Berita Terkini

Jurnalis Malang Gelar Aksi Tolak Kekerasan Polisi

MALANG(Jurnalislam.com)- Beberapa waktu terakhir banyak laporan kekerasan terhadap wartawan saat meliput unjuk rasa tolak omnibus law UU Cipta Kerja.

Hal itu membuat Solidaritas Jurnalis Malang Raya menggelar aksi protes di depan Balai Kota Malang, Senin (19/10/2020). Mereka turun ke jalan, menyuarakan agar polisi lebih mengerti UU Pers dan mengusut tuntas setiap kekerasan yang dialami jurnalis.

Sejumlah jurnalis yang terlibat dalam protes tersebut melakukan aksi diam dengan membawa berbagai macam poster kecaman.

Mereka mengecam aksi dari petugas keamanan yang menghalangi, serta melakukan tindakan represif kepada jurnalis yang sedang bertugas. Padahal,  jurnalis yang bertugas itu sudah dilengkapi dengan tanda pengenal.

“Kami memprotes keras tindakan represi ataupun perlakuan oleh pihak kemanan saat aksi unjuk rasa omnibus law lalu. Tidak hanya aksi represif kepada rekan-rekan jurnalis, tetapi juga kepada semua orang yang ikut dalam aksi,” papar koordinator Solidaritas Jurnalis Malang Raya, Zainul Arifin.

Sumber: idntimes.com

 

Hari Ini, Ribuan Mahasiswa Kembali Demo Tolak UU Ciptaker

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Hari ini, Selasa (20/10/2020), sejumlah elemen akan kembali menggelar aksi unjuk rasa tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Jakarta. Salah satu elemen yang telah mengonfirmasi kehadiran dalam aksi hari ini adalah Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia ( BEM SI).

“Aksi akan dilaksanakan pada Selasa, 20 Oktober 2020 pukul 13.00 WIB dengan estimasi massa aksi sebanyak 5.000 mahasiswa dari seluruh Indonesia,” tutur Koordinator Pusat Aliansi BEM SI Remy Hastian melalui keterangan tertulis, Senin (19/10/2020).

Gelombang protes tolak UU Cipta Kerja belum surut sejak beleid kontoversial itu disahkan pemerintah dan DPR pada 5 Oktober lalu.

Pembahasannya yang dianggap cacat prosedur karena tak transparan hingga pengesahannya, ditambah muatan pasal yang dinilai pro-pengusaha, membuat UU Cipta Kerja jadi bulan-bulanan kaum buruh, mahasiswa, hingga kalangan akademisi dan koalisi sipil.

Selama 2 pekan gelombang protes, demonstrasi beberapa kali berakhir bentrok dengan aparat, tanpa mengubah sikap pemerintah maupun dewan.

Ratusan orang ditahan oleh polisi dan ada 131 di antaranya dijadikan tersangka. Di luar itu, kekerasan aparat menjadi salah satu sorotan dari beberapa episode aksi demonstrasi tolak UU Cipta Kerja di Jakarta dan berbagai daerah.

sumber: kompas.com

Tahap Pertama, 9,1 Juta Orang Akan Disuntik Vaksin Cina Sinovac

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Achmad Yurianto mengatakan, vaksin yang didapatkan oleh Pemerintah Indonesia dari tiga perusahaan China yakni Sinovac, Sinofarm, dan Cansino bisa digunakan untuk vaksinasi sebanyak 9,1 juta orang.

Menurut dia, pemerintah dengan Sinovac telah memiliki komitmen untuk pembelian yang dikirim pada November sebanyak 1,5 juta dan pada Desember sebanyak 1,5 juta vaksin.

“Kalau ditotal pada bulan November dan Desember, kita sudah mendapatkan kepastian ketersediaan untuk digunakan vaksinasi bagi 9,1 juta orang,” kata Yuri secara virtual dalam update Kesiapan Vaksin Covid-19 di Indonesia yang diselenggarakan Kemenkes, Senin (19/10/2020).

Yuri mengatakan, Sinovac sudah memberikan komitmen untuk memberikan kepada Indonesia kesempatan membeli vaksin dalam bentuk sudah jadi. “Jadi, bukan diproduksi di Biofarma, sudah jadi, sebanyak 2 kali pengiriman. Rencana awal adalah di bulan November akan dikirim 1,5 juta vaksin. Kemudian di bulan Desember 1,5 juta vaksin,” ungkapnya.

