Berita Terkini

Tangkal Pendangkalan Aqidah dan Kerusakan Moral, Ulama dan Aktivis Islam Tasikmalaya Deklarasikan Ikatan Dai Almumtaz

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Ribuan umat Islam menghadiri Deklarasi Ikatan Dai Almumtaz (IKDAM) di Desa Gunung Siman, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Senin (29/1/2018) malam. Acara juga dihadiri unsur muspida Kota Tasikmalaya, ormas Islam, organisasi kepemudaan serta para ulama.

IKDAM merupakan badan otonom Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Almumtaz) dibawah divisi dakwah dan pendidikan yang lahir berdasarkan hasil musyawarah pengurus Almumtaz pada tanggal 17 Nopember 2017.

Pembentukan IKDAM didasarkan pada beberapa hal diantaranya, keprihatinan atas semakin maraknya pendangkalan aqidah umat Islam, kerusakan moral generasi muda serta pelecehan terhadap ajaran Islam dan kaum muslimin.

“Semakin maraknya gerakan kemunkaran, kerusakan moral generasi muda dan berbagai pelecehan terhadap Islam dan kaum muslimin dengan berbagai cara baik melalui pendidikan, sosial kemasyarakatan maupun politik,” kata Ketua Almumtaz Hilmi Afwan.

Komitmen IKDAM ini dituangkan dalam poin-poin deklarasi sebagai berikut:

  1. Menjadikan lembaga Ikatan Da’i Almumtaz sebagai forum koordinasi dan konsolidasi para da’i penggerak amar ma’ruf nahyi munkar dan penegakan yariat Islam
  2. Membangun dan mengembalikan pemahaman lslam berdasarkan Al-Quran dan Sunnah sesuai manhaj ulama salafush shaleh bagi segenap umat manusia.
  3. Mengokohkan Ukhuwah Islamiyah dalam realita kekinian umat Islam.
  4. Membangun, menyebarkan, mengamalkan sikap hidup sesuai tuntunan syariah dan membela nilai-nilai Islam.
  5. Mengkoordinasikan dan mengkonsolidasikan para dai dalam gerakan amar ma’ruf nahyi munkar dan penegakan Syariah.

Almumtaz juga mengukuhkan kepengurusan IKDAM yang diketuai oleh Ustadz Ikmal Isbahizzaman, S.Th.I, M.Pd.I, Ustadz Furqon Abdullah sebagai wakil ketua, Ustadz Abu Fauzana sebagai sekretaris, dan Ustadz Ahmad Ruslan Abdul Ghani sebagai bendahara.

Deklarasi IKDAM ditutup dengan Tabligh Akbar yang diisi oleh KH. Abu Muhammad Jibriel dan Ketua Majelis Tanfidziyah Majelis Mujahidin Ustadz Irfan S Awwas.

Untuk diketahui, Almumtaz adalah koordinator ormas-ormas Islam, OKP, aktivis dan pesantren-pesantren di Tasikmalaya yang didirikan pada tahun 2014 lalu. Aliansi ini didirikan sebagai wadah silaturahim dan koordinasi guna memperkuat ukhuwah Islamiyah dalam menjaga nilai-nilai Islam di Kota Tasilmalaya sebagai kota yang mempunyai visi relijius Islami.

Konferensi Kota yang Diberkati: Yerusalem dapat Diselesaikan oleh Persatuan Umat Islam di Dunia

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Kepala Urusan Agama Turki Ali Erbas mengatakan pada hari Senin (29/1/2018) bahwa masalah Palestina dan Yerusalem dapat dipecahkan melalui usaha-usaha persatuan dari dunia Muslim.

Acara di Istanbul tentang “Yerusalem: Kota yang Diberkati oleh Wahyu“, yang diselenggarakan oleh Urusan Agama Turki, bertujuan untuk menarik perhatian mengenai pentingnya Yerusalem dalam iman Islam dan untuk menekankan solidaritas terhadap orang-orang Palestina yang tertindas.

