Berita Terkini

Begini Pesan Pemimpin Jihad Palestina di Suriah untuk Kamp Pengungsi di Lebanon

SURIAH (Jurnalislam.com) – Seorang pemimpin jihadis Palestina di Suriah, Abu Muhammad al Filistini, kemarin, Selasa (6/2/2018) mengeluarkan sebuah pesan untuk jihadis di Lebanon dan warga Palestina di kamp pengungsian Ain el Helwe di dekat kota Sidon, Lebanon selatan, lansir Long War Journal.

Filistini, yang merupakan Amir Saraya Ghuraba Filistin – sub unit dari faksi Uighur Katibat al Ghuraba al Turkistan – membahas banyak topik dalam pidato singkatnya yang dimaksudkan untuk menjadi motivasi bagi mujahidin. Pesannya juga memberikan alasan mengapa Filistini dan anak buahnya bertempur di Suriah. Namun, yang paling menarik adalah seruan Filistini bagi orang-orang di kamp pengungsian untuk mengangkat senjata.

“Kami mengingat saudara-saudara kita di Lebanon dan di kamp Ain el Helwe, kami memanggil mereka ke tanah jihad. Inilah tanah Suriah yang diberkati,” dia menegaskan.

Pesan Terbaru Dr Ayman al Zawahiri Terkait Kegagalan Arab Spring

Banyaknya warga Palestina di Saraya Ghuraba Filistin yang berasal dari kamp-kamp pengungsi di Suriah atau dari luar negeri. Pidato Filistini secara langsung menyiratkan bahwa dia, dan banyak pengikutnya, bukan berasal dari Suriah. Tapi mendengar pidato publik pertamanya ditujukan ke Lebanon, dan khususnya kamp Ain el Helwe, sangat mungkin bahwa banyak pejuang di Saraya Ghuraba Filistin berasal dari kamp itu.

Banyak faksi-faksi terkait al-Qaeda memanggil kamp tersebut, termasuk Fatah al Islam, yang telah mendukung operasi al Qaeda di Irak dan Suriah di masa lalu. Pada akhir tahun 2013, dilaporkan bahwa Jabhat Nusrah, pada waktu itu cabang Al Qaeda di Suriah, memiliki struktur kepemimpinan terpadu di dalam kamp.

Mujahidin HTS Tembak Jatuh Pesawat Tempur Rusia di Idlib

Katibat al Ghuraba al Turkistan diciptakan tahun lalu dan telah aktif baik di medan perang maupun di media sosial sejak saat itu. KGT baru saja mendapat keunggulan karena kemampuan medianya meningkat. Mereka juga cenderung tumbuh lebih besar dengan mendapatkan pejuang dari kelompok lain, juga penduduk asli Suriah, yang juga dipublikasikan. Akhir bulan lalu, ia menciptakan Saraya Ghuraba Filistin untuk mengakomodasi pejuang Palestina di jajarannya.

Tokoh dan media Al Qaeda telah memainkan peran penting dalam video KGT dan faksi jihad tersebut tidak menyembunyikan ideologinya. Syeikh Usamah bin Laden, Dr Ayman al Zawahiri, Syeikh Abu Musab al Zarqawi, Syeikh Mohammad Atef, Syeikh Saeed al Masri, dan Dr Abdullah Azzam semuanya telah ditampilkan. Klip dari cabang Al Qaeda seperti Shabaab di Somalia dan ada juga Taliban Afghanistan yang merupkan sekutu Al Qaeda, juga ditampilkan.

Pasukan Turki Dihujani Roket dan Mortir saat Memasuki Idlib

IDLIB (Jurnalislam.com) – Seorang tentara Turki tewas dan lima lainnya cedera pada hari Senin dalam serangan roket dan mortir oleh milisi saat pasukan Turki mendirikan sebuah pos militer di provinsi Idlib, Suriah, kata angkatan bersenjata Turki, Selasa (6/2/2018), lansir Middle East Eye.

