Berita Terkini

Panen Perdana Mina Padi Di Tengah Pandemi, Justru Petani Dapatkan Gabah Dan Ikan Sekaligus

JOGJA(Jurnalislam.com)–-Bertempat di Dusun Nglebeng, Desa Tamanan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, untuk kali pertama, Kelompok Tani Dwi Manunggal melaksanakan panen hasil metode Mina Padi pada Senin (19/10).

Sistem tanam Mina Padi sendiri adalah metode yang diinisiasi Dompet Dhuafa Yogyakarta, dengan menggabungkan sistem tanam Jajar Legowo dan budidaya ikan.

 

Mina Padi juga berbasis organik sehingga tidak menggunakan bahan kimia apapun dalam proses perawatan padi. Silang sistem tanam ini memungkinkan petani mendapatkan hasil panen yang lebih sehat dan berlipat. Setelah mendapatkan pelatihan lima bulan lalu, Kelompok Tani Dwi Mangunggal mendapat pendampingan progam untuk menghasilkan produk pangan dengan metode Mina Padi, hingga bisa dipanen hari ini.

 

“Alhamdulillah Dompet Dhuafa Yogyakarta dapat memberi stimulan modal untuk mina padi ini dan memberikan pendampingan berupa pelatihan dan terjun dilapangan untuk merealisasikan Mina Padi. Berkat ikhtiar semua pihak alhamdulillah dapat menghasilkan panen padi sekaligus ikan nila konsumsi, dari hasil ini berhasil meningkatkan pendapatan dan berdampak pada kesejahteraan para petani dampingan,” jelas Dari Nuryanto Hari Murti, SPV Program Ekonomi Dompet Dhuafa Yogyakarta.

 

Menempati petak sawah seluas 800 meter persegi, percontohan progam Pertanian Sehat Indonesia Dompet Dhuafa ini diperkirakan menghasilkan 600 kilogram hingga 700 kilogram gabah. Selain mendapat hasil gabah yang lebih organik, petani juga mendapatkan profit lebih, dari budidaya ikan nila yang dipanen sepekan sebelumnya. Dari silang sistem tanam tersebut, petani mendapat tambahan sebesar 100 kilogram panen ikan nila.

 

“Mina padi adalah cara bertanam yang mengkombinasikan antara sistem tanam Jajar Legowo dengan budidaya ikan. Dengan metode pertanian ini akan memberikan keuntungan lebih bagi petani karena selain mendapatkan gabah dari hasil menanam padi, ikan pun bisa dipanen sehingga menambah penghasilan petani,” tambah Nuryanto.

 

Petani pun merasakan perkembangan dengan adanya metode Mina Padi tersebut. Dengan pendampingan dari Dompet Dhuafa Yogyakarta lima bulan terakhir, hari ini para petani bisa merasakan hasilnya. Bukan hanya mendapat profit dari gabah dan ikan, namun juga alam penyangga mata pencaharian mereka juga ikut terjaga.

 

“Terima kasih Dompet Dhuafa sudah memberikan pendampingan untuk Kelompok Tani Dwi Manunggal. Panen perdana kali ini bagus, alhamdulillah. Kepada para donatur semoga berkah,” Pak Sabardi, salah satu petani.

 

Aisyiyah Luncurkan Universitas Ketiga di Bandung

YOGYAKARTA(Jurnalislam.com) — ‘Aisyiyah meluncurkan universitas ketiga di Bandung, Jawa Barat, secara daring pada Sabtu (17/10).

Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Bandung ini merupakan peningkatan status dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ‘Aisyiyah Bandung.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini mengatakan, Unisa Bandung ini diinisiasi oleh perempuan berkemajuan ‘Aisyiyah. Peningkatan status sendiri dikarenakan Unisa Bandung sudah memenuhi syarat untuk sebuah universitas.

“Universitas ini dikelola perempuan yang memiliki kemampuan untuk bisa mencerdaskan bangsa. Kehadiran Unisa bukan karena kolusi, tapi memang karena sudah memenuhi persyaratan. Kalau kita punya target tertentu, usaha itu harus dilakukan,” katanya, saat peluncuran Unisa Bandung melalui Zoom.