Berbicara di acara di Istanbul, Erbas mengatakan: “Sekarang jelas bahwa mereka yang menjajah Palestina dan Yerusalem dan menyeret dunia ke dalam perang dan kekacauan adalah pihak yang tidak peduli dan tidak memperhitungkan nilai-nilai seperti hukum, belas kasihan, suara hati, keadilan dan hak asasi manusia. Satu-satunya solusi pada saat ini adalah umat Islam bersatu bersama-sama mencegah kezhaliman dan penjajahan,” lansir World Bulletin.

Dihadiri Dewan Gereja Dunia, OKI Kembali Gelar Konferensi Internasional Bahas Yerusalem

Dia menggarisbawahi bahwa Israel terus melakukan penindasan terhadap rakyat Palestina dan menduduki wilayah mereka dengan dukungan dari AS dan kekuatan global lainnya.

“Komunitas penyerang, yang dibangun oleh segelintir minoritas di pusat geografi Islam, telah menjadi hambatan terbesar bagi perdamaian di Timur Tengah – dengan dukungan sejumlah pusat kekuasaan, terutama Amerika Serikat – melalui sembrono dan sikap nyeleneh yang mengabaikan hukum internasional, moralitas dan kesucian keyakinan lain. ”

Erbas menyalahkan posisi masyarakat Islam yang tersebar dan lemah di dunia untuk situasi di Yerusalem.

“Negeri-negeri Islam harus meninggalkan pertengkaran dan konflik buatan di antara mereka sendiri,” tegasnya.

“Dunia Islam yang kuat dan sejahtera akan menjamin kedamaian dan kepercayaan seluruh umat manusia serta menjadi hati nurani dan harapan akan hak asasi manusia, hukum, keadilan dan keselamatan”, tambahnya.

“Kami tahu bahwa pertempuran ras dan denominasi […] adalah virus mematikan yang ditinggalkan oleh orang lain dalam geografi ini.”

Begini Ancaman Trump bagi Negara yang Menolak Yerusalem sebagai Ibukota Israel

Ketua Kantor Muslim Kaukasia di Azerbaijan, Syeikhul Islam Allahshukur Pashazade bersumpah untuk mendukung perjuangan Palestina dan berterima kasih kepada Turki atas dukungannya kepada Palestina dan Yerusalem.

Sekitar 70 ilmuwan Muslim dan peneliti dari 20 negara, termasuk Pakistan, Indonesia, Irak, Yordania, Azerbaijan, Kazakhstan, Inggris, Prancis, Kenya, Somalia, dan Uganda, ikut serta dalam acara dua hari tersebut.

Inilah Tentara Wanita SDF yang Meledakan Tank Turki Bersama Dirinya

SURIAH (Jurnalislam.com) – Seorang milisi Kurdi wanita dilaporkan telah melakukan serangan bom bunuh diri terhadap pasukan militer Turki di Suriah, New York Times melaporkan pada hari Ahad (28/1/2018).

Serangan granat diyakini telah membunuh dua tentara Turki dan menghancurkan sebuah tank milik tentara.

Wanita berusia 20 tahun itu diidentifikasi sebagai Zuluh Hemo dan telah bertempur dengan nama Avesta Habur, menurut surat kabar tersebut, mengutip sebuah pernyataan dari organisasi militernya, Women’s Protection Unit (YPJ), bagian dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF).

“Jika dikonfirmasi, ini akan menjadi kasus pertama serangan martir oleh warga Kurdi melawan pasukan Turki di Suriah sejak pasukan darat Turki melintasi perbatasan awal bulan ini,” tulis surat kabar tersebut, lansir Reuters.

Hemo diyakini melempar granat ke dalam tank dengan naik ke atas tank tersebut. Hal ini menyebabkan lembaga independen Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) percaya bahwa ini bukan serangan martir yang disengaja.

Serangan akan Segera Digelar, Turki Kembali Desak AS untuk Keluar dari Kota Manbij

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh New York Times, unit Hemo menyebut dia sebagai pahlawan wanita.

“Tokoh wanita Avesta menyerang tank dan meledakkan dirinya di dekat tank.” Mereka juga memanggilnya “sosok wanita Kurdi yang bebas.”

Namun serangan tersebut tidak dikonfirmasi oleh pasukan koalisi pimpinan AS di Suriah dan Irak, yang bersekutu dengan SDF.

Pasukan Turki telah melancarkan serangan militer terhadap YPG Kurdi di wilayah barat laut Afrin di Suriah, membuka sebuah front baru dalam perang Suriah yang berusia tujuh tahun.

