengecam tindakan perusakan sebuah mushola yang dilakukan sekelompok orang di Perum Agape, Desa Tumaluntung, Minahasa Utara, Sulawesi Utara pada Rabu (29/1/2020) malam.

Humas LUIS Endro Sudarsono mendesak Kapolda Sulut Irjen (Pol) Remigius Sigid Tri Hardjanto untuk segera menangkap pelaku dan dalang  di balik perusakan tersebut.

“Untuk itu Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) meminta Kapolda Sulawesi Utara untuk segera menangkap semua pelaku yang terlibat dalam pengrusakan mushola secara bersama sama tersebut,” katanya kepada Jurnalislam.com Kamis (30/1/2020).

“Tidak dibenarkan melakukan pengrusakan terhadap tempat ibadah agama apapun di Indonesia,” imbuhnya.

LUIS juga menghimbau kepada umat Islam untuk tetap tenang dan tidak terpancing dalam menyikapi kasus tersebut, ia meminta untuk mempercayakan penyelesaian permasalahan tersebut pada pihak aparat yang berwenang.

“LUIS juga menghimbau umat Islam tetap dewasa dan tidak emosi dalam menyikapi pengrusakan mushola, dan tetap menyerahkan proses hukum kepada aparat kepolisian,” pungkas Endro.

Sebelumnya beredar viral video berdurasi 40 detik di media sosial, dalam video tersebut nampak beberapa orang merusak sejumlah tembok dan bagian lainnya di dalam mushola yang berada di Perum Agape, Minahasa Utara.

Trump Umbar ‘Proposal Perdamaian’ Peta Palestina, Israel Semakin Luas

AMERIKA(Jurnalislam.com)- Proposal perdamaian baru yang dibuat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membuat kondisi di wilayah Palestina memanas, Rabu (28/1/2020).

Peta damai tersebut dituding bias karena tidak mengakomodir pendapat Palestina di dalamnya dan memberi ‘izin’ pendudukan Israel di Tepi Barat.

Warga Palestina di Tepi barat dan Jalur Gaza pun kompak berdemonstrasi menentang draf perjanjian yang disebut Trump “proposal damai abad ini” itu.

Lalu sebenarnya bagaimana bentuk peta tersebut?

Sesaat setelah pertemuan dengan Israel, Trump pun mengumbar solusi yang ia buat untuk daerah yang berkonflik tersebut. Melalui Twitter-nya, ia menunjukkan gambar yang ia sebut sebagai masa depan negara Palestina.

“Ini adalah bagaimana negara Palestina terlihat di masa depan, dengan ibu kota di Yerusalem bagian Timur,” tulisnya melalui akun @realDonaldTrump.

Cuitan itu ia post dua kali. Pada cuitan pertama ia bahkan memakai bahasa Arab dalam postingannya.

Selain memakai bahasa Arab, cuitan itu-pun, peta gambar negara Palestina ala Trump itu, juga ia umbar dengan bahasa Ibrani. Namun dengan cuitan berbeda.

“Saya akan tetap berdiri bersama negara Israel dan orang-orang Yahudi. Saya sangat mendukung keselamatan dan keamanan mereka dan hak mereka untuk hidup dengan sejarah tumpah darah mereka. Ini waktunya untuk perdamaian,” tulisnya lagi.

Sumber: cnbc

PBNU Dorong Nahdliyin Berdakwah di Sektor Budaya Pop

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Imam Pituduh mengakui warga NU masih kalah di medan perang budaya pop.

Ia pun mendorong warga NU untuk menggenjot kekuatan di sektor tersebut.

“Ada ruang kosong di kita dalam pop culture war seperti di sektor produksi televisi, musik, film, animasi, game, e-sport dan lain-lain,” kata Imam dalam diskusi Sosial Media NU Gathering di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Jakarta, Rabu (29/1).

Menurut dia, area budaya pop sejatinya juga merupakan area dakwah yang dapat dimanfaatkan seiring dengan syiar lewat cara-cara konvensional.

Sebagai dampak dari lemahnya penggarapan ranah budaya pop, kata dia, warga NU kerap mengidolakan unsur-unsur di luar Nahdliyin.

Hal itu memang terlihat sepele tetapi sejatinya perang pemikiran melalui budaya dapat mempengaruhi cara berpikir individu atau kelompok.

Untuk itu, dia mendorong agar warga NU dapat ikut serta dalam mengisi ranah budaya pop sehingga tetap memiliki jati diri bangsa yang berdaulat dengan tidak mudah hanyut oleh budaya impor.

“Kita kenapa tidak hadir di pop culture? Milenial suka musik, gamesport, film, yang bisa ‘dikunyah’ mereka. Apa kita sudah hadir? Pengajian tahlilan ini agar digarap kiai di dunia offline,” kata dia.

