Berita Terkini

Parlemen Eropa: Masyarakat Israel Semakin Nasionalistis, Rasis dan Apartheid

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Blokade Israel di Gaza benar-benar “memalukan bagi kemanusiaan,” menurut mantan pejabat Uni Eropa.

“Israel melakukan kejahatan setiap hari, dan harus dibawa ke Mahkamah Internasional karena penjajahannya selama lebih dari 50 tahun atas wilayah 1967,” ,mantan wakil presiden Parlemen Eropa, mengatakan kepada Anadolu Agency dalam sebuah wawancara .

Morgantini mengatakan dia sangat berharap komunitas internasional akan dapat mencapai gencatan senjata dan menghentikan “pembantaian” orang-orang di Gaza.

“Ini bukan kemenangan ketika Anda melihat orang-orang sekarat dan mati di Gaza, ketika Anda melihat semua rumah telah hancur,” ia menekankan.

Situasi saat ini “memalukan untuk masyarakat internasional,” yang memungkinkan Israel untuk selalu memainkan peran sebagai korban dan tidak bertanggung jawab atas tindakannya, dia berpendapat.

Luisa Morgantini
Luisa Morgantini

Dia berharap masyarakat internasional dapat mengubah pendekatannya dan mencoba untuk memahami kebutuhan Palestina, yang akan berpihak pada kebebasan dan keadilan.

“Saya benar-benar berpikir bahwa perlu bagi Palestina untuk bersatu untuk tidak mengizinkan Israel memainkan permainan memecah mereka dari satu sama lain,” tegas Morgantini, yang menghabiskan satu dekade – 1999-2009 – sebagai wakil presiden Parlemen Eropa.

Baca juga: 

Masyarakat Israel tumbuh semakin nasionalistis, rasis, dan apartheid, katanya.

“Palestina adalah unik dan harus bersatu,” katanya, seraya menambahkan bahwa ini adalah tanggung jawab semua orang – bukan hanya masyarakat internasional, tetapi juga orang Palestina sendiri.

Morgantini mengecam “peran Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang sangat buruk” dalam kebingungan Timur Tengah, seraya mengatakan: “Saya pikir Netanyahu adalah hal terburuk yang terjadi pada keduanya: Israel dan Palestina.”

Dia mengatakan dia tidak yakin apakah pengunduran diri Netanyahu akan memperbaiki situasi, tetapi komunitas internasional harus campur tangan, dengan alasan: “Cukup sudah, sudah waktunya bagi rakyat Palestina untuk bebas.”

Dia mengatakan komunitas internasional juga harus mendukung warga Israel yang menentang penjajahan, dan yang mengatakan “pendudukan membunuh kita semua.”

Trump Tolak Dengarkan Rekaman Khashoggi: Itu Sangat Kejam dan Mengerikan

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Presiden AS Donald Trump tidak berencana untuk mendengarkan rekaman pembunuhan wartawan Saudi Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul.

“Saya tidak ingin mendengar rekaman itu, tidak ada alasan bagi saya untuk mendengar rekaman itu,” kata Trump kepada Fox News dalam wawancara yang direkam sebelumnya untuk disiarkan pada hari Ahad (18/11/2018).

“Karena itu adalah rekaman yang menyedihkan, itu rekaman yang buruk. … Saya tahu persis, saya tahu semua yang terjadi di rekaman itu tanpa harus mendengarnya.”

Tentang pembunuhan itu sendiri, Trump mengatakan kepada presenter Chris Wallace: “Itu sangat kejam, sangat ganas dan mengerikan.”

Baca juga:

CIA telah menyimpulkan bahwa Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman memerintahkan pembunuhan Khashoggi, sebagian berdasarkan rincian dari rekaman itu, menurut The Washington Post.

Khashoggi, seorang wartawan Saudi yang bekerja untuk The Washington Post, tewas tak lama setelah ia memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.

Arab Saudi mengeluarkan penjelasan yang berubah-ubah atas hilangnya Khashoggi sebelum menyatakan bahwa dia terbunuh dalam operasi rendisi yang dirusak oleh agen rahasia.