Turki, yang telah memerangi pemberontakan berusia puluhan tahun di wilayah tenggara Kurdi, menganggap YPG Kurdi Suriah – bersama dengan komponen perempuan mereka, YPJ – yang mengendalikan Afrin sebagai kelompok teroris yang kekuatannya tumbuh di perbatasan selatan dan mengancam keamanan Turki.

Perundingan Damai Suriah di Sochi Dihadiri Semua Elemen kecuali Faksi Jihad

SOCHI (Jurnalislam.com) – Perundingan damai Suriah dimulai Senin (29/1/2018) di kota Sochi, Rusia selatan, sebagai bagian dari Kongres Dialog Nasional Suriah, yang diselenggarakan oleh Ankara, Teheran dan Moskow.

Kongres tersebut akan dihadiri oleh semua sektor masyarakat Suriah kecuali faksi jihad.

PBB pekan lalu mengumumkan partisipasi Staffan de Mistura, utusan khusus untuk Suriah, yang tiba di Sochi hari Senin.

Perwakilan Iran, Rusia, Turki dan Mistura akan mengadakan konsultasi pada hari Senin, Alexander Lavrentiev, utusan Rusia ke Suriah, mengatakan kepada kantor berita Rusia TASS, lansir Anadolu Agency.

Komite Negosiasi Tinggi oposisi Suriah (HNC), bagaimanapun, mengumumkan pada hari Sabtu bahwa mereka tidak akan ambil bagian dalam pertemuan tersebut.

Putaran Kedelapan Perundingan Damai Suriah, Oposisi: Hapus Assad dalam Daftar Pemilihan Baru

“Kami sangat menyesalkan bahwa pimpinan Komite Negosiasi Tinggi oposisi Suriah yang mengambil bagian dalam perundingan antar-Suriah di Wina di bawah kepemimpinan Staffan de Mistura membuat pernyataan tentang keengganan mereka untuk ambil bagian dalam kongres tersebut. Kami berharap akal sehat akan menang,” kata Lavrentiev.

“Undangan masih tetap di atas meja.”

Tujuan utama pembicaraan tersebut adalah untuk menemukan solusi politik terhadap konflik di Suriah.

Mesir, Irak, Arab Saudi, Lebanon, Yordania, dan Kazakhstan termasuk di antara negara-negara yang diundang sebagai pengamat.

Sebelumnya, Moskow telah mengatakan bahwa 1.600 undangan telah dikirim. Pemerintah Suriah mengkonfirmasi partisipasi delegasi 680 orang, sementara oposisi Suriah akan diwakili oleh 400 peserta.

Sementara itu, sedikitnya 90 anggota oposisi – Turkmen, Kurdi, dan Arab – berangkat dari Ankara dan diperkirakan tiba di Sochi hari ini.

Namun kedatangan mereka di Sochi tidak sesuai dengan jumlah yang diundang, dengan hanya sekitar setengah dari delegasi yang diperkirakan akan tiba di kota Rusia pada hari Senin, kata sumber yang dekat dengan konferensi yang meminta tidak disebutkan namanya karena pembatasan untuk berbicara dengan media.

Perundingan Damai Suriah di Sochi dalam Pemberitaan Media di Dunia

Selain itu, berbagai delegasi dilaporkan disediakan akomodasi yang berjauhan satu sama lainnya, untuk menghindari kemungkinan gesekan atau bahkan pertempuran, menurut sumber diplomatik anonim.

AS, Inggris, dan Prancis sebelumnya telah mengumumkan bahwa mereka tidak mengirim pengamat ke kongres tersebut.

Kongres utama akan dimulai besok dengan pidato pembukaan dan tertutup bagi pers.

Sebuah deklarasi terakhir akan diumumkan pada akhir kongres.

