Berita Terkini

Innalillahi, Ketua Yayasan Al Mukmin Ngruki KH Ibnu Chanifah Meninggal Dunia

SUKOHARJO (Jurnalilslam.com)- Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un kabar duka datang dari Pondok Al Mukmin Surakarta Jawa Tengah. Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al Mukmin Surakarta ustaz Drs. K.H Ibnu Chanifah, M.AG meninggal dunia pada sabtu,(22/5/2021) pukul 15.30 Wib di RS UNS Surakarta.

Sebelumnya, K.H Ibnu sakit dan sempat menjalani perawatan di RS UNS Surakarta. Ustaz Ibnu tutup usia dalam usia 62 tahun.

Menurut salah satu pengajar di Ponpes Al Mukmin Ngruki Endro Sudarsono, rencananya jenazah akan disholatkan di Masjid Baitussalam, Ponpes Al Mukmin Ngruki kemudian diberangkatkan dari rumah duka di Jl.semenromo no 72. Cemani menuju
tempat pemakaman di Janti, Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah.

“Jenazah ustaz Ibnu Chanifah insyaallah akan dishalatkan ba’da isya di PP Islam Al Mukmin Ngruki selanjutnya akan dimakamkan di Janti RT 02 RW 01 Polanharjo, Klaten jam 20.00 Wib,”
katanya saat dihubungi jurnalislam.com.

Ustaz Ibnu merupakan salah satu tokoh di Ponpes Al Mukmin Ngruki, sebelum mengantikan ustaz Wahyudin sebagai ketua Yayasan Ponpes Al Mukmin.

ustaz Ibnu merupakan Ketua Yayasan Ponpes Al Mukmin Ngruki periode 2021-2026. Ustaz Ibnu sebelumnya juga pernah menjabat sebagai direktur Ponpes Al Mukmin Ngruki pada tahun 2017 yang lalu.

Warga Gaza Rayakan Idul Fitri dan Kemenangan Genjatan Senjata

GAZA (Jurnalislam.com) – Setelah 11 hari agresi Israel di Jalur Gaza, warga Gaza merayakan gencatan senjata, turun ke jalan dan meneriakkan dukungan untuk perlawanan Palestina.

Pada pukul 2 pagi pada hari Jumat (21/5/2021), masjid-masjid di Gaza mengumandangkan takbir Idul Fitri, karena perayaannya ditunda akibat kematian dan kehancuran yang disebabkan selama 11 hari pemboman Israel.

Warga Gaza juga mengambil kesempatan untuk pergi ke masjid untuk sholat, berkumpul di jalanan, dan mengunjungi kerabat mereka dan orang-orang yang kehilangan orang yang mereka cintai dalam agresi tersebut.

Perayaan dan kemenangan juga meluas ke beberapa kota di Tepi Barat yang diduduki dan menduduki Yerusalem Timur, dengan banyak yang memuji kelompok perlawanan dan ketabahan warga Gaza.

Penjajah ‘Israel’ dan gerakan Hamas telah mengumumkan gencatan senjata, ditengahi oleh mediator Mesir dan dimulai pada pukul 2 pagi pada hari Jumat.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, agresi tersebut mengakibatkan sedikitnya 248 warga Palestina, termasuk 66 anak-anak dan 39 wanita, dan melukainy 1.910 lainnya.

Lebih dari 90.000 warga Palestina mengungsi dari rumah mereka, dan sebagian besar infrastruktur Gaza serta banyak bangunan penduduk hancur.

Kabinet keamanan Israel mengatakan telah memberikan suara dengan suara bulat untuk mendukung gencatan senjata Gaza “timbal balik dan tanpa syarat”.

Namun, juru bicara Hamas, Abdel-Latif al-Qanou mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kelompok perlawanan telah memberlakukan kondisi mereka sendiri.

Dia mengatakan, termasuk diakhirinya pengusiran paksa keluarga Palestina di lingkungan Yerusalem Timur Sheikh Jarrah dan serangan pasukan pendudukan Israel ke Masjid Al-Aqsa.

“Israel telah mundur dalam menghadapi perlawanan bersenjata, dan tidak mencapai tujuan apa pun yang dikatakannya ketika melancarkan serangannya,” kata al-Qanou.

“Israel sekarang sedang diuji, dan kelompok perlawanan di Gaza mengamati bagaimana itu akan bereaksi,” kata al-Qanou.

“Gencatan senjata ini hanyalah jeda, kesempatan untuk mendapatkan lebih banyak kekuatan untuk menghadapi agresi Israel lebih lanjut.”

