Berita Terkini

ECR Indonesia Salurkan Hewan Kurban di Desa Pelosok Banjarnegara

BANJARNEGARA (jurnalislam.com)- Emergency Crisis and Response (ECR) bekerjasama dengan KAHMIVET, Garis Depan dan Lawu Park menyalurkan hewan kurban sebanyak 8 ekor kambing di wilayah terdampak longsor Banjarnegara tahun 2014 yakni di Dukuh Pencil Muktisari, Desa Karang Tengah, Wanayasa, Banjarnegara, (13/8/2019).

Ketua Panitia Muntoha mengatakan kegiatan bertajuk ‘Tebar Kurban’ tersebut merupakan salah satu program rutin ECR dalam setiap momen Idul Adha.

“Idul Adha atau momen kurban merupakan salah satu waktu yang tepat untuk mendekatkan diri kepada Allah, dimana Allah akan memberikan pahala yang besar kepada orang yang mau berkurban,” katanya kepada jurniscom.

Lebih lanjut, Muntoha mengatakan bahwa ECR akan terus melakukan aksi sosial dalam momen Idul Adha di tempat yang benar benar membutuhkan.

“Program tersebut akan terus kita lakukan setiap tahunnya dan dilakukan di berbagai tempat, kali ini di Dukuh Pencil yang merupakan salah satu desa binaan ECR paska bencana longsor tahun 2014 yang lalu,” paparnya.

Sementara itu, Kadus Dukuh Pencil Muktisari Taufik berterimakasih kepada ECR dan para donatur yang telah memberikan bantuan kepada desanya.

“Alhamdulillah, saya mewakili dukuh Pencil mengucapkan terimakasih kepada ECR dan para donatur semoga apa yang diberikan kepada kami menjadi amal kebaikan dan dibalas pahala oleh Allah Subhanahu Wata’ala,” katanya.

Pajak Digenjot Bukti Pendapatan Negara Kian Melorot

Oleh: Novita Fauziyah*

(Jurnalislam.com)–Peraturan mengenai wajib pajak makin ketat. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperingatkan wajib pajak bahwa mereka tak bisa lagi menghindarkan diri dari kewajibannya.

Ditjen Pajak kini bisa mengendus harta sekalipun disembunyikan. Bahkan upaya seperti pengakalan pajak seperti tax avoidance dan tax evasion tidak akan mempan dilakukan.

“Jadi Anda mau pindah nggak jadi ke bank tapi ke insurance ya tetap akan laporin. Kalau mau ya gali aja sumur di belakang rumah taruh duitnya di situ. Oh masih ada yang seperti itu? Nanti saya pakai drone cari di situ”, tutur mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu (finance.detik.com 02/08/19).

Hal tersebut menunjukkan bahwa pendapatan negara kian melorot dan berusaha keras mendapatkan pemasukan berupa pajak dari rakyat. Lagi-lagi rakyat yang “dipalak” untuk membiayai negara. Pajak seolah menjadi jalan satu-satunya pemasukan negara.

Pendapatan negara yang kian melorot tak mengherankan. Bagaimana tidak? Sumber daya alam yang melimpah justru pengelolaannya diserahkan kepada asing. Keuntungan banyak mengalir ke kantong mereka. Ditambah kasus korupsi yang kian menggurita.

Negeri ini yang katanya memiliki sumber daya alam yang melimpah justru sangat miris kondisinya. Dalam hal pendapatan harus menghisap rakyat lewat pajak. Rakyat terus diperas tak peduli miskin kaya, tua muda di manapun berada. Yang miskin makin miskin dan yang kaya makin berkuasa.

Inilah fakta penerapan sistem ekonomi kapitalisme neoliberal di negeri ini. Di mana arus pasar bebas kencang, pembengkakan hutang, kepentingan para korporasi dan pemilik modal dipermudah, sampai privatisasi sektor publik. Sementara layanan kepada rakyat semakin dipersulit dan terasa sangat mencekik.