Menurutnya, peluncuran Unisa Bandung ini menunjukkan semangat perempuan ‘Aisyiyah untuk berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Tentunya, kata Noordjannah, memberikan manfaat bagi kepentingan umat dan bangsa.

Ia pun mengapresiasi kepada seluruh pihak yang membantu dalam mewujudkan Unisa Bandung. Noordjannah menuturkan, kehadiran Unisa Bandung dapat menjadi modal sosial yang perlu ditindaklanjuti dengan baik dan pengelolaan yang amanah juga perlu ditingkatkan.

“Kehadiran Unisa Bandung ini juga membawa amanah yang luar biasa bagi rektor, civitas akademik dan para penyelenggara. Baik amanah itu legalitas dari pemerintah, legalitas persyarikatan atau lebih besar lagi amanah dari umat,” ujarnya.

Selain itu, ia menyebut, kehadiran Unisa Bandung menjadi pelengkap dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) di wilayah Bandung. Diharapkan, Unisa Bandung dapat berkolaborasi secara penuh dengan seluruh PTMA yang ada, dalam rangka menggerakkan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar.

“Tidak ada pemikiran Muhammadiyah untuk menempatkan perempuan di belakang atau menempatkan perempuan tidak maju. Perempuan harus menjadi bagian yang sama-sama menggerakkan persyarikatan Muhammadiyah,” tambahnya.

Dengan adanya Unisa ketiga ini di Bandung, pihaknya juga terus berikhtiar dan berusaha dalam mewujudkan Unisa lainnya. Pihaknya berharap, akan ada Unisa keempat di luar Jawa nantinya.

Sebab, ketiga Unisa yang ada saat ini berada di Pulau Jawa. Yakni Unisa Yogyakarta, Unisa Surakarta, dan Unisa Bandung.

“Harapan kami Unisa yang keempat itu ada di luar Jawa. Supaya kita lebih bisa melebarkan ikhtiar-ikhtiar kemajuan itu,” jelasnya.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir, mengapresiasi diluncurkannya Unisa Bandung ini. Kehadiran Unisa Bandung diharapkan menjadi semangat perempuan berkemajuan untuk terus berkarya serta berkontribusi dalam mencerdaskan bangsa dan menyelesaikan permasalahan bangsa.

“Ciri khas pemikiran pembaharuan Kiai Ahmad Dahlan melahirkan pranata Islam modern, satu diantaranya ‘Aisyiyah. Sekarang, ‘Aisyiyah sendiri justru sudah melahirkan pranata baru yakni Unisa,” kata Haedar.

Menurutnya, hikmah dari berdirinya Unisa Bandung ini dapat menjadi tonggak bagi perempuan berkemajuan. Yakni perempuan yang selalu mengerahkan segala kemampuanya dalam menyatukan jiwa, pikiran, sikap, tindakan menjadi suatu energi dan semangat yang luar biasa.

“Di situ ada komitmen, niat dan tekad yang kuat, ada kegigihan dan perjuangan yang tidak kenal lelah dan menyerah. Itu juga karakter Muhammadiyah dan “Aisyiyah yang ada di dalamnya,” jelas Haedar.

Rektor Unisa Bandung, Tia Setiyawati mengatakan, Unisa Bandung ini telah memiliki tiga rumpun keilmuan yang melingkupi sembilan program studi (prodi). Tiga rumpun keilmuan itu terdiri dari rumpun keilmuan ekonomi, humaniora serta sains dan teknologi.

“Sebagai universitas baru, Unisa Bandung telah memiliki dasar yang kokoh, warisan dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ‘Aisyiyah Bandung,” kata Tia.

Pihaknya memiliki visi yaitu menjadikan Unisa Bandung sebagai universitas yang unggul dalam ilmu pengetahuan teknologi, kesehatan dan seni. Hal ini, kata Tia, berdasarkan nilai-nilai Islam berkemajuan.

“Visi ini ingin kami wujudkan dalam 25 tahun mendatang. Visi ini kami nilai tepat sasaran dan sesuai untuk menjawab tantangan masa depan. Terutama dalam rangka tercapainya kemandirian ekonomi dan teknologi yang berwawasan kesehatan,” ujarnya.