Yuri menjelaskan, karakteristik vaksin Sinovac ini adalah dual use sehingga dengan dua kali pengiriman vaksin total 3 juta, maka bisa digunakan untuk vaksinasi 1,5 juta orang. “Jadi, 1 orang disuntik 2 kali, vaksin dasar, 14 hari kemudian booster. Maka angka dua kali 1,5 juta ini bisa digunakan untuk menyuntik 1,5 juta orang. Dua kali pengiriman jadi bisa untuk menyuntik 1,5 juta orang,” jelasnya.

Sumber: sindonews.com

Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Kampanye Terus Terjadi

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mencatat, jumlah pelanggaran protokol kesehatan pencegahan Covid-19 meningkat hingga dua kali lipat sepanjang 10 hari kedua pelaksanaan kampanye pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020.

Peningkatan terjadi seiring bertambahnya jumlah kegiatan kampanye dengan metode tatap muka atau pertemuan terbatas.

“Temuan Bawaslu menunjukkan, pelanggaran protokol kesehatan (prokes) pada 10 hari kedua kampanye, yaitu 6 hingga 15 Oktober sebanyak 375 kasus,” ujar anggota Bawaslu, M Afifuddin, Sabtu (17/10).

Ia mengatakan, jumlah tersebut bertambah 138 dari 10 hari pertama kampanye. Bawaslu menemukan pelanggaran protokol kesehatan pada 26 September-5 Oktober sebanyak 237 kasus.

Bawaslu menerbitkan 233 surat peringatan tertulis terhadap pelanggaran pada periode kampanye 10 hari kedua tersebut. Jumlah itu me ningkat sebanyak 163 surat dibandingkan 10 hari pertama kampanye dengan 70 surat peringatan tertulis. Sedangkan sanksi berupa pembubaran kampanye dilakukan 35 kali. Pada 10 hari pertama kampanye, jumlah sanksi berupa pembubaran sebanyak 48 tindakan.

Afif menjelaskan, peningkatan jumlah pelanggaran protokol kesehatan berbanding lurus dengan peningkatan jumlah kampanye dengan metode pertemuan terbatas dan/atau tatap muka. Bawaslu mencatat, 16.468 kegiatan kampanye dilakukan secara tatap muka di 270 daerah yang menggelar pilkada. “Jumlah itu meningkat tajam dibandingkan pada periode 10 hari pertama kampanye, yaitu sebanyak 9.189 kegiatan kampanye,” kata Afif.

Selain pelanggaran protokol kesehatan, Bawaslu juga menemukan 36 dugaan pelanggaran kampanye media sosial (medsos). Pelanggaran tersebut berupa penyebaran konten dengan materi yang dilarang, seperti hoaks, hasutan, dan/atau ujaran kebencian, serta dugaan pelanggaran asas netralitas aparatur sipil negara (ASN) maupun pejabat di internet. “Terhadap dugaan pelanggaran tersebut, Bawaslu telah menin daklan ju tinya sesuai dengan prosedur ter ha dap bentuk pelanggaran,” ujar Afifuddin.

KPU mencatat, hingga Kamis (15/10), terdapat 3.398 kegiatan kam panye di 172 kabupaten/kota dan sembilan provinsi. Berdasarkan data tersebut, sebanyak 3.259 atau 96 persen kampanye dilakukan secara tatap muka dan hanya 212 atau empat persen kampanye secara daring. “Dan 3.389 kampanye (99,7 per sen) kampanye dengan memperhatikan protokol kesehatan,” ujar Komisioner KPU RI I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, Jumat (16/10).

Sumber: republika.co.id

Tiga Tips Sukses Bisnis di Tengah Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Bisnis daring bisa jadi cara jitu meraup untung di tengah pandemi. Ada jarak yang terjaga dan kerumunan bisa dihindari. Modal yang dibutuhkan untuk bisnis daring pun lebih terjangkau. Sebab, Anda tak perlu menyiapkan dana sewa tempat.