Delegasi Turki diketuai oleh Deputi Menteri Luar Negeri Sedan Onal, sementara Lavrentiev memimpin tim Rusia, dan Wakil Menteri Luar Negeri Hossein Jaberi Ansari memimpin delegasi Iran.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri zionis Netanyahu yang sedang berkunjung membahas konferensi Sochi dalam pertemuan mereka di Moskow pada hari Senin, asisten Putin, Yuri Ushakov mengatakan kepada wartawan, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Pertempuran Meningkat di Aden: Pasukan Yaman Dukungan Saudi vs Separatis Selatan Dukungan UEA

ADEN (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 12 orang telah terbunuh dan lebih dari 130 orang lainnya terluka di kota Aden, Yaman, dalam bentrokan antara pasukan pemerintah yang didukung oleh Arab Saudi, dan separatis selatan yang didukung oleh Uni Emirat Arab (UEA).

Kementerian Kesehatan Yaman mengatakan sedikitnya empat orang tewas pada hari Senin (29/1/2018) dan delapan tewas pada hari Ahad setelah sayap militer Dewan Transisi Selatan (the Southern Transitional Council-STC), sebuah gerakan politik yang menuntut pemisahan diri untuk Yaman selatan, mengambil alih kendali markas besar pemerintah.

Warga mengatakan kepada Al Jazeera bahwa di distrik Aden di Khormaksar dan Dar Saad, kedua pihak saling melepaskan tembakan berat sepanjang hari, saat jalan-jalan lengang tanpa lalu lintas dan pertokoan serta sekolah masih ditutup.

Seorang saksi mata melaporkan sebuah pertempuran jalanan yang “sengit” antara pasukan yang setia kepada pasukan STC dan pasukan yang setia kepada pemerintah Yaman, yang menyebabkan kepanikan di kalangan warga sipil.

Sementara itu, organisasi bantuan internasional Oxfam mengatakan bahwa kekerasan memaksa mereka untuk menutup kantornya.

Ketegangan meningkat di Aden sejak STC memberi pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi sebuah ultimatum pekan lalu, untuk menurunkan Perdana Menteri Ahmed bin Daghr dan kabinetnya, atau menghadapi penggulingan.

Tuntut Pemerintahan Hadi Lengser, PM Yaman: Kudeta di Kota Aden Didukung oleh UEA

Pemerintah Hadi menolak untuk dipaksa dan kemudian melarang pertemuan umum menjelang tenggat waktu hari Ahad.

Berbicara dari ibu kota Saudi, Riyadh, di mana dia dipaksa mengasingkan dua tahun lalu, Hadi memperbarui seruannya untuk melakukan gencatan senjata, mendesak separatis untuk mengakhiri “kudeta” mereka.

“Pemberontakan dan senjata tidak akan mencapai perdamaian atau membangun negara,” katanya, Senin.

“Pertarungan sesungguhnya dan yang utama adalah dengan Houthi dan masalah lainnya hanya akan mempengaruhi pertempuran utama. Setiap serangan terhadap legitimasi adalah sebuah kudeta.”

Mohammed Ali al-Miqdashi, seorang penasihat militer senior presiden, mengatakan bahwa pemberontakan STC bisa membuat mereka menjadi “musuh”.

“Tidak ada perbedaan antara Syiah Houthi dan kelompok lain yang memberontak melawan pemerintah yang sah, tidak peduli siapa mereka.

“Jika mereka tidak bersama dengan pemerintah yang sah maka mereka memberontak melawan pemerintah dan dianggap musuh seluruh negeri,” katanya.

Perkembangan terakhir di Aden menggarisbawahi meningkatnya ketegangan antara pemerintah Hadi dan UEA.

UEA memasuki perang Yaman pada bulan Maret 2015 sebagai bagian dari koalisi pimpinan Saudi yang berusaha untuk mengambil kembali kekuasaan yang direbut oleh pemberontak Syiah Houthi setelah mereka menguasai sebagian besar negara tersebut, termasuk ibukota Sanaa, pada tahun 2014.

Hampir tiga tahun berlalu, koalisi tersebut gagal mencapai tujuannya memulihkan pemerintahan Hadi.

Arab Saudi mengatakan bahwa mereka “menginginkan keluar” dari perang yang mahal itu, namun UEA telah terlibat dalam konflik tersebut, mengindikasikan perpecahan dalam agenda kedua negara.

UAE telah membiayai dan melatih kelompok bersenjata di selatan hingga kemudian mendirikan penjara dan menciptakan sebuah badan keamanan yang sejajar dengan pemerintahan Hadi, menurut Human Rights Watch.