Dalam sistem kapitalisme yang saat ini bercokol, ukuran kesejahteraan bukan terletak pada kesejahteraan per orang melainkan pendapatan nasional (per capita income). Tidak diperhatikan lagi kebutuhan per orang sudah tercukupi atau belum. Distribusi kekayaan juga tidak proporsional. Di tengah kondisi ini rakyat terus dipaksa dengan membayar pajak. Ini yang membuat beban rakyat makin berat dan terasa begitu dzalim.

Padahal dalam Islam mengambil hak orang lain secara paksa tidak diperbolehkan. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman “ Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil” (TQS. An-Nisa:29). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda “ Tidak halal mengambil harta seorang muslim kecuali dengan kerelaan dirinya (HR. Abu Dawud dan Daruquthni)”.

Pajak menjadi pendapatan utama dalam penerapan sistem ekonomi kapitalisme neoliberal. Seolah-olah jika rakyat tidak membayar pajak maka tidak ada pendapatan untuk mengelola negara. Padahal anggapan ini tidaklah benar. Dalam Islam sudah ada aturan mengenai hal ini.

Dalam Islam, pajak memang diperbolehkan namun bukan merupakan pendapatan yang utama. Pajak akan dipungut dari kaum muslim sesuai dengan ketentuan syara’ untuk menutupi pengeluaran Baitul Mal.

Dengan syarat pungutannya berasal dari kelebihan kebutuhan pokok setelah pemilik harta memenuhi kewajiban tanggungannya dengan cara yang lazim. Artinya hanya yang mampu saja, bukan menjadi kewajiban seperti sekarang ini. Pemungutannya hanya pada kondisi darurat misal bencana kelaparan dan Baitul Mal belum bisa mencukupi.

Dalam hal kesejahteraan, negara menjamin seluruh kebutuhan pokok setiap individu secara sempurna. Pengelolaan sumber daya alam dilakukan oleh negara untuk sebesar-besar kesejahteraan rakyat seperti di bidang pendidikan, sosial, kesehatan, dan sebagainya.

Haram hukumnya jika sektor yang menyangkut hajat hidup orang banyak diserahkan kepada asing karena Islam jelas memiliki aturan mengenai kepemilikan yakni kepemilikan individu, umum dan negara. Juga larangan orang mukmin dikuasai oleh kafir.

Allah berfirman “Dan sekali-kali Allah tidak akan pernah memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang mukmin” (TQS. An-Nisa:141). Dalam hadist juga dijelaskan “Kaum muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air dan api” (HR. Abu Dawud dan Ahmad).

Maka dengan pengelolaan sesuai dengan syariatNya kesejahteraan hidup akan diperoleh. Rakyat tidak lagi harus diperas atau menanggung beban hidup yang berat. Allah berfirman

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (TQS. Al-A’raf:96).

*Seorang pendidik

 

Pasca Alami Kebakaran, Ponpes Tahfiz Abu Bakar Ash-Shiddiq Bulukumba Mulai di Renovasi

BULUKUMBA (Jurnalislam.com)– Pasca mengalami kebakaran 31 Juli lalu yang mengakibatkan asrama santri Pondok Pesantren Tahfiz Abu Bakar Ash-Shiddiq Wahdah Islamiyah Bulukumba sebanyak 3 gedung tak bisa lagi digunakan.
Kebakaran ini mengakibatkan kerugian ratusan juta rupiah, berbagai organisasi dan masyarakat mulai memberikan bantuan untuk renovasi gedung asrama yang ada.
“Alhamdulillah sampai saat ini, bantuan dari ormas, instansi pemerintah dan masyarakat terus berdatangan seperti Polres Bulukumba, Kodim 1411, LIDMI, Stikes, Akbid, IMM, dan HILMI,” ungkap Supriadi Nasir kepala sekolah tingkat SMP.
Bangunan asrama santri yang rusak kini mulai di renovasi mulai dari bagian atap, pengecatan dinding dan pemasangan lantai.
“Sampai saat ini renovasi asrama yang kebakaran masih sekitar 20%,” lanjutnya.
Supriadi Nasir mengajak kepada seluruh masyarakat agar memberikan bantuan untuk renovasi asrama santri yang terbakar.
“Kami mengajak kepada masyarakat Bulukumba secara khusus dan masyarakat Indonesia secara umum untuk membantu renovasi asrama santri yang terbakar untuk mempercepat pembangunan agar aktifitas santri dalam menghafal Al-Qur’an bisa berjalan sebagaimana mestinya,” harapnya.
Lebih lanjut, Supriadi Nasir berterima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan bantuannya.
“Terakhir kami ucapkan Syukron Jazakumullahu Khairon kepada para donatur yang telah membantu semoga Allah membalas kebaikan Anda dengan sesuatu yang jauh lebih baik,” tutupnya.
Laporan: Muhammad Akbar

