Berita Terkini

Ketua Komando Pusat AS Mendadak Kunjungi Bekas Markas Taliban Pakistan

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Kepala Komando Pusat AS, Jenderal Joseph L. Votel, pada hari Sabtu (19/9/2017) mendadak mengunjungi daerah kesukuan Waziristan Utara yang bergolak – bekas markas Taliban Pakistan yang berbatasan dengan Afghanistan.

Votel adalah pejabat tertinggi angkatan darat AS yang mengunjungi wilayah tersebut sejak tentara Pakistan membersihkannya dari militan setelah serangan militer berskala besar pada tahun 2014.

Kunjungan tersebut terjadi di tengah tuduhan baru dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump bahwa Islamabad tidak “berbuat cukup” menghadapi jaringan Haqqani, sebuah kelompok jihad yang dipersalahkan atas sejumlah serangan di negara tetangga Afghanistan, termasuk Kabul, lansir World Bulletin, Ahad (20/8/2017).

Menurut juru bicara militer Pakistan, delegasi AS diberi tahu tentang operasi militer di wilayah tersebut dan mekanisme keamanan perbatasan Pakistan-Afghanistan.

“Delegasi juga diberi tahu tentang kemajuan pembangunan sosio-ekonomi termasuk kembalinya orang-orang yang sementara dipindahkan,” kata juru bicara tersebut dalam sebuah pernyataan, merujuk pada kembalinya hampir satu juta anggota suku yang mengungsi akibat operasi militer 2014.

Lebih dari 90 persen pengungsi, menurut data pemerintah, telah kembali ke rumah mereka dalam tiga tahun terakhir.

Pernyataan tersebut lebih lanjut menyatakan, delegasi memuji upaya dan pengorbanan tentara Pakistan dan suku setempat untuk membangun kembali perdamaian dan ketertiban di daerah tersebut.

“Delegasi yang berkunjung juga menyadari pentingnya koordinasi keamanan perbatasan bilateral Pakistan-Afghanistan,” katanya.

Kemudian delegasi mengunjungi sebuah sekolah yang dikelola tentara di Miranshah – ibu kota Waziristan Utara – dan berinteraksi dengan siswa, pernyataan tersebut menyimpulkan.

Waziristan Utara adalah satu dari tujuh wilayah kesukuan semi-otonom di Pakistan barat laut, yang dulunya merupakan markas jaringan Haqqani dalam beberapa tahun terakhir.

Islamabad mengklaim bahwa serangan militer berturut-turut sejak tahun 2014 telah mencabut jaringan dari Waziristan Utara. Namun, Washington telah berulang kali menuntut agar sekutunya “berbuat lebih banyak” dalam apa yang mereka sebut perang melawan jihadis.

Qatar: Setelah Sukses Dukung Kudeta Mesir, Kini UEA Pulihkan Kediktatoran Arab

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Duta Besar Qatar untuk Turki melaporkan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) mendukung “kontra-revolusi di dunia Arab untuk memulihkan kediktatoran”, lansir Anadolu Agency, Ahad (20/8/2017).

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Sabtu malam, Duta Besar Salem Al-Shafi mengatakan: “UEA dan sejumlah sekutu telah membayar sekitar $ 40 miliar untuk mengkonsolidasikan kudeta militer di Mesir saja,” mengacu pada penggulingan Muhammad Mursi, presiden pertama Mesir yang terpilih secara bebas dan sah, pada 2013.

“Kami mengatakan bahwa negara-negara ini belum belajar dengan baik,” tambahnya. “Mereka menyalahkan Qatar, dengan menggunakan istilah cemerlang seperti kontraterorisme dan menyerang orang-orang moderat dengan tujuan memenangkan hati Negara Barat tidak akan membantu melindungi mereka dari rakyat.”

Al-Shafi membantah tuduhan bahwa Qatar mendukung kelompok Islam dan ekstremis di Timur Tengah.

“Ada beberapa negara Arab yang takut dengan revolusi,” katanya. “Alih-alih mereformasi rezim mereka dan memenuhi aspirasi rakyat, mereka menimpakan kesalahan pada Qatar dan apa yang mereka sebut Islam politik.”

Duta Besar tersebut menekankan bahwa Qatar “melakukan semua yang dapat dilakukan untuk menjaga keamanan dan stabilitas di wilayah tersebut dengan cara yang tidak bertentangan dengan aspirasi rakyat”.