Korban Tewas Kebakaran California Meningkat, 11.000 Bangunan Hangus 1.300 Orang Hilang

ANKARA (Jurnalislam.com) – Jumlah korban tewas akibat Camp Wildfire di negara bagian California AS telah meningkat menjadi 76, kata para pejabat Ahad (18/11/2018).

Di Twitter, Sheriff Butte County Kory Hornea juga mengatakan bahwa sedikitnya 1.300 orang masih hilang.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengunjungi area kebakaran di negara bagian tersebut.

Baca juga:

Camp Fire di California utara telah membakar lebih dari 11.000 bangunan sementara ribuan petugas pemadam kebakaran berjuang untuk membendung neraka seluas 570 kilometer persegi (354 mil persegi) tersebut.

Secara terpisah, Woolsey Fire di bagian selatan negara bagian itu juga telah membakar hampir 450 rumah.

Inspirasi Ayahku Pahlawanku

Oleh: Agastya Harjunadhi, M.Pd.
Former Sekjen Young Islamic Leaders | Founder Bina Keluarga dan The Real Ummi Community

 

JURNALISLAM/COM – Dalam perspektif peradaban, unsur terkecilnya adalah individu di dalam keluarga. Individu yang baik dan berbudi luhur, juga akan melahirkan tatanan keluarga/masyarakat yang luhur. Oleh karena itu, pekerjaan yang paling penting untuk membangun peradaban mulia itu adalah meningkatkan mutu individu dan keluarga, yang menurut Syed Naquib Al Attas menyebutnya dengan istilah “create a good mankind” (mencetak generasi bermutu). Dan cara yang paling utama adalah melalui pendidikan.

Setiap peradaban ada zamannya, dan setiap zaman ada orangnya, ada pahlawannya. Mereka adalah sosok individu atau kelompok yang kehadirannya menentukan baik tidaknya peradaban. Dengan penuh kesabaran mereka konsisten berjuang untuk mewujudkan cita-cita bersama. Bahkan tak segan mereka berani mengorbankan harta, jiwa dan raganya untuk membayar harga mahal sebuah kemaslahatan yang lebih besar. Tak banyak yang mampu menempuhnya, itulah mengapa hanya sedikit saja bergelar pahlawan.

Berbicara tentang pahlawan, selalu berkaitan dengan perjuangan, keberanian, pengorbanan dan kesabaran. Keempat elemen itu berpadu saling menguatkan secara tepat dan harmoni. Keempat elemen itu pula yang membuat mereka menjadi pahlawan dan teladan zaman.

Setiap orang memiliki potensi untuk berani, berjuang, dan berkorban, karena itu adalah fitrah manusia. Namun tak semua orang mampu menempatkannya sesuai pada tempatnya. Abu Jahal juga pemberani, pejuang dan juga penuh pengorbanan. Namun ia gunakan untuk melawan utusan Allah, ia gunakan untuk menolak dan melawan kebenaran yang dibawa oleh Muhammad Rasulullaah Shalallahu’alayhi Wasallam.

Begitu pula tentang kesabaran, bahkan orang-orang yang memusuhi Rasulullah Shalallahu’alayhi Wasallam juga menghadapi kesulitan, ketakutan, ujian yang membutuhkan kesabaran untuk melaluinya. Tapi sayang, mereka tidak berada di jalan perjuangan yang benar. Di sinilah peran pendidikan (ilmu), yang dengannya seseorang mampu melihat, menghayati dan memilih mana jalan perjuangan sesuai kaidah keyakinan agama.

Oleh karena itu, kita bisa mengetahui bahwa elemen kepahlawanan baru akan menjadi teladan jika digunakan untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Dan tak semua orang bisa istiqamah menempuh jalan itu. Itulah sebabnya mengapa kita selalu bisa menyimpan rasa kagum kepada perjuangan mereka, para pahlawan.

Kekaguman kita kepada para pahlawan di masa lampau adalah bentuk hormat yang tak ternilai harganya. Karena mereka telah berjasa besar kepada paradaban suatu bangsa. Merekalah yang berani mengambil beban yang tak terpikul oleh orang-orang sezamannya. Mereka adalah simbol perjuangan menegakkan kemuliaan dan cita-cita luhur yang kolektif. Mereka adalah yang terdepan membela, karena tak rela bangsanya dijajah dan direndahkan.