Soal Enzo Allie, DPR Minta TNI Jangan Paranoid

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil meminta jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) tak terpengaruh dengan isu yang berembus terkait Taruna Akmil Enzo Allie yang dituding terpapar radikal usai foto dengan bendera kalimat tauhid yang menyerupai dirinya beredar di sosial media.

“Panglima TNI juga jangan terpengaruh. Perlu diketahui bahwa Enzo dinyatakan telah memenuhi syarat menjadi taruna. Dia merupakan salah seorang taruna potensial,” kata anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil kepada Jurnalislam.com, Rabu (14/8/2019).

Menurutnya, menghakimi seorang taruna seperti Enzo adalah tindakan yang tidak sesuai dengan ideolog Pancasila yang dipegang teguh bangsa.

Soal nilai tes ideologi 5,9 dari 7 yang diraih Enzo, politisi PKS ini memandang bahwa nilai tersebut bisa ditingkatkan semasa menjalani sebagai taruna di Akmil.

Terlebih dengan usia yang masih muda. Dikatakan Nasir, Enzo masih memiliki banyak waktu untuk membenahi cara berpikir tentang bangsa dan NKRI.

Di sisi lain, ia mengkritisi pejabat tinggi negara dan sejumlah tokoh yang terkesan paranoid terhadap isu yang menyerang Enzo.

“Jangan paranoid. Enzo ibarat kertas putih yang masih sangat mudah dibentuk untuk menjadi prajurit TNI. Kepada pejabat dan tokoh yang memberikan pernyataan negatif, sebaiknya banyak mematut diri, apa pantas mengeluarkan pernyataan seperti itu?” demikian Nasir.

BMH Distribusikan Kurban di Desa Pelosok Jatim

SURABAYA (Jurnalislam.com)–Sebaran titik distribusi hewan qurban Baitul Maal Hidayatullah (BMH) dilakukan daerah pedalaman.

Hal ini sesuai dengan prioritas distribusi BMH yang menjadikan desa & pelosok serta pedalaman daerah menjadi target BMH dalam mengentaskan kemiskinan.

Adapun dalam mendistribusikan hewan qurban pada hari raya Idul Adha 1440 H. Lebih dari 15.000 paket daging dibagikan serentak di desa pedalaman dan masyarakat pinggiran kota–kota di Jawa Timur.

“Melalui kegiatan grebek qurban ini, dimana penerima hewan qurban tidak harus bersusah payah antri dengan kupon dan pengambilan tetapi mereka didatangi langsung ke rumah–rumah oleh relawan BMH,” kata Manager Program BMH Jawa Timur, Imam Muslim, Ahad (11/8/2019).

Salah satu penerima manfaat daging Grebek Qurban, Husen warga kampung pemulung di Keputih Surabaya, mengaku sangat kaget lantaran mendadak ada relawan BMH yang menyambangi kediamannya lalu membagikan bungkusan daging qurban.

“Saya ucapakan terima kasih kepada BMH, selama ini kami bila ingin mengambil daging qurban harus mengantri panjang dan lama, tapi kali ini dari petugasnya yang mengantar langsung ke rumah kami. Sekali lagi terima kasih ya BMH”,ungkap Husen dengan wajah sumringah.

Untuk tahun ini BMH mendapat kepercayaan yang besar dari masyarakat untuk menyalurkan hewan qurbannya. Tak kurang dari 2.235 kambing 157 sapi disalurkan BMH untuk lebih dari 173 desa di Jawa Timur. Hewan qurban ini diterima dari individu masyarakat yang mempercayakan kepada BMH melalui program qurban berkah nusantara yang digulirkan untuk menambah nilai manfaat hewan qurban agar distribusi tidak menumpuk di kota saja tetapi bisa merata ke daerah pedalaman, daerah kekeringan dan pinggiran kota.