Pada bulan Juni, UEA, bersama Arab Saudi, Mesir dan Bahrain, memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar, menuduh Doha mendukung terorisme.

Keempat negara tersebut memberlakukan blokade laut, darat dan udara di Qatar dan mengajukan daftar tuntutan kepada Doha untuk mengakhiri boikot atau menghadapi sanksi lebih lanjut.

Qatar membantah tuduhan tersebut dan berpendapat bahwa blokade mereka melanggar hukum internasional.

Al-Shafi mengatakan peran UEA “dalam memicu krisis dengan Qatar telah terlihat jelas”.

“Penyelidikan teknis dan hukum kami, bekerja sama dengan FBI dan NCA- National Crime Agency [Badan Kejahatan Nasional Inggris] telah membuktikan hal ini secara pasti,” katanya, secara implisit merujuk pada peretasan kantor berita resmi Qatar.

Bulan lalu, Washington Post mengatakan UEA telah mengatur peretas situs berita dan media sosial Qatar yang dikelola negara “untuk mengirim kutipan palsu yang seolah dinyatakan oleh amir Qatar, Sheikh Tamim Bin Hamad al-Thani”.

Laporan yang diretas tersebut mengatakan bahwa amir Qatar menyebut Iran sebagai “kekuatan Islam”, dan melontarkan pujian kepada kelompok perlawanan Palestina Hamas, di antara klaim kontroversial lainnya.

Utusan Qatar mengatakan UAE dan negara-negara blokade lainnya “telah menolak mediasi asing untuk menyelesaikan krisis”.

Menteri Negara UEA Urusan Luar Negeri Anwar Gargash pada awal Agustus meminta Turki untuk “tetap netral” dalam krisis dengan Qatar.

Sejak krisis Teluk dimulai, Turki, sekutu lama Qatar, telah bergegas memberi bantuan kepada Doha, mengirimkan sejumlah besar bantuan kemanusiaan – di samping pasukan – ke negara Teluk yang terkepung itu.

“Masyarakat internasional dan sebagian besar negara dunia telah menolak tuduhan UEA dan tindakan ilegal terhadap Qatar,” kata Al-Shafi.

Dia mengatakan Doha telah menahan diri untuk tidak melakukan tindakan “balas dendam” dalam menanggapi blokade tersebut.

“Kami berharap mereka [negara pemblokade] akan kembali,” katanya. “Kami percaya bahwa mereka pada akhirnya akan kembali melakukan dialog.”

Duta Besar Qatar mengulangi komitmen negaranya untuk memerangi terorisme.

“Qatar adalah anggota aktif di semua forum kontraterorisme dan koalisi anti-Daesh internasional,” katanya. “Qatar juga menjadi tuan rumah pangkalan militer A.S. terbesar di Timur Tengah dalam memerangi terorisme,” katanya, mengacu pada basis al-Udeid.

Diplomat tersebut kemudian mencemooh seruan untuk menutup pangkalan Turki di Qatar.

“Aneh melihat UEA, yang menjadi tuan rumah beberapa markas asing, untuk menyerukan penutupan pangkalan Turki di Doha dan untuk memotong hubungan pertahanan antara Qatar dan Turki, kecuali UEA dan negara-negara sekutu memiliki niat atau rencana untuk melakukan intervensi militer,” katanya.

Kabul: Antisipasi Afghanistan dalam Strategi Baru Donald Trump

KABUL (Jurnalislam.com) – Sisi-sisi yang berperang di Afghanistan tetap bersiap mengntisipasi saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan strategi perangnya menyusul pertemuan tingkat tinggi dengan tim keamanannya pada hari Jumat, Anadolu Agency melaporkan Ahad (20/8/2017).

Pemerintah Kabul yang didukung AS dan sekutunya optimis tentang peningkatan jumlah tentara Amerika di negara tersebut untuk mengatasi kelompok mujahidin yang tangguh, sementara Taliban sendiri memperingatkan Washington atas tindakan ini.

Trump bergabung dalam pertemuan Camp David bersama Wakil Presiden Mike Pence, Menteri Pertahanan James Mattis, Sekretaris Negara Rex Tillerson, Direktur CIA Mike Pompeo dan Penasihat Keamanan Nasional H.R. McMaster.