Pernyataan tersebut mengatakan bahwa pasukan Turki menanggapi dengan tembakan balasan, tanpa menentukan siapa gerilyawan di balik serangan tersebut.

Seorang anggota sipil dari kontingen Turki juga terluka, katanya, menambahkan bahwa yang terluka tidak dalam kondisi kritis.

Sebuah konvoi pasukan Turki memasuki Idlib pada hari Senin untuk mendirikan “titik pengamatan” baru untuk mengurangi kekerasan berdasarkan kesepakatan dengan Rusia, kata Staf Umum Turki dalam sebuah pernyataan.

Armada Perang Turki Kini Bergerak ke Idlib

“Sebagai bagian dari kesepakatan mengenai zona de-eskalasi yang dicapai di Astana, pasukan Turki mulai membangun titik observasi keempat di Idlib,” kata pernyataan tersebut.

“Titik pengamatan” tersebut adalah posisi keempat di provinsi Idlib yang didirikan oleh tentara Turki sesuai dengan perundingan damai di ibukota Kazakhstan, Astana.

Pembicaraan yang disponsori oleh Turki, Iran dan Rusia tersebut menetapkan empat zona de-eskalasi di Idlib, wilayah Damaskus, wilayah selatan Daraa dan kota Homs.

Analisis: Turki Perhitungkan Kekuatan Hayat Tahrir al Sham di Idlib

Namun, pasukan Rusia dan Suriah melanggar perjanjian terus membombardir Idlib, yang dikhawatirkan para pengamat akan mengulangi penghancuran pasukan oposisi di Aleppo pada tahun 2016.

Idlib sebagian besar dikendalikan oleh afiliasi faksi jihad Hayat Tahrir al-Sham (HTS), sebuah kelompok yang dipimpin oleh Jabhat Fath al Sham (JFS).

Jamaah Ansharusy Syariah Sukses Menggelar Seminar Kepemimpinan Islam

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Jamaah Ansharusy Syariah sukses menggelar Seminar Kepemimipinan Islam bertajuk “Kepemimpinan Islam dalam Dinamika Politik Indonesia” di Hotel Sofyan Betawi, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (6/2/2018).

Seminar menghadirkan tiga pembicara diantaranya, DR. Muinudinillah Basri, MA, Prof. Dr. Asep Warlan Yusuf, dan Dr. Abdurrahman Anton Minardi.

Ketua Panitia Pelaksana, Nawan Yulianto mengatakan, kegiatan tersebut didasari oleh kesadaran akan urgensi pengkajian konsep kepemimpinan Islam secara ilmiah yang dituangkan dalam realita kehiupan berbangsa di Indonesia.

“Juga untuk mensinergikan antara konsep-konsep kepemimpinan Islam yang begitu ideal itu dengan realita masyarakat Indonesia,” katanya kepada wartawan, Selasa (6/2/2018).

Nawan berharap, seminar ini dapat menjadi wadah para tokoh Islam untuk bertukar pikiran dalam mencari solusi yang tepat bagi kepemimpinan Islam di Indonesia.

“Harapannya, terjadi kesepahaman dan kesepakatan diantara para tokoh mengenai konsep-konsep kepemimpinan Islam yang bisa diterapkan di Indonesia, “ ujar Nawan.

Sementara itu, Amir Jamaah Ansharusy Syariah Ustadz Muhammad Achwan mengatakan, kegiatan ini adalah salah satu khidmat Jamaah Ansharusy Syariah untuk umat dengan menyampaikan konsep kepemimpinan yang dikehendaki oleh umat Islam Indonesia.

“Mudah-mudahan dengan acara ini kaum muslimin akan mendapat arahan dan panduan, dan mudah-mudahan pemimpin kaum muslimin di Indonesia ini bisa dimunculkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk memimpin dan mengarahkan umat dalam menjalankan syariath Allah ta’ala,” papar Ustadz Muhammad Achwan.

“Semoga ini bisa menjadi amal shaleh kami dan sebagai kontribusi kami untuk bangsa ini, karena kita adalah bagian dari umat yang besar ini,” tuturnya.

