Berita Terkini

Taliban Adakan Negosiasi Perang dengan AS Langsung Tanpa Pemerintah Afghanistan

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Taliban mengadakan pertemuan hari Senin (17/12/2018) dengan para pejabat Amerika dalam upaya terakhir untuk mengakhiri negosiasi perang 17 tahun di Afghanistan.

Pertemuan itu diadakan di Uni Emirat Arab dan melibatkan perwakilan Arab Saudi, Pakistan, dan Emirat, kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid dalam sebuah pernyataan di Twitter.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan pertemuan di Abu Dhabi adalah bagian dari upaya untuk mempromosikan dialog intra-Afghanistan untuk mengakhiri konflik di Afghanistan.

“Kami telah lama mengatakan bahwa perang di Afghanistan hanya akan berakhir ketika orang Afghanistan duduk bersama dengan rasa saling menghormati dan penerimaan untuk membahas peta jalan politik untuk masa depan mereka,” kata juru bicara itu.

Taliban merilis pernyataan singkat Ahad (16/12/2018)menegaskan bahwa perwakilan dari “kantor politiknya” dan bertemu dengan delegasi Amerika pada Senin (17/12/2018), lansir The Long War Jaournal.

Pertemuan tatap muka akan berlangsung di Uni Emirat Arab (UEA). Dan menurut Taliban, “perwakilan dari Arab Saudi, Pakistan dan [juga] Uni Emirat Arab juga akan menghadiri pertemuan.”

Pernyataan Taliban secara khusus tidak menyebutkan pemerintah Afghanistan. Para jihadis telah secara terbuka menolak setiap pembicaraan dengan pemerintah Presiden Ghani, dan berulang kali menggambarkannya mereka sebagai “boneka AS” dan tidak sah.

Baca juga: 

Menurut Voice of America (VOA), pertemuan di UAE diperantarai oleh Pakistan, setelah Presiden Donald Trump meminta bantuan Pakistan dalam memulai pembicaraan. Mengutip para pejabat Pakistan, VOA menambahkan bahwa pembicaraan sebelumnya di Qatar terhenti karena Taliban bersikeras atas “tanggal atau jangka waktu” penarikan pasukan AS dan NATO sebelum berpartisipasi dalam proses perdamaian dengan musuh Afghanistan. Jadwal seperti itu akan menjadi konsesi besar hanya untuk memulai negosiasi.

Pemerintahan Trump telah berusaha untuk menekan Pakistan agar mengakhiri dukungannya bagi Taliban dan kelompok-kelompok jihadis lainnya. AS menahan jutaan dolar dalam bentuk bantuan militer, tetapi ini tidak mengubah perilaku Pakistan. Departemen Luar Negeri menegaskan awal tahun ini bahwa Pakistan terus menyediakan tempat yang aman bagi para pemimpin senior Taliban, termasuk Haqqani yang terkait dengan al Qaeda.

Taliban telah menggunakan diplomasi untuk melemahkan legitimasi pemerintah Afghanistan, sambil meningkatkan kredibilitas internasionalnya sendiri,

Pembicaraan pemerintahan Obama dengan Taliban semakin memperkeruh hubungan antara AS dan Presiden Hamid Karzai. AS setuju untuk mengizinkan Taliban membuka “kantor politik” di Doha dengan pemahaman bahwa kelompok pemberontak tidak akan menyebut dirinya sebagai “Imarah Islam Afghanistan” – nama Taliban sebelum pimpinan AS invasi pada Oktober 2001. Hal pertama yang dilakukan Taliban saat membuka kantornya pada pertengahan 2013 adalah membentangkan spanduk dengan kata “Imarah Islam Afghanistan” di atasnya. Ini membuat pemerintah Karzai tersinggung, karena menyiratkan bahwa Imarah Islam Taliban adalah penguasa sah Afghanistan.

Taliban terus menekan titik ini. Taliban tidak hanya terus-menerus menyebut dirinya sebagai “Imarah Islam Afghanistan,” namun mereka juga berpendapat bahwa hanya pemerintahnya yang tegas dan berbasis syariah yang merupakan perwakilan sah dari rakyat Afghanistan.