“Presiden sedang mempelajari dan mempertimbangkan pilihannya dan akan mengumumkan kepada rakyat Amerika, kepada sekutu dan mitra kami, dan kepada dunia pada saat yang tepat,” kata Sekretaris Jenderal Gedung Putih Sarah Sanders kepada wartawan setelah pertemuan tersebut.

Di Afghanistan, gelombang pasukan yang mungkin terjadi mendapat beragam tanggapan.

Pada bulan Maret tahun ini, Salahuddin Rabbani, menteri luar negeri Afghanistan telah mengatakan bahwa pasukan tambahan akan membantu memperbaiki situasi di Afghanistan.

Pemerintah boneka Kabul menginginkan AS untuk lebih melengkapi Pasukan Pertahanan dan Keamanan Nasional Afganistan (the Afghan National Defence and Security Forces-ANDSF), khususnya Angkatan Udara Afghanistan (the Afghan Air Force-AAF) yang baru lahir.

Kemungkinan lebih banyak pasukan tersebut didasarkan pada rekomendasi Jenderal John W. Nicholson, komandan pasukan militer internasional pimpinan Amerika di Afghanistan, mengenai kebutuhan lebih banyak tentara.

“Beberapa ribu pasukan lagi masih dibutuhkan untuk mendukung tentara Afghanistan lebih efektif. “Kami kekurangan beberapa ribu,” katanya kepada Komite Angkatan Bersenjata Senat (the Senate Armed Services Committee) awal tahun ini.

Ada sekitar 13.300 tentara asing yang ditempatkan di Afghanistan, 8.400 di antaranya adalah warga Amerika.

Tidak semua pihak puas dengan strategi ini. Mohsin Rehmani, seorang politisi Independen Afganistan, agak skeptis.

“Apa yang telah dicapai AS dengan lebih dari 100.000 tentara di lapangan dalam 15 tahun terakhir?,” katanya berbicara dengan Anadolu Agency. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa sesuai dengan Perjanjian Keamanan Bilateral (the Bilateral Security Agreement-BSA), Washington harus bertanggung jawab atas melonjaknya terorisme di Afghanistan. “Mereka [Amerika] memiliki rencana dan agenda sendiri di Afghanistan”, katanya.

Mohammad Sarwar Usmani, seorang anggota parlemen, seperti banyak warga Afghanistan lainnya percaya bahwa akar permasalahannya terletak di Pakistan. “Jika AS benar-benar khawatir dan ingin mengekang jihadis, mereka seharusnya menghilangkan tempat-tempat suci para mujahidin di Pakistan”.

Laporan dari Washington menunjukkan bahwa Presiden Trump juga mendapat sejumlah proposal yang diajukan tentang sikap yang lebih keras terhadap Pakistan karena dituduh mendukung Jaringan Haqqani yang sengit dan gagal menutup tempat-tempat penting Taliban Afghanistan, tuduhan yang dibantah Islamabad.

Dalam sebuah surat terbuka kepada presiden AS awal pekan ini, Taliban telah memerintahkan penarikan pasukan asing secara keseluruhan.

“Jika Anda [Presiden Trump] gagal memenangkan perang Afghanistan dengan pasukan AS dan NATO yang disiplin, memiliki teknologi maju, jenderal militer berpengalaman, banyak strategi dan ekonomi yang hebat, Anda tidak akan pernah bisa memenangkannya dengan tentara bayaran, perusahaan kontraktor terkenal ataupun antek-antek yang tidak bermoral ,” kata surat Taliban tersebut.

Pernyataan tersebut jelas-jelas mengacu pada usulan Erik Prince, pendiri perusahaan kontraktor militer Blackwater sebelumnya, untuk menggantikan pasukan AS di Afghanistan dengan tentara bayaran.

Pemimpin mujahidin Veteran Afghanistan Gulbuddin Hekmatyar – yang menandatangani kesepakatan damai dengan pemerintah boneka Afghanistan pada bulan September tahun lalu – juga melawan pengiriman gelombang pasukan.

Berbicara kepada sekelompok wartawan asing di kantornya di Kabul barat awal bulan ini, Hekmatyar membandingkan jalan buntu di medan perang di Afghanistan saat ini dengan hari-hari terakhir rezim yang didukung Soviet di negara tersebut pada akhir 1980an.

Dia mendesak sekutu asing pemerintah Kabul untuk tidak mempercayai elemen pro-Teheran dan pro-Moskow di negara tersebut.