Seminar dihadiri oleh sejumlah perwakilan ormas Islam, ulama, serta negarawan, dll. Dalam seminar ini disepakati, perlunya umat Islam mempunyai panduan praktis terkait pemilihan pemimpin yang sesuai syariat Islam.

Panduan tersebut akan disusun oleh para ulama dan tokoh yang nantinya akan disebarluaskan sebagai panduan umat sebagai dasar untuk menentukan kepemimpinan nasional.

PBB Akhirnya Selidiki Serangan Gas Beracun Rezim Assad di Idlib dan Ghouta Timur

JENEWA (Jurnalislam.com) – Sebuah komisi PBB di Suriah pada hari Selasa (6/2/2018) membuka penyelidikan tentang laporan serangan klorin di Idlib dan Ghouta Timur.

Paulo Pinheiro, ketua Komisi Penyelidikan Internasional Independen mengenai Suriah, mengatakan bahwa mereka telah menerima banyak laporan bahwa bom yang mengandung klorin telah digunakan di kota Saraqeb di Idlib dan di Douma di Ghouta Timur, lansir Anadolu Agency.

Dia menambahkan bahwa komisi tersebut sedang menyelidiki laporan-laporan ini.

Mengungkapkan keprihatinan mendalam mengenai eskalasi kekerasan di Idlib dan di Ghouta Timur, Pinheiro mengatakan: “Sejak awal tahun, peningkatan kekerasan di Idlib telah mengakibatkan perpindahan internal lainnya dengan lebih dari seperempat juta warga sipil kabarnya menghindar dari pertempuran.”

Rezim Syiah Suriah Kembali Serang Warga Ghouta Timur dengan Gas Beracun

“Laporan ini sangat meresahkan, dan merupakan sebuah pelecehan atas zona de-eskalasi yang dimaksudkan untuk melindungi warga sipil dari pemboman tersebut,” tambahnya.

Dia mengatakan bahwa pihak-pihak yang menyerang zona tersebut melanggar undang-undang kemanusiaan internasional.

“Apa yang terjadi di Ghouta Timur bukan hanya sebuah krisis kemanusiaan karena pengiriman bantuan ditolak, pengepungan ini melibatkan kejahatan internasional dengan terus terjadinya pemboman tanpa pandang bulu dan kelaparan penduduk sipil yang disengaja,” kata Pinheiro.

Juga pada hari Selasa, PBB menyerukan gencatan senjata sedikitnya satu bulan di Suriah untuk memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan dan evakuasi medis.

Dalam sebuah pernyataan bersama, Koordinator Residen dan Kemanusiaan PBB dan Perwakilan PBB mengatakan: “Tim kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Suriah memperingatkan konsekuensi mengerikan dari krisis kemanusiaan gabungan di beberapa bagian negara ini.”

Fran Equiza, perwakilan UNICEF di Suriah, mengatakan dalam sebuah konferensi pers melalui telepon di Jenewa: “Anak-anak menanggung beban kekerasan yang meningkat di Ghouta Timur di mana mereka tinggal di bawah pengepungan sejak 2013. Sekitar 120 anak-anak memerlukan evakuasi medis yang mendesak.”

Langgar Perjanjian Astana, Jet Tempur Rusia Bombardir Zona de Eskalasi di Idlib

Sebagai rumah bagi sekitar 400.000 penduduk, Ghouta Timur tetap berada di bawah pengepungan rezim yang melumpuhkan selama lima tahun terakhir.

Selama delapan bulan terakhir, rezim Syiah Assad telah meningkatkan pengepungannya terhadap Ghouta Timur, mencegah pengiriman makanan atau obat ke distrik tersebut dan menyebabkan ratusan pasien medis kehilangan perawatan.

Dalam 30 hari terakhir, pasukan rezim Syiah ini dilaporkan telah tiga kali meluncurkan serangan kimia di Ghouta Timur.

Ghouta Timur secara khusus berada dalam jaringan zona de-eskalasi – didukung oleh Turki, Rusia dan Iran – di mana tindakan agresi dilarang secara eksplisit.