Alasan Pilot ‘Israel’ Hancurkan Menara di Gaza Karena Frustasi

GAZA (Jurnalislam.com) – Seorang pilot ‘Israel’ mengungkapkan bahwa penghancuran menara tempat tinggal di Jalur Gaza adalah “cara untuk melampiaskan kekecewaan tentara”.

Dalam wawancara yang dilakukan oleh Israel Channel 12 dengan sejumlah pilot yang turut meledakkan 9 menara, termasuk satu menara kantor media internasional, salah satu pilot mengatakan bahwa dia tidak meremehkan parahnya serangan yang dia dan rekan-rekannya lakukan.

“Kami melempar berton-ton amunisi dan menembaki mereka yang tidak diragukan siapa pun,” kata pilot itu.

Dia juga berbicara tentang perasaannya saat menghancurkan menara-menara itu.

“Saya menjalankan misi untuk melakukan serangan udara dengan perasaan bahwa menghancurkan menara adalah cara untuk melampiaskan rasa frustrasi atas apa yang terjadi pada kami dan atas keberhasilan kelompok di Gaza dalam menendang kita,” ungkapnya.

“Kami gagal menghentikan tembakan roket dan merugikan pimpinan kelompok-kelompok ini, jadi kami menghancurkan menaranya,” tambahnya.

Selama 11 hari agresi Israel di Jalur Gaza, Israel menghancurkan sembilan bangunan bertingkat, dan mengklaim bahwa menara itu digunakan sebagai “infrastruktur militer” (Hamas).

Pada 15 Mei, serangan udara Israel meratakan menara al-Jalaa, sebuah gedung 11 lantai yang menjadi kantor Al Jazeera dan Associated Press di Jalur Gaza.

Pengeboman menara ini menuai kritik dari organisasi internasional, kelompok hak asasi dan beberapa pemerintah, termasuk sekutu Israel.

Pada 17 Mei, kelompok hak asasi manusia Amnesty International mengutuk serangan berkelanjutan Israel di Gaza, mengatakan bahwa militer Israel telah “menunjukkan pengabaian yang mengejutkan terhadap kehidupan warga sipil Palestina dengan melakukan sejumlah serangan udara yang menargetkan bangunan tempat tinggal dalam beberapa kasus menewaskan seluruh keluarga – termasuk anak-anak – dan menyebabkan perusakan sewenang-wenang terhadap properti sipil, dalam serangan yang merupakan kejahatan perang atau kejahatan terhadap kemanusiaan ”.

Gideon Levy, seorang kolumnis di harian Israel Haaretz, mengatakan pemboman gedung-gedung tinggi, khususnya, membuat pertunjukan spektakuler di televisi, mengangkat opini publik Israel yang sudah sangat mendukung serangan di Gaza.

“Menara yang dibom adalah pertunjukan yang bagus. Ini adalah satu-satunya adegan yang disiarkan saluran televisi Israel berulang kali,” kata Levy kepada Al Jazeera.

“Runtuhnya menara adalah sesuatu yang sangat fotogenik,” imbuhnya. “Ini menunjukkan betapa kuatnya Israel, dan betapa pilot Israel begitu canggih dengan menjatuhkan seluruh menara dengan satu atau dua rudal.”

Setidaknya 279 warga Palestina tewas, termasuk 69 anak-anak dan 40 wanita, dan 1.910 lainnya terluka dalam serangan Israel baru-baru ini di Jalur Gaza, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Bagi Levy, menampilkan kehancuran seperti itu merupakan “tanda kelemahan”.

“Ini kehilangan kekuatan, Israel selalu bangga bisa menargetkan kamar tertentu di apartemen tertentu di lantai tertentu dan mengebomnya. Tapi Israel melakukannya karena bisa, dan tidak ada yang menghentikannya,” katanya.

Orang ‘Israel’ hanya tahu sedikit tentang Gaza, lanjutnya, dan sangat senang karena tidak tahu apa-apa tentang itu.

“Gambar dan laporan yang mereka lihat dari Gaza tidak menyertakan penderitaan,” jelas Levy.

“Ini dilakukan dengan sengaja, bukan karena sensor. Semua orang memiliki penyangkalan yang sama. Kami semua tidak ingin melihatnya dan media membantu kami untuk tidak melihatnya dengan tidak menunjukkannya kepada kami.”

