Ranjau Darat Hantam Kendaraan Militer Libanon, Tiga Tentara Tewas

Ranjau Darat Hantam Kendaraan Militer Libanon, Tiga Tentara Tewas

LIBANON (Jurnalislam.com) – Tiga tentara Libanon tewas pada hari Ahad (20/8/2017) saat sebuah ranjau di bawah kendaraan mereka meledak di timur negara itu di sepanjang perbatasan dengan Suriah, kata militer dalam sebuah pernyataan, lansir World Bulletin.

“Sebuah kendaraan tentara dihantam oleh sebuah ranjau darat di jalan Al-Najsa di Bundud Arsal pada siang hari, menewaskan tiga tentara dan melukai satu tentara dengan serius,” kata militer dalam sebuah pernyataan.

Tentara yang terluka dievakuasi ke rumah sakit untuk perawatan.

Insiden tersebut terjadi sehari setelah tentara memulai operasi melawan IS di daerah Jurud Ras Baalbek dan Jurud al-Qaa, lebih jauh ke utara sepanjang perbatasan Lebanon-Suriah.

Tentara mengatakan pada Sabtu malam bahwa pasukannya sejauh ini telah menguasai sekitar 30 kilometer persegi (11 mil persegi) dari 120 kilometer persegi yang diyakini sebagai lokasi IS.

Seorang juru bicara mengatakan pada hari Sabtu bahwa 20 pasukan IS telah terbunuh dalam bentrokan sejauh ini, dan 10 tentara Lebanon telah terluka.

Militer memperkirakan ada sekitar 600 pasukan IS di daerah yang diperebutkan.

Serangan tentara terjadi setelah kelompok militan Syiah Hizbullah Lebanon yang berkuasa melakukan operasi sendiri melawan ekstremis di Jurud Arsal.

Serangan enam hari terhadap mantan afiliasi Al-Qaeda tersebut berakhir dengan kesepakatan gencatan senjata.

Kesepakatan menetapkan sekitar 8.000 pengungsi dan gerilyawan diangkut ke daerah yang dikuasai ekstremis di Suriah barat laut dengan imbalan pembebasan lima pejuang Hizbullah yang ditangkap.

Keamanan di sepanjang perbatasan timur Lebanon dengan Suriah telah lama menjadi perhatian, dan pada tahun 2014 para ekstremis menyerang kota perbatasan Arsal dan menculik 30 tentara Libanon dan polisi.

Empat dieksekusi oleh penculik mereka sementara yang kelima meninggal akibat luka yang dideritanya.

Enam belas orang dibebaskan dalam sebuah penggerebekan tahanan pada bulan Desember 2015, namun sembilan lainnya dipercaya masih berada di tangan IS.

Bagikan
Close X