Sebagai tolok ukur kekalahan Nahdliyin dan bangsa Indonesia pada umumnya di ranah budaya pop, kata dia, yaitu produksi di sektor popular culture nasional masih lemah.

“Dari pop culture sedikit dari kita yang memproduksi tapi justru dari negara lain ada K-Pop, J-Pop, C-Pop, American Pop. Sementara dari NU tidak ada yang mengisi itu,” kata dia.

Kekalahan bangsa di perang budaya, kata dia, juga diiringi dengan perang digital dengan gempuran aplikasi impor.

“Konten aplikasi yang bersliweran itu dari negara lain. Jujur kita tidak berdaulat. Jika membuat, naskah codingnya masih belanja dari semua tidak kita produksi. Persaingan ini harus dimenangkan,” katanya.

Sumber: republika.co.id

 

Turis Cina Menangis Dengar Azan di Masjid Raya Sumbar

PADANG(Jurnalislam.com) — Sebanyak 15 orang wisatawan Muslim asal Kota Kunming, China siang ini, Rabu (29/1) berkesempatan melaksanakan shalat zhuhur di Masjid Raya Sumatra Barat (Sumbar).

Sebanyak 15 orang wisatawan ini merupakan bagian dari 150 orang rombongan wisatawan asal China yang melakukan perjalanan wisata ke Sumbar sejak Ahad (26/1).

Ketua Pengurus Masjid Raya Sumbar Yulius Said mengatakan mempersilakan siapa saja terutama umat Islam yang ingin datang dan melaksanakan shalat di masjid yang kini menjadi ikon religi Sumbar tersebut.

Karena itulah Masjid Raya Sumbar tidak mempersoalkan kehadiran 15 orang wisatawan muslim Cina bersama-sama melangsungkan shalat zhuhur berjamaah.

“Beliau-beliau (15 orang wisatawan China) itu datang ke masjid untuk shalat. Jadi bagi kami pengurus masjid, siapa pun yang datang ke masjid ini untuk melaksanakan ibadah tak ada masalah,” kata Yulius.

Yulius menceritakan 15 orang wisatawan asal Kunming ini sudah berada di Masjid Raya sebelum waktu shalat zhuhur masuk.

Saat azan dikumandangkan oleh muazim, ke-15 orang wisatawan ini berurai air mata karena merasakan kenikmatan batin mendengarkan kumandang azan.

Yulius mengatakan, kesempatan mendengarkan azan sangat langka bagi warga Kunming karena di negara mereka azan dilarang.

Sumber: republika.co.id

MUI Desak Pemerintah Bertindak Selamatkan WNI di Wuhan

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan rasa keprihatinan yang sangat mendalam atas munculnya wabah virus corona yang menyebar di Kota Wuhan, China.

MUI juga meminta pemerintah Indonesia menyelamatkan warga negara Indonesia (WNI) di daerah terpapar virus corona di China.

Wakil Ketua Umum MUI, KH Zainut Tauhid Sa’adi menyampaikan, sampai hari ini virus corona telah menelan korban 131 orang dan kemungkinan besar akan terus bertambah korbannya.

MUI meminta pemerintah Indonesia mengambil langkah-langkah penyelamatan WNI yang masih berada di Kota Wuhan dan daerah terpapar virus corona lainnya.

“Agar mereka (WNI) mendapat perlindungan kesehatan dan keselamatan jiwanya. Jika dimungkinkan dan sesuai dengan prosedur keselamatan dan standar kebijakan pemerintah setempat maka langkah evakuasi harus segera dilaksanakan agar WNI dapat selamat,” kata Kiai Zainut, Rabu (29/1).

Ia menyampaikan, MUI mengimbau kepada seluruh masyarakat agar menaati anjuran pemerintah melalui travel warning untuk tidak melakukan perjalanan ke negara-negara yang terpapar virus corona.

Sebaliknya untuk sementara waktu pemerintah perlu menolak kunjungan warga asing dari wilayah ang terpapar virus corona. Hal ini semata untuk mencegah terjadinya penyebaran virus corona di Indonesia.

MUI meminta kepada imigrasi di bandara dan pelabuhan di seluruh Indonesia untuk melakukan test kesehatan secara ketat. “Untuk memastikan para penumpang pesawat yang datang dan berangkat dari luar negeri terbebas dari virus corona,” ujarnya.

Kiai Zainut mengatakan, MUI juga mengimbau umat Islam dan seluruh masyarakat Indonesia tetap menjaga kesehatan dengan berperilaku hidup bersih dan sehat. Caranya dengan mengonsumsi makanan yang halal dan baik. Kemudian membiasakan diri mencuci tangan sebelum makan.

“Dan istirahat yang cukup dan olahraga untuk tetap menjaga stamina dan imunitas tubuh agar tidak mudah terjangkit penyakit. Jika ada gejala sakit segera memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit agar segera diobati,” ujarnya.

sumber: republika.co.id