Misalnya, Taliban merilis sebuah pernyataan pada 16 November tentang sebuah konferensi di Moskow. Taliban hadir; pemerintah Afghanistan tidak. Pernyataan itu berjudul, “Diplomasi Efektif Imarah Islam (The Islamic Emirate’s Effective Diplomacy).” Dari perspektif para jihadis, acara yang diselenggarakan oleh Rusia adalah kesempatan yang baik untuk mengekspos “kejahatan penjajah asing dan pemerintahan Kabul serta korupsi mereka di antara topik-topik lain.” Taliban menambahkan bahwa acara di Moskow itu “memperjelas situasi di Afghanistan sekarang dan mengekspos kebijakan, penindasan dan korupsi dari agresor biadab dan pemerintahan Kabul boneka AS.”

Taliban secara konsisten menyebut pemerintahan Ghani sebagai “pemerintahan Kabul” – sebuah frase untuk merendahkan.

Sertifikasi Halal untuk UMKM Terus Didorong

SURABAYA (Jurnalislam.com)– Bank Indonesia mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memiliki sertifikasi halal bagi produknya. Direktur Departemen Pengembangan UMKM Bank Indonesia, Yunita Resmi Sari mengatakan adanya sertifikasi halal dapat mendorong pengembangan UMKM.

“Yang pada gilirannya akan berkontribusi meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya dalam salah satu topik yang diangkat dalam Talkshow Indonesia Shari’a Economy Festival (ISEF) 2018 ‘Sertifikasi Halal untuk UMKM Indonesia’, Jumat (14/12).

Diselenggarakan talkshow ini menjadi wadah bagi peserta, khususnya dari UMKM, untuk mendapatkan informasi mengenai tata cara atau mekanisme/proses memperoleh sertifikasi halal atas produk yang dihasilkan. UMKM merupakan salah satu sektor yang memberi sumbangan besar terhadap ekonomi Indonesia.

“Untuk itulah pengembangan UMKM perlu terus didukung, termasuk dalam industri halal, mengingat besarnya potensi pengembangan industri halal di Indonesia,”ujar Sari.

Saat ini, pengembangan industri halal di Indonesia membutuhkan adanya keamanan, kenyamanan, dan kepercayaan konsumen. Antara lain dapat diperoleh melalui adanya sertifikasi halal bagi produk-produk UMKM.

Prinsip-prinsip yang harus dipenuhi UMKM pun, menurutnya, harus menjadi perhatian. Kehalalan sebuah produk tidak hanya didukung oleh pemilihan bahan, namun juga proses dan mekanisme produksi dari hulu ke hilir. “Pelaksanaan prosedur yang baik diharapkan dapat memperkuat bisnis industri halal UMKM Indonesia sehingga semakin meningkat dan berkembang hingga ke taraf global,” kata dia.

Mengingat kontribusinya bagi penguatan pertumbuhan ekonomi nasional, Bank Indonesia pun berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Untuk itu, Bank Indonesia akan berkoordinasi dan bersinergi dengan lembaga terkait untuk dukung pengembangan ekonomi syariah di berbagai sektor, termasuk pengembangan UMKM berbasis syariah.

Sumber: republika

 

 

Sinergi Foundation Kembali Tanam Ratusan Bibit Bambu di Garut

GARUT (Jurnalislam.com)–Sebagai aksi nyata dari realisasi program Green Kurban dan Green Akikah, Sinergi Foundation semai 906 bibit pohon bambu di kawasan Gunung Pabeasan, Desa Putrajawa, Kec. Selaawi, Kab. Garut, Sabtu (15/12).

Aksi ini adalah kelanjutan dari penyampaian amanah donatur yang terlibat dalam program Green Kurban dan Green Akikah, dimana setiap satu kurban atau akikah yang dikeluarkan, akan turut ditanam satu pohon. Pun, merupakan bentuk dukungan dan ikhtiar Sinergi Foundation dalam rangka penghijauan bumi.