Serangan Udara Rusia Hantam Pasar di Idlib, Belasan Warga Tewas

IDLIB (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 12 warga sipil tewas dan 16 lainnya cedera dalam dua serangan udara di provinsi Idlib di utara Suriah pada hari Senin (29/1/2018), menurut seorang pejabat agen pertahanan sipil White Helmets.

Sebuah serangan udara Rusia menghantam sebuah pasar di kota Saraqib di provinsi tersebut, direktur White Helmets di Idlib Mustafa Haj mengatakan kepada Anadolu Agency.

“Sebelas orang tewas dan 13 lainnya cedera dalam serangan tersebut,” katanya.

Serangan udara lainnya menargetkan sebuah rumah sakit di kota yang sama, membunuh seorang warga sipil dan melukai tiga lainnya.

Analisis: Turki Perhitungkan Kekuatan Hayat Tahrir al Sham di Idlib

Haj mengatakan dua wartawan termasuk di antara mereka yang terluka dalam serangan tersebut.

Dia mengatakan tim penyelamat telah memindahkan yang terluka ke rumah sakit di daerah tersebut.

Terletak di utara Suriah dekat perbatasan Turki, provinsi Idlib dinyatakan sebagai “zona de-eskalasi” pada tanggal 4-5 Mei 2017.

Dikendalikan oleh faksi-faksi jihad Suriah, provinsi ini mengalami serangan udara yang hebat selama 1,5 bulan terakhir.

Kini Hayat Tahrir al Sham Kuasai Provinsi Idlib

Suriah dikepung dalam perang global yang menghancurkan sejak Maret 2011, ketika rezim Syiah Nushairiyah Bashar al-Assad membantai aksi unjuk rasa warga dengan keganasan militer yang tak terduga.

Sementara pejabat PBB mengatakan ratusan ribu orang terbunuh dalam perang tersebut, dan jutaan orang telah mengungsi.

Jelang Pilkada, Hati-hati ‘Jebakan Betmen’ Politisi Mendadak Shaleh

SURAKARTA (Jurnalislam.com) —Penasihat Aliansi Umat Islam Karanganyar (AUIK) Ustaz Syamsuddin Asrori mengatakan agar umat Islam mewaspadai ‘jebakan betmen’ para politisi yang mendadak shaleh.

“Berhati-hatilah kepada para politikus yang mendadak shaleh dengan 3 doktrin kepada kita,”katanya kepada Jurnalislam.com disela-sela mempersiapkan Acara Launching JUMPA 2 di Joglo Arahmah Panjang Surakarta, Rabu (24/1/2018).

“Tiga doktrin itu adalah love. Seolah-olah mereka cinta kepada kita. Lalu trust, seolah mereka percaya, dan terakhir respect, seolah mereka peduli kepada kita,” tambahnya.

Jelang Pilkada, Waspada Elit Politik Tiba-tiba Merapat ke Umat Islam

Menurut Direktur Pondok Pesantren Baitul Rahmah Qur’ani (BRQ) Karanganyar ini, lihatlah track record pemimpin sejak masa lalu dan konsistensinya dalam Islam, bukan yang mendadak.

“Carilah calon pemimpin yang minimal memiliki dua karakter yang pertama adalah orang yang ringan langkah kakinya mendatangi shalat 5 waktu ke Masjid dan orang yang muamalahnya berpihak kepada umat Islam,” pungkasnya.

Sedekah Darah Untuk Mahasiswi Penghafal 15 Juz Al-Qur’an yang Alami Kecelakaan

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Widati Sri Ulandari, muslimah yang mengalami musibah kecelakaan masuk jurang dan mengalami patah kaki, hingga membusuk, akhirnya mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Karima Utama (RSKU) Kartosuro, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Saat menjalani perawatan, ternyata mahasiswi Akademi Dakwah Islam yang menghafal 15 juz Al-Qur’an itu membutuhkan darah, dikarenkan HB darahnya rendah. Dalam kondisi darurat tersebut, Relawan Infaq Dakwah Center (IDC), Sri Sedyo Suwarno, turut membantu bersedekah darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Jebres, Solo, Jawa Tengah pada Kamis malam (25/1/2018).