Suriah telah dikepung dalam perang global yang menghancurkan sejak Maret 2011, ketika rezim Syiah Nushairiyah Assad membantai para aksi unjuk rasa dengan keganasan militer yang tak terduga.

Langgar Perjanjian, Rezim Syiah Assad Kembali Serang Zone de Eskalasi, 74 Warga Tewas

GHOUTA TIMUR (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 74 warga sipil tewas dalam serangan rezim Syiah Nushairiyah Suriah pada hari Selasa (6/2/2018) di Ghouta Timur, sebuah wilayah pinggiran kota Damaskus, menurut sumber pertahanan sipil.

Sumber tersebut mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa jumlah korban diperkirakan akan meningkat saat serangan udara rezim berlanjut.

Menurut wartawan Anadolu Agency di dekat lokasi kejadian, pasukan rezim Syiah Suriah menyerang daerah tersebut sejak Selasa dini hari.

Sehari Setelah Jet Tempur Rusia Ditembak Jatuh, Moskow Gempur Idlib dengan Serangan Udara

Pada hari Senin, serangan rezim Syiah Assad juga menewaskan 30 warga sipil di Ghouta Timur dan mencederai puluhan lainnya.

Desa-desa di daerah tersebut terus menjadi sasaran serangan rezim Assad meskipun wilayah-wilayah ini termasuk dalam zona de-eskalasi dimana tindakan agresi dilarang.

Sebagai rumah bagi sekitar 400.000 penduduk, Ghouta Timur tetap berada di bawah blockade rezim Assad yang melumpuhkan selama lima tahun terakhir.

Bentrokan Meletus di Nablus, Seorang Warga Palestina Gugur dan 40 Lainya Terluka

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Seorang warga Palestina tewas dalam bentrokan dengan tentara penjajah Israel di kota Nablus di wilayah pendudukan Tepi Barat, menurut sumber medis.

Khaled Walid Tayeh, 22, dari daerah Irak al-Tayeh di dekat Nablus, menyerah pada luka-lukanya pada hari Selasa (6/2/2018) setelah ditembak di dada, staf di Rumah Sakit al-Najah mengatakan kepada kantor berita Palestina Wafa.

Sedikitnya 40 lainnya luka-luka dalam kekerasan tersebut, yang terjadi setelah tentara Israel memasuki kota untuk melakukan penangkapan, kantor tersebut melaporkan.

Wafa mengatakan enam warga Palestina berada dalam kondisi kritis, termasuk seorang pria yang dikejar oleh jip tentara Israel dan seorang lainnya yang ditembak di paha.

Serangan tentara tersebut dilakukan sebagai bagian dari pencarian tersangka penusukan yang menewaskan seorang pemukim illegal yahudi Israel di dekat Nablus awal pekan ini, media Israel dan Palestina melaporkan.

Seorang juru bicara tentara Israel mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pihaknya sedang menyelidiki dan tidak dapat mengkonfirmasi laporan tersebut.

Pemukim Ilegal Yahudi Sekarat dalam Serangan Pisau

Pemukim ilegal Israel tewas pada hari Senin dalam sebuah serangan penusukan di luar pemukiman ilegal Ariel, di Tepi Barat bagian utara.

Tentara zionis memburu tersangka di daerah tersebut pada hari Selasa, kata kantor berita Maori, Bethlehem.

Mereka memblokir jalan utama dan menutup pos pemeriksaan Huwwara, Wafa melaporkan.

Juga pada hari Selasa, tentara penjajah Israel menembak dan membunuh seorang warga Palestina berusia 22 tahun, Ahmad Jarrar dalam serangan menjelang fajar di kota Jenin, Tepi Barat bagian utara.

Pasukan zionis menuduh Jarrar, yang bersembunyi selama beberapa pekan, membunuh seorang pemukim ilegal Israel pada awal Januari.

