Responsive image

Ketua Komando Pusat AS Mendadak Kunjungi Bekas Markas Taliban Pakistan

Ketua Komando Pusat AS Mendadak Kunjungi Bekas Markas Taliban Pakistan

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Kepala Komando Pusat AS, Jenderal Joseph L. Votel, pada hari Sabtu (19/9/2017) mendadak mengunjungi daerah kesukuan Waziristan Utara yang bergolak – bekas markas Taliban Pakistan yang berbatasan dengan Afghanistan.

Votel adalah pejabat tertinggi angkatan darat AS yang mengunjungi wilayah tersebut sejak tentara Pakistan membersihkannya dari militan setelah serangan militer berskala besar pada tahun 2014.

Kunjungan tersebut terjadi di tengah tuduhan baru dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump bahwa Islamabad tidak “berbuat cukup” menghadapi jaringan Haqqani, sebuah kelompok jihad yang dipersalahkan atas sejumlah serangan di negara tetangga Afghanistan, termasuk Kabul, lansir World Bulletin, Ahad (20/8/2017).

Menurut juru bicara militer Pakistan, delegasi AS diberi tahu tentang operasi militer di wilayah tersebut dan mekanisme keamanan perbatasan Pakistan-Afghanistan.

“Delegasi juga diberi tahu tentang kemajuan pembangunan sosio-ekonomi termasuk kembalinya orang-orang yang sementara dipindahkan,” kata juru bicara tersebut dalam sebuah pernyataan, merujuk pada kembalinya hampir satu juta anggota suku yang mengungsi akibat operasi militer 2014.

Lebih dari 90 persen pengungsi, menurut data pemerintah, telah kembali ke rumah mereka dalam tiga tahun terakhir.

Pernyataan tersebut lebih lanjut menyatakan, delegasi memuji upaya dan pengorbanan tentara Pakistan dan suku setempat untuk membangun kembali perdamaian dan ketertiban di daerah tersebut.

“Delegasi yang berkunjung juga menyadari pentingnya koordinasi keamanan perbatasan bilateral Pakistan-Afghanistan,” katanya.

Kemudian delegasi mengunjungi sebuah sekolah yang dikelola tentara di Miranshah – ibu kota Waziristan Utara – dan berinteraksi dengan siswa, pernyataan tersebut menyimpulkan.

Waziristan Utara adalah satu dari tujuh wilayah kesukuan semi-otonom di Pakistan barat laut, yang dulunya merupakan markas jaringan Haqqani dalam beberapa tahun terakhir.

Islamabad mengklaim bahwa serangan militer berturut-turut sejak tahun 2014 telah mencabut jaringan dari Waziristan Utara. Namun, Washington telah berulang kali menuntut agar sekutunya “berbuat lebih banyak” dalam apa yang mereka sebut perang melawan jihadis.

Bagikan
Close X