Berita Terkini

Al Aqsa Diserang, Jamaah Ansyaru Syariah Serukan Bela Muslim Palestina

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Peristiwa memilukan telah terjadi pada tanggal 25 Ramadhan 1442H / 7 Mei 2021 di Tempat Suci Kiblat pertama kaum Muslimin di Masjidil Al Aqsho.

 

Ditengah kekhusyuan ibadah di malam-malam sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan ini, kaum muslimin yang tengah menjalani sholat tarawih dibubarkan paksa bahkan ditembaki dengan granat asap oleh pasukan Israel tanpa alasan yang jelas.

 

Ratusan  jama’ah berjatuhan menjadi korban. Menanggapi hal tersebut, Jamaah Ansharu Syariah mengutuk keras tindakan semena-mena dan brutal yang dilakukan pasukan israel terhadap umat Islam yang sedang melakukan sholat tarawih di Masjid Al Aqsa.

 

“Kami mendesak Pemerintah Indonesia, MUI, Ormas Islam dan para aktifis serta pemerhati kemanusiaan agar segera bersikap tegas terhadap tindakan yang dilakukan pasukan israel tersebut,”kata Juru Bicara Jamaah Ansharu Syariah, Abdul Rochim Ba’asyir dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Ahad (9/5/2021).

 

Ia juga mengajak seluruh kaum muslimin untuk memanjatkan doa dan memberi dukungan moral serta kekuatan bagi  umat Islam di Palestina dan belahan bumi lainnya agar terbebas dari segala bentuk penindasan dan penjajahan.

 

 

KIBBM Desak Pemerintah Indonesia Terdepan Bela Masjid Al Aqsa

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis(KIBBM) meminta segenap masyarakat Indonesia untuk membela Masjid Al Aqsa.

Seperti diketahui, malam ke-26 Ramadhan 1442 H kemarin, terjadi pelanggaran Zionis Israel terhadap kesucian Masjid Al-Aqsha sekaligus kesucian Ramadhan. Puluhan tentara Israel menembaki dan mengusir jamaah Shalat di Masjid Al-Aqsha dengan senjata mereka.

“Terkhusus pemerintah Indonesia sebagai pelaksana sebuah negara Muslim terbesar yang menjunjung perdamaian dan kemerdekaan Palestina, harus terdepan dalam menyatakan sikap kecaman dan mengajak negara-negara lainnya agar bersuara,” kata Ketua KIBBM KH Bachtiar Nasir dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Ahad (9/5/2021).

Menurut KIBBM, perdamaian di Al-Quds dan jaminan penjagaan Kesucian Masjid Al-Aqsha tidak akan pernah terwujud selama Zionis Israel masih bercokol disana dan selama kemerdekaan Palestina dengan ibukotanya adalah Al-Quds tidak diwujudkan.

“Wajib bagi setiap Muslim dan rakyat Indonesia memberikan dukungan, kepedulian dan solidaritas bagi perjuangan rakyat Palestina dalam menjaga kesucian Masjid Al-Aqsha khususnya di bulan suci Ramadhan ini,” pungkasnya.

Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis: Wajib Setiap Muslim Bela Al Aqsa

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis(KIBBM) meminta segenap masyarakat Indonesia untuk membela Masjid Al Aqsa.

 

Seperti diketahui, malam ke-26 Ramadhan 1442 H kemarin, terjadi pelanggaran Zionis Israel terhadap kesucian Masjid Al-Aqsha sekaligus kesucian Ramadhan. Puluhan tentara Israel menembaki dan mengusir jamaah Shalat di Masjid Al-Aqsha dengan senjata mereka. 

 

“Wajib bagi setiap Muslim dan rakyat Indonesia memberikan dukungan, kepedulian dan solidaritas bagi perjuangan rakyat Palestina dalam menjaga kesucian Masjid Al-Aqsha khususnya di bulan suci Ramadhan ini,” kata Ketua KIBBM KH Bachtiar Nasir dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Ahad (9/5/2021).