Sumber:republika.co.id

Polisi Tangkap Tiga Admin Grup Facebook STM

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Anggota Polda Metro Jaya mengamankan tiga orang pemuda yang diduga sebagai penggerak pelajar unjuk rasa menolak Omnibus Law Cipta Kerja pada 8 dan 13 Oktober 2020. Dua dari tiga pemuda yang diamankan diketahui sebagai admin grup Facebook “STM Se-Jabodetabek”.

“Polda Metro Jaya dalam hal ini Direktorat Krimsus Polda Metro Jaya telah mengamankan tiga orang ya yang memang sebagai provokasi, penghasutan, serta ujaran kebencian dan berita bohong yang tersangkut masalah demo kemarin untuk undangan yang STM itu,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yusus saat dihubungi, Senin (20/10) malam.

Yusri kemudian mengungkapkan tiga pemuda yang diamankan tersebut berinisial MLAI (16), WH (16), dan SN (17). MLAI dan WH diamankan petugas karena berperan sebagai admin grup Facebook “STM Se-Jabodetabek” yang memuat hasutan kepada para pelajar untuk membuat kerusuhan saat berlangsungnya unjuk rasa.

“Polda Metro Jaya dalam hal ini Direktorat Krimsus Polda Metro Jaya telah mengamankan tiga orang ya yang memang sebagai provokasi, penghasutan, serta ujaran kebencian dan berita bohong yang tersangkut masalah demo kemarin untuk undangan yang STM itu,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yusus saat dihubungi, Senin (20/10) malam.

Yusri kemudian mengungkapkan tiga pemuda yang diamankan tersebut berinisial MLAI (16), WH (16), dan SN (17). MLAI dan WH diamankan petugas karena berperan sebagai admin grup Facebook “STM Se-Jabodetabek” yang memuat hasutan kepada para pelajar untuk membuat kerusuhan saat berlangsungnya unjuk rasa.

Sumber: republika.co.id

 

Warga Palestina Usir Delegasi UEA dari Masjidil Aqsa

UEA(Jurnalislam.com)– Di tengah pandemi Covid 19 di mana Jerusalem merupakan wilayah dengan status sebagai zona merah pandemi ini, suasana perseturan di kota suci tiga agama ini tetap memanas.

Warga Palestina di sana tak peduli bila beberapa negara di kawasan Arab mulai buka hubungan diplomatik dengan Israel.

Kenyataan ini terjadi kala, beberapa hari silam. Kala itu warga Palestina mengusir delegasi Uni Emirat Arab (UEA) dari masjid Al-Aqsa di Yerusalem. Pengusiran dilakukan sebagai imbas normalisasi hubungan UEA dan Israel.

Orang Palestina menilai kesepakatan itu telah mengkhianati cita-cita negara Palestina. Dalam video yang diunggah di halaman Facebook Palestinian Wadi Hilweh Information Center terlihat delegasi UEA diusir setelah masuk ke Al-Aqsa melalui gerbang yang dijaga polisi Israel.

Dalam video tersebut seorang laki-laki Palestina menegur delegasi UEA tentang normalisasi hubungan dengan Israel dan memintanya pergi. Tidak lama kemudian delegasi itu meninggalkan masjid.

Kunjungan delegasi UEA itu dilakukan setelah Bahrain dan Israel meresmikan hubungan diplomatik. Perdana Menteri Palestina Muhammad Shtayyeh mengatakan kesepakatan itu ‘hadiah gratis untuk pendudukan Israel untuk merebut lebih banyak tanah Palestina dan membangun lebih banyak pemukiman’.

“Masjid Al-Aqsa harusnya dimasuki melalui gerbang pemiliknya, tidak melalui gerbang yang diduduki Israel, sedih melihat delegasi Arab masuk melalui gerbang Israel, sementara jamaah menolak akses mereka untuk sholat,” kata Shtayyeh seperti dilansir media Turki, Daily Sabah, Selasa (20/10).

UEA dan Bahrain menandatangani kesepakatan yang ditengahi Amerika Serikat (AS) untuk menormalisasi hubungan dengan Israel pada 15 September lalu. Kelompok-kelompok Palestina mengecam kesepakatan tersebut dengan mengatakan perjanjian itu mengabaikan hak rakyat Palestina.