Namun tahukah bahwa selalu ada pahlawan lain yang tak tergantikan jasanya atas kehidupan kita hari ini. Ia selalu sedia menjawab tantangan-tantangan tersulit yang kita hadapi. Ia juga merupakan simbol dari 4 elemen kepahlawanan. Ia tampil sebagai sosok yang tegas, gigih, berdedikasi tinggi memimpin perubahan peradaban itu sendiri yang dimulai dari unsur terkecilnya, yaitu keluarga. Pahlawan itu bernama ayah.

Meskipun tak se-ideal para pahlawan yang menorehkan catatan sejarah, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, penulis yakin sosok ayah yang telah ada dalam kehidupan kita merupakan karunia yang sangat berharga dari Allah dan tak tergantikan. Bahkan sosok ayah kita hari ini, lebih berjasa secara langsung kepada kehidupan kita.

Dari ayah kita belajar ketegasan. Dari ayah, kita belajar makna perjuangan, pengorbanan, keberanian, dan kesabaran secara langsung dan mendalam di setiap tangga kehidupan. Dari ayah pula-lah kemudian kita mampu menghayati dan mengenal kisah-kisah hebat para pahlawan bangsa yang tercatat dalam sejarah kehidupan manusia di luar sana.

Ayah juga selalu menjadi orang yang terdepan dalam menjaga kita. Ia lah sosok yang memiliki porsi penting dalam jejak wujud kehidupan kita hari ini. Di balik segala sesuatu yang kita peroleh, ada andil besar ayah di sana. Ada keikutsertaan ayah yang membukakan jalan kita. Bahkan ayahlah yang paling bangga mendorong anak-anaknya untuk menjenjang pendidikan tinggi meski ia tak pernah bisa mengenyamnya. Ia yang senantiasa bersikap tegar, meski bebagai ujian menimpa keluarga. Ia yang selalu berusaha untuk tetap arif dan bijaksana menghadapi situasi yang rumit, demi ketentraman, ketenangan dan kebaikan bagi keluarganya.

Maka, jangan pernah menanyakan, masih adakah pahlawan hari ini? Jangan pernah tanyakan lagi, masih adakah yang pantas mendapatkan gelar pahlawan? Karena sesungguhnya pahlawan-pahlawan itu begitu dekat dengan kita. Mereka bukanlah lagi yang berjuang dengan tombaknya, pedangnya, ataupun segala macam senjatanya untuk negeri ini. Mereka adalah yang mengambil bagian penting dalam kehidupan kita, bangsa kita, dan agama kita. Dialah ayah kita, teladan dan pahlawan kita. Mari doakan ayah kita, agar senantiasa dilimpahi rahmat oleh Allah atas penjagaan dan pengorbanannya untuk kita.

Selamat hari ayah, selamat hari pahlawan! #latepost

Salam hangat
SELAMAT BERAKHIR PEKAN BERSAMA KELUARGA TERCINTA 🙂

Kota Malang Akan Wujudkan Percontohan Pasar Halal

MALANG (Jurnalislam.com) — Kota Malang akan segera mewujudkan pasar halal dalam waktu dekat. Penerapannya hanya berlaku pada sejumlah pasar yang dianggap memumpuni untuk menjadi percontohan.

Walikota Malang, Sutiaji mengatakan, konsep pasar halal sudah seharusnya diterapkan saat ini. Untuk itu, ia sangat mendorong agar seluruh makanan yang dijual di dalamnya harus halal dan sesuai dengan syariat dan ajaran Islam. “Seperti proses dan tata cara menyembelih daging. Itu harus di setiap penyembelihan dengan doa,” kata Sutiaji kepada wartawan di Kota Malang lansir Republika.co.id.

