Warga Gaza Rayakan Idul Fitri dan Kemenangan Genjatan Senjata

Warga Gaza Rayakan Idul Fitri dan Kemenangan Genjatan Senjata

GAZA (Jurnalislam.com) – Setelah 11 hari agresi Israel di Jalur Gaza, warga Gaza merayakan gencatan senjata, turun ke jalan dan meneriakkan dukungan untuk perlawanan Palestina.

Pada pukul 2 pagi pada hari Jumat (21/5/2021), masjid-masjid di Gaza mengumandangkan takbir Idul Fitri, karena perayaannya ditunda akibat kematian dan kehancuran yang disebabkan selama 11 hari pemboman Israel.

Warga Gaza juga mengambil kesempatan untuk pergi ke masjid untuk sholat, berkumpul di jalanan, dan mengunjungi kerabat mereka dan orang-orang yang kehilangan orang yang mereka cintai dalam agresi tersebut.

Perayaan dan kemenangan juga meluas ke beberapa kota di Tepi Barat yang diduduki dan menduduki Yerusalem Timur, dengan banyak yang memuji kelompok perlawanan dan ketabahan warga Gaza.

Penjajah ‘Israel’ dan gerakan Hamas telah mengumumkan gencatan senjata, ditengahi oleh mediator Mesir dan dimulai pada pukul 2 pagi pada hari Jumat.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, agresi tersebut mengakibatkan sedikitnya 248 warga Palestina, termasuk 66 anak-anak dan 39 wanita, dan melukainy 1.910 lainnya.

Lebih dari 90.000 warga Palestina mengungsi dari rumah mereka, dan sebagian besar infrastruktur Gaza serta banyak bangunan penduduk hancur.

Kabinet keamanan Israel mengatakan telah memberikan suara dengan suara bulat untuk mendukung gencatan senjata Gaza “timbal balik dan tanpa syarat”.

Namun, juru bicara Hamas, Abdel-Latif al-Qanou mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kelompok perlawanan telah memberlakukan kondisi mereka sendiri.

Dia mengatakan, termasuk diakhirinya pengusiran paksa keluarga Palestina di lingkungan Yerusalem Timur Sheikh Jarrah dan serangan pasukan pendudukan Israel ke Masjid Al-Aqsa.

“Israel telah mundur dalam menghadapi perlawanan bersenjata, dan tidak mencapai tujuan apa pun yang dikatakannya ketika melancarkan serangannya,” kata al-Qanou.

“Israel sekarang sedang diuji, dan kelompok perlawanan di Gaza mengamati bagaimana itu akan bereaksi,” kata al-Qanou.

“Gencatan senjata ini hanyalah jeda, kesempatan untuk mendapatkan lebih banyak kekuatan untuk menghadapi agresi Israel lebih lanjut.”

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X