Perjanjian itu juga mematahkan konsensus Arab yang telah berlangsung selama puluhan tahun untuk tidak akan pernah menormalisasi hubungan dengan Israel hingga ada perdamaian dengan Palestina. Rakyat Palestina menilai kesepakatan itu ‘mengkhianati’ mereka.

Otoritas Palestina menjaga konsensus Arab yang memastikan normalisasi hubungan negara-negara Arab hanya akan terjadi bila Israel memenuhi sejumlah syarat. Salah satunya menarik diri dari pemukiman yang mereka duduki sejak Perang Timur Tengah tahun 1967.

Syarat lain yakni menyetujui Yerusalem Timur ibu kota negara Palestina. Syarat ketiga adalah menemukan solusi bagi jutaan pengungsi Palestina dan keturunan mereka yang terusir dari negara mereka sendiri.

Sumber: ihram.co.id

Azerbaijan Bebaskan 13 Desa dari Pendudukan Armenia

ANKARA(Jurnalislam.com) – Tentara Azerbaijan telah membebaskan 13 desa lagi di distrik Jabrayil dari pendudukan Armenia.

“Desa Soltanli, Emirvarli, Mashanli, Hasanli, Alikeykhanli, Gumlag, Hajili, Goyerchinveysalli, Niyazguzlar, Kechel Memmedli, Shahvelli, Haji Ismayilli, dan Isagli di distrik Jabrayil telah dibebaskan. Karabakh adalah Azerbaijan!” kata Presiden Ilham Aliyev lewat Twitter pada Senin.

“Ada yang tewas dan terluka akibat serangan pasukan Armenia. Namun tentara kami berhasil merespons dengan tepat dan membebaskan beberapa permukiman,” tambah dia.

Presiden mengatakan Angkatan Bersenjata Armenia secara terang-terangan telah melanggar rezim gencatan senjata kemanusiaan yang disepakati dengan menggunakan artileri berat untuk menembaki permukiman Azerbaijan.

Gencatan senjata yang kedua di Nagorno Karabakh dimulai pada 27 September. Hubungan antara kedua negara bekas Uni Soviet itu tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Upper Karabakh, wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional.

Sekitar 20 persen wilayah Azerbaijan berada di bawah pendudukan ilegal Armenia selama hampir tiga dekade. OSCE Minsk Group – diketuai bersama oleh Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat – dibentuk pada 1992 untuk menemukan solusi damai atas konflik tersebut, tetapi upaya itu tak kunjung berhasil.

Gencatan senjata, bagaimanapun, disetujui pada tahun 1994. Sejumlah resolusi PBB serta organisasi internasional menuntut penarikan pasukan pendudukan dari wilayah tersebut.

Sumber: republika.co.id

 

Lebih dari 200 Ribu Orang Eropa Meninggal Akibat Covid-19

EROPA(Jurnalislam.com)–Berdasarkan data terbaru Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa tercatat nyaris 4,8 juta orang di seluruh Eropa terinfeksi virus corona dan sedikitnya 200.587 orang meninggal karenanya.

Angka tersebut mencakup semua negara anggota Uni Eropa, ditambah Norwegia, Islandia, Liechtenstein, dan Inggris Raya. Inggris menjadi negara dengan angka kematian terbanyak yakni lebih dari 43.700, disusul Italia, Spanyol, dan Prancis.

Sementara Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat lebih banyak kasus positif dan angka kematian di kawasan Eropa yakni sekitar 7,8 juta kasus dan 255 ribu kematian.

Prancis

Prancis melaporkan 29.837 kasus baru pada hari Minggu (18/10), menurun dari rekor 32.400 kasus baru yang tercatat sehari sebelumnya. Seiring dengan melonjaknya kasus, Paris dan delapan kota lainnya menerapkan aturan jam malam yang ketat pada Sabtu (17/10), mulai pukul 9 malam hingga 6 pagi.