Di sisi lain, pasar yang menjadi percontohan juga perlu memiliki visi yang baik. Dalam hal ini mengedepankan visi sebagai pasar yang halal, aman, sehat dan bersih. Untuk itu, pihaknya juga akan terus melakukan pembenahan sehingga masyarakat mau kembali berbelanja di pasar rakyat.

Di kesempatan serupa, Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang, Wahyu Setianto menyatakan, konsep pasar halal memang masih dalam perencanaan. Sebab berdasarkan pandangan para ahli, produk non halal masih bisa dijual di pasar tersebut. “Seperti jual beli daging babi misalnya, itu masih bisa dijual di pasar halal,” tambah dia.

Meski diperbolehkan, penjualan produk yang memiliki hukum berbeda di ajaran Islam tersebut perlu diperhatikan. Keduanya harus dipisahkan lokasi jual-belinya di pasar. Hal yang pasti, dia melanjutkan, produk halal harus dipastikan melalui proses sesuai ajaran Islam seperti penyembelihan binatang ternak.

Sebagai informasi, terdapat 28 pasar rakyat yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Dari jumlah tersebut, satu di antaranya tidak aktif karena sepi dan telah ditinggalkan. Meski demikian, pihaknya berusaha agar terus melakukan pembenahan dan perbaikan.

Menurut Wahyu, seluruh pasar rakyat di Kota Malang ditargetkan menjadi lebih modern. Dengan kata lain, konsepnya seperti Pasar Oro-oro Dowo yang halal, sehat dan bersih. Konsep ini akan diterapkan secara bertahap di seluruh pasar rakyat Kota Malang.

sumber: republika.co.id

 

Sukuk Jadi Sumber Pembiayaan Infrastruktur Negara

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara merupakan salah satu sumber dana APBN untuk pembiayaan proyek infrastruktur. Selain dari sumber dana lain seperti pinjaman luar negeri, pinjaman dalam negeri, Rupiah Murni, penugasan BUMN serta KPBU.

Kepala Sub Direktorat Peraturan SBSN dan Pengelolaan Aset SBSN Kementerian Keuangan, Agus Prasetya Laksono mengatakan pembiayaan proyek SBSN dimulai tahun 2013, dan sampai 2018 telah mencapai Rp 62,4 triliun. Capaian pembangunan infrastruktur yang dibiayai SBSN menunjukkan perkembangan peran yang semakin besar setiap tahunnya.

“Proyek yang dibiayai SBSN tidak ditujukan untuk menghasilkan pendapatan, sehingga pembayaran pokok dan imbalan tidak berasal dari pendapatan proyek tersebut, namun berasal dari penerimaan umum Pemerintah dan dialokasikan tiap tahun pada APBN,” katanya kepada para pejabat Satuan Kerja Pelaksana Proyek SBSN seluruh Indonesia dalam Pembekalan Teknis Pembiayaan Proyek Infrastruktur Melalui Sukuk Negara Tahun Anggaran 2019, Jumat (16/11).

Mekanisme pembiayaan proyek SBSN diatur dalam PP No. 56/2011, termasuk kriteria proyek yang dapat dibiayai serta mekanisme pengusulannya. Instrumen SBSN ini, yang dikenal dengan Project Financing Sukuk/Sukuk Proyek, digunakan untuk pembiayaan proyek infrastruktur secara earmarked.

Meneropong Impian Indonesia Sebagai Kiblat Halal Dunia

JAKARTA (Jurnalislam.com)-Dengan penduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia, tak salah bila Indoensia bercita-cita menjadi pemain aktif di ranah perdagangan berbasis halal. Akhirnya Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) mengeluarkan sertifikat halal untuk meningkatkan standar produk-produk olahan anak bangsa.

Tak hanya itu, berbagai kalangan juga serius mewacanakan Indonesia sebagai kiblat halal dunia. Berdasarkan niat tersebut, LPPOM MUI menggelar acara tahunan pameran internasional, Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018.

Melalui acara ini, banyak laporan menyebutkan bila setelah berpartisipasi dalam pameran tersebut, angka penjualan mereka meningkat. MUI sebagai lembaga keagamaan di Indonesia, juga mengajak negara lain untuk mempromosikan produk halal sebagai salah satu isu yang harus dibicarakan bersama.