Tanaman bambu dipilih sebab menyimpan manfaat besar bagi lingkungan. Warga Selaawi, wilayah yang juga menjadi desa binaan Lumbung Desa Sinergi Foundation ini telah membudidayakan bambu di lahan-lahan pedesaan sejak lama. Selain sebagai tumbuhan pencegah erosi, penghasil oksigen, bambu juga bermanfaat sebagai filter menjernihkan air. Hal itu diungkapkan oleh H. Pudin, Ketua Yayasan Selaawi Reksa Mandiri (organisasi kelompok bambu).

“Betapa besar manfaat bambu bagi lingkungan. Apalagi daerah-daerah di Jawa Barat adalah daerah yang rawan banjir dan longsor, bambu berperan penting untuk mencegah 2 hal itu.”, tutur Pudin menjelaskan dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com.

Lebih lanjut, koordinator Lumbung Desa, Egi, menjelaskan kawasan Selaawi ini sudah dijadikan sebagai kawasan lumbung desa berbasis bambu. Dimana di kawasan ini sudah dibuat 5 titik area yang dijadikan sebagai Arboretum, lahan yang dijadikan sebagai tempat penelitian bambu.

Kedepan, selain dijadikan sebagai tempat konservasi, Lumbung Desa Sinergi Foundation juga akan mendorong kawasan Selaawi ini menjadi Desa Wisata Bambu. []

Oposisi Bersenjata Anti Syiah Assad di Idlib Dukung Operasi Militer Turki

IDLIB (Jurnalislam.com) – Front Pembebasan Nasional (The National Liberation Front-NLF), sebuah payung kelompok oposisi bersenjata anti-rezim di kota Idlib di barat laut Suriah, mengatakan pada hari Senin (17/12/2018) bahwa mereka akan mendukung rencana operasi militer Turki di timur Sungai Eufrat.

NLF juga menyuarakan kesiapan untuk menghadapi kelompok teror dukungan AS yaitu YPG/PKK.

“Dengan mengizinkan milisi sektarian masuk ke negara itu, rezim Assad telah mencoba mengubah komposisi demografi Suriah,” kata NLF dalam sebuah pernyataan.

“Rezim telah menciptakan lingkungan yang nyaman untuk kelompok teror, termasuk PKK / PYD / YPG, untuk merugikan rakyat Suriah,” tambah organisasi tersebut.

Rezim Assad, ia melanjutkan dengan menegaskan, “telah mengubah Suriah menjadi taman bermain bagi kekuatan regional yang bersaing”.

NLF juga memperingatkan bahwa “pihak-pihak tertentu” secara aktif bekerja untuk menggagalkan operasi militer Turki yang direncanakan di timur Euphrates.

“Kami akan mendukung setiap operasi yang bertujuan untuk memastikan stabilitas regional, mengakhiri kehadiran teroris, dan memungkinkan kembalinya penduduk yang terusir ke rumah mereka,” kata pernyataan NLF.

Baca juga: 

Ia menambahkan: “Kami tidak akan mengizinkan kelompok manapun – baik itu PKK / YPG atau siapa pun – untuk memecah negara kami.”

Pada bulan Mei, 11 kelompok oposisi bersenjata Suriah yang berbeda bergabung di kota barat laut Idlib di bawah bendera NLF.

Perbatasan Turki - Suriah
Perbatasan Turki – Suriah

Pada hari Ahad, AS memperingatkan kelompok-kelompok oposisi yang terkait dengan Tentara Pembebasan Suriah yang mendukung operasi Turki di timur Sungai Eufrat.

Pada hari Senin, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa operasi dapat dimulai “setiap saat”, menegaskan bahwa Turki tidak akan pernah mengizinkan “koridor teror” didirikan di sepanjang perbatasannya.

Suriah baru saja mulai bangkit dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011 ketika rezim Syiah Nushairiyah Assad menindak keras para demonstran dengan keganasan militer  yang tidak terduga.

Menurut laporan PBB, ratusan ribu orang telah tewas dalam konflik hingga saat ini.

Aksi Protes Yellow vest Menular ke Maroko

RABAT (Jurnalislam.com) – Para pekerja Maroko baik dari sektor swasta maupun publik pada hari Senin (17/12/2018) melakukan demonstrasi di Rabat untuk menuntut pembayaran yang lebih baik dan perbaikan kondisi hidup.