Masyarakat hanya diperbolehkan meninggalkan rumah mereka jika mereka memiliki alasan yang jelas, antara lain bepergian ke atau dari tempat kerja, keadaan darurat medis, merawat kerabat atau anak-anak, atau bepergian ke atau dari bandara atau stasiun kereta api untuk perjalanan jarak jauh. Lonjakan kasus baru-baru ini telah mendorong pihak berwenang untuk memberlakukan kembali keadaan darurat di negara tersebut.

Inggris

Inggris menjadi negara di Eropa yang mencatat angka kematian tertinggi. Hampir seperlima angka kematian dari Eropa tercatat di negara tersebut. Pada Minggu (18/10) Inggris mencatat 16.982 kasus harian baru, bertambah 16.717 kasus dari hari sebelumnya. Sedangkan kasus kematian tercatat 67 kasus, turun dari hari sebelumnya yang mencatat 150 kasus kematian.

Pemerintah Inggris terus berjuang untuk melawan pandemi, di tengah penolakan pejabat lokal atas upaya para menteri untuk memberlakukan pembatasan menurut wilayah.

Italia

Italia mencatat 11.705 kasus baru pada Minggu (18/10) naik dari hari sebelumnya yaitu 10.925 kasus. Angka tersebut memecahkan rekor kasus harian baru di Italia. Kasus kematian juga meningkat menjadi 69 kasus, naik dari hari sebelumnya yaitu 47 kasus kematian. Kasus kematian di Italia menurun secara signifikan dibandingkan pada Maret dan April, ketika kasus kematian harian bisa tercatat lebih dari 900 kasus.

Virus corona juga telah menyerang parlemen, di mana 20 anggota parlemen Italia dilaporkan positif COVID-19.

Republik Ceko

Pihak kepolisian di Republik Ceko menembakkan gas air mata dan water canon untuk membubarkan pengunjuk rasa yang berdemonstrasi menentang pembatasan virus corona di ibu kota Praha pada hari Minggu (18/10). Ribuan orang berunjuk rasa di Alun-Alun Kota Tua untuk memprotes penutupan bar dan restoran serta larangan kompetisi olahraga. Aksi unjuk rasa berubah menjadi kericuhan setelah unjuk rasa dihentikan karena melampaui batas 500 peserta. Beberapa pengunjuk rasa melemparkan botol bir, batu, dan benda lain ke polisi. Republik Ceko saat ini memiliki tingkat infeksi tertinggi di Eropa, menghadapi lonjakan kasus dalam beberapa pekan terakhir.

Jerman

Jerman berupaya kembali meningkatkan kondisi perekonomian di sejumlah kota, di tengah kekhawatiran bahwa musim liburan akan menjadi masalah serius bagi aktivitas bisnis ritel selama bertahun-tahun.

Menteri Ekonomi Peter Altmaier mengatakan kepada surat kabar Jerman Frankfurter Allgemeine Sonntagszeitung (FAS) bahwa dia akan bertemu perwakilan dari sektor ritel pada hari Selasa (20/10) untuk melakukan pembicaraan. Tren belanja online telah mengalami peningkatan luar biasa dan sekarang menjadi ancaman bagi pedagang tradisional karena aturan jaga jarak sosial dan kekhawatiran penularan virus.

Sementara itu, Menteri Pangan dan Pertanian Julia Klöckner memperingatkan masyarakat agar tidak melakukan ‘panic buying‘ meskipun ada lonjakan kasus. “Mereka yang menimbun (makanan) tidak hanya bertindak tidak logis tapi juga tidak memiliki solidaritas. Dan pada akhirnya, banyak (makanan) berakhir di tempat sampah,” katanya. Hamsterkauf adalah istilah ‘panic buying‘ dalam bahasa Jerman, karena hamster dikenal sering mengisi pipi mereka dengan makanan.

Sumber: republika.co.id/rap/pkp (Reuters, dpa, AP, AFP)

 

Hari Santri, Momen Jihad Melawan Kebodohan dan Kemiskinan

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Pemerintah telah menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri sejak setahun lalu. Penetapan tanggal 22 Oktober tidak bisa dilepaskan dari momentum penting peristiwa bersejarah perjuangan Bangsa Indonesia melawan kolonialisme.