“Qurban berkah nusantara adalah program tahunan BMH untuk membantu masyarakat menyalurkan hewan qurbanya agar bisa terdistribusi hingga daerah pedalaman di mana masyarakatnya di sana lebih membutuhkan, kata Muslim.

Green Kurban Salurkan Hewan Kurban ke Pelosok Negeri dan Mancanegara

(Jurnalislam.com)Sinergi Foundation melalui program Green Kurban berencana mendistribusikan hewan kurban di 85 titik wilayah terkategori miskin, terpencil, rawan konflik, rawan akidah, rawan gizi, hingga daerah bencana. Dua di antara wilayah tersebut berada di mancanegara, yakni wilayah perbatasan Gaza dan kamp pengungsian Rohingya di Cox’s Bazaar, Bangladesh.

Direktur Green Kurban, Handono Bhakti Sungkaryo mengatakan di Indonesia, Green Kurban akan disalurkan ke wilayah seperti Papua, Aceh, Sebatik Kalimantan, Jambi, Nusa Tenggara Barat, Majalengka, Cianjur Selatan, dan daerah pelosok lainnya.

Ia menjelaskan bahwa Green Kurban di pelosok ini merupakan bentuk aksi kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan. “Kami juga mengajak para pekurban membangun rasa empati dan kemanusiaan pada saudara kita yang dilanda konflik. Semoga kurban ini menjadi hadiah yang meringankan beban mereka,” katanya.

Handono pun mengajak masyarakat untuk turut berkurban di Green Kurban. Sebab, katanya, pekurban bisa melipatkan manfaat di Green Kurban. Tak hanya disalurkan di pelosok dan wilayah konflik, Green Kurban juga berikhtiar melestarikan bumi.

Dalam pelaksanaannya, Green Kurban menyalurkan daging kurban pada warga yang membutuhkan tanpa kantong plastik. Sebagai penggantinya, Green Kurban mengajak masyarakat menggunakan kearifan lokal daerah masing-masing. Mulai dari pelepah daun pisang, daun jati besek bambu, ganting, hingga wadah makanan sendiri.

“Pun dari setiap hewan yang dikurbankan, kita juga berkontribusi menanam satu pohon sebagai ikhtiar penghijauan,” tutur Handono.

Sejak permulaan program, Green Kurban telah menyebarkan hewan kurban untuk 136.602 penerima manfaat. Pun terhitung sejak 2013, Green Kurban telah menanam 26.679 bibit pohon produktif, seperti jabon, kelapa, jambu, manga, dan kini tengah menanam bibit bamboo sebagai tanaman konservasi alam.

 

Hari Pramuka dan Manfaat Kepanduan

JURNALISLAM.COM – Tepat pada hari ini, Rabu (14/8/2019), Praja Muda Karana atau Pramuka dibentuk 58 tahun yang lalu di Indonesia. Gerakan yang banyak diminati oleh para siswa ketika disekolah ini mempunyai banyak manfaat.

Gerakan kepanduan yang diinisiasi oleh bapak pandu dunia, Baden Powell ini mengajarkan berbagai hal yang amat berguna untuk kamu terapkan di dalam kehidupan sehari-hari. Berikut manfaat gerakan Pramuka yang dirangkum dari berbagai sumber:

Berkomunikasi

Saat mengikuti kegiatan Pramuka, kamu akan dituntut untuk bisa berhubungan dengan teman, baik yang satu tim maupun yang berbeda timnya.

Kegiatan dalam Pramuka lebih banyak dilakukan secara berkelompok sehingga melatih kamu untuk bisa berkomunikasi dengan teman-teman sekitar. Dengan kegiatan ini, maka kamu yang tadinya pemalu atau pendiam dapat menjadi lebih berani untuk berbicara dengan orang lain.

