Islam, Masa Muda dan Pemuda Kini

Islam, Masa Muda dan Pemuda Kini

(Jurnalislam.com)–Masa muda adalah masa yang penuh semangat dan bergairah untuk mencari jati diri, membuktikan eksistensi dan mencari perhatian,.

Akan tetapi sering terjadi semangat tersebut tidak mendapat pembinaan yang tepat. Jadi perlunya pembinaan kepada kaum muda agar tidak berlebihan dan keluar dari bimbingan syariat.

Masa muda adalah masa yang nanti akan diminta pertanggung jawabannya secara khusus, karena dengan keunggulan dan kelebihan pada usia muda, seperti semangat masih membara, tenaga masih kuat, pikiran masih fresh dan tekad yang kuat.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi Rabb-Nya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu):

tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan dan apa saja yang telah ia perbuat dari ilmu yang dimilikinya.”

(HR. ath-Thirmidzi no. 2416, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir jilid 10 hal 8 hadits no. 9772 dan hadits ini telah dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Ashahihah no. 946)

Pemuda pada zaman ini adalah gambaran islam dan kaum muslimin pada masa yang akan datang.

Jika pemuda-pemuda bersifat baik, ini merupakan faktor masa depan islam yang cerah. Sungguh sangat disayangkan jika masa muda tersebut di sia-siakan pada urusan-urusan yang tidak ada manfaat duniawi dan ukhrowinya.

Sebagai contoh seorang pemuda adalah Nabi Ibrahim As yang mampu menggetarkan singgasana Namrudz. Dan Allah SWT kisahkan peran muda Nabi Ibrahim As dalam firmannya:

Mereka berkata : “siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zalim.”, Mereka berkata : “Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama ibrahim” (QS. Al-Anbiya’ ayat 59 dan 60)

Menanggapi ayat ini Ibnu Abbas Ra mengatakan: “tidaklah Allah SWT mengutus seorang nabi melainkan di masa mudanya dan tidaklah diberikan ilmu kepada seorang alim melainkan di masa mudanya”.

Jadi masa muda adalah masa yang penting untuk kita maksimalkan kedalam ketaatan kepada yang baik, terkhusus menegakkan agama Allah dan membela-Nya ketika agaa Allah di hina. Maka dari itu sebelum terlambat.

Marilah kita mengajak seluruh kaum muda islam untuk bangkit dan penuhilah masa muda tersebut dengan kebikan dan ketaan, sehingga dapat menolong kita di dunia dan di akhirat. (Agus Cahyanto/ berbagai sumber)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.