Pada 71 tahun silam, tepatnya 22 Oktober 1945, terjadi Resolusi Jihad yang diprakarsai Rais Akbar PBNU Hadratus Syech KH Hasyim Asyari di Surabaya. Saat itu, pesan utama yang disampaikan adalah berperang menolak dan melawan penjajah merupakan suatu kewajiban.

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengatakan, dalam resolusi tersebut, umat Islam, laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang sudah akil baliq, wajib hukumnya yang berada dalam radius 94 km, dengan atau tanpa mengangkat senjata untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia di medan laga.

”Diserukan melakukan jihad di medan pertempuran. Pada waktu itu musuhnya jelas, yakni Belanda dan Inggris,” tutur politikus yang akrab disapa Gus Jazil di sela Peringatan Hari Santri dan Sosialisasi Empat Pilar MPR di Wisma Syariah, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (19/10/2020).

Dikatakan Gus Jazil, masa kemerdekaan saat ini, tidak lepas dari perjuangan seluruh komponen masyarakat, ulama, dan santri. “Masa kemerdekaan merupakan sesuatu nikmatnya rasanya luar biasa. Saat ini kita nikmati hasil perjuangan para pahlawan,” paparnya.

Wakil Ketua Umum DPP PKB ini menambahkan, saat ini, semua elemen bangsa harus bersama-sama mengisi kemerdekaan. “Mengisi kemerdekaan adalah bagian dari melanjutkan warisan para pejuang, ulama, dan santri,” tuturnya.

Sumber: republika.co.id

Kontras: Jokowi Biarkan Polisi Lakukan Kekerasan terhadap Demonstran

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menilai Presiden Joko Widodo mewajarkan sikap represif aparat keamanan, khususnya dalam penanganan aksi demonstrasi.

Tindakan represif aparat terjadi dalam aksi yang dilakukan masyarakat, mulai dari May Day 2019, aksi Bawaslu 21-23 Mei 2019, Reformasi Dikorupsi 23-30 September 2019, hingga aksi Omnibus Law belakangan ini.

“Semua diiringi represifitas aparat kepolisian. Dan tidak ada ketegasan presiden untuk belajar dari penanganan aksi yang sebelumnya terjadi,” kata peneliti Kontras, Rivanlee Anandar melalui konferensi video, Senin (19/10).

Rivanlee mengatakan aksi represif tersebut dijustifikasi dengan surat telegram Kapolri yang melarang demonstrasi UU Ciptaker dilakukan di tengah pandemi virus corona.

Menurutnya, Jokowi yang tak menggubris surat tersebut menunjukkan mantan wali kota Solo itu mendukung tindakan represif aparat.

“Malah pembiaran pada surat telegram tersebut menunjukkan bahwa presiden juga mendorong atau mendukung represifitas itu terjadi. Kita sebut pewajaran represifitas,” jelasnya.

KONTRAS mencatat ada 157 peristiwa serangan kebebasan sipil dalam kurun waktu Oktober 2019 sampai September 2020. Dari jumlah tersebut, yang paling marak adalah penangkapan dengan jumlah 63 kasus.

Kemudian disusul pembubaran 55 kasus, pelarangan 22 kasus, intimidasi 22 kasus, penganiayaan 16 kasus, persekusi lima kasus, dan sanksi sewenang-wenang satu kasus.

Rivanlee menyebut kasus penangkapan umumnya dilakukan saat aparat berupaya membubarkan massa aksi. Tindakan pembubaran diiringi dengan penganiayaan, penyiksaan, serta intimidasi verbal dan nonverbal.

Dari keseluruhan peristiwa yang terjadi setahun terakhir, 77 korban di antaranya adalah masyarakat. Kemudian 41 korban mahasiswa, 12 korban aktivis, 11 korban jurnalis, delapan korban buruh dan delapan korban dari organisasi.

Sedangkan pelaku serangan kebebasan sipil didominasi aparat kepolisian dengan jumlah 132 kasus. Kemudian 27 kasus dari unsur pemerintah, 18 kasus ormas atau orang tidak diketahui, dua kasus kampus dan satu kasus TNI.