“Faktanya adalah bahwa Perang Afghanistan tidak dapat dimenangkan dengan penempatan pasukan asing tambahan atau dengan strategi perang saat ini,” katanya, menambahkan bahwa kemenangan dalam hal ini memerlukan perubahan dalam strategi perang dan struktur angkatan bersenjata.

Pada tahun ke-16, konflik bersenjata di Afghanistan yang dimulai dengan jatuhnya pemerintahan Taliban di akhir tahun 2001 dengan invasi pasukan multinasional hingga menyebabkan puluhan ribu nyawa di negara tersebut secara harfiah berperang sejak invasi Soviet pada tahun 1979.

Pasukan Pertahanan dan Keamanan Afganistan (the Afghan National Defence and Security Forces-ANDSF) yang baru lahir, yang didirikan dengan dukungan dari AS dan NATO, telah bertempur keras dalam menghadapi mujahidin Taliban dan sejumlah kelompok bersenjata lainnya.

Ranjau Darat Hantam Kendaraan Militer Libanon, Tiga Tentara Tewas

LIBANON (Jurnalislam.com) – Tiga tentara Libanon tewas pada hari Ahad (20/8/2017) saat sebuah ranjau di bawah kendaraan mereka meledak di timur negara itu di sepanjang perbatasan dengan Suriah, kata militer dalam sebuah pernyataan, lansir World Bulletin.

“Sebuah kendaraan tentara dihantam oleh sebuah ranjau darat di jalan Al-Najsa di Bundud Arsal pada siang hari, menewaskan tiga tentara dan melukai satu tentara dengan serius,” kata militer dalam sebuah pernyataan.

Tentara yang terluka dievakuasi ke rumah sakit untuk perawatan.

Insiden tersebut terjadi sehari setelah tentara memulai operasi melawan IS di daerah Jurud Ras Baalbek dan Jurud al-Qaa, lebih jauh ke utara sepanjang perbatasan Lebanon-Suriah.

Tentara mengatakan pada Sabtu malam bahwa pasukannya sejauh ini telah menguasai sekitar 30 kilometer persegi (11 mil persegi) dari 120 kilometer persegi yang diyakini sebagai lokasi IS.

Seorang juru bicara mengatakan pada hari Sabtu bahwa 20 pasukan IS telah terbunuh dalam bentrokan sejauh ini, dan 10 tentara Lebanon telah terluka.

Militer memperkirakan ada sekitar 600 pasukan IS di daerah yang diperebutkan.

Serangan tentara terjadi setelah kelompok militan Syiah Hizbullah Lebanon yang berkuasa melakukan operasi sendiri melawan ekstremis di Jurud Arsal.

Serangan enam hari terhadap mantan afiliasi Al-Qaeda tersebut berakhir dengan kesepakatan gencatan senjata.

Kesepakatan menetapkan sekitar 8.000 pengungsi dan gerilyawan diangkut ke daerah yang dikuasai ekstremis di Suriah barat laut dengan imbalan pembebasan lima pejuang Hizbullah yang ditangkap.

Keamanan di sepanjang perbatasan timur Lebanon dengan Suriah telah lama menjadi perhatian, dan pada tahun 2014 para ekstremis menyerang kota perbatasan Arsal dan menculik 30 tentara Libanon dan polisi.

Empat dieksekusi oleh penculik mereka sementara yang kelima meninggal akibat luka yang dideritanya.

Enam belas orang dibebaskan dalam sebuah penggerebekan tahanan pada bulan Desember 2015, namun sembilan lainnya dipercaya masih berada di tangan IS.

Warga Solo Antusias Nontong Bareng Film ‘Toedjoeh Kata’ di Masjid MUI

SOLO(Jurnalislam.com)-Ratusan kaum muslimin Solo dan sekitarnya hadiri pemutaran film dokumenter drama ‘Toedjoeh Kata’ besutan Muhammadiyah Multimedia Kine Klub (MMKK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bertempat di Masjid MUI Semanggi Surakarta, Sabtu (20/8/2017).

Film Toedjoeh Kata ini bercerita tentang penghapusan tujuh kata ‘Ketuhanan dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi Pemeluk-pemeluknya’ pada sila pertama diganti dengan ‘Ketuhanan yang Maha Esa’ dengan tokoh utama Ketua PP Muhammadiyah tahun 1945, Ki Bagus Hadikusumo.