Kemandirian

Pernah ikut kemah? Pastinya kalau ekstrakurikuler Pramuka akan mengadakan yang namanya kemah. Kemah ini bukan seperti yang biasa kita lakukan saat liburan. Kalian harus mandiri. Memanfaatkan segala sesuatu yang ada dan tidak boleh hidup ketergantungan seperti di rumah. Harus bisa hidup apa adanya tanpa bantuan teknologi.

Tidak ada laptop, tidak ada ponsel, bahkan beberapa kemah melarang penggunaan listrik meskipun itu haya sebatas lampu. Kalian harus bisa masak sendiri untuk makan, mencuci piring dan baju sendiri. Tidak ada yang instan.

Gotong Royong dan Kebersamaan

Pada saat kemah, pastinya kita tidak hanya sendirian. Pasti dalam satu tenda diisi oleh begitu banyak orang. Kalian tentunya harus saling membantu untuk bertahan hidup saat kemah kini. Misalnya seperti dari awal kemah. Kita memasang tenda bersama, dan saling membantu satu sama lain.

Menekan Keegoisan

Dengan hidup bersama-sama dalam satu tenda, kita tidak bisa egois. Kita harus menghormati dan hidup bersama-sama dengan baik. Harus berbagi dan menolong satu sama lain.

Kedisiplinan

Di dalam Pramuka juga, kita pasti mendengar yang namanya apel. Apel di sini bukan jenis buah. Apel di sini merupakan sebutan untuk upacara dalam Pramuka. Kita harus mengikuti apel dengan khidmat tanpa mengeluh.

Kecintaan Terhadap Alam

Kita hidup mandiri. Kita akan dituntut untuk dapat menghargai alam. Dalam Pramuka, kita lebih sering melakukannya di luar lapangan. Kita juga dituntut untuk menjaga alam sehingga menumbuhkan rasa cinta kepada alam.

Bertahan Hidup di Saat Genting

Kita belajar begitu banyak sandi. Kita juga belajar kode-kode lain dalam Pramuka, serta kita juga akan diajari berbagai simpul. Hal itu ditujukan untuk kita bertahan hidup dalam keadaan genting.

Cinta Kepada YME

Sebelum melakukan kegiatan, kita diharuskan berdoa. Saat apel dan mengakhiri apel juga kita akan diwajibkan berdoa. Selain itu, di dalam dasa dharma pertama disebutkan “Taqwa kepada Tuhan YME”.

Kreatif

Banyak kegiatan yang ada dalam Pramuka yang menuntut kami untuk menggunakan kreativitas. Banyak aktivitas yang membuat kamu harus menyelesaikan tugasnya dengan menggunakan ide cemerlang. Dengan demikian kreativitas kamu semakin diasah.

Kepemimpinan

Dalam kegiatan Pramuka, kamu akan mendapat kesempatan untuk memimpin regu. Saat mendapat kesempatan itulah kamu akan belajar mengenai gaya kepemimpinan sehingga dikemudian hari kamu dapat menjadi seorang pemimpin, baik ditempat kerja, organisasi, maupun ketika sudah berkeluarga.

Wah, banyak juga manfaat yang diambil dari gerakan kepanduan Pramuka ini. Semoga generasi muda alias Milenial dapat meneladani nilai-nilai yang ada di dalam Pramuka sehingga dapat mengikis pergaulan bebas yang negatif.

Pelaku Aksi ‘Teror’ di Masjid Oslo Hadir dengan Wajah Memar di Pengadilan

OSLO (Jurnalislam.com) – Seorang pria Norwegia berumur 21 tahun dihadirkan di pengadilan, Oslo atas dugaan melakukan tindak terorisme terkait serangan bersenjata di sebuah masjid pada Sabtu (10/08/2019).

Wajah dan lehernya memar dan luka-luka. Philip Manshaus juga dituduh berusaha melakukan pembunuhan, disamping membunuh saudara perempuannya sendiri.

Jaksa meminta agar penahanannya diperpanjang selama empat minggu lagi.

Manshaus terlihat tersenyum ke arah para fotografer sebelum hakim membuka sidang tertutup.

Manshaus dituduh melakukan penembakan di Al-Noor Islamic Centre di Baerum, arah barat ibu kota Oslo, BBC mengabarkan, Selasa (13/8/2019).