 

Sambangi PP Persis, JITU Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Ustadz Prawoto

BANDUNG (Jurnalislam.com)–Dalam rangka silaturahim dan menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Komandan Operasi Brigade Persis (alm) Ustadz Prawoto, Pengurus Jurnalis Islam Bersatu (JITU) bersilaturahim mengunjungi Kantor PP Persis di Bandung, Sabtu (3/2/2018).

“JITU sebagai lembaga yang lahir dari rahim umat Islam, merasa sangat bahagia bisa bersilaturahim dengan Persis, salah satu ormas Islam yang berperan sangat penting dalam kemerdekaan bangsa. Tak lupa, kami juga merasakan belasungkawa atas wafatnya ustaz Prawoto beberapa waktu lalu,” kata Ketua Umum JITU Muhammad Pizaro di Bandung.

Wakil Ketua Umum Persis Dr. H. Jeje Zainudin mengucapkan terima kasih dan meminta jurnalis muslim agar terus memberitakan ihwal keumatan dengan benar.

“Media ini tentu berpihak, dan kami harapkan agar para jurnalis muslim terus memberitakan dengan berpihak kepada yang benar,” kata Dr. Jeje. Ia berharap, silaturahim antara ormas Islam dan jurnalis muslim terus terjalin dengan erat.

Hadir juga dalam pertemuan tersebut pengurus harian PP Persis seperti Ketua PP Persis Dr. H. Ihsan Setiadi Latife, Sekretaris Umum H Haris Muslim, Sekretaris Jamiyah ustadz Erdian, HMK Persis Dr. Tiar Anwar Bachtiar.

Dalam lawatannya ke Bandung, JITU menggelar bedah buku tentang sejarah dan kiprah Pers Islam dan juga pelatihan jurnalistik dan kehumasan untuk komunitas. Selain itu, pengurus baru periode 2018 – 2021 JITU juga bersilaturahim dengan ulama, ormas dan komunitas muslim Bandung.

Dukung Putusan MA, Malaka Tolak Wali Kota Solo Bangun Masjid di Lahan Bermasalah

SOLO (Jurnalisalam.com)- Rencana peletakan batu pertama pembangunan Masjid taman Sriwedari Surakarta oleh Gubernur Jateng pada hari Senin (5/2/2018) ditentang sejumlah pihak, kali ini, Masyarakat Peduli Lahan Halal Surakarta Surakarta (Malaka) ikut melakukan penolakan pembangunan Masjid diatas lahan sengketa tersebut.

“Bahwa pembangunan apapun bentuknya di kawasan Taman Sriwedari tanpa seijin Ahli Waris Wiryodiningrat adalah berpotensi ada konflik dimasa yang akan datang mengingat sengketa antara Ahli Waris Wiryodiningrat dengan Pemerintah kota Surakarta, sudah dinyalakan selesai ditingkat Peninlauan Kembali (Plt) dengan Keputusan bahwa Lahan Taman Sriwedari milik Ahli Waris Wiryodiningrat,” kata ketua MALAKA dalam pesan siar yang diterima jurnalislam.com senin, (5/2/2018)

Ahmad juga menjelaskan, bahwa Pengadilan Negeri Surakarta telah mengabulkan Permohonan Eksekusi dari Ahli Waris wiryodiningrat untuk lahan Sriwedari seluas 99.889 m persegi dengan alasan telah berkekuatan hukum tetap.

“Semua bukti bukti dan saksi saksi baik dari Ahli Waris maupun dari Pemerintah kota Surakarta sudah di uji di pengadilan, pada akhirnya ditingkat kasasi tetap dimenangkan oleh ahli waris Wiryodiningrat bahkan bukti baru dari pemerintah Kota Surakarta yang diajukan saat peniiuauan kembali (Plt) ditolak oleh Mahkamah Agung,” ujarnya.

Atas dasar hal itu, ia meminta kepada kepada Gurbernur Jateng, Walikota Surakarta dan Panitia Pembangunan Masjid Taman Sriwedari Surakarta. “Agar membatalkan ataupun menunda Pembangunan Masjid tersebut, hingga terjadinya mufakat antara kedua belah pihak serta tetap terjaganya kerukunan antara pemerintah kota Surakarta dengan umat beragama ataupun Kerukunan sesama umat beragama,” katanya.