Acara ini menghadirkan perwakilan MMKK UMY Dimas Widiarto dan Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Ustaz Mas’ud Izzul Mujahid. Dalam film tersebut, diulas bahwa sudah terjadi kesepakatan seluruh pendiri bangsa tentang rumusan dasar negara yaitu Pancasila dengan sila pertama kewajiban menjalankan syariat Islam bagi umat Islam.

Namun, pada tanggal 18 Agustus 1945, terjadi peristiwa yang digambarkan dalam film sebagai raibnya tujuh kata tentang syariat dalam waktu sangat cepat melanggar kesepakatan bangsa pada rapat BPUPKI 2 bulan sebelumnya.

Dimas Widiarto mengatakan bahwa saat itu, tokoh-tokoh Islam khususnya Ki Bagus Hadikusumo dengan kebesaran jiwanya menerima hal tersebut, dengan ketentuan bahwa Ketuhanan Yang Maha Esa adalah Allah, dengan konsep tauhid dan juga mereka memegang teguh janji Soekarno yang akan mengembalikan konstitusi jika kondisi negara sudah aman.

Bahkan Perdana Menteri NKRI pertama, Mohammad Natsir mengatakan bahwa menyambut 17 Agustus umat Islam mengucapkan tahmid, 18 Agustus mengucapkan istigfar dan umat Islam tidak akan pernah lupa.

Adegan yang paling monumental dalam film ini adalah saat sosok muda Muhammadiyah, Kasman singodemejo yang diminta dan dijanjikan Soekarno untuk membujuk Ki Bagus Hadikusumo yang kukuh mempertahankan gentlemen agreement.

Adegan ini menjadi sangat tragis karena sampai 30 tahun kemudian air mata Kasman selalu menetes setiap mengingat kesalahannya merelakan 7 kata itu terhapus dan membujuk Ki Bagus.

Dimas Widiarto berharap dengan adanya film ini masyarakat memahami pengorbanan besar ummat Islam untuk bangsa.”Kami berharap masyarakat paham akan pengorbanan ummat Islam,dan sudah dilakukuan seperti itu masih dianggap intoleran,” pungkasnya.

Reporter : Ridho Asfari

23 Penumpang Tewas dan 75 Terluka, India Selidiki Suara Bom dalam Kecelakaan Kereta

NEW DELHI (Jurnalislam.com) – India telah meluncurkan sebuah penyelidikan mengenai kecelakaan kereta di mana 23 orang tewas dan 75 lainnya luka-luka, dalam kecelakaan kereta api utama keempat selama setahun terakhir.

Neeraj Sharma, juru bicara Northern Railways, mengatakan pada hari Ahad (20/8/2017) bahwa penyebab tergelincirnya kereta tersebut, sekitar 130km utara ibukota New Delhi negara bagian Uttar Pradesh, tidak diketahui.

Sedikitnya 13 gerbong kereta keluar dari jalur saat menuju ke kota suci Hindu di Haridwar.

Tim penyelamat menggunakan pemotong dan crane bekerja sepanjang malam untuk menarik gerbong yang terguling. Korban yang terluka telah dibawa ke rumah sakit.

Sharma mengatakan operasi penyelamatan telah berakhir dan jumlah korban tewas bisa meningkat.

Saksi mata menggambarkan mendengar “suara seperti ledakan bom” saat gerbong-gerbong tersebut keluar dari jalur.

Mahesh Chandra Sharma, seorang penumpang yang naik kereta api, mengatakan kepada Indian Express, “Kami beruntung masih hidup”.

Seorang pejabat senior di pemerintahan Uttar Pradesh, Arvind Kumar, mengatakan kepada Hindustan Times bahwa sopir kereta berhenti mendadak setelah melihat pekerjaan pemeliharaan di jalur tanpa diberi isyarat yang benar.

Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan di Twitter bahwa dia sangat hancur akibat kecelakaan tersebut, memberikan ucapan belasungkawa kepada keluarga korban yang terbunuh, dan berharap pemulihan yang cepat bagi yang terluka.

Pemerintah menjanjikan kompensasi sebesar $ 5.500 untuk keluarga penumpang yang meninggal.

Menteri Perkeretaapian Suresh Prabhu di sebuah pos Twitter mengatakan “tindakan tegas akan dilakukan terhadap kesalahan apapun”.