Niat itu semakin terlihat seiring berjalanannya waktu, Direktur LPPOM MUI, Dr. Ir. Lukmanul Hakim M.Si mengatakan bila saat ini terpilih sebagai pimpinan lembaga halal dunia bernama World Halal Food Council (WHFC). Lembaga dunia tersebut saat ini beranggotakan 46 lembaga halal dari 25 negara dunia.

Tak jarang, perwakilan negara-negara yang tergabung dalam WHFC datang ke Indonesia untuk belajar mengenai standar halal milik MUI. Tujuannya agar negara mereka memberlakukan hal serupa, apalagi menurut Undang Undang No. 33 tahun 2014, seluruh produk di Indonesia telah bersertifikat halal sehingga memaksa produk asing mengikuti kebijakan ini bila ingin menembus pasar domestik.

“Tujuannya agar mereka mengenal Indonesia, mengenal standar-standar Indonesia dan mengenal fatwah halal Indonesia seperti apa. Itulah yang kita lakukan untuk menjadi kiblat halal dunia. Karena ketika ingin mengekspor ke Indonesia, mereka harus sesuai kriteria kita,” kata Lukman.

Agar gaung sertifikasi halal juga dirasakan oleh berbagai kalangan termasuk Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), LPPOM MUI memberikan sertifikasi secara gratis bagi UMKM. Program ini dilakukan agar usaha mereka semakin maju dan bisa meningkatkan daya saing.

MUI juga membuat berbagai pameran di luar negeri agar produk olahan UMKM dapat menembus pasar internasional dan produknya makin dikenal oleh publik. Selanjutnya, beberapa produk unggulan tersebut juga dimasukkan dalam portal jual beli online internasional.

“Programnya, agenda UMKM kita sertifikasi gratis. UMKM kita buat promosi halal di luar negeri, kita gelar expo di luar negeri, lalu ikut pameran di luar negeri menjelaskan UMKM di Indonesia. Pameran terakhir kita di Malaysia. Kita memasukan juga data produsen di market place internasional,” ucapnya.

Sumber: inews.id

 

Mahasiswa UMS Raih Penghargaan di Kompetisi Hacker

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Fakhrur Razi, Ilham Wicaksono, dan Nur Chudlori tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil menyabet gelar juara satu di kompetisi Pagelaran Mahasiswa Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik) X.

 

Ia menyabet juara di kategori bidang keamanan jaringan dan sistem informasi pada awal November lalu di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).

Bagi sebagian orang, profesi hacker masih dianggap miring. Profesi yang berbahaya lantaran dianggap sebagai pencuri data bahkan pembajak akun orang lain.

Padahal profesi hacker tidak seperti yang terlihat di layar kaca. Tiga mahasiswa kreatif ini membuktikan bahwa menjadi seorang hacker juga bisa berprestasi dan bermanfaat bagi masyarakat.

Fakhrur dkk menyisihkan 100 tim lain dan 10 tim server terpilih. Selama lima jam penuh Fakhrur dkk harus berjuang mempertahankan server-nya dan meretas server lawan.

“Ini kali ketiga kami mengikuti kompetisi ini. Meskipun selalu lolos sampai babak final. Tapi baru kali ini kami bisa meraih juara satu,” ungkap Fakhrur Rabu (14/11) lansir Muhammadiyah.or.id.

Ada sembilan tim lain yang mereka lawan. Satu tim akan mendapatkan satu server yang berisi informasi penting. Masing-masing server dibuat sama persis alias identik. Artinya, jika bisa membuka servernya sendiri, maka celah tersebut akan bisa diserang oleh tim lain.

Kecuali kalau celah tersebut sudah diamankan dengan melakukan defense. Maka akan sulit untuk membobol dan dibobol.

“Kami dan tim harus bisa mencari jalan lain untuk bisa meretas informasi penting server lawan,” sambung Fakhrur.

sumber: muhammadiyah.or.id

 

Pelaku Usaha Mikro Diusulkan Bisa Akses Langsung Pembiayaan Syariah

JAKARTA — Direktur Pembiayaan Syariah Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM Jaenal Aripin tengah mengusulkan agar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bisa segera mengakes langsung dana bergulir syariah tanpa melalui lembaga perantara keuangan atau koperasi.