Ia juga mendesak, Kapolri untuk melakukan penelitian atas dugaan pidananya yang terjadi paska putusan yang telah berkekuatan hukum tetap di lahan taman Sriwedari itu. Selain itu, MALAKA meminta kepada Ombudsman Jateng dan DIY untuk melakukan investigasi adanya dugaan Maladministrasi atas terbitnya Hak Pakai no 40 dan 41. Dan kepada KPK, katanya, agar mengusut adanya dugaan korupsi dalam hal permasalahan ini.

“Untuk menginvestigasi dugaan adanya tindak pidana korupsi terkait perbuatan melawan hukum yang menimbulkan Wu keuangan negara,” tandasnya

Ketua HAM PBB di Jakarta: Pembantaian Muslim Rohingya Picu Dampak Lebih luas

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kepala Hak Asasi Manusia PBB pada hari Senin (5/2/2018) memperingatkan bahwa penganiayaan pemerintah Myanmar terhadap Muslim Rohingya telah menimbulkan konflik regional.

Dalam sebuah kunjungan ke Indonesia, Zeid Ra’ad al-Hussein, komisaris tinggi PBB untuk hak asasi manusia, mengatakan bahwa tindakan genosida dan pembantaian etnis terjadi selama penindakan Myanmar terhadap minoritas Rohingya.

“Myanmar menghadapi krisis yang sangat serius – dengan dampak yang berpotensi parah terhadap keamanan kawasan ini,” kata Zeid dalam sebuah pidato di Jakarta. “Jika krisis Rohingya memicu konflik yang lebih luas berdasarkan identitas keagamaan, perselisihan selanjutnya bisa menjadi penyebab ketakutan besar,” lansir Aljazeera.

Dia mengakui adanya diskriminasi dan kekerasan yang terus berlanjut terhadap Rohingya, yang menghadapi masalah dalam hal kewarganegaraan, status hukum dan akte kelahiran, pendidikan, dan pekerjaan.

Setahun Berlalu, Begini Kabar Terakhir Pengacara Muslim Myanmar yang Terbunuh

Zeid mengkritik kurangnya perhatian terkait pelanggaran hak asasi manusia di negara Rakhine Myanmar dari para pembuat kebijakan regional dan internasional.

Zeid Ra'ad al-Hussein,
Zeid Ra’ad al-Hussein

Dia mendesak pemerintah Myanmar untuk mengakui adanya diskriminasi resmi dan dilembagakan terhadap etnis minoritas, dan bukannya “mempertahankan cerita (alibi) adanya peningkatan dan persaingan untuk mendapatkan sumber daya alam.”

Lebih dari 650.000 pengungsi, kebanyakan anak-anak dan perempuan, telah meninggalkan Myanmar sejak 25 Agustus 2017 ketika pasukan Budha Myanmar melancarkan tindakan brutal berdarah.

Muslim Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai kelompok etnis paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat atas serangan brutal tersebut sejak ratusan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada tahun 2012.

Korban Tewas Muslim Rohingya, Dikuburkan Massal di 5 Tempat oleh Tentara Myanmar

Sedikitnya 9.000 Rohingya tewas di negara bagian Rakhine dari 25 Agustus hingga 24 September, menurut Doctors Without Borders.

Dalam sebuah laporan bulan Desember, organisasi kemanusiaan tersebut mengatakan bahwa kematian 71,7 persen atau 6.700 Rohingya disebabkan oleh kekerasan militer Budha Myanmar. Mereka termasuk 730 anak di bawah usia 5 tahun.

PBB telah mendokumentasikan perkosaan massal, mutilasi, pembunuhan – termasuk bayi dan anak kecil – pemukulan brutal dan penghilangan yang dilakukan oleh petugas keamanan. Dalam sebuah laporan, penyidik ​​PBB mengatakan bahwa pelanggaran tersebut telah dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan berat.