Kecelakaan kereta api terlalu sering terjadi di India setelah puluhan tahun hanya mendapat investasi yang buruk dan permintaan yang meningkat.

Sistem yang dikelola negara mengoperasikan 9.000 kereta penumpang dan membawa sekitar 23 juta penumpang setiap hari.

Kecelakaan Sabtu lalu adalah kecelakaan besar keempat tahun ini dan yang ketiga di Uttar Pradesh pada 2017. Lebih dari 250 orang terbunuh di seluruh India dalam kecelakaan kereta api pada tahun 2015 dan 2016.

Pada bulan November, sebuah kecelakaan di Uttar Pradesh menewaskan 150 orang.

Pada bulan Juni, Reuters melaporkan bahwa anggaran keamanan 15 miliar yang direncanakan untuk jaringan kereta api India diperkirakan mengalami penundaan karena perusahaan baja negara tidak dapat memenuhi permintaan rel baru.

Jaringan berada di tengah modernisasi lima tahun senilai $ 130 miliar.

Pemerintah meluncurkan program perbaikan keamanan tambahan pada bulan Februari untuk mengatasi lonjakan kecelakaan kereta api dalam dua tahun terakhir yang dituduh diakibatkan oleh jalur yang tidak tepat.

Pemimpin Syiah Houthi Yaman Serang Rekan Sekutunya

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pemimpin pemberontak Syiah Houthi Abdul Malik al-Houthi melancarkan serangan terhadap rekan kudetanya, mantan Presiden Yaman terguling, Ali Abdullah Saleh, Al Arabiya melaporkan, Ahad (20/8/2017).

Dalam sebuah pidato yang tampaknya mengacu pada partai Saleh, al-Houthi mengatakan bahwa ada sekelompok orang yang berusaha membongkar dan menyerang front nasional. Mereka juga bertujuan memprovokasi konflik untuk mempengaruhi front militer, tambahnya.

Al-Houthi juga mencatat bahwa ada sekelompok orang yang memegang kesepakatan dan berusaha untuk bersekongkol melawan Yaman.

Pemimpin Syiah Houthi tersebut juga berbicara mengenai penetrasi yang ditemukan di beberapa elemen politik. Diduga mengacu pada pesta Saleh, dia menggarisbawahi praktik kerja sama di luar negeri yang bertujuan untuk membagi front nasional.

Menurut al-Houthi, tersangka sedang berusaha untuk meningkatkan situasi. Pemimpin tersebut mengatakan hal itu saat menuduh partai mantan presiden tersebut mencabut tanggung jawab dalam pengelolaan lembaga negara.

 