Zouhair Asqiriba, wakil kepala Serikat Teknisi Maroko, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa teknisi dari berbagai kementerian dan lembaga pemerintah mengenakan rompi kuning (Yellow vest)  saat ikut serta dalam protes.

Menurut Asqiriba, demonstrasi akan dilanjutkan selama satu pekan hingga Selasa depan.

Baca juga:

“Teknisi terpaksa melakukan protes setelah lelah dengan semua upaya untuk duduk bersama pejabat pemerintah,” katanya, mencatat bahwa teknisi belum dimasukkan dalam pembicaraan yang sedang berlangsung antara pemerintah dan perwakilan serikat pekerja.

Jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, para teknisi berencana untuk mengadakan pemogokan nasional pada 19 dan 20 Desember, kata Asqiriba.

KAMMI Desak Pemerintah Bersikap Tegas kepada Cina Soal Diskriminasi Muslim Uighur

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Mengutuk keras sikap diskriminatif yang dilakukan oleh pemerintah China terhadap muslim Uighur di Provinsi Xinjiang. KAMMI meminta Pemerintah Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia, segera berperan aktif dan tegas terhadap China.

“Kami meminta pemerintah tegas terhadap China dalam kasus ini. Karena ini sudah sangat memprihatinkan. Tidak boleh ada negara yang bisa melarang warganya untuk menjalankan ibadah agamanya, ini sudah mencoreng Hak Asasi Manusia yang telah disepakati masyarakat dan dunia internasional” kata ketua umum KAMMI Irfan Ahmad Fauzi dalam rilisnya kepada media, Senin (17/12/2018).

Menurut Irfan, pemerintah Indonesia bisa menggandeng OKI untuk menekan pemerintah China dan menyerukan kasus pelanggaran HAM berat ini di mata internasional.

“Posisi Indonesia sangat menguntungkan untuk terlibat dalam menyerukan Hak-hak muslim Uighur ini, karena selama ini di mata Internasional kita diakui sebagai negara yang konsisten menolak penindasan, termasuk terhadap Palestina” katanya.

“Jangan ada lagi negara yang melarang-larang orang untuk menjalankan ibadah agamanya. Saya berharap pemerintah Indonesia, melalui kemenlu dapat menggalang dukungan untuk membantu muslim Uighur. Karena hingga saat ini sudah jutaan muslim Uighur yang dipaksa masuk ke dalam kamp-kamp konsentrasi di China” tambahnya lagi.

Berdasarkan laporan investigasi UN Committee on the Elimination of Racial Discrimination dan Amnesty International and Human Rights Watch pada bulan Agustus, sekitar dua juta warga Uighur ditahan otoritas China di penampungan politik di Xinjiang.

Selain itu sebagaimana yang telah diberitakan, banyak para tahanan yang dipenjara untuk waktu yang tak ditentukan dan tanpa dakwaan. Bahkan, penahanan tersebut tidak sedikit yang berujung pada penyiksaan dan kematian.

 

Cerita Hijrah Teuku Wisnu : Pernah Merasa Terlalu Fanatik

MAKASSAR (Jurnalislam.com) —  Event akbar Ummat Fest 2018 telah berakhir Ahad (16/12/2018) kemarin. Banyak publik figur yang diundang ke acara tersebut. Salah satunya adalah, presenter program Berita Islam Masa Kini (BERIMAN) Trans TV Teuku Wisnu.

 

Dalam salah satu sesi Dialog Hijrah bertema “Menuju Hidayah Allah” Bang Inu, panggilan akrabnya, menceritakan proses hijrahnya dihadapan ribuan peserta Ummat Fest 2018 di gedung Celebes Convention Center (CCC) Makassar.

 

“Waktu itu sekitar tahun 2012-2013 kalau dibilang gelombang hijrah pada waktu itu memang tidak seperti sekarang. Mulanya saya juga merasa sendiri. Tapi saya terus ingat hadist tentang ghuroba. Oh jadi gini ya orang Islam kalau sudah Kenal sunnah jadi terasing sendiri,” ujar Teuku lansir keterangan tertulis yang diterima Jurnalislam.com.

 

Bahkan banyak diantara permintaan teman-temannya yang ia tolak dengan dalih bahwa hal itu tidak sesuai syariat.