 

KIBBM juga menyerukan para khatib, penceramah, tokoh agama dan masyarakat menggunakan momentum I’tikaf di 10 malam terakhir Ramadhan hingga hari raya Idul Fitri nanti, agar ikut serta menyadarkan dan menggalang kepeduliaan masyarakat untuk perjuangan Al-Aqsha, Baitul Maqdis dan Palestina. 

Kecam Penyerangan Masjid Al Aqsa, MUI: Menodai Ibadah Ramadhan

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Beberapa waktu lalu, zionis Israel kembali menyerang muslim Palestina yang sedang beribadah di Masjid Al Aqsa.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan penyerangan tersebut membuktikan tindakan brutal Israel dan menodai kesucian tempat ibadah tiga agama di dunia.

 

“Militer Israel benar benar melakukan kebodohan dan kesalahan fatal telah merusak suasana ibadah Siyam umat Islam di bulan Ramadhan ini,” kata Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Dr. Sudarnoto Abdul Hakim dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Ahad (9/5/2021).

 

MUI, kata Sudarnoto, mengecam keras tindakan tindakan brutal ini.

 

Ia meminta Israel sudah sepantasnya diberikan sanksi internasional.

 

“Sudah saatnya juga OKI segera melakukan konsolidasi secara efektif, mengehentikan pertentangan dan membangun perdamaian sejati. Persatuan negara-negara anggota OKI sangat penting,” pungkasnya.

 

MUI Harap Pemerintah Indonesia Mampu Tekan Israel

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Beberapa waktu lalu, zionis Israel kembali menyerang muslim Palestina yang sedang beribadah di Masjid Al Aqsa.

 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan penyerangan tersebut membuktikan tindakan brutal Israel dan menodai kesucian tempat ibadah tiga agama di dunia.

 

“Kepada pemerintah Indonesia, apresiasi disampaikan atas upaya-upaya kongkrit dalan membantu rakyat dan bangsa Palestina selana ini,” kata Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Dr. Sudarnoto Abdul Hakim dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Ahad (9/5/2021).

 

Menurut MUI, upaya-upaya ini harus terus ditingkatkan sehingga benar-benar efektif menekan Israel.

 

“MUI dan umat Islam serta seluruh masyarakat yang mencintai agama, perdamaian dan kemanusiaan akan senantiasa membersamai perjuangan ini,” pungkasnya.

Organisasi Budaya Malaysia-Palestina: Israel Pertontonkan Pelanggaran HAM Terang-terangan

MALAYSIA(Jurnalislam.com)–Organsiasi Budaya Malaysia- Palestina atau The Palestinian Cultural Organization Malaysia (PCOM) mengatakan bahwa penyerangan Israel ke Masjidil Aqsa merupakan tindakan biadab

 

“Seluruh dunia telah menyaksikan wajah brutal dan berdarah dari penjajahan, terorisme, dan gangsterisme Israel. Lebih dari 200 orang Palestina terluka, 90 dirawat di rumah sakit setelah polisi Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa dan membubarkan ribuan jamaah yang memenuhi masjid pada hari Jumat terakhir Ramadhan,” kata Muslim Imran, Ketua PCOM dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Ahad (9/5/2021).

 

Menurut PCOM, tindakan biadab Israel ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan dan pelanggaran terang-terangan terhadap hak asasi manusia dan hukum internasional.

 

“Israel terus memprovokasi ketegangan dan ketidakstabilan di wilayah pendudukan Palestina dan menimbulkan ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional secara umum, yang menyebabkan konfrontasi baru setiap hari dan kerugian yang tidak menguntungkan dalam kehidupan dan hak asasi manusia,” pungkasnya.

PCOM: Komunitas Internasional Gagal Lindungi Hak Warga Palestina

MALAYSIA(Jurnalislam.com)–Organsiasi Budaya Malaysia- Palestina atau The Palestinian Cultural Organization Malaysia (PCOM) mengatakan bahwa penyerangan Israel ke Masjidil Aqsa merupakan tindakan biadab

 

“Seluruh dunia telah menyaksikan wajah brutal dan berdarah dari penjajahan, terorisme, dan gangsterisme Israel. Lebih dari 200 orang Palestina terluka, 90 dirawat di rumah sakit setelah polisi Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa dan membubarkan ribuan jamaah yang memenuhi masjid pada hari Jumat terakhir Ramadhan,” kata Muslim Imran, Ketua PCOM dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Ahad (9/5/2021).