Indonesia Harus Sebenar-benarnya Merdeka

Oleh: AB Latif (Direktur Indopolitik Watch)
72 tahun sudah negeri ini merdeka. Gegap gempita perayaan kemerdekaan Indonesia begitu luar biasa. Tak terhitung berapa biaya dari berbagai macam kreasi yang dibuatnya. Ibarat usia manusia, umur negeri ini sudahlah sangat tua. Usia yang tua ini justru Indonesia tidak berdaya di hadapan kekuatan kapitlaisme global dari Barat dan Timur. Jikalau begitu, bagaimanakah mewujudkan kerja nyata untuk sebenar-benarnya merdeka?
Kemerdekaan berasal dari kata dasar merdeka yang artinya bebas (dari jajahan orang lain). Artinya bangsa ini sudah merasa terbebaskan dari penjajahan fisik bangsa lain. Tanpa disadari justru kita saat ini berada dalam gegaman penjajah yang dengan seenaknya menguasai seluruh aset kekayaan negeri ini. Jika kita sibuk tarik tambang dengan tali, maka wujudkan tarik semua aset tambang untuk dikelola secara berdikari. Mengapa tidak?
Ketidakberdayaan Indonesia kini bisa kita lihat dari berbagai peristiwa yang sudah begitu kasat mata. Meikarta yang dibangun di tanah Indonesia layaknya seperti kota Shenzhen di China yang sangat eksklusif dan luar biasa bahkan telah mendapatkan penghargaan dari MURI ternyata belum ada ijinnya. Tanpa ijin Lippo Grup dari china sudah bisa membangun dan bahkan sudah terjual 16.800 unit. Lantas dimana kewibawaan negeri ini ?
Reklamasi 17 pulau di Jakarta, kini sudah berjalan dengan bangunan-bangunan yang luar biasa serta dipasarkan di china, juga belum ada ijinnya. Pendirian pabrik semen di Bolaang Mongondow yang didirikan dari investor china juga tidak ada ijinnya sehingga ditutup oleh Bupati, dan akhirnya Bupatinya jadi tersangka.
Pembangunan patung dewa perang Kwan Sing Tee Koen setinggi 30,4 meter di Tuban Jawa Timur yang sempat juga dapat penghargaan dari MURI dan menelan dana Rp. 2,5 milliar, ternyata juga belum ada ijinnya. Sampai hari ini pun belum ada keputusan. Hampir semua proyek negeri ini diberikan kepada china. Tidak hanya proyeknya saja, bahkan tenega kerjanya pun di impor dari negeri china.
Pengaruh hutanglah yang membuat Indonesia tak berdaya. Total utang Indonesia ke China saja dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang luar biasa. Bahkan kini tercatat pada bulan mei 2017 mencapai 15,491 milliar dollar AS (Republika.co.id). Dari jerat inilah akhirnya Indonesia dalam kondisi labil dan tersandera. Kondisi jebakan hutang ternyata sesuai dengan apa yang disampaikan oleh seorang peneliti dari Jepang Masako Kuranishi dari Universitas Tsurumi dan Universitas Seigakuin yang sudah jauh-jauh hari memperingatkan Indonesia.
Masako Kuranishi telah mengingatkan Indonesia agar sangat hati-hati terhadap gerakan China di Asia terutama di Indonesia. Ia sampaikan “China punya rencana atau konsep besar sejak Oktober 2013 terhadap Asia, yaitu Maritime Silk Road atau sering dijuluki One Belt One Road (OBOR), yang dilemparkan ide ini oleh Xi Jinping. Secara kasar bisa dikatakan munculnya hegomoni china terhadapa Negara-negara di kawasan Asia“. Artinya, China sengaja membuat berbagai kemanisan terutama hutang yang tinggi saat ini kepada Indonesia, dengan tujuan supaya Indonesia akan mengalami kesulitan dalam pengembalian sehingga terikat semakin kuat kepada china. inilah penguasaan China terhadap Indonesia.
Ironi sekali apa yang di alami negeri ini. Ternyata negeri Indonesia yang besar dan subur ini terkungkung dan tidak berdaya di hadapan asing dan aseng. Bahkan ketergantungan negeri ini sangatlah luar biasa. Negeri ini sudah tak mampu mandiri atau berdiri sendiri. Ketergantungan itu kian terasa dan begitu membebani kaum pribumi. Fakta menunjukkan hampir semua komoditi pertanian justru diimpor dari luar negeri. Seolah penguasa negeri ini sudah merasa tak mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri. Lihat apa yang tidak impor hari ini. Gula impor, bawang putih impor, tebu impor, singkong impor, beras impor, sapi impor, cabai impor, garam impor, bahkan cangkul pun impor dari china. Lalu dimana wibawa negeri ini?
Buah dari ini semua, Indonesia kini menjadi negara terbuka. Semua bebas mengeruk kekayaan di Indonesia. Untuk itu semua kini Indonesia terapkan bebas visa untuk semua orang asing, dan kini warga asing boleh memiliki properti di Indonesia, boleh kuasai 100% industri gula dan karet, bebas kuasai 100% saham restoran dan perusahaan jalan, boleh kuasai 100% saham di pemangkit listrik dan lain sebagainya. Bebas membangun walau tanpa ijin. Inikah yang di maksud kemerdekaan ?
Sebagai anak bangsa, kita ingin kemerdekaan dengan sebenar-benarnya. Kemerdekaan sejati akan bisa diraih hanya dengan menerapkan Islam secara total dan menyeluruh. Hanya dengan inilah keadilan dan kesejahteraan bisa terwujud. Merdeka sejati berarti tunduk pada Ilahi dan membebaskan negeri ini dari cengkraman penjajah berwujud neoliberalisme dan neo-imprealisme.*

ICID Isykarima Karanganyar Wisuda 32 Mahasantri

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Islamic Centre I’dadu Du’at (ICID) Isykarima kembali menggelar Wisuda Mahasantri Angkatan ke 6 dan ke 7 Serta Angkatan ke 3 Mahasantri Putri pada Ahad (20/8/2017) di Auditorium Ma’had Tahfidzul Qur’an Isykarima Gerdu Karangpandan Karanganyar. Pada wisuda kali ini sebanyak 20 Wisudawan dan 12 Wisudawati dengan khidmat mengikuti prosesi wisuda.