 

Mantan Aktor Terfaforit Panasonic Globe Award ke-12 itu bercerita, sempat diajak nongkrong oleh teman-temannya tapi Teuku tidak bisa.

 

“Teman saya bilang, Wisnu kamu kenapa sih? Sepertinya mereka udah nganggap saya sudah hilang day,” katanya sambil tertawa ringan.

 

“Tapi bang Arie, Dude, dan Dimas Seto akhirnya membuka pikiran saya. Ternyata selama ini saya terlalu fanatik. Nggak mau belajar kalau bukan yang ini. Pokoknya selalu merasa benar sendiri deh,” imbuhnya melanjutkan.

(lidmi)

 

Teuku Wisnu menegaskan bahwa kita bisa jadi umat yang terbaik kalau kita mau berdakwah.

 

“Kemarin saya ketemu ustad Hannan. Beliau bilang kalau Kita cuman baik sendiri dan gak mau berdakwah, maka Kita mustahil jadi umat yang terbaik,” pungkasnya.

60 Anak Binaan Yayasan Al Iman Center Ikuti Program Khitan Ceria

SOLO.(Jurnalislam.com)-Yayasan Al Iman Center adakan Khitan massal yang bertajuk Khitan ceria on the street di Gedung Yayasan Al Iman, Sriwedari Solo, Ahad (16/12/2018).

Ketua Yayasan Al Iman Center, ustaz Zaki menjelaskan bahwa salah satu syariat Islam  untuk menjaga fitrah/kebersihan manusia  adalah khitan.

“Khitan adalah salah satu syariat Allah unyuk menjaga kebersihan dan fitrah manusia yang di ajarkan oleh nabi Ibrahim alaihi salam,” katanya.

Ustaz Zaki menambahkan bahwa Yayasan Al Iman mengadakan acara khitan massal ini karena terkadang khitan dinilai memerlukan biaya yang besar seperti  biaya dokter dan biaya lainnya,

“Jadi kami kemudian berusaha memudahkan dengan mengelar acara ini,” katanya kepada Jurnalislam.com.Ia juga mengucapkan terima kasih  kasih pada semua pihak yang telah membantu suksenya acara ini.

 

“Kami ucapakan terimakasih kepada seluruh  donatur, panitia kegiatan yang bekerja siang malam dan bapak ibu yang medaftarkan anaknya ikut khitan massal ini,semoga amal antum semua mendapatkan balasan kebaikan yang berlipat”tutupnya.

 

Sebelum di khitan, sebanyak 60 anak peserta khitan di arak keliling dengan becak hias sepanjang CFD Selamet Riyadi, kemudian dinaikkan kereta kuda ke lokasi khitan.

Dalam khitan massal ini dintangani oleh tim dokter dari PKU Muhammadiyah dan tim Dokter dari Rumah Sakit UNS Solo,setelah di khitan peserta mendapatkan bingkisan, tas sekolah,uang saku, alat tulis,kaos dan Alqur’an serta foto bareng keluarga langsung jadi.

Ridho Asfari

Poligami, Hukum Negara, dan Aspek Kesehatan

JURNALISLAM.COM – Akhir-akhir ini ramai pemberitaan pernyataan kontroversial dari ebuah partai baru mengenai penolakannya terhadap poligami. Banyak kalangan yang menanggapi penyataan tersebut, dan ada juga yang senada dengan pernyataan tersebut yang menyatakan bahwa poligami bukan ajaran Islam.

Ini sangat menarik untuk dicermati, karena sebagai umat Islam kita meyakini bahwa semua yang diperintahkan atau dianjurkan oleh syariat pasti membawa manfaat untuk pemeluknya termasuk anjuran untuk poligami.

Dilansir dari Detikhealth, sebuah Penelitian yang dilakukan oleh Virpi Lummaa, seorang ahli ekologi Inggris dari Universitas Sheffield menarik untuk diketahui, dia mempublikasikan penemuannya mengenai hubungan antara poligami dan umur panjang dalam pertemuan tahunan International Society for Behavioral Ecology di Ithaca, New York, Amerika Serikat.