Warga Tasik Kumpulkan Rp 170 Juta untuk Palestina, Bikers Subuhan Sumbang Berlian

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Dalam aksi solidaritas Palestina yang digelar Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Almumtaz) pada Jumat (21/5/2021), berhasil terkumpul dana sebesar Rp. 170 juta lebih.

“Untuk sementara sudah terkumpul Rp 170 juta, karena donasi masih masuk dan belum semua dihitung,” kata Sekjen Almumtaz, Abu Hazmi kepada Jurnis.

Penggalangan dana dilakukan dengan cara lelang yang dimulai dari nilai Rp. 20 juta.

Dalam penawaran pertama, komunitas Bikers Subuhan Priangan Timur berdonasi sebesar Rp 30 juta dalam bentuk berlian senilai Rp 20juta dan uang tunai Rp 10 juta.

Penggalangan dana juga dilakukan dengan cara menyebar kotak infaq dan melalui rekening.

Donasi akan disalurkan melalui lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT), Hilmi, dan World Humanitarian Care (WHC).

Selain penggalangan dana, Abu Hazmi juga mengajak warga Tasikmalaya untuk melakukan aksi boikot produk Israel sebagai bentuk perlawanan terhadap Zionist Israel.

“Kami menyeru untuk memboikot produk-produk Yahudi dan persatuan umat sera perlawanan sebagai salah satu solusi kemerdekaan dan pembebasan Palestina dan Al-Quds,” tegasnya.

Aksi solidaritas warga Tasikmalaya untuk Palestina bertajuk #TasikUsik2 “Dari Tasikmalaya untuk Palestina ini diikuti oleh puluhan ribu massa. Dalam aksinya mereka juga menggelar longmarch mengelilingi pusat Kota Tasikmalaya dan doa bersama.

Ribuan Massa Ikuti Aksi #TasikUsik2 Dari Tasikmalaya untuk Palestina

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Ribuan warga Tasikmalaya menggelar aksi solidaritas untuk Palestina di depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Jumat (21/5/2021). Aksi yang dikoordinatori oleh Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Almumtaz) ini bertajuk “Tasik Usik 2: From Tasikmalaya For Palestine”.

Koordinator lapangan aksi tersebut, Ustaz Hilmi Afwan mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas umat Islam di Tasikmalaya kepada Palestina. Sedikitnya, kata dia, terdapat 65 organisasi yang mengkuti aksi tersebut, dengan estimasi massa lebih dari 10 ribu orang.

Selain melalukan orasi di depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya, para peserta aksi itu juga melakukan long march keliling Kota Tasikmalaya. Sepanjang rute longmarch, warga tampak antusias menyaksikan. Mereka membagikan makanan dan minuman kepada peserta aksi. Tak sedikit juga yang berdonasi untuk Palestina melalui kotak-kotak amal yang dibawa oleh panitia.

“Kita ingin memberi dukungan moril kepada para pejuang di sana. Karena Al Aqsa bukan hanya milik umat Islam di sana, tapi juga milik seluruh umat Islam dunia,” kata ustaz Hilmi.

Menurut nya, saat ini umat Muslim dunia sudah mulai bersatu mengutuk penjajahan yang dilakukan Israel kepada Palestina. Buktinya, kata dia, Israel mulai melakukan gencatan senjata.

Sementara itu, Pembina Almumtaz, KH Aminudin Bustomi mengatakan, aksi dukungan kepada Palestina bukan hanya urusan umat Islam. Menurut dia, tak perlu menjadi Muslim untuk memberikan dukungan kepada Palestina.

“Kita sebagai manusia cukup untuk mendukung Palestina. Sebab yang terjadi kepada Palestina adalah bentuk kezaliman. Apapun bentuk kezaliman, kita tak boleh diam,” ujar lelaki yang juga menjabat sebagai Sekretaris MUI Kota Tasikmalaya itu.

Salah satu bentuk dukungan kepada Palestina yang bisa dilakukan di Tasikmalaya adalah melakukan aksi solidaritas. Selain itu, dukungan juga bisa dilakukan dengan melakukan sedekah untuk warga Palestina.

Ia menyayangkan, saat ini banyak informasi yang melemahkan semangat juang warga Indonesia untuk mendukung kemerdekaan Palestina. Padahal dalam konstitusi Indonesia sudah jelas disebutkan, kemerdekaan hak segala bangsa.

Menurut kiai Aminudin, sebagai bagian dari bangsa Indonesia, sudah seharusnya masyarakat mendukung kemerdekaan Palestina. Apalagi, hubungan antara Indonesia dan Palestina sudah terjalin dengan lama. Bahkan, Palestina disebut memiliki jasa besar terhadap kemerdekaan Indonesia.