Dalam webinar yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Rabu, (14/10/2020), Digital Business Consultant, Tuhu Nugraha menyampaikan, “Sebagai penjual harus punya strategi yang tepat agar tidak kalah saing. Internet tidak hanya digunakan untuk menjual barang tetapi bisa dipakai untuk mengedukasi produk. Layanan pelanggan atau ‘after sales’ perlu dijaga agar pelanggan mau kembali. ”

Lebih jauh dalam webinar tersebut, Tuhu juga bagikan lima tips sukses jualan online yang perlu dicoba, mari simak beberapa hal yang disampaikan

1.Tentukan produk berdasarkan kebutuhan pasar

Berbisnislah sesuai keahlian Anda. Kalau jago memasak, berbisnislah makanan. Jika piawai menjahit, buatlah bisnis pakaian misalnya Namun sebelum mulai berjualan, cari tahu kebutuhan pasar. Untuk itu, manfaatkanlah media sosial. Sederhana saja, Anda dapat membuat survei kecil-kecilan pakai fitur polling di Instastory atau pakai fitur “Ask Me a Question” untuk mendapatkan jawaban terbuka.

2.Ciptakan keunikan

Keunikan bisa berbentuk banyak rupa. Mulai dari pengalaman ketika pembeli mendapatkan produk, pelayanan, kemasan, tampilan, maupun ceritanya.

Salah satu kunci pemasaran online adalah tampilan produk yang menarik. Terlebih, saat memasarkan dengan media sosial dengan konten visual, Instagram contohnya. Foto produk yang menarik dapat memikat calon konsumen sekaligus branding jangka panjang.

3.Buat cerita yang menarik

Apapun bisnisnya, cerita itu penting. Saking banyaknya produk yang mirip, kehadiran sebuah cerita produk yang Anda jual jadi penting. Tanpa diiringi membangun cerita, biasanya kalah bersaing. Pembeli akan cenderung membeli barang yang paling murah.

Sumber: sindonews.com

Sempat Tutup Akibat Covid-19, Masjid Gaza Dibuka Kembali

GAZA(Jurnalislam.com)  — Otoritas Palestina kembali membuka masjid di Jalur Gaza pada Ahad, setelah ditutup berminggu-minggu akibat pandemi virus Corona. Namun, Kementerian Wakaf dan Urusan Agama memutuskan untuk tetap menutup masjid di daerah berstatus zona merah Covid-19.

“Puluhan masjid disemprot disinfektan terlebih dahulu sebelum kembali menyambut para jamaah,” ujar Kementerian Wakaf.

Pada Agustus otoritas menutup seluruh masjid di wilayah Palestina menyusul adanya virus Corona di kantong wilayah tersebut. Akan tetapi, sebagian masjid di beberapa daerah di jalur tersebut kembali dibuka pada 4 Oktober.

Menurut kementerian, segala tindakan pencegahan, seperti menggunakan masker, akan diperhatikan oleh para jamaah saat menjalankan ibadah di masjid. Hingga kini otoritas kesehatan Palestina mencatat 4.645 kasus Covid-19, termasuk 27 kematian, di Jalur Gaza sejak Maret.

Sumber: republika.co.id

Adian Husaini Libatkan Banyak Dai Muda di Kepengurusan DDII

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Adian Husaini ditetapkan sebagai pimpinan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (Dewan Da’wah), masa khidmad 2020-2025. Berbeda dengan sebelumnya, komposisi kepengurusan Dewan Dakwah kali ini pun didominasi oleh dai muda.

Sebagai Ketua Umum Dewan Dakwah yang baru, Adian Husaini bertekad untuk menjadikan Dewan Dakwah sebagian lembaga dakwah terbaik di Indonesia.

Ia pun mengajak pengurus baru Dewan Dakwah untuk mewujudkannya dengan mengharmoniskan dai dari kalangan senior dan kalangan muda.

Da’i-da’i muda itu mendominasi posisi Ketua Bidang. Mereka kebanyakan sarjana dakwah lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Dawah (STID) Mohammad Natsir dan doktor-doktor alumni Universitas Ibn Khaldun Bogor.

‘’Ini menunjukkan keberhasilan program kaderisasi di lingkungan Dewan Dawah,’’ ujar Adian Husaini, Senin (19/10).

Dewan Dakwah juga telah menggelar Rapat Kerja (Raker) Pengurus Pusat Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia di Gedung Menara Dakwah Jl Kramat Raya 45 Jakarta Pusat pada Sabtu (17/10) sampai Ahad (18/10) kemarin.

Raker diikuti anggota Dewan Pembina Hardi Arifin (81 tahun), M Siddik (78), dan Saifuddin Bahrum. Sementara, Ketua Pembina Dewan Dakwah, Prof KH Didin Hafidhuddin berhalangan hadir lantaran menjalani tindakan jantung di sebuah rumah sakit di Jakarta.