Kebutuhan darah yang kosong di PMI Solo itu, mengharuskan setiap pasien rumah sakit yang membutuhkan darah, harus mencari pendonor dari keluarga atau kerabat karib terdekat. Begitu pula Ulandari yang sejak awal ditangani oleh IDC dalam pengobatannya. Sedyo, Relawan IDC bersama dua orang teman lainnya, Sandi dan Agus, yang berasal dari Sukoharjo secara sukarela mendonorkan darahnya di PMI.

“Demi amal shalih dan membantu sesama saudara semuslim, kita siap menjadi pendonor,” ucap Sandi.

“Alhamdulillah kita bisa membantu mbak Ulandari lewat darah kita,” tambah Sedyo.

Proses pengambilan darah yang melalui tahap pengecekkan, tensi darah, HB darah dan kesehatan memakan waktu cukup singkat. Pengambilan darah tidak membutuhkan waktu lama, hanya kurang lebih 30 menit. Selanjutnya, pihak PMI menjelaskan bahwa usai darah didonorkan, akan memakan waktu tiga hingga empat jam untuk mencocokkan jenis darah dengan pasien.

Alhamdulillah proses donor darah pun berjalan dengan lancar. Hingga darah yang telah didonorkan dan sangat dibutuhkan Ulandari, terpenuhi.

INFAQ DARURAT PEDULI KASIH SESAMA MUSLIM

Seperti diberitakan sebelumnya, sudah empat bulan Ulandari menahan perih pedihnya luka dan patah tulang kaki kirinya. Pasca operasi dua kali, pengobatannya terhenti karena kendala dana, ibunya seorang single parent tanpa suami yang bekerja serabutan dengan gaji Rp 250.000 perbulan.

Kini kondisi luka di kakinya parah menganga hingga tulang kering dan pen terlihat dari luar. Bahkan daging di tendon kakinya mulai membusuk dan membuat jari dan tumit kakinya tak bisa digerakkan lagi. Jika tidak segera dioperasi, Ulandari terancam akan kehilangan kaki kirinya.

Ayo bantu pengobatan mahasiswi Akademi Dakwah ini, agar bisa mengejar cita-cita sebagai mujahidah dakwah.

Ujian berat yang diderita saudari kita Ulandari adalah beban kita juga, karena persaudaraan setiap Muslim ibarat satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh lainnya otomatis terganggu karena merasakan kesakitan juga.

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Perumpamaan kaum mukminin dalam cinta-mencintai, sayang-menyayangi dan bahu-membahu, seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur dan demam” (Muttafaq ‘Alaih).

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُنْيَا نَفَّسَ الله عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَومَ القِيَامَةِ و مَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ الله عَلَيهِ في الدُنيَا و الأَخِرَةٍ و مَن سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ الله في الدُنيَا و الأَخِرَةٍ و الله في عَونِ العَبْدِ ما كان العَبْدُ في عَونِ أَخِيهِ

“Barangsiapa menghilangkan kesulitan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melepaskan kesulitannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan orang yang tengah dilanda kesulitan, maka Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Dan Allah senantiasa membantu seorang hamba selama hamba tersebut senantiasa membantu saudaranya…” (HR Muslim).

Donasi untuk membantu pengobatan Widati Sri Ulandari bisa disalurkan melalui program INFAQ DARURAT ke Rekening IDC:

1. Bank Muamalat, No.Rek: 34.7000.3005 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
2. Bank BNI Syariah, No.Rek: 293.985.605 a.n: Infaq Dakwah Center.
3. Bank Mandiri Syar’iah (BSM), No.Rek: 7050.888.422 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
4. Bank Mandiri, No.Rek: 156.000.728.7289 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
5. Bank BRI, No.Rek: 0139.0100.1736.302 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
6. Bank CIMB Niaga, No.Rek: 675.0100.407.006 a.n Yayasan Infak Dakwah Center.
7. Bank BCA, No.Rek: 631.0230.497 a.n Budi Haryanto (Bendahara IDC).