Tidak lama setelah serangan itu, jenazah saudara perempuan tirinya, 17 tahun, ditemukan di sebuah rumah di Baerum.

Terdapat tiga orang di dalam masjid ketika serangan dilakukan. Penyerang bersenjata berhasil dikendalikan sebelum polisi tiba.

Mohammad Rafiq berhasil mengendalikan pria bersenjata. (BBC)

Ketua takmir masjid mengatakan penyerang memasuki gedung dengan mengenakan helm dan perisai tubuh, serta membawa sejumlah senjata. Beberapa tembakan dilepaskan tetapi tidak seorangpun mengalami luka parah di masjid.

Mantan perwira angkatan udara Pakistan, Mohammad Rafiq, 65 tahun, dipuji karena berhasil memberangus penyerang dan merampas senjatanya.

Dalam sidang Senin (12/08), jaksa meminta perpanjangan penahanan selama empat minggu, tidak boleh dikunjungi dan dilarang diliput media.

Kuasa hukum Manshaus, Unni Fries, sebelumnya menyatakan dia menolak tuduhan tindakan kriminal dan tidak bersedia berbicara dengan penyelidik.

Sebelumnya, pada Sabtu (8/10/2019) telah terjadi penembakan yang berujung jatuhnya banyak korban di Masjid di Al-Noor Islamic Centre di Baerum, arah barat ibu kota Oslo. Pelaku diduga mempunyai pandangan “kanan-jauh” dan “antiimigran”.

“Kami menyelidiki kasus ini sebagai percobaan melakukan aksi terorisme,” kata Wakil Kepolisian Norwegia, Rune Skjold, dalam jumpa pers seusai kejadian berlangsung.

Tips Hemat Ini Buat Kamu Bahagia

“Hati-hatilah dengan pengeluaran kecil, karena keretakan kecil dalam kapal besar sekalipun dapat menenggelamkan kapal tersebut.” Benjamin Franklin.

JURNALISLAM.COM – Hemat atau berhemat sering kali diartikan sebagai bagian dari pola hidup yang pelit dan menyiksa. Padahal sesungguhnya tidak sama sekali jika kamu tahu trik dan tipsnya.

Hemat bisa menjadi satu bagian dari hidup kita yang menyenangkan apabila kita berhemat dengan ikhlas dan niat yang tulus. Sejatinya berhemat memiliki banyak manfaat. Manfaat paling masuk akal dan terpopuler adalah dengan berhemat, maka kita bisa kaya.

Di dalam budaya kita sendiri (Indonesia), hemat menjadi salah satu kata bijak yang paling populer, yaitu hemat panggal kaya. Bahkan anak-anak kecil sudah hafal dengan kata mutiara ini. Sayangnya tidak banyak orang yang benar-benar dapat mengaplikasikan program hemat ke dalam gaya hidupnya, sehingga banyak yang gagal.

Sebagai manusia yang ingin meraih kesuksesan, tentunya berhemat merupakan salah satu kunci. Apalagi saat ini, tantangan ekonomi global sudah menjadi-jadi. Tidak sedikit para ekonom yang mengkhawatirkan hal ini dan Indonesia diprediksi akan dilanda krisis ekonomi seperti tahun 1997-1998 jika tidak memikirkan dengan matang untuk menghadapinya.

Maka dari itu, ada beberapa tips atau cara berhemat yang dapat membuat kamu bahagia di hari-hari nanti.

Jauhkan Diri Dari Berhutang

Stop Berhutang

Kalau kamu menyimpan uang, usahakan untuk menutup diri dari berhutang. Dengan memiliki beban hutang, kamu akan segera berat untuk menyisihkan uang karena sebagian dari penghasilan kamu harus terkuras untuk membayar cicilan hutang.

Buat Tujuan

Buat tujuan

Biar simpan uangnya makin semangat, buatlah semacam tujuan atau target dari hasil tabungan kamu. Dengan begitu, akan memotivasi kamu untuk bersemangat dalam menyimpan uang. Biar makin terorganisir, jangan lupa untuk membuat target waktunya yah sobat jurnis.