Jaenal mengatakan pihaknya sedang dalam proses mengusulkan perubahan tarif kepada Kementerian Keuangan agar ada perubahan skim pembiayaan.

“Dengan begitu khusus untuk skim pembiayaan syariah ada perubahan ketentuan sehingga bisa diakses langsung oleh UMKM tanpa melalui lembaga perantara,” katanya dalam acara Topi Diksi bertema “Sinergi dalam mengembangkan Industri Ekonomi Kreatif berbasis Syariah”, Selasa (13/11).

Sebelumnya, dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 75 Tahun 2011 tentang Tarif Layanan Dana Bergulir disebutkan bahwa skim pembiayaan syariah belum bisa disalurkan langsung kepada para pelaku UMKM tetapi harus melalui lembaga perantara misalnya lembaga keuangan bank, nonbank, dan koperasi simpan pinjam pembiayaan syariah.

Dengan pengajuan yang dilakukan tersebut, kata dia, tahun depan ditargetkan bisa direalisasikan akses langsung UMKM terhadap dana bergulir melalui skim syariah.

Pihaknya melihat dari sisi kualitas potensi pembiayaan syariah semakin baik bahkan lebih besar seiring dengan semakin tingginya minat masyarakat terhadap skim pembiayaan syariah.

Secara kuantitas animo masyarakat cukup tinggi karena lembaga tersebut menggandeng komunitas-komunitas yang terkait.

“Jaringan komunitas ini dalam memberikan informasi sangat kuat sehingga edukasi bisa lebih efektif,” katanya.

Pola syariah dianggap oleh berbagai lebih berkeadilan dan lebih memanusiakan pelaku usaha. Lembaga keuangan syariah juga dinilai pelayanannya lebih ramah, humanis, dan menempatkan nasabah sebagai mitra.

sumber : republika.co.id

Neraca Perdagangan Defisit, Menko Darmin Akui Sulit Tumbuhkan Ekspor

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Neraca perdagangan Indonesia di periode Oktober 2018 mencatat defisit yang makin besar, yaitu US$ 1,82 miliar. Ekspor memang tumbuh secara bulanan maupun tahunan. Tapi impor melaju lebih pesat sehingga neraca dagang masih defisit.

Secara kumulatif Januari-Oktober 2018, nilai ekspor mencapai US$ 150,88 miliar atau meningkat 8,84% dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya (yoy). Sementara, nilai impor mencapai US$ 156,39 miliar. Lantas, total defisit neraca dagang hingga Oktober mencapai US$ 5,51 miliar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, laju pertumbuhan ekspor yang tinggi tak bisa dilepaskan dari pertumbuhan ekonomi yang terjaga baik pula.

“Karena memang pertumbuhan (ekonomi) juga relatif masih baik, jadi impornya jalan terus. Kalau dilihat kan, selalu dominasinya impor bahan baku baru dan barang modal,” kata Darmin, Kamis (15/11) lansir Kontan.co.id.

Pertumbuhan ekonomi yang positif, lanjut Darmin, juga seiring dengan pembentukan modal yang tumbuh relatif baik dan konsumsi rumah tangga yang masih di atas 5%.

Kendati begitu, Darmin mengaku sulit menumbuhkan ekspor di tengah gejolak perekonomian global saat ini. “Sebagian perang dagang, meski kita tidak ikut perang dagang, tapi lebih banyak dampak lanjutannya. Ditambah memang ada restriksi yang sudah berjalan beberapa bulan seperti dari India,” ujar dia.

Lantas, “Ekspornya hanya berapa persen tumbuhnya, sama sekali tidak bisa mengimbangi pertumbuhan impornya,” kata Darmin.

Darmin memastikan pemerintah terus mengupayakan perbaikan defisit perdagangan ini melalui rangkaian kebijakan. Meski, ia bilang, kebanyakan di antaranya baru memberi dampak dalam jangka menengah hinga panjang.

sumber : kontan.co.id