Rapat juga diikuti Ketua Dewan Pengawas Bachtiar Bakar, Ketua Umum dan lima Wakilnya, Sekretaris Umum dan Wakilnya, Wakil Bendahara Umum, serta Para Ketua Bidang dan Badan Otonom.

Pada pembukaan Raker, Ketum Dr Adian Husaini mempresentasikan roadmap ’Peran Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia dalam Mewujudkan Indonesia Adil dan Makmur 2020-2045’’. Peta jalan itu dibreakdown dengan capaian-capaian strategis pada setiap lima tahunnya.

Dalam raker tersebut, program-program kerja disusun dengan merujuk pada lima misi atau panduan gerak Dewan Dakwah, yaitu .engokohkan akidah, menegakkan syariah, mempererat ukhuwah, menjaga NKRI, dan menggalang solidaritas dunia Islam.

Sementara itu, Sekretaris Umum Dewan Dakwah, Avid Solihin megungkapkan, hingga saat ini Dewan Dakwah yang sudah berusia 53 tahun memiliki perwakilan di 32 provinsi, mengelola 17 kampus dakwah (Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah M Natsir dan 16 Akademi Dakwah Indonesia) dengan 600-an kader da’i.

Selain itu, tambah dia, Dewan Dakwah juga menempatkan ratusan dai yang tersebar di berbagai pelosok Nusantara. “Merekalah yang memakmurkan 700-an Masjid yang didirikan Dewan Dakwah dan masjid yang berafiliasi pada lembaga dakwah ini,” jelasnya.

sumber:republika.co.id

Pengamat: Aktivisnya Diperlakukan Seperti Kriminal, KAMI Akan Menuai Simpati

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin menilai, perjuangan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) tak akan berhenti hanya dengan ditangkapnya beberapa aktivisnya.

Lebih jauh, eksistensi KAMI tengah diuji. Menurut Ujang, sebagai tokoh sentral KAMI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo (GN) dkk akan tetap memperjuangkan keyakinannya untuk bisa memperbaiki bangsa ini.

Ia melihat, apa yang dilakukan Gatot-Din Syamsudin dkk ini baru awal perjuangan mereka.

“Apalagi aktivis dan tokoh KAMI yang ditahan diperlakukan seperti pelaku kriminal dengan diborgol dan di-publish ke publik. Dengan begitu, bisa saja KAMI akan mendapat banyak simpati dari publik,” kata Ujang, Senin (19/10/2020).

Dia melihat, jika banyak yang tanda tangan petisi, maka itu tandanya mereka dapat dukungan dan simpati publik. Selain itu, Ujang menilai, ditahan dan dipenjarakannya Syahganda dkk itu tak akan mengendorkan perjuangan mereka.

“Walapun memang perjuangan itu akan mendapatkan banyak tantangan seperti pembusukan dan lain-lain,” ujar analis politik asal Universitas Al Azhar Indonesia ini menandaskan.

Sumber: sindonews.com

Kemenag Janji Kenaikan BOS Madrasah dan Pesantren Segera Disalurkan

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Sempat tertunda, Kementerian Agama memastikan bahwa dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk siswa madrasah dan santri pesantren tahun 2020 tetap naik. Sesuai rencana awal, kenaikan BOS 2020 sebesar Rp100 ribu persiswa atau santri.

“Alhamdulillah, dana BOS Madrasah dan Pesantren 2020 tetap naik Rp100 ribu per siswa atau santri,” tegas Menag Fachrul Razi di Jakarta, Senin (19/10).

“Kepastian kenaikan anggaran BOS 2020 ini diperoleh setelah usulan Kementerian Agama terkait tambahan anggaran BOS disetujui oleh Kementerian Keuangan,” lanjutnya.

Menurut Menag, tambahan anggaran yang diusulkan dan disetujui sekitar Rp890 miliar. Anggaran ini akan didistribusikan untuk BOS 3.894.365 siswa MI, 3.358.773 siswa MTs, dan 1.495.294 siswa MA. Selain itu, tambahan BOS juga akan diberikan untuk kebutuhan pembelajaran 27.540 santri PP Salafiyah Ula, 114.517 santri PP Salafiyah Wustha, 18.562 santri PP Salafiyah Ulya.

“Juknis pencairan kenaikan anggaran dana BOS ini sudah selesai dan akan segera dilakulan proses pencairan,” jelas Menag.

Kenaikan dana BOS Madrasah dan Pesantren sebenarnya sudah dialokasikan dalam anggaran Kemenag 2020. Namun, alokasi kenaikan ini sempat tertunda karena adanya penghematan untuk pencegahan penyebaran Covid-19.