Berhenti Merokok

Stop Merokok

Kalau kamu seorang perokok, coba untuk lepas dari kebiasaan buruk dan merusak kesehatan tersebut. Selain hidup jadi lebih sehat, kamu bisa memangkas pengeluaran kamu untuk dialokasikan ke tabungan atau keperluan lainnya.

Bawa Bekal dari Rumah

Bawa Bekal dari Rumah

Salah satu pengeluaran terbesar adalah jajan, demi memangkas pengeluaran kamu bisa menyiapkan bekal dari rumah. Tidak hanya lebih sehat karena terjamin kesehatannya, biaya yang kamu keluarkan juga lebih sedikit dan efisien.

Pangkas Pengeluaran

Pangkas Pengeluaran

Meski jumlah yang dikeluarkan tidak terlalu besar, kamu pasti sering membuat pengeluaran untuk hal yang seharusnya tidak perlu. Nah, kamu bisa memangkas uang tersebut untuk disimpan. Contohnya, makan-makan diluar bersama teman-teman, pergi liburan ke luar kota, atau membeli barang diskon yang sebenarnya tidak penting. Hal-hal semacam itulah yang harus dikurangi.

Jadi, kamu mau berhemat atau tetap boros dan menghamburkan uang dengan hal-hal yang tidak penting? Yuk berhemat untuk masa depan yang lebih baik.

Penulis: Muhammad Fajar Aditya

Belajar Keteladanan dari Ibrahim dan Ismail

ARAFAH (Jurnalislam.com)— Usai mendirikan Ka’bah, Nabi Ibrahim diperintahkan untuk memanggil umat manusia agar berhaji. Awalnya Ibrahim ragu dan mengadu; “Ya Allah, bagaimana saya bisa memangggil orang di seluruh belahan bumi sepanjang masa, sementara suaraku tidak bisa didengar mereka.”

Saat itu, Makkah adalah sebuah lembah yang tidak tumbuh pepohonan, tidak ada kehidupan. Di dekat Ibrahim hanya ada istri dan anaknya. “Siapa yang akan mendengar panggilanku?”

Kata Allah, tugasmu hanya memanggil. Akulah yang akan menyampaikan pesan dan panggilanmu kepada manusia di setiap zaman.

Penggalan kisah ini disampaikan oleh Sekretaris Amirul Hajj KH Muchlis M Hanafi saat memberikan ceramah usai Magrib-Isya berjamaah di tenda masjid misi haji Indonesia di Arafah, Sabtu (10/08).

“Diriwayatkan, ketika Ibrahim memanggil, bukit merunduk. Bahkan, semua yang ada di muka bumi, termasuk yang dalam rahim, mendengar dan menjawab labbaikallaahumma labbaik,” tuturnya.

Kisah ini mengandung pesan bahwa Allah memerintahkan Ibrahim (baca: umat manusia) untuk mengerjakan apa yang bisa dilakukan. Apa yang ada di luar kekuasaan manusia, serahkan kepada-Nya.

“Setiap Rasul, tugasnya hanya menyampaikan. Rasul tidak bisa mengubah orang mendapat hidayah,” tuturnya.

“Apa yang berada di luar kekuasaan kita, serahkan kepada Allah. Lakukan yang terbaik dengan penuh keikhlasan,” lanjutnya.

Pesan kedua yang bisa dipetik dari kisah Ibrahim adalah tentang doa. Menurut Muchlis, Allah dalam Alquran sudah menjanjikan untuk menjadikan Makkah sebagai negeri yang aman (matsaabatan lin naasi wa amna). Meski demikian, Ibrahim tetap bermohon, agar Allah menjadikan Makkah sebagai negeri yang aman (baladan aaminan).

“Ibrahim mengajarkan kepada kita, betapapun kita dalam kenikmatan besar, jangam pernah berhenti berdoa. Jangan putus hubungan dengan Allah dalam doa,” ucapnya.

“Jangan pernah berhenti berdoa.  Kebersamaan dan kedekatan dengan Allah inilah yang akan mendatangkan banyak anugerah,” sambungnya.

Menurut Muchlis, senjata Ibrahim menjadikan kota Makkah sebagai negeri aman adalah doa-doa yang dipanjatkannya.

Sumber: kemenag.go.id