“Bangsa ini mesti disadarkan, hubungan Indonesia dan Palestina sudah ada sejak jauh hari. Bahkan ada saudagar Palestina ketika itu yang mewakafkan uangnya membantu kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.

Di penghujung aksi, panitia mengumumkan total donasi yang berhasil dikumpulkan senilai Rp. 161 juta. Donasi tersebut akan disalurkan kepada masyarakat Palestina melalui lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Ribuan Warga Yogyakarta Suarakan Solidaritas Palestina

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com)- Sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina, ribuan masyarakat Yogyakarta menggelar aksi solidaritas di Titik Nol Kilometer pada jum’at, (21/5/2021).

 

Kegiatan yang diinisiasi oleh Forum Ukhuwwah Islamiyah (FUI) Yogyakarta tersebut juga sebagai bentuk syukur atas kemenangan bangsa Palestina paska permintaan gencatan senjata yang dilakukan pihak pemerintah Israel.

 

Dalam aksi damai tersebut, warga juga membentangkan spanduk dan poster poster dukungan untuk kemerdekaan Palestina. Tak lupa para peserta memberikan sebagian hartanya untuk diberikan kepada warga Palestina yang menjadi korban kejahatan perang militer Israel.

 

Salah satu panitia yang sekaligus aktifis Masjid Jogokariyan Yogyakarta ustaz Salim A Fillah berharap umat Islam terus bisa membersamai rakyat Palestina untuk memperjuangkan kemerdekaan dari penjajah Israel.

 

“Kemengan perjuangan kita tetap bisa sama sama berkumpul, bersyukur kepada Allah sekaligus meneguhkan tekad lagi dan kita harus terus bersama perjuangan Palestina untuk menuju kemerdekaan Al Aqsha,” katanya kepada jurnalislam.com di sela sela aksi.

 

“Kita bersykur dengan gecatan senjata ini dan insyaallah menjadi kebaikan bagi warga Palestina, bagi warga Gaza insyaallah menjadi kesempatan bagi mereka untuk menata ulang apa apa yang harus dipersiapkan,” imbuhnya.

 

Meaki saat ini gecatan senjata telah diaepakati, namun ustaz Salim menghimbau umat Islam untuk tetap waspada kepada Israel karena selama ini memang bangsa Yahudi suka berkhianat.

 

“Kita tidak boleh berhenti karena penjajah ini sedang merencanakan sesuatu lagi, mereka penghianat, mereka terus berusaha untuk mencapai tujuannya sampai menguasai Masjidil Aqsha,” ungkapnya.

 

Dalam kegiatan tersebut, panitia juga menggelar aksi teatrikal kekejaman militer Israel yang menyerang warga Palestina saat melakukan shalat berjamaah di Masjid Al Aqsha.

Datangi Kantor Gubernur Jatim, GAMIS Nyatakan Sikap Terkait Penjajahan Israel

SURABAYA (Jurnalislam.com)- Ratusan orang dari berbagai Ormas Islam yang tergabung dalam Gerakan Umat Islam Peduli Palestina (GAMIS) Jawa Timur menggelar aksi bela Palestina di depan kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan 110, Surabaya pada Jumat siang (21/5/2021).

Dalam aksi itu mereka membawa poster dan spanduk dukungan kepada Rakyat Palestina yang sedang menjadi sasaran serangan militer Israel. Salah satunya berbunyi ‘Jihad is the only solution for Palestine’, ‘Israel is the real terrorist’.

Kedatangan GAMIS guna menyampaikan surat pernyataan sikap tentang ‘Penyerangan Israel terhadap Jamaah Shalat di Masjid Al Aqsha Palestina’ kepada Gubernur untuk diteruskan ke pemerintah pusat,

“Setelah kami beraudiensi dengan pemerintah provinsi Jawa Timur, alhamdulillah pernyataan sikap kita diterima dengan baik,” terang Sekjen GAMIS Jatim, Mochammad Yunus Maksum.

“Dan kami sempat berdiskusi mengenai solusi persoalan-persoalan bangsa Palestina yang saat ini sedang dijajah Israel laknatullah,” imbuhnya.

GAMIS berharap Pemerintah Indonesia bersikap tegas memperjuangkan kemerdekaan bangsa Palestina,

“Kepada pemerintah pusat, agar pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas dalam rangka mengajak negara-negara anggota OKI agar berjuang lebih baik, berperan menekan israel agar keluar dari Palestina,” pungkas Yunus.