Dalam Rapat Kerja Kementerian Agama dengan Komisi VIII DPR tanggal 8 September 2020, penundaan ini dibahas bersama. Raker menyepakati rencana kenaikan dana BOS madrasah dan pesantren tetap dilanjutkan. Menindaklanjuti kesepakatan ini, Menag bersurat ke Menteri Keuangan pada 10 September 2020 dan usulan tersebut disetujui.

“Saya berharap kenaikan anggaran sebesar Rp100 ribu per siswa atau santri ini bisa dimanfaatkan madrasah dan pesantren untuk optimalisasi pembelajaran jarak jauh dan pencegahan penyebaran covid-19 di lembaga pendidikan,” harap Menag.

BOS untuk Cegah Covid

Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani menjelaskan, pihaknya telah menerbitkan petunjuk teknis (juknis) pencairan dan penggunaan dana BOS Madrasah dan Pesantren. Juknis tersebut antara lain mengatur penggunaan dana BOS dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Juknis misalnya mengatur bahwa dana BOS bisa digunakan untuk pembelian atau sewa sarana/perlengkapan/peralatan, atau pelaksanaan kegiatan yang diperlukan untuk mencegah penyebaran Covid-19,” terang pria yang akrab disapa Dhani ini.

Pembelian yang diperbolehkan, antara lain: sabun cuci tangan, antispetic, masker, dan sarana lainnya yang dapat menunjang pencegahan Covid-19. Selain itu, dana BOS juga dapat digunakan untuk pengadaan bahan kimia lainnya yang berfungsi untuk pencegahan Covid-19. “Boleh juga untuk biaya transportasi dan honor bagi petugas kesehatan/petugas lain yang kompeten dalam rangka melakukan kegiatan pencegahan Covid-19,” jelasnya.

“Atau, untuk membiayai sewa peralatan untuk kegiatan yang mendukung pencegahan covid-19, dan membiayai kegiatan lain yang dapat menunjang upaya pencegahan Covid-19,” lanjutnya.

Dana BOS ini, kata Dhani, juga boleh digunakan untuk pembelian atau sewa sarana/perlengkapan/peralatan yang diperlukan untuk mendukung proses belajar-mengajar baik di madrasah maupun di rumah. Hal itu antara lain berupa: penambahan alokasi kuota internet bagi RA dan madrasah yang memakai fixed-modem atau paket internet lainnya yang dapat menunjang pembelajaran jarak jauh. Termasuk juga untuk pembelian/sewa Mobile Modem (termasuk kuota internet) berupa USB Modem atau paket data yang diperuntukan bagi guru dengan dengan jumlah modem dan paket data internet sesuai dengan kebutuhan.

“Boleh juga untuk pembelian/sewa Mobile Modem (termasuk paket data internet) berupa USB Modem bagi siswa tidak mampu sesuai dengan kebutuhan,” urainya.

“Juga pembelian laptop atau Personal Computer (PC) sebatas untuk keperluan server e-learning yang diimplementasikan oleh madrasah,” sambungnya.

Dhani menambahkan, dana BOS Madrasah juga bisa digunakan membiayai pelaksanaan kegiatan-kegiatan lainnya yang dapat menunjang upaya pencegahan Covid-19 di lingkungan madrasah dan pesantren.

 

Ronaldo: Khabib Akan Menang, Insya Allah!

INTERNASIONAL(Jurnalislam.com)– Khabib Nurmagomedov akan menghadapi Justin Gaethje pada Minggu (25/10/2020).

Duel perebutan sabuk kelas ringan UFC itu ternyata menarik perhatian bintang sepak bola, Cristiano Ronaldo. Striker Juventus tersebut membahasnya dalam layanan Live Instagram. Dia menjawab pertanyaan netizen mengenai prediksi pemenang duel Khabib vs Gaethje.

Tanpa ragu, Ronaldo menjawab Khabib yang akan memenangkan pertarungan. Dia sudah menganggap The Eagle seperti saudaranya.

“Tentu saja, tentu saja, Khabib akan menang!” kata Ronaldo. “Saudara saya (Khabib)! Insya Allah!” lanjut sang pemain.

memang menggemari olahraga bela diri campuran (MMA). Pada 2016 lalu, dia menyempatkan nonton ajang UFC di Las Vegas dan foto bersama Conor Mc Gregor.

Sumber: inews