Ketua ICID, Ustadz Andriyono berpesan kepada para wisudawan dan alumni untuk istiqomah berdakwah mengamalkan ilmu yang telah didapat selama di ICID.

“Tetaplah berdakwah kepada masyarakat dan kalian baru akan memulai mencari ilmu yang sebenarnya. Ajaklah masyarakat untuk berbuat baik dengan Ilmu-ilmu yang telah kalian pelajari selama ini,”tuturnya kepada Jurnalislam.com usai acara.

Sementara itu, pimpinan Yayasan Isykarima, Ustadz Syihabudin Al Hafidz dalam sambutannya menyampaikan tentang pentingnya membentuk masyarakat yang dekat dengan Al Qur’an guna mewujudkan masyarakat yang maju.

“Kalau kita menginginkan masyarakat kita maju dan terbebas dari penjajahan maka kita harus dekat dengan Ilmu dan Dakwah,” paparnya.

Mudir Ma’had Aliy Darul Wahyain, Ustadz Rosyid Ridho Ba’asyir dalam tausyiahnya berpesan kepada para wisudawan untuk mempersiapkan diri terjun kepada umat secara langsung. Sebab, kata dia, mempelajari ilmu syar’I yang sesungguhnya adalah ketika terjun berdakwah kepada umat.

“Anda sekalian baru akan memulai belajar ilmu syar’i yang sesungguhnya sebab Kalian akan berdakwah kepada masyarakat dan umat,” katanya.

Lebih lanjut, Ustadz Rosyid juga menekankan para wisudawan untuk mempunyai jiwa mujahid dan mujtahid (pembaharu). Menurutnya, dua golongan orang itulah yang dibutuhkan di zaman saat ini yang penuh dengan fitnah.

“Untuk itu dekatlah kalian terhadap kedua golongan tersebut,” tuturnya.

Gandeng Me-Dan dan ECR, JAS Jateng Gelar Aksi Bakti Sosial di Sukoharjo

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)- Divisi Pelayan Masyarakat (Yanmas) Jamaah Anshorusy Syariah (JAS) bekerja sama dengan Emergency and Crisis Response (ECR) dan Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-dan) menggelar Aksi Bakti Sosial di Desa Mojo, Laban, Sukoharjo, Ahad (20/8/2017).

Acara berupa pengobatan gratis dan pembagian 100 paket sembako untuk warga sekitar. Ketua RT setempat Sukirno mengapresiasi acara bakti sosial. Menurutnya, acara sosial kemasyarakatan harus selalu didukung.

“Selamat datang Jamaah Anshorusy Syariah. Kami atas nama warga berterima kasih sudah diadakan kegiatan seperti ini. Kegiatan-kegiatan positif seperti ini memang harus didukung karena sangat membantu,”katanya pada Jurnalislam.com.

Sementara itu, Ketua Yanmas JAS Jawa Tengah Abu Ummar mengatakan, dengan kegiatan sosial seperti ini, JAS ingin mendekatkan diri dan menjadi bagian umat Islam.

” Kita ingin menjadi bagian dai umat dalam memperjuangkan Islam. Dengan kegiatan kegiatan sosial seperti ini, kita berharap bisa lebih dekat dengan masyarakat, dan ini salah satu cara dakwah kita, karena dakwah tidak hanya di mimbar,”katanya.

Agus Muhajir, perwakilan dari Me-dan Solo mengaku bahwa pihaknya telah rutin mengadakan kegiatan seperti ini. Ia mengatakan bahwa selama ini sering bekerja-sama dengan elemen ormas lain guna memperat ukhwuah.

Selain pengobatan medis, ia mengaku, ingin mengenalkan pengobatan Thibunabawi kepada masyarakat. “Cara Me-Dan berdakwah dengan aksi kemanusiaan seperti ini, kita juga ikut membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah, kali ini kita bekerja-sama dengan JAS Jateng. Pengobatan kita bukan hanya medis, ada juga Thibunnabawi seperti bekam, fasdhu, ruqyah, herbal,dan lainnya,”pungkasnya.