 

 

Namun, menurut PCOM, komunitas internasional, yang diwakili oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, sekali lagi membuktikan kegagalan dan ketidakmampuannya untuk mewujudkan perdamaian dan melindungi hak asasi manusia.

 

“Israel harus mengakhiri semua tindakan provokatif dan permusuhan dan segera membatalkan semua penggusuran paksa, tanpa syarat,” tambahnya.

 

Kegagalan dalam melakukan hal tersebut memang akan meningkatkan dan memperburuk situasi di lapangan dan dapat membawa hasil yang belum pernah terjadi sebelumnya.

 

“Majelis Umum PBB, Uni Eropa, Liga Arab, dan Organisasi Kerja Sama Islam, semuanya memiliki tanggung jawab penuh untuk mewajibkan Israel menghentikan rencana kolonial dan terorisnya terhadap Palestina dan mematuhi hukum internasional serta menghormati hak asasi manusia,” pungkas Muslim Imran.

Sekjen MUI: Grand Design Pedoman Tayangan Ramadhan Dibutuhkan untuk Tahun Mendatang

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Majelis Ulama Indonesia sore ini melangsungkan acara laporan hasil pantauan tayangan Ramadhan tahap dua. Pemantauan tahap dua merupakan Pemantauan final yang berlangsung mulai 23 April 2021- 06 Mei 2021 untuk melihat masih adanya pelanggaran dan komitmen perbaikan program televisi.

Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan menyampaikan, dirinya berharap agar program pemantauan program Ramadhan untuk tahun depan dilaksanakan lebih maksimal. Salah satunya dengan menyusun grand design pedoman siaran Ramadhan, sehingga tayangan Ramadhan yang tampil tahun depan semakin sesuai dengan nuansa Ramadan.

“Media kita ini, satu sisi kita apresiasi di sisi lain masih ada yang memprihatinkan di bulan Ramadhan. Maka kita meminta kepada KPI agar juga membuat grand design siaran Ramadhan untuk tahun depan. Sehingga kita tidak melulu bersikap reaktif, namun juga proaktif bagaimana menghadirkan siaran Ramadan yang berkualitas,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara tersebut, Jumat (07/05) di Kantor MUI Pusat, Jakarta.

Dikatanya, dengan grand design itu maka bisa tumbuh tayangan televisi yang menghadirkan semangat kemanusiaan, kreatif, dan mengandung pesan-pesan edukatif. Termasuk juga tayangan Ramadhan yang ditampilkan di televisi selanjutnya bisa menjadi kebanggaan bersama.

Dia mengatakan, sebetulnya KPI sudah memiliki pedoman sendiri bernama Indeks Kualitas Program Siaran Televisi. Program sejenis itu, kata dia, bisa disinergikan dengan Insan Pertelevisian dan MUI sehingga Ramadan tahun-tahun selanjutnya semakin berkualitas.

“Maka kita harapkan ada sinergi tas antara KPI, televisi, termasuk MUI sebagai bagian dari lembaga keumatan dan keulamaan yang punya masuliah untuk meningkatkan tanggung jawab bagaimana umat kita cerdasan dalam membaca media,” katanya.

Dia menambahkan, MUI tidak ingin program Pemantauan siaran televisi di bulan Ramadhan hanya menjadi sekadar rutinitas tahunan. Keinginan menghadirkan grand gesign panduan siaran Ramadan itu, ujar dia, adalah wujud tanggung jawab MUI kepada umat.

“Pemantauan ini tidak sekadar rutinitas, tetapi ini merupakan mas’uliyah atau tanggung jawab MUI sebagai pelindung umat, pemimpin umat, dan penguat umat. Kami juga ingin sampaikan bahwa siaran Ramadhan ini menjadi bagian kita bagaimana meningkatkan ikhtiar kita meningkatkan nilai keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” imbuhnya.