CATATAN:

1. Demi kedisiplinan amanah dan untuk memudahkan penyaluran agar tidak bercampur dengan program lainnya, tambahkan nominal Rp 3.000 (tiga ribu rupiah). Misalnya: Rp 1.003.000,- Rp 503.000,- Rp 203.000,- Rp 103.000,- 53.000,- dan seterusnya.
2. Laporan penyaluran dana akan disampaikan secara online di: www.infaqdakwahcenter.com.
Bila biaya pengobatan sudah tercukupi/selesai, maka donasi dialihkan untuk program IDC lainnya.
3. Info: 08122.700020.

Sumber: infaqdakwahcenter.com

Operasi Militer Turki atas PYD Memasuki Provinsi Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com)Tentara Pembebasan Suriah (FSA) mencegah upaya PYD/PKK untuk menyusup ke provinsi Aleppo utara Suriah, kata komandan FSA pada hari Sabtu (27/1/2018).

Berbicara kepada Anadolu Agency, komandan militer FSA Abu Sitayf Minnag mengatakan bahwa PYD/PKK mencoba menyusup ke bagian selatan Distrik Mare, Aleppo.

Minnag mengatakan bahwa PYD/PKK dicegat oleh FSA.

“Empat milisi tewas dan 17 terluka dalam bentrokan tersebut,” katanya.

Komandan FSA mengatakan bahwa serangan PYD/PKK adalah usaha organisasi teroris untuk menanggapi Operasi Turki, “Operation Olive Branch”.

Serangan akan Segera Digelar, Turki Kembali Desak AS untuk Keluar dari Kota Manbij

Pada 20 Januari, Turki meluncurkan Operation Olive Branch untuk memindahkan kelompok teror PYD/PKK dan IS dari wilayah barat laut Afrin.

Sejak awal operasi, Turki dan FSA membebaskan wilayah lebih dari 2.000 kilometer persegi.

Staf Umum Turki mengatakan operasi Afrin bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan dan wilayah Turki serta melindungi warga Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris.

Operasi tersebut dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional.

Militer juga mengatakan “sangat ditekankan ” untuk menghindari kerusakan bagi warga sipil.

Afrin telah menjadi tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK sejak Juli 2012 ketika rezim Syiah Bashar Assad menyerahkan kota ke kelompok teror secara cuma-Cuma.

Tujuh Warga Sipil Tewas dalam Serangan Drone AS

YAMAN (Jurnalislam.com) – Sedikitnya tujuh warga sipil tewas pada hari Sabtu (27/1/2018) dalam serangan udara drone (pesawat tanpa awak) di tenggara Yaman, kata beberapa pejabat kesehatan.

Sebuah pesawat tak berawak, milik AS. menargetkan sebuah kendaraan yang membawa tujuh warga sipil di distrik Said provinsi Shabwah tenggara, World Bulletin melaporkan Ahad (28/1/2018).

Menurut sumber lokal, enam orang dalam kendaraan itu adalah anggota keluarga yang sama.

Secara terpisah, tentara Yaman menjatuhkan pesawat tak berawak Syiah Houthi di provinsi Taiz di barat daya.

Drone, Bukti Aksi Terorisme AS di Dunia Muslim

Menurut sumber militer yang dikutip oleh situs tentara Yaman 26sepnews.net, tentara menjatuhkan pesawat tak berawak yang melakukan kegiatan pengintaian di Gunung Jarrah di utara Taiz untuk menemukan posisi tentara Yaman.

Provinsi Shabwah di Yaman terdiri dari 17 distrik, 15 di antaranya saat ini dipegang oleh pasukan pemerintah sementara sebagian besar direktorat provinsi Bihan dan bagian Asilan tetap berada di bawah kendali Houthi dan sekutunya.

Yaman tetap terkunci dalam perang sejak tahun 2014, ketika kelompok milisi Syiah Houthi yang didukung Iran menguasai sebagian besar negara tersebut termasuk ibukota Sanaa, memaksa pemerintah Yaman yang didukung Saudi untuk mendirikan sebuah ibukota sementara di kota pesisir Aden.

Pesawat Drone AS Ditembak Jatuh Taliban di Nangarhar

Pada tahun 2015, Arab Saudi dan sekutu Arabnya memulai serangan udara menghancurkan untuk mengembalikan keuntungan militer Houthi di Yaman.

Menurut angka PBB, lebih dari 10.000 orang – termasuk banyak warga sipil – telah terbunuh sebagai akibat langsung dari konflik tersebut.