Pemprov Jatim juga berjanji akan meneruskan peryataan sikap tersebut ke pemerintah pusat, sebagaimana yang disampaikan Kepala Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur, Jonathan Judyanto,

“Kami sudah menerima pernyataan sikap dari GAMIS dan akan segera kami sampaikan kepada ibu gubernur, karena ibu Gubernur hari ini ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan, dan inshaAllah ini juga akan diteruskan ke pemerintah pusat. katanya.

Kontributor : Bahri

Baru Gencatan Senjata, Israel Kembali Serbu Masjid Al Aqsa

YERUSALEM (Jurnalislam.com)— Polisi Israel kembali menyerbu Kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, Jumat (21/5). Aparat Israel melepaskan gas air mata ke arah jamaah selepas shalat Jumat.

Saksi di Masjid Al-Aqsah mengatakan, selepat shalat Jumat banyak warga Palestina yang tidak langsung pulang, namun merayakan gencatan senjata antara Hamas dan pemerintahan Israel.

“Mereka bersorak dan bernyanyi, pada saat yang sama polisi Israel mendatangi kompleks dan mulai menggunakan langkah penanganan massa seperti yang mereka lakukan, seperti granat kejut, bom asap, dan gas air mata,” ujar koresponden Aljazirah, Imran Khan.

“Mereka melepaskan tembakan itu ke arah massa dan mencoba membubarkannya.”

Ketegangan ini terjadi tak lama setelah Hamas dan Israel sepakat melakukan gencatan senjata. Gencatan yang dimediasi oleh Mesir itu mulai berlaku pada Jumat dinihari.  Kontak senjata antara Hamas dan Israel berlangsung selama 11 hari. Lebih dari 200 warga Palestina gugur, dan 12 orang Israel tewas

sumber: republika.co.id

 

Hidayatullah: Penjajahan Itu Salah, Tak Boleh Dibela

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Ustaz Nashirul Haq menegaskan bahwa apapun yang dilakukan Israel sebagai penjajah adalah perbuatan yang salah. Sebaliknya, yang harus dibela adalah bangsa yang terjajah yakni Palestina.

“Apapun yang dilakukan oleh penjajah itu semuanya salah, bahwa mereka (pihak Israel ada yang) terbunuh dan jadi korban, itu konsekuensi penjajahan mereka,” kata Ustaz Nashirul saat diwawancarai usai menghadiri Pernyataan Sikap Forum Zakat (FOZ) terkait Memburuknya Krisis Kemanusiaan di Gaza Palestina di Hotel Sofyan Cut Meutia, Jumat (21/5).

Ustaz Nashirul menegaskan, yang harus dibela adalah bangsa yang terjajah yakni Palestina. Maka tidak boleh membela penjajah dalam hal ini Israel.

Ia mengingatkan, dulu bangsa Indonesia dijajah Belanda, dari pihak Belanda banyak korban berjatuhan. Tapi tidak ada yang membela Belanda sebagai penjajah, karena orang-orang membela bangsa yang terjajah.

Ustaz Nasirul juga menanggapi adanya salah satu tokoh nasional yang berkomentar bahwa masalah Palestina bukan urusan Indonesia sekaligus munculnya netizen Indonesia yang membela Israel yang menjajah Palestina.

Sumber: republika.co.id

 

Gerakan Umat Islam Peduli Palestina Jatim: Kirim Pasukan Perdamaian ke Palestina!

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Gerakan Umat Islam Peduli Palestina Jawa Timur (Gamis Jatim) mengeluarkan pernyataan sikap terhadap penyerangan Israel terhadap Gaza dan Masjid Al Aqsa juga pendudukan Israel di tanah Palestina.

“Kami menyerukan PBB dan masyarakat internasional untuk mengambil langkah-langkah nyata menghentikan kekejaman tentara Zionis Israel,” kata Sekjen Gamis Jatim, Mochammad Yunus Maksum dalam keterangan yang diteirma Jurnalislam.com, Jumat (21/5/2021).

Massa Gumis mendesak dunia internasional memberikan sanksi politik , ekonomi maupun militer berupa pengucilan Israel dari pergaulan masyarakat global hingga mengirim pasukan perdamaian ke Palestina.

Ia juga mendesak negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) khususnya negara- negara Arab untuk menunjukkan solidaritas dan simpati nyata terhadap perjuangan rakyat Palestina untuk merdeka.

“Dan mendesak Israel agar meninggalkan wilayah Palestina yang dirampas secara illegal,” pungkasnya.