Riset tersebut menyimpulkan bahwa langkah pria untuk melakukan praktek poligami atau beristri lebih dari satu dapat memanjangkan usia bagi pria yang melakukannya.

Penelitian ini melibatkan lelaki berusia 60 tahun yang berasal dari 140 negara penganut poligami. Riset tersebut membuktikan bahwa usia rata-rata pria yang melakukan poligami lebih panjang 12% dibandingkan para pria yang tinggal di 49 negara yang terkenal menganut monogami.

Lummaa menjelaskan bahwa pria yang berpoligami masih memiliki kualitas alat reproduksi yang baik bahkan sampai berusia 80 tahun. Hal inilah yang diperkirakan memperpanjang usia pria tersebut.

Pria poligami akan lebih panjang umur berkaitan dengan faktor sosial dan genetika. Pria tersebut akan terus berjuang menghidupi anak-anak dan istrinya sehingga kemungkinan ia akan lebih baik dalam menjaga kesehatannya.

Peneliti juga mengatakan bahwa suami yang memiliki istri banyak, yang bisa mengurus dirinya lebih baik, tentu akan memiliki kesehatan yang lebih baik. Mereka akan lebih bahagia karena memiliki banyak anak dan kehidupan seksnya sangat terjamin.

“Kebutuhan seksual yang terpenuhi akan membuat kesuburan tetap terjaga meski sudah berusia separuh baya. Kesuburan tersebut akan berpengaruh terhadap fungsi hormon dan mengatur metabolisme tubuh. Kesuburuan berbanding lurus dengan kinerja hormon dan akan membuat pria semakin sehat,” jelas Lummaa (Detikhealth).

Lalu bagaimana Hukum di Indonesia memandang Poligami ?

Islam, Masa Muda dan Pemuda Kini

(Jurnalislam.com)–Masa muda adalah masa yang penuh semangat dan bergairah untuk mencari jati diri, membuktikan eksistensi dan mencari perhatian,.

Akan tetapi sering terjadi semangat tersebut tidak mendapat pembinaan yang tepat. Jadi perlunya pembinaan kepada kaum muda agar tidak berlebihan dan keluar dari bimbingan syariat.

Masa muda adalah masa yang nanti akan diminta pertanggung jawabannya secara khusus, karena dengan keunggulan dan kelebihan pada usia muda, seperti semangat masih membara, tenaga masih kuat, pikiran masih fresh dan tekad yang kuat.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi Rabb-Nya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu):

tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan dan apa saja yang telah ia perbuat dari ilmu yang dimilikinya.”

(HR. ath-Thirmidzi no. 2416, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir jilid 10 hal 8 hadits no. 9772 dan hadits ini telah dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Ashahihah no. 946)

Pemuda pada zaman ini adalah gambaran islam dan kaum muslimin pada masa yang akan datang.

Jika pemuda-pemuda bersifat baik, ini merupakan faktor masa depan islam yang cerah. Sungguh sangat disayangkan jika masa muda tersebut di sia-siakan pada urusan-urusan yang tidak ada manfaat duniawi dan ukhrowinya.

Sebagai contoh seorang pemuda adalah Nabi Ibrahim As yang mampu menggetarkan singgasana Namrudz. Dan Allah SWT kisahkan peran muda Nabi Ibrahim As dalam firmannya:

Mereka berkata : “siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zalim.”, Mereka berkata : “Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama ibrahim” (QS. Al-Anbiya’ ayat 59 dan 60)

Menanggapi ayat ini Ibnu Abbas Ra mengatakan: “tidaklah Allah SWT mengutus seorang nabi melainkan di masa mudanya dan tidaklah diberikan ilmu kepada seorang alim melainkan di masa mudanya”.

Jadi masa muda adalah masa yang penting untuk kita maksimalkan kedalam ketaatan kepada yang baik, terkhusus menegakkan agama Allah dan membela-Nya ketika agaa Allah di hina. Maka dari itu sebelum terlambat.

Marilah kita mengajak seluruh kaum muda islam untuk bangkit dan penuhilah masa muda tersebut dengan kebikan dan ketaan, sehingga dapat menolong kita di dunia dan di akhirat. (Agus Cahyanto/ berbagai sumber)