Terdampak Larangan Mudik, Momen Haru Porter Stasiun Saat Terima Kado Lebaran

BANDUNG(Jurnalislam.com)--Di momen lebaran dan liburan panjang seperti saat ini, lazimnya porter barang di stasiun sedang banjir rezeki, upah membantu mengangkat barang bawaan para pemudik.

Namun pandemi yang sudah berlangsung lebih dari setahun terakhir, membuat kehidupan para porter stasiun begitu memprihatinkan. Terlebih pemberlakuan kebijakan larangan mudik musim lebaran tahun 2021 ini.

Kendati mengenakan seragam resmi, tahukah bahwa ternyata para porter kereta yang kerap kita lihat di sudut-sudut stasiun itu tak memiliki gaji bulanan, lho. Penghasilan mereka sepenuhnya bergantung pada upah dari penumpang yang mengenakan jasa mereka. Tak menentukan tarif, para penumpang biasanya memberikan upah mulai dari Rp 20 ribu.

“Pemasukan satu-satunya dari sini aja, Neng. Kalau stasiunnya tutup ya apa aja dilakuin. Bantu ke sawah, kuli bangunan, kalau ga ada kerjaan sama sekali, pinjam sana-sini. Dapet kerja, baru dibayar,” tutur Ratam, salah seorang Porter di stasiun Bandung.

Adapula E. Zainudin, yang telah mengadu nasib sebagai porter sejak tahun 1982. Kondisinya tak berbeda jauh. Pekerjaan apapun dilakoninya untuk peroleh penghasilan. Namun memang, diakui Zainudin tak banyak. Karena fisik dan ketahanan tubuhnya tak lagi sama seperti waktu muda dulu.

“Kalau ada yang nyuruh minta tolong kerjain apa, dari situ dapat penghasilan. Soalnya mau nyari kerja dimana lagi, semua juga sedang susah karena pandemi,” kisah Pak Zainudin.

Karenanya para pejuang nafkah keluarga ini begitu sumringah saat menerima paket kado lebaran, berupa paket sembako dan pakaian, amanah insan peduli via Sinergi Foundation, persis di hari terakhir mereka bekerja, Rabu (5/5/2021), sebelum larangan mudik diberlakukan mulai Kamis (6/5/2021).

Alhamdulillah Rabu kemarin, Sinergi Foundation menyalurkan 34 paket kado lebaran berupa sembako dan pakian untuk petugas porter di Stasiun KAI Bandung. Sekadar bekal mereka, sebagai pejuang nafkah keluarga, hingga stasiun kembali dibuka.

Pertama Kali, Muslimah Pimpin Organisasi Mahasiswa Yale University

CONNECTICUT(Jurnalislam.com) — Yale University, salah satu yang lembaga pendidikan tinggi tertua di Amerika Serikat, mencatatkan sejarah baru. Kampus tersebut memilih seorang mahasiswi Muslim sebagai presiden badan mahasiswa untuk pertama kalinya.

Mahasiswi itu adalah Bayan Galal yang menurut stasiun berita yang berbasis di Connecticut, mendapatkan 56 persen suara mahasiswa untuk Presiden Dewan Yale University. Suara itu menjadikannya Muslim pertama dalam sejarah 320 tahun kampus tersebut.

“Sebagai seorang wanita Muslim, saya mampu mencapai banyak hal dari hal-hal yang saya dapat lakukan karena orang lain yang telah mendukung saya dan orang-orang seperti saya. Tujuan saya adalah membayar utang itu ke generasi mendatang dengan memberikan dampak untuk badan mahasiswa Yale,” kata Galal kepada WFSB

Galal mengambil jurusan ganda dalam biologi molekuler dan urusan global dengan minor dalam studi kesehatan global. Sebagai bagian dari kampanyenya untuk menjadi posisi tersebut, dia menekankan platform membangun Yale yang lebih sehat.

Sumber: republika.co.id