Sumber: cnnindonesia

 

Presiden Jokowi Didesak Keluarkan Perppu Cabut UU Ciptaker

JAKARTA(Jurnalislam.com)— – Hari ini, Selasa (20/10/2020), sejumlah elemen akan kembali menggelar aksi unjuk rasa tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Jakarta. Salah satu elemen yang telah mengonfirmasi kehadiran dalam aksi hari ini adalah Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia ( BEM SI).
Dalam aksi tersebut, massa menuntut Presiden Jokowi untuk mengeluarkan Perppu. “Aliansi BEM Seluruh Indonesia menyatakan akan kembali turun aksi untuk mendesak Presiden RI segera mencabut UU Cipta Kerja,” tukas Remy soal agenda aksi hari ini.

“Kami tetap menyampaikan #MosiTidakPercaya kepada pemerintah dan wakil rakyat yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat,” tambahnya.

Remy menyebut, BEM SI menyayangkan reaksi pemerintah terhadap gelombang protes yang bergulir sejak pengesahan UU Cipta Kerja pada 5 Oktober lalu. Pemerintah dan DPR yang tak transparan sejak pembahasan hingga pengesahan UU Cipta Kerja malah pilih melempar segala aspirasi warga ke Mahkamah Konstitusi.

“Pemerintah justru menantang masyarakat untuk melakukan judicial review terhadap UU Cipta Kerja padahal mereka bisa melakukan tindakan untuk mencabut undang-undang tersebut,” katanya.

Aliansi BEM SI juga menilai, prosedur hukum itu tak akan banyak berpengaruh dalam menentukan nasib UU Cipta Kerja, jika menilik preseden-preseden sebelumnya. “Terlebih lagi sebelumnya Presiden telah meminta Mahkamah Konstitusi untuk mendukung UU Cipta Kerja serta revisi terhadap UU Mahkamah Konstitusi,” kata Remy.

sumber: kompas.com

Polisi Diminta Tak Represif terhadap Aktivis

 JAKARTA(Jurnalislam.com)–Anggota Komisi III DPR RI Dimyati Natakusumah meminta kepolisian tidak represif dalam penanganan kasus yang melibatkan beberapa pegiat Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di sejumlah daerah.

 

Bahkan, ia mendorong agar kepolisian bisa mengayomi pegiat KAMI yang ditangkap.

“Menangani demo, menangani gerakan-gerakan publik itu harus betul-betul dilihat jangan sampai tersinggung, jangan sampai tiba-tiba melakukan represif, ini harus betul-betul diayomi,” kata Dimyati, Jumat (16/10/2020) lalu.

 

Ia berharap kepolisian bisa bersikap objektif sehingga keadilan betul-betul ditegakkan. “Keadilan yang ditegakkan itu dalam arti dilihat dari unsurnya, jangan ada kiriminalisasi, dan jangan ada hal-hal yang menggunakan pasal-pasal yang sifatnya karet,” ujar politikus PKS itu.

 

“Jadi kalau ada hal-hal yang sifatnya tidak anarkis, tidak pidana, delik tolong betul-betul ditangani jangan terlalu represif,” imbaunya.

Ia meyakini KAMI memiliki tujuan baik sehingga tidak perlu dilihat sebagai gerakan kudeta. “Kalau dilihat tujuannya baik, jangan serta merta dianggap ini akan melakukan kudeta gitu ya, dan jangan dianggap ini akan seperi akan melakukan teroris dan sebagainya, tujuannya adalah ini kan jalur-jalur yang legal, dan normatif ya silakan saja,” ungkapnya.

Sebelumnya Mabes Polri mengungkapkan ada sembilan orang ditangkap di tempat dan waktu yang berbeda. Kesembilan tersangka tersebut adalah petinggi KAMI, Syahganda Nainggolan (SN), Jumhur Hidayat (JH) dan Anton Permana (AP), Ketua KAMI Medan Khairi Amri (KH), Juliana (JG), Novita Zahara S (NZ), Wahyu Rasasi Putri (WRP) Kingkin Anida (KA) dan Deddy Wahyudi (DW). Dalam konferensi pers tersebut, mereka tampak mengenakan baju warna orange khas tahanan dengan tangan terborgol.

 

Sumber: wartaekonomi